JISBI: Jurnal Ilmu Sosial dan Budaya Indonesia
Vol. 3, No. 1, Mei 2025, page: 22-30
E-ISSN: 3031-2957
22
Karina Emilia Widyaningroh et.al (Analisis Modalitas Pernyataan Ekonom Terkait...)
Analisis Modalitas Pernyataan Ekonom Terkait Tarif
AS: Pendekatan Sistematik-Fungsional Wacana
Kebijakan Luar Negeri
Karina Emilia Widyaningroh
a,1
, Chantika Deswita Hamsah
b,2
, Sa’adah
c,3
, Noer Alifah
d,4,
Bima Kurniawan
e,5
a,b,c,d
Universitas Trunojoyo Madura, Kamal, Bangkalan, Jawa Timur
1
240231100099@student.trunojoyo.ac.id,
2
240231100133@student.trunojoyo.ac.id,
3
240231100100@student.trunojoyo.ac.id,
4
240231100108@student.trunojoyo.ac.id,
5
bima.kurniawan@trunojoyo.ac.id
INFO ARTIKEL
ABSTRAK
Sejarah Artikel:
Diterima: 27 April 2025
Direvisi: 5 Mei 2025
Disetujui: 19 Mei 2025
Tersedia Daring: 13 Juni 2025
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan modalitas
dalam pernyataan dua ekonom terkait penerapan tarif tinggi AS di
Indonesia. Guru besar ekonomi di IPB, Didin S. Damanhuri,
menyimpulkan bahwa lonjakan tarif impor AS dapat memperparah
pelemahan rupiah, menurunkan daya beli, dan memicu PHK massal,
sehingga diperlukan respons cepat dan terkoordinasi untuk mencegah
krisis multidimensional. Begitu pula Presiden Konfederasi Serikat
Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal, memperingatkan bahwa
penerapan tarif impor baru sebesar 32 % dari Amerika Serikat bisa
memicu gelombang kedua PHK massal mencapai lebih dari 50.000
pekerja dalam tiga bulan ke depan karena biaya produksi yang
meningkat dan permintaan ekspor yang menurun. Penelitian ini
mengkaji modalitas, termasuk aspek probabilitas, usualitas, inklinasi,
dan obligasi, dalam pernyataan kedua ekonom tersebut. Frekuensi
modalitas yang sering muncul yaitu modalisasi probability sebanyak 4
kali dan modulasi must sebanyak 10 kali. Studi ini menggunakan
metode kajian literatur berkontribusi pada analisis wacana, khususnya
dalam konteks dampak kebijakan luar negeri, dengan menunjukkan
bagaimana elemen linguistik seperti modalitas berperan dalam
membingkai pesan dan menciptakan persepsi masyarakat terhadap
stabilitas ekonomi.
Kata Kunci:
Analisis
AS
Ekonom
Modalitas
Pernyataan
Tarif
ABSTRACT
Keywords:
Analysis
US
Modalities
Statement
Tariffs
This study aims to analyze the differences in modality in the statements
of two economists regarding the implementation of high US tariffs in
Indonesia. Professor of economics at IPB, Didin S. Damanhuri,
concluded that the surge in US import tariffs could exacerbate the
weakening of the rupiah, reduce purchasing power, and trigger mass
layoffs, so a quick and coordinated response is needed to prevent a
multidimensional crisis. Similarly, President of the Confederation of
Indonesian Trade Unions (KSPI) Said Iqbal warned that the
implementation of new import tariffs of 32% from the United States
could trigger a second wave of mass layoffs reaching more than 50,000
workers in the next three months due to rising production costs and
declining export demand. This study examines the modalities, including
aspects of probability, usuality, inclination, and obligation, in the
statements of the two economists. The frequency of modality that often
appears is probability modulation 3 times and must modulation 10
times. This study using the literature review method contributes to
discourse analysis, particularly in the context of foreign policy impact,
by showing how linguistic elements such as modality play a role in
framing messages and creating public perceptions of economic
stability.
JISBI: Jurnal Ilmu Sosial dan Budaya Indonesia
Vol. 3, No. 1, Mei 2025, page: 22-30
E-ISSN: 3031-2957
23
Karina Emilia Widyaningroh et.al (Analisis Modalitas Pernyataan Ekonom Terkait...)
©2025, Karina Emilia W, Chantika Deswita H, Sa’adah, Noer Alifah,
Bima Kurniawan
This is an open access article under CC BY-SA license
1. Pendahuluan
Kebijakan tarif tinggi yang diterapkan oleh Amerika Serikat kepada Indonesia
menimbulkan kekhawatiran terhadap ekonomi, seperti penurunan nilai rupiah dan
kemungkinan pemecatan besar-besaran. Pandangan ekonom tentang isu ini mencerminkan
sikap, evaluasi, dan tuntutan tertentu yang diungkapkan melalui pilihan bahasa, terutama
dalam hal modalitas. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis penggunaan modalitas dalam
mengarahkan wacana kebijakan luar negeri, serta bagaimana pernyataan dari para ekonom
berdampak pada cara pandang masyarakat mengenai kestabilan ekonomi domestik.
Modalitas didefinisikan sebagai cara pembicara atau penulis menunjukkan pendirian
(stance) dan ketertarikan (affinity) mereka kepada seseorang atau sesuatu dalam klausa, kata,
dan kalimat dalam wacana (Fairclough, 2003, dikutip dalam Widyaningroh et al., 2023).
Fairclough juga menyatakan bahwa modalitas berfungsi sebagai penanda hubungan sosial
yang dapat menunjukkan sikap dan kuasa. Alwi (1993, dikutip dalam Widyaningroh et al.,
2023) menyatakan bahwa modalitas dapat berupa keharusan atau kepastian dengan kata-kata
seperti "yakni", "seharusnya", "baiknya", "pantasnya", dan sebagainya. Alwi (1992, dikutip
dalam Widyaningroh et al., 2023), modalitas adalah istilah yang digunakan untuk
menggambarkan bagaimana pembicara menggunakan bahasanya.
Teori dari Halliday dan Matthiessen (2004, dikutip dalam Widyaningroh et al., 2023)
menyatakan bahwa membagi modalitas menjadi dua jenis: modalisasi (modalization), yang
terdiri dari dua bagian kemungkinan (certain, possible, perhaps, etc.) dan frekuensi (selalu,
biasa, sore, dll.) dan modulasi (modulation), yang terdiri dari dua bagian keharusan (required,
expected, permissible, etc.) dan frekuensi (selalu, biasa, sore, dll). Penelitian terdahulu
(Widyaningroh et al., 2023) menyelidiki modalitas dalam bentuk teks berita dari website
dengan tema kenaikan PPN. Namun, belum ada penelitian yang secara mendalam mengkaji
modalitas dalam teks berita mengenai pernyataan ekonom terkait penerapan tarif tinggi AS di
Indonesia, khususnya dalam konteks dampak kebijakan luar negeri. Oleh karena itu, penelitian
ini menawarkan kontribusi dengan mengisi kesenjangan tersebut, serta memberikan analisis
yang lebih spesifik mengenai bagaimana modalitas berperan dalam membentuk pemahaman
dan sikap publik terhadap kebijakan pajak baru.
2. Metode
Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan metode kualitatif dengan
pendekatan analisis wacana. Pendekatan ini dipilih karena peneliti ingin mengetahui wacana
teks berita berdasarkan modalitas MAK Haliday. Metode yang diterapkan dalam studi ini
adalah metode kualitatif dengan pendekatan analisis wacana. Pilihan pendekatan ini diambil
karena peneliti berkeinginan untuk memahami wacana dalam teks berita berdasarkan
modalitas yang diusulkan oleh Halliday. Proses analisis dilakukan untuk mengidentifikasi dan
mengelompokkan jenis-jenis modalitas seperti probabilitas, usualitas, inliknasi, dan obligasi
dalam ungkapan dua tokoh utama yang dicantumkan dalam berita. Tujuan dari penelitian ini
adalah untuk menggambarkan bagaimana pilihan modalitas mencerminkan sikap, tingkat
intensitas, serta afiliasi ideologis narasumber terhadap masalah kebijakan tarif luar negeri.
Oleh karena itu, data diambil dari dua sumber berita daring yang memuat pernyataan dari
ekonom Didin S. Damanhuri dan Presiden KSPI Said Iqbal. Teks berita dianalisis secara
mendetail menggunakan teori modalitas menurut Halliday dan Matthiessen, dengan fokus
pada frekuensi, jenis, dan fungsi modalitas dalam membentuk pandangan publik terhadap
ancaman krisis ekonomi.
JISBI: Jurnal Ilmu Sosial dan Budaya Indonesia
Vol. 3, No. 1, Mei 2025, page: 22-30
E-ISSN: 3031-2957
24
Karina Emilia Widyaningroh et.al (Analisis Modalitas Pernyataan Ekonom Terkait...)
Metode dan teknik sangat penting, terutama dalam penelitian. Metode dan teknik saling
berhubungan meskipun berbeda. Sudaryanto (2015, dikutip dalam Widyaningroh et el., 2023)
menyatakan bahwa pengertian teknik sendiri berarti cara melaksanakan atau menerapkan
metode itu sendiri. Sebaliknya, metode adalah cara yang harus dilaksanakan atau diterapkan.
Metode penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tentang pernyataan pendapat Didin dan
Iqbal yang membahas mengenai tarif tinggi AS ancam ekonomi domestik. Penelitian ini
menggunakan berbagai teknik, termasuk pemilihan sumber literatur, pengumpulan data,
analisis data, dan penyajian hasil. Sumber data dapat diakses secara online dari berita tarif
tinggi AS ancam ekonomi RI: Rupiah terpuruk, PHK massal mengintai. Dengan mengunjungi
situs web berikut: (1) https://www.metrotvnews.com/read/NrWCole8-tarif-tinggi-as-ancam-
ekonomi-ri-rupiah-terpuruk-phk-massal-mengintai dan (2)
https://www.tempo.co/ekonomi/efek-tarif-impor-as-baru-ini-kalkukasi-kspi-soal-phk-massal-
1229266. kami meneliti dan menganalisis informasi tersebut.
Penelitian ini menggunakan metode menelaah dan analisis. Metode penilaian ini
diterapkan pada teks berita tarif tinggi AS ancam ekonomi RI: Rupiah terpuruk, PHK massal
mengintai, yang kemudian dicatat dan diidentifikasi berdasarkan penggunaan modalitas teori
teori (Halliday & Matthiessen, 2004) dalam setiap pernyataan untuk pengumpulan data yang
lebih akurat. Pertama, penulis membaca teks berita tersebut, kedua, memeriksa bagian-
bagiannya, ketiga, mencatat penggunaan modalitas, dan keempat, penulis Dengan
mempertimbangkan teori (Halliday & Matthiessen, 2004), metode dan pendekatan analisis
penelitian ini digunakan untuk menjawab masalah saat ini, yang mencakup jenis modalitas
probabilitas, usualitas, inklinasi, dan obligasi. Selain itu, penelitian ini melihat bagaimana
modalitas mengkomunikasikan pernyataan pendapat kedua subjek.
3. Hasil dan Pembahasan
Peneliti memeriksa hasil analisis modalitas yang dilakukan pada teks berita tarif tinggi AS
ancam ekonomi RI: Rupiah terpuruk, PHK massal mengintai. Analisis modalitas dilakukan
dengan memilah modalitas dari teks berita tersebut menggunakan teori (Halliday &
Matthiessen, 2004, dikutip dalam Widyaningroh et al., 2023) yang membagi modalitas
menjadi dua bagian: Probability (certain, possible, perhaps, etc) dan Frequency (Always,
Usual, Soemetimes, etc) ataupun modalitas modulasi (modulation) dibagi menjadi dua yaitu,
Must (Required, Expected, Permissible, etc) dan Tendency (Defined, wish, wanted, etc). Dapat
disimpulkan klasifikasi 4 modalitas: probabilitas, usualitas, inklinasi (kemungkinan/
preferensi), dan obligasi.
Penggunaan modalitas yang terkandung dalam teks berita (1) tersebut, sebagai berikut:
Gambar 1. Diagram Pie Penggunaan Modalitas dalam Teks Berita (1)
JISBI: Jurnal Ilmu Sosial dan Budaya Indonesia
Vol. 3, No. 1, Mei 2025, page: 22-30
E-ISSN: 3031-2957
25
Karina Emilia Widyaningroh et.al (Analisis Modalitas Pernyataan Ekonom Terkait...)
a. Modalitas Modalisasi probability dapat sebanyak 1 kali dan kemungkinan muncul
sebanyak 1 kali.
b. Modalitas Modulasi must harus sebanyak 3 kali dan bisa sebanyak 3 kali.
Tabel 1. Frekuensi modalitas teks berita 1 Tarif Tinggi AS Ancam Ekonomi RI:
Rupiah Terpuruk, PHK Massal Mengintai
No.
Modalitas
Frekuensi
1.
Probability
2
2.
Must
3 + 3
Tabel 2. Beberapa contoh analisis penggunaan modalitas teks berita 1 berdasarkan
Teori (Halliday & Matthiessen, 2004)
No.
Modalitas
Contoh Kalimat
Modalitas Menurut (Halliday &
Matthiessen, 2004)
Type
Orientation
Value
1.
Dapat
Karenanya, dia
merekomendasikan
tujuh langkah strategis
yang dapat dilakukan
oleh pemerintah
Modalization
(Probability)
Objective/
Explicit
High
2.
Kemungkinan
…dilakukan oleh
pemeintah untuk
memitigasi
kemungkinan-
kemungkinan tersebut.
Modalization
(Probability)
Objective/
Explicit
Low
3.
Harus
pemerintah harus
melakukan
penyesuaian besar-
besaran terhadap visi
Modulation
(Must)
Objective/
Explicit
High
4.
Bisa
situasi ini bisa
memicu meningkatnya
kriminalitas
Modulation
(Must)
Objective/
Explicit
Low
Teks berita (1) berisi tentang efek dari kebijakan tarif impor sebesar 32% yang diterapkan
oleh Amerika Serikat terhadap perekonomian Indonesia. Kebijakan ini berakibat pada penurunan
nilai tukar rupiah yang mendekati Rp 17.000 untuk setiap dolar AS dan dapat memicu terjadinya
pemutusan hubungan kerja secara massal, khususnya di industri ekspor serta sektor yang
bergantung pada bahan baku yang diimpor. Ekonom Didin S. Damanhuri menyatakan bahwa
situasi ini dapat menimbulkan krisis yang beragam jika tidak segera ditangani dengan tepat. Dia
menyarankan penerapan langkah-langkah strategis seperti memperkuat kerjasama internasional,
memindahkan dana ke sektor riil, serta membangun rasa solidaritas nasional. Intinya, berita ini
menyoroti betapa pentingnya adanya reaksi yang cepat dan terukur dari pemerintah untuk
menghindari krisis ekonomi yang lebih signifikan.
JISBI: Jurnal Ilmu Sosial dan Budaya Indonesia
Vol. 3, No. 1, Mei 2025, page: 22-30
E-ISSN: 3031-2957
26
Karina Emilia Widyaningroh et.al (Analisis Modalitas Pernyataan Ekonom Terkait...)
Pada kalimat (1) “Karenanya, dia merekomendasikan tujuh langkah strategis yang dapat
dilakukan oleh pemerintah untuk memitigasi kemungkinan-kemungkinan tersebut.” Kalimat ini
mengandung unsur modalitas probabilitas yang ditandai dengan kata “dapat” dan
“kemungkinan.” Unsur modalitas itu memberikan nuansa tingkat tinggi karena kata “dapat”
menunjukkan adanya kemampuan yang kuat, peluang besar, atau potensi yang tinggi untuk
dilakukannya tindakan. Kata ini tidak hanya mengandung makna bahwa pemerintah mungkin
saja melakukan, tetapi lebih ke arah bahwa pemerintah memiliki kapasitas, otoritas, dan sumber
daya yang memadai untuk benar-benar merealisasikan ketujuh langkah strategis tersebut.
Dengan nilai high, kata "dapat" di sini memberi kesan optimis dan mendorong bahwa tindakan
itu sangat mungkin dan seharusnya dilaksanakan. Ini mencerminkan urgensi serta ekspektasi
bahwa pemerintah mampu dan sepatutnya bertindak dalam rangka memitigasi risiko yang ada.
Sedangkan, kata “kemungkinan” menggunakan bentuk jamak “kemungkinan-kemungkinan”, ini
dengan value rendah menunjukkan bahwa risiko atau kejadian yang dimaksud belum tentu
terjadi, atau peluang terjadinya cukup kecil, namun tetap perlu diwaspadai. Artinya, situasi atau
dampak yang ingin dimitigasi belum terlihat nyata atau mendesak, tetapi masih bersifat
spekulatif, dengan tingkat keparahan atau kepastian yang tidak tinggi. Kata “kemungkinan”
mencerminkan sikap hati-hati, bukan karena bahaya sudah di depan mata, tetapi karena tetap ada
potensi meski kecil, yang bisa berdampak jika diabaikan."
Kalimat (2) Kedua, pemerintah harus melakukan penyesuaian besar-besaran terhadap visi,
misi, dan programnya agar relevan dengan kondisi terkini. Kalimat tersebut menunjukkan must
tingkat tinggi karena menggunakan kata "harus" (modalitas wajib tertinggi), menunjukkan
tindakan yang mendesak dan tidak bisa ditunda, dan disampaikan tanpa keraguan, bersifat
imperatife. Didin dalam pernyataan ini tidak memberi ruang keraguan. Ia menegaskan bahwa
tindakan pemerintah bukan hanya penting, tetapi wajib dilakukan. Modalitas ini memperlihatkan
posisi kuasa dan tanggung jawab, serta menunjukkan tingkat urgensi tertinggi dalam wacana
ekonomi.
Kalimat (3) Jika tidak diatasi, situasi ini bisa memicu meningkatnya kriminalitas, yang
bahkan saat ini pun sudah mulai meresahkan," kata Didin. kalimat tersebut menunjukkan must
tingkat rendah karena menggunakan kata “bisa” bukan sesuatu yang pasti akan terjadi,
melainkan sesuatu yang mungkin terjadi jika kondisi tertentu terpenuhi. Kata "bisa" memberi
ruang untuk kemungkinan lain. Fungsinya adalah untuk menunjukkan potensi atau
kecenderungan efek lanjutan dari kebijakan tarif tinggi AS, yaitu meningkatnya kriminalitas.
Didin menggunakan modalitas ini untuk menyampaikan keprihatinan yang logis, membuka
ruang solusi, dan mendorong pemerintah bertindak tanpa menuduh atau menggurui.
Penggunaan modalitas yang terkandung dalam teks berita (2) tersebut, sebagai berikut:
Gambar 2. Diagram Pie Penggunaan Modalitas dalam Teks Berita (2)
JISBI: Jurnal Ilmu Sosial dan Budaya Indonesia
Vol. 3, No. 1, Mei 2025, page: 22-30
E-ISSN: 3031-2957
27
Karina Emilia Widyaningroh et.al (Analisis Modalitas Pernyataan Ekonom Terkait...)
a. Modalitas modalisasi probability pasti 1 kali dan kemungkinan sebanyak 1 kali.
b. Modalitas modulasi must harus 2 kali dan bisa muncul sebanyak 2 kali.
Tabel 3. Frekuensi modalitas teks berita 2 Efek Tarif Impor AS Baru, Ini
Kalkulasi KSPI Soal PHK Massal
No.
Modalitas
Frekuensi
1.
Probability
1 + 1
2.
Must
2 + 2
Tabel 4. Beberapa contoh analisis penggunaan modalitas teks berita 2 berdasarkan
Teori (Halliday & Matthiessen, 2004)
No.
Modalitas
Contoh Kalimat
Modalitas Menurut (Halliday &
Matthiessen, 2004)
Type
Orientation
Value
1.
Pasti
“Dengan adanya
hantaman kebijakan
tarif impor AS Donald
Trump ya bisa
dipastikan
terjerembap, bukan
lagi oleng,”
Modalization
(Probability)
Objective/
Explicit
High
2.
Kemungkinan
Kemungkinan terjadi
PHK, berapa banyak,
kapan, dan hak buruh
yang didapatkan
setelah PHK belum
disampaikan.
Modalization
(Probability)
Objective/
Explicit
Low
3.
Harus
Kualitas sumber daya
manusia juga harus
ditingkatkan agar
produk dalam negeri
mampu bersaing di
pasar global.
Modulation
(Must)
Objective/
Explicit
High
4.
Bisa
“Tiga langkah
strategis itu semua
jangka panjang,
enggak bisa
mengantisipasi PHK,”
Modulation
(Must
Objective/
Explicit
Low
Teks berita (2) berisi tentang mengeksplorasi keprihatinan Konfederasi Serikat Pekerja
Indonesia (KSPI) terhadap efek dari tarif impor 32% yang ditetapkan oleh AS pada sektor
industri lokal. Presiden KSPI, Said Iqbal, memperkirakan bahwa sekitar 50.000 pekerja berisiko
kehilangan pekerjaan dalam waktu tiga bulan akibat penurunan permintaan ekspor dan
JISBI: Jurnal Ilmu Sosial dan Budaya Indonesia
Vol. 3, No. 1, Mei 2025, page: 22-30
E-ISSN: 3031-2957
28
Karina Emilia Widyaningroh et.al (Analisis Modalitas Pernyataan Ekonom Terkait...)
peningkatan biaya produksi. Sektor-sektor yang paling terpengaruh termasuk tekstil, pakaian
jadi, elektronik, dan pertambangan. KSPI juga menyoroti kemungkinan relokasi industri ke
negara lain dan mendesak pemerintah untuk segera membentuk Unit Tugas PHK serta meninjau
kembali kebijakan perdagangan demi melindungi para pekerja dan industri nasional.
Pada kalimat (1) “Dengan adanya hantaman kebijakan tarif impor AS Donald Trump ya bisa
dipastikan terjerembap, bukan lagi oleng,” ucapnya. Kalimat tersebut menunjukkan probability
tingkat tinggi karena frasa “bisa dipastikan” menyiratkan tingkat kepastian yang sangat kuat,
seolah-olah hal tersebut sudah tidak terbantahkan lagi. Dengan demikian, kalimat ini
menyampaikan prediksi yang sangat yakin akan terjadi, dan digunakan untuk memperkuat
dampak dari kebijakan yang sedang dibahas. Memberikan “tekanan retoris” dalam wacana kritik
kebijakan luar negeri AS.
Kalimat (2) Kemungkinan terjadi PHK, berapa banyak, kapan, dan hak buruh yang
didapatkan setelah PHK belum disampaikan. Baru disampaikan potensi PHK, oleh karena itu
mereka (pimpinan perusahaan) minta berunding," ujarnya. Kalimat tersebut menunjukkan
probability tingkat rendah karena mengandung kata “kemungkinan”, yang menunjukkan bahwa
PHK belum pasti terjadi dan masih sebatas dugaan awal. Belum ada kepastian jumlah, waktu,
atau dampaknya. Dengan value rendah, ini mencerminkan situasi yang masih tidak jelas dan
belum mendesak, sehingga perusahaan baru sebatas membuka ruang perundingan, bukan
mengambil keputusan tegas.
Kalimat (3) Kualitas sumber daya manusia juga harus ditingkatkan agar produk dalam
negeri mampu bersaing di pasar global.” Kalimat tersebut menunjukkan must tingkat tinggi
karena penggunaan kata “harus” menunjukkan adanya tuntutan atau kewajiban yang bersifat
kuat dan tidak bisa ditawar. Kalimat tersebut menyampaikan keharusan meningkatkan kualitas
SDM sebagai syarat utama agar produk dalam negeri dapat bersaing secara global. Berfungsi
sebagai bentuk ajakan yang kuat namun disampaikan secara tegas dan professional,” bukan
retoris semata.
Kalimat (4) “Tiga langkah strategis itu semua jangka panjang, enggak bisa mengantisipasi
PHK,” kata Iqbal. Kalimat tersebut menunjukkan must tingkat rendah karena penggunaan kata
“bisa” yang disandingkan dengan kata negatif “enggak” (tidak) mengungkapkan suatu
kemungkinan yang tidak terjadi atau diragukan. Menyatakan ketidakmampuan suatu strategi
atau kebijakan dalam merespons persoalan nyata (PHK). Kalimat ini menjadi contoh
bagaimana modalitas rendahbisa digunakan dalam wacana kritik kebijakan,” menunjukkan
ketidakyakinan penutur terhadap langkah yang sedang atau telah diambil.
Dari teks berita 1 dan 2 dengan materi pembahasan yang sama tentang pernyataan dari Didin
dan Iqbal tarif tinggi AS ancam ekonomi RI, tetapi dari sumber berita yang berbeda teks berita 1
dari metrotvnews.com dan teks berita ke 2 dari tempo.com menghasilkan persamaan bahwa
menunjukkan pernyataan Didin cenderung menekankan bahwa pemerintah harus segera bertindak
untuk mencegah krisis ekonomi nasional, dengan penggunaan modalitas must value tinggi
“harus” dan “bisa” value rendah yang menegaskan urgensi serta potensi risiko. Sementara,
pernyataan Iqbal menunjukkan sikap kritis terhadap pemerintah yang dinilai tidak mampu
(enggak bisa) mengantisipasi ancaman PHK dengan penggunaan modalitas must value rendah
“bisa. Namun, terdapat perbedaan diantara teks berita 1 dan 2 dalam hal frekuensi kemunculan
modalitas. Teks berita 1 kata yang paling sering muncul yaitu modalisasi probability
kemungkinan muncul sebanyak 1 kali dan modulasi must harus sebanyak 3 kali, serta bisa
sebanyak 3 kali. Sedangkan, teks berita 2 kata yang paling sering muncul yaitu modalisasi
probability pasti 1 kali dan kemungkinan sebanyak 1 kali, serta modulasi must harus 2 kali dan
bisa muncul sebanyak 2 kali.
JISBI: Jurnal Ilmu Sosial dan Budaya Indonesia
Vol. 3, No. 1, Mei 2025, page: 22-30
E-ISSN: 3031-2957
29
Karina Emilia Widyaningroh et.al (Analisis Modalitas Pernyataan Ekonom Terkait...)
4. Kesimpulan
Modalitas yang digunakan pada teks berita (1) dan (2) disimpulkan bahwa hasilnya
menunjukkan pernyataan dari Didin dan Iqbal tarif tinggi AS ancam ekonomi RI, tetapi dari
sumber berita yang berbeda teks berita 1 dari metroTVnews dan teks berita ke 2 dari tempo.co
menghasilkan persamaan bahwa menunjukkan pernyataan Didin cenderung menekankan
bahwa pemerintah harus segera bertindak untuk mencegah krisis ekonomi nasional, dengan
penggunaan modalitas must value tinggi “harus” dan “bisa” value rendah yang menegaskan
urgensi serta potensi risiko. Sementara, pernyataan Iqbal menunjukkan sikap kritis terhadap
pemerintah yang dinilai tidak mampu (enggak bisa) mengantisipasi ancaman PHK dengan
penggunaan modalitas must value rendah “bisa.” Dari kedua teks berita menghasilkan total
frekuensi modalitas yang sering muncul yaitu modalisasi probability sebanyak 4 kali dan
modulasi must sebanyak 10 kali.
Kemungkinan arah penelitian lebih lanjut yang dapat dilakukan untuk mengisi
kekosongan penilitian ini ialah dengan merubah metode penulisan menggunakan studi kasus
untuk menganalisis langsung pada lapangan, sehingga data yang dihasilkan dapat lebih valid.
Selain itu, untuk mengembangkan pengetahuan tentang modalitas penelitian selanjutnya dapat
mencari konteks lain untuk diteliti selain pidato dan,teks berita.
5. Daftar Pustaka
Widyaningroh, K. E., Kurniawan, B., Aminati, D., & Antika, D. V. (2024). Analisis Modalitas
dalam Komunikasi Kebijakan Publik: Studi Literatur Perbedaan Pernyataan Pejabat
Pemerintah Terkait PPN 12%. Jurnal Media Akademik (JMA), 2(12). 1-11.
https://doi.org/10.62281/v2i12.1315
Avisena, M. I. R. (2025, April 9). Tarif Tinggi AS Ancam Ekonomi RI: Rupiah Terpuruk,
PHK Massal Mengintai. MetroTVNews. https://www.metrotvnews.com/read/NrWCole8-
tarif-tinggi-as-ancam-ekonomi-ri-rupiah-terpuruk-phk-massal-mengintai
Trikarinaputri, E. (2025, April 9). Efek Tarif Impor AS Baru, Ini Kalkulasi KSPI Soal PHK
Massal. Tempo.co. https://www.tempo.co/ekonomi/efek-tarif-impor-as-baru-ini-
kalkukasi-kspi-soal-phk-massal-1229266
Sabban, M. M. (2024). Studi Literatur Modalitas Dalam Teks Atau Wacana. Jurnal Basataka
(JBT), 7(1), 99107. https://doi.org/10.36277/basataka.v7i1.423
Salam, H. B., & Herdiana, B. (2021). Analisis Struktur dan Modalitas pada Wacana Khotbah
KH. Sanusi Baco LC. Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra, 7(2), 789-796.
Ibrahim, M. (2025, April 4). Gawat! Badai PHK Massal Mengintai Efek Tarif Trump 32
Persen ke Indonesia. Infobanknews. https://infobanknews.com/gawat-badai-phk-massal-
mengintai-efek-tarif-trump-32-persen-ke-indonesia/
Jelita, I. N. (2025, April 4). Tarif Impor AS 32 Persen Berpotensi Ganggu Neraca Dagang dan
Investasi RI. Media Indonesia. https://mediaindonesia.com/ekonomi/757648/tarif-impor-
as-32-persen-berpotensi-ganggu-neraca-dagang-dan-investasi-ri#goog_rewarded
Afrisyah, M. & Kurniawan, B. (2024). Pemanfaatan Modalitas dalam Pidato Iinspiratif:
Analisis Retorika Pidato Maudy Ayunda sebagai JUBIR G20. Journal of Contemporary
Issues in Primary Education (JCIPE). 2. 31-35.
Kurniawan, B., Hidayat, A. A., Saputra, S. T. B., Mustofa, R. A., & Nurcahyani, H. (2024).
Modalitas dalam Pidato Joko Widodo “Mempromosikan Investasi Indonesia dalam
Agenda Ecosperity Week 2023”: Linguistik Fungsional Sistematik. Jurnal Media
Akademik (JMA). 2. 1-8. DOI: 10.62281
JISBI: Jurnal Ilmu Sosial dan Budaya Indonesia
Vol. 3, No. 1, Mei 2025, page: 22-30
E-ISSN: 3031-2957
30
Karina Emilia Widyaningroh et.al (Analisis Modalitas Pernyataan Ekonom Terkait...)
Kurniawan, B., Puspitasari, D., F. Qatrunada, N., Tirtoaji, W., & Viviana, D. (2024). Modalitas
dalam Sambutan Presiden Joko Widodo dalam Peluncuran Govtech Indonesia Linguistik
Fungsional Sistemik. Journal of Contemporary Issues in Primary Education (JCIPE). 2.
19-24.