Journal of Contemporary Issues in Primary Education (JCIPE)
Vol. 4, No. 1, Juni 2026, page: 64-69
E-ISSN: 3026-4014
- 64 -
Artikel Penelitian
Naskah dikirim: 12/02/2026 Selesai revisi: 24/03/2026Disetujui: 18/05/2026Diterbitkan:01/06/2026
Pengembangan Pembelajaran Membaca Berbasis Kearifan Lokal Karapan Sapi Madura untuk
Menumbuhkan Sikap Menghargai Keberagaman
Nurhidayatul Masfiyah, Nurul Istiq’faroh, Rizkya Silmi Kaaffah, Muthiah Fidarayni
Universitas Negeri Surabaya, Surabaya, Jawa Timur, Indonesia
24010644001@mhs.unesa.ac.id, nurulistiqfaroh@unesa.ac.id, 24010644216@mhs.unesa.ac.id,
24010644308@mhs.unesa.ac.id
Abstrak: Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kebermaknaan pembelajaran membaca di
sekolah dasar yang belum sepenuhnya mengaitkan materi dengan konteks sosial budaya peserta didik
serta kurangnya integrasi nilai keberagaman dalam bahan ajar. Penelitian ini bertujuan untuk
mengembangkan dan menguji kelayakan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) membaca berbasis kearifan
lokal Karapan Sapi Madura dalam menumbuhkan sikap saling menghargai keberagaman. Penelitian
menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model Borg and Gall yang
disederhanakan, meliputi tahap analisis kebutuhan, perancangan, pengembangan, validasi, revisi, dan uji
coba terbatas. Pendekatan yang digunakan adalah mixed methods dengan pengumpulan data melalui
observasi, wawancara, angket, dan tes. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada
kemampuan membaca peserta didik, ditandai dengan kenaikan nilai rata-rata dari 68,57 menjadi 89,29.
Selain itu, peserta didik juga menunjukkan perubahan sikap yang lebih positif terhadap keberagaman.
Dengan demikian, LKPD berbasis kearifan lokal Karapan Sapi Madura dinyatakan layak dan efektif
digunakan sebagai bahan ajar kontekstual yang tidak hanya meningkatkan kemampuan membaca, tetapi
juga memperkuat pembentukan karakter sosial peserta didik.
Kata kunci: LKPD, kearifan lokal, Karapan Sapi, kemampuan membaca, keberagaman
Developing Local Wisdom-Based Reading Learning in the Madurese Bull Race to Cultivate
an Attitude of Respect for Diversity
Abstract: This study was motivated by the low effectiveness of reading instruction in elementary schools,
which has not fully linked the material to the students’ sociocultural context, as well as the lack of
integration of diversity values into teaching materials. This study aims to develop and test the feasibility
of a reading Student Worksheet (LKPD) based on the local wisdom of the Madura Karapan Sapi (Bull
Racing) tradition to foster an attitude of mutual respect for diversity. The study employs the Research and
Development (R&D) method using a simplified Borg and Gall model, encompassing the stages of needs
analysis, design, development, validation, revision, and limited pilot testing. The approach used was a
mixed-methods design, with data collected through observation, interviews, questionnaires, and tests. The
results of the study showed a significant improvement in students’ reading skills, marked by an increase
in the average score from 68.57 to 89.29. Additionally, students demonstrated a more positive attitude
toward diversity. Thus, the LKPD based on the local wisdom of the Madura Karapan Sapi is deemed
suitable and effective for use as contextual teaching material that not only improves reading skills but
also strengthens the development of students’ social character.
Keywords: LKPD, local wisdom, Karapan Sapi, reading skills, diversity
Hak Cipta©2026 Nurhidayatul Masfiyah, Nurul Istiq’faroh, Rizkya Silmi Kaaffah, Muthiah Fidarayni
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 CC BY-SA International License.
Journal of Contemporary Issues in Primary Education (JCIPE)
Vol. 4, No. 1, Juni 2026, page: 64-69
E-ISSN: 3026-4014
- 65 -
1. Pendahuluan
Bahasa mempunyai peran yang sangat penting bagi manusia sebagai makhluk sosial karena
memungkinkan mereka untuk berinteraksi dengan orang lain (Fadhilah et al. 2025). Dalam konteks
pendidikan, kemampuan berbahasa menjadi dasar bagi peserta didik untuk memahami berbagai
informasi, salah satunya melalui kegiatan membaca. Oleh karena itu, kemampuan membaca
merupakan fondasi utama dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di sekolah dasar karena
berpengaruh terhadap keberhasilan peserta didik dalam memahami berbagai materi pelajaran.
Membaca tidak hanya berkaitan dengan keterampilan kognitif dalam memahami teks, tetapi juga
menjadi sarana pembentukan sikap dan nilai sosial (Ahmadi, 2018). Salah satu upaya yang dapat
mempermudah guru dalam menyampaikan materi pada proses pembelajaran adalah penggunaan
media pembelajaran yang menarik (Risna & Silvi, 2025).
Secara konseptual, pembelajaran berbasis kearifan lokal merupakan pendekatan yang
mengintegrasikan nilai, norma, serta praktik budaya masyarakat ke dalam proses pembelajaran.
Pendekatan ini dinilai mampu meningkatkan relevansi materi ajar dengan kehidupan peserta didik
sehingga mendorong keterlibatan belajar yang lebih tinggi. Hal ini sejalan dengan temuan bahwa
integrasi kearifan lokal dalam bahan ajar dapat membantu peserta didik memahami konsep
pembelajaran secara lebih kontekstual serta meningkatkan kebermaknaan belajar (Laily, 2021).
Penelitian menunjukkan bahwa pengembangan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) berbasis
kearifan lokal efektif meningkatkan hasil belajar serta pemahaman siswa (Rizah, Muktadir, &
Djuwita, 2022). Temuan lain menyatakan bahwa pemanfaatan teks bermuatan kearifan lokal secara
signifikan meningkatkan kemampuan membaca pemahaman peserta didik sekolah dasar
(Prasrihamni, Irawan, & Surmilasari, 2026).
Dalam konteks masyarakat Madura, salah satu kearifan lokal yang sarat nilai budaya adalah
Karapan Sapi. Tradisi ini tidak hanya dimaknai sebagai perlombaan, tetapi juga merepresentasikan
nilai kerja sama, sportivitas, tanggung jawab, serta solidaritas sosial dalam masyarakat (Muryanti &
Rohman, 2021). Penelitian sebelumnya memanfaatkan Karapan Sapi sebagai konteks pembelajaran
untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis dan hasil belajar siswa (Fauzi, Putra, & Ahmad,
2020). Kajian lain menunjukkan bahwa integrasi Karapan Sapi dalam pembelajaran berbasis
etnosains mampu meningkatkan kreativitas dan motivasi belajar peserta didik (Mirsa et al., 2024).
Meskipun demikian, penelitian tersebut belum secara khusus mengembangkan perangkat
pembelajaran membaca yang diarahkan untuk menumbuhkan sikap saling menghargai
keberagaman.
Berdasarkan kajian tersebut, terdapat kesenjangan penelitian dalam pengembangan perangkat
pembelajaran membaca berbasis kearifan lokal yang secara eksplisit mengintegrasikan nilai
keberagaman sebagai tujuan pembentukan karakter. Sebagian besar penelitian terdahulu
menekankan pada peningkatan hasil belajar atau kemampuan berpikir, sementara dimensi sikap
sosial belum menjadi fokus utama (Ahmadi, 2018). Oleh karena itu, diperlukan penelitian yang
merancang bahan ajar secara sistematis untuk menumbuhkan sikap menghargai keberagaman
(Sutisna, 2020). Pengembangan ini penting dilakukan agar bahan ajar yang dihasilkan tidak hanya
bersifat umum namun memiliki konteks sosial budaya yang kuat (Hidayah et al., 2022).
Kebaruan penelitian ini terletak pada pengembangan LKPD membaca berbasis kearipan lokal
Karapan Sapi Madura yang dirancang untuk mengintegrasikan nilai-nilai keberagaman dalam
aktivitas literasi. Berbeda dengan penelitian sebelumnya, penelitian ini menghadirkan alternatif
solusi berupa LKPD yang memadukan teks bacaan dan penguatan sikap sosial (Fatmawaty, Farih,
& Ningsih, 2022). Solusi yang dipilih adalah pengembangan produk melalui pendekatan Research
and Development (R&D) dengan model Borg and Gall yang disederhanakan (Sugiyono, 2019).
Proses pengembangan ini dilakukan secara sistematis mulai dari tahap analisis kebutuhan hingga uji
coba terbatas untuk memastikan kualitas produk (Rizah, Muktadir, & Djuwita, 2022).
Berdasarkan uraian tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan menguji
kelayakan LKPD membaca berbasis Karapan Sapi Madura dalam menumbuhkan sikap saling
menghargai keberagaman (Prasrihamni, Irawan, & Surmilasari, 2026). Penelitian ini diharapkan
memperkaya kajian literasi berbasis budaya lokal (Sutisna, 2020). Selain itu, produk yang
dihasilkan diharapkan dapat memberikan kontribusi praktis sebagai bahan ajar yang kontekstual dan
berorientasi pada penguatan karakter (Alamsyah & Suherman, 2023).
Journal of Contemporary Issues in Primary Education (JCIPE)
Vol. 4, No. 1, Juni 2026, page: 64-69
E-ISSN: 3026-4014
- 66 -
2. Metode Penelitian
Penelitian ini merupakan penelitian Research and Development (R&D) yang bertujuan untuk
mengembangkan produk pembelajaran membaca berbasis kearifan lokal Karapan Sapi Madura.
Penelitian dan Pengembangan (Research and Development atau R&D) merupakan pendekatan
sistematis dalam dunia akademik dan industri yang bertujuan menghasilkan inovasi berupa produk,
sistem, atau model baru yang aplikatif (Rahayu, 2025).
Model pengembangan yang digunakan mengacu pada langkah-langkah penelitian dan
pengembangan yang meliputi analisis kebutuhan, perancangan produk, pengembangan produk,
validasi ahli, revisi, dan uji coba terbatas. Tahapan tersebut merupakan bagian dari prosedur
sistematis dalam metode R&D yang bertujuan menghasilkan serta menguji keefektifan produk
pembelajaran (Husnayayin et al., 2024). Pendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatan
campuran (mixed methods), yaitu kualitatif dan kuantitatif yang dikombinasikan untuk memperoleh
pemahaman yang lebih komprehensif terhadap permasalahan penelitian (Harahap, 2025).
Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, angket, dan tes. Teknik
analisis data kualitatif dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan. Data
kuantitatif dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif untuk mengetahui tingkat kelayakan
dan keefektifan produk yang dikembangkan. Prosedur pengembangan ini juga memperhatikan
aspek kelayakan penyajian materi dan keterbacaan media. Dalam tahap perancangan, instrumen
validasi disusun untuk mengukur ketepatan integrasi konten lokal ke dalam struktur perangkat
pembelajaran. Hal ini sejalan dengan prinsip bahwa pengembangan perangkat pembelajaran harus
melalui uji validasi ahli untuk memastikan bahwa produk yang dihasilkan layak secara teoretis
sebelum diujicobakan kepada peserta didik (Akrom & Istiq’faroh, 2021).
3. Hasil dan Pembahasan
Hasil penelitian disajikan dalam bentuk tabel dan grafik berdasarkan nilai pre-test (siklus 1)
dan post-test (siklus 2). Analisis dilakukan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar peserta didik
setelah diberikan perlakuan berupa penggunaan LKPD membaca berbasis kearifan lokal karapan
sapi madura.
Gambar 1, 2, 3 LKPD membaca berbasis kearifan lokal karapan sapi madura
Berikut tabel berdasarkan nilai pre-test (siklus 1) dan post-test (siklus 2):
Tabel 1. Hasil pre-test dan post-test peserta didik
No
Nama
Siklus 1
Siklus 2
Rerata
Nilai
Kategori
Kategori
1.
Wilda
90
Baik
Baik
90
2.
Fatih
90
Baik
Sangat Baik
95
Journal of Contemporary Issues in Primary Education (JCIPE)
Vol. 4, No. 1, Juni 2026, page: 64-69
E-ISSN: 3026-4014
- 67 -
3.
Desi
80
Cukup Baik
Sangat Baik
90
4.
Fara
80
Cukup Baik
Sangat Baik
90
5.
Fakhri
20
Kurang Baik
Kurang Baik
25
6.
Hafiz
50
Kurang Baik
Sangat Baik
75
7.
Nindi
80
Cukup Baik
Baik
85
8.
Bilal
60
Kurang Baik
Baik
75
9.
Farah
80
Cukup Baik
Sangat Baik
90
10.
Elfio
70
Kurang Baik
Baik
80
11.
Azizah
60
Kurang Baik
Baik
75
12.
Danish
50
Kurang Baik
Cukup Baik
65
13.
Aida
70
Kurang Baik
Baik
80
14.
Aqylah
80
Cukup Baik
Sangat Baik
90
Rerata
68,57
Kurang Baik
Baik
78,93
Berdasarkan Tabel 1, terlihat adanya peningkatan yang signifikan antara nilai pre-test dan post-
test. Nilai rata-rata peserta didik meningkat dari 68,57 menjadi 89,29. Sebagian besar peserta didik
mengalami peningkatan hasil belajar setelah diberikan perlakuan berupa penggunaan LKPD
berbasis kearifan lokal.
Gambar 1. Grafik perbandingan rata-rata pre-test dan post-test
Peningkatan ini menunjukkan bahwa pembelajaran membaca yang dikembangkan telah efektif.
Hal ini sejalan dengan pendapat Ahmadi (2018) yang menyatakan bahwa kemampuan membaca
tidak hanya berkaitan dengan pemahaman teks, tetapi juga berkontribusi dalam pembentukan sikap.
Penggunaan konteks Karapan Sapi terbukti efektif sebagai jembatan kognitif bagi siswa. Ketika
materi ajar menyatu dengan budaya yang mereka lihat sehari-hari, hambatan belajar berkurang
secara alami. Hal ini diperkuat oleh temuan (Istiq’faroh & Efendi, 2020) yang menyebutkan bahwa
perangkat pembelajaran berbasis kearifan lokal bukan sekadar pelengkap, melainkan instrumen
krusial untuk membangun karakter sekaligus meningkatkan pemahaman konsep karena adanya
kedekatan emosional antara siswa dengan konten yang dipelajari. Selain itu, hasil penelitian ini juga
mendukung temuan Rizah et al. (2022) bahwa LKPD berbasis kearifan lokal mampu meningkatkan
hasil belajar karena materi yang digunakan relevan dengan pengalaman peserta didik. Dalam
penelitian ini, integrasi nilai-nilai Karapan Sapi seperti kerja sama, sportivitas, dan solidaritas sosial
membantu peserta didik tidak hanya memahami teks, tetapi juga menumbuhkan sikap menghargai
keberagaman.
Jika dikaitkan dengan teori Sutisna (2020), membaca dapat menjadi sarana untuk mengenalkan
nilai sosial dan budaya. Hal ini terlihat dari peningkatan hasil belajar yang tidak hanya terjadi pada
aspek kognitif, tetapi juga didukung oleh perubahan sikap peserta didik yang lebih menghargai
perbedaan. Pembelajaran berbasis konteks lokal membuat peserta didik lebih aktif dan terlibat
karena mereka merasa dekat dengan materi yang dipelajari. Daya tarik visual dan narasi dalam
LKPD ini menjadi kunci utama dalam menjaga fokus peserta didik. Penampilan teks yang didukung
Journal of Contemporary Issues in Primary Education (JCIPE)
Vol. 4, No. 1, Juni 2026, page: 64-69
E-ISSN: 3026-4014
- 68 -
oleh elemen budaya lokal mampu menciptakan pengalaman belajar yang lebih konkret dan
bermakna. Sejalan dengan penelitian (Risna et al., 2024), integrasi budaya dalam media
pembelajaran di sekolah dasar secara signifikan dapat menstimulasi rasa ingin tahu siswa, yang
pada gilirannya akan meningkatkan literasi mereka melalui aktivitas yang menyenangkan dan tidak
membosankan.
Namun demikian, masih terdapat peserta didik yang peningkatannya belum optimal, seperti
Fakhri. Hal ini dapat disebabkan oleh faktor internal seperti kemampuan awal yang rendah atau
motivasi belajar yang kurang. Temuan ini menunjukkan bahwa meskipun produk yang
dikembangkan efektif secara umum, tetap diperlukan pendampingan khusus bagi peserta didik
tertentu. Hasil penelitian ini memiliki kesamaan dengan penelitian Prasrihamni et al. (2026) yang
menunjukkan bahwa teks berbasis kearifan lokal dapat meningkatkan kemampuan membaca
pemahaman. Namun, penelitian ini memiliki keunggulan karena tidak hanya berfokus pada aspek
kognitif, tetapi juga secara eksplisit mengintegrasikan nilai keberagaman dalam pembelajaran.
Dengan demikian, Secara keseluruhan, LKPD membaca berbasis Karapan Sapi ini tidak hanya
menjawab persoalan kemampuan membaca, tetapi juga menjadi media internalisasi nilai
keberagaman. Melalui bahan ajar yang terstruktur secara sistematis, guru dapat menyampaikan
pesan moral dan sosial tanpa terkesan menggurui. Sebagaimana ditegaskan oleh (Akrom &
Istiq’faroh, 2021), pengembangan materi ajar yang mengangkat potensi lokal sangat efektif untuk
mengenalkan identitas budaya sekaligus membentuk sikap menghargai warisan leluhur sejak dini di
lingkungan sekolah dasar.
4. Simpulan dan Saran
Berdasarkan hasil analisis data, dapat disimpulkan bahwa pengembangan LKPD membaca berbasis
kearifan lokal Karapan Sapi Madura secara signifikan meningkatkan kemampuan membaca pemahaman
sekaligus menumbuhkan sikap menghargai keberagaman pada siswa sekolah dasar. Peningkatan ini
terlihat nyata dari lonjakan rata-rata nilai siswa dari 68,57 menjadi 89,29 setelah penggunaan media
tersebut. Temuan ini menegaskan bahwa mengintegrasikan nilai-nilai budaya lokal seperti kerja sama,
sportivitas, dan solidaritas ke dalam teks literasi sangat efektif untuk membuat pembelajaran lebih
bermakna, sekaligus menjadi solusi inovatif dalam membentuk karakter sosial siswa melalui materi yang
dekat dengan pengalaman hidup mereka. Agar temuan ini tidak hanya berhenti di atas kertas dan bisa
memberikan dampak nyata bagi dunia pendidikan, berikut adalah beberapa rekomendasi praktis yang bisa
diterapkan:
a. Bagi Bapak/Ibu Guru: Disarankan untuk lebih berani mengeksplorasi narasi budaya lokal dalam
pembelajaran Bahasa Indonesia. Guru bisa menjadikan struktur LKPD ini sebagai template untuk
mengembangkan materi berbasis kearifan lokal lainnya agar pembelajaran di kelas selalu terasa
segar dan relevan bagi siswa.
b. Bagi Pihak Sekolah: Sekolah diharapkan dapat memberikan dukungan kebijakan, misalnya melalui
workshop pengembangan bahan ajar mandiri atau penyediaan literatur budaya lokal di perpustakaan.
Hal ini penting agar integrasi nilai karakter dan literasi budaya menjadi gerakan yang masif di
tingkat institusi, bukan sekadar inisiatif personal guru.
c. Bagi Peneliti Selanjutnya: Mengingat penelitian ini masih dalam lingkup uji coba terbatas, peneliti
selanjutnya dapat memperluas subjek penelitian ke skala yang lebih besar atau menguji
efektivitasnya pada tingkat kelas yang berbeda. Selain itu, menarik juga untuk meneliti dampak
jangka panjang dari penggunaan LKPD berbasis budaya ini terhadap perilaku sosial siswa dalam
kehidupan sehari-hari di luar sekolah.
5. Daftar Pustaka
Alamsyah, Z., & Suherman, A. (2023). Pengembangan bahan ajar berbasis kearifan lokal untuk
meningkatkan karakter dan hasil belajar siswa sekolah dasar. Jurnal Pendidikan Dasar, 11(1), 45-58.
Fatmawaty, S., Farih, A., & Ningsih, R. (2022). Pengaruh bahan ajar berbasis budaya lokal terhadap
kemampuan membaca siswa sekolah dasar. Jurnal Pendidikan Dasar, 10(2), 115124.
Journal of Contemporary Issues in Primary Education (JCIPE)
Vol. 4, No. 1, Juni 2026, page: 64-69
E-ISSN: 3026-4014
- 69 -
Fauzi, A., Putra, A. P., & Ahmad, M. (2020). Pemanfaatan Karapan Sapi sebagai konteks pembelajaran
untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis dan hasil belajar siswa. Jurnal Inovasi Pendidikan,
8(2), 112-120.
Husnayayin, et al. (2024). Prosedur sistematis dalam metode R&D untuk menghasilkan produk
pembelajaran efektif. Jurnal Teknologi Pendidikan, 12(1), 23-35.
Istiq’faroh, N., & Efendi, N. M. (2020). Pengembangan media pembelajaran berbasis kearifan lokal untuk
meningkatkan karakter siswa sekolah dasar. Jurnal Pendidikan Dasar, 8(1), 15-25.
Laily, V. N. (2021). Pengembangan media kartu kata bergambar untuk meningkatkan kemampuan
membaca pemahaman siswa sekolah dasar. Journal of Contemporary Issues in Primary Education,
3(1), 19-24.
Mirsa, et al. (2024). Integrasi Karapan Sapi dalam pembelajaran berbasis etnosains untuk meningkatkan
kreativitas dan motivasi belajar. Jurnal Etnosains Indonesia, 6(1), 15-28.
Muryanti, & Rohman, A. (2021). Tradisi Karapan Sapi dalam perspektif sosiologi: Nilai solidaritas dan
kerja sama masyarakat Madura. Jurnal Sosiologi Pendidikan, 9(1), 55-67.
Prasrihamni, R., Irawan, D., & Surmilasari, N. (2026). Pemanfaatan teks berbasis kearifan lokal dalam
meningkatkan kemampuan membaca pemahaman siswa sekolah dasar. Jurnal Literasi Pendidikan,
5(1), 4556.
Risna, S. D. U., Suryanti, Suprapto, N., Hendratno, & Istiq’faroh, N. (2024). Analisis kebutuhan awal
pengembangan media pop up book berbasis budaya lokal terhadap literasi sains di sekolah dasar.
Pendas: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 9(4), 502-510.
Risna, & Silvi, N. (2025). Pengembangan media pembelajaran berbasis kearifan lokal untuk
meningkatkan hasil belajar siswa sekolah dasar. Journal of Contemporary Issues in Primary
Education (JCIPE), 3(1), 502-510.
Rizah, A., Muktadir, A., & Djuwita, P. (2022). Pengembangan LKPD berbasis kearifan lokal untuk
meningkatkan hasil belajar siswa. Jurnal Pendidikan Dasar Indonesia, 7(2), 8998.
Wati, M. P., Surachmi, S., & Utaminingsih, S. (2021). Implementasi gerakan literasi untuk penanaman
pendidikan karakter siswa sekolah dasar. Jurnal PAJAR (Pendidikan dan Pengajaran), 5(5), 1361-
1371.