Journal of Contemporary Issues in Primary Education (JCIPE)
Vol. 3, No. 2, Desember 2025, page: 94-101
E-ISSN: 3026-4014
- 99 -
Berdasarkan hasil perhitungan, diperoleh nilai rata-rata N-Gain sebesar 0,63 untuk
materi pengurangan bersusun dan 0,60 untuk materi penjumlahan bersusun. Berdasarkan
kriteria interpretasi N-Gain, nilai tersebut berada pada kategori sedang. Hal ini menunjukkan
bahwa media PAJAR JURANG cukup efektif dalam meningkatkan pemahaman peserta
didik terhadap operasi hitung bersusun.
2. Uji t Berpasangan (Paired Sample t-Test)
Uji t berpasangan dilakukan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan antara nilai
pretest dan posttest peserta didik. Berdasarkan hasil analisis, diperoleh nilai t hitung lebih
besar daripada t tabel pada taraf signifikansi 0,05, dengan nilai signifikansi (Sig.) < 0,05.
Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil
belajar peserta didik sebelum dan sesudah penggunaan media PAJAR JURANG.
d. Perubahan Pemahaman Siswa terhadap Operasi Hitung Bersusun setelah Penggunaan
Media Pajar Jurang
Berdasarkan hasil analisis nilai, persentase ketuntasan belajar, serta perhitungan N-Gain,
terlihat bahwasannya peserta didik kelas 2 di SDN WONOCOLO 2 adanya perubahan yang cukup
nyata pada pemahaman siswa terhadap operasi hitung bersusun setelah pembelajaran menggunakan
media Pajar Jurang. Perubahan tersebut tidak hanya tercermin dari peningkatan skor hasil belajar,
tetapi juga dari cara siswa memahami dan menyelesaikan langkah-langkah berhitung bersusun
secara lebih runtut. Siswa yang sebelumnya masih ragu dalam menyusun nilai tempat dan
menentukan langkah peminjaman maupun penyimpanan mulai menunjukkan pemahaman yang
lebih baik serta kepercayaan diri dalam mengerjakan soal secara mandiri. Perubahan pemahaman ini
juga ditunjukkan oleh berkurangnya kesalahan mendasar yang dilakukan siswa (Indriyani et al.,
2022). Sebelum implementasi media, kesalahan seperti keliru menempatkan angka sesuai nilai
tempat, lupa melakukan peminjaman, atau salah dalam menyimpan hasil penjumlahan masih sering
ditemukan. Setelah penggunaan media Pajar Jurang, siswa cenderung lebih teliti dan mampu
mengikuti urutan proses berhitung dengan benar. Hal ini menunjukkan bahwa media Pajar Jurang
membantu siswa memahami bukan hanya hasil akhir, tetapi juga proses berpikir yang mendasari
operasi hitung bersusun.
Media pembelajaran punya peran besar dalam membantu peserta didik memahami materi.
Ketika guru menggunakan media yang tepat, materi yang awalnya terasa sulit atau membingungkan
bisa menjadi lebih mudah dipahami (Ashari Hamzah et al., 2024) . Media membuat pembelajaran
lebih hidup, tidak monoton, dan mendorong peserta didik untuk lebih fokus serta tertarik mengikuti
kegiatan belajar di kelas. Dengan begitu, proses belajar tidak hanya sekadar mendengar penjelasan,
tetapi juga melibatkan pengalaman belajar yang lebih nyata (Islamiah et al., 2025). Dalam
penelitian, pengaruh media pembelajaran dapat dilihat dari kondisi peserta didik sebelum dan
sesudah media digunakan. Sebelum menggunakan media, peserta didik sering kali mengalami
kesulitan memahami konsep, kurang aktif, dan hasil belajarnya belum maksimal. Namun setelah
media diterapkan, biasanya mulai terlihat perubahan, seperti peserta didik lebih berani bertanya,
lebih mudah memahami materi, dan lebih aktif dalam pembelajaran.
Keberhasilan media pembelajaran dapat diukur dari peningkatan pemahaman peserta didik
(Zakiya et al., 2025). Jika setelah penggunaan media terjadi peningkatan hasil belajar dan
pemahaman konsep dibandingkan sebelumnya, maka media tersebut dapat dikatakan efektif.
Perubahan harus menunjukkan bahwa media benar-benar membantu peserta didik dalam memahami
materi, bukan hanya sebagai pelengkap pembelajaran semata (Erawati et al., 2025). Oleh karena itu,
media pembelajaran menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung keberhasilan
pembelajaran. Media yang dirancang dan digunakan dengan baik mampu memberikan dampak
nyata berupa perubahan positif dan peningkatan pemahaman peserta didik (Hasnawiah & maslena,
2024). Hal inilah yang menjadi dasar dalam penelitian tentang pengaruh media pembelajaran
terhadap pemahaman dan hasil belajar peserta didik.
Dan Secara konseptual, media Pajar Jurang memberikan pengalaman belajar yang lebih
konkret melalui aktivitas memindahkan dan menyusun representasi bilangan secara langsung.
Aktivitas tersebut membantu siswa mengaitkan simbol angka dengan makna nilai tempat, sehingga
konsep yang sebelumnya bersifat abstrak menjadi lebih mudah dipahami. Temuan ini sejalan
dengan pandangan bahwa siswa sekolah dasar lebih efektif belajar matematika melalui pengalaman