mencakup penyesuaian materi ajar, metode pembelajaran, dan penilaian yang lebih berbasis pada
kebutuhan dan potensi peserta didik.
Kebijakan Merdeka Belajar dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan
Teknologi (Kemendikbud RI) adalah inisiatif baru yang memberikan kebebasan kepada peserta
didik, guru, dan sekolah untuk berinovasi dalam pendidikan. Pendekatan ini mempertimbangkan
berbagai faktor, termasuk kearifan lokal, budaya, kondisi sosio-ekonomi, dan infrastruktur yang
mempengaruhi proses pembelajaran (Lembong et al., 2023). Dengan demikian, Kurikulum
Merdeka diharapkan dapat menghasilkan lulusan yang memiliki keterampilan abad 21, seperti
berpikir kritis, kreativitas, kolaborasi, dan komunikasi, yang sangat diperlukan dalam
menghadapi tantangan global.
Dalam beberapa tahun terakhir, terjadi pergeseran signifikan dalam dunia pendidikan di
pesantren, khususnya dengan diperkenalkannya Kurikulum Merdeka. Kurikulum ini bertujuan
memberikan pendekatan yang lebih fleksibel dan kontekstual terhadap pendidikan, disesuaikan
dengan kebutuhan dan konteks lingkungan belajar yang berbeda. Pesantren Fathurrobbaaniy
Cisoka, yang terletak di Cisoka, Banten, merupakan salah satu institusi yang telah mengadopsi
kurikulum baru ini, berupaya menyeimbangkan antara pendidikan agama dan umum sekaligus
membangun karakter para santri.
Namun, Implementasi Kurikulum Merdeka di Pesantren Fathurrobbaaniy sangat
dipengaruhi oleh Keputusan Menteri Agama (KMA) No. 347 Tahun 2022, yang memberikan
otonomi kepada madrasah dalam mengelola pendidikan dan proses pembelajaran secara mandiri.
Keputusan ini mencerminkan komitmen pemerintah untuk meningkatkan kualitas pendidikan
dan memastikan bahwa madrasah dapat bersaing secara efektif di era modern. Dengan
mengadopsi Kurikulum Merdeka, Pesantren Fathurrobbaaniy menyelaraskan praktik
pendidikannya dengan tujuan yang telah ditetapkan oleh KMA, memastikan bahwa para santri
tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga memiliki nilai moral yang kuat.
2. Metode
Dalam penelitian ini, penulis akan menggunakan pendekatan kualitatif untuk
mengeksplorasi fenomena yang diteliti. Ini melibatkan pertemuan langsung dengan pihak terkait
dalam proyek tersebut, yaitu staf pengajar. Penelitian ini akan mengeksplorasi lebih dalam
melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi yang terarah. Penelitian kualitatif adalah bagian
dari ilmu sosial dan humaniora yang fokus pada analisis detail mengenai pola dan perilaku
manusia serta faktor-faktor yang mempengaruhinya. Pendekatan ini penting karena sering kali
hal-hal yang tampak tidak menggambarkan sepenuhnya motivasi dan pemikiran yang
mendasarinya. Dengan menggunakan pemikiran induktif dan observasi partisipatif, pendekatan
ini memberikan wawasan yang lebih mendalam tentang dinamika sosial dan konteks yang ada
(Dr. Nursapia Harahap,. 2020).
Fokus penelitian ini pada staf pengajar, untuk mengeksplorasi bagaimana staf pengajar
dan pengurus di Pesantren Fathurrobbaaniy Cisoka mengimplementasikan dan mengintegrasikan
Kurikulum Merdeka dalam proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk memahami
tantangan yang mereka hadapi, strategi yang diterapkan, serta terhadap kualitas pendidikan dan
perkembangan karakter santri.