Journal of Contemporary Issues in Primary Education (JCIPE)
Vol. 1, No. 1, Juni 2023, page: 16-20
E-ISSN: 3026-4014
- 17 -
1. Pendahuluan
Strategi Pembelajaran Peer Lessons menekankan betapa pentingnya bagi guru untuk mengawasi
lingkungan pembelajaran yang memiliki tujuan untuk memastikan bahwa siswa terlibat dan bersemangat
dalam belajar. Dengan penggunaan contoh dan bahan ajar yang tepat, siswa dapat menguasai suatu mata
pelajaran dengan menerapkan keterampilan berpikir kritis dan mengkomunikasikannya pada temannya.
Kurangnya pembelajaran IPS siswa kelas IV SDN 2 Kalangsari menjadi salah satu permasalahan
utama dalam kurikulum ini. Secara signifikan, beberapa siswa menganggap IPS sulit untuk dipahami,
yang membuat mereka menjadi pembelajar yang lambat dan kurang bersemangat untuk belajar.
Dengan kurang efektifnya pembelajaran IPS Hasil belajar yang masih jauh dari KKM 75
menunjukkan adanya kemajuan dalam pembelajaran. 10% ilmu yang diajarkan kepada manusia
dipertahankan, menurut penelitian Magnesen (dalam Ani, 2007: 125). membaca, 20% mendengar, 30%
melihat, 50% mendengar dan melihat, dan 70% mendengar dan melihat, 70% indra kita didasarkan pada
pendengaran kita. Kami sedang belajar. dan 90% tindakan dan perkataan kita Pembelajaran yang efektif
memerlukan penggunaan indera pendengaran, visual, dan motorik secara bersamaan, menurut penelitian.
Hal ini menunjukkan bahwa tingkat pemahaman siswa hanya 20% ketika instruktur memberikan banyak
pekerjaan rumah. Sebaliknya, ketika siswa dituntut untuk bekerja sambil mendemonstrasikan,
pemahaman mereka bisa mencapai kurang lebih 90%. Akibatnya, hasil belajar siswa akan meningkat
sebagai akibat dari peningkatan kualitas pembelajaran.
Strategi peer lessons adalah strategi pembelajaran kooperatif dimana sebagian siswa berperan
sebagai guru dan sebagian siswa lainnya berperan sebagai pembelajar. Tujuan dari pendekatan ini adalah
untuk meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi yang diajarkan karena penjelasan yang diberikan
dalam bahasa yang berbeda lebih mengenal.
Guru merupakan peran inti dalam proses pembelajaran. Peran seorang guru bukan untuk
menyajikan informasi yang ingin dipelajari siswa, tetapi untuk mengajar siswa bagaimana cara belajar
yang efektif. Guru perlu menguasai pemahaman tentang konsep belajar, dan cara melibatkan siswa
dengan pembelajaran sehingga dapat merancang dan menyampaikan suatu materi belajar kepada siswa
yang melibatkan siswa untuk aktif dalam proses belajar.
Alasan dilakukan penelitian di SDN 2 Kalangsari karena dalam pembelajaran IPS siswa masih
kurang terdorong untuk belajar, mereka juga kurang memperhatikan guru saat menyajikan informasi.
Meskipun mereka sedang asik beraktivitas dan bermain-main, beberapa siswa masih berbincang dengan
teman sekelasnya. Ada siswa yang terus kebingungan ketika guru menjelaskan materi, dan masih kurang
memahami materi yang disampaikan oleh guru.
2. Kajian Teoretis
Untuk menjamin kompetensi sebagai tujuan pembelajaran dapat dicapai seefektif mungkin,
Sanjaya (2005:34) mengartikan kompetensi dalam konteks strategi pembelajaran sebagai suatu model
umum yang memuat sejumlah kegiatan yang dapat dijadikan pedoman umum.
Dengan memilih strategi pembelajaran peer lessons, mendorong siswa untuk belajar aktif dapat
dilakukan dengan memilih strategi. Siswa mempunyai kecenderungan cepat melupakan apa yang telah
diajarkan jika masih pasif atau hanya mengikuti pelajaran dari guru. Menerapkan strategi pembelajaran
peer lessons adalah salah satu cara untuk terlibat dalam pembelajaran aktif.
Siswa diajak untuk berpartisipasi dalam pembelajaran aktif, yaitu pembelajaran itu sendiri. Dalam
kegiatan pembelajaran, siswa yang aktif terlibat menunjukkan dominasi dalam pembelajaran. Dengan
melakukan hal ini, siswa secara aktif menerapkan apa yang telah dipelajarinya pada permasalahan dunia
nyata atau memecahkan masalah dengan menggunakan otaknya atau gagasan pokok materi.
Kurikulum 2013 menguraikan tujuan pembelajaran IPS di sekolah dasar. Peraturan Menteri
Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 68 Tahun 2013 menyatakan bahwa tujuan pembelajaran IPS adalah
untuk meningkatkan rasa cinta tanah air, pemahaman terhadap tanah air, dan kegiatan masyarakat yang
berkaitan dengan sektor perekonomian di wilayah atau wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Menurut (Preston dalam Hidayati, 2006:28) Pengajaran IPS mampu berjalan sesuai rencana jika
guru mengetahui dan memahami karakteristik siswa SD. Siswa sekolah dasar masih dalam tahap operasi
khusus dengan ciri-ciri sebagai berikut: perhatian mudah berubah dan terfokus dengan lingkungan
terdekatnya, memiliki kebutuhan untuk mempelajari sesuatu yang diinginkan, menyukai objek bergerak
dan imajinatif.