Journal of Contemporary Issues in Primary Education (JCIPE)
Vol. 1, No.1, Juni 2023, page: 8-15
E-ISSN: 3026-4014
- 8 -
Artikel Tinjauan PustakaNaskah dikirim: 4/02/2023 Selesai revisi: 23/03/2023 Disetujui: 27/05/2023 Diterbitkan:1/06/2023
Peran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan dalam menghadapi arus globalisasi
Dhanie Raihan Triswantono
1
dan Ervin Dwi Antari
2
1, 2
Universitas Cokroaminoto Yogyakarta, Kota Yogyakarta,
Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, Indonesia
1
Email: dhanieraihant@gmail.com
2
Email: ervindantari24@gmail.com
Abstrak: Semakin pesatnya arus globalisasi masa kini, tentunya terdapat dampak negatif yang besar
terhadap budi pekerti berkewarganegaraan penduduk Indonesia terutama para anak muda. Oleh karena itu
tak heran bahwasannya karakter bangsa Indonesia yang berdasarkan Pancasila kini mulai memudar. Maka
dari itu penelitian ini mengupas peran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan dalam menghadapi arus
globalisasi. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif yang didapatkan dari study literatur serta data
ilmiah yang sesuai fakta, kemudian dipaparkan secara tertulis. Buah dari study pustaka ini menunjukkan
bahwa peran pelajaran Pancasila dan Kewarganegaraan didalam derasnya gelombang globalisasi, yakni
benar-benar berimbas bagi anak muda dalam mengamankan dan mengamalkan budi pekerti PPKN yang
ada dan terciptalah para anak muda yang masih bersekolah kemudian menggegam pedoman, bermoral, taat,
komitmen menaati aturan yang berlaku, pikir tajam serta beribadah dan berkreasi tinggi.
Kata kunci: PPKn, Globalisasi, Peran PPKn.
The role of pancasila and citizency education in facing the flow of globalization
Abstract: The increasingly rapid flow of globalization today, of course, has a major negative impact on the
civic character of the Indonesian population, especially young people. Therefore, it is not surprising that
the character of the Indonesian nation based on Pancasila is now starting to fade. Therefore, this research
examines the role of Pancasila and Citizenship Education in facing the flow of globalization. This research
uses quantitative methods obtained from literature studies and scientific data that correspond to facts, then
presented in writing. The results of this literature study show that the role of Pancasila and Citizenship
lessons in the rapid wave of globalization, is that it really has an impact on young people in securing and
practicing the existing PPKN morals and creating young people who are still in school and then adhere to
the guidelines, are moral, obedient, commitment to obeying applicable rules, sharp thinking as well as high
levels of worship and creativity.
Keywords: PPKn, Globalisasi, Role PPKn
Hak Cipta©2023Dhanie Raihan Triswantono, Ervin Dwi Antari
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 CC BY-SA International License.
Journal of Contemporary Issues in Primary Education (JCIPE)
Vol. 1, No.1, Juni 2023, page: 8-15
E-ISSN: 3026-4014
- 9 -
1. Pendahuluan
Pada perkembangan era globalisasi seperti saat ini, kemajuan bangsa dapat diukur dengan tingginya
tingkat pendidikan. Pada era globalisasi ini perkembangan teknologi khususnya teknologi komunikasi
sangatlah pesat. Telah mengubah dunia seakan-akan menjadi kampung dunia atau dunia village. Dunia
menjadi transparan, tanpa mengenal batas negara, kondisi tersebut berdampak pada seluruh kehidupan
masyarakat berbangsa dan bernegara. Selain itu juga mempengaruhi pola pikir pola sikap dan pola tindakan
seluruh masyarakat Indonesia.
Globalisasi merupakan suatu tatanan masyarakat yang mendunia dan tidak mengenal batas wilayah
(Hermawanto & Anggrani, 2020). Globalisasi dapat diartikan sebagai kejadian yang menjalar ke seluruh
bumi dan kencangnya gelombang globalisasi tak terbendung (Iswanda & Dewi, 2021). Terlepas dari itu
globalisasi memiliki pengaruh yang cukup besar dalam kehidupan yaitu dampak baik itu positif dan dampak
negatif. Pengaruh arus globalisasi berpengaruh menyingkirkan norma budi pekerti penduduk Indonesia
yang sangat dijunjung tinggi. Walhasil penduduk Indonesia terutama anak muda menurun karakternya dan
semakin menjamur anak muda yang tidak beretika. Oleh karenanya sangat diperlukan pembangunan dan
penguatan pendidikan dengan tujuan untuk membereskan permasalahan tipisnya moral di anak muda
Indonesia. Salah satunya dengan memberi pondasi dan mempastikan karakter bangsa dengan baik yaitu
diberikan mata pelajaran pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan. Mata pelajaran ini mempunyai
kedudukan yang strategis dalam menguatkan norma budi pekerti ialah mempelajari dan mengamalkannya.
Pendidikan ialah elemen wajib mendapatkan sorotan paling penting dikarenakan dengan ekosistem
pendidikan yang berjalan sesuai tujuan maka menghasilkan muatan berkarakter pula bagi suatu negara dan
sebaliknya apabila pendidikan di suatu negara tidak berjalan mulus maka akan memperoleh kemerosotan
bagi negara tersebut.
Kondisi di tanah air sekarang belom sampai tujuan yang direncakan, dikarenakan perbuatan
masyarakat Indonesia kurang berbudi pekerti dalam menyikapi adanya globalisasi. Pendidikan Pancasila
dan Kewarganegaraan merupakan struktur pembelajaran untuk anak muda agar terbentuk warga negara
paham akan kewajiban dan hak bernegara dan berbangsa serta memperkokoh kesiapan seluruh warga
negara supaya berintelektual. Selain itu Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan memiliki misi untuk
membangun dan membentuk karakter bangsa untuk dipersiapkan kelak diwaktu akan datang supaya
mencetak anak muda yang memiliki karakter lokal bangsa Indonesia.
Definisi pendidikan pancasila dan kewarganegaraan yang diperoleh dari Renata dan Dinie (Nur Annisa
& Anggraeni Dewi, 2021) pendidikan yaitu pendidikan dan Kewarganegaraan merupakan pendidikan yang
berpusat pada demokrasi politik yang beramflikasi dengan dasar-dasar ilmu positif yang berpengaruh
dilingkungan keluarga, Masyarakat dan sekolah yang semuanya itu diberikan kepada pelajar-pelajar agar
dapat berpikir serius dalam menganalisis dan berperilaku demokratis dalam berdemokrasi Pancasila dan
undang-undang 45. Demikian pula yang tercantum di UU tahun 2003 pasal 39 no. 20 menjelaskan PPKn
ialah proses memperlengkapi peserta didik agar mempunyai skill yang berkaitan dengan interaksi antara
warga dan negara serta belajar bela negara supaya peserta didik dapat berguna oleh negara dan bangsa
Indonesia.
Oleh karena itu dalam kajian ini menganlisis seberapa jauh hadirnya Pendidikan Pancasila dan
Kewarganegaraan yang berperan menanamkan perilaku, karakter dan sikap kepada anak muda dalam
pesatnya gelombang globalisasi. Kemudian dijelaskan dan dipelajari peran Pendidikan Pancasila dan
Kewarganegaraan menyokong anak muda agar tidak terbawa dalam dinamika globalisasi yang sangat
dinamis, serta menganalisis akibat derasnya globalisasi yang mengakibatkan lunturnya karakter yang sesuai
dengan Pancasila dalam anak muda Indonesia. Hasil dari study Pustaka yang kami temukan yaitu
Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan sangat berperan penting yang bermanfaaat bagi anak muda
dalam mengamalkan dan mengamankan dalam kehidupan nilai-nilai kewarganegaraannya. Kemudian
terciptanya paraa anak muda yang masih bersekolah dan sudah menyelesaikan pendidikannya tetap
memegang erat pedoman hidup, bermoral, taat, berkomitmen menaati aturan yang berlaku, berpikir tajam
serta berkreasi tinggi dan senantiasa menjalankan ibadah sesuai agama masing-masing.
2. Metode Penelitian
Penelitian ini menggunakan metode penelitian berbasis literatur, penelitian ini bermaksud untuk
mendeskripsikan tentang peran pendidikan pancasila kewarganegaraan dalam menghadapi arus globalisasi.
Metode yang kami gunakan merupakan metode penelitian kualitatif berbasis dengan litreratur, yang
Journal of Contemporary Issues in Primary Education (JCIPE)
Vol. 1, No.1, Juni 2023, page: 8-15
E-ISSN: 3026-4014
- 10 -
bertujuan menempatkan hasil-hasil temuan yang didapatkan dari jurnal-jurnal dahulu dalam konteks dari
berbagai jurnal yang dikemas sedemikian rupa sehingga dapat menarik kesimpulan yang lebih idealis.
Literatur yang yang berdasarkan fakta ini adalah hal yang lumrah digarap selesai melakukan pengkumpulan
kemudian menganalisis data secara akurat pada pengkajian kualitatif (Wahyudin, 2017).
Kajian Pustaka ini dibuat pada pengkajian yang bertujuan untuk menunjang dan menjabarkan suatu
pemahaman secara universal berkaitan tentang klasifikasi dalam konteks ilmu pengetahuan tertentu yang
dieksplorasi (Darmalaksana, 2020). Kajian Pustaka tersebut sacara universal hanya berbentuk teori sebab
sangat minim jurnal-jurnal terdahulu yang memiliki tipe yang sama untuk suatu objek ataupun peristiwa
tertentu dari kajian pustaka yang akan dilakukan. Berdasarkan jurnal-jurnal tersebut suatu rencana study
pustaka diuraikan untuk dikaji secara komplek berbagai posisi kehidupan masyarakat berkaitan dengan
pembahasan peran pendidikan pancasila kewarganegaraan dalam menghadapi arus globalisasi.
Kajian mengenai penelitan kualitatif yang berawal dari definisi mengenai Pendidikan Pancasila dan
Kewarganegaraan, kemudian mengenai globalisasi dan mengenai peranan pendidikan Pancasila dalam
globalisasi dengan menetapkan pentingnya penelitian kualitatif dalam mengkaji serta merumusakan suatu
data diteliti. Ada kurang lebih jenis kajian kualitatif yaitu kajian grounded theory dan kajian etnografi.
Jurnal-jurnal terdahulu dipakai untuk kerangka kajian yang akan dibuat dan dikaji sebelum kajian tersebut
dilakukan.
Teknik analisis yang kami terapkan dalam merumuskan artikel ini yaitu diawali dengan pengumpulan
referensi dari berbagai sumber yang terpercaya, kemudian kami baca dan kami simpulkan sebagai bekal
dalam menetukan isi materi yang akan di sampaikan, kemudiaan kalimat disusun sedemikan rupa sehingga
nyaman lebih luas serta lebih mudah dipahami oleh audiens dalam penyapaian materinya.
3. Hasil dan Pembahasan
Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan
Pendidikan adalah salah satu prioritas pemerintah Indonesia, yang sudah tertuang dalam konstitusi
Indonesia yaitu dalam UUD 1945 pasal 31 (Shidiq & Raharjo, 2018)tersebut berisikan tentang yaitu “setiap
warga Negara berhak mendapatkan pendidikan”. Dengan adanya UU ini pemerintah bersama masyarakat
saling berikrar dan berkolaborasi dalam meningkatkan kualitas SDM Indonesia dengan Pendidikan. Tujuan
Pendidikan Indonesia tercantum dalam UU RI No. 20 tahun 2003 pasal 1 ayat 1 yang berbunyi “Pendidikan
adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta
didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan,
pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta ketrampilan yang diperlukan dirinya,
masyarakat, bangsa dan negara” (Manan, 2021). Dengan adanya tujuan tersebut Pemerintah melahirkan
generasi yang memiliki kemampuan yang sangat ahli pada semua bidang yang dapat memajukan Negara
Indonesia di segala bidang.
Pendidikan merupakan prosedur untuk mengembangkan kualitas sumber daya manusia dalam
menempuh kehidupan dalam lingkungan keluarga, bermasyarakat, bangsa dan negara. Selain itu
Pendidikan juga memegang kedudukan yang tidak dapat dipisahkan dalam kehidupan manusia dikarenakan
dalam menempuh Pendidikan seorang manusia dapat menjadi seorang yang kreatif, cerdas dan bertaqwa
yang juga mempunyai sikap dan kepribadian yang baik. Pendidikan ini juga termuat pada salah satu mata
pelajaran yaitu Pendidikan Kewarganegaraan. Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan adalah suatu
bidang pelajaran yang berfokus untuk meningkatkan dan memperbaiki moral, perilaku, cinta tanah air dan
bela negara yang baik terhadap bangsa negara Indonesia berdasarkan dasar negara Indonesia yaitu
Pancasila. Berdasarkan dari peraturan pemerintah mata pelajaran bertujuan melahirkan warga negara yang
paham dan pandai menjalankan hak-hak dan komitmen untuk menjadi bangsa Indonesia yang berkarakter,
cerdas dan terampil yang dipercayakan oleh Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945. Menurut pendapat
Nurcahya (Utami, 2019), Pendidikan Kewarganegaraan adalah “Suatu proses untuk menpersiapkan para
generasi muda atau siswa untuk menjadi warga negara yang berwawasan pengetahuan, nilai-nilai dan
kecakapan yang dibutuhkan untuk berperan aktif di lingkungan masyarakat”.
Pendididkan Pancasila dan Kewarganegaraan merupakan instrument pembelajaran budi pekerti yang
sesuai dengan ajaran Pancasila untuk mengembangkan warga negara Indonesia yang baik dan cerdas. Selain
itu dapat ditempuh dalam Pendidikan informal, formal dan nonformal yang juga telah termasuk dalam
tujuan utama Pendidikan Nasional di Indonesia. Dikutip dari pernyantaan Harmanto (Haliza & Dewi,
2021), menerangkan bahwa “Pendididkan kewarganegaraan memiliki kedudukan yang sangat krusial
Journal of Contemporary Issues in Primary Education (JCIPE)
Vol. 1, No.1, Juni 2023, page: 8-15
E-ISSN: 3026-4014
- 11 -
dalam membentuk sikap, perilaku dan mentalitas yang damai, harmonis dan bertoleransi terhadap segala
keberagaman yang ada di Indonesia”. Warga negara yang memiliki rasa perdamaian, toleransi dan harmoni
dalam sikap dan perilakunya setiap hari akan melawan segala kekerasan dan konflik yang ada dilingkungan
sekitar. Jika Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan dapat memenuhi kedudukan dan fungsi yang
krusial tersebut dapat menjadi mata pelajaran yang membantu Indonesia dalam mencapai tujuan nasional
Pendidikan.
Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan akan menjadi pondasi dasar yang dapat membuat warga
negara paham dan menerapkan berbagai nilai-nilai, system, aturan, perananan mengenai dengan lingkungan
bermasyarakat dan bernegara. Selain itu dalam membentuk karakter warga negara didalam era Globalisasi
saat ini, Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan adalah Pendidikan moral bangsa sehingga dapat
membantasi dirinya di arus Globalisasi yang semakin besar. Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan
mempunyai tujuan yaitu menciptakan dan mengembangkan warga negara dalam bertanggung jawab dan
rasa cinta terhadap tanah air. Adapun Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan juga menumbuhkan
keahlian, karakter, dan ilmu pengetahuan warga negara terhadap bangsa sendiri agar tidak tergoda oleh
budaya bangsa asing yang datang di era globalisasi yang arusnya makin kencang.
Globalisasi
Globalisasi berasal dari ejaan global yang berarti menyeluruh dan dalam pengertiannya adalah
kejadian dalam kebudayaan manusia yang selalu mengalami perubahan di masyarakat diseluruh dunia.
Berkembangnya kecanggihan informasi, komunikasi dan teknologinya berbuntut pada semakin pesat
menyebarnya globalisasi itu sendirii. Globalisasi mencangkup semua unsur terpenting di dalam kehidupan
manusia.
Seorang peneliti berasal dari Tasmania yang Malcom Waters (Jaafar, 2016) seorang Professor di
bidang Sosiologi, beliau berpendapat bahwa globalisasi merupakan suatu mekanisme sosial yang
berakibatkan perbatasan geografis sosial budaya manusia jadi diabaikan. Sedangkan menurut Bapak
sosiologi indonesia Selo soemardjan berpendapat bahwasannya globalisasi adalah proses terbentuknya
suatu organisasi dan komunikasi antar masyarakat dunia untuk mengikuti sistem aturan yang sama.
Selain itu peristiwa ini (Globalisasi) dijadikan fasilitas yang bermanfaat utuk menghubungkan antar
sesama orang sesama orang, organisasi masyarakat, Perusahaan, bangsa dan negara didunia. Interaksi ini
ditunjang dengan peralatan komunikasi dan berkembang pesatnya teknologi yang semakin modern(Sutria,
2019). Selain itu serempak kekuatan ekonomi dan politik antar negara dan bangsa saling menguasai yang
berdampak pada nilai sosial dan kebudayaannya.
Dari kajian tersebut dapat diklasifikasikan seberapa berpengaruhnya gelombang globalisasi terhadap
negara yang sedang berkembang di dunia yaitu yang pertama golongan negara yang sudah maju akan
semakin berkuasa dan berpengaruh kepada golongan negara yang sedang berkembang. Yang kedua
golongan negara yang sedang berkembang akan selalu mempunyai kekuatan yang lemah dalam bersaing
dalam melakukan Kerjasama antar negara. Yang ketiga masyarakat yang bermukim di wilayah perkotaan
mengalami perubahan kebiasaan hidupnya sehari-hari.
Yang keempat memudahkan masyarakat berhubungan dengan masyarakat internasional lainnya serta
dapat mendapatkan informasi pembaharuan teknologi dan ilmu pengetahuan secara global(Maksum dan
Hafidh, 2016). Akan tetapi berkembangnya globalisasi membawa dampak buruk terhadap anak muda dalam
bersosial. Pada umumnya anak muda zaman sekarang memanfaatkan ponsel hanya untuk mengakses sosial
media dan bermain game online. Oleh sebab itu dapat berdampak ke mayoritas anak muda yang tidak dapat
lepas dari genggaman ponsel.
Derasnya arus globalisasi saat ini tidak dapat di hentikan. Terlepas dari itu globalisasi memiliki
pengaruh yang cukup besar dalam kehidupan yaitu dampak baik itu positif dan dampak negatif.
Berdasarkan pengaruh positif yang dapat kita rasakan akibat dari globalisasi dalam kehidupan sehari-hari.
Seperti halnya memperlancar dalam berinteraksi dengan seorang yang berjarak sangat jauh seperti terasa
dekat, mudahnya mengakses transportasi, melonjaknya standar hidup masyarakat dan lain-lain. Akan tetapi
tidak dapat dihindarkan pasti ada dampak buruk yang tidak secara nyata sudah menjadi kesatuan dalam
kehidupan masyarakat. Dampak negatif globalisasi ini menghasilakn westernisasi yaitu merubah pola
dalam bermasyarakat di Indonesia yang sangat memuja dunia barat. Akibatnya tidak dirasakan secara
langsung oleh masyarakat Indonesia terutama anak muda yang mulai hilang budi pekertinya sebagai warga
negara Indonesia. Hal demikian jika diabakan akan menyebabkan anak muda yang ditujukan sebagai
Journal of Contemporary Issues in Primary Education (JCIPE)
Vol. 1, No.1, Juni 2023, page: 8-15
E-ISSN: 3026-4014
- 12 -
penerus masa depan Indonesia hilang nilai budi pekerti dan moralnya akibat dari terpengaruhi pesatnya
gelombang globalisasi. Disisi lain warga negara di seluruh dunia dalam bidang ekonomi, keyakinan,
perdagangan internasional dan norma etikanya terdampak sangat besar yang diakibatkan oleh globalisasi.
Harapannya Pancasila dan Kewarganegaraan dapat menjadikan masyarakat Indonesia khususnya
generasi muda di era globalisasi ini agar kreatif, inovatif, berintegritas tinggi, berpegang teguh pada
pendirian Pancasila, mengharumkan dan meningkatkan kualitas Indonesia dimata Internasional, berpikir
tajam dan menjadi masa depan bangsa Indonesia yang sukses. Untuk itu agar tercapai dalam pembelajaran
Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan secara maksimal dan efektif memerlukan kesinambungan dan
kerja sama dari pengajar, peserta didik dan orang tua peserta didik yang mempraktekkan dan mengajarkan
budi pekerti yang baik sejak anak usia dini. Langkah ini dilakukan agar anak muda terhindar dari perilaku
yang berkrisis moralnya yang disebabkan pesatnya gelombang globalisasi.
Globalisasi menjadi jalan masuk budaya barat yang cenderung meluntur karakter budi pekerti dan
kebudayaan lokal. Kejadian seperti ini bahwasanya seorang anak dididik di lingkungan kebudayaan dan
masyarakatnya sendiri. Seorang anak dalam menghadapi globalisasi harsu berpedoman pada kebudayaan
lokal yaitu berpedoman budi pekerti lokal yang sesuai dengan perubahan era. Budi pekerti lokal dijadikan
bekal terlebih dahulu daripada kebudayaan baru yang diberedar secara global. Jika tidak ada bekal budi
pekerti lokal yang diamalkan seseorang tidak dapat menahan dorongan yang sangat kuat saat memasuki
lingkup secara global. Jadi pada intinya seorang tidak siap maka orang itu akan diterjang tanpa henti oleh
globalisasi. Dampak globalisasi akan membawa pergi sisi kemanusiaan dalam seorang jika orang tersebut.
Lah karenanya nilai-nilai global yang harus memelihara dan mengembangkan nilai-nilai lokal yang
perlu digarisbawahi untuk diserap di dalam proses pendidikan suatu masyarakat maupun bangsa. Awal
mula jaman globalisasi ditandai dengan negara yang bergantung dan terbuka yang menyebabkan tidak ada
nya batas-batas tertentu (Koesmiyati, 2021). Hal ini menyebabkan cepat tersebarnya informasi dan proses
berkomunikasi yang makin modern dan cepat serta persaingan dibidang ekonomi sangat kompetitif hingga
level internasional. Pemerintah dalam menghadapi globalisasi ini mengarahkan masyarakat dalam negeri
yaitu agar memetik sisi positif dan meningkatkan inovasi seperti skill dalam bekerja yang ilmunya datang
dari luar negeri dan bermanfaat untuk memperlebar peluang masyarakat untuk mendapatkan pekerjaan yang
baik. Selain diarahkan di dalam negeri, masyarakat juga diarahkan pemerintah secara global yaitu melatih
kreatifitas, bekerja keras, keterampilan, berprestasi dan mempunyai mindset secara global dalam hal positif.
Peran PPKn Dalam Menghadapi Arus Globalisasi
Selama 78 tahun Indonesia merdeka pastinya mengalami banyak perkembangan serta kemajuan yang
telah dicapai oleh Indonesia, tentunya tak terlepas dalam perkembangan arus globalisasi yang sangat pesat,
dimana dalam kehidupan masyarakat sehari-sehari sangat membutuhka telekomunikasi dan jaringan
internet. Dalam membuat perubahan diri yang positif pada warga negara Indonesia, Pendidikan Pancasila
dan Kewarganegaraan mempunyai peran yang sangat besar. Berawal dari pendidikan agar bisa membina
mental warga negara yang stabil dan kondusif supaya berkembangnya budi pekerti, moralitas dan spiritual.
Oleh karena itu cerdas dalam menguasai teknologi dan ilmu pengetahuan dapat didapatkan melalui proses
pendidikan yang baik.
Pada hakekatnya Pendidikan Pancasila dan kewarganegaraan ialah rencana dan kemampuan untuk
membangun moral dan identitas bangsa serta meningkatkan kecerdasan bangsa bagi Masyarakat Indonesia
sebagai fondasi implementasi kewajban dan hak dalam negara. Hal tersebut sangat berpengaruh dalam
keberlangsungan kejayaan dan kehidupan bangsa dan negara Indonesia. UUD tahun 2003 pasal 39 no 20
diberisikan tentang PPKN ialah Upaya secara sungguh-sungguh untuk melatih peserta didik agar
mempunyai kemampuan dan ilmu pengetahuan pokok yang berkaitan dengan warga negara dengan negara
Indonesia serta warga negara diberi penduluan tentang bela negara agar dapat beri tanggung jawab oleh
negara dan bangsa. Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan menjadi program pendidikan mengandung
pokok pembelajaran politik dan demokrasi yang dikembangkan dengan ilmu pengetahuan lainnya dan
mempunyai andil dari pembelajaran didapatkan dari lingkungan sekolah dan bermasyarakat. Pembelajaran
bersumber dari Pancasila dan UUD 1945 yang bertujuan untuk menanamkan peserta didik berperilaku
demokratis, berfikir kritis, berkarakter, cerdas dan setia kepada negara dan bangsa Indonesia (Isa & Dewi,
2021). Peserta didik wajib menceriminkan dirinya yang berperilaku sesuai dengan Konstitusi negara dan
Pancasila. Hal ini didukung dengan peraturan Kemendikbud tahun 2006 No 22(Tuhuteru, 2017) yang berisi
Journal of Contemporary Issues in Primary Education (JCIPE)
Vol. 1, No.1, Juni 2023, page: 8-15
E-ISSN: 3026-4014
- 13 -
tentang standar Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan berperan dan berkedudukan untuk wadah
bekembang warga negara yang berkarakter dan berdemokratis.
Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan melalui pendidikan (Tim GTK DIKDAS, 2021) di
sekolah berupaya mengangkat derajat dan keunggulan warga negara Indonesia dan berdampak penting
terhadap peserta didik yaitu membentuk pondasi dan pegangan peserta didik agar berkarakter kemudian
diimplementasikan sebagai warga negara dan masa depan Indonesia dalam menerjang globalisasi yang
berkembang dan mengalami perubahan yang dinamis. PPKN ini diharapkan dapat menghasilkan peserta
didik berjiwa Ikhlas, tulus dan setia kepada negara untuk kemajuan bangsa Indonesia. PPKN juga memiliki
kedudukan yang sangat penting yang selaras denga tujuan konstitusi mencerdaskan kehidupan bangsa dan
berkarakter supaya anak muda masa depan Indonesia, serta memegang teguh dan diterapkan kepribadian
yang bermoral, budi pekerti dan memikul tanggung jawab sebagai warga negara Indonesia. PPKN yang
dilakukan menyesuaikan era modern dan secara terus menerus dalam proses pendidikan maka dapat
mengembangkan dan mengarahkan kepribadian peserta didik sesuai dengan Pancasila.
Pendidikan Pancasila dan kewarganegaraan sebagai pedoman peserta didik mematuhi semua
peraturan, budi pekerti, terlibat langsung dalam ruang lingkup bermasyarakat dan bernegara (Humaeroh &
Dewi, 2021). Tidak hanya diterapkan di peserta didik, Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaran ini
seharusnya diterapkan juga pada semua golongan masyarakat Indonesia. Indonesia diwajibkan
menghasilkan anak muda masa kini dan masa depan bangsa Indonesia yang bekontribusi aktif dalam
membangun negara seperti menyeleksi produk globalisasi yang masuk mengambil produk yang positif dan
menyingkirkan hal-hal negatif atau bahkan berdampak buruk kepada budi pekerti bangsa Indonesia. PPKN
dapat dimanfaatkan oleh Masyarakat untuk mengembangkan diri yang tak terbatas serta tidak mengikuti
budaya asing yang berlawananan dari kebudayaan Indonesia jika sudah tertanam rasa cinta dan bangga
terhadap Indonesia. Pembangunan Masyarakat bertaraf global menjadi wujud dari PPKN untuk
meningkatkan mutu warga negara Indonesia agar dapat bersaing secara global yang dipraktekkan pada hak
dan kewajian berwarganegara Indonesia. Usaha ini harus terintegrasi penuh oleh seluruh instansi
pendidikan dan pengajar agar dapat mendidik peserta didik di jaman modern dan derasnya arus globalisasi.
Langkah pertama peserta didik harus diasah, diberi skill ketrampilan dan melatih tata cara bersikap oleh
guru secara menyeluruh. Peserta didik dapat mengasah skill dan kemampuan tersebut memelalui
kompetensi yang guru kembangkan. Langkah kedua guru harus membangun budi pekerti kepada peserta
didik dalam menjadi individu yang berempati dan bermoral dalam terjun di lingkungan bermasyarakat.
Mapel PPKN dijadikan acuan pemerintah Indonesia dalam menghasillkan Masyarakat atau generasi
muda di era serba modern saat ini. Globalisasi adalah sebuah bentuk fenomena dunia yang tidak dapat
diberhentikan. Globalisasi juga memilik dampak positif dan negatif yang dapat dirasakan yang serta dapat
mempengaruhi segala kalangan, namun begitu banyak dampak negatif dari globalisasi maka dari itu perlu
kita hindari dan pilah-pilah pengaruh negatif yang timbul akibat globalisasi, karena apabila kita biarkan
tergerus dalam perkembangan dan gelombang globalisasi akan sangat berdampak pada budi pekerti, moral
anak muda masa kini dan masa yang akan datang sebagai penerus cita cita leluhur bangsa
Indonesia(Magdalena, 2020). Budi pekerti dan moralitas dalam menjaga kesinambungan negara Indonesia
mempunyai peran yang vital. Karena sebab itu PPKN dijadikan anak muda sebagai bekal ilmu pengetahuan
dan pemahaman serta membangun kepribadian yang sesuai cita-cita Negara Indonesia. Selain itu dapat
berkompetisi secara inovatif, imajinatif, menjujung tinggi integritas dan kreatif dalam memajukan negara
Indonesia disegala bidang di kancah internasional diera cepatnya perubahan zaman disebabkan oleh
globalisasi.
4. Simpulan
Dari definisi di atas dapat disimpulkan bawasanya, Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan
merupakan pendidikan yang membuat permasalahan kebangsaan, kewarganegaraan dan hubungan dengan
negara serta demokrasi. Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan yakni bentuk usaha yang dapat
ditempuh guna mempersiapkan generasi muda atau generasi yang akan datang menjadi penerus bangsa
yang cerdas secara pengetahuan namun memiliki karakter dan moral serta nilai yang dapat mereka gunakan
dalam bersaing guna menjalani kehidupan di lingkungan masyarakat luas. Dengan adanya globalisasi ini
tentu saja terdapat dampak negatif dan positif yang ditimbulkan. Dampak positif dari globalisasi
menjadikan masyarakat Indonesia memiliki pola pikir lebih terbuka dan luas dengan ditambah adanya
keinginan untuk meningkatkan dan juga prestasi kemudian bekerja maupun belajar. Sedangkan dampak
Journal of Contemporary Issues in Primary Education (JCIPE)
Vol. 1, No.1, Juni 2023, page: 8-15
E-ISSN: 3026-4014
- 14 -
negatif dari globalisasi yaitu masyarakat mudah terpengaruh oleh budaya-budaya ke barat-baratan sehingga
mendapat mengikis karakter moral dari bangsa Indonesia itu sendiri. Oleh karena itu pentingnya pendidikan
Pancasila dan Kewarganegaraan adalah pondasi untuk membangun komitmen yang kokoh dalam
menumbuhkan karakter para generasi muda yang beretika bermoral dan berkarakter lokal. Peran pelajaran
Pancasila dan Kewarganegaraan didalam derasnya gelombang globalisasi, yakni benar-benar berimbas bagi
anak muda dalam mengamankan dan mengamalkan budi pekerti PPKN yang ada dan terciptalah para anak
muda yang masih bersekolah kemudian menggegam pedoman, bermoral, taat, komitmen menaati aturan
yang berlaku, pikir tajam serta beribadah dan berkreasi tinggi.
Berdasarkan definisi penjelasan di atas, kami mempunyai solusi terhadap penyelenggaraan
pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan yang harus terus ditingkatkan. Dalam melaksanakan
pembelajaran PPKN disekolah, guru harus memberikan contoh terhadap peserta didik yang mencerminkan
Pancasila yang dapat melindungi mereka dalam era globalisasi yang mempunyai dampak negative dalam
hal perilaku budi pekerti. Hal ini disebabkan oleh adanya kemerosotan kepribadian budi pekerti komponen
bangsa yang berkarakter dilingkundan warga negara dan digempuran arus globalisasi, dengan adanya
kemajuan teknologi ibarat tanpa batas, dan memiliki pengaruh atau dampak negatif dan positif yang begitu
besar pula bagi bangsa Indonesia. Dalam mengenakan pakaian dan bertingkah laku disekolah peserta didik,
Guru harus mengawasi dan memberikan nasehat atau bahkan teguran terhadap peserta didik yang terkena
dampak negative dalam Globalisasi. Projek besar bangsa ini harus dapat mengembalikan karakter bangsa
Indonesia menjadi lebih baik, yang tentunya dimulai dari proses pendidikan serta ide-ide solutif dari
berbagai pihak.
5. Daftar Pustaka
Darmalaksana, W. (2020). Metode Penelitian Kualitatif Studi Pustaka dan Studi Lapangan. Pre-Print
Digital Library UIN Sunan Gunung Djati Bandung, 16.
Haliza, V. N., & Dewi, D. A. (2021). Pendidikan Kewarganegaraan dalam Menjawab Tantangan Masa
Depan Bangsa Ditengah Arus Globalisasi. Jurnal Pendidikan Dan Konseling (JPDK), 3(2), 18.
https://doi.org/10.31004/jpdk.v3i2.1615
Hermawanto, A., & Anggrani, M. (2020). Globalisasi, Revolusi Digital Dan Lokalitas : Dinamika
Internasional Dan Domestik Di Era Borderless World.
Humaeroh, S., & Dewi, D. A. (2021). Peran Pendidikan Kewarganegaraan di Era Globalisasi Dalam
Pembentukan Karakter Siswa. Journal on Education, 3(3), 216222.
https://doi.org/10.31004/joe.v3i3.381
Isa, S. F. P., & Dewi, D. A. (2021). Peran Dan Tantangan Pendidikan Kewarganegaraan Dalam
Mengembangkan Karakter Siswa Di Era Globalisasi. Harmony: Jurnal Pembelajaran IPS Dan PKN,
6(1), 6671. https://doi.org/10.15294/harmony.v6i1.46778
Iswanda, M. L., & Dewi, D. A. (2021). Peran Pendidikan Kewarganegaraan di Era Globalisasi dalam
Mencegah Degradasi Moral. Jurnal Pendidikan Tambusai, 03(03), 3440.
https://www.jptam.org/index.php/jptam/article/view/1126
JAAFAR, A. BIN. (2016). Pengaruh Globalisasi Budaya Dan Pemberdayaan Felda Terhadap Akhlak
Remaja Muslim Di KuantanPahangMalaysia. Institut Agama Islam Negeri (Iain) Raden Intan
Lampung 2016, 3(2), 8091.
https://www.infodesign.org.br/infodesign/article/view/355%0Ahttp://www.abergo.org.br/revista/in
dex.php/ae/article/view/731%0Ahttp://www.abergo.org.br/revista/index.php/ae/article/view/269%0
Ahttp://www.abergo.org.br/revista/index.php/ae/article/view/106
Koesmiyati, E. (2021). Peran Pendidikan Kewarganegaraan di Era Globalisasi dalam Menumbuhkan
Semangat Nasionalisme Mahasiswa. Likhitaprajna: Jurnal Ilmiah, 23(1), 6373.
Journal of Contemporary Issues in Primary Education (JCIPE)
Vol. 1, No.1, Juni 2023, page: 8-15
E-ISSN: 3026-4014
- 15 -
Magdalena, I., Haq, A. S., & Ramdhan, F. (2020). Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan di Sekolah
Dasar Negri Bojong 3 Pinang. Jurnal Pendidikan Dan Sains, 2(3), 418430.
https://ejournal.stitpn.ac.id/index.php/bintang/article/download/995/689
Maksum; Hafidh, A. ;Faisal. (2016). Peran Pendidikan Kewarganegaraan Di Era Glbalisasi Dalam
Menumbuhkan Semangat Nasionalisme. Pendidikan, 5(2), 111.
Manan, B. (2021). Makna Dan Implikasi Pergeseran Kekuasaan Legislatif Dalam Sistem Ketatanegaraan
Indonesia Pasca Perubahan Uud 1945 Bab I …. Researchgate.Net, September 2010.
https://doi.org/10.13140/RG.2.2.30273.38244
Nur Annisa, R., & Anggraeni Dewi, D. (2021). Pendidikan Kewarganegaraan Di Era Revolusi 4.0. IJOIS:
Indonesian Journal of Islamic Studies, 2(01), 4757.
Shidiq, A. F., & Raharjo, S. T. (2018). Peran Pendidikan Karakter Di Masa Remaja Sebagai Pencegahan
Kenakalan Remaja. Prosiding Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat, 5(2), 176.
https://doi.org/10.24198/jppm.v5i2.18369
Sutria, D. (2019). Implementasi Metode Batu Pijar Dalam Pembelajaran Matematika Untuk Meningkatkan
Aktifitas Dan Hasil Belajar Siswa Sd Negeri 47 Kota Jambi. Jurnal Pesona Dasar, 7(2), 19.
https://doi.org/10.24815/pear.v7i2.14753
Tim GTK DIKDAS. (2021). Pembelajaran 5 . Peran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan dalam
Membangun Warga Negara Global. 131140.
Tuhuteru, L. (2017). Peran Pendidikan Kewarganegaraan dalam Peningkatan Pembentukan Karakter
Bangsa di Tengah Arus Globalisasi. Prosiding Konferensi Nasional Kewarganegaraan III,
November, 302305.
Utami, A. (2019). Bab Ii Kajian Teori Dan Kerangka Pemikiran - Repo Unpas. Repository.Unpas.Ac.Id,
1044. http://repository.unpas.ac.id/43291/3/BAB II.pdf
Wahyudin. (2017). Metode Penelitian Kualitatif Studi Pustaka dan Studi Lapangan. Pre-Print Digital
Library UIN Sunan Gunung Djati Bandung, 6(1), 16.