2. Metode
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Menurut
Sahir (2021:41), penelitian kualitatif merupakan suatu cara untuk memahami suatu fenomena
secara mendalam melalui pengkajian yang bersifat menyeluruh. Pendekatan deskriptif dalam
penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran yang jelas dan rinci mengenai berbagai
fakta serta fenomena yang ditemukan di lapangan. Wekke dkk. (2019:35) menegaskan bahwa
penelitian deskriptif berorientasi pada pengungkapan teori melalui keterlibatan langsung
peneliti di lokasi penelitian. Ciri utamanya adalah peneliti bertindak sebagai pengamat,
melakukan pengkategorian terhadap perilaku, mendokumentasikan fenomena secara sistematis
melalui catatan lapangan, tidak memanipulasi variabel, dan lebih menekankan pada kondisi
yang berlangsung secara alamiah. Penelitian ini dilaksanakan di SMP Muhammadiyah 2
Manado, yang berlokasi di Jalan Arie Lasut No. 11, Kelurahan Ternate Tanjung, Kecamatan
Singkil, Kota Manado. Kegiatan penelitian dilaksanakan pada semester genap tahun ajaran
2024/2025, menyesuaikan dengan jadwal yang telah disusun peneliti untuk melaksanakan
seluruh tahapan penelitian. Menurut Sahir (2021:44-45), instrumen penelitian dalam metode
kualitatif dipahami sebagai alat yang dipakai untuk menggali dan memperoleh informasi.
Dalam hal ini, peneliti sendiri berperan langsung sebagai instrumen utama dengan cara turun
ke lapangan, melakukan interaksi berupa tanya jawab bersama informan, maupun melibatkan
pihak lain dengan mekanisme serupa.
Pada penelitian ini, instrumen utama yang digunakan adalah teknik wawancara. Sahir
(2021:46) menyebutkan bahwa wawancara merupakan salah satu metode pengumpulan data
yang dilakukan melalui dialog antara peneliti dan informan, dengan tujuan memperoleh
informasi yang relevan dengan fokus kajian penelitian. Sumber data merupakan asal
diperolehnya informasi yang digunakan dalam suatu penelitian. Menurut Wekke dkk.
(2019:14), dalam penelitian kualitatif sumber data primer biasanya diperoleh melalui
wawancara dengan informan. Informan tersebut dipilih secara khusus dari individu-individu
yang dianggap memiliki peran, pengetahuan, maupun pengalaman yang sesuai dengan isu
yang sedang diteliti. Dalam kajian ini, karena teknik pengumpulan data yang digunakan adalah
wawancara, maka sumber data utama berasal dari guru mata pelajaran PPKn serta sejumlah
siswa di SMP Muhammadiyah 2 Manado. Metode ini dilakukan dengan cara berdialog
langsung antara peneliti dan informan. Pertanyaan yang diajukan berhubungan dengan fokus
penelitian, sementara informan memberikan jawaban berdasarkan pengalaman maupun
pengetahuan yang dimilikinya. Pengumpulan data dilakukan melalui pengamatan langsung di
lokasi penelitian. Dengan cara ini, peneliti dapat melihat secara nyata bagaimana guru
melaksanakan upaya pembinaan disiplin pada siswa, sehingga diperoleh pemahaman yang
utuh mengenai situasi di lapangan. Metode ini berfungsi sebagai pelengkap data, berupa arsip
sekolah, catatan tertulis, maupun bukti visual seperti foto yang relevan dengan permasalahan
yang sedang dikaji.
Teknik analisis data pada penelitian ini dilakukan melalui tiga tahapan utama, yaitu
reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Sahir (2021:47–48) menjelaskan
bahwa analisis data kualitatif perlu dilaksanakan secara terarah agar fokus penelitian tidak
menyimpang. Tahap ini dilakukan dengan menyaring, merangkum, serta memilih informasi
yang dianggap penting dan relevan dengan topik penelitian. Proses reduksi berlangsung sejak
awal pengumpulan data hingga tahap akhir, sehingga peneliti dapat memperoleh inti dari data
lapangan secara lebih terarah. Pada tahap ini, data yang telah diperoleh disusun secara
sistematis agar lebih mudah dipahami. Mengingat data kualitatif umumnya berbentuk
deskripsi panjang, maka penyajiannya dilakukan dalam bentuk ringkasan yang terorganisasi
tanpa menghilangkan makna pokok, sehingga mempermudah proses analisis lanjutan. Tahap
terakhir adalah merumuskan kesimpulan berdasarkan data yang telah dianalisis. Kesimpulan