I M E J
Innovations in Multidisciplinary Education Journal
Vol. 1, No. 1, May 2024, page: 29-33
E-ISSN: 3064-0180
29
Icha Saputri et.al (Permasalahan Pengelolaan Sarana dan...)
Permasalahan Pengelolaan Sarana dan Prasarana
dalam Pendidikan
Icha Saputri
a,1
, Fifi Fatmawati
b,2
a
Manajemen Pendidikan Islam, Sekolah Tinggi Agama Islam Terpadu Yogyakarta, Indonesia
b
CV Kurnia Grup, Banguntapan, Bantul, DIY, Indonesia
1
ichasaputri055@gmail.com;
2
fatmawati@kurniajurnal.com
*
ichasaputri055@gmail.com
INFO ARTIKEL
ABSTRAK
Sejarah Artikel:
Diterima: 17 Maret 2024
Direvisi: 1 April 2024
Disetujui: 20 April 2024
Tersedia Daring: 1 Mei 2024
Pengelolaan sarana dan prasarana merupakan aspek penting dalam
mendukung proses pembelajaran yang efektif. Sarana seperti buku,
perangkat teknologi, dan alat peraga, serta prasarana seperti ruang kelas,
laboratorium, dan fasilitas pendukung lainnya, berperan dalam menciptakan
lingkungan belajar yang kondusif. Namun, banyak institusi pendidikan
menghadapi berbagai permasalahan dalam pengelolaannya, seperti
keterbatasan anggaran, kurangnya pemeliharaan rutin, pengelolaan yang
tidak efisien, dan ketidakmampuan mengikuti perkembangan teknologi.
Permasalahan ini berdampak pada kualitas pembelajaran dan akses
pendidikan siswa. Untuk mengatasi hal tersebut, diperlukan perencanaan
yang matang, alokasi anggaran yang memadai, pelatihan bagi tenaga
pendidik, serta pemanfaatan teknologi. Dengan langkah-langkah tersebut,
pengelolaan sarana dan prasarana diharapkan dapat berjalan lebih baik dan
berkontribusi pada peningkatan kualitas pendidikan.
Kata Kunci:
Pengelolaan
Sarana dan Prasarana
Pendidikan
ABSTRACT
Keywords:
Management
Facilities And Infrastructure
Education
Management of facilities and infrastructure is an important aspect in
supporting an effective learning process. Facilities such as books,
technological devices, and teaching aids, as well as infrastructure such as
classrooms, laboratories, and other supporting facilities, play a role in
creating a conducive learning environment. However, many educational
institutions face various problems in their management, such as budget
constraints, lack of routine maintenance, inefficient management, and
inability to keep up with technological developments. These problems have
an impact on the quality of learning and students' access to education. To
overcome this, careful planning, adequate budget allocation, training for
educators, and utilization of technology are needed. With these steps, the
management of facilities and infrastructure is expected to run better and
contribute to improving the quality of education.
©2024, Icha Saputri, Fifi Fatmawati
This is an open access article under CC BY-SA license
1. Pendahuluan
Sarana dan prasarana merupakan hal yang sangat penting dalam menunjang kelancaran
atau kemudahan dalam proses pembelajaran, dalam kaitannya dengan pendidikan yang
membutuhkan sarana dan prasarana juga pemanfaatannya baik dari segi intensitas maupun
kreatifitas dalam penggunaannya oleh guru maupun oleh siswa. Dalam kegiatan belajar
mengajar, sarana dan prasarana adalah semua fasilitas yang diperlukan dalam proses belajar
mengajar baik yang bergerak maupun tidak bergerak agar pencapaian tujuan pendidikan dapat
berjalan dengan lancar, teratur, efektif dan efisien (Rahayu, 2019).
I M E J
Innovations in Multidisciplinary Education Journal
Vol. 1, No. 1, May 2024, page: 29-33
E-ISSN: 3064-0180
30
Icha Saputri et.al (Permasalahan Pengelolaan Sarana dan...)
Pengelolaan sarana dan prasarana dalam pembelajaran merupakan salah satu aspek
penting dalam mendukung keberhasilan proses pendidikan. Sarana, seperti buku, perangkat
teknologi, dan media pembelajaran, serta prasarana, seperti ruang kelas, laboratorium, dan
fasilitas pendukung lainnya, menjadi fondasi bagi terciptanya lingkungan belajar yang
kondusif (Ananda & Banurea, 2017) . Namun, dalam praktiknya, banyak institusi pendidikan
menghadapi berbagai permasalahan terkait pengelolaan sarana dan prasarana ini. Beberapa di
antaranya meliputi keterbatasan anggaran, kurangnya pemeliharaan rutin, penggunaan yang
tidak optimal, serta ketidakmampuan dalam mengikuti perkembangan teknologi. Permasalahan
ini, jika tidak segera diatasi, dapat berdampak pada menurunnya kualitas pembelajaran dan
keterbatasan akses bagi siswa untuk mendapatkan pengalaman belajar yang optimal. Oleh
karena itu, penting untuk memahami dan mengidentifikasi permasalahan ini agar dapat
dicarikan solusi yang tepat demi peningkatan mutu pendidikan (Rohiyatun, 2019).
Dalam perkembangan dunia pendidikan saat ini setiap lembaga pendidikan baik formal
maupun non formal berusaha untuk memberikan dan melengkapi fasilitas yang ada di
lembagannya untuk memenuhi kebutuhan semua warga sekolah baik itu guru, staf-staf, peserta
didik dan orang tua murid. Dalam upaya melengkapi fasilitas yang ada sebuah lembaga
pendidikan dikatakan maju apabila ketersediaan sarana dan prasarananya memadai berkaitan
dengan proses belajar peserta didik (Sinta, 2019). Proses belajar mengajar dapat meningkat
dengan didukung adanya sarana dan prasarana yang memadai. Proses pendidikan memang
memerlukan fasilitas atau peralatan, akan tetapi semua peralatan atau fasilitas harus diadakan
sesuai dengan kebutuhan. Jika semua peralatan dan fasilitas sudah ada harus dimanfaatka dan
dikelola secara baik dan benar. Kegiatan pegelolaan meliputi: perencanaan, pengadaan,
penyaluran, inventarisasi, pengaturan, penggunaan,pemeliharaan dan penghapusan.
Sarana dan prasarana yang baik dapat menciptakan suasana yang menyenangkan baik
bagi guru maupun murid, sehingga prestasi belajar dapat meningkat dan lembaga pendidikan
dapat pula meningkatkan mutu pembelajarannya, karena fasilitas sudah memadai untuk semua
proses pembelajaran (Sopian, 2019). Pengelolaan sarana dan prasarana merupakan aspek
krusial dalam mendukung berbagai aktivitas di sektor publik maupun swasta. Sarana dan
prasarana mencakup segala fasilitas fisik yang menunjang kelancaran kegiatan operasional,
seperti gedung, peralatan, transportasi, jaringan teknologi, hingga infrastruktur lainnya.
Pengelolaan yang baik dan efektif sangat diperlukan untuk memastikan seluruh sarana dan
prasarana dapat berfungsi secara optimal dan berkelanjutan (Fatmawati et al., 2019).
2. Metode
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif yakni studi
pustaka atau studi literatur yang dilakukan dengan cara membaca buku, menganalisis sumber
pustaka, serta meninjau sumber dokumen lainnya seperti jurnal, makalah, dan karya tulis atau
kajian lainnya yang relevan dengan topik artikel. Teknik pengumpulan data yang dilakukan
adalah analisis literatur, yang bertujuan untuk membedah dan menganalisis berbagai macam
referensi yang dapat digunakan untuk keperluan penulisan. Selain itu, dilakukan pula
pengumpulan data melalui dari perbandingan berbagai sumber yang relevan dengan topik dari
manajemen sarana dan prasarana organisasi sekolah.
3. Hasil dan Pembahasan
Pengelolaan sarana dan prasarana dalam pembelajaran memiliki peran yang sangat krusial
dalam menentukan kualitas pendidikan. Sarana dan prasarana bukan hanya menjadi
pendukung kegiatan belajar-mengajar, tetapi juga sebagai penunjang tercapainya tujuan
pembelajaran yang efektif. Dalam konteks ini, sarana mencakup segala bentuk perangkat atau
alat yang digunakan secara langsung oleh guru dan siswa, seperti buku teks, komputer, alat
I M E J
Innovations in Multidisciplinary Education Journal
Vol. 1, No. 1, May 2024, page: 29-33
E-ISSN: 3064-0180
31
Icha Saputri et.al (Permasalahan Pengelolaan Sarana dan...)
tulis, media pembelajaran digital, hingga alat peraga. Sedangkan prasarana meliputi fasilitas
fisik yang digunakan untuk mendukung proses belajar, seperti gedung sekolah, ruang kelas,
laboratorium, perpustakaan, ruang olahraga, dan lainnya. Meskipun keberadaan sarana dan
prasarana sangat penting, pengelolaannya kerap dihadapkan pada sejumlah permasalahan yang
kompleks (Parid & Alif, 2020).
Salah satu permasalahan utama dalam pengelolaan sarana dan prasarana adalah
keterbatasan anggaran. Banyak institusi pendidikan, terutama yang berada di daerah terpencil
atau yang memiliki sumber dana terbatas, tidak mampu menyediakan sarana dan prasarana
yang memadai. Anggaran yang minim menyebabkan sekolah-sekolah kesulitan untuk
melakukan perawatan rutin atau pembaruan terhadap fasilitas yang ada. Sebagai contoh,
peralatan laboratorium yang rusak sering kali tidak segera diperbaiki atau diganti, sehingga
menghambat kegiatan pembelajaran praktikum. Demikian pula, buku-buku pelajaran sering
kali sudah usang dan tidak sesuai dengan perkembangan kurikulum terbaru, namun belum
dapat diganti karena keterbatasan dana.
Permasalahan lain yang sering muncul adalah kurangnya pemeliharaan terhadap sarana
dan prasarana yang sudah ada. Banyak sekolah atau institusi pendidikan yang memiliki
fasilitas yang baik pada awalnya, namun karena tidak ada sistem pemeliharaan yang teratur,
fasilitas tersebut mengalami kerusakan dan penurunan kualitas dari waktu ke waktu. Hal ini
dapat disebabkan oleh kurangnya sumber daya manusia yang kompeten dalam melakukan
perawatan, ataupun minimnya kesadaran akan pentingnya pemeliharaan berkala. Akibatnya,
banyak sarana dan prasarana yang seharusnya masih bisa digunakan dalam jangka waktu lama,
menjadi cepat rusak dan tidak dapat digunakan (Sari, 2021).
Di samping itu, masalah pengelolaan yang tidak efisien juga turut berkontribusi pada
rendahnya pemanfaatan sarana dan prasarana. Dalam beberapa kasus, meskipun suatu sekolah
telah memiliki sarana pembelajaran yang memadai, sering kali sarana tersebut tidak digunakan
secara optimal karena pengelolaannya yang kurang baik. Misalnya, laboratorium komputer
yang hanya digunakan dalam waktu-waktu tertentu saja, padahal dapat dimanfaatkan lebih
maksimal untuk kegiatan ekstrakurikuler atau program pelatihan. Penggunaan teknologi dalam
pembelajaran juga sering kali masih terbatas, di mana perangkat-perangkat modern seperti
proyektor atau komputer interaktif hanya digunakan oleh segelintir guru yang sudah terbiasa,
sementara guru-guru lain mungkin merasa kurang percaya diri atau tidak memiliki
keterampilan yang cukup untuk memanfaatkannya.
Faktor lain yang turut mempengaruhi pengelolaan sarana dan prasarana adalah kurangnya
perencanaan yang matang dan koordinasi antara pihak-pihak terkait. Dalam beberapa kasus,
pengadaan sarana dan prasarana dilakukan tanpa mempertimbangkan kebutuhan nyata di
lapangan, sehingga terjadi ketidaksesuaian antara apa yang disediakan dengan apa yang benar-
benar dibutuhkan (Suranto et al., 2022). Misalnya, pengadaan alat peraga yang tidak sesuai
dengan kurikulum yang diterapkan, atau pembangunan ruang kelas tambahan yang tidak
mempertimbangkan pertumbuhan jumlah siswa. Selain itu, kurangnya koordinasi antara pihak
sekolah, pemerintah, dan masyarakat dalam hal pendanaan dan pemeliharaan sarana prasarana
juga menjadi hambatan. Seharusnya, dengan adanya kerja sama yang baik, pengelolaan
fasilitas pendidikan dapat dilakukan secara lebih efektif dan efisien.
Dampak dari permasalahan ini sangat signifikan terhadap kualitas pembelajaran. Ketika
sarana dan prasarana tidak dikelola dengan baik, siswa tidak mendapatkan lingkungan belajar
yang mendukung, dan ini dapat berakibat pada rendahnya hasil belajar. Fasilitas yang kurang
memadai juga dapat mempengaruhi motivasi belajar siswa dan kemampuan guru dalam
menyampaikan materi dengan optimal (Sopian, 2019). Dalam jangka panjang, hal ini
berpotensi memperlebar kesenjangan kualitas pendidikan antara sekolah-sekolah di perkotaan
dan pedesaan, serta antara sekolah yang memiliki akses dana lebih baik dengan yang tidak.
I M E J
Innovations in Multidisciplinary Education Journal
Vol. 1, No. 1, May 2024, page: 29-33
E-ISSN: 3064-0180
32
Icha Saputri et.al (Permasalahan Pengelolaan Sarana dan...)
Untuk mengatasi permasalahan ini, diperlukan berbagai langkah strategis yang melibatkan
semua pihak terkait. Pertama, penting untuk memperbaiki sistem anggaran pendidikan dengan
memperhatikan kebutuhan nyata sekolah-sekolah, terutama yang berada di daerah terpencil.
Selain itu, harus ada program pelatihan yang berkelanjutan bagi guru dan tenaga kependidikan
untuk meningkatkan kemampuan mereka dalam memanfaatkan teknologi dan sarana modern
dalam proses pembelajaran. Pemerintah juga perlu mengembangkan kebijakan yang
mendorong inovasi dalam pengelolaan sarana dan prasarana, termasuk pemanfaatan teknologi
untuk mengatasi keterbatasan geografis dan finansial (Sutisna & Effane, 2022).
4. Kesimpulan
Pengelolaan sarana dan prasarana dalam pembelajaran merupakan faktor penting yang
sangat mempengaruhi kualitas pendidikan. Meskipun peran sarana dan prasarana sangat
krusial, berbagai permasalahan seperti keterbatasan anggaran, kurangnya pemeliharaan,
pengelolaan yang tidak efisien, serta ketidakmampuan dalam mengikuti perkembangan
teknologi seringkali menjadi kendala yang dihadapi banyak institusi pendidikan. Dampak dari
permasalahan ini dapat menghambat terciptanya lingkungan belajar yang optimal,
memengaruhi motivasi belajar siswa, dan menurunkan efektivitas proses pembelajaran. Untuk
mengatasi permasalahan tersebut, diperlukan strategi yang melibatkan perencanaan yang
matang, pengelolaan anggaran yang tepat, peningkatan kompetensi tenaga pengajar, serta
pemanfaatan teknologi yang efektif. Melalui upaya yang berkesinambungan dari pihak
sekolah, pemerintah, dan masyarakat, diharapkan pengelolaan sarana dan prasarana dapat
mendukung terciptanya pendidikan yang berkualitas dan merata bagi semua siswa.
5. Daftar Pustaka
Ananda, R., & Banurea, O. K. (2017). Manajemen sarana dan prasarana pendidikan.
repository.uinsu.ac.id. http://repository.uinsu.ac.id/3582/1/3. Buku Manajemen Sarana
Prasarana.pdf
Fatmawati, N., Mappincara, A., & ... (2019). Pemanfaatan dan pemeliharaan sarana dan
prasarana pendidikan. In , Keguruan, Dan . academia.edu.
https://www.academia.edu/download/96308844/9799-25971-1-PB.pdf
Parid, M., & Alif, A. L. S. (2020). Pengelolaan sarana dan prasarana pendidikan. Tafhim Al-
’Ilmi. https://ejournal.kopertais4.or.id/madura/index.php/tafhim/article/view/3755
Rahayu, S. (2019). Manajemen Sarana dan Prasarana Pendidikan. osf.io.
https://osf.io/preprints/inarxiv/76wb8/
Rohiyatun, B. (2019). Standar sarana dan prasarana pendidikan. Jurnal Visionary: Penelitian
Dan …. http://e-journal.undikma.ac.id/index.php/visionary/article/view/1974
Sari, N. D. (2021). Manajemen Sarana dan Prasarana Pendidikan. osf.io.
https://osf.io/preprints/wfyz7/
Sinta, I. M. (2019). Manajemen sarana dan prasarana. Jurnal Isema: Islamic Educational
Management. https://journal.uinsgd.ac.id/index.php/isema/article/view/5645
Sopian, A. (2019). Manajemen sarana dan Prasarana. In Raudhah proud to be professionals:
jurnal tarbiyah …. core.ac.uk. https://core.ac.uk/download/pdf/480893561.pdf
Suranto, D. I., Annur, S., & Alfiyanto, A. (2022). Pentingnya manajemen sarana dan prasarana
dalam meningkatkan mutu pendidikan. Jurnal Kiprah Pendidikan.
https://kpd.ejournal.unri.ac.id/index.php/kpd/article/view/26
I M E J
Innovations in Multidisciplinary Education Journal
Vol. 1, No. 1, May 2024, page: 29-33
E-ISSN: 3064-0180
33
Icha Saputri et.al (Permasalahan Pengelolaan Sarana dan...)
Sutisna, N. W., & Effane, A. (2022). Fungsi manajemen sarana dan prasarana. Karimah
Tauhid. https://ojs.unida.ac.id/karimahtauhid/article/view/7719
Nikita, Aline, Nadya Petricia Lubis, dan Sifah Fauziah. “Upaya Manajemen Sekolah dalam
Menghadapi Hambatan Sarana Prasarana Pendidikan,” t.t.
Nurharirah, Siti, dan Anne Effane. “Hambatan Dan Solusi Dalam Manajemen Sarana Dan
Prasarana Pendidikan.” Karimah Tauhid 1, no. 2 (2022): 21925.
https://doi.org/10.30997/karimahtauhid.v1i2.7709.