Journal of Contemporary Issues in Primary Education (JCIPE)
Vol. 4, No. 1, Juni 2026, page: 70-78
E-ISSN: 3026-4014
- 72 -
penggunaan media visual dan bahan bacaan yang ringkas mampu meningkatkan motivasi belajar serta
pemahaman siswa terhadap isi bacaan (Rahmawati, 2021; Pratama, 2022; Sari, 2020). Meskipun demikian,
sebagian besar penelitian tersebut masih berfokus pada penggunaan media booklet secara umum dan belum
banyak yang mengintegrasikan materi pembelajaran dengan kearifan lokal sebagai konteks pembelajaran
yang dekat dengan kehidupan siswa. Hal ini menunjukkan adanya kesenjangan penelitian (research gap)
yang masih perlu dikaji lebih lanjut. Selain itu, berdasarkan kondisi di lapangan pada salah satu sekolah
dasar di Gresik, pembelajaran membaca masih berpusat pada guru dan hanya menggunakan buku teks
sehingga siswa mudah merasa bosan dan minat membaca menjadi rendah. Pembelajaran juga belum
memanfaatkan media yang menarik serta belum mengintegrasikan kearifan lokal.
Pembelajaran Bahasa Indonesia di sekolah dasar masih sering didominasi oleh metode konvensional
yang berpusat pada guru sehingga menyebabkan keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran menjadi
rendah. Kondisi ini berdampak pada rendahnya minat belajar serta hasil belajar siswa. Hasil penelitian yang
dilakukan oleh (Rukmi, Istiq’faroh, Azizah, Pramudita, Aprilia, dan Tien-Hsiang, 2023) menunjukkan
bahwa pembelajaran yang kurang inovatif membuat siswa cenderung pasif dan kurang tertarik dalam
mengikuti pembelajaran Bahasa Indonesia. Oleh karena itu, diperlukan inovasi dalam pembelajaran, baik
melalui penggunaan model maupun media pembelajaran yang mampu meningkatkan keaktifan serta
pemahaman siswa. Lebih lanjut, penerapan model pembelajaran yang inovatif seperti Problem Based
Learning terbukti mampu meningkatkan hasil belajar siswa secara signifikan karena melibatkan siswa
secara aktif dalam memecahkan masalah yang kontekstual. Penelitian tersebut menunjukkan adanya
peningkatan hasil belajar dari kategori rendah menjadi tinggi setelah penerapan pembelajaran inovatif
(Rukmi, Istiq’faroh, Azizah, Pramudita, Aprilia, & Tien-Hsiang, 2023).
Padahal, pengintegrasian kearifan lokal dalam pembelajaran memiliki peran penting dalam
menanamkan nilai-nilai budaya kepada peserta didik sejak dini. Kearifan lokal merupakan pengetahuan,
nilai, serta tradisi yang berkembang dalam masyarakat dan diwariskan dari generasi ke generasi sebagai
bagian dari identitas budaya suatu daerah. Melalui pembelajaran berbasis kearifan lokal, siswa tidak hanya
memperoleh pengetahuan akademik tetapi juga dapat mengenal, memahami, serta menghargai budaya
daerahnya sendiri. Namun pada kenyataannya, materi pembelajaran di sekolah sering kali belum banyak
memanfaatkan potensi kearifan lokal yang ada di lingkungan sekitar siswa sebagai sumber belajar (Suyitno,
2020; Tilaar, 2018; Koentjaraningrat, 2015). Kondisi ini menyebabkan siswa kurang mengenal budaya
daerahnya sendiri.
Berdasarkan kondisi tersebut, diperlukan inovasi media pembelajaran yang tidak hanya mampu
meningkatkan keterampilan membaca siswa tetapi juga dapat memperkenalkan nilai-nilai budaya lokal
kepada mereka. Salah satu alternatif solusi yang dikembangkan dalam penelitian ini adalah media mini
booklet berbasis kearifan lokal. Media ini dirancang dengan memuat berbagai informasi mengenai budaya
daerah, seperti makanan khas, tradisi, serta tempat bersejarah yang ada di Kota Solo. Selain itu, kearifan
lokal juga dipadukan dengan materi penggunaan huruf kapital, kalimat perintah, dan membaca cepat
(scanning), serta dipadukan dengan materi bilangan dan angka. Penyajian materi dalam bentuk teks yang
singkat disertai gambar diharapkan dapat membantu siswa lebih mudah memahami isi bacaan sekaligus
menumbuhkan rasa cinta terhadap budaya daerah (Prastowo, 2019; Suyitno, 2020; Daryanto, 2016).
Kebaruan (novelty) dalam penelitian ini terletak pada pengembangan dan pemanfaatan media mini
booklet yang mengintegrasikan keterampilan membaca dengan materi kearifan lokal Kota Solo. Dengan
demikian, pembelajaran tidak hanya berfokus pada peningkatan kemampuan literasi siswa, tetapi juga pada
penguatan identitas budaya peserta didik. Berdasarkan uraian tersebut, penelitian ini bertujuan untuk untuk
mengetahui tingkat kevalidan dan kepraktisan media mini booklet berbasis kearifan lokal yang
dikembangkan. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi guru sebagai alternatif
media pembelajaran yang inovatif dan kontekstual, bagi siswa untuk meningkatkan minat serta pemahaman
membaca, serta bagi peneliti lain sebagai referensi dalam pengembangan media pembelajaran berbasis
kearifan lokal di tingkat sekolah dasar (Rahmawati, 2021; Pratama, 2022; Sari, 2020).
2. Metode Penelitian
Dalam penelitian ini jenis metode yang digunakan adalah Research and Development (R&D) yang
bertujuan untuk mengembangkan produk berupa LKPD mini booklet sebagai bahan ajar dalam
pembelajaran. Penelitian ini menggunakan model pengembangan 4D yang terdiri dari 4 tahap yaitu Define
(Pendefinisian), Design (Perancangan), Develop (Pengembangan), dan Disseminate (Penyebaran),