PANUNTUN (Jurnal Budaya, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif)
Vol. 1, No. 4, Desember 2024, page: 223-230
E-ISSN: 3047-2288
223
Rafidah Tsaqibah Falihah et.al (Pengembangan Media Handout pada….)
Pengembangan Media Handout pada Mata
Pelajaran IPAS sebagai Sumber Belajar di
Sekolah Dasar
Rafidah Tsaqibah Falihah
a,1
, Defia Nazwa Kamila
b,2
, Ferna Ananda Putri Qurrota A’yun
c,3
,
Andhika Bagus Wijanarko
d,4
, Revina Septia Putri
e,5,
Nurul Istiq'faroh
f,6,
Ulfi Aminatuz Zahroh
g,7.
a,b,c,d,e,f,g
Universitas Negeri Surabaya
1
rafidahtsaqibah.23032@mhs.unesa.ac.id;
2
defianazwa.23034@mhs.unesa.ac.id;
3
fernaananda.23037@mhs.unesa.ac.id;
4
andhikabagus.23313@mhs.unesa.ac.id;
5
revina.23407@mhs.unesa.ac.id;
6
nurulistiqfaroh@unesa.ac.id;
7
ulfizahroh@unesa.ac.id
INFO ARTIKEL
ABSTRAK
Sejarah Artikel:
Diterima: 10 Oktober 2024
Direvisi: 17 November 2024
Disetujui: 28 November 2024
Tersedia Daring: 1 Desember 2024
Penelitian ini dilakukan di SD Babatan 01 karena terdapat salah satu
permasalahan yang ditemukan yaitu kurangnya penggunaan media
pembelajaran, oleh pendidik saat proses pembelajaran di sekolah yang
mengakibatkan kesulitan belajar dalam mata pelajaran IPAS. Penelitian ini
bertujuan untuk mengembangkan Handout pembelajaran berbasis kearifan
budaya pada pembelajaran IPAS, sebagai penguatan pendidikan karakter
siswa kelas V sekolah dasar. Metode yang digunakan adalah
Research and
Development (R&D)
. Teknik pengumpulan data pada Penelitian ini
menggunakan teknik non-tes, yaitu kuesioner/angket untuk mengukur
pengaruh penggunaan media Handout IPAS, observasi untuk mengamati
kondisi nyata, dan dokumentasi berupa tulisan serta foto selama penelitian.
Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data Handout pembelajaran
berbasisi kearifan budaya lokal layak digunakan dengan rata-rata validasi
dari guru 39,9% dengan kategori sangat layak serta dapat digunakan, dan
Handout dalam pembelajaran menunjukkan hasil praktis atau mudah
digunakan dengan rata-rata hasil angket siswa menunjukkan 54,8% dengan
keterangan sangat praktis. Sedangkan ketuntasan hasil belajar siswa dengan
≥75 pada uji coba pemakaian 80% dengan rata-rata nilai 84,2%. Berdasarkan
hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa media handout efektif dan layak
digunakan untuk meningkatkan hasil belajar siswa dan dikembangkan
berdasarkan kebutuhan guru dan siswa.
Kata Kunci:
IPAS
Handout
Obesrvasi
Validasi
ABSTRACT
Keywords:
IPAS
Handout
Observation
Validation
This research was conducted at SD Babatan 01 because one of the problems
found was the lack of use of learning media by educators during the learning
process at school which resulted in learning difficulties in science and science
subjects. This research aims to develop a learning handout based on cultural
wisdom in science and science learning, as a strengthening of character
education for fifth grade elementary school students. The method used is
Research and Development (R&D)
, Data collection techniques in this research
used non-test techniques, namely questionnaires to measure the effect of using
the IPAS Handout media, observation to observe real conditions, and
documentation in the form of writing and photos during the research. Based on
the results of research and data analysis, learning handouts based on local
cultural wisdom are suitable for use with an average validation from teachers
of 3.99% with the category very suitable and can be used, and handouts in
learning show practical results or are easy to use with average student
questionnaire results. showed 54.8% with very practical information.
Meanwhile, the completeness of student learning outcomes with ≥75 in the use
PANUNTUN (Jurnal Budaya, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif)
Vol. 1, No. 4, Desember 2024, page: 223-230
E-ISSN: 3047-2288
224
Rafidah Tsaqibah Falihah et.al (Pengembangan Media Handout pada….)
trial was 80%. Based on the research results, it can be concluded that handout
media is effective and suitable for use to improve student learning outcomes and
was developed based on the needs of teachers and students.
©2024, Falihah Kamila, Defia Nazwa Kamila, Ferna Ananda Putri Qurrota A’yun,
Andhika Bagus Wijanarko, Revina Septia Putri, Nurul Istiq'faroh, Ulfi Aminatuz Zahroh
This is an open access article under CC BY-SA license
1.
Pendahuluan
Pendidikan merupakan salah satu hal yang penting dan berpengaruh untuk memajukan
bangsa dan negara. Semakin tinggi tingkat Pendidikan seseorang maka semakin baik pula
kualitas pendidik tersebut. Kurikulum merupakan bagian dari pendidikan yang mempunyai
kedudukan yang sangat penting untuk mengatur dan mengarahkan tujuan pendidikan agar
dapat tercapai dan berjalan dengan baik, sesuai dengan apa yang sudah direncanakan.
Kurikulum merupakan inti dari bidang pendidikan, pada hakikatnya pengembangan kurikulum
itu merupakan usaha untuk mencari bagaimana rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi,
dan bahan pelajaran, serta ada yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan
pembelajaran. IPA dan IPS seringkali dianggap sebagai mata pelajaran yang sulit bagi siswa
sekolah dasar. Konsep yang abstrak, keterbatasan fasilitas laboratorium, dan beragamnya
minat belajar siswa menjadi beberapa kendala yang dihadapi guru. Untuk mengatasi tantangan
tersebut diperlukan berbagai strategi pembelajaran yang inovatif. Salah satu pilihannya adalah
dengan menggunakan handout sebagai sumber belajar tambahan.
Handout membantu siswa memvisualisasikan konsep abstrak dan memberikan latihan
yang dapat diselesaikan secara mandiri (Arifin, 2014). Handout adalah media elektronik yang
menyajikan materi dengan ringkas dan bersumber dari beberapa literatur yang relevan. handout
ini dapat digunakan sebagai sumber informasi untuk penjelasan konsep tentang topik
keragaman budaya. Materi pembelajaran yang dibuat dengan ringkas ini, akan menjadi
alternatif dari penggunaan handout yang dibuat dan sudah dimodifikasi dari media yang
tersedia di sekolah.handout yang dibuat dengan, cara ini juga dapat digunakan sebagai sumber
informasi tambahan (Laela dan Risnaningsih, 2021). Berdasarkan hasil observasi yang
dilakukan di SD Babatan 01 terdapat pada salah satu permasalahan yang ditemukan yaitu
kurangnya penggunaan media pembelajaran, oleh pendidik saat proses pembelajaran di
sekolah yang mengakibatkan kesulitan belajar dalam mata pelajaran IPAS, peserta didik
merasa bosan dan kurang minat belajar pelajaran IPAS, tidak bersemangat mengikuti proses
pembelajaran mata pelajaran IPAS dikarenakan saat proses pembelajaran pendidik lebih
banyak menggunakan metode ceramah, guru masih menggunakan media seperti isi buku yang
terlalu banyak tulisan, dan masih mengunakan penggunaan LKS sebagai pendukung dari
proses pembelajaran.
Permasalahan yang dialami oleh pendidik dalam penerapan pembelajaran IPAS yaitu
banyaknya objek dan hal-hal yang harus dipahami pada materi pembelajaran mengakibatkan
peserta didik menjadi jenuh, bosan dan kurang motivasi dalam proses pembelajaran (Tiara,
2020). Penelitian ini bertujuan untuk menggembangkan sebuah handout, untuk meningkatkan
minat untuk peserta didik. selain itu guru juga membutuhkan penggunaan media yang dapat
membantu dalam penyampaian materi dan memudahkan belajar peserta didik sehingga tujuan
pembelajaran dapat tercapai. Salah satu bahan pembelajaran yang digunakan untuk mencapai
tujuan pembelajaran adalah handout.
PANUNTUN (Jurnal Budaya, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif)
Vol. 1, No. 4, Desember 2024, page: 223-230
E-ISSN: 3047-2288
225
Rafidah Tsaqibah Falihah et.al (Pengembangan Media Handout pada….)
2.
Metode
Penelitian ini dilakukan di SD Negeri Babatan 01 Surabaya pada siswa kelas VB pada
Kamis, 14 November 2024. Metode penelitian yang digunakan adalah Metode Research and
Development (R&D). Produk yang dikembangkan berupa media Handout dengan mata
pelajaran IPAS pada bab VIII dengan materi Daerah Kebanggaanku, yang berfungsi sebagai
sumber belajar bagi siswa kelas V tahun ajaran 2024/ 2025. Penelitian ini merupakan penelitian
Research and Development (R&D). R&D merupakan metode penelitian yang bertujuan untuk
menciptakan produk tertentu serta menguji tingkat keefektifannya (Amile dan Reesnes, 2015).
Sedangkan menurut Sukmadinata (2009) Research and Development (R&D) adalah proses
atau tahapan yang dilakukan untuk menciptakan produk baru atau meningkatkan produk yang
sudah ada secara bertanggung jawab. Setelah media dikembangkan oleh peneliti, terdapat
beberapa tahapan yang dilaksanakan, yaitu uji validitas materi, uji validitas bahasa, dan uji
validitas desain. Media handout IPAS yang dikembangkan dinilai sangat praktis dan layak
digunakan untuk meningkatkan motivasi belajar peserta didik di sekolah.
Teknik pengumpulan data pada Penelitian ini adalah teknik non-tes yang meliputi
kuesioner/ angket untuk mengukur pengaruh penggunaan media Handout IPAS sebagai
sumber belajar siswa kelas V Sekolah Dasar, lalu observasi untuk melihat dan mengamati
kondisi nyata, serta dokumentasi berupa tulisan dan foto selama pelaksanaan penelitian.
Kredibilitas data dijamin dengan membandingkan data dari observasi, kuesioner/angket, dan
dokumentasi terhadap subjek penelitian. Penelitian ini berfokus pada materi tentang Daerah
Kebanggaanku. Data yang dikumpulkan mencakup pendapat guru terkait kebutuhan
pengembangan handout serta tanggapan siswa mengenai kelayakan handout sebagai sumber
pembelajaran. Data hasil pekerjaan siswa akan dianalisis dengan cara menghitung persentase
jawaban yang benar menggunakan rumus berikut:
Kriteria keberhasilan berdasarkan pengujian efektivitas dapat ditetapkan melalui
indikator berikut.
Tabel 1 Kriteria Efektivitas
Pengembangan handout dalam penelitian ini dianggap berhasil jika hasil analisis
kelayakannya mencapai lebih dari >70%, dianggap praktis jika mencapai 85% atau lebih, dan
dianggap efektif jika tuntas belajar dengan persentase siswa yang memperoleh nilai tes hasil
belajar ≥80% dari total siswa di kelas.
3.
Hasil dan Pembahasan
Hasil
Berdasarkan hasil observasi di SDN Babatan 01, khususnya di kelas VB, pengembangan
handout sebagai sumber belajar untuk materi Daerah Kebanggaanku mencakup beberapa
PANUNTUN (Jurnal Budaya, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif)
Vol. 1, No. 4, Desember 2024, page: 223-230
E-ISSN: 3047-2288
226
Rafidah Tsaqibah Falihah et.al (Pengembangan Media Handout pada….)
tahapan, yaitu analisis kebutuhan handout, evaluasi kelayakan desain, uji coba awal, dan uji
coba penggunaan. Hasil pengisian angket menunjukkan bahwa siswa kelas VB memberikan
respon positif terhadap penggunaan handout tersebut.
Kelayakan
Analisis terhadap evaluasi kelayakan yang dilakukan oleh validator bertujuan untuk
memperbaiki handout yang telah dikembangkan. Penilaian kelayakan dari validator materi dan
media dapat dilihat pada Tabel 2.
Tabel 2 Hasil validasi produk oleh validator
Kepraktisan
Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara keseluruhan, siswa memberikan tanggapan
positif terhadap pengembangan handout sebagai sumber belajar di kelas VB. Rekapitulasi hasil
angket siswa terkait keterbacaan booklet disajikan pada Tabel 3.
Tabel 3 Rekapitulasi angket respon siswa
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media pembelajaran handout sebagai
sumber belajar memperoleh respon positif dengan rata-rata sebesar 54,8%.
PANUNTUN (Jurnal Budaya, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif)
Vol. 1, No. 4, Desember 2024, page: 223-230
E-ISSN: 3047-2288
227
Rafidah Tsaqibah Falihah et.al (Pengembangan Media Handout pada….)
Keefektifan
Keefektifan media pembelajaran handout sebagai sumber belajar di kelas VB dinilai
berdasarkan hasil pengerjaan lembar soal siswa pada setiap lembar kerja individu. Hasil
tersebut ditampilkan pada Tabel 4.
Tabel 4 Hasil Belajar Siswa Menggunakan Media Handout Untuk Anak SD.
Berdasarkan analisis diatas, tingkat ketuntasan hasil belajar siswa kelas VB mencapai
84,2% dengan rata-rata nilai kelas sebesar 84,2. Hal ini menunjukkan bahwa sebagian besar
siswa memperoleh nilai ≥75. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penggunaan
handout dalam pembelajaran memiliki dampak positif terhadap hasil belajar siswa. Oleh
karena itu, handout sebagai media pembelajaran terbukti efektif dalam meningkatkan
pencapaian belajar siswa.
Pembahasan
Media pendidikan adalah alat, metode dan teknik yang digunakan dalam rangka lebih
mengefektifkan komunikasi dan interaksi antara guru dan siswa dalam proses pendidikan dan
pengajaran di sekolah (Hamalik, 2011). Media Pembelajaran merupakan alat bantu yang
digunakan dalam proses pembelajaran sebagai pembawa pesan-pesan atau informasi yang
bertujuan untuk menunjang proses pembelajaran serta mengandung maksud-maksud
pembelajaran (Sumiharsono, 2017). Sedangkan menurut (Aqib, 2013) Media Pembelajaran
merupakan segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan dan merangsang
PANUNTUN (Jurnal Budaya, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif)
Vol. 1, No. 4, Desember 2024, page: 223-230
E-ISSN: 3047-2288
228
Rafidah Tsaqibah Falihah et.al (Pengembangan Media Handout pada….)
terjadinya proses belajar pada peserta didik. Media pembelajaran yang dikembangkan
berdasarkan analisis kebutuhan adalah handout sebagai sumber belajar Sekolah Dasar yang
dikombinasikan dengan penerapan konsep dalam kehidupan sehari-hari dan disampaikan
dengan cara yang menyenangkan.
Bahan
ajar merupakan salah satu komponen pendukung di
dalam proses pembelajaran, hal ini dapat membantu guru dalam menyampaikan materi.
Media handout merupakan media berbasis teknologi cetak, yang digunakan untuk
menyajikan informasi dalam bentuk yang menyenangkan, menarik, mudah dimengerti, dan
jelas. Handout biasanya merupakan bahan ajar yang tertulis yang diharapkan dapat mendukung
bahan ajar lainnya atau penjelasan dari guru (Majid, 2009). Handout merupakan bahan ajar
tertulis yang berisi konsep-konsep penting dari suatu materi sehingga dapat memudahkan
pembaca dalam menguasai, memahami, dan mengingat konsep konsep yang dipelajari (Hera,
2014). Media berbasis teknologi cetak adalah cara untuk menyampaikan materi, seperti buku
dan materi visual statis terutama melalui proses pencetakan mekanis atau fotografis.
Handout ini berfungsi sebagai sumber belajar untuk siswa SD dan telah
diimplementasikan sebagai salah satu media pembelajaran. Berdasarkan data dari guru dan
siswa, mereka menyatakan lebih tertarik dan antusias belajar menggunakan media handout.
Pada dasarnya penyajian handout ini menggunakan banyak gambar dan warna sehingga
memberikan tampilan yang menarik. Siswa biasanya menyukai bacaan yang menarik dan
banyak gambar atau warna hal tersebut karena visual bisa memberikan efek baru pada sebuah
pembelajaran sehingga para siswa tidak merasa monoton saat belajar.
Pada tahap pengembangan media handout diawali dengan validasi oleh tim guru. Tahap
ini bertujuan memvalidasi media pembelajaran yang dikembangkan sebelum diuji cobakan.
Selain itu, uji kelayakan terhadap media handout perlu dilakukan guna mengetahui kelayakan
media tersebut sebelum digunakan dalam pembelajaran. Berdasarkan penilaian dari validator,
kelebihan handout ini terletak pada kemudahan penggunaan dan kesederhanaannya. Dengan
adanya media handout ini akan menjadi salah satu kriteria dalam membuat atau memilih
sumber belajar media berbentuk handout yang telah dibuat.
Materi yang disajikan dalam handout merupakan materi daerah kebanggaanku,
khususnya ciri khas yang ada di kehidupan sehari-hari seperti di rumah, sekolah seperti
makanan daerah tempat tinggal, rumah adat setempat, dan lain lain. Selain itu handout yang
berisikan tentang informasi-informasi penting disertai gambar ilustrasi memudahkan peserta
didik menggunakan dalam proses pembelajaran. Hal tersebut karena handout bersifat
informatif, desainnya yang menarik dapat menimbulkan rasa ingin tahu, sehingga peserta didik
bisa memahami dengan mudah apa yang disampaikan dalam proses pembelajaran.
Pada saat proses pembelajaran guru menyampaikan pembelajaran dengan media yang
telah direncanakan, Media handout merupakan media berbasis teknologi cetak, yang
digunakan untuk menyajikan informasi dalam bentuk yang menarik, mudah dipahami, dan
jelas. Media berbasis teknologi cetak adalah cara untuk menyampaikan materi, seperti buku
dan materi visual statis. Secara keseluruhan siswa pada uji coba memberikan tanggapan positif
terhadap media handout alasannya yaitu karena handout ini memberikan penampilan bahan
ajar yang banyak menggunakan penjelasan berupa gambar serta warna-warna yang menarik,
sehingga siswa merasa tertarik dan senang saat melihat handout. Selain itu siswa juga
menyukai pembelajaran yang sifatnya mengaitkan materi dengan kejadian dalam kehidupan
sehari-hari di sekitar mereka. Hal tersebut dimaksudkan karena selama ini media yang
digunakan kurang variatif sehingga siswa terkesan bosan dan kurang memperhatikan apa yang
disampaikan oleh guru dan siswa juga merasa mengalami kesulitan apabila materi yang
diterima terlalu banyak. dari penyampaian materi menggunakan media handout ini para siswa
PANUNTUN (Jurnal Budaya, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif)
Vol. 1, No. 4, Desember 2024, page: 223-230
E-ISSN: 3047-2288
229
Rafidah Tsaqibah Falihah et.al (Pengembangan Media Handout pada….)
diharapkan lebih mengenal budaya-budaya mereka dengan hal yang baru dan juga guru bisa
membantu menumbuhkan rasa cinta terhadap budayanya yang nantinya akan ada potensi untuk
mengembangkannya. Penggunaan media handout memberikan pengaruh positif terhadap hasil
belajar siswa. Terlihat dari hasil penelitian yang menunjukkan bahwa media handout dengan
materi daerah kebangganku sebagai sumber belajar terbukti efektif dalam meningkatkan hasil
belajar siswa. Dengan begitu para siswa merasa sangat terbantu dalam meningkatkan skill
menambah pengetahuannya dan memberi dampak dalam perubahan belajar siswa tersebut
seperti dari segi pemahamannya, berpikir kritisnya, berpikir kreatifnya.
Berdasarkan hasil survey dan uji coba terhadap 25 siswa keberadaan media pembelajaran
handout sebagai sumber belajar pada materi daerah kebangganku ini sangat membantu guru
dan siswa dalam memahami materi meningkatkan semangat belajar siswa, yang memenuhi
kriteria valid, praktis, dan efektif. Penilaian terhadap kepraktisan handout sangat baik (92,6%
siswa), handout mudah dibawa, ringan, dan materi yang sudah terangkum sehingga ringkas
dan mudah dipahami karena berkaitan dengan lingkungan sekitar mereka.
4. Kesimpulan
Hasil pengembangan handout pada Materi Daerah Kebangganku kelas V yang di
dalamnya memuat materi, soal dan refleksi, handout dinyatakan layak digunakan dengan hasil
validasi oleh guru dengan rata-rata 39,9% kategori sangat layak serta dapat digunakan, dan
Handout dalam pembelajaran menunjukkan hasil praktis atau mudah digunakan dengan rata-
rata hasil angket siswa menunjukkan 54,8% dengan keterangan sangat praktis. Sedangkan
ketuntasan hasil belajar siswa dengan ≥75 pada uji coba pemakaian 80% dengan rata-rata nilai
84,2%. Pendidik dapat menggunakan media handout yang telah dikembangkan untuk
meningkatkan pemahaman dan mudah pada pendidik dan peserta didik dalam belajar sehingga
dapat berdampak pada hasil belajar peserta didik yang semakin meningkat. Dan media ini
dapat dikembangkan sebagai referensi dalam menghasilkan media yang menarik.
5. Daftar Pustaka
Arief S. Sadiman, dkk., 2006, Media Pendidikan: Pengertian, Pengembangan, dan
Pemanfaatannya, Jakarta: RajaGrafindo Persada.
Aqib, Zainal. 2013. Model-Model, Media, dan Strategi Pembelajaran Konstektual. Bandung:
CV Yrama Widya
Azhar Arsyad, 2005, Media Pembelajaran, Jakarta: RajaGrafindo Persada.
Bogdan, R. C., Biklen, S. K., (1992). Qualitative Research for Education: an Introduction to
Theory and Methods, Boston: Allyn & Bacon.
Dary, T., Prueter, B., Grinde, J., Grobschmidt, R., Evers, T. (2010). Pembelajaran Berkualitas
Tinggi yang Bertransformasi: Panduan untuk Menerapkan Pembelajaran Berbasis Layanan
Akademik yang Berkualitas. Wisconsin: Department of Public Instruction.
Gagne, RM (1985). Kondisi Pembelajaran. New York: Holt, Rinehart dan Winston.
Hamalik, Oemar. 2011. Proses Belajar Mengajar. Jakarta: Bumi Aksara.
Hera, Khairil dan Hasanudin. 2014. Pengembangan Handout Pembelajaran Embriologi
Berbasis Kontekstual pada Perkuliahan Perkembangan Hewan untuk Meningkatkan
Pemahaman Konsep Mahasiswa di Universitas Muhammadiyah Banda Aceh. Vol 2. No 2.
Universitas Muhammadyah Banda Aceh.
PANUNTUN (Jurnal Budaya, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif)
Vol. 1, No. 4, Desember 2024, page: 223-230
E-ISSN: 3047-2288
230
Rafidah Tsaqibah Falihah et.al (Pengembangan Media Handout pada….)
Hidayah, N., & Santosa, P. (2020). "Pengembangan Bahan Ajar Berbasis Problem Based
Learning untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa." Jurnal Pendidikan dan
Pembelajaran, 7(3), 1-10.
Joyce, B., & Weil, M., & Calhoun, E. (2003). Model Pengajaran (edisi ke-7). Boston: Allyn &
Bacon.
Karwono. (2007). Pemanfaatan Sumber Belajar dalam Upaya Peningkatan Kualitas dan Hasil
Pembelajaran. Jakarta: Metro.
Laela and Risnaningsih, “Review: Peran Handout Dalam Meningkatkan Hasil
Belajar Pada Pembelajaran Kimia a Review: The Role of Handouts in Improving Learning
Outcomes in Chemistry Learning,” UNESA Journal of Chemical Education 10, no. 2
(2021): 12230
Majid, A. 2009. Perencanaan Pembelajaran. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Nana Syaodih Sukmadinata (2009). Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: Remaja
Rosdakarya
Novitaningrum, M., Parmin, P., & Pamelasari, S. D. (2014). Pengembangan handout IPA terpadu
berbasis inkuiri pada tema mata untuk kelas ix siswa MTs Al-Islam Sumurrejo. Unnes
Science Education Journal, 3(2).
Parveen, Q. (2011). Effect of Cooperative Learning on Achievement of Students in General
Science at Secondary Level.
Prawiyogi, Anggy Giri, dkk. (2021). Penggunaan Media Big Book untuk Menumbuhkan Minat
Baca Siswa di Sekolah Dasar.
https://jbasic.org/index.php/basicedu/article/download/787/468
Sudrajat, A. (2008). Pengertian Pendekatan, Strategi, Metode, Teknik dan Model Pembelajaran.
Bandung: Sinar Baru Algensindo.
Sugiyono. (2015). Metode Penelitian Pendidikan (Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D).
Bandung: Alfabeta.
Sukiman, M. (Januari 2012). Pengembangan Media Pembelajaran. Jl. Kenanga, Maguwoharjo,
Depok,Sleman Yogya Science For Kids Sebagai Sumber Belajar Jakarta 55282:
Pedagogia.
Sumiharsono, dan Hasanah.2017. Media Pembelajaran. Jawa timur: cv. pustaka abadi.
Tiara Ira Afrilia, Jurnal Ilmiah Pendidikan Ekonomi 1, no. 1 (2020): 8999
Tiurida Intika. (April 2018). Pengembangan Media Booklet Di Sekolah Dasar. Jurnal Riset
Pendidikan Dasar.