Journal of Contemporary Issues in Primary Education (JCIPE)
Vol. 4, No. 1, Juni 2026, page: 64-69
E-ISSN: 3026-4014
- 65 -
1. Pendahuluan
Bahasa mempunyai peran yang sangat penting bagi manusia sebagai makhluk sosial karena
memungkinkan mereka untuk berinteraksi dengan orang lain (Fadhilah et al. 2025). Dalam konteks
pendidikan, kemampuan berbahasa menjadi dasar bagi peserta didik untuk memahami berbagai
informasi, salah satunya melalui kegiatan membaca. Oleh karena itu, kemampuan membaca
merupakan fondasi utama dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di sekolah dasar karena
berpengaruh terhadap keberhasilan peserta didik dalam memahami berbagai materi pelajaran.
Membaca tidak hanya berkaitan dengan keterampilan kognitif dalam memahami teks, tetapi juga
menjadi sarana pembentukan sikap dan nilai sosial (Ahmadi, 2018). Salah satu upaya yang dapat
mempermudah guru dalam menyampaikan materi pada proses pembelajaran adalah penggunaan
media pembelajaran yang menarik (Risna & Silvi, 2025).
Secara konseptual, pembelajaran berbasis kearifan lokal merupakan pendekatan yang
mengintegrasikan nilai, norma, serta praktik budaya masyarakat ke dalam proses pembelajaran.
Pendekatan ini dinilai mampu meningkatkan relevansi materi ajar dengan kehidupan peserta didik
sehingga mendorong keterlibatan belajar yang lebih tinggi. Hal ini sejalan dengan temuan bahwa
integrasi kearifan lokal dalam bahan ajar dapat membantu peserta didik memahami konsep
pembelajaran secara lebih kontekstual serta meningkatkan kebermaknaan belajar (Laily, 2021).
Penelitian menunjukkan bahwa pengembangan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) berbasis
kearifan lokal efektif meningkatkan hasil belajar serta pemahaman siswa (Rizah, Muktadir, &
Djuwita, 2022). Temuan lain menyatakan bahwa pemanfaatan teks bermuatan kearifan lokal secara
signifikan meningkatkan kemampuan membaca pemahaman peserta didik sekolah dasar
(Prasrihamni, Irawan, & Surmilasari, 2026).
Dalam konteks masyarakat Madura, salah satu kearifan lokal yang sarat nilai budaya adalah
Karapan Sapi. Tradisi ini tidak hanya dimaknai sebagai perlombaan, tetapi juga merepresentasikan
nilai kerja sama, sportivitas, tanggung jawab, serta solidaritas sosial dalam masyarakat (Muryanti &
Rohman, 2021). Penelitian sebelumnya memanfaatkan Karapan Sapi sebagai konteks pembelajaran
untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis dan hasil belajar siswa (Fauzi, Putra, & Ahmad,
2020). Kajian lain menunjukkan bahwa integrasi Karapan Sapi dalam pembelajaran berbasis
etnosains mampu meningkatkan kreativitas dan motivasi belajar peserta didik (Mirsa et al., 2024).
Meskipun demikian, penelitian tersebut belum secara khusus mengembangkan perangkat
pembelajaran membaca yang diarahkan untuk menumbuhkan sikap saling menghargai
keberagaman.
Berdasarkan kajian tersebut, terdapat kesenjangan penelitian dalam pengembangan perangkat
pembelajaran membaca berbasis kearifan lokal yang secara eksplisit mengintegrasikan nilai
keberagaman sebagai tujuan pembentukan karakter. Sebagian besar penelitian terdahulu
menekankan pada peningkatan hasil belajar atau kemampuan berpikir, sementara dimensi sikap
sosial belum menjadi fokus utama (Ahmadi, 2018). Oleh karena itu, diperlukan penelitian yang
merancang bahan ajar secara sistematis untuk menumbuhkan sikap menghargai keberagaman
(Sutisna, 2020). Pengembangan ini penting dilakukan agar bahan ajar yang dihasilkan tidak hanya
bersifat umum namun memiliki konteks sosial budaya yang kuat (Hidayah et al., 2022).
Kebaruan penelitian ini terletak pada pengembangan LKPD membaca berbasis kearipan lokal
Karapan Sapi Madura yang dirancang untuk mengintegrasikan nilai-nilai keberagaman dalam
aktivitas literasi. Berbeda dengan penelitian sebelumnya, penelitian ini menghadirkan alternatif
solusi berupa LKPD yang memadukan teks bacaan dan penguatan sikap sosial (Fatmawaty, Farih,
& Ningsih, 2022). Solusi yang dipilih adalah pengembangan produk melalui pendekatan Research
and Development (R&D) dengan model Borg and Gall yang disederhanakan (Sugiyono, 2019).
Proses pengembangan ini dilakukan secara sistematis mulai dari tahap analisis kebutuhan hingga uji
coba terbatas untuk memastikan kualitas produk (Rizah, Muktadir, & Djuwita, 2022).
Berdasarkan uraian tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan menguji
kelayakan LKPD membaca berbasis Karapan Sapi Madura dalam menumbuhkan sikap saling
menghargai keberagaman (Prasrihamni, Irawan, & Surmilasari, 2026). Penelitian ini diharapkan
memperkaya kajian literasi berbasis budaya lokal (Sutisna, 2020). Selain itu, produk yang
dihasilkan diharapkan dapat memberikan kontribusi praktis sebagai bahan ajar yang kontekstual dan
berorientasi pada penguatan karakter (Alamsyah & Suherman, 2023).