Journal of Contemporary Issues in Primary Education (JCIPE)
Vol. 3, No. 2, Desember 2025, page: 94-101
E-ISSN: 3026-4014
- 94 -
Artikel Penelitian
Naskah dikirim: 22/09/2025Selesai revisi: 15/10/2025Disetujui: 21/11/2025Diterbitkan: 01/12/2025
Peningkatan Pemahaman Penjumlahan dan Pengurangan Bersusun
melalui Media Pajar Jurang
Nabilla Eka Febrianti
1
, Farida Istianah
2
1,2
Universitas Negeri Surabaya, Surabaya, Jawa Timur
e-mail: nabillaeka.23136@mhs.unesa.ac.id
1
, faridaistianah@unesa.ac.id
2
Abstrak: Pembelajaran matematika di kelas rendah masih menghadapi kendala, khususnya pada materi
operasi hitung bersusun penjumlahan dan pengurangan, karena sebagian siswa belum memahami konsep
nilai tempat secara utuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan media Pajar
Jurang terhadap pemahaman siswa kelas II dalam menyelesaikan operasi hitung bersusun. Penelitian ini
menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pretestposttest one group, yang dilaksanakan di
kelas II sekolah dasar. Subjek penelitian berjumlah 15 siswa dan seluruh populasi dijadikan sampel
melalui teknik sensus. Data dikumpulkan menggunakan tes hasil belajar sebelum dan sesudah
penggunaan media Pajar Jurang. Analisis data dilakukan dengan menghitung persentase ketuntasan
belajar, nilai N-Gain, serta uji statistik uji t berpasangan. Hasil penelitian menunjukkan adanya
peningkatan pemahaman siswa, ditandai dengan kenaikan ketuntasan belajar pada materi pengurangan
dari 46,67% menjadi 93,33% dan pada materi penjumlahan dari 40% menjadi 86,67%. Nilai N-Gain
berada pada kategori sedang hingga tinggi dan hasil uji t menunjukkan perbedaan yang signifikan antara
nilai sebelum dan sesudah pembelajaran. Dengan demikian, media Pajar Jurang efektif digunakan untuk
meningkatkan pemahaman siswa terhadap operasi hitung bersusun dan berpotensi diterapkan pada
pembelajaran matematika kelas rendah
Kata kunci: Media Pajar Jurang, operasi hitung bersusun, pemahaman siswa, pembelajaran matematika,
kelas II SD
Improving Students’ Understanding of Column Addition and Subtraction
through the Pajar Jurang Media
Abstract: Mathematics learning in lower grades still faces various challenges, particularly in column
addition and subtraction, as many students have not yet fully understood place value concepts. This study
aimed to examine the effect of using the Pajar Jurang learning media on second-grade students’
understanding of column arithmetic operations. This research employed a quantitative approach with a
one-group pretestposttest design and was conducted in a second-grade elementary school classroom.
The research subjects consisted of 15 students, and the entire population was used as the sample through
a census technique. Data were collected using learning achievement tests administered before and after
the implementation of the Pajar Jurang media. Data analysis involved calculating learning mastery
percentages, N-Gain scores, and conducting a paired sample t-test. The results showed a significant
improvement in students’ understanding, indicated by an increase in learning mastery for subtraction
from 46.67% to 93.33% and for addition from 40% to 86.67%. The N-Gain values fell within the
moderate to high categories, and the t-test results revealed a significant difference between pretest and
posttest scores. These findings indicate that the Pajar Jurang media is effective in improving students’
understanding of column arithmetic operations and has strong potential for use in lower-grade
mathematics instruction.
Keywords: Pajar Jurang media, column arithmetic operations, students’ understanding, mathematics
learning, second grade elementary school
Hak Cipta©2025 Nabilla Eka Febrianti, Farida Istianah
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 CC BY-SA International License.
Journal of Contemporary Issues in Primary Education (JCIPE)
Vol. 3, No. 2, Desember 2025, page: 94-101
E-ISSN: 3026-4014
- 95 -
1. Pendahuluan
Pendidikan dasar memiliki peran penting dalam membangun fondasi kemampuan akademik
peserta didik, khususnya pada aspek literasi dan numerasi (Sari, 2023). Pada jenjang sekolah dasar
kelas rendah, pembelajaran matematika menjadi dasar bagi pengembangan kemampuan berpikir
logis, sistematis, dan pemecahan masalah. Numerasi tidak hanya dipahami sebagai keterampilan
berhitung, tetapi sebagai kemampuan memahami makna bilangan dan menggunakannya secara tepat
dalam berbagai konteks kehidupan sehari-hari (Durroh Nasihatul Ummah & Nadlir, 2023).
Numerasi yang baik memungkinkan peserta didik memahami konsep matematika secara bermakna,
bukan sekadar menghafal prosedur (Jinan et al., 2024). Peserta didik yang memiliki kemampuan
numerasi yang kuat cenderung lebih siap menghadapi pembelajaran lintas mata pelajaran serta
mampu mengambil keputusan sederhana berdasarkan informasi kuantitatif (Adim et al., 2025). Oleh
karena itu, penguatan numerasi sejak kelas rendah menjadi kebutuhan mendesak dalam sistem
pendidikan dasar.
Namun, dalam praktik pembelajaran di sekolah dasar, materi penjumlahan dan pengurangan
bersusun masih menjadi salah satu materi yang sulit dipahami oleh peserta didik dikelas rendah
(Putri & Wandini, 2023). Kesulitan ini terutama muncul pada proses menyimpan dalam
penjumlahan dan meminjam dalam pengurangan, yang menuntut pemahaman nilai tempat secara
tepat. Peserta didik sering kali keliru menyusun angka, salah langkah dalam perhitungan, dan ragu
dalam menyelesaikan soal, terutama ketika dihadapkan pada soal cerita (Rahmi et al., 2025). Hasil
observasi lapangan dan wawancara dengan wali kelas II di SDN Wonocolo 2 menunjukkan kondisi
serupa. Sebagian besar peserta didik belum mampu memahami konsep penjumlahan dan
pengurangan bersusun secara utuh. Pembelajaran yang berlangsung masih cenderung berpusat pada
buku teks dan penjelasan verbal guru, sehingga konsep yang bersifat abstrak belum sepenuhnya
dapat dipahami oleh peserta didik sesuai dengan tahap perkembangan kognitif mereka.
Beberapa penelitian sebelumnya menegaskan bahwa penggunaan media pembelajaran
konkret dan interaktif mampu membantu peserta didik sekolah dasar memahami konsep matematika
dengan lebih baik. Media manipulatif memungkinkan peserta didik belajar melalui pengalaman
langsung, sehingga mengurangi kesalahan konseptual dan meningkatkan keterlibatan belajar (M.
Jannah et al., 2025). Meskipun demikian, implementasi media interaktif yang secara khusus
dirancang untuk materi operasi hitung bersusun masih relatif terbatas. Kurikulum Merdeka
menekankan pentingnya pembelajaran yang berpusat pada peserta didik, kontekstual, dan
mendorong keterlibatan aktif siswa dalam proses belajar (Nurmalia, 2025). Dalam konteks ini, guru
dituntut untuk menghadirkan inovasi pembelajaran yang mampu menjembatani konsep abstrak
menjadi konkret. Oleh karena itu, pengembangan media pembelajaran yang sesuai dengan
karakteristik peserta didik kelas rendah menjadi sangat relevan dan mendesak.
Berdasarkan permasalahan tersebut, dikembangkan media interaktif PAJAR JURANG
(Papan Ajar Penjumlahan dan Pengurangan) sebagai solusi pembelajaran penjumlahan dan
pengurangan bersusun. Media ini dirancang dalam bentuk papan interaktif yang memungkinkan
peserta didik memindahkan komponen angka sesuai nilai tempatnya. Melalui proses ini, peserta
didik dapat melihat secara langsung tahapan menyimpan dan meminjam, sehingga konsep yang
sebelumnya abstrak menjadi lebih konkret dan mudah dipahami. Kebaruan dari penelitian ini
terletak pada penggunaan media PAJAR JURANG sebagai media manipulatif interaktif yang secara
spesifik difokuskan pada pemahaman konsep operasi hitung bersusun di kelas II sekolah dasar.
Berbeda dengan media konvensional atau alat peraga statis, PAJAR JURANG memberikan
pengalaman belajar langsung melalui aktivitas memanipulasi nilai tempat secara sistematis dan
terstruktur.
Penelitian ini penting dilakukan untuk mengisi kesenjangan dalam praktik pembelajaran di
kelas, khususnya dalam meningkatkan pemahaman numerasi peserta didik kelas rendah. Selain itu,
penelitian ini memberikan bukti nyata mengenai efektivitas media interaktif dalam membantu
peserta didik memahami operasi hitung bersusun secara lebih bermakna. Berdasarkan uraian
tersebut, tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penggunaan media interaktif
PAJAR JURANG terhadap pemahaman penjumlahan dan pengurangan bersusun peserta didik kelas
II SDN Wonocolo 2. Penelitian ini diharapkan memberikan manfaat teoretis dalam memperkaya
kajian pembelajaran matematika di sekolah dasar serta manfaat praktis sebagai referensi bagi guru
Journal of Contemporary Issues in Primary Education (JCIPE)
Vol. 3, No. 2, Desember 2025, page: 94-101
E-ISSN: 3026-4014
- 96 -
dalam mengembangkan media pembelajaran numerasi yang inovatif, efektif, dan sesuai dengan
karakteristik peserta didik kelas rendah.
2. Metode Penelitian
Jenis penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain pre-eksperimental
menggunakan model one group pretestposttest. Penelitian ini dilaksanakan di SDN Wonocolo 2.
Subjek penelitian adalah seluruh peserta didik kelas II yang berjumlah 15 siswa. Teknik
pengambilan sampel menggunakan teknik sensus, yaitu seluruh anggota populasi dijadikan sampel
penelitian karena jumlah subjek relatif terbatas dan memungkinkan untuk diteliti secara menyeluruh
(Jailani et al., 2022). Prosedur penelitian dilakukan melalui beberapa tahapan yang tersusun secara
sistematis. Tahap awal diawali dengan kegiatan observasi dan penyusunan perangkat pembelajaran
serta pengembangan media interaktif PAJAR JURANG. Selanjutnya, peneliti menyusun instrumen
tes yang disesuaikan dengan indikator pemahaman penjumlahan dan pengurangan bersusun.
Instrumen kemudian digunakan untuk mengukur kemampuan awal peserta didik melalui pemberian
pretest sebelum perlakuan diberikan.
Tahap pelaksanaan penelitian dilakukan dengan menerapkan pembelajaran matematika
menggunakan media PAJAR JURANG pada materi penjumlahan dan pengurangan bersusun.
Pembelajaran dilaksanakan dalam empat kali pertemuan selama dua minggu. Pada setiap
pertemuan, peserta didik diarahkan untuk menggunakan media PAJAR JURANG dalam
menyelesaikan soal bersusun dengan menekankan pada pemahaman nilai tempat, proses
menyimpan, dan proses meminjam. Pembelajaran dirancang secara bertahap, dimulai dari contoh
sederhana hingga soal dengan tingkat kesulitan yang lebih tinggi. Pengumpulan data dilakukan
menggunakan instrumen tes hasil belajar yang diberikan sebelum dan sesudah penerapan media
PAJAR JURANG. Tes disusun berdasarkan indikator variabel pemahaman operasi hitung bersusun,
yang meliputi kemampuan menentukan nilai tempat, melakukan penjumlahan bersusun dengan
menyimpan, melakukan pengurangan bersusun dengan meminjam, serta menyelesaikan soal cerita
sederhana yang berkaitan dengan operasi tersebut. Setiap butir soal diberi skor 1 untuk jawaban
benar dan 0 untuk jawaban salah.
Skor yang diperoleh peserta didik dihitung dengan menjumlahkan seluruh skor jawaban
benar, kemudian dikonversikan ke dalam skala 0100. Kriteria ketuntasan belajar ditetapkan
berdasarkan Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) sekolah, yaitu sebesar 70. Indikator keberhasilan
penelitian ditentukan apabila terjadi peningkatan nilai rata-rata kelas dan sekurang-kurangnya 75%
peserta didik mencapai nilai ketuntasan setelah penggunaan media PAJAR JURANG. Teknik
analisis data dilakukan secara kuantitatif dengan membandingkan hasil pretest dan posttest. Analisis
data meliputi perhitungan nilai rata-rata, persentase ketuntasan belajar, serta uji statistik
menggunakan uji t untuk sampel berpasangan guna mengetahui signifikansi perbedaan hasil belajar
sebelum dan sesudah perlakuan (Syaifullah et al., 2024) . Hasil analisis tersebut digunakan sebagai
dasar penarikan kesimpulan mengenai pengaruh media interaktif PAJAR JURANG terhadap
pemahaman operasi hitung bersusun peserta didik kelas II.
3. Hasil dan Pembahasan
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan pemahaman peserta didik kelas II di
SDN Wonocolo 2 setelah penerapan media PAJAR JURANG pada materi penjumlahan dan
pengurangan bersusun. Pemahaman peserta didik diukur melalui tes awal (pretest) dan tes akhir
(posttest) dengan Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) sebesar 70.
Journal of Contemporary Issues in Primary Education (JCIPE)
Vol. 3, No. 2, Desember 2025, page: 94-101
E-ISSN: 3026-4014
- 97 -
a. Hasil Belajar Materi Pengurangan Bersusun
Tabel 1. Penyajian Tabel Pengurangan
Nama
Nilai sebelum
implementasi
Nilai sesudah
Implementasi
NS
50
80
ANM
40
70
RSKY
60
80
HMD
50
90
BNG
50
80
AI
50
70
AB
70
80
AY
70
80
ST
60
70
DL
80
90
AD
80
90
NF
80
90
AZ
70
90
AK
80
100
DF
60
70
Berdasarkan Tabel 1, diketahui bahwa sebelum implementasi media PAJAR JURANG,
peserta didik kelas 2 yang mencapai KKM berjumlah 7 dari 15 siswa (46,67%). Setelah
implementasi media, jumlah peserta didik yang mencapai KKM meningkat menjadi 14 dari 15
siswa (93,33%). Hal ini menunjukkan adanya peningkatan pemahaman sebesar 46,66%.
Gambar 1. Grafik persentase pengurangan
Gambar ini menunjukkan perbandingan persentase peserta didik yang mencapai ketuntasan
belajar sebelum dan sesudah penggunaan media PAJAR JURANG pada materi pengurangan
bersusun. Terlihat adanya peningkatan ketuntasan dari 46,67% sebelum implementasi menjadi
93,33% setelah implementasi, yang menunjukkan peningkatan pemahaman peserta didik secara
signifikan.
b. Hasil Belajar Materi Penjumlahan Bersusun
Selain materi pengurangan bersusun, penelitian ini juga menganalisis pemahaman peserta
didik pada materi penjumlahan bersusun sebelum dan sesudah penerapan media interaktif PAJAR
JURANG. Kriteria pemahaman ditetapkan berdasarkan Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) sebesar
70. Peserta didik dengan nilai 70 dikategorikan paham, sedangkan nilai < 70 dikategorikan belum
paham. Data nilai hasil belajar peserta didik pada materi penjumlahan bersusun disajikan pada Tabel
berikut
Journal of Contemporary Issues in Primary Education (JCIPE)
Vol. 3, No. 2, Desember 2025, page: 94-101
E-ISSN: 3026-4014
- 98 -
Tabel 2. Penyajian Tabel Penjumlahan
Nama
Nilai sebelum
implementasi
Nilai sesudah
Implementasi
NS
50
80
ANM
70
100
RSKY
60
80
HMD
70
100
BNG
80
100
AI
50
70
AB
50
100
AY
50
80
ST
40
60
DL
70
100
AD
50
80
NF
80
100
AZ
70
100
AK
90
100
DF
30
60
Berdasarkan Tabel, diketahui bahwa sebelum implementasi media PAJAR JURANG, hanya
6 dari 15 peserta didik (40%) yang mencapai KKM. Setelah implementasi media, jumlah peserta
didik yang mencapai ketuntasan meningkat menjadi 13 dari 15 siswa (86,67%). Dengan demikian,
terjadi peningkatan pemahaman sebesar 46,67%.
Gambar 2. Grafik persentase penjumlahan
Grafik persentase menunjukkan bahwa sebelum penggunaan media, sebagian besar peserta
didik berada pada kategori belum tuntas, sedangkan setelah implementasi, mayoritas peserta didik
telah mencapai ketuntasan belajar.
c. Analisis Statistik Peningkatan Pemahaman Peserta Didik
Untuk mengetahui tingkat peningkatan pemahaman peserta didik secara kuantitatif,
dilakukan analisis menggunakan uji N-Gain dan uji t berpasangan (paired sample t-test).
1. Uji N-Gain
Uji N-Gain digunakan untuk mengetahui efektivitas peningkatan hasil belajar peserta
didik setelah penerapan media PAJAR JURANG. Perhitungan N-Gain dilakukan dengan
rumus:
Journal of Contemporary Issues in Primary Education (JCIPE)
Vol. 3, No. 2, Desember 2025, page: 94-101
E-ISSN: 3026-4014
- 99 -
Berdasarkan hasil perhitungan, diperoleh nilai rata-rata N-Gain sebesar 0,63 untuk
materi pengurangan bersusun dan 0,60 untuk materi penjumlahan bersusun. Berdasarkan
kriteria interpretasi N-Gain, nilai tersebut berada pada kategori sedang. Hal ini menunjukkan
bahwa media PAJAR JURANG cukup efektif dalam meningkatkan pemahaman peserta
didik terhadap operasi hitung bersusun.
2. Uji t Berpasangan (Paired Sample t-Test)
Uji t berpasangan dilakukan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan antara nilai
pretest dan posttest peserta didik. Berdasarkan hasil analisis, diperoleh nilai t hitung lebih
besar daripada t tabel pada taraf signifikansi 0,05, dengan nilai signifikansi (Sig.) < 0,05.
Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil
belajar peserta didik sebelum dan sesudah penggunaan media PAJAR JURANG.
d. Perubahan Pemahaman Siswa terhadap Operasi Hitung Bersusun setelah Penggunaan
Media Pajar Jurang
Berdasarkan hasil analisis nilai, persentase ketuntasan belajar, serta perhitungan N-Gain,
terlihat bahwasannya peserta didik kelas 2 di SDN WONOCOLO 2 adanya perubahan yang cukup
nyata pada pemahaman siswa terhadap operasi hitung bersusun setelah pembelajaran menggunakan
media Pajar Jurang. Perubahan tersebut tidak hanya tercermin dari peningkatan skor hasil belajar,
tetapi juga dari cara siswa memahami dan menyelesaikan langkah-langkah berhitung bersusun
secara lebih runtut. Siswa yang sebelumnya masih ragu dalam menyusun nilai tempat dan
menentukan langkah peminjaman maupun penyimpanan mulai menunjukkan pemahaman yang
lebih baik serta kepercayaan diri dalam mengerjakan soal secara mandiri. Perubahan pemahaman ini
juga ditunjukkan oleh berkurangnya kesalahan mendasar yang dilakukan siswa (Indriyani et al.,
2022). Sebelum implementasi media, kesalahan seperti keliru menempatkan angka sesuai nilai
tempat, lupa melakukan peminjaman, atau salah dalam menyimpan hasil penjumlahan masih sering
ditemukan. Setelah penggunaan media Pajar Jurang, siswa cenderung lebih teliti dan mampu
mengikuti urutan proses berhitung dengan benar. Hal ini menunjukkan bahwa media Pajar Jurang
membantu siswa memahami bukan hanya hasil akhir, tetapi juga proses berpikir yang mendasari
operasi hitung bersusun.
Media pembelajaran punya peran besar dalam membantu peserta didik memahami materi.
Ketika guru menggunakan media yang tepat, materi yang awalnya terasa sulit atau membingungkan
bisa menjadi lebih mudah dipahami (Ashari Hamzah et al., 2024) . Media membuat pembelajaran
lebih hidup, tidak monoton, dan mendorong peserta didik untuk lebih fokus serta tertarik mengikuti
kegiatan belajar di kelas. Dengan begitu, proses belajar tidak hanya sekadar mendengar penjelasan,
tetapi juga melibatkan pengalaman belajar yang lebih nyata (Islamiah et al., 2025). Dalam
penelitian, pengaruh media pembelajaran dapat dilihat dari kondisi peserta didik sebelum dan
sesudah media digunakan. Sebelum menggunakan media, peserta didik sering kali mengalami
kesulitan memahami konsep, kurang aktif, dan hasil belajarnya belum maksimal. Namun setelah
media diterapkan, biasanya mulai terlihat perubahan, seperti peserta didik lebih berani bertanya,
lebih mudah memahami materi, dan lebih aktif dalam pembelajaran.
Keberhasilan media pembelajaran dapat diukur dari peningkatan pemahaman peserta didik
(Zakiya et al., 2025). Jika setelah penggunaan media terjadi peningkatan hasil belajar dan
pemahaman konsep dibandingkan sebelumnya, maka media tersebut dapat dikatakan efektif.
Perubahan harus menunjukkan bahwa media benar-benar membantu peserta didik dalam memahami
materi, bukan hanya sebagai pelengkap pembelajaran semata (Erawati et al., 2025). Oleh karena itu,
media pembelajaran menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung keberhasilan
pembelajaran. Media yang dirancang dan digunakan dengan baik mampu memberikan dampak
nyata berupa perubahan positif dan peningkatan pemahaman peserta didik (Hasnawiah & maslena,
2024). Hal inilah yang menjadi dasar dalam penelitian tentang pengaruh media pembelajaran
terhadap pemahaman dan hasil belajar peserta didik.
Dan Secara konseptual, media Pajar Jurang memberikan pengalaman belajar yang lebih
konkret melalui aktivitas memindahkan dan menyusun representasi bilangan secara langsung.
Aktivitas tersebut membantu siswa mengaitkan simbol angka dengan makna nilai tempat, sehingga
konsep yang sebelumnya bersifat abstrak menjadi lebih mudah dipahami. Temuan ini sejalan
dengan pandangan bahwa siswa sekolah dasar lebih efektif belajar matematika melalui pengalaman
Journal of Contemporary Issues in Primary Education (JCIPE)
Vol. 3, No. 2, Desember 2025, page: 94-101
E-ISSN: 3026-4014
- 100 -
langsung dan visualisasi nyata, khususnya pada materi yang menuntut pemahaman prosedural
seperti operasi hitung bersusun (D. M. Jannah et al., 2021). Dengan demikian, peningkatan
pemahaman siswa terhadap operasi hitung bersusun tidak hanya dipengaruhi oleh intensitas latihan,
tetapi juga oleh penggunaan media pembelajaran yang tepat dan sesuai dengan karakteristik
perkembangan siswa. Media Pajar Jurang dapat dipandang sebagai alternatif pembelajaran yang
mampu menjembatani kesenjangan pemahaman konsep berhitung bersusun di kelas rendah,
sekaligus memberikan pengalaman belajar yang lebih bermakna dan kontekstual.
4. Simpulan dan Saran
Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa penggunaan media Pajar Jurang secara
nyata meningkatkan pemahaman siswa kelas II SDN Wonocolo 2 terhadap operasi hitung bersusun
penjumlahan dan pengurangan. Pada materi pengurangan bersusun, persentase ketuntasan belajar siswa
meningkat dari 46,67% sebelum implementasi menjadi 93,33% setelah penggunaan media Pajar Jurang.
Sementara itu, pada materi penjumlahan bersusun, ketuntasan belajar siswa juga mengalami peningkatan
yang signifikan, yaitu dari 40% sebelum pembelajaran menjadi 86,67% setelah implementasi media.
Peningkatan tersebut diperkuat oleh hasil perhitungan N-Gain yang menunjukkan bahwa sebagian besar
siswa berada pada kategori sedang hingga tinggi, serta hasil uji t berpasangan yang menunjukkan adanya
perbedaan signifikan antara nilai sebelum dan sesudah perlakuan (p < 0,05). Temuan ini menegaskan
bahwa media Pajar Jurang tidak hanya meningkatkan nilai akhir siswa, tetapi juga memperbaiki
pemahaman konsep nilai tempat, proses menyimpan, dan peminjaman secara lebih sistematis. Dengan
demikian, media Pajar Jurang terbukti efektif sebagai media pembelajaran matematika yang mampu
meningkatkan kualitas pemahaman operasi hitung bersusun pada siswa kelas rendah. Berdasarkan hasil
dan simpulan penelitian, disarankan agar guru sekolah dasar dapat memanfaatkan media Pajar Jurang
sebagai alternatif pembelajaran matematika, khususnya pada materi operasi hitung bersusun, untuk
meningkatkan pemahaman konseptual siswa. Guru juga diharapkan dapat mengembangkan atau
memodifikasi media serupa sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik peserta didik. Bagi sekolah, media
Pajar Jurang dapat dijadikan sebagai salah satu praktik baik dalam pembelajaran numerasi yang dapat
diterapkan secara berkelanjutan. Sementara itu, bagi peneliti selanjutnya, penelitian ini dapat
dikembangkan dengan melibatkan jumlah subjek yang lebih luas, jangka waktu pembelajaran yang lebih
panjang, atau mengkaji pengaruh media Pajar Jurang terhadap aspek lain, seperti motivasi belajar dan
kemampuan pemecahan masalah matematika siswa.
5. Daftar Pustaka
2023, & Sari, J. (2021). NUMERACY LITERACY IN ELEMENTARY EDUCATION: A LITERATURE-
BASED ANALYSIS OF STRATEGIES TO ENHANCE STUDENTS’ FOUNDATIONAL
COMPETENCIES. 32(3), 167186.
Adim, M., Yuli Mestika, I., & Bahri, S. (2025). Analisis Kemampuan Numerasi Siswa Pada Pembelajaran
Matematika Kelas Iii Di Sdn Braji. Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 10(1), 221232.
Ashari Hamzah, R., Al Faridzin, S., Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, P., & Islam Makassar, U.
(2024). Media Pembelajaran Di SD. Elementary Journal, 7(2), 2024.
Durroh Nasihatul Ummah, & Nadlir, N. (2023). Konsep Kurikulum Merdeka Dan Integrasi Media
Pembelajaran Berbasis Digital Pada Jenjang Sekolah Dasar. Elementeris: Jurnal Ilmiah
Pendidikan Dasar Islam, 5(1), 2638. https://doi.org/10.33474/elementeris.v5i1.18907
Erawati, D. Y., Riswari, L. A., & Amaliyah, F. (2025). Efektivitas Media Pembelajaran Cibatar Terhadap
Pemahaman Konsep Matematika Siswa Sekolah Dasar. Jupika: Jurnal Pendidikan Matematika,
8(1), 6475. https://doi.org/10.37478/jupika.v8i1.5393
Hasnawiah, & maslena. (2024). Dampak Penggunaan Media Pembelajaran Interaktif Terhadap Prestasi
Belajar. Jurnal Review Pendidikan Dasar, 10(2), 167172. http://journal.unesa.ac.id/index.php/PD
Journal of Contemporary Issues in Primary Education (JCIPE)
Vol. 3, No. 2, Desember 2025, page: 94-101
E-ISSN: 3026-4014
- 101 -
Indriyani, H. K., Purwaningsih, D., & Khaokhajorn, W. (2022). Analisis Kesalahan Siswa Dalam
Penyelesaian Soal Cerita Matematika dengan Tahapan Newmanpada Materi Pengurangan dan
Penjumlahan. Jurnal Pendidikan MIPA, 12(1), 17.
Islamiah, U., Supriatin, A., & Mahmudah, I. (2025). Penggunaan Media Konkret dalam Meningkatkan
Hasil Belajar Siswa Kelas II Pada Materi Pecahan di SDIT Al Qonita. Numerical: Jurnal
Matematika Dan Pendidikan Matematika, 9, 146160.
https://doi.org/10.25217/numerical.v9i1.6300
Jailani, Ms., Jeka, F., & Negeri Sulthan Thaha Saifuddin Jambi, U. (2022). Pengertian Populasi
(Kuantitatif) Menurut Ahli. 7, 2632026332.
Jannah, D. M., Hidayat, M. T., Ibrahim, M., & Kasiyun, S. (2021). Pengaruh Kebiasaan Belajar dan
Motivasi Belajar terhadap Prestasi Belajar Siswa di Sekolah Dasar. Jurnal Basicedu, 5(5), 3378
3384. https://doi.org/10.31004/basicedu.v5i5.1350
Jannah, M., Akhsan, H., & Ribkoh, R. (2025). Penerapan Cooperative Learning dan Media Manipulatif
untuk Meningkatkan Hasil Belajar Pecahan Siswa SDN 002 Palembang. JagoMIPA: Jurnal
Pendidikan Matematika Dan IPA, 5(3), 833844. https://doi.org/10.53299/jagomipa.v5i3.2043
Jinan, R., Aswita, D., & Suryawati, I. (2024). Correlation of Misconceptions on Students’ Numeracy
Ability in Answering Math Problem Solving Problems At Sd Negeri 57 Banda Aceh. DIDAKTIKA:
Jurnal Pendidikan Sekolah Dasar, 6(2), 99104. https://doi.org/10.21831/didaktika.v6i2.63152
Nurmalia, S. A. (2025). Peran Kurikulum Merdeka dalam Mendorong Critical Thinking melalui
Pembelajaran Kontekstual. 2(4), 233242.
Putri, D. A., & Wandini, R. R. (2023). Analisis Kesulitan Belajar Siswa Sekolah Dasar Kelas ll Pada
Materi Penjumlahan dan Pengurangan SD IT Hidayatul Jannah. 7, 2994129946.
Rahmi, U., Chairuddin, C., & Sirad, L. O. (2025). Kemampuan Numerasi Peserta Didik dengan
Pembelajaran Realistic Mathematic Education. Sulawesi Tenggara Educational Journal, 5(1), 116
122. https://doi.org/10.54297/seduj.v5i1.924
Syaifullah, M., Muhajir, & Huda, N. (2024). Pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe nht (. Jurnal
Ilmiah Pendidikan Dasar, 9(4), 234256.
Zakiya, S., Nisa, K., & Darmawan, D. (2025). Pengaruh Media Pembelajaran Terhadap Hasil Belajar
Siswa Setingkat Sekolah Dasar Jurnal Pendidikan Transformatif ( JPT ). Jurnal Pendidikan
Transformtif (JPT), 04(01), 8599.