Journal of Contemporary Issues in Primary Education (JCIPE)
Vol. 1, No. 1, Juni 2023, page: 1-7
E-ISSN: 3026-4014
- 3 -
yang digali dari kearifan lokal. Sistem among Ki Hadjar Dewantara merupakan metode yang sesuai untuk
pendidikan karena merupakan metode pengajaran dan pendidikan yang berdasarkan asih, asah dan asuh.
Pendidikan sistem among bersendikan pada dua hal yaitu: kodrat alam sebagai syarat untuk
menghidupkan dan menggerakkan kekuatan lahir dan batin anak hingga dapat hidup mandiri. Sistem
among sering dikaitkan dengan asas yang berbunyi: Ing ngarso sung tuladha, ing madya mangun karsa,
Tutwuri handayani. Ing ngarso sung tuladha artinya memberikan contoh atau teladan yang baik terhadap
siswa dan siswinya baik pola pikir maupun tingkah laku. Dalam hal ini seorang pendidik harus
memberikan arahan atau motivasi kepada siswa untuk menghargai kejujuran, tanggung jawab, disiplin,
sopan santun, dan percaya diri. Dengan memberikan teladan yang baik dan benar kepada siswa, maka
tindakan atau perilaku siswa akan baik juga dan seorang guru adalah panutan bagi siswa siswinya. Ing
madyo mangun karsa artinya ditengah membangun semangat yang artinya seorang guru harus bisa
memberikan semangat belajar siswa karena guru bisa juga menjadi teman bagi siswa siswinya sehingga
dapat membimbing siswanya dengan leluasa dan terciptlah suasana belajar yang menyenangkan dan
nyaman bagi siswa dan siswinya. Tut wuri handayani artinya mengikuti dari belakang dan memberi
pengaruh terhadap siswa-siswinya untuk mendorong atau memberi motivasi dalam pembelajaran karena
dengan hal tersebut mereka selalu merasa diperhatikan sehingga muncul pikiran yang positif dari
gurunya, sehingga selalu memandang kedepan dan tidak terpaku dalam situasi atau keadaan sekarang ini.
Asas ini telah banyak dikenal daripada sistem among sendiri karena banyak dari anggota masyarakat yang
belum memahaminya, hal ini terbukti dengan penelitian Fatah Arifudin, pendidikan disekolah masih ada
yang menggunakan perintah dan hukum untuk mencapai ketertiban dikarenakan pendidikan disekolah
hanya berfokus untuk mentransfer ilmu pengetahuan saja padahal dalam pendidikan, proses pembelajaran
sebenarnya belum sesuai dengan tujuan pendidikan nasional.
Sistem among sangat dibutuhkan oleh setiap guru dalam mendidik dan mengarahkan anak pada
pendidikan yang sebenarnya, sebab guru merupakan orang yang melakukan kontak secara langsung
dengan anak setiap harinya. Terlebih guru sekolah dasar dimana mereka harus mendidik dan
membimbing anak diusia yang karakternya dapat berubah ubah sesuai dengan apa yang dilihat dan
didengar setiap harinya, oleh karena itu dapat dilihat bahwa disini peran guru sangat berpengruh
didalamnya.
Menurut Tutuk Ningsih (2015: 230-232) Guru berperan penting dalam mentransfer ilmu
pengetahuan, sikap, dan perilaku terhadap siswa. Ki Hajar Dewantara telah menuliskan peran guru dalam
proses pendidikan yaitu Ing Ngarso Sung Tulodho yaitu di depan memberikan teladan, Ing Madya
Mangun Karso yang berarti di tengah memberikan peluang untuk berkarya, dan Tut Wuri Handayani
berarti di belakang memberikan dorongan. Guru dalam proses pembelajaran harus didasarkan pada
metode sistem among yakni asih, asah, dan asuh. Pembelajaran di dalam kelas, seorang guru harus dapat
menyampaikan Pendidikan pesan moral jujur, peka terhadap lingkungan, dan mampu menanamkan nilai
karakter pada siswa. Perkembangan baru terhadap pandangan belajar mengajar bahwa konsekuensi
kepada guru untuk meningkatkan peranan dan kompetensinya karena proses belajar mengajar dan hasil
belajar siswa sebagian besar ditentukan oleh peranan dan kompetensi guru karena proses belajar mengajar
dan hasil belajar siswa sebagian besar ditentukan oleh peranan dan kompetensi guru dalam mengajar.
Peran seorang guru sangat signifikan dalam proses belajar mengajar dimana guru yang kompeten
akan lebih mampu dalam mengelola kelasnya sehingga hasil belajar siswa berada pada tingkat optimal.
Guru sangat berperan penting dalam proses pembelajaran dimana peran guru dalam proses belajar
mengajar meliputi banyak hal seperti sebagai pengajar, manajer kelas, motivator, supervisor, konsuler,
eksplorator dan sebagainya.
Oleh karena itu guru memiliki peranan penting dalam implementasi sistem pembelajaran yang
digunakan dalam dunia pendidikan. Berdasarkan hasil observasi awal pada saat kegiatan magang III atau
Pengenalan Lapangan Persekolahan pada tanggal 25 Juli - 25 Agustus 2022 di SD Negeri Kanggotan
sudah terdapat falidasi bahwa peran guru dalam mengajar pada muatan PPKn kelas IV SD Negeri
Kanggotan guru sudah menerapkan sistem among berdasarkan Tut Wuri Handayani. Tetapi terlihat
bahwa peran guru dalam mengajar masih belum terlaksana dengan optimal dan belum dapat
mengimplementasikan sistem among dengan benar yang sesuai dengan ajaran Ki Hadjar Dewantara. Hal
ini terlihat ketika guru mengajar pada muatan PPKn di kelas IV guru hanya sekedar menjelaskan dan
kemudian memberikan soal kepada siswa, guru hanya memberikan kesempatan bertanya siswa 1 kali
setelah guru selesai menjelaskan semua materi yang diajarkan pada siswa sehingga hal ini membuat siswa
merasa bingung apa yang harus ditanyakan kepada guru. Kemudian pada saat pengerjaan soal yang