Journal of Contemporary Issues in Primary Education (JCIPE)
Vol. 3, No. 2, Desember 2025, page: 88-93
E-ISSN: 3026-4014
- 88 -
Artikel Penelitian
Naskah dikirim: 21/09/2025Selesai revisi: 11/10/2025Disetujui: 18/11/2025Diterbitkan: 01/12/2025
Implementasi Model Discovery Learning dalam Pembelajaran PPKn untuk
Membangun Pemahaman Nilai Demokrasi pada Siswa Sekolah Dasar
Artika Devi Alamsyah
1
, Fathurrohman
2
1
Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Negeri Yogyakarta
2
Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Negeri Yogyakarta
e-mail: artikadevi.2025@student.uny.ac.id
1
; fathurrohman@uny.ac.id
2
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi model Discovery Learning dalam
pembelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) sebagai upaya membangun pemahaman
nilai demokrasi pada siswa sekolah dasar. Pendekatan yang digunakan adalah literature review dengan
menelaah berbagai penelitian dan buku relevan dalam lima tahun terakhir. Hasil kajian menunjukkan bahwa
penerapan model Discovery Learning mampu meningkatkan pemahaman konsep demokrasi melalui proses
pembelajaran yang aktif, eksploratif, dan berpusat pada siswa. Model ini memberi ruang bagi siswa untuk
menemukan sendiri makna nilai demokrasi melalui pengalaman belajar langsung, diskusi kelompok, dan
kegiatan reflektif. Dengan demikian, Discovery Learning dapat menjadi alternatif strategi pembelajaran
PPKn yang efektif dalam menumbuhkan kesadaran berdemokrasi sejak dini.
Kata kunci: Discovery Learning, PPKn, nilai demokrasi, sekolah dasar.
Abstract: This study aims to analyze the implementation of the Discovery Learning model in Civics
Education (PPKn) learning as an effort to develop an understanding of democratic values in elementary
school students. The approach used is a literature review by examining various research and relevant books
over the past five years. The results of the study indicate that the application of the Discovery Learning
model can enhance the understanding of democratic concepts through an active, explorative, and student-
centered learning process. This model provides space for students to discover the meaning of democratic
values on their own through hands-on learning experiences, group discussions, and reflective activities.
Thus, Discovery Learning can be an effective alternative strategy for PPKn learning in fostering early
awareness of democracy.
Keywords: Discovery Learning, PPKn, democratic values, elementary school.
Hak Cipta©2025 Artika Devi Alamsyah Devi, Fathurrohman
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 CC BY-SA International License.
Journal of Contemporary Issues in Primary Education (JCIPE)
Vol. 3, No. 2, Desember 2025, page: 88-93
E-ISSN: 3026-4014
- 89 -
1. Pendahuluan
Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) memiliki peran penting dalam menanamkan
nilai-nilai dasar kebangsaan, termasuk nilai demokrasi pada peserta didik (Sukardi, 2021). Nilai demokrasi
perlu dipahami sejak usia sekolah dasar agar siswa mampu berpikir kritis, menghargai perbedaan, dan
berpartisipasi aktif dalam kehidupan bermasyarakat (Lestari, 2022). Namun, dalam praktiknya,
pembelajaran PPKn masih banyak bersifat konvensional, yaitu berpusat pada guru dengan metode ceramah,
sehingga siswa menjadi pasif dan kesulitan memahami nilai-nilai abstrak seperti kebebasan, musyawarah,
dan tanggung jawab sosial (Rahayu, 2021). Model Discovery Learning hadir sebagai pendekatan inovatif
yang menempatkan siswa sebagai subjek belajar yang aktif menemukan sendiri konsep dan nilai melalui
pengalaman langsung (Bruner, 1961 dalam Sari, 2023). Dalam konteks PPKn, model ini relevan karena
dapat mengajak siswa untuk menemukan makna nilai demokrasi melalui kegiatan eksplorasi dan problem
solving yang kontekstual (Pratama, 2020).
Menurut Permendikbud No. 22 Tahun 2016 tentang Standar Proses Pendidikan Dasar dan Menengah,
Discovery Learning termasuk dalam pendekatan saintifik yang mendorong keterlibatan aktif siswa dalam
proses berpikir ilmiah. Dengan demikian, guru berperan sebagai fasilitator yang menuntun siswa menuju
pemahaman konsep dan nilai yang mendalam. Beberapa penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa
penerapan Discovery Learning dalam PPKn mampu meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan sikap
demokratis siswa (Utami & Widodo, 2021). Selain itu, pembelajaran yang berbasis penemuan juga
menumbuhkan rasa tanggung jawab, kemampuan berdialog, serta partisipasi dalam pengambilan keputusan
bersama (Rahmawati, 2022). Berdasarkan latar belakang tersebut, penelitian ini bertujuan untuk
menganalisis secara mendalam implementasi model Discovery Learning dalam pembelajaran PPKn guna
membangun pemahaman nilai demokrasi pada siswa sekolah dasar.
2. Metode Penelitian
Penelitian ini menggunakan pendekatan literatur review, yaitu metode penelitian yang dilakukan
dengan menelaah dan menganalisis berbagai sumber pustaka yang relevan dengan topik pembelajaran
PPKn, model Discovery Learning, serta pembentukan nilai demokrasi pada siswa sekolah dasar.
Pendekatan ini dipilih karena bertujuan untuk mengumpulkan, mengkaji, dan mensintesis berbagai hasil
penelitian terdahulu guna memperoleh pemahaman konseptual yang mendalam mengenai efektivitas
penerapan model Discovery Learning dalam konteks pendidikan kewarganegaraan. Proses penelitian
dimulai dengan pengumpulan data sekunder yang bersumber dari buku teks, jurnal ilmiah nasional
terakreditasi, serta artikel penelitian yang diterbitkan dalam kurun waktu 20202024. Sumber literatur
dipilih berdasarkan kriteria relevansi terhadap tema, keterbaruan, dan kredibilitas penerbit. Setelah sumber-
sumber tersebut dikumpulkan, peneliti melakukan evaluasi dan analisis isi untuk menilai kesesuaian teori
dan temuan yang dikemukakan oleh para peneliti sebelumnya terhadap fokus penelitian ini.
Selanjutnya dilakukan sintesis tematik, yaitu proses pengelompokan hasil literatur ke dalam beberapa
tema utama seperti: (1) konsep dan tahapan model Discovery Learning dalam pembelajaran PPKn, (2)
peran guru dan keterlibatan siswa dalam penerapan model tersebut, serta (3) dampaknya terhadap
pemahaman nilai demokrasi siswa sekolah dasar. Data dari berbagai sumber kemudian dianalisis secara
deskriptif analitis, dengan menguraikan dan menafsirkan hasil kajian secara sistematis untuk menemukan
pola, persamaan, serta perbedaan antarpenelitian. Dengan metode ini, penelitian tidak hanya menyajikan
ringkasan hasil kajian terdahulu, tetapi juga menyusun pemahaman baru yang lebih komprehensif mengenai
bagaimana Discovery Learning dapat diimplementasikan secara efektif dalam pembelajaran PPKn untuk
membentuk karakter dan pemahaman nilai-nilai demokrasi pada siswa sekolah dasar (Creswell, 2018;
Rahmawati, 2022; Utami & Widodo, 2021).
3. Hasil dan Pembahasan
Konsep dan Prinsip Model Discovery Learning
Model Discovery Learning merupakan salah satu pendekatan pembelajaran yang berlandaskan pada
teori konstruktivistik, di mana pengetahuan tidak diberikan secara langsung oleh guru, tetapi ditemukan
sendiri oleh peserta didik melalui proses eksplorasi dan pengalaman belajar yang bermakna (Bruner, 1961
dalam Sari, 2023). Menurut Bruner, proses belajar akan lebih efektif jika siswa secara aktif terlibat dalam
menemukan konsep, prinsip, dan hubungan antar-ide, bukan hanya menerima informasi secara pasif dari
guru. Dengan demikian, pembelajaran tidak hanya menekankan pada hasil akhir berupa pemahaman
Journal of Contemporary Issues in Primary Education (JCIPE)
Vol. 3, No. 2, Desember 2025, page: 88-93
E-ISSN: 3026-4014
- 90 -
konsep, tetapi juga pada proses berpikir dan penalaran yang terjadi selama kegiatan belajar berlangsung.
Dalam konteks pendidikan dasar, model Discovery Learning memiliki relevansi yang tinggi karena sesuai
dengan karakteristik perkembangan kognitif siswa usia sekolah dasar yang berada pada tahap operasional
konkret. Pada tahap ini, siswa belajar lebih efektif melalui kegiatan yang melibatkan pengalaman langsung
dan eksplorasi lingkungan sekitarnya (Sari, 2023). Melalui kegiatan seperti mengamati, mengajukan
pertanyaan, mencoba, menalar, dan menarik kesimpulan, siswa belajar untuk menghubungkan antara fakta
dan konsep sehingga terbentuk pemahaman yang lebih bermakna terhadap materi pelajaran, termasuk
dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn).
Model Discovery Learning dalam pembelajaran PPKn memberikan kesempatan kepada siswa untuk
menemukan sendiri makna nilai-nilai demokrasi melalui proses berpikir ilmiah dan reflektif. Misalnya,
ketika guru mengangkat topik tentang “pengambilan keputusan bersama di lingkungan sekolah”, siswa
dapat diajak untuk melakukan simulasi musyawarah kelas. Dalam proses tersebut, mereka akan mengalami
secara langsung bagaimana mendengarkan pendapat orang lain, menghormati perbedaan, serta mengambil
keputusan berdasarkan kesepakatan bersama. Melalui pengalaman konkret semacam ini, nilai-nilai
demokrasi tidak hanya dipahami sebagai konsep teoretis, tetapi juga dihayati dan dipraktikkan dalam situasi
nyata (Rahmawati, 2022). Tahapan utama dalam Discovery Learning menurut Hosnan (2014) meliputi
enam langkah penting yang saling berkesinambungan, yaitu: (1) stimulasi (stimulation), di mana guru
memberikan rangsangan awal berupa permasalahan atau fenomena yang menimbulkan rasa ingin tahu
siswa; (2) identifikasi masalah (problem statement), siswa diajak untuk merumuskan pertanyaan atau
hipotesis yang relevan dengan fenomena yang diamati; (3) pengumpulan data (data collection), siswa
mencari dan mengumpulkan informasi melalui observasi, diskusi, atau sumber belajar lain untuk menjawab
pertanyaan yang telah dirumuskan; (4) pengolahan data (data processing), siswa mengorganisasikan
informasi yang diperoleh untuk menemukan pola dan hubungan logis; (5) pembuktian (verification), yaitu
tahap di mana siswa menguji kebenaran hipotesis yang telah dibuat melalui bukti atau hasil analisis; dan
(6) menarik kesimpulan (generalization), siswa menyusun kesimpulan umum yang dapat dijadikan dasar
untuk memahami konsep atau prinsip baru (Hosnan, 2014).
Keenam tahapan ini mencerminkan proses pembelajaran yang sistematis dan menekankan pada
pengembangan kemampuan berpikir kritis, analitis, serta reflektif. Dalam implementasinya pada
pembelajaran PPKn, model ini membantu siswa untuk menumbuhkan kesadaran terhadap nilai-nilai
demokrasi seperti keadilan, tanggung jawab, toleransi, dan kebersamaan. Proses pembelajaran yang
berbasis penemuan juga memberikan ruang bagi siswa untuk membangun pemahamannya sendiri mengenai
makna demokrasi sesuai dengan pengalaman dan konteks kehidupan sehari-hari mereka (Rahmawati,
2022). Selain itu, prinsip utama Discovery Learning adalah keterlibatan aktif peserta didik dan peran guru
sebagai fasilitator. Guru tidak lagi berfungsi sebagai satu-satunya sumber pengetahuan, melainkan sebagai
pembimbing yang menciptakan kondisi belajar yang menantang dan memotivasi siswa untuk berpikir kritis
serta menemukan jawaban secara mandiri. Dengan demikian, kegiatan belajar menjadi lebih berpusat pada
siswa (student-centered learning) dan memupuk rasa percaya diri serta tanggung jawab terhadap proses
belajar mereka sendiri (Sari, 2023).
Secara keseluruhan, penerapan model Discovery Learning tidak hanya berfokus pada pencapaian
aspek kognitif, tetapi juga menyentuh ranah afektif dan psikomotor. Melalui eksplorasi, refleksi, dan
interaksi sosial yang intens, siswa belajar mengembangkan empati, menghargai pendapat orang lain, serta
memahami pentingnya partisipasi dalam pengambilan keputusan bersama. Hal inilah yang menjadi fondasi
dalam pembentukan karakter dan pemahaman nilai-nilai demokrasi di sekolah dasar yang menjadi tujuan
utama dari pembelajaran PPKn (Rahmawati, 2022).
Implementasi dalam Pembelajaran PPKn
Implementasi model Discovery Learning dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila dan
Kewarganegaraan (PPKn) di sekolah dasar berperan penting dalam mengubah paradigma pembelajaran
dari yang berorientasi pada guru menjadi berpusat pada siswa. Dalam praktiknya, model ini menuntut guru
untuk menciptakan lingkungan belajar yang interaktif, kontekstual, dan berbasis pada pengalaman nyata
siswa. Melalui pendekatan ini, siswa tidak hanya dituntut untuk menghafal konsep nilai demokrasi, tetapi
juga diajak untuk menemukan, memahami, dan menginternalisasi nilai-nilai tersebut melalui kegiatan
eksploratif dan reflektif (Lestari, 2022).
Penerapan Discovery Learning dalam pembelajaran PPKn dapat diwujudkan melalui berbagai
bentuk aktivitas pembelajaran yang menekankan partisipasi aktif siswa. Salah satu contoh konkret adalah
Journal of Contemporary Issues in Primary Education (JCIPE)
Vol. 3, No. 2, Desember 2025, page: 88-93
E-ISSN: 3026-4014
- 91 -
simulasi pemilihan ketua kelas, di mana siswa belajar secara langsung mengenai proses demokrasi seperti
pemungutan suara, kampanye, serta pentingnya menghargai hasil keputusan bersama. Melalui kegiatan
tersebut, siswa dapat memahami nilai-nilai demokrasi seperti kejujuran, tanggung jawab, dan partisipasi.
Selain itu, kegiatan seperti diskusi kelompok mengenai hak dan kewajiban warga negara juga menjadi
sarana efektif untuk melatih kemampuan berpendapat dan menghargai perbedaan pandangan antaranggota
kelompok. Guru dapat mengarahkan siswa untuk menganalisis permasalahan sosial di lingkungan sekolah,
seperti pembagian tugas piket kelas atau aturan bermain di halaman sekolah, yang merepresentasikan
praktik sederhana nilai demokrasi dalam kehidupan sehari-hari (Lestari, 2022).
Selain itu, kegiatan studi kasus mengenai pengambilan keputusan bersama di lingkungan sosial siswa
dapat membantu mereka memahami bagaimana prinsip musyawarah dan mufakat diterapkan dalam
kehidupan bermasyarakat. Misalnya, guru dapat menyajikan kasus tentang perbedaan pendapat dalam
menentukan kegiatan kelas atau penggunaan fasilitas sekolah, lalu mengajak siswa untuk menyusun solusi
berdasarkan kesepakatan bersama. Pendekatan seperti ini memungkinkan siswa untuk berpikir kritis,
menimbang berbagai sudut pandang, serta mengambil keputusan yang adil bagi semua pihak (Utami &
Widodo, 2021).
Dalam penerapan model Discovery Learning, peran guru tidak lagi sebatas penyampai informasi,
tetapi lebih sebagai fasilitator yang mengarahkan proses berpikir siswa. Guru bertugas memberikan
stimulus awal berupa pertanyaan pemantik, fenomena sosial, atau permasalahan nyata yang relevan dengan
topik pembelajaran. Stimulus ini bertujuan untuk menimbulkan rasa ingin tahu siswa, memotivasi mereka
untuk mencari tahu, dan menuntun mereka untuk melakukan penemuan konsep secara mandiri.
Selanjutnya, guru memberikan bimbingan secara bertahap dalam proses eksplorasi, mengamati jalannya
diskusi, serta membantu siswa dalam menarik kesimpulan dan menghubungkan hasil penemuan mereka
dengan nilai-nilai demokrasi yang terkandung dalam materi PPKn (Lestari, 2022).
Penelitian oleh Pratama (2020) menunjukkan bahwa penggunaan Discovery Learning dalam
pembelajaran PPKn dapat meningkatkan partisipasi aktif siswa hingga mencapai 75%. Hal ini terlihat dari
meningkatnya keterlibatan siswa dalam berdiskusi, mengajukan pertanyaan, dan memberikan tanggapan
terhadap permasalahan yang dibahas. Selain itu, penerapan model ini juga memperkuat kemampuan
argumentasi siswa dalam diskusi kelas, di mana mereka belajar menyampaikan pendapat berdasarkan fakta
dan pertimbangan rasional, bukan sekadar opini pribadi. Dengan demikian, pembelajaran menjadi lebih
bermakna karena siswa terlibat secara intelektual dan emosional dalam proses menemukan makna nilai
demokrasi (Pratama, 2020).
Hasil serupa ditemukan oleh Utami & Widodo (2021), yang mengemukakan bahwa implementasi
model Discovery Learning dalam PPKn mampu menumbuhkan sikap saling menghargai pendapat orang
lain dan kesadaran terhadap pentingnya nilai kebersamaan dalam musyawarah. Dalam kegiatan
pembelajaran yang menggunakan model ini, siswa belajar untuk menahan diri, mendengarkan pendapat
teman, dan mencapai keputusan bersama secara adil. Selain itu, mereka juga belajar menerima hasil
keputusan dengan lapang dada, meskipun tidak selalu sesuai dengan pendapat pribadi. Hal ini menunjukkan
bahwa Discovery Learning tidak hanya meningkatkan aspek kognitif siswa dalam memahami konsep
demokrasi, tetapi juga memperkuat aspek afektif yang berkaitan dengan pembentukan karakter dan sikap
sosial.
Lebih jauh lagi, penerapan model Discovery Learning juga memberikan dampak positif terhadap
peningkatan kemandirian dan tanggung jawab belajar siswa. Dengan terlibat langsung dalam proses
penemuan, siswa menjadi lebih percaya diri dalam menyampaikan pendapat, berani mengambil keputusan,
serta mampu mengaitkan nilai-nilai demokrasi dengan pengalaman nyata di lingkungan sekolah maupun
masyarakat. Dalam konteks ini, guru perlu menciptakan suasana kelas yang terbuka, aman, dan menghargai
perbedaan agar siswa dapat berekspresi tanpa takut salah. Keterbukaan dan kebebasan berpendapat yang
difasilitasi dalam kelas menjadi miniatur praktik demokrasi yang sesungguhnya, yang dapat membentuk
budaya dialogis dan partisipatif sejak dini (Utami & Widodo, 2021).
Dengan demikian, implementasi model Discovery Learning dalam pembelajaran PPKn tidak hanya
sebatas metode pengajaran, tetapi juga sebagai strategi pendidikan karakter yang komprehensif. Melalui
kegiatan penemuan, eksplorasi, dan refleksi, siswa belajar memahami bahwa demokrasi bukan sekadar
konsep politik, melainkan nilai moral yang perlu diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Model ini
menjadikan pembelajaran PPKn lebih hidup, kontekstual, dan bermakna karena siswa mengalami langsung
Journal of Contemporary Issues in Primary Education (JCIPE)
Vol. 3, No. 2, Desember 2025, page: 88-93
E-ISSN: 3026-4014
- 92 -
bagaimana nilai demokrasi dijalankan dalam praktik sosial yang sederhana, tetapi sarat makna (Lestari,
2022; Pratama, 2020; Utami & Widodo, 2021).
Peningkatan Pemahaman Nilai Demokrasi
Nilai demokrasi merupakan salah satu aspek fundamental yang harus ditanamkan sejak dini melalui
pendidikan kewarganegaraan di sekolah dasar. Nilai-nilai seperti kebebasan berpendapat, tanggung jawab,
partisipasi, toleransi, serta penghargaan terhadap perbedaan menjadi pondasi utama dalam membentuk
warga negara yang berkarakter demokratis (Rahmawati, 2022). Namun, pemahaman terhadap nilai-nilai
tersebut tidak cukup diperoleh melalui hafalan konsep, melainkan harus ditanamkan melalui pengalaman
belajar langsung yang memungkinkan siswa mengalami dan merasakan makna demokrasi secara nyata
dalam kehidupan mereka sehari-hari.
Dalam konteks pembelajaran berbasis Discovery Learning, siswa diberikan kesempatan untuk
menemukan dan membangun sendiri makna nilai demokrasi melalui proses eksploratif, diskusi, dan refleksi
terhadap berbagai fenomena sosial di lingkungan sekitar. Pendekatan ini memungkinkan terjadinya proses
internalisasi nilai yang lebih mendalam karena siswa secara aktif berpartisipasi dalam mengonstruksi
pemahaman mereka. Sebagai contoh, ketika siswa terlibat dalam diskusi kelompok tentang suatu
permasalahan kelas, mereka tidak hanya belajar mengemukakan pendapat, tetapi juga belajar
mendengarkan pandangan teman, mempertimbangkan argumentasi lain, dan mencapai keputusan bersama
melalui musyawarah. Dalam situasi tersebut, siswa mengalami secara langsung bagaimana prinsip
demokrasi seperti kesetaraan, kebebasan berpendapat, dan penghormatan terhadap pendapat minoritas
diterapkan (Rahmawati, 2022).
Model Discovery Learning juga berperan penting dalam mengembangkan kemampuan berpikir
reflektif dan kritis siswa terhadap nilai-nilai demokrasi. Ketika siswa diajak untuk menelaah berbagai
situasi sosial yang terjadi di lingkungan sekolahmisalnya perbedaan pendapat dalam pembagian tugas
kelas atau perdebatan dalam memilih ketua kelompokmereka belajar menganalisis permasalahan dari
berbagai perspektif. Guru dapat mendorong siswa untuk melakukan refleksi dengan menanyakan,
“Mengapa kita harus menghormati pendapat orang lain?” atau “Bagaimana cara mengambil keputusan yang
adil bagi semua pihak?” Melalui proses refleksi ini, siswa tidak hanya memahami konsep demokrasi secara
teoritis, tetapi juga mengaitkannya dengan sikap dan perilaku nyata dalam kehidupan sosial mereka
(Lestari, 2022).
Selain itu, kegiatan pembelajaran berbasis penemuan memungkinkan siswa untuk mengalami proses
demokratis dalam suasana yang aman dan mendidik. Dalam suasana kelas yang demokratis, siswa didorong
untuk berani menyampaikan pendapat tanpa rasa takut salah, serta diajarkan untuk menghormati hasil
keputusan yang diambil bersama. Guru berperan penting dalam memastikan bahwa setiap siswa
mendapatkan kesempatan yang sama untuk berpartisipasi, sekaligus menanamkan nilai kejujuran, tanggung
jawab, dan kebersamaan dalam setiap tahap pembelajaran. Kondisi ini menciptakan miniatur praktik
demokrasi yang sesungguhnya di dalam kelas, di mana siswa belajar mengelola perbedaan dan membangun
kesepahaman bersama berdasarkan nilai keadilan dan musyawarah (Utami & Widodo, 2021).
Hasil kajian literatur menunjukkan bahwa penerapan model Discovery Learning terbukti dapat
meningkatkan pemahaman nilai demokrasi siswa secara signifikan. Berdasarkan penelitian yang dilakukan
oleh Lestari (2022) dan Utami & Widodo (2021), siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model
Discovery Learning memiliki skor pemahaman nilai demokrasi 2030% lebih tinggi dibandingkan dengan
siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional. Peningkatan ini terjadi karena model Discovery
Learning memberikan pengalaman belajar yang lebih bermakna, di mana siswa tidak hanya menerima
informasi, tetapi juga mengalami proses berpikir, berdiskusi, dan mengambil keputusan secara mandiri.
Peningkatan pemahaman nilai demokrasi melalui Discovery Learning tidak hanya tercermin dalam
aspek kognitif, tetapi juga dalam sikap dan perilaku nyata siswa di lingkungan sekolah. Siswa yang terbiasa
dengan model pembelajaran ini menunjukkan kecenderungan lebih besar untuk menghormati pendapat
teman, berpartisipasi aktif dalam kegiatan kelas, serta menunjukkan sikap tanggung jawab terhadap
keputusan yang diambil bersama. Hal ini menunjukkan bahwa pembelajaran berbasis penemuan mampu
mengintegrasikan ranah kognitif, afektif, dan psikomotor secara seimbangsesuatu yang sulit dicapai
melalui metode pembelajaran tradisional (Rahmawati, 2022).
Selain peningkatan pemahaman dan sikap demokratis, Discovery Learning juga berkontribusi pada
pengembangan karakter sosial dan empati siswa. Melalui kegiatan eksplorasi dan kolaboratif, siswa belajar
memahami bahwa setiap individu memiliki hak dan pendapat yang berbeda, serta pentingnya menghargai
Journal of Contemporary Issues in Primary Education (JCIPE)
Vol. 3, No. 2, Desember 2025, page: 88-93
E-ISSN: 3026-4014
- 93 -
keberagaman dalam mencapai tujuan bersama. Proses ini melatih kemampuan sosial siswa untuk bekerja
sama, berkomunikasi efektif, dan bernegosiasi dalam konteks pembelajaran maupun kehidupan sehari-hari
(Lestari, 2022).
Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penerapan model Discovery Learning memberikan
dampak yang signifikan terhadap peningkatan pemahaman nilai demokrasi siswa sekolah dasar. Melalui
pengalaman belajar yang bersifat aktif, reflektif, dan kolaboratif, siswa tidak hanya memahami konsep
demokrasi secara konseptual, tetapi juga mampu menginternalisasi dan mengamalkannya dalam perilaku
nyata di lingkungan sekolah. Hal ini menunjukkan bahwa Discovery Learning merupakan strategi
pembelajaran yang efektif dalam membangun karakter demokratis generasi muda Indonesia sejak usia dini
(Lestari, 2022; Utami & Widodo, 2021; Rahmawati, 2022).
4. Simpulan
Model Discovery Learning merupakan pendekatan pembelajaran yang efektif untuk membangun
pemahaman nilai demokrasi pada siswa sekolah dasar melalui proses eksploratif, partisipatif, dan reflektif.
Dengan melibatkan siswa secara aktif dalam menemukan makna nilai-nilai demokrasi, model ini tidak
hanya meningkatkan hasil belajar kognitif, tetapi juga menumbuhkan karakter demokratis seperti toleransi,
tanggung jawab, dan partisipasi. Guru PPKn diharapkan dapat menerapkan model ini dengan mengaitkan
konteks pembelajaran pada kehidupan nyata agar nilai-nilai demokrasi lebih bermakna bagi siswa.
5. Saran
Melihat efektivitas penerapan Discovery Learning dalam pembelajaran PPKn, beberapa saran dapat
diajukan untuk mendukung optimalisasi pelaksanaannya. Guru diharapkan dapat meningkatkan
pemahaman serta keterampilannya dalam merancang dan menerapkan pembelajaran berbasis penemuan,
sehingga setiap langkah dalam model ini dapat berjalan secara sistematis dan bermakna bagi siswa. Selain
itu, penting bagi guru untuk menciptakan lingkungan belajar yang kondusif, terbuka, dan menghargai setiap
pendapat siswa agar mereka merasa nyaman untuk berpartisipasi secara aktif. Sekolah juga perlu
memberikan dukungan berupa fasilitas, media pembelajaran, serta kesempatan bagi guru untuk mengikuti
pelatihan atau workshop terkait implementasi Discovery Learning. Tidak kalah penting, evaluasi
berkelanjutan perlu dilakukan untuk menyesuaikan strategi pembelajaran dengan karakteristik dan
kebutuhan siswa, sehingga penerapan nilai-nilai demokrasi melalui Discovery Learning dapat terlaksana
secara efektif, berkelanjutan, dan memberikan dampak positif pada perkembangan sikap dan perilaku
siswa.
6. Daftar Pustaka
Bruner, J. S. (1961). The act of discovery. Harvard Educational Review.
Creswell, J. W. (2018). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (5th
ed.). SAGE Publications.
Hosnan, M. (2014). Pendekatan saintifik dan kontekstual dalam pembelajaran abad 21. Bogor: Ghalia
Indonesia.
Lestari, D. (2022). Implementasi model Discovery Learning dalam pembelajaran PPKn untuk menanamkan
nilai-nilai demokrasi siswa SD. Jurnal Pendidikan Dasar Nusantara, 8(2), 112123.
Pratama, A. (2020). Efektivitas Discovery Learning terhadap peningkatan partisipasi siswa dalam
pembelajaran PPKn. Jurnal Ilmiah Sekolah Dasar, 4(3), 233241.
Rahmawati, S. (2022). Penguatan nilai demokrasi melalui model Discovery Learning di sekolah dasar.
Jurnal Pendidikan Karakter, 12(1), 6780.
Rahayu, L. (2021). Kendala implementasi pembelajaran aktif dalam PPKn sekolah dasar. Jurnal
Pendidikan dan Pengajaran, 6(2), 4557.
Sari, I. (2023). Penerapan teori Bruner dalam pembelajaran berbasis penemuan di sekolah dasar. Jurnal
Inovasi Pendidikan, 9(1), 5159.
Sukardi, M. (2021). Pendidikan kewarganegaraan: Teori dan praktik pembelajaran nilai-nilai
kebangsaan. Yogyakarta: Deepublish.
Utami, W., & Widodo, A. (2021). Pengaruh model Discovery Learning terhadap sikap demokratis siswa
sekolah dasar. Jurnal Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, 11(2), 93104.