Journal of Contemporary Issues in Primary Education (JCIPE)
Vol. 4, No. 1, Juni 2026, page: 79-85
E-ISSN: 3026-4014
- 79 -
Artikel Penelitian
Naskah dikirim: 12/02/2026 Selesai revisi: 24/03/2026Disetujui: 18/05/2026Diterbitkan:01/06/2026
Pengembangan LKPD Mitigasi Bencana Gempa Bumi Melalui TTS dan Cerita Rumpang
Pada Siswa Kelas IV SD
Amelia Dewi Sofyan¹, Nurul Istiq'faroh², Wardah Shabira Nurfaizah³
1,2,3
Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Negeri Surabaya
e-mail:
1
24010644338@mhs.unesa.ac.id;
2
nurulistiqfaroh@unesa.ac.id;
3
24010644269@mhs.unesa.ac.id
Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan LKPD mitigasi bencana gempa bumi melalui TTS
dan cerita rumpang serta menguji validitas dan kepraktisannya pada siswa kelas IV SD di SDN Klurak
Sidoarjo. Penelitian menggunakan metode Research and Development dengan model ADDIE yang
meliputi analysis, design, development, implementation, dan evaluation. Hasil penelitian menunjukkan
bahwa LKPD memperoleh validasi materi sebesar 98,61% dan validasi media sebesar 100, sehingga
termasuk kategori sangat valid. Uji kepraktisan juga menunjukkan respons positif dari guru dan siswa
karena LKPD mudah digunakan, menarik, dan membantu pemahaman materi. Temuan ini sejalan dengan
karakteristik cloze exercise yang mendukung pemahaman bacaan, kosakata, dan berpikir kritis, serta TTS
yang terbukti membantu peningkatan kosakata dan keterlibatan belajar. Dengan demikian, LKPD yang
dikembangkan layak digunakan sebagai bahan ajar tematik yang inovatif untuk meningkatkan literasi
bahasa sekaligus kesadaran mitigasi bencana pada siswa.
Kata kunci: LKPD, mitigasi bencana gempa bumi, teka-teki silang, cerita rumpang, sekolah dasar.
Development of LKPD on Earthquake Disaster Mitigation Through Crossword Puzzles and
Incomplete Stories for Fourth Grade Elementary School Students
Abstract: The purpose of this study was to develop worksheets on earthquake disaster mitigation using
crossword puzzles and cloze exercises, and to test their validity and practicality among fourth-grade
students at SDN Klurak Sidoarjo. The study employed a Research and Development method using the
ADDIE model, which includes analysis, design, development, implementation, and evaluation. The results
showed that the worksheets achieved 98.61% content validity and 100% media validity, placing them in the
“highly valid” category. The practicality test also revealed positive responses from teachers and students,
as the worksheets were easy to use, engaging, and aided in understanding the material. These findings
align with the characteristics of cloze exercises, which support reading comprehension, vocabulary
development, and critical thinking, as well as crossword puzzles, which have been proven to enhance
vocabulary and learning engagement. Thus, the developed worksheets are suitable for use as innovative
thematic teaching materials to improve language literacy and disaster mitigation awareness among
students.
Keywords: worksheets, earthquake disaster mitigation, crossword puzzles, cloze exercises, elementary
school.
Hak Cipta©2026 Amelia Dewi Sofyan, Nurul Istiq'faroh, Wardah Shabira Nurfaizah
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 CC BY-SA International License.
Journal of Contemporary Issues in Primary Education (JCIPE)
Vol. 4, No. 1, Juni 2026, page: 79-85
E-ISSN: 3026-4014
- 80 -
1. Pendahuluan
Bencana gempa bumi merupakan salah satu fenomena alam yang kerap terjadi di Indonesia
mengingat posisinya yang berada di kawasan Cincin Api Pasifik (Ring of Fire). Indonesia tercatat
sebagai salah satu negara dengan frekuensi gempa bumi tertinggi di dunia, sehingga pendidikan
mitigasi bencana sejak dini menjadi kebutuhan yang sangat mendesak (BNPB, 2022). Dalam Undang-
undang Nomor 24 tahun 2007 menyebutkan bahwa mitigasi bencana merupakan serangkaian upaya
untuk mengurangi risiko bencana, baik melalui pembangunan fisik maupun penyadaran dan
peningkatan kemampuan dalam menghadapi ancaman bencana. Dalam konteks pendidikan,
penanaman pengetahuan dan keterampilan mitigasi bencana sejak jenjang sekolah dasar (SD)
dipandang sangat penting karena anak-anak merupakan kelompok rentan yang memerlukan
kesiapsiagaan khusus (Rosniwaty, Hendratno, 2025).
Pembelajaran mitigasi bencana di sekolah dasar idealnya tidak hanya bersifat informatif, tetapi
juga mampu mengembangkan keterampilan berbahasa siswa secara terpadu (Mahmudi et al., 2022).
Keterampilan berbahasa mencakup empat aspek utama, yakni menyimak, berbicara, membaca, dan
menulis, yang semuanya dapat dikembangkan secara sinergis melalui bahan ajar yang dirancang
dengan tepat (Khoirani Febri Dalimunthe, 2025). Namun, integrasi pendidikan kebencanaan dengan
pengembangan keterampilan berbahasa di sekolah dasar masih sangat terbatas (Mahmudi et al.,
2022). Sebagian besar bahan ajar yang ada cenderung terpisah antara muatan kebencanaan dan
muatan kebahasaan, sehingga kurang efisien dari segi waktu pembelajaran dan kurang bermakna bagi
peserta didik (Muslim et al., 2020).
Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) merupakan salah satu perangkat pembelajaran yang
berperan penting dalam mendukung aktivitas belajar peserta didik secara mandiri dan terstruktur
(Sultan et al., 2013). LKPD yang dirancang dengan baik dapat mendorong keterlibatan aktif siswa
dan meningkatkan pemahaman konsep secara lebih mendalam (Indriani et al., 2022). Penelitian
sebelumnya telah mengembangkan berbagai LKPD berbasis kebencanaan, di antaranya LKPD
berbasis kearifan lokal (Fatmawati et al., 2021) dan LKPD mitigasi tsunami berbasis Etnosains
(Muslimatul Walidah, Evendi, 2023). Akan tetapi, penelitian yang secara khusus mengembangkan
LKPD mitigasi gempa bumi yang sekaligus dirancang untuk meningkatkan keterampilan berbahasa
siswa SD melalui pendekatan interaktif masih belum ditemukan. Khususnya pada Sekolah Dasar yang
menjadi lokasi penelitian, berdasarkan hasil wawancara dengan guru kelas IV di sekolah tersebut.
Teka-Teki Silang (TTS) dan cerita rumpang merupakan dua strategi pembelajaran bahasa yang
terbukti efektif dalam meningkatkan keterampilan berbahasa dan motivasi belajar peserta didik (Ana
Ardiana, Muhammad Azhari, 2025). TTS dikenal sebagai media yang mampu meningkatkan
kosakata, kemampuan berpikir kritis, dan motivasi belajar siswa (Frisya Naomi Nurezalita, 2025).
Sementara itu, cerita rumpang atau cloze text merupakan teknik yang mendorong siswa menggunakan
pengetahuan kebahasaan dan kontekstual untuk melengkapi bagian teks yang hilang, sehingga secara
aktif mengembangkan kemampuan membaca pemahaman dan menulis (Frisya Naomi Nurezalita,
2025). Kombinasi kedua strategi tersebut dalam sebuah LKPD bermuatan mitigasi bencana
diharapkan dapat menciptakan pengalaman belajar yang autentik, menyenangkan, dan bermakna bagi
siswa kelas IV SD.
Permasalahan utama yang menjadi fokus penelitian ini adalah belum tersedianya LKPD yang
mengintegrasikan materi mitigasi bencana gempa bumi dengan pengembangan keterampilan
berbahasa melalui aktivitas TTS dan cerita rumpang untuk siswa kelas IV di SDN Klurak Sidoarjo.
Berdasarkan hasil wawancara dengan wali kelas IV SD, diketahui bahwa selama ini bahan ajar yang
digunakan dalam pembelajaran masih terbatas pada buku teks dan lembar kerja sederhana yang belum
memadukan materi mitigasi bencana dengan kegiatan literasi bahasa secara menarik dan interaktif.
Kebaruan penelitian ini terletak pada pengembangan LKPD yang memadukan konten mitigasi
bencana gempa bumi secara kontekstual dengan aktivitas TTS dan cerita rumpang sebagai wahana
pengembangan keterampilan berbahasa secara terpadu dalam satu produk, yang belum pernah
dikembangkan sebelumnya. Solusi yang dipilih adalah mengembangkan LKPD berbasis TTS dan
cerita rumpang bertema mitigasi gempa bumi yang diuji validitasnya oleh para ahli sebelum
diimplementasikan di kelas.
Journal of Contemporary Issues in Primary Education (JCIPE)
Vol. 4, No. 1, Juni 2026, page: 79-85
E-ISSN: 3026-4014
- 81 -
Berdasarkan uraian di atas, penelitian ini bertujuan untuk menguji validitas dan kepraktisan
LKPD mitigasi bencana gempa bumi melalui TTS dan cerita rumpang sebagai upaya meningkatkan
keterampilan berbahasa siswa kelas IV SD. Validitas LKPD diuji dari aspek kelayakan isi,
kebahasaan, penyajian, dan kegrafisan melalui penilaian validator ahli. Sedangkan kepraktisan di
dapat dari hasil responden guru dan siswa kelas IV SD. Penelitian ini bermanfaat secara teoretis dalam
memperkaya penelitian pengembangan bahan ajar tematik berbasis mitigasi bencana, serta
bermanfaat secara praktis bagi guru SD sebagai penyedia perangkat pembelajaran yang inovatif,
integratif, dan siap pakai untuk meningkatkan keterampilan berbahasa sekaligus kesadaran
kebencanaan peserta didik.
2. Metode Penelitian
Penelitian ini menggunakan model penelitian Research and Development (R&D) yang
bertujuan untuk mengembangkan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) bertema mitigasi bencana
banjir dan gempa bumi melalui kegiatan pengerjaan Teka-Teki Silang (TTS) dan melengkapi cerita
rumpang pada pembelajaran Bahasa Indonesia siswa kelas IV Sekolah Dasar. Penelitian Research
and Development (R&D) merupakan metode penelitian yang digunakan untuk menghasilkan produk
tertentu serta menguji tingkat kelayakan produk tersebut dalam proses pembelajaran (Sugiyono,
2022). Tujuan utama tahap ini adalah memperoleh gambaran komprehensif tentang kondisi
pembelajaran dan mengidentifikasi kesenjangan yang dapat diatasi melalui pengembangan media
belajar interaktif (Ulfatus Salwaa et al., 2025).
Penelitian pengembangan ini menggunakan model desain pengembangan ADDIE (Analysis,
Design, Development, Implementation, Evaluation) yang banyak digunakan dalam penelitian
pengembangan perangkat pembelajaran (Branch, 2020). Pada tahap analysis, peneliti melakukan
analisis kebutuhan pembelajaran, analisis kurikulum, serta analisis karakteristik siswa terkait
keterampilan berbahasa dan pemahaman mitigasi bencana. Tahap design dilakukan dengan
merancang struktur dan isi LKPD yang memuat aktivitas pembelajaran berupa TTS dan cerita
rumpang yang terintegrasi dengan materi mitigasi bencana. Tahap development dilakukan dengan
mengembangkan produk LKPD sesuai rancangan yang telah dibuat, kemudian dilakukan proses
validasi oleh guru bersertifikat pendidik di sekolah tersebut untuk mengetahui kelayakan produk.
Tahap implementation dilakukan dengan mengujicobakan LKPD kepada siswa kelas IV sekolah dasar
dalam kegiatan pembelajaran bahasa Indonesia. Selanjutnya tahap evaluation dilakukan untuk
mengetahui tingkat kelayakan serta efektivitas LKPD yang dikembangkan berdasarkan hasil validasi
ahli dan hasil penggunaan LKPD dalam pembelajaran.
Data penelitian diperoleh melalui beberapa teknik pengumpulan data, yaitu observasi, angket,
dan tes. Observasi dilakukan untuk mengetahui kondisi pembelajaran serta aktivitas siswa selama
penggunaan LKPD. Angket digunakan untuk memperoleh data mengenai kelayakan LKPD dari
validator serta respons siswa terhadap penggunaan LKPD dalam pembelajaran. Tes digunakan untuk
mengukur keterampilan berbahasa siswa setelah menggunakan LKPD yang dikembangkan.
Instrumen penelitian yang digunakan meliputi lembar observasi aktivitas pembelajaran, lembar
validasi ahli, angket respons siswa, serta soal tes.
Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif kuantitatif
dan kualitatif. Analisis deskriptif kuantitatif digunakan untuk menghitung persentase tingkat validitas
dan kepraktisan LKPD berdasarkan hasil validasi ahli dan respons siswa. Persentase kelayakan
dihitung menggunakan rumus persentase skor yang diperoleh dibandingkan dengan skor maksimal
kemudian dikalikan 100%. Hasil persentase tersebut kemudian diinterpretasikan dalam kriteria
penilaian produk. Sementara itu, analisis deskriptif kualitatif digunakan untuk mendeskripsikan hasil
observasi serta saran dan masukan dari validator sebagai dasar perbaikan produk yang dikembangkan.
Hasil analisis data tersebut digunakan untuk menentukan tingkat validitas dan kepraktisan LKPD
yang telah dikembangkan dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di sekolah dasar.
Journal of Contemporary Issues in Primary Education (JCIPE)
Vol. 4, No. 1, Juni 2026, page: 79-85
E-ISSN: 3026-4014
- 82 -
3. Hasil dan Pembahasan
Hasil Uji Validitas
Kegiatan validasi instrumen dilakukan untuk mengetahui kelayakan LKPD berbasis
kontekstual yang dikembangkan. Validasi materi dan media dilakukan oleh seorang validator yang
sesuai dengan kriteria untuk uji media.
a. Validasi Materi
Penilaian oleh ahli materi mencakup enam aspek utama yaitu, kesesuaian kurikulum, tujuan
pembelajaran, materi, kebenaran konsep, kebahasaan, dan ketergunaan. Berikut adalah rincian skor
penilaian validasi oleh ahli materi:
Tabel 1. Tabel hasil uji validasi materi
Aspek
Indikator
Skor
Kesesuaian dengan
Kurikulum
Materi sesuai dengan capaian pembelajaran
Bahasa Indonesia kelas IV SD
4
Materi mendukung peningkatan kemampuan
membaca pemahaman
4
Materi sesuai dengan tema mitigasi bencana
gempa bumi
4
Tujuan Pembelajaran
Tujuan pembelajaran dirumuskan dengan
jelas
3
Tujuan pembelajaran sesuai dengan
kemampuan membaca, memahami, dan
menulis siswa
4
Tujuan pembelajaran sesuai dengan
penggunaan TTS dan cerita rumpang
4
Materi
Materi disajikan dalam bentuk cerita
rumpang yang menarik
4
TTS membantu pemahaman kosakata terkait
gempa bumi
4
Materi relevan dengan kehidupan sehari-hari
siswa (kontekstual)
4
Kebenaran Konsep
Tidak terdapat kesalahan konsep tentang
mitigasi gempa bumi
4
Informasi yang disajikan sesuai
dengan fakta kebencanaan
4
Kebahasaan
Bahasa yang digunakan sederhana dan
mudah dipahami siswa
4
Kalimat dalam cerita rumpang membantu
pemahaman siswa
4
Kegunaan (Kepraktisan)
LKPD mudah digunakan oleh siswa secara
mandiri
4
LKPD praktis digunakan dalam kegiatan
pembelajaran di kelas
4
LKPD membantu guru dalam menyampaikan
materi mitigasi gempa bumi
4
LKPD meningkatkan keaktifan siswa dalam
pembelajaran
4
LKPD membuat siswa lebih tertarik dan
termotivasi untuk belajar
4
Total Skor
71
Skor Maksimum
72
Rata-rata Keseluruhan
Skor total/skor maksimum x 100%
98,6%
Journal of Contemporary Issues in Primary Education (JCIPE)
Vol. 4, No. 1, Juni 2026, page: 79-85
E-ISSN: 3026-4014
- 83 -
Berdasarkan hasil penilaian, diperoleh total skor sebesar 71 dari skor maksimal 72. Melalui
perhitungan persentase, didapatkan hasil sebesar 98,61%. Merujuk pada kriteria validitas, angka
tersebut menunjukkan bahwa LKPD yang dikembangkan termasuk dalam kategori Sangat Valid atau
Sangat Layak untuk digunakan tanpa revisi atau hanya memerlukan revisi sangat kecil. Validator juga
memberikan saran untuk perbaikan yang dapat dilakukan yaitu agar merumuskan tujuan
pembelajaran yang lebih spesifik.
b. Validasi Media
Penilaian oleh ahli media mencakup empat aspek utama yaitu, tampilan media, keterbacaan,
daya tarik, dan kepraktisan media. Berikut adalah rincian skor penilaian validasi oleh ahli media:
Tabel 2. Tabel hasil uji validasi media
Aspek
Indikator
Skor
Tampilan
Desain LKPD menarik dan sesuai untuk
siswa SD
4
Penggunaan warna nyaman dilihat
4
Gambar/ilustrasi mendukung isi materi
4
Tata letak (layout) rapi dan proporsional
4
Keterbacaan
Huruf mudah dibaca oleh siswa
4
Ukuran huruf sesuai untuk siswa SD
4
Tujuan pembelajaran sesuai dengan
penggunaan TTS dan cerita rumpang
4
Jenis huruf mendukung keterbacaan
4
Spasi dan penataan teks jelas
4
Daya Tarik
LKPD mampu menarik minat membaca
siswa
4
Aktivitas dalam LKPD variatif
4
Penyajian tidak membosankan
4
Kepraktisan
LKPD mudah digunakan oleh siswa
4
Petunjuk penggunaan jelas
4
LKPD mudah digunakan dalam
pembelajaran di kelas
4
Total Skor
60
Skor Maksimum
60
Rata-rata Keseluruhan
Skor total/skor maksimum x 100%
100%
Berdasarkan hasil penilaian, diperoleh total skor sebesar 60 dari skor maksimal 60.
Melalui perhitungan persentase, didapatkan hasil sebesar 100% atau skor sempurna. Artinya, angka
tersebut menunjukkan bahwa LKPD yang dikembangkan termasuk dalam kategori Sangat Valid atau
Sangat Layak untuk digunakan tanpa revisi. Meskipun mendapat total skor sempurna, validator tetap
memberikan kritik dan saran yang sangat berguna untuk pelajaran dan perbaikan kedepannya.
Validator menuliskan bahwa pertanyaan yang terdapat dalam LKPD ini khususnya pada kegiatan 1,
masih mengukur kemampuan pemahaman (C1) saja. Sebaiknya, pertanyaan dapat dibuat lebih
berbobot agar dapat meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa.
c. Hasil Uji Kepraktisan
Kegiatan uji kepraktisan dilakukan untuk memastikan bahwa LKPD mitigasi bencana gempa
bumi melalui tts dan cerita rumpang pada siswa kelas IV SD benar-benar efektif digunakan oleh
pengguna, baik guru maupun siswa tanpa mengalami kesulitan. Serta bertujuan untuk memperoleh
masukan lengsung dari guru juga siswa sebagai bahan perbaikan produk agar lebih optimal sebelum
digunakan lebih luas.
a. Uji Kepraktisan Responden Guru
Guru berperan dalam menilai kepraktisan dari sisi pelaksanaan pembelajaran, seperti
kemudahan dalam mengelola kelas dan menyampaikan materi menggunakan LKPD.
Journal of Contemporary Issues in Primary Education (JCIPE)
Vol. 4, No. 1, Juni 2026, page: 79-85
E-ISSN: 3026-4014
- 84 -
Tabel 3. Tabel hasil uji kepraktisan (responden guru)
No.
Pertanyaan
Skor
3
4
1.
Materi dalam LKPD mudah digunakan
dalam pembelajaran di kelas IV SD
2.
Alur kegiatan dalam LKPD membantu
guru mengarahkan perilaku siswa
3.
Alur penyajian cerita rumpang
memudahkan siswa memahami isi bacaan
4.
Teka-Teki Silang (TTS) membantu siswa
memahami kosakata terkait mitigasi gempa
bumi
5.
Waktu yang dibutuhkan untuk
mengerjakan LKPD sesuai dengan alokasi
waktu.
6.
Materi dalam LKPD mendukung
ketercapaian tujuan pembelajaran secara
praktis
Berdasarkan hasil angket uji kepraktisan yang diisi oleh validator, diperoleh bahwa seluruh
aspek penilaian, meliputi kemudahan penggunaan materi LKPD, kejelasan alur kegiatan, penyajian
cerita rumpang, kebermanfaatan TTS dalam memahami kosakata mitigasi gempa bumi, kesesuaian
alokasi waktu, serta dukungan terhadap ketercapaian tujuan pembelajaran, memperoleh rata rata
100%. Hal ini menunjukkan bahwa LKPD yang dikembangkan memiliki tingkat kepraktisan yang
sangat tinggi dan layak digunakan dalam pembelajaran di kelas. Guru menilai bahwa LKPD tidak
hanya mudah diimplementasikan, tetapi juga efektif dalam membantu mengarahkan aktivitas belajar
siswa secara sistematis. Selain itu, berdasarkan masukan yang diberikan, guru menyampaikan bahwa
LKPD ini sudah sangat baik dan praktis, serta berpotensi untuk dikembangkan lebih lanjut pada
materi pembelajaran lain, sehingga dapat memperluas pemanfaatannya dalam konteks pembelajaran
tematik di sekolah dasar.
b. Uji Kepraktisan Responden Siswa
Berdasarkan hasil angket uji kepraktisan yang diberikan kepada siswa kelas IV SDN
1 Klurak, diperoleh bahwa siswa memberikan respon positif terhadap LKPD yang
digunakan. Siswa memilih kategori setuju pada setiap pernyataan yang diajukan. Hal ini
menunjukkan bahwa siswa merasa senang dalam menggunakan LKPD mitigasi bencana
gempa bumi melalui TTS dan cerita rumpang. Siswa juga menyatakan bahwa LKPD
tersebut menarik, mudah dipahami, serta kegiatan seperti cerita rumpang dan teka-teki
silang membuat proses belajar menjadi lebih menyenangkan. Dari segi pemahaman,
mayoritas siswa mengaku bahwa LKPD membantu mereka lebih mudah memahami materi
tentang gempa bumi. Aspek ketertarikan juga terlihat dari respon siswa yang menyatakan
ingin kembali belajar menggunakan LKPD, yang menandakan bahwa LKPD memiliki daya
tarik dan mampu meningkatkan motivasi belajar.
4. Simpulan dan Saran
Berdasarkan hasil penelitian validitas dan kepraktisan LKPD yang telah dikembangkan
menunjukkan hasil yang baik dari segi uji validitas dan juga kepraktisan.Hasil uji validitas
menunjukkan presentase 98,61% untuk aspek materi dan 100% untuk aspek media, sementara pada
uji kepraktisan melalui respon guru dan siswa juga mencapai rata-rata 100%. Validator juga
memberikan umpan balik yang baik untuk ketergunaan LKPD yang dikembangkan sehingga LKPD
tersebut memang layak untuk digunakan. Temuan ini menggeneralisasi bahwa integrasi materi
mitigasi bencana alam khususnya pada bencana gempa bumi dengan stategi kebahasaan interaktif
efektif dalam meningkatkan keterampilan kebahasaan siswa di sekolah dasar. Bagi peneliti
selanjutnya sesuai dari hasil validitas dan keefektifan LKPD diharapkan penyusunan instrumen
evaluasi lebih ditingkatkan bobotnya hingga mencapai level berpikir kritis (HOTS) guna
Journal of Contemporary Issues in Primary Education (JCIPE)
Vol. 4, No. 1, Juni 2026, page: 79-85
E-ISSN: 3026-4014
- 85 -
mengoptimalkan kemampuan kognitif dan analisis siswa. Tak kalah penting yaitu memperluas
cakupan materi pada jenis bencana lain atau menguji efektivitas produk pada skala subjek yang lebih
luas untuk mengukur dampak jangka panjang terhadap perubahan perilaku kesiapsiagaan bencana
peserta didik secara komprehensif.
5. Daftar Pustaka
Ana Ardiana, Muhammad Azhari, A. H. (2025). Penerapan Teka Teki Silang Untuk Meningkatkan
Penguasaan Kosakata Bahasa Indonesia Pada Siswa Kelas IV. 3(3), 145157.
Fatmawati, L., Irawati, P., Pambudi, D. I., & Santoso, B. (2021). Perkembangan LKPD Berbasis
Kearifan Lokal pada Materi-Materi Bencana Alam untuk Siswa SD Kelas I Development of
Local Wisdom-Based LKPD On Natural Disaster Materials For 1 st Grade Elementary
Students. 1, 18. https://doi.org/10.30595/pssh.v1i.77
Frisya Naomi Nurezalita, A. B. (2025). PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF
BERBASIS TTS UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS PADA
SISWA KELAS V SDN JAYASAMPURNA 02. 10(September), 256266.
Indriani, S., Marhaeni, N. H., & Kurniati, R. (2022). Efektivitas Penggunaan E-LKPD Untuk
Meningkatkan Kemampuan Pemahaman Konsep Segiempat dan Segitiga. 6, 39593966.
Khoirani Febri Dalimunthe, E. I. (2025). Urgensi Penguasaan Empat Keterampilan Berbahasa dalam
Pembelajaran Bahasa Indonesia di Sekolah Dasar. 5, 42174225.
Mahmudi, K., W, A. A., Wardani, R. P., & Alfian, Z. (2022). Edukasi Pendidikan Mitigasi Erupsi
Gunung Semeru pada Siswa Sekolah Dasar. 6(6), 99589966.
Muslim, B., Makmun, S., Bahasa, P., & Pendahuluan, A. (2020). Integrasi Pendidikan Mitigasi
Bencana Berbasis Kearifan Lokal Suku Sasak dalam Teks Prosedur pada Pembelajaran Bahasa
Indonesia kelas XI. 5.
Muslimatul Walidah, Evendi, H. R. (2023). Penerapan Lembar Kerja Peserta Didik Berbasis
Etnosains untuk Meningkatkan Hasil Belajar di SMP Negeri 8 Banda Aceh Muslimatul Walidah
*, Evendi , Hafnati Rahmatan Pendahuluan. 11(1), 8495.
Nur Azizah, K. W. (2023). Peningkatan Kemampuan Menulis Kalimat Rumpang Melalui Media
Audio Visual Berbasis Digital Kelas III di. 1, 110.
Rosniwaty, Hendratno, Nurul Istiq'faroh. (2025). Profil Literasi Membaca pada Materi Mitigasi
Bencana di Sekolah Dasar. 10(1), 728734.
https://doi.org/https://doi.org/10.51169/ideguru.v10i1.1531
Sultan, U., Tirtayasa, A., Sultan, U., Tirtayasa, A., Sultan, U., & Tirtayasa, A. (2013). PERAN
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD) KURIKULUM 2013 TERHADAP KEMANDIRIAN
BELAJAR PESERTA DIDIK PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN PANCASILA DAN
KEWARGANEGARAAN.
Ulfatus Salwaa, Lola Priyan Rhomadhonab, Dela Nabila Putri Erviantoc, Moch Hadi Witonod, Suci
Rahmawatie, Nurul Istiq’faroh, U. A. Z. (2025). Pengembangan Media Buku Interaktif Bahasa
Indonesia " Satu Titik " Guna Meningkatkan Minat Belajar Peserta Didik Kelas IV Sekolah
Dasar. 2(1), 1826.