yang mengajar dan mendidik serta menjadi panutan, santri yang belajar pada Kyai-nya, masjid
sebagai tempat penyelenggaraan pendidikan dan salat jamaah, asrama tempat tinggal para santri,
dan kitab kuning sebagai sumber ilmu dalam tradisi keilmuan pesantren.
Dalam lingkup pesantren, kyai merupakan elemen yang paling esensial.(Bashori, 2017)
Kyai merupakan sosok sentralistik, otoritatif, dan pusat seluruh kebijakan. Keberadaan kyai
dalam lingkungan pesantren laksana jantung bagi kehidupan manusia.(Mastuhu, 1997) Intensitas
kyai memperlihatkan peran yang sifatnya sentralistik, dan otoriter disebabkan karena kyailah
perintis, pengolah, pengasuh, pemimpin dan bahkan pemilik tunggal sebuah pesantren.(Yasmadi,
2002).
Tradisi keilmuan yang ada di Ma’had Aly menjadi kekhasan di setiap cabang-cabang
As’adiyah. Dalam ranah dakwah juga menjadi kekhasan, dan alumni yang mengabdi, juga
menjadi kepuasan tersendiri bagi masayarakt setempat. Santang Tengah, Kalimantan Timur
misalnya dalam proses pengembangan dakwah Ma’had Aly mendapat dukungan masyarakat
setempat dalam berdakwah, terbukti ketika ada undangan-undangan nasehat pernikahan, hajatan,
akikahan, tasyakuran dan lain-lainnya, alumni Ma’had Aly menjadi unsur penting dalam
kegiatan kemasyarakatan. Bahkan paling urgen, masyarakat Santang tengah meminta sendiri
untuk dibuatkan komunitas dakwah seperti majlis ta’lim, pengajian dasar khusus masyarakat
yang buta huruf al-Qur’an, hingga pengkajian kitab klasik dalam konteks fiqh kemasyarakatan.
Segala bentuk sektor keagamaan alumni Ma’had Aly cukup memperlihatkan kiprahnya di
tengah-tengah masyarakat. Dengan tujuan adalah dapat membimbing masyarakat yang memang
kabur dalam persoalan agama, apalagi dalam persoalan mu’amalah. secara garis besarnya dalam
dunia dakwah kiprahnya cukup berkontribusi dalam mewujudkan perubahan di tengah-tengah
masyarakat. Karena sebelum keberadaan alumni Ma’had Aly di Santang Tengah, masih
memperihatinkan dalam persoalan keagamaan.
Pondok Pesantren As’adiyah Sengkang adalah salah satu pesantren tertua dan terbesar di
Sulawesi Selatan yang awal mula didirikannya juga berupa pengajian dengan cara melingkar
duduk bersila atau halaqah. Adapun istilah halaqah di Pondok Pesantren As’adiyah lebih
dikenal dengan istilah mappasantereng atau mangaji tudang yang diperuntukkan bagi semua
kalangan santri dari tingkatan pendidikan sanawiah sampai tingkatan pendidikan tinggi dan
dilaksanakan di luar jam pelajaran, yaitu setelah salat magrib dan setelah salat subuh. Sistem
halaqah adalah kegiatan mappasantereng atau mangaji-tudang yang melibatkan unsur-unsur
seperti, anregurutta/gurutta, santri, materi dari kitab kuning, dan metode-metode yang digunakan
sebagai suatu komponen yang satu sama lainnya saling berkaitan.
Materinya khusus pengetahuan agama dan diberikan di salah satu ruangan di rumah
Anregurutta Haji Muhammad As’ad dan mendapat perhatian besar dari masyarakat Wajo. Hal
itu ditandai dengan semakin bertambahnya santri. Mengingat jumlah santri semakin bertambah,
maka pengajian dipindahkan ke Masjid Jami Sengkang.(Rama, 2003).
Melihat kondisi masyarakat wajo saat itu, Anregurutta Haji Muhammad As’ad menempuh
strategi-strategi dakwah dalam mendekati masyarakat tersebut (Rama, 2000). Pertama, Beliau
berusaha mengamati dan memahami situasi sosial keagamaan masyarakat ini secara mendalam.
Dari pengamatan itu K.H. Muhammad As’ad mengakui bahwa pelanggaran agama yang terjadi
di tengah-tengah masyarakat adalah akibat ketidaktahuan mereka terhadap ajaran Islam yang
sebenarnya.Kedua, melakukan pembaharuan dan penyesuaian diri. Pada tahap ini beliau
melakukan sosialisasi ajaran Islam kepada masyarakat. Beliau memberikan contoh yang baik
dalam beribadah dan berhubungan sosial. Ia juga banyak melakukan perjalanan dari kampung ke
kampung lainnya untuk diri sebagai “da’i kelana”, setelah merasa yakin bahwa masyarakat
mengenal dan menaruh simpati kepadanya, maka ia pun melakukan strategi selanjutnya. Ketiga,
yaitu tahap pembinaan dan pengajaran Islam kepada masyarakat Wajo dan berdakwah melalui
pengajian di pondok pesantren.(A. Mujib, 2006).