PANUNTUN (Jurnal Budaya, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif)
Vol. 1, No. 4, Desember 2024, page: 231-236
E-ISSN: 3047-2288
231
Eko Prasetyo et.al (Nilai-Nilai Etnopedagogis Pada Candi….)
Nilai-Nilai Etnopedagogis Pada Candi Wangkal
Sidoarjo Sebagai Sumber Pendidikan Berbasis
Kearifan Lokal
Eko Prasetyo,Wahono Widodo, Nurul Istiq'faroh
Pascasarjana Pendidikan Dasar, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Surabaya
24010855055@mhs.unesa.ac.id, wahonowidodo@unesa.ac.id, nurulistiqfaroh@unesa.ac.id
INFO ARTIKEL
ABSTRAK
Sejarah Artikel:
Diterima: 10 Oktober 2024
Direvisi: 17 November 2024
Disetujui: 28 November 2024
Tersedia Daring: 1 Desember 2024
Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi nilai-nilai etnopedagogis
yang terkandung dalam Candi Wangkal, Sidoarjo, serta relevansinya sebagai
sumber pendidikan berbasis kearifan lokal. Menggunakan metode kualitatif
deskriptif, penelitian ini mengidentifikasi dan menganalisis berbagai
sumber akademis yang berkaitan dengan etnopedagogi dan konteks budaya
Indonesia. Hasil analisis menunjukkan bahwa Candi Wangkal mengandung
nilai-nilai penting seperti spiritualitas, kebersamaan, ketekunan, dan
pemanfaatan sumber daya alam, yang memiliki relevansi kuat dalam
pendidikan karakter. Pembelajaran yang berfokus pada kearifan lokal ini
dapat membantu siswa mengembangkan identitas budaya yang kuat,
meningkatkan kesadaran akan lingkungan, serta memupuk nilai-nilai kerja
sama dan ketekunan. Penelitian ini merekomendasikan integrasi nilai-nilai
etnopedagogis ke dalam kurikulum pendidikan di Indonesia, agar generasi
mendatang dapat menghargai dan melestarikan kekayaan budaya lokal
sekaligus mampu bersaing dalam konteks global.
Kata Kunci:
candi wangkal
Kearifan lokal,
Nilai-nilai etnopedagogis
ABSTRACT
Keywords:
wangkal temple
local wisdom
ethnopedagogical values
This research aims to explore the ethnopedagogical values contained in
Wangkal Temple, Sidoarjo, and their relevance as a source of education based
on local wisdom. Using qualitative descriptive methods, this research identifies
and analyzes various academic sources related to ethnopedagogy and the
Indonesian cultural context. The results of the analysis show that Wangkal
Temple contains important values such as spirituality, togetherness,
perseverance, and the use of natural resources, which have strong relevance in
the character of education. Learning that focuses on local wisdom can help
students develop a strong cultural identity, increase environmental awareness,
and foster the values of cooperation and perseverance. This research
recommends the integration of ethnopedagogical values into the education
curriculum in Indonesia, so that future generations can appreciate and preserve
the richness of local culture while being able to compete in a global context.
©2024, Eko Prasetyo, Wahono Widodo, Nurul Istiq'faroh
This is an open access article under CC BY-SA license
1.
Pendahuluan
Pendidikan memegang peranan yang sangat penting dalam menanamkan nilai-nilai
moral, etika, dan kebangsaan pada peserta didik untuk membentuk masyarakat yang
PANUNTUN (Jurnal Budaya, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif)
Vol. 1, No. 4, Desember 2024, page: 231-236
E-ISSN: 3047-2288
232
Eko Prasetyo et.al (Nilai-Nilai Etnopedagogis Pada Candi….)
berintegritas di tengah pesatnya tantangan globalisasi dan kemajuan teknologi. Meskipun
kurikulum pendidikan di Indonesia telah mengalami beberapa kali perubahan, pembelajaran
tetap diharapkan mampu mengintegrasikan unsur etnopedagogis, yaitu pendekatan yang
menekankan kearifan lokal peserta didik (Rahmawati & Gunansyah, 2021). Kearifan lokal,
yang merujuk pada prinsip dan metode yang diterapkan serta dipahami oleh masyarakat
setempat dalam berinteraksi dengan lingkungan sekitar, menjadi dasar pembentukan nilai-nilai
dan norma adat yang penting untuk kehidupan sehari-hari (Novitasari et al., 2024). Kearifan
lokal berisi unsur kecerdasan, kreativitas, dan pengetahuan lokal yang memainkan peran
penting dalam pembangunan peradaban bangsa (Sudarmin, 2014). Dalam konteks Kurikulum
2013, penerapan etnopedagogis ini diatur oleh Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan
Republik Indonesia Nomor 79 Tahun 2014 yang mengharuskan integrasi unsur lokal dalam
pembelajaran di tingkat sekolah dasar hingga menengah atas, dengan tujuan membentuk
pemahaman peserta didik terhadap keunggulan dan kearifan lingkungan mereka (Hawa et al.,
2024). Kebaruan dalam penelitian ini terletak pada eksplorasi integrasi kearifan lokal,
khususnya yang bersumber dari Candi Wangkal di Sidoarjo, dalam konteks pendidikan
etnopedagogis. Penelitian ini mengkaji potensi Candi Wangkal tidak hanya sebagai situs
sejarah, tetapi juga sebagai sumber pembelajaran yang dapat memperkenalkan nilai-nilai moral
dan etika kepada generasi muda. Meskipun konsep pendidikan berbasis kearifan lokal telah
dikenalkan dalam berbagai kebijakan pendidikan, masih terdapat kesenjangan dalam
penerapan praktisnya di lapangan, terutama di sekolah-sekolah yang belum sepenuhnya
mengintegrasikan nilai-nilai lokal ke dalam kurikulum mereka.
Dalam survei literatur, berbagai penelitian menunjukkan pentingnya integrasi kearifan
lokal dalam pendidikan. Penelitian oleh Fajar et al. (2024) mengungkapkan bahwa banyak
sekolah yang belum sepenuhnya mengintegrasikan unsur-unsur lokal dalam mata pelajaran,
yang mengakibatkan minimnya pemahaman peserta didik terhadap kekayaan budaya dan nilai-
nilai yang ada di sekitarnya. Selain itu, Jusmawati et al. (2024) menegaskan bahwa kearifan
lokal semakin terabaikan dalam kehidupan sehari-hari, yang tercermin dari perilaku
masyarakat yang tidak mencerminkan nilai-nilai tersebut. Di sisi lain, pendekatan berbasis
kearifan lokal terbukti meningkatkan minat dan motivasi belajar siswa serta berkontribusi pada
pembentukan karakter yang kuat (Amaliyah et al., 2023). Analisis kesenjangan menunjukkan
bahwa meskipun penerapan pendidikan berbasis kearifan lokal telah diatur dalam kebijakan
pendidikan, praktik di lapangan sering kali tidak berjalan sesuai dengan harapan. Banyak
sekolah yang belum mampu mengintegrasikan nilai-nilai lokal secara optimal dalam kegiatan
pembelajaran, yang berpotensi menggeser perhatian generasi muda terhadap pentingnya
melestarikan budaya lokal. Oleh karena itu, penting untuk mengeksplorasi bagaimana situs
sejarah seperti Candi Wangkal dapat dijadikan sebagai sumber pembelajaran yang efektif
dalam mengajarkan nilai-nilai moral, etika, dan kebudayaan lokal.
Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi nilai-nilai etnopedagogis yang
terkandung dalam Candi Wangkal dan berbagai cara yang dapat dilakukan untuk
menjadikannya sebagai sumber pembelajaran yang tidak hanya memberikan pemahaman
sejarah dan budaya, tetapi juga menanamkan nilai-nilai moral dan etika pada peserta didik.
Penelitian ini juga bertujuan untuk memberikan rekomendasi praktis dalam mengintegrasikan
kearifan lokal ke dalam pembelajaran di sekolah-sekolah, sehingga dapat membentuk generasi
muda yang memiliki identitas budaya yang kuat, menghargai warisan budaya lokal, dan siap
bersaing di tingkat global. Kontribusi penelitian ini terletak pada pemanfaatan Candi Wangkal
sebagai alat untuk mengajarkan nilai-nilai etnopedagogis yang relevan dalam konteks
pendidikan di Indonesia. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan baru bagi
PANUNTUN (Jurnal Budaya, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif)
Vol. 1, No. 4, Desember 2024, page: 231-236
E-ISSN: 3047-2288
233
Eko Prasetyo et.al (Nilai-Nilai Etnopedagogis Pada Candi….)
pendidik dan pembuat kebijakan dalam upaya mengintegrasikan kearifan lokal dalam
pembelajaran dan mempersiapkan generasi muda yang lebih terhubung dengan warisan
budaya mereka.
2.
Metode
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif, yang bertujuan untuk
memahami dan menggambarkan fenomena atau karakteristik objek penelitian secara mendalam
berdasarkan data yang diperoleh. Metode ini tidak hanya mendeskripsikan data yang ditemukan,
tetapi juga memberikan penjelasan tentang konteks dan makna yang terkandung di dalamnya,
sehingga peneliti dapat memperoleh pemahaman holistik dan terperinci mengenai subjek yang
diteliti (Sugiyono, 2017). Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan
kualitatif, yang memungkinkan peneliti untuk mengeksplorasi nilai-nilai etnopedagogis dalam
Candi Wangkal Sidoarjo serta relevansinya sebagai sumber pendidikan berbasis kearifan lokal.
Data dan Sumber Data
Data yang digunakan dalam penelitian ini berasal dari berbagai sumber akademis, seperti buku,
jurnal, peraturan perundang-undangan, laporan penelitian, dan artikel yang berkaitan dengan
etnopedagogi serta konteks budaya Indonesia. Sumber data ini dipilih untuk memberikan
pemahaman yang komprehensif mengenai penerapan nilai-nilai etnopedagogis dalam
pendidikan di Indonesia.
Teknik Pengumpulan Data
Pengumpulan data dilakukan dengan cara mengidentifikasi dan mengkaji berbagai sumber
literatur yang relevan, yang mencakup teks-teks akademik dan kebijakan yang mendukung
penerapan etnopedagogi di pendidikan Indonesia.
Teknik Analisis Data
Data yang terkumpul dianalisis menggunakan pendekatan tematik, yang terdiri dari tiga langkah
utama: 1) sourcing untuk mengidentifikasi literatur yang relevan, 2) thematic coding untuk
membaca dan mengelompokkan data berdasarkan tema-tema yang muncul, dan 3) sintesis untuk
menyusun kesimpulan berdasarkan tema-tema tersebut. Hasil analisis kemudian disusun secara
sistematis untuk memberikan wawasan yang lebih dalam mengenai penerapan nilai-nilai
etnopedagogis dalam konteks pendidikan berbasis kearifan lokal.
3.
Hasil dan Pembahasan
Dalam penelitian ini, Candi Wangkal di Sidoarjo diidentifikasi sebagai situs budaya yang
sarat akan nilai-nilai etnopedagogis yang relevan untuk pendidikan berbasis kearifan lokal.
Analisis ini mengungkap berbagai aspek etnopedagogis yang mencakup nilai spiritualitas,
kebersamaan, ketekunan, dan kearifan dalam memanfaatkan sumber daya alam. Berikut tabel
yang merangkum nilai-nilai etnopedagogis yang terdapat pada Candi Wangkal serta relevansinya
untuk pendidikan.
Tabel 1.
Nilai-Nilai Etnopedagogis Yang Terdapat Pada Candi Wangkal
Aspek Nilai
Nilai Etnopedagogis
Penerapan dalam Pendidikan
Berbasis Kearifan Lokal
Spiritualitas
Menghargai alam dan
makhluk hidup sebagai
bagian dari harmoni
semesta
Mengajarkan siswa untuk
menghargai keberagaman dan
pentingnya menjaga keseimbangan
lingkungan
PANUNTUN (Jurnal Budaya, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif)
Vol. 1, No. 4, Desember 2024, page: 231-236
E-ISSN: 3047-2288
234
Eko Prasetyo et.al (Nilai-Nilai Etnopedagogis Pada Candi….)
Kebersamaan
Gotong royong dalam
merawat dan melestarikan
situs budaya
Membentuk karakter siswa melalui
kerja sama dalam kelompok belajar
atau kegiatan ekstrakurikuler
Ketekunan
Proses pembangunan candi
yang memerlukan dedikasi
tinggi
Mengajarkan nilai ketekunan dan
konsistensi dalam tugas akademis
dan kehidupan sehari-hari
Pemanfaatan
Sumber Daya
Alam
Menggunakan material
lokal dalam pembangunan
Edukasi tentang pemanfaatan sumber
daya secara bijaksana dan
berkelanjutan
Dari tabel di atas, terlihat bahwa setiap aspek dari nilai-nilai etnopedagogis yang terdapat
dalam Candi Wangkal memiliki relevansi yang kuat untuk pendidikan karakter di sekolah.
Dalam konteks pembelajaran, guru dapat menggunakan Candi Wangkal sebagai sumber inspirasi
dalam menyampaikan materi yang menekankan pentingnya menghargai lingkungan dan budaya
lokal. Pembelajaran berbasis kearifan lokal semacam ini sangat penting untuk mengembangkan
jati diri siswa yang kuat dan berkarakter. Nilai-nilai etnopedagogis pada Candi Wangkal tidak
hanya penting dalam pelestarian budaya, tetapi juga sebagai dasar pendidikan karakter. Menurut
Sudarsono (2021) situs budaya seperti candi dapat menjadi sumber belajar yang efektif karena
sarat dengan nilai-nilai lokal yang berakar dalam kehidupan masyarakat sekitar. Nilai
spiritualitas pada Candi Wangkal, misalnya, memberikan pelajaran penting bagi siswa untuk
menghargai lingkungan dan memahami konsep harmoni dalam kehidupan, yang bisa diajarkan
melalui pelajaran IPS dan Pendidikan Agama. Gotong royong dalam merawat candi
mengajarkan kebersamaan dan memperkuat semangat kerja sama di sekolah (Gunawan &
Sutanto, 2023). Nilai ini dapat diterapkan melalui kegiatan kelompok dalam proyek-proyek
sekolah, yang memungkinkan siswa belajar saling mendukung untuk mencapai tujuan bersama.
Selain itu, ketekunan dalam proses pembangunan Candi Wangkal yang rumit dapat mengajarkan
siswa pentingnya ketekunan dalam menyelesaikan tugas-tugas sekolah. Sebagai contoh, dalam
pelajaran sejarah atau seni budaya, siswa bisa diminta untuk membuat proyek seni sederhana
yang melibatkan beberapa tahap, sehingga mereka belajar nilai-nilai konsistensi dan ketekunan
(Ariadi, 2023). Penggunaan material lokal dalam pembangunan candi juga memberi pelajaran
tentang pentingnya menjaga keberlanjutan dan memanfaatkan sumber daya alam secara bijak.
Hal ini sejalan dengan penelitian oleh (Lestari, 2024), yang menyatakan bahwa situs budaya
dapat menjadi sarana edukasi lingkungan yang efektif ketika siswa diajarkan untuk
mengaplikasikan pemanfaatan sumber daya berkelanjutan dalam kehidupan mereka. Penelitian
ini juga menunjukkan bahwa dengan mengintegrasikan nilai-nilai kearifan lokal dari Candi
Wangkal, sekolah dapat memberikan pengalaman belajar yang bermakna. Pembelajaran berbasis
kearifan lokal mendukung siswa untuk lebih mengenal budaya mereka sendiri, yang menurut
(Suparno, 2023), memperkuat identitas budaya siswa dan menumbuhkan rasa cinta terhadap
tanah air.
4.
Kesimpulan
Candi Wangkal Sidoarjo mengandung nilai-nilai etnopedagogis yang sangat penting
sebagai sumber pendidikan berbasis kearifan lokal, terutama untuk menanamkan nilai
spiritualitas, kebersamaan, ketekunan, serta pemanfaatan sumber daya alam secara bijaksana
kepada generasi muda. Pengajaran yang mengintegrasikan nilai-nilai ini tidak hanya
memperkaya kurikulum pendidikan, tetapi juga memperdalam pemahaman siswa terhadap
budaya lokal, melibatkan mereka dalam praktik pelestarian, dan membentuk karakter yang lebih
kuat serta bertanggung jawab terhadap lingkungan sekitar. Dampaknya, pengembangan materi
PANUNTUN (Jurnal Budaya, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif)
Vol. 1, No. 4, Desember 2024, page: 231-236
E-ISSN: 3047-2288
235
Eko Prasetyo et.al (Nilai-Nilai Etnopedagogis Pada Candi….)
pembelajaran yang mengangkat Candi Wangkal sebagai sumber belajar mampu memperkuat
identitas budaya siswa dan memberikan apresiasi lebih dalam terhadap warisan leluhur. Selain
itu, pendekatan ini juga mendorong siswa untuk mengembangkan keterampilan sosial dan
kemampuan berpikir kritis saat mereka memahami dan mengeksplorasi budaya lokal sebagai
bagian penting dari proses pembelajaran. Dengan demikian, nilai-nilai etnopedagogis yang
diajarkan melalui Candi Wangkal dapat meningkatkan keterlibatan siswa dalam upaya
pelestarian budaya dan memperkuat jati diri bangsa di tengah arus globalisasi.
5.
Daftar Pustaka
Amaliyah, N., Hayati, N., & Kasanova, R. (2023). Implementasi Pendekatan Pembelajaran Berbasis
Kearifan Lokal Dalam Meningkatkan Minat Belajar Siswa Di MTs Miftahus SudurCampor
Proppo. Jurnal Pendidikan Sosial Humaniora, 2(3), 129147.
Ariadi, A. (2023). Ketekunan dalam Pendidikan: Mengajarkan Nilai-Nilai dari Sejarah dan Seni Budaya.
Jurnal Pendidikan Karakter, 12(2), 145-158.
Fajar, A., Darmadi, D., Nurhayati, L. Y., & Widiyowati, E. (2024). Implementasi Culturally Responsive
Teaching Berbasis Proyek dalam Meningkatkan Hasil Belajar IPA Siswa SDN Beran 4 Ngawi.
Seminar Nasional Sosial Sains, Pendidikan, Humaniora (SENASSDRA), 3(2), 221229.
https://prosiding.unipma.ac.id/index.php/SENASSDRA/article/view/5845%0Ahttps://prosiding.u
nipma.ac.id/index.php/SENASSDRA/article/viewFile/5845/4655
Hawa, E. El, Wildan, D., & Komariah, S. (2024). LAWAS SAKECO: MENGGALI NILAI-NILAI
ETNOPEDAGOGIK DALAM PEMBELAJARAN SOSIOLOGI Esa. Pendas : Jurnal Ilmiah
Pendidikan Dasar, 09(2), 44654479.
Jusmawati, J., Baharuddin, I., Mahdi, M., & W, M. F. (2024). Pengembangan Pendidikan Karakter dan
Profil Pelajar Pancasila Berwawasan Kearifan Lokal. Jurnal Education and Development Institut
Pendidikan Tapanuli Selatan, 12(1), 17.
https://journal.ipts.ac.id/index.php/ED/article/view/5127%0Ahttps://journal.ipts.ac.id/index.php/
ED/article/view/5127/3111
Kouicem, K. (2020). Constructivist Theories of Piaget and Vygotsky: Implications for Pedagogical
Practices. Psychological & Educational Studies, 13(3), 359372.
Lestari, D. (2024). Situs Budaya sebagai Sarana Edukasi Lingkungan: Pendekatan Berkelanjutan dalam
Pembelajaran. Jurnal Lingkungan dan Pendidikan, 7(3), 200-215.
Novitasari, Fitrotun Nisa, A., Henu Cahyani, B., & Havifah Cahyo Khosiyono, B. (2024). Peran Media
Video Berbasis Kearifan Lokal Pada Mata Pelajaran PPKN di Sekolah Dasar. Pendas : Jurnal
Ilmiah Pendidikan Dasar, 9(1), 23612373.
https://journal.unpas.ac.id/index.php/pendas/article/view/11718
Oktavianti, I., & Ratnasari, Y. (2018). ETNOPEDAGOGI DALAM PEMBELAJARAN DI SEKOLAH
DASAR MELALUI MEDIA BERBASIS KEARIFAN LOKAL. JURNAL REFLEKSI
EDUKATIKA, 8(2), 116128. https://doi.org/10.33369/joall.v3i1.6538
Prasetyo, O., & Kumalasari, D. (2021). Nilai-Nilai Tradisi Peusijuek Sebagai Pembelajaran Sejarah
Berbasis Kearifan Lokal. Mudra Jurnal Seni Budaya, 36(3), 359365.
https://doi.org/10.31091/mudra.v36i3.1387
Rahmawati, H. L., & Gunansyah, G. (2021). Kesenian Dongkrek Desa Mejayan Kabupaten Madiun
Sebagai Sumber Belajar Berbasis Etnopedagogi Di Sekolah Dasar. Jurnal Pendidikan Sekolah
Dasar, 28832894. https://core.ac.uk/download/pdf/482196065.pdf
Satino, Hermina Manihuruk, Marina Ery Setiawati, & Surahmad. (2024). Melestarikan Nilai-nilai
Kearifan Lokal Sebagai Wujud Bela Negara. IKRA-ITH HUMANIORA : Jurnal Sosial Dan
Humaniora, 8(1), 248266. https://doi.org/10.37817/ikraith-humaniora.v8i1.3512
Sudarmin, S. (2014). Pendidikan karakter, etnosains dan kearifan lokal (konsep dan penerapannya dalam
penelitian dan pembelajaran sains). Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Unnes.
PANUNTUN (Jurnal Budaya, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif)
Vol. 1, No. 4, Desember 2024, page: 231-236
E-ISSN: 3047-2288
236
Eko Prasetyo et.al (Nilai-Nilai Etnopedagogis Pada Candi….)
Sudarsono, S. (2021). Pendidikan Karakter Melalui Situs Budaya: Pelajaran dari Candi di Indonesia.
Jurnal Pendidikan dan Budaya, 10(4), 233-250.
Sugara, U., & Sugito. (2022). Etnopedagogi: Gagasan dan Peluang Penerapannya di Indonesia. Jurnal
Pendidikan Dan Kebudayaan, 7(2), 93104. https://doi.org/10.24832/jpnk.v7i2.2888
Suparno, J. (2023). Mengintegrasikan Kearifan Lokal dalam Pembelajaran: Memperkuat Identitas
Budaya Siswa. Jurnal Etnopedagogi, 5(2), 99-112.
Utami, S., Widayati, W., & Tobing, V. M. L. (2022). Tradisi Lisan Kejhung Sebagai Sumber Pendidikan
Dalam Penguatan Profil Pelajar Pancasila Berbasis Kearifan Lokal Madura. Jurnal Ilmiah
Hospitality, 11(2), 671676.
Wendo, E. S., Wau, M. P., & Noge, M. D. D. (2022). Pengembangan Bahan Ajar Elektronik Berbasis
Kearifan Lokal Ngada Pada Tema Selalu Berhemat Energi Untuk Siswa Sekolah Dasar Kelas Iv
Di Kabupaten Ngada. Jurnal Citra Pendidikan, 2(1), 190203.
https://doi.org/10.38048/jcp.v2i1.541