Journal of Contemporary Issues in Primary Education (JCIPE)
Vol. 2, No. 2, Desember 2024, page: 150-154
E-ISSN: 3026-4014
- 151 -
1. Pendahuluan
Indonesia merupakan negara yang besar, serta memiliki sejarah yang panjang akan meraih
kemerdekaan melawan penjajah. Kemerdekaan saat ini adalah hasil dari jerih payah bangsa-bangsa
Indonesia dengan mengorbankan pemikiran serta nyawa dari para pahlawan. Perjuangan Indonesia pada
hakekatnya merupakan gambaran perang yang tidak hanya dilakukan dengan mengangkat senjata, tetapi
bergerak dilapangan politik, sosial, ekonomi, dan budaya (Endro, Nurbantoro. Et, al. 2022). Monumen
Perjuangan Rakyat Jawa Barat merupakan salah satu tempat bersejarah di bandung, monumen ini
dibentuk sebagai salah satu penghargaan dan penghormatan terhadap para pahlawan yang telah berjuang
dengan rela mengorbankan nyawa serta pemikiran mereka untuk melawan penjajah hindia Belanda dan
jepang di tanah jawa barat (Novella, Yossie dan Rosandini, 2019). Sejarah perjuanga bangsa Indonesia
merupakan warisan fundamental yang menjadi fondasi pembentukan karakter dan identitas nasioal.
Museum monument perjuangan rakyat jawa barat, memiliki peran strategis dalam mentrasformasikan
memori kolektif dan mendidik generasi muda akan pentingya nilai-nilai kebangsaa.
Upaya menumbuhkan nilai nasionalisme dapat dilakukan dengan kunjungan atau pembelajaran di
luar kelas dengan cara bersama-sama mengujungi tempat bersejarah seperti museum yang di harapkan
dapat menambah nilai nasionalisme yang ada. Nasionalisme merupaka suatu paham yang menciptakan
serta mempertahankan negara dngan mewujudkan konsep identitas bersama (Syahira Azima et al., 2021).
Menurut (Novella, Yossie dan Rosandini, 2019) Museum yaitu suatu bangunan atau struktur yang
ditetapkan sebagai situs warisan atau bukan situs warisan. Museum juga tidak hanya berfungsi sebagai
tempat penyimpananan benda-benda yang berkaitan dengan Sejarah perkembangan manusia, tetapi juga
mempunyai kewajiban untuk mengkomunikasikan nilai-nilai sejarah yang terkandung dalam benda
koleksi tersebut. Museum diharapkan menjadi media untuk merubah dan melihatkan kemajuan akan
budaya dan ekonomi serta mendorong transfromasi sosial yang berkelanjutan. Museum bukan sekedar
tempat penyimpanan benda bersejarah, melainka ruang dinamis yang menginspirasi serta membangun
kesadaran kritis tentang warisan, identitas, sejarah yang ada untuk menjadi pusat edukasi dan inovasi.
2. Metode Penelitian
Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif untuk mengeksplorasi representasi
program kujungan Museum Monumen Perjuangan Rakyat Jawa Barat dalam meningkatka nilai
nasionalisme mahasiswa. Data di kumpulkan melalui beberapa teknik, termasuk wawancara mendalam
dengan pemandu museum. Wawancara ini bertujuan untuk menggali pengalaman, persepsi, dan dampak
yang dirasakan oleh mahasiswa setelah berkunjung. Selain itu observasi langsung dilakukan selama
kegiatan di museum untuk memahami interaksi pengunujung dan efektivitas program yang
diselenggarakan. Studi literatur juga dilakukan untuk mendalami konteks sejarah perjuangan rakyat jawa
barat dan konsep nilai nasionalisme. Peneliti berusaha memahami bagaimana pengalaman langsung
dimuseum dapat menginternalisasikan nilai nasionalisme. Setelah itu menganalisis dan membuat
pembahasan serta kesimpulan dari penulisan yang dibuat.
3. Hasil dan Pembahasan
a. Nasionalisme
Nasionalisme berasal dari kata nation yang berarti bangsa, kata bangsa ini memiliki arti bahwa
bangsa adalah kesatuan dan persatuan yang timbul dari persamaan, keturunan, budaya, pemerintahan, dan
wilayah (Nada et al., 2021). Menurut (Handayani et al., 2021) nasionalisme dapat diartikan sebagai cintah
tanah air dan juga bisa disebut dengan kebanggaan,menghargai serta menghormati dari individu yang
memebrikan loyalitasnya kepada bangsanya. Sedangkan menurut Nodia dalam (Utomo, 2014)
Nasionalisme adalah sekeping mata uang yang mempunyai dua sisi-politik dan etnik,yaitu nasionalisme
selalu mengandung aspek politik dan aspek etnik didalamnya. Akan tetapi menurut (Azahro & Najicha,
n.d.) nasionalisme dapat diartikan dalam dua kategori yaitu antropologi dan politik. Dalam antropologi
nasionalisme yaitu sistem kebiasaan yang didalamnya ada rasa kesetiaan, komitmen, emosi, perasaan
kepada bangsa dan rasa ingin memiliki tanah air atau disebut cinta tanah air. Sedangkan dalam politik
nasionalisme adalah ideologi yang meyakini bahwa kesetiaan tertinggi seseeorang harus diberikan kepada
bangsa atau negara, yaitu suatu negara yang mempunyai kesamaan antara hak masyarakat dan kewajiban
serta mampu mengingat kewajiban dirinya.