JISBI: Jurnal Ilmu Sosial dan Budaya Indonesia
Vol. 3, No. 1, Mei 2025, page: 1-5
E-ISSN: 3031-2957
1
Fifi Fatmawati at.al (Bagaimana Peran Masyarakat Dalam...)
Bagaimana Peran Masyarakat dalam Mengantisipasi
Dampak Negatif Aksi Klitih di Kalangan Remaja di
Kota Yogyakarta
Fifi Fatmawati
a
, Heri Kurnia
b
a
CV. Kurnia Grup, Wirokerten, Banguntapan, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta
b
Universitas Pamulang, Jl. Raya Puspitek, Buaran, Kecamatan Pamulang, Kota Tangerang Selatan, Provinsi
Banten, Kode Pos 15310
*
fififatmawati34@gmail.com
INFO ARTIKEL
ABSTRAK
Sejarah Artikel:
Diterima: 25 Januari 2025
Direvisi: 4 Februari 2025
Disetujui: 17 April 2025
Tersedia Daring: 1 Mei 2025
Klitih adalah salah satu bentuk anarkisme remaja yang sekarang
sedang marak di Yogyakarta. Klitih identik dengan segerombolan para
remaja yang ingin melukai atau melumpuhkan lawannya dengan
kekerasan. Pelaku aksi klitih juga sering kali melukai lawannya dengan
benda-benda tajam seperti: pisau, gir, pedang samurai dan sejenisnya.
Klitih merupakan istilah baru untuk menyebut tawuran pelajar atau
remaja yang sejak dahulu tidak bisa lepas terjadidi Kota Yogayakarta
dan sekitarnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dua hal.
Pertama, untuk mengetahui faktor penyebab terjadinnya klitih yang
dilakukan oleh pelaku aksi klitih di Kota Yogyakarta dan yang kedua,
untuk mengetahui seberapa besar keterlibatan masyarakat dalam
mengantisipasi terjadinya aksi klitih di kalangan remaja di Kota
Yogyakarta.
Kata Kunci:
Masyarakat
Klitih
Remaja
ABSTRACT
Keywords:
Society
Klitih
Teenagers
Klitih is a form of teenage anarchism that is currently rampant in
Yogyakarta. Klitih is identical to a group of teenagers who want to injure
or paralyze their opponents with violence. The perpetrators of klitih
actions also often injure their opponents with sharp objects such as
knives, gears, samurai swords and the like. Klitih is a new term to refer to
student or teenage brawls that have long been inseparable from
occurring in the city of Yogyakarta and its surroundings. This study aims
to find out two things. First, to find out the factors causing klitih carried
out by klitih perpetrators in the city of Yogyakarta and second, to find out
how much community involvement is in anticipating the occurrence of
klitih actions among teenagers in the city of Yogyakarta.
©2025, Fifi Fatmawati, Heri Kurnia
This is an open access article under CC BY-SA license
1. Pendahuluan
Klitih merupakan salah satu jenis kenakalan remaja yang mengarah pada konflik sosial
dan kekerasan di masyarakat. Klitih pada awalnya adalah sebuah ajang yang digunakan oleh
para remaja untuk menunjukkan eksistensinya di dalam pergaulan antar remaja di Yogyakarta.
Pada akhirnya klitih berubah menjadi ajang untuk menciptakan sebuah konflik sosial dan
kekerasan dengan menyasar siapa saja yang berada di jalan raya. Penyebab umum terjadinya
klitih selain untuk menunjukkan eksistensi kelompok remajanya atau peer group juga karena
lemahnya pengawasan dan control sosial oleh keluarga dan sekolah karena sebagian besar
pelakunya adalah remaja anak sekolah. Dalam perspektif sosiologi, tidak ada jawaban tunggal
dalam menjelaskan realitas sosial termasuk fenomena klitih ini karena sosiologi merupakan
JISBI: Jurnal Ilmu Sosial dan Budaya Indonesia
Vol. 3, No. 1, Mei 2025, page: 1-5
E-ISSN: 3031-2957
2
Fifi Fatmawati at.al (Bagaimana Peran Masyarakat Dalam...)
ilmu sosial berparadigma ganda (Jatmiko, 2021).
Di kota Yogyakarta, sebagai kota Pendidikan tak jauh dari aksi kenakalan remaja. Klitih
merupakan salah satu bentuk kenakalan remaja. Terdapat banyak sekali kasus klitih di
Yogyakarta. Yakni Pada hari Sabtu, 12 November 2022 telah diduga sekelompok remaja
rombongan klitih diamankan oleh warga saat mengayun-ayunkan senjata tajam jenis celurit
dan gir di jalan Kaliurang KM 7, Condongcatur, Depok, Sleman, Yogyakarta pada dini hari.
Anggota Polsek Depok Timur segera mengamankan para tersangka. Aksi klitih yang sudah
banyak menakuti dan menewaskan banyak warga memanglah bukan yang pertama, namun
bukan pula yang kedua. Klitih sudah banyak di kenali di masyarakat sebagai aksi yang sangat
kejam, yang banyak dilakukan oleh anak remaja zaman sekrang.
Pada tahun 2016 istilah klitih mulai populer. Awalnya klitih merupakan perilaku
kenakalan remaja atau permusuhan antar kelompok. Namun dengan berjalannya waktu,
fenomena klitih sendiri mengalami pergeseran. Kini klitih tidak hanya menyasar pada
kelompok tertentu, namun juga menyasar pada masyarakat umum. Kasus klitih ini meningkat
11,54% pada tahun 2021. Menghimpun data kasus klitih di Daerah Istimewa Yogyakarta
(DIY) dalam rentang 2016 sampai 2022. Data diperoleh dari kejadian yang dilaporkan di
berbagai media daring. Merujuk pada kejahatan jalanan yang tak disertai perampasan harta
benda maupun motif spesifik lainnya. Di Condongcatur, sudah beberapa kali terjadi aksi klitih
yang dilakukan anak remaja. Entah itu remaja yang bersekolah ataupun remaja yang tidak
bersekolah. Mereka seperti membuat geng atau kelompok untuk melukai seseorang. Anak
remaja zaman sekarang sangat mudah untuk meminta izin keluar kepada orang tua, padahal
orang tua sendiri tidak tahu bahwasannya si anak ingin melakukan kejahatan yang tidak
terduga yaitu klitih itu sendiri.
2. Metode
A. Jenis Penelitian
Adapun jenis penelitian ini adalah studi kasus (case study). Studi kasus termasuk dalam
penelitian analisis deskriptif, yaitu penelitian yang dilakukan terfokus pada suatu kasus
tertentu untuk diamati dan dianalisis secara cermat sampai tuntas. Kasus yang dimaksud bisa
berupa tunggal atau jamak, misalnya berupa individu atau kelompok. Di sini perlu dilakukan
analisis secara tajam terhadap berbagai faktor yang terkait dengan kasus tersebut sehingga
akhirnya akan diperoleh kesimpulan yang akurat. Penelitian ini memusatkan diri secara
intensif pada satu obyek tertentu yang mempelajarinya sebagai suatu kasus. Data studi kasus
dapat diperoleh dari semua pihak yang bersangkutan, dengan kata lain data dalam studi ini
dikumpulkan dari berbagai sumber. Sebagai sebuah studi kasus maka data yang dikumpulkan
berasal dari berbagai sumber dan hasil penelitian ini hanya berlaku pada kasus yang diselidiki.
B. Analisis Data
Analisis data adalah sebuah proses investigasi, pembersihan, transformasi dan pemodelan
data menggunakan tujuan menemukan gosip yang bermanfaat, menginformasikan kesimpulan
serta mendukung pengambilan keputusan. Analisis data sendiri memiliki poly segi serta
pendekatan yang meliputi majemuk teknik dengan banyak sekali nama, serta dipergunakan
dalam domain usaha, sains, serta ilmu sosial yang tidak selaras. dalam global usaha waktu ini,
analisis data berperan dalam membentuk keputusan yang lebih ilmiah dan membantu bisnis
beroperasi lebih efektif sebab data yang lebih seksama serta real-time.
Pada sebuah penelitian, terdapat beberapa jenis analisis data. Kedua jenis analisis tersebut
adalah kualitatif dan analisis kuantitatif. Pada penelitian ini saya mengambil analisis kualitatif.
Kualitatif ialah analisis data yang diperoleh menggunakan proses sistematis. Yakni
menggunakan cara mencari serta memasak aneka macam data yang bersumber dari akibat
pengamatan lapangan, kajian dokumen, catatan lapangan, wawancara, dokumentasi, serta
JISBI: Jurnal Ilmu Sosial dan Budaya Indonesia
Vol. 3, No. 1, Mei 2025, page: 1-5
E-ISSN: 3031-2957
3
Fifi Fatmawati at.al (Bagaimana Peran Masyarakat Dalam...)
lainnya sebagai akibatnya dapat membentuk sebuah laporan temuan penelitian. Analisis data
ini sendiri dapat dilakukan menggunakan cara mengorganisir data dalam sebuah kategori,
melakukan sintesa, menjabarkan ke pada unit-unit, menyusun ke dalam pola, memilih mana
yang penting dan mana yang akan dipelajari, lalu membentuk kesimpulannya yang mudah
dipahami oleh setiap orang.
C. Teknik Pengumpulan Data
Untuk memperoleh data yang diperlukan dalam penelitian ini, peneliti menggunakan
metode sebagai berikut:
1. Wawancara
Wawancara merupakan teknik yang dilakukan dengan jalan mengadakan komunikasi
dengan sumber data melalui dialog (tanya jawab) secara lisan, interview sebagai proses
tanya jawab lisan, dimana dua orang atau lebih berhadap-hadapan secara fisik yang satu
menghadap orang lain dan mendengarkan dengan suara sendiri tampaknya merupakan
alat pengumpulan data (informasi) yang langsung tentang beberapa jenis. Sebelum
melakukan wawancara peneliti akan membuat pedoman wawancara yang didalamnya
berisikan daftar pertanyaan yang akan peneliti tanyakan kepada informan agar data yang
didapatkan lebih terstruktur dan terarah mengenai bagaimana peran orang tua dalam
mendidik karakter anak di era digital sekarang ini.
2. Dokumentasi
Dokumen merupakan catatan peristiwa yang sudah berlalu. Dokumen bisa berbentuk
tulisan, gambar, atau karya-karya monumental dari seseorang. Dokumen yang berbentuk
tulisan misalnya catatan harian, sejarah kehidupan (life histories), kriteria, biografi,
peraturan, kebijakan. Dokumen yang berbentuk gambar, misalnya foto, gambar hidup
sketsa dan lain-lain. Dokumen yang berbentuk karya misalnya karya seni, yang dapat
berupa gambar, patung, film dan lain-lain. Studi dokumen merupakan pelengkap dari
penggunaan metode obsevasi dan wawancara dalam penelitian kualitatif. Adapun dalam
penelitian ini metode dokumentasi digunakan untuk mendapatkan data yang
berhubungan dengan bagaimana peran masyarakat dalam mengantisipasi aksi klitih.
3. Hasil dan Pembahasan
A. Penyebab Terjadinya Klitih
Aksi klitih di kalangan remaja termasuk di Condongcatur, diidentifikasi bahwa adanya
agresivitas remaja yang dapat menimbulkan atau memunculkan perilaku klitih. Penyebab
klitih sendiri adalah sekumpulan remaja yang memiliki kesamaan hobi serta kegiatan. Para
remaja ini memiliki rasa nyaman serta kecocokan yang timbul dari kelompok. Selayaknya
remaja pada umumnya, mereka juga dapat dipengaruhi oleh remaja sebayanya, sehingga
hubungan pertemanan ini akan menjurus ke arah negatif, seperti pada kenakalan, narkoba,
hingga pergaulan bebas. Dalam jurnal ini juga dijelaskan bahwa seseorang yang melakukan
kekerasan bertujuan agar bisa diakui kelompok. Pengakuan ini juga diperlukan agar
seseorang tersebut dapat masuk dalam anggota geng atau kelompok.
Dilihat dari aspek hubungan antar kelompok, seorang remaja diketahui akan semakin
mendapatkan nama yang bagus di lingkungan teman geng ataupun tongkrongannya ketika
mereka berhasil melukai orang lain di jalan. Namun, terdapat dua hasil penelitian ini yang
menarik untuk direnungkan, terkait timbulnya perilaku klitih. Pertama, terkait dengan
kondisi rumah yang dapat mempengaruhi perilaku remaja yang menjurus ke klitih, yaitu
tidak harmonisnya kondisi suatu rumah tangga, yang menyebabkan seorang anak tidak
mendapatkan kasih sayang serta perhatian yang mereka butuhkan. Pada akhirnya, para
remaja ini cenderung mencarinya dalam kelompoknya.Faktor kekerasan dalam rumah tangga
(KDRT) juga turut mempengaruhi psikologis seorang anak, hingga pada akhirnya saat
JISBI: Jurnal Ilmu Sosial dan Budaya Indonesia
Vol. 3, No. 1, Mei 2025, page: 1-5
E-ISSN: 3031-2957
4
Fifi Fatmawati at.al (Bagaimana Peran Masyarakat Dalam...)
beranjak dewasa anak menjadi tidak mampu mengontrol emosinya, serta tak mampu berpikir
jernih. Kedua, selain rumah tangga yang tak harmonis, ketiadaan sosok yang menjadi
panutan juga menjadi salah satu penyebab timbulnya sifat agresif serta ketidakmampuan
mengontrol emosi.
Dalam penelitian ini, disebutkan bahwa beberapa remaja yang dijadikan sebagai subjek
penelitian tidak mengenal kedua orang tuanya. Akhirnya, remaja-remaja ini menjadi lebih
mudah terbawa arus dalam kelompoknya. Diabaikannya seorang remaja dalam lingkungan
sekolah serta lingkungan tempat tinggal juga turut memicu perilaku agresif, pada akhirnya
menjurus kepada tindak kriminal. Seperti bergabung dalam kelompok klitih. Berdasarkan
hasil penelitian, ada dua faktor yang menyebabkan anak remaja melakukan kejahatan yang
tidak terduga:
1. Faktor Lingkungan
Pada dasarnya, lingkungan adalah tempat bagi remaja untuk mendapat pengakuan dan
eksistensi diri dari teman-teman sebayanya. Faktor lingkungan yang buruk, misalnya di
sekolah berpotensi membentuk karakter remaja yang cenderung menyimpang aturan atau
norma yang berlaku (delinkuen). Peran sosial media juga turut memberikan inspirasi bagi
remaja untuk melakukan aksi klitih demi eksistensi diri pribadi maupun kelompoknya.
Inspirasi ini timbul akibat hausnya pengakuan tetapi terjebak dalam perilaku negatif.
Selain itu, faktor lingkungan keluarga juga menjadi faktor penting. Kurangnya
pengawasan dan pola asuh yang tidak tepat oleh orang tua membuat remaja tergoda untuk
melakukan hal-hal buruk di luar lingkungan rumah.
2. Faktor Internal Remaja
Faktor internal remaja terkait dengan kondisi psikologis dan pola pikir yang dialami
oleh remaja masa pubertas, pelaku klitih. Masa pubertas merupakan masa pembangkangan
remaja untuk mendefinisikan ulang nilai-nilai yang didapat pada fase remaja. Pada masa
itu, rasa ingin tahu yang dimiliki remaja sangat tinggi. Karena kurangnya pengawasan dan
kontrol, sering kali informasi yang didapatkan justru membentuk karakter atau pola pikir
mereka yang keluar dari jalur norma. Terkadang perbuatan remaja yang lahir karena rasa
ingin tahu dianggap sebagai ajang pembuktian bahwa ia mampu melakukan seperti apa
yang dilakukan oleh orang lain. Dalam hal ini, melakukan aksi kejahatan jalanan (klitih)
(Nurhadi, 2021).
B. Upaya Masyarakat Dalam Mengantisipasi Aksi Klitih
Klitih merupakan tindak pencegatan, penganiayaan, hingga perampasan yang dilakukan
sekelompok pelajar kepada pelajar lain yang dianggap musuh guna mendapat pengakuan
kekuasaan. Seiring berjalannya waktu, tindakan kriminal yang banyak ditemukan di daerah
istimewa Yogyakarta ini semakin meresahkan karena korbannya menjadi acak, bukan hanya
sesama pelajar. Upaya pencegahan tindak kejahatan yang dilakukan oleh pelaku aksi klitih
yang paling utama adalah pengawasan dari orang tua. Karena orang tua adalah orang terdekat
yang bisa membimbing dan memberikan arahan yang baik kepada anak agar tidak
melakukan tindak kejahatan.
Untuk mengatasi fenomena klitih seluruh komponen masyarakat perlu kerja sama dalam
rangka menanggulangi. Sebab, pemberantasan klitih tidak bisa hanya dilakukan pemerintah,
namunsemua unsur harus turut berperan aktif. Semua pihak harus berperan aktif dalam
pencegahan terjadinya kasus klitih di Kota Yogyakarta. Tidak hanya pemangku kebijakan
yang terlibat, TNI, Polri, lembaga pendidikan, sampai peran serta orang tua diperlukan untuk
mengawasi anak remaja zaman sekarang. Diharapkan upaya-upaya dalam rangka mengatasi
persoalan klitih bisa efektif dan efisisen. Persoalan klitih harus segera terselesaikan
dikarenakan anak remaja merupakan aset bangsa. Yang mana nantinya akan mengambil
JISBI: Jurnal Ilmu Sosial dan Budaya Indonesia
Vol. 3, No. 1, Mei 2025, page: 1-5
E-ISSN: 3031-2957
5
Fifi Fatmawati at.al (Bagaimana Peran Masyarakat Dalam...)
peran sebagai penerus bahkan pemimpin bangsa. Karenanya mereka harus senantiasa terjaga,
sehingga permasalahan klitih memang harus menjadi persoalan kita semua (suryana, 2021).
4. Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan diatas, dapat disimpulkan bahwasannya
Faktor penyebab terjadinya aksi klitih:
1. Faktor Internal: Yaitu Faktor Sakit Hati dan/atau Dendam yang merupakan salah satu
penyebab kelompok pelaku aksi klitih melakukan kejahatan. Lalu Faktor dari diri
sendiri sangat mempengaruhi akan kepribadian dan tingkahlaku seseorang ingin
berperilaku positif atau negatif.
2. Faktor Eksternal: Dalam hal ini berasal dari Lingkungan, seperti kurangnya pengawasan
dari orang tua membuat anak-anak bebas sehingga memberi kesempatan bagi pelaku
melancarkan aksinya, kemudian Penggunaan minuman keras secara berlebihan dan
tidak terkendali, akan menimbulkan berbagai masalah.
Saran
Fenomena klitih di jogja sangat memprihatinkan dan menyedihkan. Betapa kota pelajar
tempat pelajar dan mahasiswa dari berbagai tempat menjadi tertekandan mencekam di malam
hari karena aksi anak remaja zaman sekarang yang tidak bertanggung jawab. Selain itu kerja
sama erat dan komunikasi dengan sekolah juga harus dilakukan untuk pencegahan terhadap
aksi klitih. Sebagai upaya pencegahan tindakan hukuman yang tegas untuk pelaku klitih agar
menimbulkan efek jera. Pelaku harus ditindak sesuai hukum yang berlaku, meski usia mereka
anak remaja tapi membahayakan sekali tindakannya. Peran masyarakat juga penting untuk
mengatasi terjadinya aksi klitih di Kota Yogyakarta.
5. Daftar Pustaka
Disperkinta, a. (2018, April 16). Retrieved from kenakalan remaja zaman sekarang:
Disperkimta, A. (2018). Kenakalan Remaja Jaman Sekarang. Retrieved from
Disperkimta bulelengkab:
https://disperkimta.bulelengkab.go.id/informasi/detail/artikel/kenakalan-remaja-
jaman-sekarang-49
Jatmiko. (2021). HUMANIKA.
Nurhadi. (2021, Desember 29). Retrieved from Aksi Klitih di Yogyakarta Meningkat, Ini
2 Faktor Penyebabnya: https://nasional.tempo.co/read/1544569/aksi-klitih-di-
yogyakarta-meningkat-ini-2-faktor-penyebabnya
Ramdhani, a. (2023, JANUARI 25). Retrieved from 5 pengertian remaja menurut para
ahli.
Suryana, w. (2021, Desember 31). Retrieved from peran masyarakat diperlukan atasi
klitih di DIY.