I M E J
Innovations in Multidisciplinary Education Journal
Vol. 1, No. 1, May 2024, page: 15-21
E-ISSN: 3064-0180
15
Mas Fierna Janvierna Lusie Putri et.al (Bela Negara Sebagai.)
Bela Negara Sebagai Implementasi Nilai Pancasila
Bagi Generasi Muda
Mas Fierna Janvierna Lusie Putri
a, 1
, Arip Rahman
b, 2
, Elma Rahmawati
c, 3
, Indah fuji Ningsih
d, 4
,
Wahyu Hidayatd
e, 5
a, b, c, d, e
Program Studi Pendidikan Pancasila dan kewarganegaraan, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan,
Universitas Pamulang
1
dosen02649@unpam.ac.id,
2
aripprankk@gmail.com,
3
elmarahmawati39@gmail.com
,
4
aria86651@gmail.com,
5
wehafoundations77@gmail.com
INFO ARTIKEL
ABSTRAK
Sejarah Artikel:
Diterima: 1 April 2024
Direvisi: 18 April 2024
Disetujui: 29 April 2024
Tersedia Daring: 1 Mei 2024
Kesadaran bela negara berarti bersedia berbakti pada negara dan berkorban
untuk membelanya. Selain itu, terdapat beberapa faktor yang menyebabkan
kesadaran mahasiswa dalam bela negara menurun, seperti masuknya
budaya asing dan peran globalisasi yang berkembang pesat. Tujuan
penelitian ini adalah untuk menganalisis kesadaran mahasiswa di era
generasi milenial dalam cinta tanah air, kesadaran berbangsa dan bernegara,
keyakinan akan kesaktian Pancasila, rela berkorban demi membela bangsa
dan negara. Metode penelitian ini menggunakan penilaian kualitatif dengan
kajian pustaka. Penulis menggunakan data dari berbagai sumber termasuk
buku, jurnal, dan media online. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
kesadaran mahasiswa era millenial tentang bela negara meningkat, karena
mahasiswa adalah generasi muda yang dapat mengubah kemanjuan bangsa
yang terbaik untuk perkembangan generasi selanjutnya karna masih
banyaknya mahasiswa yang tidak terlalu peduli dengan bela negara. Oleh
karena itu, sangat penting bagi mahasiswa di era generasi milenial untuk
lebih cerdas dalam memilih informasi dan menggunakan media sosial.
Mahasiswa di era generasi milenial diharapkan dapat memiliki kemampuan
untuk mengubah tatanan negara yang baru terbentuk, meyakini pancasila
sebagai ideologi negara, dan menerapkan nilai- nilai pancasila dan bela
negara dalam kehidupan sehari-hari.
Kata Kunci:
Bela Negara
Pancasila
Generasi muda
ABSTRACT
Keywords:
Defend the country
Pancasila
New Generation
Awareness of state defence means being willing to serve the country and make
sacrifices to defend it. In addition, there are several factors that cause students'
awareness of state defence to decline, such as the entry of foreign cultures and
the rapidly growing role of globalisation. The purpose of this study is to
analyse the awareness of students in the millennial generation era in loving
the country, awareness of the nation and state, belief in the supremacy of
Pancasila, willing to sacrifice to defend the nation and state. This research
method uses qualitative assessment with literature review. The author uses
data from various sources including books, journals, and online media. The
results showed that the awareness of millennial era students about state
defence is increasing, because students are the young generation who can
change the nation's best progress for the development of the next generation
because there are still many students who are not too concerned with state
defence. Therefore, it is very important for students in the millennial
generation era to be smarter in choosing information and using social media.
Students in the millennial generation era are expected to have the ability to
change the order of the newly formed state, believe in Pancasila as the state
ideology, and apply the values of Pancasila and state defence in everyday life.
©2024, Mas Fierna Janvierna Lusie Putri, Arip Rahman, Elma Rahmawati,
Indah fuji Ningsih, Wahyu Hidayat
This is an open access article under CC BY-SA license
I M E J
Innovations in Multidisciplinary Education Journal
Vol. 1, No. 1, May 2024, page: 15-21
E-ISSN: 3064-0180
16
Mas Fierna Janvierna Lusie Putri et.al (Bela Negara Sebagai.)
1. Pendahuluan
Bela negara di era milenial ini memiliki makna yang luas. Tidak hanya bela egara dalam arti
sebenarnya yaitu membela negara dari berbagai ancaman baik berupa intoleransi, perpecahan,
radikalisme, dan terorisme, tapi bela negara bisa lakukan dengan meningkatkan kualitas diri
sendiri, keluarga, dan masyarakat dalam berprestasi di bidang pendidikan dan pertahanan. Sikap
bela negara didefinisikan sebagai perilaku warga negara yang dijiwai oleh kecintaan dan rela
berkorban kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan Pancasila dan UU Dasar
1945 untuk menjamin kelangsungan hidup bangsa dan negara. Menumbuhkan sikap bela negara
dapat dicapai melalui rasa toleransi, meningkatkan persatuan dan kesatuan, menjaga ketertiban
dan keamanan lingkungan dan berpartisipasi dalam berbagai kegiatan sosial (Purnomo
Yusgiantoro, 2010).
Bela negara juga tercantum pada UUD 1945 Pasal 27 Ayat 3 yang berbunyi "Setiap warga
negara berhak dan wajib ikut serta dalam upaya pembelaan negara." Ini berarti bahwa bela negara
bukan hanya menjadi tanggung jawab TNI (Permana, 2018), tetapi juga tanggung jawab
masyarakat dan mahasiswa sesuai dengan bidang keahlian dan pekerjaan mereka dalam kehidupan
berbangsa, bernegara, dan bermasyarakat. Selain itu, disebutkan dalam Pasal 30 Ayat 1 UUD
1945, yang menyatakan bahwa “Tiap-tiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam usaha
pertahanan dan keamanan negara” dan dalam UU No. 3 Tahun 2002, yang menyatakan bahwa
“Setiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam upaya bela negara yang diwujudkan
dalam penyelenggaraan pertahanan negara”. Beberapa ayat UUD 1945 jelas menginstruksikan
rakyat Indonesia untuk melaksanakan hak dan kewajiban bela negara. Termasuk juga mahasiswa
generasi milenial atau para pemuda bangsa. Kemajuan peradaban dan teknologi di era globalisasi
saat ini menuntut mahasiswa generasi muda untuk menanamkan sikap bela negara yang lebih kuat
terhadap bangsa Indonesia. Melihat kesadaran bela negara mahasiswa di era generasi milenial
semakin menurun dan memudar dikarenakan masuknya budaya asing, pesatnya peran globalisasi
di Indonesia, dan banyaknya penyimpangan nilai-nilai Pancasila dan norma yang dilakukan oleh
mahasiswa generasi muda. Selain itu, banyak mahasiswa generasi muda Indonesia yang kurang
dalam memperhatikan masalah yang terjadi di negara Indonesia. Semua ini disebabkan oleh
globalisasi dan pengaruh budaya asing yang telah berkembang pesat di Indonesia, yang
menyebabkan meningkatnya kenakalan remaja dan rendahnya kesadaran mahasiswa di era
generasi milenial. Karena itu, banyak perilaku menyimpang dan acuhnya mahasiswa generasi
muda terhadap bela negara bangsa Indonesia. Melihat kesadaran bela negara mahasiswa di era
generasi milenial semakin menurun dan memudar dikarenakan masuknya budaya asing, pesatnya
peran globalisasi di Indonesia,dan banyaknya penyimpangan nilai-nilai Pancasila dan norma yang
dilakukan oleh mahasiswa generasi muda. Selain itu, banyak mahasiswa generasi muda Indonesia
yang kurang dalam memperhatikan masalah yang terjadi di negara Indonesia. Semua ini
disebabkan oleh globalisasi dan pengaruh budaya asing yang telah berkembang pesat di Indonesia,
yang menyebabkan meningkatnya kenakalan remaja dan rendahnya kesadaran mahasiswa di era
generasi milenial. Karena itu, banyak perilaku menyimpang dan acuhnya mahasiswa generasi
muda terhadap bela negara bangsa Indonesia.
Globalisasi adalah efek dari kemajuan teknologi. Globalisasi memengaruhi banyak negara,
termasuk Indonesia. Sudah pasti harus ada hubungan sebab akibat antara adanya suatu peristiwa di
suatu tempat tertentu. Ini menunjukkan bahwa kehilangan identitas semakin nyata akibat
globalisasi. Semua aspek kehidupan masyarakat dipengaruhi oleh pertumbuhan globalisasi,
termasuk generasi muda atau kelompok remaja yang dikenal sebagai generasi milenial. Sudah
jelas bahwa hal ini dapat berdampak positif maupun negatif pada remaja yang hidup di dunia
tanpa batas. Dampak positif dari globalisasi, seperti kemudahan dalam teknologi, komunikasi, dan
informasi, jelas ada manfaat bagi generasi milineal. Sedangkan dampak negatif dari globalisasi,
seperti pengembangan ideologi dan budaya yang dipengaruhi oleh budaya asing, nilai-nilai
Pancasila mulai hilang dan tidak diterapkan dalam kehidupan sehari-hari oleh mahasiswa generasi
I M E J
Innovations in Multidisciplinary Education Journal
Vol. 1, No. 1, May 2024, page: 15-21
E-ISSN: 3064-0180
17
Mas Fierna Janvierna Lusie Putri et.al (Bela Negara Sebagai.)
milenial. Mahasiswa di era generasi milenial juga tidak memiliki kesadaran bela negara yang
cukup tinggi. Generasi muda adalah sumber daya manusia, dan mahasiswa diharapkan menjadi
pilar pertahanan negara Indonesia. Melalui pendidikan bela negara bagi generasi muda,
diharapkan generasi muda memiliki kemampuan dasar bela negara dan mencintai tanah air
Indonesia (Sancoyo, Y., Saragih, H. J. R., & Dohamid, AG, 2018).
Pendidikan bela negara yang diterapkan dalam mata pelajaran kewarganegaraan di sekolah
dasar hingga perguruan tinggi diharapkan generasi muda dapat menjadi penerus bangsa yang kuat
dalam memegang sikap bela negara yang dapat mempertahankan negara dari ancaman militer
maupun non militer (Suwarno, 2020). Sebagai mahasiswa di era generasi milenial memiliki
semangat bela negara, kepemimpinan, berkorban, dan tanggung jawab untuk menjaga Republik
Indonesia Merdeka tetap utuh dan bersatu dalam wujud NKRI sebagai harga mati sering menjadi
dorongan untuk mempertahankan cinta terhadap NKRI dan Negara Indonesia merdeka. Sehingga
para mahasiswa di era generasi milenial dapat mewujudkan, mengaplikasikan, dan menjunjung
tinggi sikap bela negara dalam kehidupan sehari-hari atau di kehidupan berbangsa dan bernegara.
2. Metode
Metode penelitian ini mencapainya dengan menggunakan metode kepustakaan atau penelitian
kepustakaan, yang merupakan jenis penelitian yang hanya berfokus pada karya tertulis, termasuk
hasil penelitian yang telah atau belum dipublikasikan. Untuk mencapai tujuan ini, digunakan
metode seperti menggambarkan, menjelaskan, dan menganalisis, sebelum sampai pada
kesimpulan akhir. Menurut Nazir (1988) menyatakan bahwa metode kepustakaan adalah metode
pengumpulan data yang memeriksa buku, jurnal, literatur, catatan, dan bahan pustaka atau data
sekunder yang diperoleh dari sumber hukum primer, sekunder, dan tersier. Setelah data
dikumpulkan, mereka diproses untuk dikoding, diorganisasikan, dan dikelompokkan menurut
topik masalah. Kemudian, analisis kualitatif dilakukan untuk mendapatkan kesimpulan, dan
hasilnya ditulis dalam bentuk deskriptif.
3. Hasil dan Pembahasan
Bela Negara
Menurut Sunarso (2008), "Bela negara" adalah sikap dan tindakan warga negara yang
dilandasi rasa cinta tanah air, kesadaran berbangsa dan bernegara, keyakinan pada Pancasila
sebagai ideologi bangsa dan negara, dan bersedia berkorban untuk menghadapi setiap ancaman,
tantangan, hambatan, dan gangguan yang membahayakan kelangsungan hidup bangsa dan negara,
keutuhan wilayah, dan nilai-nilai luhur Undang-Undang Dasar 1945.
Keanekaragaman suku, budaya, adat istiadat, tradisi, agama, dan bahasa di Indonesia sangat
luar biasa. Salah satu tantangan dan tanggung jawab masyarakat Indonesia adalah keberagaman
untuk mencegah berbagai konflik yang dapat memecah bangsa. Dengan demikian, masalah bela
negara masih menjadi bagian dari pertahanan dan keamanan Indonesia karena tindakan terorisme
yang menggunakan simbol keagamaan masih sering terjadi. Reorientasi dan reformasi pola
pendidikan. Bela Negara siswa melibatkan pergeseran fokus dari yang sangat teknologis ke yang
humanis. Semua warga negara memiliki hak dan kewajiban bela negara, jadi sangat penting untuk
meningkatkan kesadaran bela negara untuk melindungi negara dari ancaman, baik militer maupun
non militer. Untuk menumbuhkan kesadaran terhadap bela negara, diperlukan motivasi agar agar
menumbuhkan jiwa patriotisme
yang
tinggi untuk mempertahankan kedaulatan dalam hidup
berbangsa dan bernegara (Rahayu, Farida dan Apriana, 2019).
Menurut Benedict Aderson (2008), ketika orang biasa memiliki identitas dan menganggap
diri mereka sebagai anggota
dari komunitas bangsanya yang abstrak ini
lah yang menimbulkan sikap
nasionalisme
benar-benar muncul. Negara-negara yang
mengakui keberadaan Komunitas Imagined
memikirkan kembali sejarahnya yang menyatukan berbagai suku bangsa dalam satu kesatuan.
I M E J
Innovations in Multidisciplinary Education Journal
Vol. 1, No. 1, May 2024, page: 15-21
E-ISSN: 3064-0180
18
Mas Fierna Janvierna Lusie Putri et.al (Bela Negara Sebagai.)
Persatuan dan kesatuan hanya dapat dicapai ketika semua anggota masyarakat memiliki
nasionalisme yang kuat dan tidak terpengaruh oleh rasa etnosentris yang berlebihan, yang dapat
menyebabkan perpecahan. Ini akan menghasilkan loyalitas nasional. (Insani kamil et al., 2023).
Membentuk atau mengubah individu melalui pengetahuan secara langsung adalah salah satu
cara untuk menumbuhkan sikap nasionaslisme, Pengetahuan bela negara dimaksudkan untuk
mendorong siswa untuk menjadi nasionalis melalui pendidikan bela negara. Sikap nasionalisme ini
dapat dilihat dalam interaksi siswa dengan siswa lain yang menganut nilai-nilai budaya dan
nasionalisme Indonesia.
Generasi Muda
Dalam sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia, pemuda memainkan peran penting. Ini
ditunjukkan oleh gerakan Budi Utomo (1908), Sumpah Pemuda (1928), Proklamasi Kemerdekaan
(1945), gerakan pemuda, pelajar, dan mahasiswa (1966) hingga gerakan mahasiswa (1988) yang
membawa Indonesia ke Reformasi. Hal ini menunjukkan bahwa generasi muda memiliki
kemampuan untuk memainkan peran penting dalam pembangunan negara (UU Kepemudaan).
Dalam mempertahankan persatuan dan kesatuan bangsa, peristiwa sumpah pemuda menunjukkan
komitmen, semangat, dan tanggung jawab yang tinggi bagi generasi muda terhadap cinta tanah air.
Generasi muda adalah generasi penerus, yang perlu memiliki pondasi moral yang kuat untuk
melanjutkan perjuangan para pendahulu melalui kemajuan di bidang pendidikan dan sosial
budaya. Generasi milenial, juga dikenal sebagai generasi yang tumbuh di tengah perkembangan
IPTEK. Implementasi teknologi informasi saat ini telah berubah dari manual menjadi digital, yang
ditandai dengan peningkatan jumlah konektivitas pada jalur internet dan antar net (Suwarno, 2019).
Oleh Karena mahasiswa generasi muda harus mampu memanfaatkan teknologi digital secara
efektif, menjadi bijak, meningkatkan pendidikan, dan meningkatkan nilai sosial budaya. Jika
mereka tidak dapat memanfaatkannya dengan baik, dapat menyebabkan konflik di masyarakat,
khususnya di antara siswa. Contohnya adalah munculnya fanatisme dan intoleransi terhadap
agama, yang menyebabkan kebencian antar umat, kurangnya penghargaan terhadap seni daerah,
penurunan nasionalisme, dan konflik antar etnis. Konflikt atau masalah seperti itu dapat berasal
dari tingkat kesadaran warga negara yang rendah, terutama di kalangan mahasiswa bela negara.
Oleh karena itu, sangat penting bagi generasi muda untuk terus meningkatkan kesadaran bela
negara. Berikut hasil isi quisioner yang kami berikan kepada beberapa mahasiswa di era generasi
milenial saat ini tentang kesadaran bela negara. yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-
hari melalui nilai-nilai pancasila dan bela negara.
I M E J
Innovations in Multidisciplinary Education Journal
Vol. 1, No. 1, May 2024, page: 15-21
E-ISSN: 3064-0180
19
Mas Fierna Janvierna Lusie Putri et.al (Bela Negara Sebagai.)
Hasil survei nomor 1 menunjukkan bahwa 67,7% mahasiswa yang disurvei sudah menerapkan
nilai-nilai pancasila dalam kesadaran bela negara dengan baik. 29% masih berusaha untuk
melakukannya dan 9,1% masih belum melakukannya. Generasi muda, di sisi lain, sudah melakukan
bela negara, 39,4% masih berusaha, dan 48% masih berusaha. Kita dapat mengetahui bahwa
siswa dari generasi milenial telah memahami hak dan kewajiban mereka untuk menerapkan nilai-
nilai pancasila dan bela negara dalam kehidupan sehari-hari.
Bela negara dapat dikatakan sebagai tumpuan dari proses peradaban jiwa patriotisme bagi
warga negara generasi muda penerus bangsa. Generasi muda penerus bangsa merupakan aset yang
paling besar dalam membangun dan mempertahankan bangsa (Hidayahl et al., 2020). Oleh karna itu
Generasi muda harus lebih peduli dan terlibat dalam masalah sosial dan belajar tentang pentingnya
menjaga lingkungan karena lingkungan yang sehat adalah kunci kelangsungan hidup bangsa. Oleh
karena itu, generasi muda merupakan inti bangsa. Hasil survei menunjukkan bahwa 71%
responden menyadari bahwa kesadaran bela negra sangat penting untuk membentuk masa depan
Indonesia yang lebih baik. Dengan memahami dan menginternalisasi identitas kebangsaan,
generasi muda akan menjadi pilar yang kuat dalam menjaga keutuhan dan kedaulatan negara.
Mereka akan sangat menyadari pentingnya melindungi dan memajukan bangsa ini. Generasi
berikutnya akan melihat diri mereka sebagai bagian dari kesatuan bangsa dan akan melakukan
peran dan tanggung jawab mereka dalam pembangunan bangsa (Pratama & Najicha, 2022).
Mereka akan memajukan masa depan negara dengan meningkatkan infrastruktur, pendidikan,
kesehatan, ekonomi, dan berbagai aspek lainnya. Oleh karena itu, kita harus menanamkan dan
meningkatkan semangat bela negara sejak usia dini untuk menghasilkan generasi yang patriotik
dan peduli terhadap sesama serta membangun fondasi yang kuat untuk kemajuan dan keberlajutan
negara. Dengan semangat persatuan dan kepedulian masyarakat, generasi muda Indonesia
akan terus berkembang dan bersinar di mata dunia.
I M E J
Innovations in Multidisciplinary Education Journal
Vol. 1, No. 1, May 2024, page: 15-21
E-ISSN: 3064-0180
20
Mas Fierna Janvierna Lusie Putri et.al (Bela Negara Sebagai.)
Pancasila
Pancasila telah menjadi salah satu pedoman hidup bangsa Indonesia, terutama mahasiswa di
era milenial, untuk digunakan dalam kehidupan sehari-hari untuk mencapai tujuan dan
mewujudkan cita-cita bangsa Indonesia. Perilaku, sikap, tekad, semngat, rasa tanggung jawab, dan
karakter mahasiswa di era generasi milenial dapat dipengaruhi oleh penerapan nilai-nilai pancasila
dalam kehidupan sehari-hari. Ini dapat menumbuhkan rasa cinta tanah air dan kesadaran bela
negara. Sila pertama menunjukkan hubungan antara manusia dengan Tuhan, sila kedua
menunjukkan hubungan sesama manusia, sila ketiga menunjukkan hubungan antara orang-orang
dengan negara mereka dan tanah air mereka, dan sila keempat menunjukkan hubungan antara
orang- orang dengan pemerintah. Terakhir, sila kelima menunjukkan hubungan antara negara dan
kesejahteraan secara keseluruhan (soeprapto, 2010). Kelima sila tersebut adalah kesatuan bangsa
yang tidak dapat dipisahkan.
Negara Indonesia memiliki banyakkeragaman, termasuk berbagai suku, bahasa, adat
istiadat, seni, dan budaya. Namun, semua keragaman ini memiliki satu tujuan, yaitu menjaga
persatuan dan kesatuan bangsa. Seringkali menjadi perdebatan di kalangan masyarakat, terutama di
kalangan mahasiswa, perbeaan seperti konflik antar agama, perbedaan suku, dan tersebarnya berita
hox. Jika tidak ditangani dengan baik dan bijak, ini akan mengakibatkan perpecahan bangsa. Karna
Keanekaragaman budaya Indonesia adalah salah satu aset terbaiknya. Semua suku, agama, dan
kelompok etnis memiliki warisan budaya yang kaya dan beragam. Pemahaman dan penghargaan
terhadap keberagaman sangat penting untuk menjaga kerukunan antar warga negara dan menjaga
keutuhan negara (Yunanda et al., 2022). Sangat penting bagi generasi muda untuk memahami
bahwa keberagaman adalah kekayaan dan bukan sumber konflik. Mereka dapat mengembangkan
kesadaran untuk mempertahankan persatuan dan kesatuan negara dengan memahami manfaat
keberagaman (Nugroho, n.d.). Oleh karna itu, generasi muda juga harus dilatih untuk memiliki
keterampilan dalam berkomunikasi dan berinteraksi dengan orang-orang dari berbagai latar
belakang budaya. Kemampuan untuk berkomunikasi secara efektif dengan orang-orang yang
berbeda akan memperkuat rasa inklusivitas dan mengurangi ketegangan antarindividu.
Pendidikan dan pelatihan seperti ini dapat sangat penting untuk membentuk generasi muda yang
mampu berinteraksi dengan keberagaman. Penghargaan dan pemahaman keberagaman juga harus
ditanamkan dalam keluarga. Keluarga memainkan peran penting dalam membentuk nilai-nilai dan
sikap anak-anak. Orang tua harus menjadi contoh yang baik bagi anak- anaknya dengan
menerapkan nilai-nilai inklusif dan mengajarkan mereka untuk menghargai dan menghormati
perbedaan.
4. Kesimpulan
Bela negara merupakan sikap dan prilaku warga negara indonesia yang berdasarkan kepada
Pancasila dan UUD 1945. bela negara memiliki arti bahwa warga dan masyarakat indonesia yang
memiliki tekad, prilaku serta sikap yang di jiwai oleh rasa cinta terhadap tanah air negara republik
indonesia yang berdasarkan pada Pancasila dan UUD 1945 yang rela berkorban demi
keberlangsungan hidup bangsa dan negara yang memiliki jiwa patriot. Generasi milenial
Khususnya mahasiswa harus menjadi garda terdepan dalam menjaga keutuhan negara, bela bangsa
dan juga menjadi pondasi dalam kokohnya pancasila sebagai pandangan hidup rakyat indonesia.
Mahasiswalah yang mencerminkan sebagai warga negara yang baik yaitu warga negara yang
memiliki kesadaran bela negara. Yaitu mereka yang bertindak dan bersikap sebagai warga negara
yang patuh dan tunduk terhadap peraturan yang telah ditetapkan oleh negara serta selalu bertindak
sesuai dengan norma.
I M E J
Innovations in Multidisciplinary Education Journal
Vol. 1, No. 1, May 2024, page: 15-21
E-ISSN: 3064-0180
21
Mas Fierna Janvierna Lusie Putri et.al (Bela Negara Sebagai.)
5. Daftar Pustaka
Angkouw, S. R., & Supriyadi, D. (2020). ANTUSIAS: Jurnal Teologi dan Pelayanan.
ANTUSIAS: Jurnal Teologi Dan Pelayanan, 6(2).
https://sttintheos.ac.id/ejournal/index.
php/antusias
Hidayahl, Y., Retnasari, L., & Ulfah, R. A. (2020). Membangun Sikap Bela Negara Mahasiswa
Melalui Pendidikan Pancasila di Perguruan Tinggi. Ganaya : Jurnal Ilmu
Sosial Dan Humaniora, 3(1).
https://doi.org/10.37329/ganaya.v3i1.
424
Insani Kamil, S., Bayu Nugroho, A., & Desi Yayi Tarina, D. (2023). Pentingnya Pendidikan Bela
Negara untuk Menumbuhkan Nasionalisme Mahasiswa Indonesia. Jurnal Multidisiplin
Indonesia, 2(6), 925933. https://doi.org/10.58344/jmi.v2i6.245
Moh. Nazir. (1998). “Metode Penelitian.
Ghalia Indonesia” Jakarta.
Nugroho, P. A. (n.d.). Diplomasi Kebudayaan Indonesia Melalui Rumah Budaya Indonesia Di
Belanda Periode 2016-2017. Repository.Uinjkt.Ac.Id.
https://repository.uinjkt.ac.id/dspace/
handle/123456789/55266
Permana, D. S. (2018). Implementasi Proses Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan Bagi
Pengembangan semangat Bela Negara Mahasiswa. Pro Patria: Jurnal
Pendidikan,
Kewarganegaraan, Hukum,
Sosial, dan Politik.
Pratama, M. I., & Najicha, F. U. (2022). Meningkatkan Kesadaran Bela Negara
Pada Setiap
Individu Dengan Nilai-Nilai
Pancasila Pada Era Globalisasi Saat ini.in Jurnal
ownload.garuda.kemdikbud.go.id.
http://download.garuda.kemdikbud.go.
id/article.php?article=3034621&val=20 674&title= Meningkatkan Kesadaran Bela Negara
Pada Setiap Individu Dengan Nilai-Nilai Pancasila Pada Era Globalisasi Saat ini
Rahayu, M., Farida, R. dan Apriana, A. (2019) “Kesadaran Bela Negara Pada Mahasiswa,”
Epigram, 16(2), hal. 175180. doi: 10.32722/epi.v16i2.2232.
Sancoyo, Y., Saragih, H. J. R., & Doham id,A. G. (2018). Optimalisasi Jikad penyelenggaraan
Pendidikan dan Pelatihan Bela Negara pemuda Indonesia. Peperangan Asimetris.
Suwarno, D. (2020). Penguatan Bela Negara Pada Remaja Era Milenial di Kota Purwokerto.
Suwarno, Dikdik. (2019).
“Penguatan
Materi Bela Negara NasiPada Remaja Milenial Di Kota
Purwokerto”, Prosiding Seminar onal dan Call Papers “Pengembangan Sumber Daya
Perdesaan dan Kearifan Lokal BekelanjutanIX” 19-20November2019,
hh.259-
265.
http://jurnal.lppm.unsoed.ac.id/ojs/i ndex.php/Prosiding/article/view/123 9, diakses pada
30 Mei 2021.
Supriyono, S., Prakoso, L. Y., & Sianturi, D. (2021). Pentingnya penanaman nilai- nilai
kebangsaan bagi masyarakat pesisir pulau terdepan sebagai upaya keikutsertaan warga
negara dalam bela negara. Jurnal Strategi Pertahanan Laut, 6(3).
Yunita, Y., & Suryadi, K. (2018). Rancang Bangun Pendidikan Bela Negara Sebagai Wahana
Pengembangan Sikap Nasionalisme Bagi Mahasiswa. MODELING: Jurnal Program Studi
PGMI,5(2).
http://www.jurnal.stitnualhikmah.ac.id
/index.php/modeling/article/view/341
Yunanda, W. W., Nulhakim, F., & (2022) Menjaga Kedaulatan Bangsa Demi Keutuhan
Negara Kesatuan Republik Indonesia Di Era Society 5.0 Dalam Perspektif Ilmu
ertahanan Dan Bela Negara. In Jurnal download.garuda.kemdikbud.go.id.
http://download.garuda.kemdikbud.go.id/
article.php?article=3034599&val=20674&ti
tle=
Strategi Menjaga Kedaulatan Bangsa Demi Keutuhan Negara Kesatuan Republik
Indonesia Di Era Society 50 Dalam Perspektif Ilmu Pertahanan
Dan
Bela Negara