2. Metode
Di artikel ini penulis menggunakan metode library research (studi kepustakaan) adalah
sebuah metode penelitian yang dilakukan dengan cara mengumpulkan data dan informasi dari
berbagai sumber kepustakaan seperti buku, jurnal, dokumen, makalah, dan sumber lainnya
yang relevan dengan topik atau permasalahan yang akan diteliti oleh penulis. Library research
yaitu serangkaian kegiatan yang berkenaan dengan metode pengumpulan data pustaka.
Menurut Abdul Rahman Sholeh, penelitian kepustakaan (library research) ialah penelitian
yang mengunakan cara untuk mendapatkan data informasi dengan menempatkan fasilitas yang
ada di perpus seperti buku, majalah, dokumen, catatan kisah-kisah sejarah atau penelitian
kepustakaan murni yang terkait dengan obyek penelitian (Rahayu 2019).
3. Hasil dan Pembahasan
A. Pengertian Perencanaan
Perencanaan merupakan suatu proses kegiatan menggambarkan sebelumnya hal-hal yang
akan dikerjakan kemudian dalam rangka mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Dalam hal ini,
perencanaan yang dimaksud adalah merinci rancangan pembelian, pengadaan, rehabilitas,
distribusi atau pembuatan peralatan dan pelengkapan sesuai dengan kebutuhan[1].
Perencanaan adalah juga cara berpikir mengenai persoalan-persoalan sosial dan ekonomi,
terutama yang berorientasi pada masa mendatang, berkembang dengan hubungan antara tujuan
dan keputusan-keputusan kolektif dan mengusahakan kebijakan dan program. Beberapa ahli
lain merumuskan perencanaan sebagai, mengatur sumber-sumber yang langka secara bijaksana
dan merupakan pengaturan dan penyesuaian hubungan manusia dengan lingkungan dan
dengan waktu yang akan dating[2](Nasrudin and Maryadi 2019). Perencanaan adalah suatu
rangkaian persiapan tindakan untuk mencapai tujuan. Perencanaan merupakan pedoman, garis
besar, atau petunjuk yang harus dituruti jika menginginkan hasil yang baik.
Dalam menyusun sebuah rencana, hal pertama yang harus dilakukan adalah, kita harus
memusatkan pikiran kepada apa yang ingin dikerjakan, tujuan jangka pendek dan tujuan
jangka panjang untuk organisasi serta memutuskan alat apa yang akan digunakan untuk
mencapai tujuan tersebut.[3] (Nasrudin and Maryadi 2019) Perencanaan adalah proses
penentuan tujuan atau sasaran yang hendak dicapai dan menetapkan jalan dan sumber yang
diperlukan untuk mencapai tujuan itu sendiri dengan seefisien dan seefektif mungkin.
Perencanaan sering disebut jembatan yang menghubungkan kesenjangan atau jurang antara
keadaan masa kini dan keadaan yang diharapkan terjadi pada masa yang akan datang. Dengan
demikian, perencanaan yang baik memperhatikan sifat-sifat kondisi yang akan datang, di mana
keputusan efektif dilaksanakan.[4] (Suranto, Annur, and Alfiyanto 2022)
Berkaitan dengan pengertian diatas, maka perencanaan adalah kegiatan menggambarkan
sebelumnya hal-hal yang dikerjakan kemeduian dalam rangka mencapai tujuan yang telah
ditetapkan. Dalam hal ini, perencanaan memainkan peran yang sangat penting dalam mencapai
kesuksesan, karena membantu menentukan arah dan mengatur sumber daya secara efektif
untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Selain itu perencanaan juga berfungsi sebagai
cara berpikir mengenai persoalan-persoalan dan ekonomi, terutama yang beroorientasi pada
masa mendatang.
B. Pengertian Sarana Prasarana
Dalam pendidikan, sarana dan prasarana sangat penting karena dibutuhkan. Sarana dan
prasarana pendidikan dapat berguna untuk menunjang penyelenggaraan proses belajar
mengajar, baik secara lansung maupun tidak lansung dalam suatu lembaga dalam rangka
mencapai tujuan pendidikan. Sarana dan prasarana pendidikan adalah satu sumber daya yang
menjadi tolak ukur mutu sekolah dan perlu peningkatan terus menerus seiring dengan
perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang canggih. (Mubin 2020) Proses pertama