Journal of Contemporary Issues in Primary Education (JCIPE)
Vol. 1, No. 1, Juni 2023, page: 21-31
E-ISSN: 3026-4014
- 27 -
fisik. Pembentukan karakter suatu bangsa berproses secara dinamis sebagai sebuah fenomena sosio -
ekologis. Karakter bangsa merupakan akumulasi dari karakter-karakter warga masyarakat bangsa itu.
Karakter merupakan nilai dasar perilaku yang menjadi acuan tata nilai interaksi antarmanusia, yang when
character is lost then everything is lost. Anak usia sekolah dasar merupakan usia ideal pembentukan
karakter. Penciptaan karakter pada anak usia dini dapat dilakukan dengan berbagai macam cara salah satu
cara yang dapat digunakan adalah melalui media buku dongeng teks. Gufron (2010: 14-15) mengatakan
secara universal karakter dirumuskan sebagai nilai hidup bersama berdasarkan pilar: kedamaian (peace),
menghargai (respect), kerjasama (cooperatif), kebebasan (freedom), kebahagiaan (happiness), kejujuran
(honesty), kerendah-hatian (humility), kasih sayang (love), tanggungjawab (responsibility), ksederhanaan
(simplicity), toleransi (tolerance), dan persatuan (unity). Kemendiknas (2010: 7) Karakter merupakan ciri
khas seseorang atau sekelompok orang yang mengandung nilai, kemampuan, kapasitas moral, dan
ketegaran dalam menghadapi kesulitan dan tantangan. Mendidik merupakan berdaya-upaya dengan
sengaja untuk memajukan hidup tumbuhnya budi pekerti (rasa-fikiran-rokh) dan jiwa anak dengan jalan
pengajaran, teladan dan pembiasaan tidak disertai perintah dan paksaan (Dewantara, 2013a: 399).
Sedangkan pendidikan budi pekerti merupakan pendidikan yang mengajarkan keharusan manusia yang
cerdas dan berbudi untuk dapat memerintah diri sendiri, menahan hawa nafsunya, serta menetapkan garis
tata-tertib untuk dirinya sendiri (selfdisiplin) (Dewantara, 2013a: 454). Pendidikan budi pekerti juga
diartikan sebagai upaya menyokong perkembangan hidup anak lahir dan batin, dari sifat kodratinya
menuju kearah peradaban yang umum. Menganjurkan atau jika perlu memerintahkan anak untuk duduk
yang baik, tidak berteriak-teriak agar tidak mengganggu anak lain, bersih badan dan pakaiannya, hormat
terhadap ibu-bapak dan orang tua lainnya, menolong teman-teman yang perlu ditolong, dan lain-lain
(Dewantara, 2013: 485). KHD memiliki tiga tahapan dalam pendidikan budi pekerti disesuaikan dengan
usia siswa. Pertama adalah tahap syariat (umur 5-8 tahun). Pada tahap ini segala pengajaran berupa
pembiasaan semata-mata yang bersifat global dan spontan, belum berupa teori kebaikan dan keburukan.
Belum pula diberikan rencana atau waktu tertentu dan tersendiri. Hendaknya pamong memperhatikan
tingkah laku dan peristiwa yang menarik perhatian anak. Perintah atau anjuran seperti cara duduk yang
baik, tidak ramai, mendengarkan penjelasan guru, membersihkan tempat atau ruang bermain anak, tidak
mengganggu teman dan lain sebagainya perlu diberikan pada saat-saat yang diperlukan (Dewantara,
2013: 487-488). Dari beberapa pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa nilai karakter merupakan ciri
khas dari seseorang yang berkaitan dengan psikis maupun fisik seseorang. Karakter juga merupakan ciri
khas dari seseorang atau kelompok yang memiliki nilai positif dalam kehidupan sehari – hari di
masyarakat.
3. Metode Penelitian
Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif, penelitian ini dilakukan untuk mendiskripsikan
dan menganalisis sebuah kejadian/ fenomena, sikap sosial, dan kepercayaan baik secara individu maupun
dalam kelompok (Nana, 2013). Jenis penelitian ini digunakan untuk mendiskripsikan peran oran tua
peserta didik dalam penerapan Pendidikan karakter di dalam keluarga, Penggalian data dilakukan dengan
cara metode wawancara, observasi, serta dokumentasi. Dalam penggunaan analisis data
4. Hasil dan Pembahasan
Peran orang tua dalam penanaman nilai Pendidikan karakter pada siswa sekolah dasar se-
kota Yogyakarta diperoleh berdasarkan angket dengan 4 skala likert. Angker yang diberikan
kepada orang tua siswa tersebut diharapkan dapat memperoleh jawaban valid dari orang tua
terkait pelaksanaan penanaman Pendidikan karakter tanggungjawab di lingkungan keluarga.
Diperoleh data terkait usia responden dalam rentang usia 30-40 sebanyak 10 responden, dan usia