I M E J
Innovations in Multidisciplinary Education Journal
Vol. 1, No. 2, November 2024, page: 72-79
E-ISSN: 3064-0180
72
Siti Mariyatul Koimah et.al (Implementasi Kurikulum Merdeka di Pesantren….)
Implementasi Kurikulum Merdeka di Pesantren
Fathurrobbaaniy Cisoka: Membentuk Generasi
Berkarakter dan Kompetitif dalam Pendidikan Islam
Siti Mariyatul Koimah
a,1
, Nur Amalia Zahra
b,2
, Mas Fierna Janvierna Lusie Putri
c,3
a,b,c
Universitas Pamulang, Tangerang Selatan, Banten
1
mariyatulkoimah@gmil.com;
2
araamalia21@gmail.com;
3
dosen02649@gmail.com
INFO ARTIKEL
ABSTRAK
Sejarah Artikel:
Diterima: 2 September 2024
Direvisi: 23 September 2024
Disetujui: 27 Oktober 2024
Tersedia Daring: 1 November 2024
Implementasi Kurikulum Merdeka di Pesantren Fathurrobbaaniy Cisoka
bertujuan untuk membentuk generasi yang berkarakter dan kompetitif
dalam pendidikan Islam. Penelitian ini mengkaji bagaimana pendekatan
fleksibel dan kontekstual dari Kurikulum Merdeka dapat diterapkan dalam
lingkungan pesantren untuk menghadapi tantangan globalisasi dan
modernisasi. Menggunakan metode kualitatif dengan wawancara,
observasi, dan dokumentasi, penelitian ini mengeksplorasi strategi yang
digunakan oleh staf pengajar dalam mengintegrasikan kurikulum baru ini.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kurikulum Merdeka memberikan
fleksibilitas dalam penyusunan program pembelajaran yang lebih relevan
dengan kebutuhan lokal dan potensi peserta didik. Pesantren
Fathurrobbaaniy berhasil mengintegrasikan nilai-nilai moral dan
keterampilan abad 21 ke dalam proses pembelajaran, meningkatkan
partisipasi dan minat santri dalam kegiatan akademis dan non-akademis.
Tantangan dalam adaptasi metode pengajaran tradisional dan
peningkatan pemahaman orang tua dapat diatasi melalui sosialisasi dan
pelatihan yang komprehensif. Implementasi Kurikulum Merdeka di
pesantren ini memperlihatkan dampak positif yang signifikan dalam
meningkatkan kualitas pendidikan dan membentuk santri yang memiliki
akhlak mulia serta daya saing yang tinggi.
Kata Kunci:
Implementasi Kurikulum
Merdeka
Pesantren
Karakter
ABSTRACT
Keywords:
Independent Curriculum
Implementation
Pesantren
Character
The implementation of the Independent Curriculum at Pesantren
Fathurrobbaaniy Cisoka aims to shape a generation that is both character-
driven and competitive within Islamic education. This study examines how
the flexible and contextual approach of the Independent Curriculum can be
applied in a pesantren environment to address the challenges of
globalization and modernization. Using qualitative methods including
interviews, observations, and documentation, this research explores the
strategies employed by the teaching staff in integrating this new curriculum.
The results indicate that the Independent Curriculum provides flexibility in
designing learning programs that are more relevant to local needs and the
potential of the students. Pesantren Fathurrobbaaniy successfully integrates
moral values and 21st-century skills into the learning process, enhancing
student participation and interest in both academic and non-academic
activities. Challenges in adapting traditional teaching methods and
improving parental understanding were addressed through comprehensive
socialization and training. The implementation of the Independent
Curriculum at this pesantren shows significant positive impacts on
improving the quality of education and shaping students with strong moral
character and high competitiveness.
I M E J
Innovations in Multidisciplinary Education Journal
Vol. 1, No. 2, November 2024, page: 72-79
E-ISSN: 3064-0180
73
Siti Mariyatul Koimah et.al (Implementasi Kurikulum Merdeka di Pesantren….)
©2024, Siti Mariyatul Koimah, Nur Amalia Zahra, Mas Fierna Janvierna Lusie Putri
This is an open access article under CC BY-SA license
1. Pendahuluan
Pendidikan memiliki peran yang sangat penting dalam membentuk karakter dan
kompetensi generasi muda. Dalam konteks Indonesia, pendidikan pesantren telah lama menjadi
salah satu lembaga pendidikan tradisional yang berperan penting dalam masyarakat Muslim,
khususnya di Indonesia. Pesantren merupakan lembaga pendidikan Islam yang tidak hanya
mengajarkan pengetahuan agama, tetapi juga bertujuan membentuk karakter santri agar memiliki
akhlak mulia dan pribadi Islami (Bambang Triyono & Elis Mediawati, 2023). Namun, di era
globalisasi dan modernisasi saat ini, nilai-nilai Islam seringkali menghadapi tantangan yang
signifikan. Modernisasi dan globalisasi adalah faktor penting yang harus dihadapi (Sari & Putri,
2023).
Pendidikan Islam perlu beradaptasi dengan perubahan dalam masyarakat dan teknologi
agar tetap relevan, dengan tetap menjadikan nilai-nilai Islam sebagai landasan utama. Pesantren
sebagai lembaga pendidikan Islam tradisional memiliki tugas untuk mempersiapkan sumber
daya manusia guna mendukung pembangunan. Ini juga termasuk pendidikan pesantren, yang
merupakan warisan peradaban Islam serta aset penting bagi pengembangan pendidikan nasional
(Susiyani, 2017). Serta memiliki kontribusi signifikan dalam mencetak individu yang
berkarakter mulia dan memiliki daya saing. Pendidikan dianggap sebagai upaya untuk
membentuk sikap, karakter, moral, dan kesalehan sosial yang baik. Sebagai sistem dan sub-
budaya, pendidikan berperan sebagai agen perubahan yang signifikan. Pesantren tidak hanya
fokus pada pendidikan agama, tetapi juga menanamkan nilai-nilai moral dan etika yang kuat,
membentuk sikap kepemimpinan, tanggung jawab sosial, dan keterampilan hidup yang penting
bagi santri (Adiansyah, n.d. 2023).
Namun, seiring dengan perkembangan zaman dan dinamika global, tantangan yang
dihadapi oleh pesantren semakin kompleks. Kebutuhan akan pendidikan yang lebih adaptif dan
responsif terhadap perubahan global menjadi semakin mendesak. Teknologi dan informasi yang
berkembang pesat menuntut adanya penyesuaian dalam metode dan materi pembelajaran. Oleh
karena itu, pesantren perlu mampu berkembang dalam berbagai aspek untuk memenuhi
kebutuhan para santrinya di era di mana teknologi dan ilmu pengetahuan berkembang pesat.
Pesantren menerapkan berbagai pendekatan untuk menghadapi tantangan zaman modern ini
(Tyastuti, 2018). Kurikulum yang kaku dan tidak fleksibel tidak lagi relevan dalam konteks
pendidikan modern. Oleh karena itu, pemerintah Indonesia menginisiasi Kurikulum Merdeka
sebagai upaya untuk memberikan kebebasan kepada satuan pendidikan dalam mengembangkan
kurikulum sesuai dengan kebutuhan dan potensi lokal.
Kurikulum Merdeka memberikan fleksibilitas kepada lembaga pendidikan untuk
merancang program pembelajaran yang lebih kontekstual dan relevan dengan kondisi lokal.
Penerapan Kurikulum Merdeka diatur dalam Permendikbud Ristek No. 262/M/2022, yang
merupakan perubahan atas Keputusan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
Nomor 56/M/2022 mengenai pedoman penerapan kurikulum untuk pemulihan pembelajaran. Ini
I M E J
Innovations in Multidisciplinary Education Journal
Vol. 1, No. 2, November 2024, page: 72-79
E-ISSN: 3064-0180
74
Siti Mariyatul Koimah et.al (Implementasi Kurikulum Merdeka di Pesantren….)
mencakup penyesuaian materi ajar, metode pembelajaran, dan penilaian yang lebih berbasis pada
kebutuhan dan potensi peserta didik.
Kebijakan Merdeka Belajar dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan
Teknologi (Kemendikbud RI) adalah inisiatif baru yang memberikan kebebasan kepada peserta
didik, guru, dan sekolah untuk berinovasi dalam pendidikan. Pendekatan ini mempertimbangkan
berbagai faktor, termasuk kearifan lokal, budaya, kondisi sosio-ekonomi, dan infrastruktur yang
mempengaruhi proses pembelajaran (Lembong et al., 2023). Dengan demikian, Kurikulum
Merdeka diharapkan dapat menghasilkan lulusan yang memiliki keterampilan abad 21, seperti
berpikir kritis, kreativitas, kolaborasi, dan komunikasi, yang sangat diperlukan dalam
menghadapi tantangan global.
Dalam beberapa tahun terakhir, terjadi pergeseran signifikan dalam dunia pendidikan di
pesantren, khususnya dengan diperkenalkannya Kurikulum Merdeka. Kurikulum ini bertujuan
memberikan pendekatan yang lebih fleksibel dan kontekstual terhadap pendidikan, disesuaikan
dengan kebutuhan dan konteks lingkungan belajar yang berbeda. Pesantren Fathurrobbaaniy
Cisoka, yang terletak di Cisoka, Banten, merupakan salah satu institusi yang telah mengadopsi
kurikulum baru ini, berupaya menyeimbangkan antara pendidikan agama dan umum sekaligus
membangun karakter para santri.
Namun, Implementasi Kurikulum Merdeka di Pesantren Fathurrobbaaniy sangat
dipengaruhi oleh Keputusan Menteri Agama (KMA) No. 347 Tahun 2022, yang memberikan
otonomi kepada madrasah dalam mengelola pendidikan dan proses pembelajaran secara mandiri.
Keputusan ini mencerminkan komitmen pemerintah untuk meningkatkan kualitas pendidikan
dan memastikan bahwa madrasah dapat bersaing secara efektif di era modern. Dengan
mengadopsi Kurikulum Merdeka, Pesantren Fathurrobbaaniy menyelaraskan praktik
pendidikannya dengan tujuan yang telah ditetapkan oleh KMA, memastikan bahwa para santri
tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga memiliki nilai moral yang kuat.
2. Metode
Dalam penelitian ini, penulis akan menggunakan pendekatan kualitatif untuk
mengeksplorasi fenomena yang diteliti. Ini melibatkan pertemuan langsung dengan pihak terkait
dalam proyek tersebut, yaitu staf pengajar. Penelitian ini akan mengeksplorasi lebih dalam
melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi yang terarah. Penelitian kualitatif adalah bagian
dari ilmu sosial dan humaniora yang fokus pada analisis detail mengenai pola dan perilaku
manusia serta faktor-faktor yang mempengaruhinya. Pendekatan ini penting karena sering kali
hal-hal yang tampak tidak menggambarkan sepenuhnya motivasi dan pemikiran yang
mendasarinya. Dengan menggunakan pemikiran induktif dan observasi partisipatif, pendekatan
ini memberikan wawasan yang lebih mendalam tentang dinamika sosial dan konteks yang ada
(Dr. Nursapia Harahap,. 2020).
Fokus penelitian ini pada staf pengajar, untuk mengeksplorasi bagaimana staf pengajar
dan pengurus di Pesantren Fathurrobbaaniy Cisoka mengimplementasikan dan mengintegrasikan
Kurikulum Merdeka dalam proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk memahami
tantangan yang mereka hadapi, strategi yang diterapkan, serta terhadap kualitas pendidikan dan
perkembangan karakter santri.
I M E J
Innovations in Multidisciplinary Education Journal
Vol. 1, No. 2, November 2024, page: 72-79
E-ISSN: 3064-0180
75
Siti Mariyatul Koimah et.al (Implementasi Kurikulum Merdeka di Pesantren….)
Penelitian ini dilakukan di Pesantren Fathurrobbaaniy Cisoka, yang terletak di Cisoka,
Banten. Pesantren ini dikenal dengan pendekatan pendidikan Islam yang mengintegrasikan
pembelajaran agama dan umum. Fokus penelitian ini adalah untuk memahami bagaimana
Kurikulum Merdeka diterapkan di pesantren ini, termasuk tantangan dan strategi yang digunakan
oleh staf pengajar dan pengurus. Lokasi ini menawarkan konteks yang relevan untuk
mengevaluasi penerapan kurikulum dalam lingkungan pesantren yang mengutamakan
pengembangan karakter santri.
Menggunakan teknik pengumpulan data yang tepat adalah langkah awal yang krusial
dalam memastikan keberhasilan sebuah penelitian. Proses pengumpulan data biasanya dimulai
dengan mencari informasi yang relevan dari berbagai sumber pustaka yang sesuai dengan topik
penelitian. Setelah informasi yang dibutuhkan ditemukan, langkah berikutnya adalah
mengekstraksi data penting dan mencatatnya dengan sistematis, baik dalam bentuk catatan
penelitian. Pendekatan ini membantu peneliti mengorganisir informasi secara efektif dan
mempersiapkan dasar yang kuat untuk analisis lebih lanjut.
Selain mengandalkan sumber pustaka, pengumpulan data lapangan juga menjadi bagian
integral dari penelitian. Pengumpulan data lapangan memungkinkan peneliti mendapatkan
informasi secara langsung dari sumber-sumber primer. Metode ini dapat mencakup wawancara
dengan responden yang relevan, observasi terhadap fenomena yang sedang diteliti. Melalui
metode ini, peneliti dapat memperoleh data yang lebih akurat dan kontekstual, yang mungkin
tidak tersedia dalam literatur tertulis. Dengan mengombinasikan data dari sumber pustaka dan
lapangan, peneliti dapat memperoleh gambaran yang lebih komprehensif mengenai topik yang
sedang diteliti. Penggunaan berbagai teknik pengumpulan data ini tidak hanya meningkatkan
validitas penelitian tetapi juga memperkaya analisis dan kesimpulan yang dihasilkan. Hal ini
menunjukkan bahwa proses pengumpulan data merupakan fondasi yang menentukan kualitas
keseluruhan dari sebuah penelitian (Ulimaz, 2022).
3. Hasil dan Pembahasan
Kurikulum memiliki peran yang sangat penting dalam menentukan kesuksesan pendidikan
(Ayudia et al., n.d.). Tanpa adanya kurikulum yang efektif dan sesuai, pencapaian tujuan
pendidikan, baik dalam pendidikan formal, non-formal, maupun informal, akan menghadapi
berbagai kendala. Namun, dengan adanya Kurikulum Merdeka, terdapat perubahan paradigma
yang mengedepankan pendekatan yang lebih fleksibel dan kontekstual, memungkinkan
penyesuaian dengan kebutuhan dan konteks belajar yang lebih dinamis (Aufa A, 2024).
Kurikulum Merdeka dalam pendidikan Berbasis Agama Islam di sekolah idealnya
difokuskan pada pengembangan kecerdasan siswa yang mencerminkan sifat-sifat utama Nabi
Muhammad SAW, yaitu kecerdasan (fathonah), kejujuran (siddiq), integritas (amanah), dan
kemampuan menyampaikan kebenaran (tabligh). Pendidikan karakter dalam Islam bertujuan
untuk membentuk akhlak yang mulia, yang sesuai dengan sifat-sifat tersebut. Artinya,
pendidikan ini harus mendorong siswa untuk menjadi individu yang jujur dalam setiap perkataan
dan tindakan, dapat dipercaya dalam segala hal, berani menyampaikan kebenaran, dan cerdas
dalam mengambil keputusan serta menyelesaikan masalah (Hilmin et al., 2023).
I M E J
Innovations in Multidisciplinary Education Journal
Vol. 1, No. 2, November 2024, page: 72-79
E-ISSN: 3064-0180
76
Siti Mariyatul Koimah et.al (Implementasi Kurikulum Merdeka di Pesantren….)
Sesuai dengan Keputusan Menteri Agama Republik Indonesia (KMA RI) nomor 347 tahun
2022 memberikan otonomi kepada madrasah dalam mengelola pendidikan dan pembelajaran
secara mandiri. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kualitas peserta didik dan menjadikan
madrasah memiliki daya saing yang unggul dalam menghadapi tantangan zaman. Oleh karena
itu, MA Fathurrobbaaniy Cisoka menerapkan Kurikulum Merdeka dalam proses belajar
mengajarnya. Meskipun demikian, untuk memenuhi kebutuhan kurikulum tersebut, buku
pembelajaran yang digunakan mengikuti pedoman yang telah ditetapkan oleh Kementerian
Agama Republik Indonesia (KEMENAG RI). Pedoman ini dirancang untuk memperkuat
pendidikan Agama Islam dan Bahasa Arab di madrasah (Nisa & Ghifari, 2023). Inovasi dalam
kurikulum ini memungkinkan madrasah untuk memberikan pendidikan yang lebih holistik dan
relevan dengan tantangan masa depan.
Menurut hasil wawancara dengan Ustadzah Dinda Aulia, salah satu pengajar di Pesantren
Fathurrobbaaniy, Implementasi Kurikulum Merdeka di Pesantren Fathurrobbaaniy Cisoka
menunjukkan beberapa hasil yang signifikan. Proses implementasi Kurikulum Merdeka dimulai
dengan sosialisasi dan pelatihan bagi staf pengajar dan orang tua santri. Penyesuaian jadwal dan
materi pembelajaran dilakukan secara bertahap untuk memastikan adaptasi yang efektif. Dari
sisi pengembangan karakter, Kurikulum Merdeka memungkinkan integrasi nilai-nilai moral
seperti kejujuran, disiplin, dan tanggung jawab ke dalam berbagai mata pelajaran dan kegiatan.
Pengembangan keterampilan abad ke-21 juga menjadi fokus, dengan adanya kegiatan
ekstrakurikuler seperti pramuka, paskibraka, silat, tafsir al-qur’an, ceramah dan organisasi santri
yaitu OSAFA (Organisasi Santri Aktif Fathurrobbaaniy). Dampak positif dari kurikulum ini
terlihat dari peningkatan partisipasi dan minat santri dalam pembelajaran, serta kemajuan yang
signifikan dalam aspek akademis dan non-akademis.
Implementasi Kurikulum Merdeka di Pesantren Fathurrobbaaniy Cisoka menunjukkan
bahwa pendekatan ini efektif dalam menciptakan lingkungan belajar yang lebih fleksibel dan
relevan dengan tuntutan zaman. Kurikulum Merdeka memberikan kebebasan bagi lembaga
pendidikan untuk mengembangkan materi dan metode pembelajaran sesuai dengan kebutuhan
lokal, yang merupakan langkah penting dalam menghadapi tantangan globalisasi dan kemajuan
teknologi. Kemendikbudristek juga memberikan kebebasan kepada guru dalam memilih metode
penyampaian kurikulum atau cara mengajar. Kurikulum Merdeka mencerminkan kebebasan
berpikir, dan esensi kebebasan berpikir ini harus dimiliki terlebih dahulu oleh guru. Tanpa
penerapan pada guru, hal ini sulit untuk diterapkan pada siswa (Hattarina et al., n.d.). Sosialisasi
dan pelatihan yang dilakukan di awal proses implementasi terbukti krusial dalam memastikan
pemahaman dan keterampilan yang dibutuhkan oleh guru.
Tantangan utama yang dihadapi selama implementasi, seperti adaptasi metode pengajaran
tradisional dan peningkatan pemahaman orang tua, merupakan hal yang wajar dalam transisi
menuju kurikulum yang lebih fleksibel. Dukungan yang kuat dari pihak pesantren dan
pemerintah memainkan peran penting dalam mengatasi tantangan ini, menunjukkan pentingnya
kolaborasi dalam proses perubahan pendidikan. Selain itu, dalam wawancara dengan salah satu
guru di Pesantren Fathurrobbaaniy Cisoka, Ustazah Dinda Aulia, disebutkan bahwa "Pada
awalnya, kami merasa kesulitan dengan perubahan kurikulum ini, terutama karena kami harus
I M E J
Innovations in Multidisciplinary Education Journal
Vol. 1, No. 2, November 2024, page: 72-79
E-ISSN: 3064-0180
77
Siti Mariyatul Koimah et.al (Implementasi Kurikulum Merdeka di Pesantren….)
mengubah pendekatan pengajaran yang sudah lama diterapkan. Namun, dengan dukungan
pelatihan dan kerjasama antar guru, kami mulai melihat hasil positif, terutama dalam hal
keterlibatan santri dalam proses belajar".
Dalam hal pengembangan karakter, Kurikulum Merdeka berhasil mengintegrasikan nilai-
nilai moral dalam proses pembelajaran dengan cara yang kontekstual dan relevan serta
memungkinkan integrasi pendidikan karakter dalam pembelajaran dan penilaian, sehingga
mendukung perkembangan pribadi dan karakter siswa secara lebih menyeluruh (Mustoip, 2023).
Hal ini membuktikan bahwa kurikulum ini tidak hanya fokus pada aspek akademis tetapi juga
pada pembentukan karakter yang solid. Selain itu, pengembangan keterampilan abad ke-21
melalui berbagai aktivitas dan proyek menunjukkan bahwa kurikulum ini mempersiapkan santri
untuk menghadapi tantangan masa depan dengan keterampilan yang diperlukan di era
globalisasi.
Secara keseluruhan, hasil penelitian menunjukkan bahwa Kurikulum Merdeka di Pesantren
Fathurrobbaaniy Cisoka tidak hanya meningkatkan kualitas pendidikan tetapi juga membentuk
santri yang berkarakter dan kompetitif. Pendekatan ini dapat dijadikan model bagi pesantren lain
dalam menghadapi tantangan pendidikan modern. Keberhasilan implementasi ini menegaskan
pentingnya fleksibilitas dalam kurikulum dan dukungan kolaboratif untuk mencapai hasil
pendidikan yang optimal.
4. Kesimpulan
Implementasi Kurikulum Merdeka di Pesantren Fathurrobbaaniy Cisoka telah
menunjukkan dampak positif yang signifikan dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan
membentuk generasi santri yang berkarakter serta kompetitif. Kurikulum ini memberikan
fleksibilitas kepada lembaga pendidikan untuk merancang program pembelajaran yang lebih
sesuai dengan kebutuhan lokal dan potensi peserta didik, sekaligus mengintegrasikan nilai-nilai
moral dan keterampilan abad ke-21.
Melalui proses sosialisasi dan pelatihan yang komprehensif, pesantren berhasil
menerapkan Kurikulum Merdeka dengan efektif, meskipun menghadapi beberapa tantangan
seperti adaptasi metode pengajaran dan pemahaman orang tua. Dukungan dari pihak pesantren
dan pemerintah sangat krusial dalam mengatasi hambatan-hambatan tersebut, menunjukkan
pentingnya kolaborasi dalam proses perubahan pendidikan.
Kurtilulum Merdeka di Pesantren Fathurrobbaaniy Cisoka juga berhasil mengintegrasikan
nilai-nilai karakter seperti kejujuran, disiplin, dan tanggung jawab dalam berbagai aspek
pembelajaran, serta mengembangkan keterampilan abad ke-21 seperti berpikir kritis, kreativitas,
dan kolaborasi. Peningkatan partisipasi dan minat santri dalam pembelajaran, serta kemajuan
yang dicapai dalam aspek akademis dan non-akademis, menggarisbawahi efektivitas pendekatan
ini dalam mempersiapkan santri untuk menghadapi tantangan masa depan.
Implementasi Kurikulum Merdeka di Pesantren Fathurrobbaaniy Cisoka dapat dijadikan
sebagai model bagi pesantren lain dalam mengadaptasi pendidikan mereka dengan tuntutan
zaman modern. Keberhasilan ini menegaskan bahwa pendekatan yang fleksibel dan relevan
dalam kurikulum, didukung oleh kerjasama yang baik antara semua pihak terkait, dapat
I M E J
Innovations in Multidisciplinary Education Journal
Vol. 1, No. 2, November 2024, page: 72-79
E-ISSN: 3064-0180
78
Siti Mariyatul Koimah et.al (Implementasi Kurikulum Merdeka di Pesantren….)
menghasilkan lulusan yang tidak hanya memiliki pemahaman agama yang kuat tetapi juga
kompetensi yang diperlukan untuk sukses di era globalisasi.
Untuk meningkatkan penerapan Kurikulum Merdeka di Pesantren Fathurrobbaaniy
Cisoka, beberapa langkah strategis perlu diambil. Penting untuk memperkuat pelatihan bagi para
guru, agar mereka dapat menguasai dan menerapkan kurikulum dengan lebih efektif. Program
pelatihan harus mencakup teknik terbaru dan memberikan dukungan teknis yang berkelanjutan,
sehingga guru dapat menghadapi tantangan dan memanfaatkan potensi kurikulum secara
maksimal. Sosialisasi kepada orang tua perlu diperluas melalui workshop dan seminar yang
terstruktur. Ini bertujuan agar orang tua memahami manfaat kurikulum baru dan dapat
memberikan dukungan yang aktif terhadap proses pendidikan anak-anak mereka.
Integrasi teknologi dalam pembelajaran harus diprioritaskan. Penggunaan perangkat
digital dan platform online dapat memperluas akses materi ajar dan meningkatkan keterlibatan
santri, serta mempersiapkan mereka dengan keterampilan abad ke-21 yang relevan. Evaluasi
rutin terhadap kurikulum sangat penting. Pesantren perlu mengumpulkan umpan balik dari
berbagai pihak guru, santri, dan orang tua serta melakukan penyesuaian berdasarkan masukan
tersebut untuk memastikan bahwa kurikulum tetap efektif dan sesuai dengan perkembangan
kebutuhan. Menjalin kolaborasi dengan institusi pendidikan lain dapat membawa banyak
manfaat, termasuk pertukaran pengetahuan, pelatihan bersama, dan dukungan tambahan.
Kerjasama ini akan memperkaya pengalaman belajar santri dan memperkuat implementasi
Kurikulum Merdeka.
5. Daftar Pustaka
Adiansyah, D. (n.d.). IMPLEMENTASI NILAI-NILAI KESALEHAN SOSIAL DI PONDOK
PESANTREN DALAM MENGHADAPI ERA SOCIETY 5.0.
Ayudia, I., Bhoke, W., Oktari, R., Salem, V., Khairani, M., Setiawati, M., & Imbar, M. (n.d.).
PT. MIFANDI MANDIRI DIGITAL.
Bambang Triyono & Elis Mediawati. (2023). Transformasi Nilai-Nilai Islam melalui Pendidikan
Pesantren: Implementasi dalam Pembentukan Karakter Santri. Journal of International
Multidisciplinary Research, 1(1), 147158. https://doi.org/10.62504/jimr403
DR. Nursapia Harahap.. (n.d.). Buku Metodologi Penelitian Kualitatif. 2020.
Hilmin, Dwi Noviani, & Eka Yanuarti. (2023). Internalisasi Nilai-Nilai Moderasi Beragama
Dalam Kurikulum Merdeka Belajar Pendidikan Agama Islam. Symfonia: Jurnal
Pendidikan Agama Islam, 3(1), 5768. https://doi.org/10.53649/symfonia.v3i1.34
Lembong, J. M., Lumapow, H. R., & Rotty, V. N. J. (2023). Implementasi Merdeka Belajar
Sebagai Transformasi Kebijakan Pendidikan. Jurnal Educatio FKIP UNMA, 9(2), 765
777. https://doi.org/10.31949/educatio.v9i2.4620
Mustoip, S. (2023). ANALISIS PENILAIAN PERKEMBANGAN DAN PENDIDIKAN
KARAKTER DI KURIKULUM MERDEKA SEKOLAH DASAR. PANDU : Jurnal
Pendidikan Anak dan Pendidikan Umum, 1(3), 144151.
https://doi.org/10.59966/pandu.v1i3.470
I M E J
Innovations in Multidisciplinary Education Journal
Vol. 1, No. 2, November 2024, page: 72-79
E-ISSN: 3064-0180
79
Siti Mariyatul Koimah et.al (Implementasi Kurikulum Merdeka di Pesantren….)
Nisa, A. K., & Ghifari, M. A. (2023). IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA PADA
PEMBELAJARAN BAHASA ARAB DI MADRASAH ALIYAH NEGERI 1 KENDARI. 6(2).
Sari, D. W., & Putri, M. S. (2023). Relevansi Pendidikan Islam Di Era Digital Dalam
Menavigasi Tantangan Modern. 2(2).
Susiyani, A. S. (2017). Manajemen Boarding School dan Relevansinya dengan Tujuan
Pendidikan Islam di Muhammadiyah Boarding School (MBS) Yogyakarta. Jurnal
Pendidikan Madrasah, 2(2), 327. https://doi.org/10.14421/jpm.2017.22-08
Tyastuti, I. (2018). Pesantren Dan Tantangan Modernisasi Dalam Buku Menggerakkan Tradisi
Karya Kh. Abdurrahman Wahid. Al-Adabiya: Jurnal Kebudayaan dan Keagamaan,
13(02), 348366. https://doi.org/10.37680/adabiya.v13i02.30
Ulimaz, A. (2022). Analisis Keselamatan dan Kesehatan Kerja pada Stasiun Loading Ramp
dengan Metode HIRARC di PT. XYZ. INSOLOGI: Jurnal Sains dan Teknologi, 1(3), 268
279. https://doi.org/10.55123/insologi.v1i3.573