TUMOUTOU SOCIAL SCIENCE JOURNAL (TSSJ)
Vol. 2, No. 2, Juli 2025, page: 74-79
E-ISSN: 3048-3093
74
Carolina Justevani Woisiri et.al (Strategi Pembelajaran Guru Dalam....)
Strategi Pembelajaran Guru Dalam Meningkatkan
Motivasi Belajar Siswa Melalui Mata Pelajaran PPKn
di SMA Advent Waropen Papua
Carolina Justevani Woisiri
a,1
, Julien Biringan
b,2
a,b
Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Manado
*1
julienbiringan@unima.ac.id
INFO ARTIKEL
ABSTRAK
Sejarah Artikel:
Diterima: 10 Agustus 2025
Direvisi: 25 Agustus 2025
Disetujui: 16 September 2025
Tersedia Daring: 1 Oktober 2025
Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan berbagai strategi yang
digunakan oleh guru dalam upaya meningkatkan motivasi belajar siswa
pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) di
SMA Advent Waropen, Papua. Latar belakang dari penelitian ini adalah
permasalahan rendahnya semangat belajar siswa terhadap mata pelajaran
PPKn. Hal ini terlihat dari kurangnya keterlibatan siswa dalam proses
pembelajaran, keterlambatan menyelesaikan tugas, serta capaian hasil
belajar yang masih di bawah harapan. Pendekatan yang digunakan dalam
penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data
dikumpulkan melalui wawancara, observasi langsung di kelas, serta telaah
dokumentasi. Temuan dalam penelitian ini mengungkapkan bahwa guru
PPKn di SMA Advent Waropen menerapkan strategi pembelajaran yang
disesuaikan dengan karakteristik peserta didik. Beberapa metode yang
digunakan antara lain diskusi kelompok, simulasi, penggunaan media
visual, serta pendekatan pembelajaran berbasis masalah (Problem-Based
Learning) dan debat. Selain itu, guru juga berperan sebagai pemberi
semangat dengan menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan
komunikatif, memberikan penghargaan (reward), serta melakukan
pendekatan secara personal kepada siswa. Strategi-strategi ini terbukti
berpengaruh positif terhadap peningkatan motivasi belajar, partisipasi
siswa dalam pembelajaran, serta pemahaman mereka terhadap materi
yang diajarkan dalam pelajaran PPKn.
Kata Kunci:
strategi pembelajaran
motivasi belajar
PPKn
Guru
SMA Advent Waropen Papua
ABSTRACT
Keywords:
learning strategies
learning motivation
PPKn
Teachers
Waropen Papua Adventist
High School
This study aims to describe various strategies used by teachers in an effort to
increase students' learning motivation in the subject of Pancasila and
Citizenship Education (PPKn) at Waropen Adventist High School, Papua. The
background of this study is the problem of low student enthusiasm for
learning subjects PPKn. This can be seen from the lack of student involvement
in the learning process, delay in completing assignments, and the
achievement of learning outcomes that are still below expectations. The
approach used in this study is a qualitative approach with a descriptive
method. Data was collected through interviews, direct observations in the
classroom, and documentation review. The findings in this study reveal that
PPKn teachers at Waropen Adventist High School apply learning strategies
that are tailored to the characteristics of students. Some of the methods used
include group discussions, simulations, the use of visual media, as well as
problem-based learning approaches and debates. In addition, teachers also
play a role as encouragers by creating a fun and communicative learning
atmosphere, giving rewards, and approaching students personally. These
strategies have been proven to have a positive effect on increasing learning
motivation, student participation in learning, and their understanding of the
material taught in PPKn lessons.
TUMOUTOU SOCIAL SCIENCE JOURNAL (TSSJ)
Vol. 2, No. 2, Juli 2025, page: 74-79
E-ISSN: 3048-3093
75
Carolina Justevani Woisiri et.al (Strategi Pembelajaran Guru Dalam....)
©2025, Carolina Justevani Woisiri, Julien Biringan
This is an open access article under CC BY-SA license
1. Pendahuluan
Pendidikan memiliki peran yang sangat penting dalam membentuk karakter dan
pengetahuan peserta didik, yang pada akhirnya turut menentukan perkembangan individu
maupun kemajuan masyarakat secara luas. Salah satu mata pelajaran yang berkontribusi besar
dalam membangun karakter siswa adalah Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn).
Pelajaran ini tidak hanya membahas aspek formal kewarganegaraan, tetapi juga menanamkan
nilai-nilai moral, etika, serta kesadaran berbangsa dan bernegara yang esensial. Untuk
mewujudkan proses pembelajaran PPKn yang optimal, diperlukan adanya dorongan motivasi
dan antusiasme belajar yang tinggi dari siswa. Dalam konteks ini, guru memiliki peranan yang
sangat vital dalam menumbuhkan semangat dan motivasi belajar tersebut.
Upaya untuk meningkatkan motivasi belajar siswa menjadi tugas utama seorang guru,
karena motivasi merupakan faktor penentu penting dalam pencapaian hasil belajar yang
optimal (Gunawan dkk, 2018). Motivasi belajar bisa muncul secara alami dari dalam diri siswa
maupun sebagai respons terhadap stimulus eksternal seperti peran guru, lingkungan keluarga,
dan komunitas sekitar. Dalam proses pembelajaran, terutama dalam mata pelajaran PPKn yang
memuat banyak materi konseptual dan normatif, motivasi sangat diperlukan agar siswa
mampu memahami dan menginternalisasi materi dengan baik.
Secara substansial, PPKn memiliki fungsi strategis dalam membentuk pribadi warga
negara yang cerdas, aktif, dan berkarakter. Melalui pembelajaran PPKn, siswa diharapkan
memiliki pemahaman yang baik tentang hak dan kewajiban sebagai warga negara, serta
mampu mengamalkan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Namun, pada
kenyataannya, motivasi belajar siswa terhadap pelajaran ini sering kali rendah. Hal tersebut
bisa disebabkan oleh kurang menariknya metode pembelajaran, minimnya keterkaitan materi
dengan pengalaman nyata siswa, maupun rendahnya kesadaran siswa terhadap pentingnya
nilai-nilai kewarganegaraan.
Situasi ini menunjukkan perlunya evaluasi terhadap strategi pembelajaran yang selama ini
digunakan. Guru dituntut untuk mampu memilih dan menerapkan strategi pembelajaran yang
sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik siswa, agar proses pembelajaran menjadi lebih
efektif dan menyenangkan. Strategi pembelajaran yang tepat tidak hanya mendukung
tercapainya tujuan pembelajaran, tetapi juga menciptakan dinamika kelas yang kondusif bagi
tumbuhnya motivasi belajar. Namun, strategi yang baik pun tidak akan berhasil tanpa
dukungan dari tenaga kependidikan yang kompeten dan situasi pembelajaran yang
memungkinkan.
Sebelum merancang strategi pembelajaran, guru perlu memahami kondisi riil di dalam
kelas, baik dari segi kemampuan siswa, lingkungan belajar, maupun dinamika psikologis
siswa. Dengan begitu, strategi yang diterapkan benar-benar mampu membantu siswa dalam
mengikuti pembelajaran dengan lebih fokus dan tidak mudah bosan.
Berdasarkan hasil observasi dan wawancara awal yang dilakukan di SMA Advent
Waropen Papua, ditemukan adanya permasalahan serius terkait rendahnya motivasi belajar
siswa dalam mengikuti pelajaran PPKn. Permasalahan ini berdampak pada partisipasi siswa di
kelas yang rendah, keterlambatan menyelesaikan tugas, serta nilai ujian yang kurang
memuaskan. Kompleksitas penyebab dari rendahnya motivasi tersebut mendorong perlunya
penelitian yang lebih mendalam untuk menemukan solusi yang tepat.
TUMOUTOU SOCIAL SCIENCE JOURNAL (TSSJ)
Vol. 2, No. 2, Juli 2025, page: 74-79
E-ISSN: 3048-3093
76
Carolina Justevani Woisiri et.al (Strategi Pembelajaran Guru Dalam....)
2. Metode
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif kualitatif.
Menurut Sugiyono (2018:213), metode kualitatif merupakan pendekatan penelitian yang
berlandaskan pada filosofi tertentu dan digunakan untuk meneliti fenomena dalam kondisi
alami. Dalam metode ini, peneliti berperan sebagai instrumen utama, dengan pengumpulan
data dan analisis yang lebih menekankan pada pemahaman makna. Sementara itu, deskriptif
dalam konteks penelitian kualitatif berarti memberikan gambaran rinci tentang peristiwa,
fenomena, atau situasi sosial yang sedang diteliti. Analisis data dilakukan dengan cara
menafsirkan, memahami, dan membandingkan data yang diperoleh selama proses penelitian.
Berdasarkan hal tersebut, dalam penelitian ini peneliti menggunakan metode kualitatif dengan
pendekatan deskriptif yang bersifat induktif, yakni dari hal-hal khusus menuju pemahaman
yang lebih umum. Selaras dengan pemikiran tersebut, proses penelitian kualitatif dapat
dianalogikan seperti seseorang yang sedang merencanakan piknik, di mana peneliti akan
memahami perkembangan penelitian secara bertahap setelah memasuki objek penelitian secara
langsung (Sugiyono, 2011:281).
Penelitian ini akan dilaksanakan di SMA Advent Waropen yang terletak di Papua.
Pelaksanaan penelitian direncanakan berlangsung selama dua bulan pada tahun ajaran
2024/2025. Dalam penelitian ini, peneliti akan mengumpulkan data primer dan sekunder yang
disesuaikan secara spesifik dengan kebutuhan penelitian, serta memanfaatkan informasi yang
sudah tersedia sebagai pelengkap data. Selanjutnya, peneliti akan mengolah data deskriptif
kualitatif yang berupa kata-kata dan perilaku yang berhubungan dengan fokus penelitian yang
diamati. Data diperoleh dari informan, termasuk guru PPKn dan siswa SMA Advent Waropen
Papua yang diperkirakan mampu memberikan informasi relevan. Selain itu, sumber data juga
berasal dari berbagai dokumen yang ada di sekolah tersebut. Peneliti juga melakukan
penelusuran dokumen berupa tulisan, gambar atau foto, biografi, kebijakan, serta data lain
yang dianggap penting dan mendukung kelengkapan data penelitian. Wawancara merupakan
teknik pengumpulan data dalam penelitian yang dilakukan melalui dialog langsung dengan
responden. Pelaksanaannya bisa berupa wawancara terstruktur, semi terstruktur, atau tidak
terstruktur, tergantung pada sejauh mana kerangka pertanyaan yang telah disiapkan
sebelumnya (Creswell, 2014). Observasi adalah metode pengumpulan data dengan cara
mengamati secara langsung dan seksama situasi atau kondisi di lokasi penelitian untuk
mendapatkan gambaran nyata atau memverifikasi data penelitian (Siregar & Partha, 2020:23).
Observasi dilakukan secara terencana, sistematis, dan dicatat agar dapat menjaga keandalan
serta validitas data sesuai dengan tujuan penelitian (Rahmani & Irpan, 2019). Dokumentasi
adalah teknik pengumpulan data yang menggunakan bahan-bahan tertulis atau visual. Teknik
ini dipilih untuk memperoleh informasi langsung dari sumber penelitian, seperti laporan
tertulis, peraturan, catatan kegiatan, foto, serta data relevan lainnya. Dokumentasi digunakan
sebagai pelengkap untuk memperkuat dan memastikan keakuratan data yang diperoleh dari
observasi dan wawancara (Sartika dkk., 2022).
Teknik analisis data yang diterapkan dalam penelitian ini adalah analisis data kualitatif.
Menurut Miles dan Huberman (dalam Sugiyono, 2011), proses analisis data kualitatif
dilakukan secara interaktif dan berkelanjutan hingga data benar-benar tuntas dianalisis.
Reduksi data berarti menyaring, merangkum, serta memfokuskan pada aspek-aspek penting
dari data yang diperoleh. Proses ini membantu menonjolkan tema dan pola yang relevan
sehingga data menjadi lebih ringkas dan memudahkan peneliti dalam pengumpulan data
berikutnya atau saat melakukan pencarian ulang data. Pada tahap ini, data disajikan dalam
bentuk yang terstruktur seperti uraian singkat, diagram, hubungan antar kategori, flowchart,
atau dalam bentuk narasi yang menggambarkan data secara sistematis sehingga mudah
dipahami. Kesimpulan dalam penelitian kualitatif adalah temuan baru yang sebelumnya belum
TUMOUTOU SOCIAL SCIENCE JOURNAL (TSSJ)
Vol. 2, No. 2, Juli 2025, page: 74-79
E-ISSN: 3048-3093
77
Carolina Justevani Woisiri et.al (Strategi Pembelajaran Guru Dalam....)
diketahui. Temuan ini dapat berupa deskripsi jelas dari objek penelitian yang sebelumnya
belum dipahami, hubungan sebab-akibat, interaksi antar variabel, atau bahkan pengembangan
hipotesis dan teori.
3. Hasil dan Pembahasan
Hasil wawancara dengan Ibu FN, guru PPKn di SMA Advent Waropen Papua,
mengungkapkan berbagai strategi pembelajaran yang diterapkan untuk meningkatkan motivasi
belajar siswa. Dari temuan ini, terlihat bahwa guru memiliki pemahaman yang mendalam
mengenai konsep strategi pembelajaran serta bagaimana menerapkannya secara kontekstual
dalam mata pelajaran PPKn. Menurut guru, strategi pembelajaran adalah suatu pendekatan
yang mencakup metode, teknik, dan tahapan yang dirancang secara sistematis guna mencapai
tujuan pembelajaran. Pemilihan strategi tidak hanya berdasarkan materi yang diajarkan, tetapi
juga mempertimbangkan karakteristik peserta didik, seperti gaya belajar, latar belakang, serta
kemampuan individu siswa. Pendekatan ini sejalan dengan prinsip pembelajaran
konstruktivistik yang menekankan penyesuaian proses belajar dengan pengalaman dan
kebutuhan siswa.
Dalam praktiknya, guru memperhatikan beberapa aspek penting saat memilih strategi
pembelajaran, seperti tujuan pembelajaran, karakteristik siswa, kondisi kelas, ketersediaan
waktu, serta pemanfaatan media dan sumber belajar yang relevan. Guru juga bersikap fleksibel
dalam menyesuaikan strategi dengan kebutuhan siswa. Misalnya, siswa yang kurang aktif
mendapatkan perhatian khusus melalui pendekatan personal dan diberikan tugas yang sesuai
dengan minatnya agar rasa percaya diri mereka dapat tumbuh. Beragam strategi digunakan
dalam pembelajaran PPKn, mulai dari diskusi kelompok, tanya jawab, presentasi, studi kasus,
simulasi peran, hingga proyek kecil. Guru juga mengimplementasikan strategi inovatif seperti
Problem-Based Learning (PBL), roleplay, dan debat, terutama untuk materi yang memerlukan
keterlibatan emosional dan pemikiran kritis siswa, seperti topik hak asasi manusia dan
demokrasi. Strategi-strategi ini efektif dalam meningkatkan keberanian siswa untuk
menyampaikan pendapat serta kemampuan berpikir kritis dan reflektif.
Guru juga menempatkan pentingnya peran dirinya dalam menciptakan suasana belajar
yang kondusif dan positif. Sebagai fasilitator dan motivator, guru berusaha menjadikan proses
pembelajaran menyenangkan dan bermakna. Salah satu upaya untuk meningkatkan motivasi
adalah dengan menghubungkan materi PPKn dengan konteks lokal, misalnya isu-isu sosial
yang ada di Papua, penggunaan media visual, pemberian tugas yang kreatif, serta memberikan
siswa kesempatan memilih bentuk tugas sesuai dengan minat mereka. Terkait motivasi belajar
siswa, guru mengamati adanya variasi antusiasme yang dipengaruhi oleh persepsi bahwa
PPKn hanya sekadar hafalan. Untuk mengatasi hal ini, guru terus berinovasi dalam metode
pengajaran dan memberikan pujian serta penghargaan sebagai bentuk penguatan positif yang
efektif meningkatkan partisipasi siswa. Selain itu, guru juga menerapkan pendekatan remedial
dengan penyederhanaan materi dan metode yang lebih kontekstual bagi siswa yang mengalami
kesulitan.
Strategi pembelajaran dalam PPKn diterapkan secara tematik dan kontekstual. Misalnya,
tema demokrasi diajarkan melalui metode debat, sedangkan tema hak asasi manusia
disampaikan melalui simulasi peran atau studi kasus. Pendekatan ini tidak hanya membantu
siswa memahami materi secara teori, tetapi juga menanamkan nilai-nilai moral dan sosial yang
terkandung dalam pelajaran PPKn. Secara keseluruhan, strategi pembelajaran yang diterapkan
oleh guru PPKn di SMA Advent Waropen dinilai efektif dalam meningkatkan motivasi belajar
siswa. Hal ini tercermin dari keterlibatan aktif siswa dalam pembelajaran serta peningkatan
kemampuan berpikir kritis mereka. Meski demikian, guru tetap menyadari pentingnya evaluasi
TUMOUTOU SOCIAL SCIENCE JOURNAL (TSSJ)
Vol. 2, No. 2, Juli 2025, page: 74-79
E-ISSN: 3048-3093
78
Carolina Justevani Woisiri et.al (Strategi Pembelajaran Guru Dalam....)
dan inovasi berkelanjutan agar strategi yang digunakan semakin optimal dan sesuai dengan
kebutuhan belajar siswa yang terus berkembang.
4. Kesimpulan
Hasil wawancara dan analisis data menunjukkan bahwa guru PPKn di SMA Advent
Waropen Papua memahami dengan baik konsep strategi pembelajaran dan mampu
mengaplikasikannya secara efektif dan sesuai konteks. Berbagai metode aktif digunakan
dalam proses pembelajaran, seperti diskusi kelompok, studi kasus, presentasi, simulasi peran,
debat, serta pendekatan Problem-Based Learning (PBL). Pemilihan strategi tersebut
didasarkan pada tujuan pembelajaran, karakteristik siswa, kondisi kelas, serta relevansi materi
dengan situasi nyata. Dalam perannya, guru tidak hanya sebagai pengajar, tetapi juga sebagai
fasilitator, motivator, dan pembimbing yang menciptakan suasana belajar yang positif dan
menyenangkan. Untuk meningkatkan motivasi siswa, guru mengaitkan materi dengan konteks
lokal Papua, memberikan tugas yang kreatif dan sesuai minat siswa, serta menerapkan
pemberian pujian dan penghargaan sebagai bentuk penguatan positif. Selain itu, pendekatan
personal juga dilakukan untuk siswa yang kurang termotivasi dengan menyesuaikan metode
dan teknik pembelajaran agar lebih sesuai dan mudah dipahami. Secara keseluruhan, strategi
pembelajaran yang diterapkan dinilai efektif karena mampu meningkatkan keaktifan siswa,
memperkuat rasa percaya diri, serta mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan reflektif.
Meskipun demikian, guru tetap menyadari pentingnya melakukan evaluasi dan pengembangan
strategi secara berkelanjutan agar dapat terus menyesuaikan dengan perubahan kebutuhan
belajar siswa..
5. Daftar Pustaka
Abdul Majid. (2013). Strategi Pembelajaran. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Anggareni, N. W., Ristiati, N. P., & Widiyanti, N. L. P. M. (2013). Implementasi strategi
pembelajaran inkuiri terhadap kemampuan berpikir kritis dan pemahaman konsep IPA
siswa SMP. Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia, 3(1).
Arianti, A. (2019). Peranan guru dalam meningkatkan motivasi belajar siswa. Didaktika:
Jurnal Kependidikan, 12(2), 117-134.
Arifin, M. (2017). Strategi manajemen perubahan dalam meningkatkan disiplin di perguruan
tinggi. EduTech: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Ilmu Sosial, 3(1), 117-132.
Asrori, M. (2013). Pengertian, tujuan, dan ruang lingkup strategi pembelajaran. Madrasah:
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Dasar, 5(2), 26.
Astriyani, A., Triyono, T., & Hitipeuw, I. (2018). Hubungan motivasi belajar dan tindakan
guru dengan prestasi belajar siswa dengan latar belakang broken home kelas V sekolah
dasar. Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan, 3(6), 806-809.
Biringan, J. (2014). Pendidikan kewarganegaraan sebagai pendidikan nilai moral. Jurnal Ilmu
Pendidikan, 7(11), 17-26.
Creswell, J. (2014). Research Design: Qualitative, Quantitative, and Mixed Methods
Approaches. [Publisher].
Gunawan, G., Kustiani, L., & Hariani, L. S. (2018). Faktor-faktor yang mempengaruhi hasil
belajar siswa. Jurnal Penelitian dan Pendidikan IPS, 12(1), 14-22.
TUMOUTOU SOCIAL SCIENCE JOURNAL (TSSJ)
Vol. 2, No. 2, Juli 2025, page: 74-79
E-ISSN: 3048-3093
79
Carolina Justevani Woisiri et.al (Strategi Pembelajaran Guru Dalam....)
Gurusinga, P., & Sibarani, R. (2011). Analisis rata-rata nilai fisika dengan metode
ekspositori dan inkuiri di fakultas teknik Universitas Satya Negara Indonesia. Jurnal
Ilmiah Universitas Satya Negara Indonesia, 4(2), 28-36.
Hamalik, O. (2013). Kurikulum dan Pembelajaran. Jakarta: PT Bumi Aksara.
Hamzah B. Uno. (2021). Teori Motivasi dan Pengukurannya. Jakarta: Bumi Aksara.
Isjoni, J. (2013). Cooperative Learning: Mengembangkan Kemampuan Belajar Kelompok.
Bandung: Alfabeta.
Magdalena, I., dkk. (2020). Pembelajaran pendidikan kewarganegaraan di Sekolah Dasar
Negeri Bojong 3 Pinang. Bintang: Jurnal Pendidikan dan Sains, 2(3), 418-430.
Martinis Yamin. Profesionalisasi Guru dan Implementasi KTSP. Jakarta: GP Press.
Maryati, E., Sholeh, M., Saputra, M. R., Viqri, D., Simarmata, D. E., Yunizha, T. D., &
Syafitr, A. (2024). Analisis strategi guru dalam meningkatkan motivasi belajar siswa di
kelas. Jurnal Inovasi, Evaluasi dan Pengembangan Pembelajaran (JIEPP), 4(2), 165-
170.
Mufatikhah, N., & Rondli, W. S. (2023). Strategi guru dalam motivasi belajar PPKn siswa
SD. Jurnal Educatio FKIP UNMA, 9(2), 465-471.
Poerwadarminta. (2011). Kamus Umum Bahasa Indonesia (Edisi ke-10). Jakarta: Balai
Pustaka.
Pohan, A. E. (2020). Konsep pembelajaran daring berbasis pendekatan ilmiah. Penerbit CV.
Sarnu Untung.
Rahmani, J., & Irpan, A. (2019). Pos pengembangan dan pemberdayaan masyarakat (P3M)
Desa Sukamaju. Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat, 3, 199-207.
Ratiah, R., & Lindawati, Y. I. (2022). Strategi guru dalam meningkatkan motivasi belajar
siswa di MA Negeri 1 Bojongmanik. ANWARUL, 2(3), 256-269.
Sartika, dkk. (2022). Pelatihan aplikasi Microsoft Word, Excel, dan PowerPoint pada siswa-
siswi di SMPN Kuatance. Jurnal Pengabdian Masyarakat, 712-721.
Siregar, M., & Parta, I. (2020, Juni). Mengatasi masalah belajar membaca melalui tutor di SD
Negeri 2 Selong. Jurnal Konseling Pendidikan, 4.
Sugiyono. (2011). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Sugiyono. (2018). Pendekatan Penelitian Pendidikan: Metode Penelitian Kualitatif,
Kuantitatif, dan Metode Penelitian Kombinasi.