Journal of Contemporary Issues in Primary Education (JCIPE)
Vol. 3, No. 2, Desember 2025, page: 149-155
E-ISSN: 3026-4014
149
Artikel Penelitian
Naskah dikirim: 25/09/2025Selesai revisi: 21/10/2025Disetujui: 23/11/2025Diterbitkan:01/12/2025
Implementasi Program Bintang Kelas Untuk Menunjang Partisipasi Aktif Peserta
Didik Saat Pembelajaran Dikelas
Moh. Syamsul Hidayat
1
, Zaenal Abidin
2
1,2
Universitas Negeri Surabaya, Kota Surabaya, Jawa Timur, Indonesia
Email: syamsulmsh07@gmail.com
1
, zaenalabidin@unesa.ac.id
2
Abstrak: Permasalahan umum yang banyak dijumpai adalah peserta didik yang kurang aktif dalam
pembelajaran di kelas. Banyaknya peserta didik yang pasif dapat menurunkan prestasi peserta didik
bahkan dapat menyebabkan tidak tercapainya capaian pembelajaran yang telah ditentukan. Penelitian
ini akan berfokus pada implementasi program bintang kelas. program ini bertujuan untuk menunjang
partisipasi aktif peserta didik saat proses pembelajaran berlangsung. Metode penelitian melibatkan
peserta didik sebagai subjek dan guru sebagai pelaksana dalam melaksanakan program. Program akan
berlangsung selama 4 minggu dengan melibatkan 25 peserta didik. Angket akan diberikan kepada guru
yang melaksanakan program kelas di kelasnya. Hasil perolehan bintang menunjukkan partisipasi aktif
peserta didik meningkat dengan perolehan rata-rata 6,16 tiap peserta didik. Kategorisasi partisipasi
rendah (<5 bintang) dengan 10 peserta didik (40%), sedang (5-9 bintang) dengan 11 peserta didik
(44%), tinggi (≥10 bintang) dengan 4 peserta didik (16%). Menunjukkan tren kearah positif terhadap
partisipasi peserta didik di kelas. Hasil dari angket menyatakan guru setuju bahwa program bintang
kelas dapat meningkatkan keberanian peserta didik dalam mengungkapkan pendapat, keaktifan peserta
didik menjawab pertanyaan dari guru setelah materi dipaparkan, serta mendorong terciptanya suasana
kelas yang kompetitif melalui keinginan peserta didik untuk mendapatkan nilai tinggi. Guru merasa
program ini mudah untuk diterapkan dalam kegiatan pembelajaran.
Kata kunci: Program bintang kelas, partisipasi aktif, motivasi belajar
Implementation Of The Class Star Program To Support Active Participation Of Students In
Classroom Learning
Abstract: A common problem that is often encountered is that students are not active enough in
classroom learning. The large number of passive students can lower student achievement and even
prevent the achievement of predetermined learning outcomes. This study will focus on the
implementation of the class star program. This program aims to support active student participation
during the learning process. The research method involves students as subjects and teachers as
implementers of the program. The program will last for 4 weeks and involve 25 students. A questionnaire
will be given to teachers who implement the class program in their classrooms. The star results show
that student participation increased, with an average of 6.16 stars per student. Participation was
categorized as low (<5 stars) for 10 students (40%), moderate (5-9 stars) for 11 students (44%), and
high (≥10 stars) for 4 students (16%). This shows a positive trend in student participation in the
classroom. The results of the questionnaire show that teachers agree that the star student program can
increase students' courage in expressing their opinions, their enthusiasm in answering questions from
teachers after the material has been presented, and encourage a competitive classroom atmosphere
through students' desire to get high grades. Teachers feel that this program is easy to implement in
learning activities.
Keywords: Star student program, active participation, motivation to learn
Hak Cipta©2025 Moh. Syamsul Hidayat, Zaenal Abidin
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 CC BY-SA International License.
Journal of Contemporary Issues in Primary Education (JCIPE)
Vol. 3, No. 2, Desember 2025, page: 149-155
E-ISSN: 3026-4014
150
1. Pendahuluan
Sekolah dasar merupakan pondasi dalam pendidikan di indonesia (Wayan et al., 2023).
Memberikan dasar berfikir dari materi pembelajaran yang lebih lanjut. Pada tahap inilah pondasi
pendidikan dibentuk. Saat ini terdapat masalah pada kegiatan pembelajaran di kelas. Kurangnya
partisipasi aktif peserta didik membuat kelas terasa pasif (Kanda & Rustini, 2024). Sehingga dapat
menurunkan motivasi belajar peserta didik. Hasil observasi awal di SDN Banjarsari 1 menunjukkan
adanya hambatan dalam pembelajaran. Terdapat peserta didik yang pasif. Hasil wawancara dengan
salah satu guru pada sekolah tersebut menyatakan 85% peserta didik pasif saat proses pembelajaran
berlangsung. Pasifnya peserta didik dalam proses pembelajaran memberikan dampak kurang baik
(Yanuar, 2023). Menurunnya kualitas pembelajaran hingga tidak tercapainya profil pelajar
pancasila menjadi konsekuensi nyata (Riwanto et al., 2023). Salah satu profil pelajar pancasila yang
terdampak adalah bernalar kritis (Shabir, 2022). Ketika peserta didik tidak mengajukan pertanyaan
maka ada kemungkinan yang terjadi. Peserta didik tidak mencerna materi yang diberikan sehingga
tidak adanya proses bernalar kritis. ketika peserta didik mencerna materi nantinya akan terdapat
pertanyaan mengenai materi baru yang mereka pelajari. Kemungkinan lain peserta didik tidak
berani mengemukakan pendapat, hal ini dapat menghambat kemampuan berfikir kritis peserta didik
karena pertanyaan yang ada tidak dapat tersalurkan (Kusuma et al., 2024). Dari kedua kemungkinan
tersebut keduanya memberi dampak negatif terhadap proses pembelajaran di kelas.
Kontruktivisme merupakan teori belajar yang memberikan kesempatan peserta didik untuk
mengembangkan kemampuan belajar secara mandiri (Suryana et al., 2022). Bertolak belakang
dengan tujuan kontruktivisme yang menekankan pembangunan kemampuan belajar peserta didik
lewat bernalar kritis. Peserta didik tidak dapat membangun kemampuan tersebut karena tidak berani
mengungkapkan pendapat maupun pertanyaan (Ahmad, 2023). Sejalan dengan kurikulum merdeka
dimana pembelajaran berbasis pada peserta didik. Kurikulum merdeka merupakan kurikulum yang
menekankan pembelajaran berpusat pada peserta didik (Rahman et al., 2024). Peserta didik dituntut
untuk aktif mengemukakan pendapat, aktif bertanya, dan partisipasif dalam proses pembelajaran
(Nurmasyitah et al., 2023). Peserta didik yang aktif dalam pembelajaran akan lebih memahami
materi yang disampaikan karena peserta didik terlibat langsung dalam proses pembelajaran
(Susilowati, 2023). Permasalahan tersebut memerluka sebuah inovasi dalam program
pembelajaran. Bintang kelas hadir sebagai program pembelajaran yang memberikan solusi dari
permasalahan tersebut. Bintang kelas merupakan program yang menunjang partisipasi aktif peserta
didik saat proses pembelajaran berlangsung.
Terdapat penelitian serupa seperti penelitian yang dilakukan di SDN Kuin utara 7 meningkatkan
partisipasi peserta didik sebesar 25% melalui proyek kurikulum merdeka, namun pendekatan
tersebut kurang efektif karena membutuhkan waktu persiapan dua jam tiap minggunya dan tidak
memungkinkan untuk guru sekolah dasar (Hosnul et al., 2025). Hasil penelitian pada UPT SPF SD
Kalukuang IV menunjukkan penerapan P5 kolaboratif pada kurikulum merdeka meningkatkan
minat belajar sebesar 30%, namun peningkatan terjadi hanya pada peserta didik ekspresif sebesar
40% tidak dengan peserta didik tertutup yang tetap pasif akibat faktor sungkan (Lestari & Hamid,
2025). Penelitian pada SD Negeri 050706 Secanggang menunjukkan inovasi menggunakan metode
variatif meningkatkan kemampuan akademik sebesar 28% namun, partisipasi tiap individu tetap
sebesar 18% (Nasution & Yusrizal, 2025).
Berdasarkan latar belakang yang telah dipaparkan, artikel ini akan membahas program bintang
kelas untuk meningkatkan keaktifan peserta didik dalam pembelajaran. Penelitian ini akan berfokus
pada bagaimana implementasi program bintang kelas dalam meningkatkan partisipasi aktif peserta
didik di dalam kelas. Manfaat dari penelitian akan memberikan salah satu opsi untuk mengatasi
permasalahan yang ada dalam proses pembelajaran. Pasifnya peserta didik berpotensi menunrunkan
prestasi akademik peserta didik. Capaian pembelajaran akan ikut terganggu bahkan berpotensi tidak
tercapainya capaian pembelajaran yang telah ditetapkan. Sehingga penelitian ini perlu untuk
dilakukan agar membantu membangun kembali kelas yang aktif.
Journal of Contemporary Issues in Primary Education (JCIPE)
Vol. 3, No. 2, Desember 2025, page: 149-155
E-ISSN: 3026-4014
151
2. Metode Penelitian
Metode penelitian menggunakan kuantitatif dengan pendekatan desain survei cross sectional
(Abduh et al., 2023). penelitian jenis ini menggambarkan fenomena pada jangka waktu tertentu
dalam bentuk numerik dengan mengumpulkan data dari populasi dalam satu waktu (Waruwu et al.,
2025). Bertujuan mengukur persepsi guru terhadap efektivitas program bintang kelas dalam
partisipasi pembelajaran aktif peserta didik kelas 3 di SDN Banjarsari 1. Populasi penelitian
berjumlah 25 anak dengan 16 anak laki-laki dan 9 anak perempuan. Program dilaksanakan selama
6 minggu lebih tepatnya pada bulan Oktober hingga Desember 2025. Program dilaksanakan oleh
guru kelas 3 di SDN Banjarsari 1. Penelitian mencakup (implementasi program "Bintang kelas")
dan (persepsi guru terhadap tingkat keaktifan peserta didik dikelas). Angket akan menggunakan
pengukuran 5 skala dengan keterangan sangat setuju, setuju, netral, tidak setuju, dan sangat tidak
setuju.
Pada penelitian terdapat tahapan yang tersusun beraturan untuk menunjang pelaksanaan
penelitian. Tahap awal merupakan tahapan observasi yang dilakukan mingu ke-1 pada akhir bulan
oktober untuk menentukan permasalahan apa yang terjadi pada sekolah tersebut. Hasil observasi
awal menunjukkan adanya peserta didik yang cenderung pasif saat proses pembelajaran
berlangsung. Disusunlah program bintang kelas untuk menjawab permasalahan pasifnya peserta
didik. Tahap pelaksaan dilakukan pada minggu ke-2 sampai minggu ke-5 pada awal hingga akhir
bulan november. Tahap akhir pada minggu ke-6 bulan desember awal merupakan tahap pengisian
angket oleh guru yang telah melaksanakan program bintang kelas selama 4 minggu di bulan
november. Angket langsung disimpan untuk menjaga validitas data yang telah di ambil.
Angket terdiri dari 9 item pernyataan menggunakan skala Likert (Sangat Setuju, Setuju, Netral,
Tidak Setuju, Sangat Tidak Setuju). Petunjuk pengisian meminta responden memberi tanda centang
pada pilihan sesuai pendapat terkait pengaruh program Bintang Kelas terhadap peserta didik.
Angket memberitakan berdasarkan indikator utama Profil Pelajar Pancasila, khususnya berani
berpendapat, gotong royong, dan bernalar kritis. Efektivitas Program terdiri dari 4 item yang
berfokus pada peningkatan partisipasi peserta didik seperti: Program Bintang Kelas meningkatkan
keberanian peserta didik untuk mengungkapkan pendapat di kelas; Peserta didik lebih aktif
menjawab pertanyaan guru sejak program dijalankan; Program ini mendorong peserta didik untuk
lebih aktif berpartisipasi dalam diskusi kelompok; Keaktifan peserta didik meningkat secara
signifikan setelah penerapan program bintang kelas. Motivasi dan suasana kelas terdiri dari 2 item:
program ini membuat peserta didik lebih termotivasi untuk mendapatkan nilai tinggi dan program
Bintang Kelas membantu menciptakan suasana kelas yang lebih menyenangkan. Kemudahan
Implementasi seperti, saya merasa program ini mudah diterapkan dalam kegiatan pembelajaran
sehari-hari. Dukungan dan kerja sama seperti, program ini memerlukan dukungan dan kerjasama
yang baik dari guru agar berhasil. Terakhir rencana tindak lanjut seperti, saya berencana untuk terus
menggunakan program ini di kelas saya. Indikator tersebut akan disajikan dalam bentuk tabel.
3. Hasil pembahasan
Pelaksanaan program berjalan selama 4 minggu pada bulan november. Dilaksanakan oleh guru
kelas 3 di SDN banjarsari 1. Program dilaksanakan selama proses pembelajaran berlangsung.
Kemudian peserta didik yang berani menyampaikan pendapat, bertanya setelah sesi pemaparan
materi dari guru, dan mendapatkan nilai 100 akan mendapatkan bintang simbolik berupa manik-
manik. Peserta didik akan menempel pada tempat penempelan program bintang kelas yang dipajang
pada mading kelas. Peserta didik dengan jumlah 25 anak akan berlomba dalam mendapatkan
bintang.
Tabel 1. Hasil Perolehan Bintang
No
Nama
Bintang
Total
1
GI

7
2
SI

4
3
AA

5
4
AH

6
5
AY

6
Journal of Contemporary Issues in Primary Education (JCIPE)
Vol. 3, No. 2, Desember 2025, page: 149-155
E-ISSN: 3026-4014
152
No
Nama
Bintang
Total
6
CA

18
7
DA

10
8
GN

2
9
IS

12
10
LA

5
11
KA

7
12
KL

6
13
KN

4
14
DY

4
15
RY
1
16
RK

3
17
NA

6
18
PI
1
19
DR

6
20
RA

5
21
SA

4
22
TA

6
23
UY

3
24
BN

10
25
FL

6
Program dilaksanakan selama 4 minggu di bulan november 2025. Dengan jumlah peserta didik 25
anak dalam satu kelas. Semua peserta didik tercatat mendapatkan bintang sebagai tanda keaktifan.
Bintang diberikan oleh guru setiap peserta didik menunjukkan partisipasi aktif dikelas. Hasil perolehan
bintang diakumulasi pada tabel berikut.
Tabel 2. Distribusi bintang
Distribusi bintang
Rata-rata bintang tiap peserta didik
6,16
Simpangan baku
3,23
Rentan
1-18 bintang
Peserta didik dengan perolehan tertinggi
CA (18 bintang)
Peserta didik dengan perolehan terendah
RY (1 bintang) dan PI (1 bintang)
Tabel 3. Kategorisasi partisipasi
Kategorisasi partisipasi
4 peserta didik (16%)
11 peserta didik (44%)
10 peserta didik (40%)
Ditribusi menunjukkan sebagian besar peserta didik berada pada kategori sedang. Patisipasi aktif
peserta didik cukup konsisten namun, terdapat variasi yang signifikan antar peserta didik. Hasil ini
menandakan bahwa program belum sepenuhnya berhasil dalam meningkatkan partisipasi aktif semua
peserta didik. Hasil angket yang diberikan kepada guru yang melaksanakan program mendukung
argumen dengan amgket seperti berikut:
Tabel 4. Angket guru kelas
No
Pertanyaan
Sangat
setuju
Setuju
Netral
Tidak
setuju
Sangat
tidak
setuju
1
Program "Bintang Kelas" meningkatkan
keberanian peserta didik untuk
mengungkapkan pendapat di kelas.
Journal of Contemporary Issues in Primary Education (JCIPE)
Vol. 3, No. 2, Desember 2025, page: 149-155
E-ISSN: 3026-4014
153
2
Peserta didik lebih aktif menjawab pertanyaan
guru sejak program dijalankan.
3
Program ini membuat peserta didik lebih
termotivasi untuk mendapatkan nilai tinggi.
4
Program "Bintang Kelas" membantu
menciptakan suasana kelas yang lebih
menyenangkan.
5
Program ini mendorong peserta didik untuk
lebih aktif berpartisipasi dalam diskusi
kelompok.
6
Keaktifan peserta didik meningkat secara
signifikan setelah penerapan program "Bintang
Kelas".
7
Saya merasa program ini mudah diterapkan
dalam kegiatan pembelajaran sehari-hari.
8
Program ini memerlukan dukungan dan
kerjasama yang baik dari guru agar berhasil.
9
Saya berencana untuk terus menggunakan
program ini di kelas saya.
Pengisisan angket dilakukan oleh guru kelas 3 sebagai pelaksana program bintang kelas.
Pelaksanaan belangsung selama 4 minggu. Dengan fokus angket pada beberapa aspek efektivitas
program yang terdiri dari 4 pertanyaan pada poin kesatu, kedua, kelima, dan keenam. Motivasi dan
suasana kelas terdiri dari 2 pertanyaan pada poin ketiga dan keempat. Kemudahan
Implementasi pada poin ketujuh. Dukungan dan kerja sama pada poin kedelapan. Rencana
tindak lanjut pada poin kesembilan. Dengan temuan guru sangat setuju program bintang kelas
meningkatkan keberanian peserta didik mengungkapkan pendapat, keaktifan peserta didik
menjawab pertanyaan dari guru setelah pemaparan materi, serta mendorong terciptanya kelas
yang kompetitif lewat keinginan peserta didik dalam mendapatkan nilai tinggi. Guru merasa
program ini mudah untuk diterapkan dalam kegiatan pembelajaran. Terakhir guru juga
menyadari pentingnya peran untuk menunjang keberhasilan program.
4. Simpulan dan saran
Hasil mununjukkan program bintang kelas yang telah dilaksanakan memberikan efek peningkatan
parisipasi kepada sebagian besar peserta didik saat pembelajaran berlangsung. Dengan rata-rata
perolehan 6 bintang tiap peserta didik dalam kurun waktu 4 minggu. Meskipun masi terdapat
kesenjangan pada beberapa peserta didik. Tren umum menunjukkan arah kenaikan positif terhadap
peningkatan partisipasi aktif peserta didik. Diperkuar dengan hasil pengisian angket oleh guru kelas 3
sebagai pelaksana program. Angket menyatakan persepsi positif dari guru terhadap dampak program.
Penilaian menyatakan program tidak hanya meningkatkan keberanian peserta didik untuk
menyanpaikan pendapat dan motivasi peserta didik dalam mendapatkan nilai tinggi. Program ini juga
menciptakan suasana kelas yang aktif serta kompetitif. Peserta didik berusaha untuk mendapatkan
bintang sebagai tanda keaktifan selama pembelajaran berlangsung. Kesesuaian antara data perolehan
bintang dan angket persepsi guru menunjukkan bahwa program bintang kelas berpotensi untuk menjadi
inovasi dalam pembelajaran untuk meningkatkan partisipasi aktif peserta didik. Kesenjangan perolehan
bintang tiap peserta didik menunjukkan perlunya tambahan metode pembelajaran yang kreatif dan
edukatif serta perlunya dukungan moral dari guru sebagai motivasi. Guru menunjukkan komitmen
terhadap berjalannya program ini, menandakan bahwa besar kemungkinan program ini dapat berlanjut.
Program ini dapat dimodifikasi lebih lanjut untuk diterapkan pada tipe peserta didik yang berbeda.
Modifikasi dapat meliputi jangka waktu yang diperpanjang selama satu semester untuk tiap sesinya,
dapat pula diberikan reward tiap bulan berupa foto yang dipajang sebagai peserta didik paling aktif.
Sebagai semangat tambahan dapat pula dilaporkan progres keaktifan kepada orang tua peserta didik
karena peran orang tua dapat memberikan motovasi tersendiri bagi peserta didik. Program ini dapat
Journal of Contemporary Issues in Primary Education (JCIPE)
Vol. 3, No. 2, Desember 2025, page: 149-155
E-ISSN: 3026-4014
154
diperluas jangkauannya pada kelas lain untuk menunjang partisipasi aktif peserta didik dikelas lain.
Penyesuaian konteks dapat diterapkan sesuai dengan kondisi tiap kelas. Evaluasi tindak lanjut dapat
dilakukan dengan melibatkan lebih banyak guru.
5. Daftar pustaka
Abduh, M., Alawiyah, T., Apriansyah, G., Abdullah, R., & Afgani, M. W. (2023). Jurnal Pendidikan
Sains dan Komputer Survey Design : Cross Sectional dalam Penelitian Kualitatif Jurnal
Pendidikan Sains dan Komputer. 3(1), 31–39.
Ahmad, J. (2023). From the Culture of Silence to the Culture of Expression : A Meta- Analysis of the
Pedagogies Adopted at Higher Education Institutions Learner-centred Instruction. VIII(I).
https://doi.org/10.31703/gsr.2023(VIII-I).30
Hosnul, D., Khomaeroh, K., Nashir, M. A., Fauzia, R., Oktavia, R. N., & Pratiwi, D. A. (2025).
Optimalisasi Keterlibatan Siswa dalam Pembelajaran Aktif Kurikulum Merdeka di SDN Kuin
Utara 7. 584–591.
Kanda, A., & Rustini, R. (2024). Implementasi pembelajaran aktif dalam meningkatkan motivasi siswa
pada pembelajaran di ma nurul iman. 1(3), 566–579.
Kusuma, E. S. J., Handayani, A., & Rakhmawati, D. (2024). PENTINGNYA PENGEMBANGAN
KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS PADA SISWA SEKOLAH DASAR: SEBUAH TINJAUAN
LITERATUR. 4(24), 369–379.
Lestari, C. A., & Hamid, S. (2025). Implementasi Kurikulum Merdeka Dan Dampaknya Terhadap
Minat Belajar Siswa UPT SPF SD Kalukuang IV Kota Makassar. 1(1), 14–19.
Nasution, T. H. J., & Yusrizal. (2025). Implementasi Kurikulum Merdeka Belajar terhadap Prestasi
Siswa Sekolah Dasar. 3(September), 555–563.
Nurmasyitah, P., Salim, A., Fransiska, I., Daris, K., & Suryani, K. (2023). Implementation Merdeka
Curriculum of Learning to Students Learning Activities. 3(1), 39–44.
https://doi.org/10.30596/jcositte.v1i1.xxxx
Rahman, I. A., Vilanti, F. A., Tersta, F. W., & Pratama, L. (2024). IMPLEMENTASI KURIKULUM
MERDEKA DI SEKOLAH MENENGAH ATAS ( SMA ).
Riwanto, M. A., Umayah, U., Nahdlatul, U., Al, U., Cilacap, G., & Merdeka, K. (2023). Pendahuluan
Metode Penelitian Hasil Penelitian dan Pembahasan. 68–72.
Shabir, A. (2022). Implementasi Profil Pelajar Pancasila Dimensi Bernalar Kritis dalam Proses
Pembelajaran di Sekolah Dasar. 969–975.
Suryana, E., Aprina, M. P., & Harto, K. (2022). Teori Konstruktivistik dan Implikasinya dalam
Pembelajaran.pdf (pp. 1–15).
Susilowati, D. (2023). Peningkatan keaktifan belajar peserta didik melalui implementasi metode
eksperimen pada mata pelajaran ipas. 17(1), 186–196. https://doi.org/10.30595/jkp.v17i1.16091
Waruwu, M., Natijatul, S., Utami, P. R., & Yanti, E. (2025). Metode Penelitian Kuantitatif : Konsep ,
Jenis , Tahapan dan Kelebihan. 10, 917–932.
Wayan, N., Dewi, R., Luh, N., Windayani, I., & Laia, B. (2023). Analisis Kurikulum pada Sistem
Pendidikan Sekolah Dasar di Indonesia dan Jepang. 6, 907–921.
Yanuar, A. P. (2023). Upaya Meningkatkan Keaktifan dan Hasil Belajar Siswa Kelas 4 SDK Wignya
Mandala Melalui Pembelajaran Kooperatif. 1–10.