TUMOUTOU SOCIAL SCIENCE JOURNAL (TSSJ)
Vol. 2, No. 2, Juli 2025, page: 80-87
E-ISSN: 3048-3093
80
Edna La’bi’ Sallao’ et.al (Strategi Guru PPKn Dalam Meningkatkan....)
Strategi Guru PPKn Dalam Meningkatkan
Kedisiplinan Siswa di SMP Muhammadiyah 2
Manado
Edna La’bi’ Sallao’
a,1*
, Apeles Lexi Lonto
b,2
, Julien Biringan
c,3*
a,b,c
Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Fakultas Ilmu Sosial. Universitas Negeri Manado
1*
Email: julienbiringan@unima.ac.id
INFO ARTIKEL
ABSTRAK
Sejarah Artikel:
Diterima: 10 Agustus 2025
Direvisi: 25 Agustus 2025
Disetujui: 16 September 2025
Tersedia Daring: 1 Oktober 2025
Kedisiplinan merupakan salah satu aspek penting dalam mewujudkan
lingkungan sekolah yang tertib, aman, dan nyaman bagi seluruh warga
sekolah. Akan tetapi, kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa
masih ada peserta didik yang belum sepenuhnya menampilkan sikap
disiplin. Kondisi ini menuntut adanya strategi khusus dari pendidik,
terutama guru PPKn yang memiliki tanggung jawab besar dalam
membentuk karakter siswa, termasuk sikap disiplin. Penelitian ini
bertujuan untuk menganalisis strategi yang digunakan guru PPKn
dalam menanamkan kedisiplinan di SMP Muhammadiyah 2 Manado
serta mengungkap faktor-faktor yang melatarbelakangi perilaku
indisipliner siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah
pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui
wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian
memperlihatkan bahwa guru menerapkan beberapa strategi, di
antaranya pengelolaan kelas yang baik, pembiasaan sikap disiplin,
sikap tegas dalam memberikan aturan, serta penerapan sanksi yang
mendidik. Faktor dominan yang memengaruhi kurangnya disiplin
siswa berasal dari ketidakharmonisan dalam keluarga dan pengaruh
buruk dari pergaulan teman sebaya. Berdasarkan temuan tersebut,
dapat disimpulkan bahwa peningkatan kedisiplinan siswa
membutuhkan sinergi dari berbagai pihak yang terkait.
Kata Kunci:
Strategi Guru
Disiplinan Siswa
SMP Muhammadiyah 2
Manado
ABSTRACT
Keywords:
Teacher Strategy
Student Discipline
Muhammadiyah 2 Junior
High School, Manado
Discipline is one of the important aspects in realizing an orderly, safe,
and comfortable school environment for all school residents. However,
the reality in the field shows that there are still students who have not
fully displayed a disciplined attitude. This condition requires a special
strategy from educators, especially PPKn teachers who have a great
responsibility in shaping student character, including discipline attitudes.
This study aims to analyze the strategies used by PPKn teachers in
instilling discipline in Muhammadiyah 2 Manado Junior High School and
to reveal the factors behind students' indisciplined behavior. The research
method used is a qualitative approach with data collection techniques
through interviews, observations, and documentation studies. The results
of the study showed that teachers implemented several strategies,
including good classroom management, habituation of discipline, strict
attitude in giving rules, and the application of educational sanctions. The
dominant factors that affect the lack of discipline of students come from
disharmony in the family and the bad influence of peer association. Based
on these findings, it can be concluded that improving student discipline
requires synergy from various related parties.
TUMOUTOU SOCIAL SCIENCE JOURNAL (TSSJ)
Vol. 2, No. 2, Juli 2025, page: 80-87
E-ISSN: 3048-3093
81
Edna La’bi’ Sallao’ et.al (Strategi Guru PPKn Dalam Meningkatkan....)
©2025, Edna La’bi’ Sallao’, Apeles Lexi Lonto, Julien Biringan
This is an open access article under CC BY-SA license
1. Pendahuluan
Pendidikan pada hakikatnya merupakan usaha sadar yang dilakukan orang dewasa untuk
membimbing generasi muda agar berkembang menjadi pribadi yang bertanggung jawab,
berkarakter, dan memiliki kesadaran moral yang baik. Salah satu nilai penting yang perlu
ditanamkan melalui proses pendidikan adalah disiplin. Disiplin memegang peranan sentral
dalam kehidupan, sebab dengan sikap disiplin seseorang mampu menata serta mengendalikan
diri secara teratur. Namun, meskipun nilai disiplin memiliki posisi yang sangat esensial,
praktiknya sering kali diabaikan dalam aktivitas sehari-hari (Manshur, 2019:1516). Dalam
rangka menciptakan kualitas pendidikan yang lebih baik, guru dituntut untuk mampu memilih
dan menerapkan strategi pembelajaran yang efektif. Hasriadi (2022:4) menjelaskan bahwa
strategi pembelajaran adalah rangkaian langkah, metode, dan teknik yang disusun pendidik
guna memfasilitasi proses belajar siswa agar lebih optimal. Pada konteks sekolah, disiplin
berfungsi sebagai salah satu penentu terciptanya iklim belajar yang tertib, nyaman, dan
kondusif. Disiplin sendiri dimaknai sebagai kesadaran untuk mematuhi aturan tanpa adanya
paksaan serta komitmen untuk tidak melakukan pelanggaran. Sikap patuh ini diharapkan
melekat secara konsisten baik di lingkungan rumah, sekolah, maupun masyarakat. Dalam
praktiknya, pembentukan sikap disiplin biasanya dilaksanakan melalui penetapan aturan dan
sanksi yang sesuai dengan bentuk kedisiplinan yang berlaku (Mamonto dkk., 2023).
Guru memiliki peran penting dalam menanamkan budaya disiplin di sekolah. Selain
berfungsi sebagai pendidik, guru juga menjadi figur pengganti orang tua yang membimbing,
mengarahkan, serta memberi perhatian pada siswa. Sayangnya, tingkat kedisiplinan peserta
didik di Indonesia masih relatif rendah jika dibandingkan dengan negara Jepang yang dikenal
kuat dengan budaya disiplin. Di sinilah guru Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan
(PPKn) memiliki posisi strategis, karena mata pelajaran ini menekankan pembentukan
karakter, di antaranya disiplin, tanggung jawab, cinta tanah air, serta sikap demokratis.
Zendrato dan Lase (2022) mengemukakan bahwa guru PPKn berperan dalam menanamkan
kesadaran siswa terhadap aturan sekolah melalui tiga fungsi utama: (1) sebagai korektor, yaitu
menilai dan mengevaluasi perilaku siswa; (2) sebagai motivator, yakni memberi dorongan agar
peserta didik taat pada tata tertib; dan (3) sebagai pembimbing, yakni mengarahkan siswa
untuk hidup sesuai aturan. Meski demikian, guru PPKn juga menghadapi tantangan, terutama
karena perbedaan karakter dan sifat siswa yang kerap mengabaikan nasihat guru. Untuk
mengatasi hal ini, guru biasanya melakukan berbagai upaya seperti memberikan pengingat
secara berulang, menampilkan keteladanan, serta melakukan pendekatan personal kepada
siswa yang melanggar aturan.
Berdasarkan hasil observasi awal peneliti ketika melaksanakan Pengenalan Lapangan
Persekolahan (PLP) di SMP Muhammadiyah 2 Manado, ditemukan sejumlah pelanggaran
disiplin, misalnya siswa datang terlambat, membolos, melanggar ketentuan berpakaian, hingga
tidak memperhatikan pelajaran karena lebih sibuk bercerita atau bermain saat guru mengajar.
Kondisi ini tidak terjadi tanpa sebab, melainkan dipengaruhi oleh faktor eksternal seperti
lingkungan sosial dan keluarga. Temuan ini memperlihatkan bahwa tingkat kedisiplinan siswa
di sekolah tersebut masih rendah. Oleh karena itu, dibutuhkan strategi khusus dari guru,
khususnya guru PPKn, untuk membina kedisiplinan siswa yang berorientasi pada
pembentukan karakter.
TUMOUTOU SOCIAL SCIENCE JOURNAL (TSSJ)
Vol. 2, No. 2, Juli 2025, page: 80-87
E-ISSN: 3048-3093
82
Edna La’bi’ Sallao’ et.al (Strategi Guru PPKn Dalam Meningkatkan....)
2. Metode
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Menurut
Sahir (2021:41), penelitian kualitatif merupakan suatu cara untuk memahami suatu fenomena
secara mendalam melalui pengkajian yang bersifat menyeluruh. Pendekatan deskriptif dalam
penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran yang jelas dan rinci mengenai berbagai
fakta serta fenomena yang ditemukan di lapangan. Wekke dkk. (2019:35) menegaskan bahwa
penelitian deskriptif berorientasi pada pengungkapan teori melalui keterlibatan langsung
peneliti di lokasi penelitian. Ciri utamanya adalah peneliti bertindak sebagai pengamat,
melakukan pengkategorian terhadap perilaku, mendokumentasikan fenomena secara sistematis
melalui catatan lapangan, tidak memanipulasi variabel, dan lebih menekankan pada kondisi
yang berlangsung secara alamiah. Penelitian ini dilaksanakan di SMP Muhammadiyah 2
Manado, yang berlokasi di Jalan Arie Lasut No. 11, Kelurahan Ternate Tanjung, Kecamatan
Singkil, Kota Manado. Kegiatan penelitian dilaksanakan pada semester genap tahun ajaran
2024/2025, menyesuaikan dengan jadwal yang telah disusun peneliti untuk melaksanakan
seluruh tahapan penelitian. Menurut Sahir (2021:44-45), instrumen penelitian dalam metode
kualitatif dipahami sebagai alat yang dipakai untuk menggali dan memperoleh informasi.
Dalam hal ini, peneliti sendiri berperan langsung sebagai instrumen utama dengan cara turun
ke lapangan, melakukan interaksi berupa tanya jawab bersama informan, maupun melibatkan
pihak lain dengan mekanisme serupa.
Pada penelitian ini, instrumen utama yang digunakan adalah teknik wawancara. Sahir
(2021:46) menyebutkan bahwa wawancara merupakan salah satu metode pengumpulan data
yang dilakukan melalui dialog antara peneliti dan informan, dengan tujuan memperoleh
informasi yang relevan dengan fokus kajian penelitian. Sumber data merupakan asal
diperolehnya informasi yang digunakan dalam suatu penelitian. Menurut Wekke dkk.
(2019:14), dalam penelitian kualitatif sumber data primer biasanya diperoleh melalui
wawancara dengan informan. Informan tersebut dipilih secara khusus dari individu-individu
yang dianggap memiliki peran, pengetahuan, maupun pengalaman yang sesuai dengan isu
yang sedang diteliti. Dalam kajian ini, karena teknik pengumpulan data yang digunakan adalah
wawancara, maka sumber data utama berasal dari guru mata pelajaran PPKn serta sejumlah
siswa di SMP Muhammadiyah 2 Manado. Metode ini dilakukan dengan cara berdialog
langsung antara peneliti dan informan. Pertanyaan yang diajukan berhubungan dengan fokus
penelitian, sementara informan memberikan jawaban berdasarkan pengalaman maupun
pengetahuan yang dimilikinya. Pengumpulan data dilakukan melalui pengamatan langsung di
lokasi penelitian. Dengan cara ini, peneliti dapat melihat secara nyata bagaimana guru
melaksanakan upaya pembinaan disiplin pada siswa, sehingga diperoleh pemahaman yang
utuh mengenai situasi di lapangan. Metode ini berfungsi sebagai pelengkap data, berupa arsip
sekolah, catatan tertulis, maupun bukti visual seperti foto yang relevan dengan permasalahan
yang sedang dikaji.
Teknik analisis data pada penelitian ini dilakukan melalui tiga tahapan utama, yaitu
reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Sahir (2021:4748) menjelaskan
bahwa analisis data kualitatif perlu dilaksanakan secara terarah agar fokus penelitian tidak
menyimpang. Tahap ini dilakukan dengan menyaring, merangkum, serta memilih informasi
yang dianggap penting dan relevan dengan topik penelitian. Proses reduksi berlangsung sejak
awal pengumpulan data hingga tahap akhir, sehingga peneliti dapat memperoleh inti dari data
lapangan secara lebih terarah. Pada tahap ini, data yang telah diperoleh disusun secara
sistematis agar lebih mudah dipahami. Mengingat data kualitatif umumnya berbentuk
deskripsi panjang, maka penyajiannya dilakukan dalam bentuk ringkasan yang terorganisasi
tanpa menghilangkan makna pokok, sehingga mempermudah proses analisis lanjutan. Tahap
terakhir adalah merumuskan kesimpulan berdasarkan data yang telah dianalisis. Kesimpulan
TUMOUTOU SOCIAL SCIENCE JOURNAL (TSSJ)
Vol. 2, No. 2, Juli 2025, page: 80-87
E-ISSN: 3048-3093
83
Edna La’bi’ Sallao’ et.al (Strategi Guru PPKn Dalam Meningkatkan....)
diperoleh dengan cara menghubungkan temuan lapangan dengan teori atau konsep yang
relevan, sehingga makna dari data dapat ditafsirkan secara akurat.
3. Hasil dan Pembahasan
Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik wawancara dan
observasi terhadap guru mata pelajaran PPKn serta sejumlah siswa di SMP Muhammadiyah 2
Manado. Tujuan utama penelitian adalah menganalisis strategi guru dalam membentuk
kedisiplinan serta menelaah faktor-faktor yang memengaruhi perilaku disiplin peserta didik.
Data yang terkumpul kemudian diolah berdasarkan dua indikator utama, yaitu strategi guru
dan tingkat kedisiplinan siswa, diantaranya melalui:
A. Indikator Strategi Guru
1. Perencanaan Pembelajaran
Guru PPKn (R.M) menjelaskan bahwa ia selalu mempersiapkan pembelajaran dengan
berpedoman pada modul ajar, menyiapkan materi, memilih metode yang sesuai, serta
melengkapi dengan media seperti buku maupun video. Berdasarkan tanggapan siswa,
sebagian menilai proses pembelajaran terstruktur dengan tujuan jelas, sementara yang
lain merasa kadang tujuan belum disampaikan secara eksplisit. Hasil observasi
memperlihatkan bahwa siswa tetap mengikuti pembelajaran dengan tertib, sehingga
dapat disimpulkan bahwa perencanaan yang dilakukan guru cukup efektif.
2. Penerapan Metode Pembelajaran
Guru memanfaatkan berbagai metode, antara lain ceramah, diskusi, studi kasus, hingga
project based learning. Variasi ini bertujuan agar pembelajaran tidak monoton
sekaligus menanamkan nilai-nilai seperti disiplin, tanggung jawab, kerja sama,
solidaritas, dan berpikir kritis. Respon siswa menunjukkan apresiasi positif; sebagian
menyukai diskusi karena memberi kesempatan bertukar pikiran, sementara yang lain
lebih tertarik pada studi kasus dan proyek yang relevan dengan kehidupan nyata. Hal
ini menunjukkan bahwa metode yang variatif mampu mendorong siswa lebih aktif,
antusias, dan tidak cepat bosan.
3. Pemberian Motivasi
Dalam kegiatan belajar, guru berusaha memberikan dorongan melalui pujian,
penghargaan, dan suasana kelas yang menyenangkan. Menurut siswa, motivasi tersebut
menumbuhkan semangat belajar dan rasa percaya diri. Dengan demikian, motivasi guru
terbukti berpengaruh terhadap antusiasme serta partisipasi siswa dalam pembelajaran.
4. Pengelolaan Kelas
Guru menjelaskan bahwa ia berupaya menciptakan suasana kelas kondusif dengan
menyesuaikan metode pada minat siswa, menyelingi pembelajaran dengan kuis atau ice
breaking, serta memberikan tugas individu maupun kelompok. Jika terjadi
pelanggaran, guru lebih memilih pendekatan persuasif melalui dialog, kemudian
memberikan sanksi ringan bila diperlukan. Observasi menunjukkan bahwa strategi ini
berhasil menjaga fokus belajar siswa dan mempertahankan ketertiban kelas.
B. Indikator Kedisiplinan Siswa
1. Kehadiran dan Ketepatan Waktu
Menurut guru PPKn, tingkat kehadiran siswa tergolong baik, meskipun masih ada yang
datang terlambat atau tidak hadir tanpa keterangan. Untuk menanamkan kebiasaan
disiplin, siswa diharuskan hadir sebelum apel pagi, masuk kelas tepat waktu, dan
melakukan piket kebersihan. Apabila aturan dilanggar, guru memberi teguran hingga
sanksi ringan seperti memungut sampah atau membersihkan kelas. Hasil wawancara
dengan siswa memperlihatkan bahwa keterlambatan disebabkan oleh berbagai faktor,
seperti jarak rumah, kebiasaan bangun terlambat, maupun membantu orang tua di
TUMOUTOU SOCIAL SCIENCE JOURNAL (TSSJ)
Vol. 2, No. 2, Juli 2025, page: 80-87
E-ISSN: 3048-3093
84
Edna La’bi’ Sallao’ et.al (Strategi Guru PPKn Dalam Meningkatkan....)
rumah. Secara keseluruhan, sistem pembiasaan yang diterapkan cukup efektif dalam
mengurangi keterlambatan dan ketidakhadiran.
2. Ketaatan terhadap Tata Tertib Sekolah
Guru menilai latar belakang keluarga dan pengaruh teman sebaya menjadi faktor utama
yang memengaruhi kedisiplinan siswa. Tidak sedikit peserta didik yang melanggar
aturan, misalnya membolos atau mengganggu jalannya pembelajaran. Untuk
menanggulangi hal tersebut, sekolah menerapkan langkah tegas seperti menutup pagar
pukul 07.15, menyampaikan konsekuensi pada apel, memeriksa kerapian setiap hari,
serta mengaitkan materi dengan nilai-nilai kedisiplinan. Menurut siswa, aturan sekolah
cukup jelas dan mudah dipahami. Hukuman ringan biasanya berupa membersihkan
kelas atau toilet, sedangkan pelanggaran serius dapat berujung pada pemanggilan orang
tua.
3. Disiplin dalam Mengikuti Proses Pembelajaran
Wawancara dengan guru menunjukkan bahwa sebagian besar siswa sudah mengikuti
pelajaran dengan tertib, walau masih ada yang kurang fokus. Guru menegur dengan
tegas namun mendidik, kadang menyelipkan permainan sederhana atau ice breaking
agar konsentrasi kembali terjaga. Hasil wawancara siswa mengonfirmasi hal tersebut;
mayoritas mengaku bisa fokus, meski ada yang sulit berkonsentrasi pada jam terakhir.
Guru biasanya menegur, memberi nasihat, atau hukuman ringan seperti menghafal teks
atau menyanyi lagu nasional.
4. Kepatuhan terhadap Instruksi Guru
Guru menekankan bahwa instruksi harus disampaikan dengan bahasa sederhana,
konsisten, dan disertai keteladanan. Sebagian besar siswa berusaha mematuhi arahan
guru, namun beberapa masih mengalami kesulitan memahami instruksi, sehingga perlu
bertanya kepada teman atau guru. Kesimpulannya, sikap patuh siswa cukup baik,
meski masih memerlukan pembiasaan.
5. Tanggung Jawab dalam Menyelesaikan Tugas
Respon siswa terhadap tugas beragam: ada yang langsung mengerjakan dengan serius,
ada pula yang menunda. Faktor ketertarikan terhadap materi menjadi penentu
antusiasme. Sebagian siswa mengumpulkan tepat waktu, sementara yang lain terlambat
dengan alasan lupa atau ada tugas lain. Guru biasanya memberi kesempatan tambahan
dengan teguran, nasihat, atau pengurangan nilai. Tindakan ini ditujukan untuk
menumbuhkan rasa tanggung jawab sekaligus kesadaran disiplin dalam menyelesaikan
tugas.
Kesimpulan Sementara, hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi guru PPKn di SMP
Muhammadiyah 2 Manado mencakup perencanaan matang, penggunaan metode bervariasi,
pemberian motivasi, serta pengelolaan kelas yang kondusif. Sementara itu, kedisiplinan siswa
tercermin dalam aspek kehadiran, ketaatan aturan, fokus belajar, kepatuhan instruksi, dan
tanggung jawab terhadap tugas. Kendati masih ada pelanggaran, upaya pembiasaan,
penegakan aturan, dan pemberian sanksi konsisten cukup efektif menanamkan nilai disiplin
pada siswa. Kesimpulan, hasil wawancara menunjukkan bahwa kedisiplinan siswa dalam
menyelesaikan tugas belum merata. Ada siswa yang konsisten mengumpulkan tugas sesuai
jadwal, tetapi ada pula yang masih sering menunda. Guru PPKn tetap memberikan kesempatan
bagi siswa yang terlambat mengumpulkan, namun bila keterlambatan dilakukan berulang kali,
guru mengambil langkah tegas dengan memberikan sanksi bersifat edukatif. Bentuk sanksi
tersebut bukan hukuman berat, melainkan latihan pembiasaan yang positif, seperti membantu
menjaga kebersihan kelas.
TUMOUTOU SOCIAL SCIENCE JOURNAL (TSSJ)
Vol. 2, No. 2, Juli 2025, page: 80-87
E-ISSN: 3048-3093
85
Edna La’bi’ Sallao’ et.al (Strategi Guru PPKn Dalam Meningkatkan....)
Pembahasan
Berdasarkan hasil penelitian, pembahasan difokuskan pada dua aspek pokok, yaitu strategi
guru PPKn dalam membangun kedisiplinan siswa serta faktor penyebab rendahnya disiplin,
sesuai dengan rumusan masalah yang ditetapkan.
A. Strategi Guru PPKn dalam Membentuk Kedisiplinan Siswa
Kedisiplinan menjadi unsur penting dalam pendidikan karena berhubungan dengan
keteraturan, rasa tanggung jawab, serta penghormatan terhadap aturan yang berlaku.
Berdasarkan hasil pengamatan di SMP Muhammadiyah 2 Manado, masih terdapat siswa yang
menunjukkan perilaku tidak disiplin, seperti datang terlambat, tidak mengikuti pelajaran,
berbicara saat guru mengajar, bahkan absen tanpa alasan jelas. Untuk menanggulangi hal
tersebut, guru PPKn menerapkan sejumlah strategi, di antaranya:
1. Pengelolaan kelas: Guru berpegang pada modul ajar, menggunakan berbagai metode
seperti diskusi, studi kasus, maupun pembelajaran berbasis proyek. Untuk menjaga
konsentrasi, guru menyisipkan kegiatan singkat seperti ice breaking, serta tetap
menjaga ketegasan agar kelas terkendali.
2. Pembiasaan: Siswa dibiasakan untuk hadir sebelum apel, masuk kelas tepat waktu,
berpakaian sesuai aturan, dan menyerahkan tugas sesuai jadwal. Guru juga
menampilkan teladan dengan menunjukkan kedisiplinan pribadi.
3. Ketegasan: Guru menegaskan aturan dengan sikap konsisten. Tegas dalam hal ini tidak
berarti keras, tetapi menunjukkan komitmen dalam menjaga keteraturan.
4. Sanksi edukatif: Bagi siswa yang melanggar aturan, guru memberikan konsekuensi
berupa tugas yang mendidik, seperti membersihkan kelas, memungut sampah, atau
menghafalkan teks kebangsaan.
5. Pemberian tugas: Penugasan rutin, baik individu maupun kelompok, berfungsi melatih
tanggung jawab, manajemen waktu, serta fokus belajar siswa.
B. Faktor yang Mempengaruhi Rendahnya Disiplin Siswa
Berdasarkan wawancara, ditemukan dua faktor dominan yang memengaruhi kedisiplinan
siswa, diantaranya kondisi keluarga: Siswa yang berasal dari keluarga kurang harmonis sering
kali tidak memperoleh perhatian dan arahan optimal, sehingga berdampak pada sikap di
sekolah. Lingkungan teman sebaya: Beberapa siswa cenderung mengikuti perilaku temannya
yang melanggar aturan agar merasa diterima dalam kelompok. Kedua faktor tersebut
menunjukkan bahwa persoalan kedisiplinan tidak hanya bergantung pada diri siswa,
melainkan dipengaruhi pula oleh kondisi keluarga dan lingkungan sosial. Oleh karena itu,
kolaborasi antara guru, orang tua, dan pihak sekolah sangat diperlukan dalam menumbuhkan
sikap disiplin pada siswa.
4. Kesimpulan
Berdasarkan temuan penelitian melalui wawancara dan observasi di SMP
Muhammadiyah 2 Manado, dapat diketahui bahwa guru PPKn menggunakan berbagai strategi
untuk menanamkan kedisiplinan pada siswa. Strategi yang dimaksud meliputi:
a. Pengelolaan kelas yang baik, di mana guru mampu mengarahkan siswa secara efektif
sehingga suasana pembelajaran tetap kondusif, menyenangkan, dan fokus. Dengan
kondisi tersebut, kebosanan yang sering memicu pelanggaran disiplin dapat
diminimalisir.
b. Pembiasaan perilaku tertib, seperti membangun rutinitas hadir di sekolah sebelum pukul
07.00, memasuki kelas sesuai jadwal, dan pulang tepat waktu. Konsistensi dalam rutinitas
ini membantu siswa terbiasa bersikap disiplin dalam kegiatan sehari-hari.
c. Sikap tegas dari guru, yang ditunjukkan melalui arahan dan instruksi yang konsisten
sehingga siswa menyadari pentingnya kepatuhan terhadap aturan yang berlaku.
TUMOUTOU SOCIAL SCIENCE JOURNAL (TSSJ)
Vol. 2, No. 2, Juli 2025, page: 80-87
E-ISSN: 3048-3093
86
Edna La’bi’ Sallao’ et.al (Strategi Guru PPKn Dalam Meningkatkan....)
d. Penerapan sanksi mendidik, di mana setiap pelanggaran diberikan konsekuensi yang
bersifat pembinaan, bukan hukuman yang memberatkan. Hal ini bertujuan agar siswa
tidak mengulangi kesalahan yang sama.
e. Pemberian tugas secara berkesinambungan, yang berfungsi membentuk pola belajar
teratur sekaligus melatih tanggung jawab, sehingga perilaku disiplin siswa dapat semakin
berkembang.
Selain strategi di atas, hasil penelitian juga menunjukkan adanya faktor-faktor yang
memengaruhi rendahnya kedisiplinan siswa, yaitu:
a. Kondisi keluarga, beberapa siswa berasal dari keluarga yang kurang harmonis atau
kurang memberikan perhatian, sehingga berpengaruh pada perilaku mereka di sekolah.
b. Lingkungan pertemanan, siswa kerap terpengaruh oleh perilaku teman sebaya yang tidak
disiplin, karena dianggap lebih menarik atau menyenangkan untuk diikuti.
5. Daftar Pustaka
Amala, A. K., & Kaltsum, H. U. (2021). Peran Guru Sebagai Pelaksana Layanan Bimbingan
dan Konseling dalam Menanamkan Kedisiplinan Bagi Peserta Didik Di Sekolah Dasar.
Research & Learning in Elementary Education, V(6), 5213-5220.
Baehaqi, M. L. (2020, April). Cooperative Learning Sebagai Strategi Penanaman Karakter
dalam Pembelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan di Sekolah. Jurnal
Pendidikan Karakter(1), 157-174.
Citriadin, Y. (2019). Pengantar Pendidikan. (Supardi, Penyunt.) Mataram: Fakultas Tarbiyah
dan Keguruan UIN Mataram.
Fadhli, M. N. (2021, April). Strategi Komunikasi Organisasi Di Mis Azzaky Medan. Journal
Ability: Journal of Education and Social Analysis, II(2), 8-21.
Fitri, E., & Afrida, Y. (2024, Februari). Strategi Guru BK Dalam Meningkatkan Kedisiplinan
Siswa Di SMA N 1 Tanjung Mutiara. Inspirasi Dunia: Jurnal Riset Pendidikan dan
Bahasa, III(1), 170-177.
Hasriadi. (2022). Strategi Pembelajaran. (Firman, Penyunt.) Bantul: Mata Kata Inspirasi.
Haudi . (2021). Strategi Pembelajaran. Solok: Insan Cendekia Mandiri.
Hidayat, R., & Abdillah. (2019). Ilmu Pendidikan "Konsep, Teori dan Aplikasinya". (C.
Wijaya, & Amiruddin, Penyunt.) Medan: Lembaga Peduli Pengembangan Pendidikan
Indonesia (LPPPI).
Kamal, M. (2019). Guru: Suatu Kajian Teoritis Dan Praktis. Bandar Lampung: AURA (CV.
Anugrah Utama Raharja).
Kusuma, J. W., Arifin, Abimanto, D., Hamidah, Haryanti, Y. D., Khoiri, A., et al. (2023).
Strategi Pembelajaran. Batam: Yayasan Cendikia Mulia Mandiri.
Lonto, A. L., & Pangalila, T. (2016). Etika Kewarganegaraan. Yogyakarta: Ombak.
Mamonto, S., Wahidin, D., Laila, I. N., Pratama, I. D., Junaedi, A. T., Saimima, M. S., et
al. (2023). Disiplin Dalam Pendidikan. Malang: PT. Literasi Nusantara Abadi Grup.
Manshur, A. (2019). Strategi Pengembangan Kedisiplinan Siswa. Al Ulya: Jurnal Pendidikan
Islam, IV(1), 16-28.
Mislan, & Irwanto, E. (2021). Strategi Pembelajaran (Komponen, Aspek, Klasifikasi Dan
Model-Model Dalam Strategi Pembelajaran). Jawa Tengah: Penerbit Lakeisha.
TUMOUTOU SOCIAL SCIENCE JOURNAL (TSSJ)
Vol. 2, No. 2, Juli 2025, page: 80-87
E-ISSN: 3048-3093
87
Edna La’bi’ Sallao’ et.al (Strategi Guru PPKn Dalam Meningkatkan....)
Nurhidayati, V., Ramadani, F., Melisa, F., & Setiawati, M. (2023). Hakikat Pesera Didik
Dalam Perspektif Filsafat Pendidikan. Edusociata Jurnal Pendidikan Sosiologi, VI, 73-
83.
Rianti, E., & Mustika, D. (2023, Desember). Peran Guru dalam Pembinaan Karakter Disiplin
Peserta Didik. Murhum : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, IV(2), 360-373.
Sahir, S. H. (2022). Metodologi Penelitian. Jogjakarta: KBM INDONESIA.
Susanti, A., Susanti, H., Setiawati, W., & Suryaningsih, W. (2018, April). Kiat-Kiat Orang
Tua Tangguh Menjadikan Anak Disiplin Dan Bahagia. Jurnal Tunas Siliwangi, IV(1),
25-31.
Vienty, O., Ajepri, F., & Rusmiyati. (2022, September). Strategi Kepala Sekolah Dalam
Meningkatkan Kinerja Guru. MindSet : Jurnal Manajemen Pendidikan Islam, I(2), 131-
149.
Wekke, I. S. (2019). Metode Penelitian Sosial. Yogyakarta: Gawe Buku.
Zendrato, T. N., & Lase, B. P. (2022, Mei). Peran Guru PPKn Dalam Menumbuhkan
Kesadaran Diri Siswa Terhadap Tata Tertib Sekolah. Educativo: Jurnal Pendidikan,
I(1), 124-138.
.