pembelajaran dirancang untuk menyelesaikan permasalahan terkait pentingnya pelestarian
kuliner lokal, termasuk praktik langsung membuat makanan Semanggi Surabaya; ketiga,
penilaian difokuskan pada kemampuan siswa dalam menemukan solusi pelestarian, kreativitas,
keterampilan membuat Semanggi, dan kemampuan presentasi. Proses pengembangan
perangkat dilakukan mengikuti tahapan model ADDIE (Analysis, Design, Development,
Implementation, Evaluation), dengan penekanan khusus pada tahap analisis konteks budaya
lokal sebagai dasar perancangan materi yang kontekstual dan bermakna.
D. Teknik Pengumpulan Data dan Instrumen
Metode pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan melalui beberapa teknik yang
saling melengkapi untuk memperoleh data yang komprehensif. Pertama, observasi partisipatif
dilakukan selama proses pembelajaran berlangsung untuk mencatat secara langsung aktivitas
guru dan siswa, serta dinamika pembelajaran berbasis kearifan lokal. Kedua, wawancara
mendalam dilakukan terhadap guru dan siswa guna memperoleh pemahaman yang lebih
mendalam mengenai persepsi, pengalaman, dan tanggapan mereka terhadap pembelajaran
yang mengangkat kuliner tradisional Semanggi Surabaya sebagai materi utama. Ketiga,
dokumentasi dikumpulkan dalam bentuk foto hasil praktik siswa, rekaman kegiatan
pembelajaran, serta arsip perangkat pembelajaran yang digunakan selama penelitian. Terakhir,
studi pustaka dilakukan untuk mengkaji konsep-konsep yang relevan, seperti literasi budaya,
etnopedagogik, dan pembelajaran berbasis kearifan lokal, sebagai landasan teoritis dalam
merancang dan menganalisis hasil penelitian. Keempat teknik ini digunakan secara terpadu
untuk memastikan keabsahan data serta memberikan gambaran menyeluruh mengenai
implementasi pembelajaran kontekstual yang berbasis budaya lokal.
Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini disusun untuk mendukung pengumpulan
data secara sistematis dan mendalam. Instrumen pertama berupa panduan observasi kegiatan
belajar-mengajar, yang digunakan untuk mencatat secara rinci proses pembelajaran, interaksi
antara guru dan siswa, serta keterlibatan siswa dalam kegiatan yang berbasis kearifan lokal.
Instrumen kedua adalah panduan wawancara semi-terstruktur, yang dirancang untuk
mengeksplorasi pandangan, pengalaman, dan persepsi guru serta siswa terhadap pembelajaran
dengan muatan budaya lokal, khususnya kuliner Semanggi Surabaya. Selanjutnya, digunakan
rubrik penilaian hasil karya siswa, yang memuat indikator penilaian terkait kreativitas,
pemahaman konsep, keterampilan praktik, dan kemampuan presentasi. Instrumen tambahan
berupa catatan lapangan dan lembar refleksi guru juga digunakan untuk merekam temuan
penting selama proses pembelajaran berlangsung serta memberikan ruang bagi guru untuk
merefleksikan pengalaman mereka. Seluruh instrumen ini dirancang secara selaras dengan
pendekatan kualitatif dan bertujuan untuk memperoleh data yang kaya dan bermakna.
E. Teknik Analisis Data
Analisis data dalam penelitian ini menggunakan model interaktif dari Miles dan
Huberman (2014), yang terdiri atas tiga langkah utama, yaitu reduksi data, penyajian data, dan
penarikan kesimpulan serta verifikasi. Pada tahap pertama, reduksi data dilakukan dengan
menyortir, memilih, dan menyederhanakan data mentah yang telah dikumpulkan agar sesuai
dengan fokus penelitian, yakni pembelajaran berbasis kearifan lokal kuliner Semanggi
Surabaya. Selanjutnya, pada tahap penyajian data, informasi yang telah direduksi disusun
dalam bentuk deskripsi naratif dan matriks tematik, sehingga memudahkan peneliti dalam
menelaah pola dan hubungan antar data. Tahap terakhir adalah penarikan kesimpulan dan
verifikasi, yang dilakukan secara induktif dengan mempertimbangkan konteks penelitian serta
mengandalkan temuan empiris. Untuk memastikan validitas dan keabsahan data, dilakukan
triangulasi, yaitu dengan membandingkan dan mencocokkan data dari hasil observasi,
wawancara, dan dokumentasi. Proses ini memungkinkan peneliti memperoleh pemahaman
yang mendalam, utuh, dan terpercaya terhadap fenomena yang diteliti.