Journal of Contemporary Issues in Primary Education (JCIPE)
Vol. 4, No. 1, Juni 2026, page: 79-85
E-ISSN: 3026-4014
- 80 -
1. Pendahuluan
Bencana gempa bumi merupakan salah satu fenomena alam yang kerap terjadi di Indonesia
mengingat posisinya yang berada di kawasan Cincin Api Pasifik (Ring of Fire). Indonesia tercatat
sebagai salah satu negara dengan frekuensi gempa bumi tertinggi di dunia, sehingga pendidikan
mitigasi bencana sejak dini menjadi kebutuhan yang sangat mendesak (BNPB, 2022). Dalam Undang-
undang Nomor 24 tahun 2007 menyebutkan bahwa mitigasi bencana merupakan serangkaian upaya
untuk mengurangi risiko bencana, baik melalui pembangunan fisik maupun penyadaran dan
peningkatan kemampuan dalam menghadapi ancaman bencana. Dalam konteks pendidikan,
penanaman pengetahuan dan keterampilan mitigasi bencana sejak jenjang sekolah dasar (SD)
dipandang sangat penting karena anak-anak merupakan kelompok rentan yang memerlukan
kesiapsiagaan khusus (Rosniwaty, Hendratno, 2025).
Pembelajaran mitigasi bencana di sekolah dasar idealnya tidak hanya bersifat informatif, tetapi
juga mampu mengembangkan keterampilan berbahasa siswa secara terpadu (Mahmudi et al., 2022).
Keterampilan berbahasa mencakup empat aspek utama, yakni menyimak, berbicara, membaca, dan
menulis, yang semuanya dapat dikembangkan secara sinergis melalui bahan ajar yang dirancang
dengan tepat (Khoirani Febri Dalimunthe, 2025). Namun, integrasi pendidikan kebencanaan dengan
pengembangan keterampilan berbahasa di sekolah dasar masih sangat terbatas (Mahmudi et al.,
2022). Sebagian besar bahan ajar yang ada cenderung terpisah antara muatan kebencanaan dan
muatan kebahasaan, sehingga kurang efisien dari segi waktu pembelajaran dan kurang bermakna bagi
peserta didik (Muslim et al., 2020).
Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) merupakan salah satu perangkat pembelajaran yang
berperan penting dalam mendukung aktivitas belajar peserta didik secara mandiri dan terstruktur
(Sultan et al., 2013). LKPD yang dirancang dengan baik dapat mendorong keterlibatan aktif siswa
dan meningkatkan pemahaman konsep secara lebih mendalam (Indriani et al., 2022). Penelitian
sebelumnya telah mengembangkan berbagai LKPD berbasis kebencanaan, di antaranya LKPD
berbasis kearifan lokal (Fatmawati et al., 2021) dan LKPD mitigasi tsunami berbasis Etnosains
(Muslimatul Walidah, Evendi, 2023). Akan tetapi, penelitian yang secara khusus mengembangkan
LKPD mitigasi gempa bumi yang sekaligus dirancang untuk meningkatkan keterampilan berbahasa
siswa SD melalui pendekatan interaktif masih belum ditemukan. Khususnya pada Sekolah Dasar yang
menjadi lokasi penelitian, berdasarkan hasil wawancara dengan guru kelas IV di sekolah tersebut.
Teka-Teki Silang (TTS) dan cerita rumpang merupakan dua strategi pembelajaran bahasa yang
terbukti efektif dalam meningkatkan keterampilan berbahasa dan motivasi belajar peserta didik (Ana
Ardiana, Muhammad Azhari, 2025). TTS dikenal sebagai media yang mampu meningkatkan
kosakata, kemampuan berpikir kritis, dan motivasi belajar siswa (Frisya Naomi Nurezalita, 2025).
Sementara itu, cerita rumpang atau cloze text merupakan teknik yang mendorong siswa menggunakan
pengetahuan kebahasaan dan kontekstual untuk melengkapi bagian teks yang hilang, sehingga secara
aktif mengembangkan kemampuan membaca pemahaman dan menulis (Frisya Naomi Nurezalita,
2025). Kombinasi kedua strategi tersebut dalam sebuah LKPD bermuatan mitigasi bencana
diharapkan dapat menciptakan pengalaman belajar yang autentik, menyenangkan, dan bermakna bagi
siswa kelas IV SD.
Permasalahan utama yang menjadi fokus penelitian ini adalah belum tersedianya LKPD yang
mengintegrasikan materi mitigasi bencana gempa bumi dengan pengembangan keterampilan
berbahasa melalui aktivitas TTS dan cerita rumpang untuk siswa kelas IV di SDN Klurak Sidoarjo.
Berdasarkan hasil wawancara dengan wali kelas IV SD, diketahui bahwa selama ini bahan ajar yang
digunakan dalam pembelajaran masih terbatas pada buku teks dan lembar kerja sederhana yang belum
memadukan materi mitigasi bencana dengan kegiatan literasi bahasa secara menarik dan interaktif.
Kebaruan penelitian ini terletak pada pengembangan LKPD yang memadukan konten mitigasi
bencana gempa bumi secara kontekstual dengan aktivitas TTS dan cerita rumpang sebagai wahana
pengembangan keterampilan berbahasa secara terpadu dalam satu produk, yang belum pernah
dikembangkan sebelumnya. Solusi yang dipilih adalah mengembangkan LKPD berbasis TTS dan
cerita rumpang bertema mitigasi gempa bumi yang diuji validitasnya oleh para ahli sebelum
diimplementasikan di kelas.