Journal of Contemporary Issues in Primary Education (JCIPE)
Vol. 2, No. 2, Desember 2024, page: 150-154
E-ISSN: 3026-4014
- 150 -
Artikel Penelitian
Naskah dikirim: 20/09/2024Selesai revisi: 10/10/2024Disetujui: 17/11/2024Diterbitkan: 01/12/2024
Representasi Kunjungan Museum Monumen Perjuangan Rakyat Jawa Barat dalam
Meningkatkan Nilai Nasionalisme Mahasiswa Institut Pendidikan Indonesia
Kadika Sira Ardiana
1
, Moch Kevin Alfaro
2
, Permana Anggara
3
, Sidik Jamaludin Insan
4
,
Pat Kurniati
5
Institut Pendidikan Indonesia, Garut, Jawa Barat, Indonesia
e-mail: kadikas.ardiana@gmail.com
Abstrak: Monumen perjuangan rakyat jawa barat merupakan salah satu tempat bersejarah penting di
Bandung yang memiliki peran strategis dalam mentransformasikan memori kolektif dan mendidik
generasi muda tentang nilai-nilai kebangsaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi representasi
program kunjungan museum dalam meningkatkan nilai nasionalisme mahasiswa institute Pendidikan
Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif, studi ini mengumpulkan data melalui
wawancara mendalam dengan pemandu museum, observasi langsung di museum dapat
menginternalisasikan nilai-nilai nasionalisme pada mahasiswa. Hasil penelitian menunjukan bahwa
museum monument perjuangan rakyat jawa barat memiliki signifikasi yang mendalam dalam
membangkitkan nilai nasionalisme. Melalui dokumentasi historis, artefak, dan kisah perjuangan, museum
berhasil menghadirkan representasi kongkret dari perjuangan bangsa, khususnya nilai-nilai persatuan,
kesatuan dan pengorbanan tanpa batas. Kunjungan ke museum terbukti memiliki pengaruh positif
signifikan terhadap nilai nasionalisme mahasiswa. Museum tidak sekedar menjadi tempat penyimpanan
benda sejarah, melainkan ruang dinasmis yang menginsfirasi, membangun kesadaran kritis, dan
menghubungkan generasi muda dengan warisan sejarah perjuangan bangsa.
Kata kunci: Museum, Monumen Perjuangan, Nasionalisme, Sejarah perjuangan
Representation of Visits to the Monumen Perjuangan Rakyat Jawa Barat Museum in
Enhancing the Nationalism Values of Students at the Institut Pendidikan Indonesia
Abstract: The West Java People's Struggle Monument is one of the important historical places in
Bandung that has a strategic role in transforming collective memory and educating the younger
generation about national values. This study aims to explore the representation of the museum visit
program in increasing the value of nationalism of students of the Indonesian Institute of Education. This
study uses qualitative research methods, this study collects data through in-depth interviews with museum
guides, direct observation in museums can internalize nationalist values in students. The results of the
study show that the West Java People's Struggle Monument Museum has a deep significance in
awakening the value of nationalism. Through historical documentation, artifacts, and stories of struggle,
the museum has succeeded in presenting a concrete representation of the nation's struggle, especially the
values of unity, unity and unlimited sacrifice. A visit to the museum.
Keywords: Museum, Monument of struggle, Nationalism, History of struggle
Hak Cipta©2024 Kadika Sira Ardiana, Moch Kevin Alfaro, Permana Anggara, Sidik Jamaludin Insan, Pat Kurniati
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 CC BY-SA International License.
Journal of Contemporary Issues in Primary Education (JCIPE)
Vol. 2, No. 2, Desember 2024, page: 150-154
E-ISSN: 3026-4014
- 151 -
1. Pendahuluan
Indonesia merupakan negara yang besar, serta memiliki sejarah yang panjang akan meraih
kemerdekaan melawan penjajah. Kemerdekaan saat ini adalah hasil dari jerih payah bangsa-bangsa
Indonesia dengan mengorbankan pemikiran serta nyawa dari para pahlawan. Perjuangan Indonesia pada
hakekatnya merupakan gambaran perang yang tidak hanya dilakukan dengan mengangkat senjata, tetapi
bergerak dilapangan politik, sosial, ekonomi, dan budaya (Endro, Nurbantoro. Et, al. 2022). Monumen
Perjuangan Rakyat Jawa Barat merupakan salah satu tempat bersejarah di bandung, monumen ini
dibentuk sebagai salah satu penghargaan dan penghormatan terhadap para pahlawan yang telah berjuang
dengan rela mengorbankan nyawa serta pemikiran mereka untuk melawan penjajah hindia Belanda dan
jepang di tanah jawa barat (Novella, Yossie dan Rosandini, 2019). Sejarah perjuanga bangsa Indonesia
merupakan warisan fundamental yang menjadi fondasi pembentukan karakter dan identitas nasioal.
Museum monument perjuangan rakyat jawa barat, memiliki peran strategis dalam mentrasformasikan
memori kolektif dan mendidik generasi muda akan pentingya nilai-nilai kebangsaa.
Upaya menumbuhkan nilai nasionalisme dapat dilakukan dengan kunjungan atau pembelajaran di
luar kelas dengan cara bersama-sama mengujungi tempat bersejarah seperti museum yang di harapkan
dapat menambah nilai nasionalisme yang ada. Nasionalisme merupaka suatu paham yang menciptakan
serta mempertahankan negara dngan mewujudkan konsep identitas bersama (Syahira Azima et al., 2021).
Menurut (Novella, Yossie dan Rosandini, 2019) Museum yaitu suatu bangunan atau struktur yang
ditetapkan sebagai situs warisan atau bukan situs warisan. Museum juga tidak hanya berfungsi sebagai
tempat penyimpananan benda-benda yang berkaitan dengan Sejarah perkembangan manusia, tetapi juga
mempunyai kewajiban untuk mengkomunikasikan nilai-nilai sejarah yang terkandung dalam benda
koleksi tersebut. Museum diharapkan menjadi media untuk merubah dan melihatkan kemajuan akan
budaya dan ekonomi serta mendorong transfromasi sosial yang berkelanjutan. Museum bukan sekedar
tempat penyimpanan benda bersejarah, melainka ruang dinamis yang menginspirasi serta membangun
kesadaran kritis tentang warisan, identitas, sejarah yang ada untuk menjadi pusat edukasi dan inovasi.
2. Metode Penelitian
Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif untuk mengeksplorasi representasi
program kujungan Museum Monumen Perjuangan Rakyat Jawa Barat dalam meningkatka nilai
nasionalisme mahasiswa. Data di kumpulkan melalui beberapa teknik, termasuk wawancara mendalam
dengan pemandu museum. Wawancara ini bertujuan untuk menggali pengalaman, persepsi, dan dampak
yang dirasakan oleh mahasiswa setelah berkunjung. Selain itu observasi langsung dilakukan selama
kegiatan di museum untuk memahami interaksi pengunujung dan efektivitas program yang
diselenggarakan. Studi literatur juga dilakukan untuk mendalami konteks sejarah perjuangan rakyat jawa
barat dan konsep nilai nasionalisme. Peneliti berusaha memahami bagaimana pengalaman langsung
dimuseum dapat menginternalisasikan nilai nasionalisme. Setelah itu menganalisis dan membuat
pembahasan serta kesimpulan dari penulisan yang dibuat.
3. Hasil dan Pembahasan
a. Nasionalisme
Nasionalisme berasal dari kata nation yang berarti bangsa, kata bangsa ini memiliki arti bahwa
bangsa adalah kesatuan dan persatuan yang timbul dari persamaan, keturunan, budaya, pemerintahan, dan
wilayah (Nada et al., 2021). Menurut (Handayani et al., 2021) nasionalisme dapat diartikan sebagai cintah
tanah air dan juga bisa disebut dengan kebanggaan,menghargai serta menghormati dari individu yang
memebrikan loyalitasnya kepada bangsanya. Sedangkan menurut Nodia dalam (Utomo, 2014)
Nasionalisme adalah sekeping mata uang yang mempunyai dua sisi-politik dan etnik,yaitu nasionalisme
selalu mengandung aspek politik dan aspek etnik didalamnya. Akan tetapi menurut (Azahro & Najicha,
n.d.) nasionalisme dapat diartikan dalam dua kategori yaitu antropologi dan politik. Dalam antropologi
nasionalisme yaitu sistem kebiasaan yang didalamnya ada rasa kesetiaan, komitmen, emosi, perasaan
kepada bangsa dan rasa ingin memiliki tanah air atau disebut cinta tanah air. Sedangkan dalam politik
nasionalisme adalah ideologi yang meyakini bahwa kesetiaan tertinggi seseeorang harus diberikan kepada
bangsa atau negara, yaitu suatu negara yang mempunyai kesamaan antara hak masyarakat dan kewajiban
serta mampu mengingat kewajiban dirinya.
Journal of Contemporary Issues in Primary Education (JCIPE)
Vol. 2, No. 2, Desember 2024, page: 150-154
E-ISSN: 3026-4014
- 152 -
Konsep nasionalisme tidak sekedar dipahami sebagai rasa cinta tanah air, meainkan suatu
kesadaran mendalam akan identitas dan perjuangan kolektif. Nasionalisme adalah salah satu karakter
yang harus dipunya oleh warga negara Indonesia, jiwa nasioalisme dapat semakin memperkuat nilai
persatuan dan kesatuan negara Indonesia (Uliyanda et al., 2023). Nasionalisme merupakan suatu yag
sangat penting bagi bangsa atau negara, karena dengan adanya rasa nasionalisme yang tinggi dari
masyarakat suatu negara maka sebuah negara atau bangsa dapat berdiri tegak dan mempunyai jati diri
yang amat kuat (Alfaqi, 2016). Nasionalisme memiliki peranan penting bagi sebuah negara atau bangsa
karena nasionalisme merupakan rasa cinta Masyarakat bangsa tersebut terhadap tanah kelahirannya.
Indikator nasionalisme yaitu:
a) Bangga menjadi masyarakat negara republic Indonesia
b) Cinta tanah kelahiran,
c) Rela berkorban demi bangsa indonesia,
d) Rela menerima keberagaman,
e) Bangga akan banyaknya budaya ditanah air yang berbeda-beda. (Widia et al., 2023).
Tujuan nasionalisme adalah terciptanya kesadaran akan wawasan terhadap bangsa sendiri rasa akan
cinta tanah air (nasional), sebelum memamahami wawasan dunia internasioal secara global maka pahami
dulu wawasan akan bangsa sendiri (Arianto, 2023). Menurut (Santoso et al., 2023) ciri dari nasionalisme
yaitu : adanya sebuah kesatuan serta persatuan sebuah bangsa, serta adanya sebuah organisasi yang
modern dan bersifat nasional.
b. Nilai-nilai Nasionalisme pada Museum Monument Perjuangan Rakyat Jawa Barat
Di museum ini setiap sudut menceritakan semangat juang yang tak terbendung, lembaran sejarah
perjuangan rakyat jawa barat membentang laksana kain merah putih yang kokoh, mengikat kisah
keberanian, pengorbanan dan tekad untuk mencapai kemerdekaan. Tempat ini bukan sekedar kunpulan
benda mati, melainkan nyawa bangsa yang bergetar. Disini kita di ajak menyelami jiwa para pahlawan
yang rela mengorbankan segalanya demi tanah air. Generasi muda terutama mahasiswa dapat mengetahui
akan sejarah dan diharapkan menjadi semangat nasionalisme. Monument perjuangan menjadi representasi
konkret dari sejarah yang lampau.
a) Nilai persatuan dan kesatuan
Dokumentasi historis di museum memperlihatkan bagaimana berbagai kelompok masyarakat dari
petani, buruh, hingga pemuda Bersatu dala satu tujuan yaitu: Merdeka.
Sumber: Gambar diambil langsung
Journal of Contemporary Issues in Primary Education (JCIPE)
Vol. 2, No. 2, Desember 2024, page: 150-154
E-ISSN: 3026-4014
- 153 -
b) Pengorbanan Tanpa Batas (Peristiwa Bandung Lautan Api, 24 Maret 1946)
Peristiwa Bandung Lautan Api bermula dari kedatangan pasukan Sekutu yang dipimpin oleh
MacDonald, yang ternyata didampingi oleh Belanda yang masih berambisi menguasai Indonesia.
Ketegangan pun meningkat ketika terjadi bentrokan antara TRI (nama TNI pada masa itu) dan pasukan
Sekutu. Situasi semakin memanas hingga MacDonald mengeluarkan ultimatum yang meminta
pengosongan wilayah Bandung Utara. Akibatnya, kota Bandung terbagi menjadi dua: wilayah utara
dikuasai Sekutu, sementara wilayah selatan tetap berada di bawah pemerintahan RI. Strategi membakar
Bandung dipilih sebagai langkah taktis dalam perang kemerdekaan, mengingat kekuatan TRI dan milisi
rakyat tidak sebanding dengan pasukan Sekutu dan NICA yang jauh lebih besar. Peristiwa ini juga
menginspirasi Ismail Marzuki untuk menciptakan lagu "Halo, Halo Bandung."
Sumber: Gambar diambil langsung
c. Pemanfaatan Monumen Museum untuk Meningkatkan Nilai Nasionalisme
Menurut Peraturan Pemerintah No. 66 Tahun 2015 tentang Museum, yang dikutip dari laman
kemdikbud.go.id, museum adalah sebuah lembaga yang memiliki peran untuk melindungi sejarah,
mengembangkan, memanfaatkan, mengoleksi, serta menyampaikan koleksinya kepada Masyarakat.
Monumen berasal dari bahasa latin yaitu monumentum yang berarti “apapun” yang memanggil kembali
ingatan orang (Novella, Yossie dan Rosandini, 2019). Monumen adalah suatu tempat atau bangunan yang
menunjukan sejarah peristiwa masa lalu. Berbentuk tugu atau prasasti. Hal ini sangat penting untuk
melestarikan keberadaan monumen (Adolph, 2016). Museum tidak hanya berperan sebagai tempat
penyimpanan benda-benda bersejarah, tetapi juga berfungsi sebagai sumber pembelajaran yang optimal
jika peserta didik mengunjunginya, mengamati koleksi pameran, dan memahami nilai-nilai yang
terkandung di dalamnya (Evitasari et al., 2020). Sebagai monumen, museum berkontribusi dalam
meningkatkan nilai nasionalisme dengan cara menyampaikan atau menampilkan koleksi yang memiliki
sejarah penting untuk menyampaikan informasi sejarah kepada masyarakat.
4. Simpulan dan Saran
Museum Monumen Perjuangan Rakyat Jawa Barat berdiri sebagai saksi biksu perjalana
panjang perjuangan bangsa, yang mana peran dari museum dalam mentransformasikannya sangatlah
fundamental sehigga ia jadi menjembatani antara generasi pejuang dengan generasi masa kini, yang
menghidupkan nilai nasionalisme melalui dokumentasi, artefak dan historis yang autentik. Maka
hasil dari kunjungan ke museum memiliki pengaruh positif yang signifikan terhadap nilai
nasionalisme mahasiswa, karena dengan mengunjungi museum mahasiswa dapat berinteraksi
langsung dengan koleksi yang memuat sejarah perjuangan bangsa, mahasiswa dapat memperoleh
pemahaman yang lebih mendalam tentang semangat, pengorbanan, dan nilai perjuangan para
pahlawan. Selain itu, museum berperan sebagai media pembelajaran yang menginspirasi mahasiswa
Journal of Contemporary Issues in Primary Education (JCIPE)
Vol. 2, No. 2, Desember 2024, page: 150-154
E-ISSN: 3026-4014
- 154 -
untuk menghargai warisan budaya dan sejarah nasional. mengingat sejarah akan bangsanya dan pada
akhirnya mengugah nilai nasionalismenya.
5. Daftar Pustaka
Alfaqi, M. Z. (2016). Melihat sejarah nasionalisme Indonesia untuk memupuk sikap kebangsaan
generasi muda. Jurnal Civics: Media Kajian Kewarganegaraan, 13(2), 209216.
https://doi.org/10.21831/civics.v13i2.12745
Arianto, A. (2023). Konsep Nasionalisme Michael Sastrapratedja: Sebuah Tinjauan Filsafat
Pancasila dalam Rangka Pengembangan Karakter Bangsa. Jurnal Filsafat Indonesia, 6(3),
347358. https://doi.org/10.23887/jfi.v6i3.44482
Evitasari, O., Qodariah, L., & Gunawan, R. (2020). Pemanfaatan Fungsi Museum sebagai Sumber
Belajar Sejarah dalam Mengembangkan Kemampuan Berpikir Kritis. Estoria, 1(10), 4356.
https://journal.unindra.ac.id/index.php/estoria/article/view/462/412
Handayani, V., Dewi, D. A., & Furnamasari, Y. F. (2021). Permainan Tradisional Sebagai Sarana
Untuk Meningkatkan Jiwa Nasionalisme. Jurnal Kewarganegaraan, 5(2), 811816.
https://doi.org/10.31316/jk.v5i2.2096
Nada, S., Ekaprasetya, A., Dewi, D. A., & Furnamasari, Y. F. (2021). Menumbuhkan Jiwa
Nasionalisme Generasi Millenial di Era Globalisasi melalui Pancasila. Jurnal Pendidikan
Tambusai, 5(3), 78537858. https://jptam.org/index.php/jptam/article/view/2256
Novella, Yossie dan Rosandini, M. (2019). Perancangan Motif Terinspirasi Dari Visualisasi
Monumen Perjuangan Rakyat Jawa Barat untuk Busana Ready-To-Wear. Atrat : Jurnal Seni
Rupa, 7(1), 110.
Santoso, G., Abdulkarim, A., Maftuh, B., Sapriya, & Murod, M. (2023). Jurnal Pendidikan
Transformatif ( Jupetra ). Jurnal Pendidikan Transformatif (Jupetra), 2(1), 144156.
Syahira Azima, N., Furnamasari, Y. F., & Dewi, D. A. (2021). Pengaruh Masuknya Budaya Asing
Terhadap Nasionalisme Bangsa Indonesia di Era Globalisasi. Jurnal Pendidikan Tambusai,
5(3), 74917496.
Uliyanda, D., Safarini, F., Laili Ramadhini, I., Rahmadia, I., Aditya Dewantara, J., & putri, S.
(2023). NASIONALISME DI INDONESIA Nationalism in Indonesia. Nusantara Hasana
Journal, 3(1), Page.
Widia, P., Shofa, A., & Anggara, O. (2023). Strategi Membangun Karakter Nasionalisme Melalui
Pembelajaran PendidikanPancasila bagi Mahasiswa IAIN Pontianak. Seulangga Jurnal
Pendidikan Dan Pelatihan , 2(1), 29618789.
https://seulanga.kemenag.go.id/index.php/journal.
Adolph, R. (2016). 123.
Azahro, A. F., & Najicha, F. U. (n.d.). Menumbuhkan Rasa Nasionalisme Bagi Generasi Muda
Indonesia di Era Globalisasi. x(x), 16.
Utomo, W. S. (2014). Nasionalisme dan Gagasan Kebangsaan Indonesia Awal : Pemikiran Soewardi
Suryaningrat , Tjiptomangoenkusumo dan Douwes Dekker 1912-1914. Lembaran Sejarah,
11(1), 5169.
https://museum.kemdikbud.go.id/pengertian-museum