PANUNTUN (Jurnal Budaya, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif)
Vol. 1, No. 4, Desember 2024, page: 237-243
E-ISSN: 3047-2288
237
Amirotul Fauziah et.al (Pengenalan Kearifan Lokal Dalam Pembuatan….)
Pengenalan Kearifan Lokal Dalam Pembuatan
Kerupuk Gerandong Sebagai Sumber Belajar Siswa
Sekolah Dasar
Amirotul Fauziah, Wahono Widodo,Nurul Istiq'faroh
a
Pascasarjana Pendidikan Dasar, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Surabaya
b
Pascasarjana Pendidikan Dasar, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Surabaya
1
24010855056@mhs.unesa.ac.id,
2
wahonowidodo@unesa.ac.id;
3
nurulistiqfaroh@unesa.ac.id
Sejarah Artikel:
Diterima: 10 Oktober 2024
Direvisi: 17 November 2024
Disetujui: 28 November 2024
Tersedia Daring: 1 Desember 2024
Kata Kunci:
Kearifan Lokal Kerupuk
Gerandong
Sumber Belajar
Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi nilai-nilai kearifan lokal yang
terkandung dalam pembuatan Kerupuk Gerandong sebagai sumber
pembelajaran karakter bagi siswa sekolah dasar. Di tengah arus globalisasi,
budaya lokal kerap terpinggirkan, termasuk dalam hal makanan tradisional.
Kerupuk Gerandong, sebagai salah satu produk kuliner lokal, tidak hanya
memiliki cita rasa yang unik tetapi juga mengandung nilai-nilai sosial dan
budaya yang relevan dalam pendidikan. Dengan pendekatan kualitatif
deskriptif dan metode literature review, penelitian ini mengidentifikasi nilai-
nilai seperti kejujuran, ketekunan, kerja keras, kemandirian, tanggung jawab,
dan kerja sama, yang tercermin dalam setiap tahap proses pembuatan
Kerupuk Gerandong. Nilai-nilai ini diharapkan mampu memperkaya
pembelajaran karakter dan meningkatkan pemahaman siswa tentang
pentingnya melestarikan budaya lokal. Integrasi kearifan lokal dalam
pembelajaran juga berperan dalam memperkuat identitas budaya siswa dan
menanamkan kecintaan terhadap produk lokal sejak dini. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa pembelajaran berbasis kearifan lokal tidak hanya
membantu siswa memahami konsep-konsep sains dalam konteks kehidupan
nyata, tetapi juga membangun keterampilan sosial dan karakter yang
bermanfaat. Dengan demikian, penggunaan Kerupuk Gerandong sebagai
sumber belajar berpotensi mendukung pendidikan karakter yang
berkelanjutan di Indonesia.
Keywords:
Local Wisdom
Kerupuk Gerandong
Learning Resource
This study aims to explore the local wisdom values embedded in the
production of Kerupuk Gerandong as a source of character education for
elementary school students. Amid the wave of globalization, local cultures are
often marginalized, including traditional foods. Kerupuk Gerandong, as one of
the local culinary products, not only offers a unique taste but also embodies
social and cultural values relevant to education. Using a descriptive
qualitative approach and literature review method, this research identifies
values such as honesty, perseverance, hard work, independence,
responsibility, and cooperation, which are reflected in each stage of the
Kerupuk Gerandong production process. These values are expected to enrich
character education and enhance students' understanding of the importance
of preserving local culture. The integration of local wisdom into education
also contributes to strengthening students' cultural identity and fostering an
appreciation for local products from an early age. The findings reveal that
learning based on local wisdom not only helps students grasp scientific
concepts in real-life contexts but also develops beneficial social skills and
character traits. Thus, utilizing Kerupuk Gerandong as a learning resource has
the potential to support sustainable character education in Indonesia.
ABSTRACT
INFO ARTIKEL ABSTRAK
PANUNTUN (Jurnal Budaya, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif)
Vol. 1, No. 4, Desember 2024, page: 237-243
E-ISSN: 3047-2288
238
Amirotul Fauziah et.al (Pengenalan Kearifan Lokal Dalam Pembuatan….)
©2024, Amirotul Fauziah, Wahono Widodo, Nurul Istiq'faroh
This is an open access article under CC BY-SA license
1. Pendahuluan
Berbagai budaya dan tradisi lokal di Indonesia memiliki nilai-nilai yang sangat berharga,
termasuk dalam aspek makanan tradisional. Namun, di era globalisasi yang semakin pesat,
budaya lokal sering kali terpinggirkan oleh tren dan pengaruh budaya luar (Zahrika &
Andaryani, 2023). Makanan lokal, sebagai salah satu simbol kearifan lokal, menghadapi
tantangan besar dalam mempertahankan eksistensinya, terutama di kalangan generasi muda.
Ketika makanan modern lebih mendapatkan perhatian, generasi muda berisiko kehilangan
pengetahuan mengenai makanan tradisional beserta nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.
Padahal, makanan tradisional bukan hanya sekadar panganan, melainkan juga sarat akan nilai
sosial dan budaya yang mencerminkan identitas suatu komunitas (Winarno, 2021). Kearifan
lokal adalah pengetahuan unik yang berkembang dalam masyarakat dan lingkungan tertentu
melalui pengalaman bersama dalam waktu yang panjang. Pendidikan berbasis kearifan lokal dapat
membantu pelestarian budaya sekaligus meningkatkan pemahaman siswa terhadap keberagaman
budaya (Sudarmin, 2014). Salah satu hambatan utama dalam pengajaran berbasis kearifan lokal
adalah kurangnya pemahaman guru terhadap potensi budaya lokal sehingga sulit menciptakan
pembelajaran yang kontekstual dan relevan.
Kerupuk Gerandong, salah satu makanan tradisional khas daerah adalah contoh nyata
kekayaan budaya lokal yang masih bertahan hingga kini. Proses pembuatan Kerupuk
Gerandong melibatkan bahan lokal dan keterampilan yang diwariskan secara turun-temurun.
Proses ini mencerminkan nilai-nilai seperti kerja sama, ketekunan, dan kesederhanaan yang
dapat dimanfaatkan sebagai sumber pembelajaran di sekolah. Dengan mengenalkan proses
pembuatan makanan tradisional ini kepada siswa, pembelajaran tidak hanya menjadi lebih
menarik tetapi juga membantu siswa memahami nilai-nilai budaya lokal serta konsep dasar
sains, seperti perubahan fisik bahan selama proses pemanasan dan pengeringan (Buana, 2024).
Penelitian sebelumnya telah menunjukkan bahwa pembelajaran berbasis kearifan lokal mampu
meningkatkan apresiasi siswa terhadap budaya lokal dan mengembangkan karakter siswa,
seperti rasa tanggung jawab dan gotong royong (Rahmad, 2021; Setyowati dkk., 2024). Namun,
penelitian mengenai penggunaan makanan tradisional sebagai media pembelajaran di sekolah
dasar, khususnya pada konteks pembuatan Kerupuk Gerandong, masih terbatas.
Kebaruan dari penelitian ini terletak pada penggunaan Kerupuk Gerandong sebagai media
pembelajaran yang terintegrasi dengan mata pelajaran lain, seperti sains dan pendidikan
karakter, sehingga siswa tidak hanya memahami budaya lokal tetapi juga mendapatkan
pengetahuan multidisipliner yang lebih komprehensif. Tujuan penelitian ini adalah untuk
mengeksplorasi implementasi pembuatan Kerupuk Gerandong sebagai media pembelajaran
berbasis kearifan lokal yang dapat meningkatkan pemahaman siswa terhadap budaya lokal dan
memperkuat pendidikan karakter di sekolah dasar. Kontribusi penelitian ini adalah memberikan
panduan praktis bagi guru dalam mengintegrasikan pembelajaran berbasis kearifan lokal ke
dalam kurikulum pendidikan dasar, sekaligus mendukung upaya pelestarian budaya melalui
pendidikan formal. Dengan demikian, penelitian ini berkontribusi terhadap pengembangan
pendidikan yang lebih kontekstual dan berbasis nilai-nilai lokal yang relevan.
PANUNTUN (Jurnal Budaya, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif)
Vol. 1, No. 4, Desember 2024, page: 237-243
E-ISSN: 3047-2288
239
Amirotul Fauziah et.al (Pengenalan Kearifan Lokal Dalam Pembuatan….)
2. Metode
Metode penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif kualitatif dengan
pendekatan literature review. Menurut Sugiyono (2017), penelitian deskriptif kualitatif
bertujuan untuk menggambarkan fenomena atau karakteristik objek penelitian secara mendalam
berdasarkan fakta yang ada. Data dalam penelitian ini diperoleh dari sumber sekunder, seperti
artikel jurnal, buku, dan dokumen yang relevan dengan topik pembuatan Kerupuk Gerandong,
nilai-nilai kearifan lokal, serta penerapan etnopedagogi dalam pendidikan. Teknik pengumpulan
data dilakukan melalui identifikasi literatur yang sesuai dengan kriteria inklusi tertentu,
sehingga memastikan relevansi dan kredibilitas sumber yang digunakan. Selanjutnya, data yang
terkumpul dianalisis menggunakan analisis tematik. Proses analisis ini terdiri atas tiga langkah
utama: pertama, identifikasi data (sourcing), yaitu penelusuran dan pemilihan literatur yang
relevan; kedua, pengelompokan data berdasarkan tema (thematic coding), seperti nilai-nilai
lokal dalam pembelajaran, keterampilan hidup, dan pendidikan karakter; dan ketiga, sintesis
data untuk merangkum dan menginterpretasi tema-tema tersebut menjadi kesimpulan yang
sistematis mengenai integrasi kearifan lokal dalam pembelajaran siswa sekolah dasar. Pendekatan
ini tidak hanya mendeskripsikan data secara mendalam, tetapi juga memberikan penjelasan
mengenai konteks dan makna yang terkandung di dalamnya.
3. Hasil dan Pembahasan
Penelitian ini mengidentifikasi beberapa nilai kearifan lokal yang terkandung dalam
proses pembuatan Kerupuk Gerandong, yang dapat menjadi sumber belajar kontekstual bagi
siswa sekolah dasar. Data diperoleh melalui analisis tematik dari berbagai literatur yang terkait
dengan proses pembuatan Kerupuk Gerandong dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya,
yang disesuaikan dengan kebutuhan pendidikan berbasis kearifan lokal. Berikut adalah tabel dan
dokumentasi yang merangkum nilai-nilai kearifan lokal dalam proses pembuatan Kerupuk
Gerandong:
Tabel 1. Nilai-Nilai Kearifan Lokal Dalam Proses Pembuatan Kerupuk Gerandong
Aspek Pembuatan
Kerupuk Gerandong
Nilai Kearifan Lokal
Keterkaitan dengan Pendidikan
Karakter
Pemilihan bahan baku
Kejujuran dan kepercayaan
Mengajarkan siswa tentang
pentingnya kejujuran dalam memilih
bahan-bahan yang berkualitas
Proses pengolahan
Ketekunan dan kerja keras
Mengajarkan pentingnya
ketekunan dalam mencapai hasil
yang maksimal
Penggunaan
alat-alat
tradisional
Kemandirian dan inovasi
Mengajarkan siswa untuk berpikir
kreatif dan mandiri dalam
menyelesaikan tugas
Pemasaran produk
Kerjasama dan tanggung
jawab
Melatih keterampilan sosial, seperti
komunikasi
dan tanggung jawab dalam kelompok
PANUNTUN (Jurnal Budaya, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif)
Vol. 1, No. 4, Desember 2024, page: 237-243
E-ISSN: 3047-2288
240
Amirotul Fauziah et.al (Pengenalan Kearifan Lokal Dalam Pembuatan….)
Gambar 1. Pemilihan bahan baku (kerupuk pecah belah)
Gambar 2. Proses pengolahan
Gambar 3. Penggunaan alat-alat tradisional
Gambar 4. Penjemuran kerupuk gerandong
PANUNTUN (Jurnal Budaya, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif)
Vol. 1, No. 4, Desember 2024, page: 237-243
E-ISSN: 3047-2288
241
Amirotul Fauziah et.al (Pengenalan Kearifan Lokal Dalam Pembuatan….)
Tabel dan dokumentasi di atas menunjukkan bagaimana setiap tahap dalam proses pembuatan
Kerupuk Gerandong mengandung nilai-nilai kearifan lokal yang relevan untuk pembelajaran karakter
siswa sekolah dasar. Pada tahap pemilihan bahan baku, siswa dapat belajar tentang pentingnya kejujuran
dan kepercayaan dengan memilih bahan berkualitas, yang merupakan dasar bagi pembentukan sikap jujur
dalam kehidupan sehari-hari. Dalam proses pengolahan, terdapat nilai ketekunan dan kerja keras, yang
mengajarkan kepada siswa bahwa keberhasilan membutuhkan usaha dan dedikasi. Penggunaan alat-alat
tradisional dalam pembuatan kerupuk ini juga memberikan kesempatan kepada siswa untuk belajar
mandiri dan berpikir inovatif. Dengan mengandalkan alat yang sederhana, mereka dapat melihat bahwa
kreativitas tidak selalu bergantung pada teknologi modern. Terakhir, tahap pemasaran produk
menanamkan nilai-nilai kerjasama dan tanggung jawab kepada siswa. Dalam proses ini, mereka belajar
untuk berkomunikasi, bekerja dalam tim, dan bertanggung jawab atas peran masing-masing. Pengalaman
ini secara keseluruhan dapat mengembangkan keterampilan sosial dan memperkuat karakter siswa, yang
menjadi bekal penting dalam kehidupan mereka. Kerupuk Gerandong, sehingga pembelajaran menjadi
lebih komprehensif.
Proses produksi yang melibatkan banyak tahapan, seperti pengolahan bahan baku, pencetakan, dan
pemanasan, memberikan kesempatan kepada siswa untuk belajar tentang kerja sama, ketekunan, dan
keberlanjutan. Pembelajaran berbasis kearifan lokal ini memberikan dimensi baru dalam pendidikan, di
mana siswa tidak hanya diajarkan teori, tetapi juga praktek yang menghubungkan mereka dengan
budaya lokal yang kaya (Mujiburahman, 2022). Dengan menggunakan Kerupuk Gerandong sebagai
media pembelajaran, guru dapat mengaitkan materi pelajaran dengan kehidupan sehari-hari siswa.
Pendekatan pembelajaran kontekstual ini tidak hanya menjadikan siswa lebih peka terhadap budaya
lokal, tetapi juga membantu mereka mengembangkan keterampilan berpikir kritis dan analitis yang
penting untuk masa depan mereka (Wafiqni & Nurani, 2018). Selain itu, pengenalan nilai-nilai kearifan
lokal ini dapat memperkuat rasa cinta tanah air dan identitas budaya siswa, yang sangat penting di
tengah arus globalisasi yang semakin kencang. Pembuatan Kerupuk Gerandong di Dusun Godegwetan
tidak hanya menjadi sumber pendapatan bagi masyarakat setempat, tetapi juga kaya akan nilai-nilai
kearifan lokal yang dapat diintegrasikan dalam proses pembelajaran.
Dalam dunia pendidikan, integrasi kearifan lokal dalam kurikulum sangat relevan. Pendekatan ini
tidak hanya membuat pembelajaran menjadi lebih menarik, tetapi juga membantu siswa
mengembangkan keterampilan berpikir kritis dan analitis. Siswa diajak untuk melakukan eksplorasi,
eksperimen, dan refleksi terhadap hasil belajar mereka, yang merupakan bagian penting dari proses
pembelajaran aktif (Aji, 2024). Sistem pembelajaran yang memanfaatkan kearifan lokal juga dapat
meningkatkan keterlibatan orang tua dan masyarakat. Kegiatan pembuatan kerupuk gerandong dapat
melibatkan orang tua sebagai narasumber atau fasilitator, sehingga tercipta kolaborasi antara sekolah dan
komunitas. Hal ini memperkuat hubungan sosial dan mendukung keberlanjutan pendidikan berbasis
kearifan lokal.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai kearifan lokal yang terkandung dalam pembuatan
Kerupuk Gerandong dapat dijadikan sebagai sumber pembelajaran karakter bagi siswa sekolah dasar.
Proses pembuatannya yang melibatkan berbagai tahap dari pemilihan bahan hingga pemasaran produk,
memberikan pemahaman kepada siswa bahwa setiap langkah memiliki nilai yang dapat diterapkan dalam
kehidupan sehari-hari. Menurut Suparno (2022) pendidikan berbasis kearifan lokal sangat penting dalam
memperkaya pengalaman belajar siswa, terutama dalam membentuk karakter mereka. Kearifan lokal
tidak hanya memberikan nilai-nilai moral, tetapi juga menumbuhkan rasa bangga terhadap budaya dan
identitas mereka sendiri. Dalam konteks pembelajaran Kerupuk Gerandong, siswa belajar untuk
menghargai budaya lokal dan memahami nilai-nilai kehidupan yang diajarkan melalui setiap prosesnya.
Penelitian ini sejalan dengan pendapat Rahma (2023) yang mengungkapkan bahwa penggunaan media
kontekstual seperti kearifan lokal dalam pembelajaran dapat meningkatkan minat dan motivasi siswa
untuk belajar. Hal ini terlihat dari tingginya partisipasi siswa ketika mereka diajak mempelajari
pembuatan Kerupuk Gerandong. Mereka tidak hanya belajar tentang kerupuk, tetapi juga terlibat secara
aktif dalam memahami pentingnya kerja keras dan tanggung jawab melalui proses produksi. Menurut
Damayanti (2024), pendidikan kontekstual memberikan ruang bagi siswa untuk memahami materi
pelajaran dalam situasi nyata. Dengan demikian, siswa lebih mudah memahami dan mengapresiasi nilai-
nilai yang diajarkan. Di masa depan, pendekatan ini dapat diperluas dengan menambahkan modul
PANUNTUN (Jurnal Budaya, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif)
Vol. 1, No. 4, Desember 2024, page: 237-243
E-ISSN: 3047-2288
242
Amirotul Fauziah et.al (Pengenalan Kearifan Lokal Dalam Pembuatan….)
interaktif atau kegiatan langsung di lapangan yang memungkinkan siswa terlibat langsung dalam
pembuatan Kerupuk Gerandong.
Berdasarkan hasil dan pembahasan di atas, dapat disimpulkan bahwa pembelajaran berbasis
kearifan lokal melalui pembuatan Kerupuk Gerandong efektif dalam mengembangkan karakter dan
pemahaman siswa tentang pentingnya nilai-nilai seperti kerja keras, tanggung jawab, dan kerjasama.
Dengan pemahaman yang mendalam tentang proses dan nilai-nilai ini, siswa diharapkan dapat lebih
menghargai budaya mereka sendiri dan menjadikan pembelajaran lebih bermakna. Implementasi nilai-
nilai kearifan lokal dalam pendidikan diharapkan dapat memperkuat identitas budaya dan karakter
generasi muda di Indonesia. Keberhasilan dalam mengintegrasikan kearifan lokal ini ke dalam
kurikulum sekolah tidak hanya akan menghasilkan generasi yang cerdas, tetapi juga generasi yang
memiliki rasa tanggung jawab untuk melestarikan dan mengembangkan budaya mereka. Sehingga,
Kerupuk Gerandong tidak hanya menjadi makanan tradisional, tetapi juga simbol dari kekayaan budaya
dan kearifan lokal yang dapat memberikan manfaat pendidikan yang berkelanjutan.
4. Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa pengenalan nilai-nilai kearifan
lokal melalui proses pembuatan Kerupuk Gerandong sebagai sumber pembelajaran di sekolah
dasar efektif dalam membentuk karakter siswa, seperti kerja keras, tanggung jawab, dan
kerjasama. Proses ini memberikan dampak positif dalam meningkatkan pemahaman siswa
terhadap budaya lokal, sekaligus menanamkan rasa cinta dan bangga terhadap identitas budaya
mereka. Implementasi nilai-nilai kearifan lokal dalam pembelajaran berdampak pada terciptanya
pendidikan yang lebih kontekstual dan bermakna, yang tidak hanya mengembangkan
pengetahuan dan keterampilan siswa, tetapi juga memperkuat nilai-nilai moral yang penting
bagi generasi muda dalam menghadapi arus globalisasi. Dengan demikian, Kerupuk Gerandong
tidak sekadar menjadi produk lokal, melainkan simbol kekayaan budaya yang berkontribusi
pada pendidikan berkelanjutan di Indonesia.
5. Ucapan Terima Kasih
Saya berterimaksih kepada dosen pengampu Prof. Wahono dan Ibu Nurul Istiq’faroh yang
sudah membimbing dan mengarahkan penugasan mata kuliah Etnopedadogi di sekolah dasar.
Ucapan terima kasih saya haturkan kepada Narasumber atau pengrajin kerupuk gerandong yang
sudah bersedia memberikan informasi terkait pembuatan kerupuk gerandong sehingga tugas
saya dapat selesai tepat waktu. Selain itu pembuatan kerupuk gerandong sangat bermanfaat
untuk pengetahuan baru saya dan siswa untuk belajar lebih bermakna dan kontekstual.
6. Daftar Pustaka
Aji, I. A. B. (2024). Bagaimana Buku Suplemen IPA Berbasis Kearifan Lokal Meningkatkan
Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Sekolah Dasar?. Journal of Education Research, 5(4), 4400-
4409.
Buana, C. E. (2024). Pesona Kuliner Jajanan Kering Tradisional Produk Unggulan Industri Mikro.
Damayanti, L. (2024). Pendidikan Kontekstual dalam Pengembangan Karakter Siswa Sekolah
Dasar. Jakarta: Pustaka Pendidikan.
Mujiburrahman, M. (2022). Pendidikan karakter siswa berbasis kearifan lokal di Aceh.
Proceedings Icis 2021, 1(1).
Rahmad, B. (2024). Pendekatan Dakwah Kultural Dalam Pemberdayaan Masyarakat Di Kecamatan
Samalanga Kabupaten Bireuen Provinsi Aceh (Doctoral dissertation, UIN Raden Intan
Lampung).
PANUNTUN (Jurnal Budaya, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif)
Vol. 1, No. 4, Desember 2024, page: 237-243
E-ISSN: 3047-2288
243
Amirotul Fauziah et.al (Pengenalan Kearifan Lokal Dalam Pembuatan….)
Rahma, N. (2023). "Penggunaan Media Kontekstual untuk Meningkatkan Motivasi Belajar pada
Siswa Sekolah Dasar". Jurnal Pendidikan Dasar Indonesia, 8(2), 123-131.
Rochmimah Harini , N. H. (2023). Konsep pendidikan Ki Hadjar Dewantara dan implementasinya.
Journal of Contemporary Issues in Primary Education (JCIPE), 81-94.
Setyowati, E., Purnaningsih, E., Saputri, W. A., Erawati, D. S., Rachmadanti, A., Indrawati, M.,
... & Syarofah, S. P. (2024). Best Practice Etnopedagogi di Sekolah Dasar. Indonesia Emas
Group.
Sudarmin, S. (2014). Pendidikan karakter, etnosains dan kearifan lokal (konsep dan penerapannya
dalam penelitian dan pembelajaran sains). Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Unnes.
Suparno, A. (2022). Pendidikan Berbasis Kearifan Lokal untuk Penguatan Karakter Bangsa.
Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Wafiqni, N., & Nurani, S. (2018). Model pembelajaran tematik berbasis kearifan lokal. Al-Bidayah:
jurnal pendidikan dasar Islam, 10(2), 255-270.
Winarno, F. G. (2021). Pengetahuan, Kearifan Lokal, Pangan dan Kesehatan. Gramedia Pustaka
Utama. Zahrika, N. A., & Andaryani, E. T. (2023). Kurikulum Berbasis Budaya untuk
Sekolah Dasar:
Menyelaraskan Pendidikan dengan Identitas Lokal. Pedagogika: Jurnal Ilmu-Ilmu Kependidikan, 3(2),
163-169.