Journal of Contemporary Issues in Primary Education (JCIPE)
Vol. 4, No. 1, Juni 2026, page: 94-99
E-ISSN: 3026-4014
- 95 -
1. Pendahuluan
Pembelajaran Bahasa Indonesia dilaksanakan dengan tujuan agar peserta didik mempunyai empat
keterampilan, yaitu: menyimak, berbicara, membaca dan menulis. Menurut Supriono (2017), keterampilan
tersebut saling berhubungan dan mendukung tiga ranah utama pembelajaran Bahasa Indonesia, yakni:
pembelajaran berbahasa, pembelajaran bersastra, dan pengembangan literasi. Menurut Sugiyono (2017),
pendidikan merupakan suatu sistem yang mempunyai berbagai komponen yang saling berkaitan, yaitu:
kualitas input, ruang kelas, kurikulum, sarana pendidikan, siswa, guru, evaluasi, dan kualitas lulusan. Media
pembelajaran termasuk ke dalam komponen kurikulum dan juga komponen sarana pendidikan.
Di tengah era globalisasi, teknologi semakin berkembang di setiap aspek kehidupan manusia,
termasuk pendidikan. Menurut Mardhiyah (2021), akibat dari era globalisasi dan teknologi yang semakin
berkembang, pembelajaran abad ke-21 membutuhkan teknologi sebagai alat pembelajaran untuk
memperkuat kemampuan pembelajaran. Menurut Hafid et al. (2024), saat ini teknologi memainkan peran
yang sangat krusial dalam kehidupan manusia karena memfasilitasi berbagai aktivitas penting mulai dari
pekerjaan hingga pembelajaran. Dengan pendekatan ini, materi yang disampaikan tidak hanya menjadi
lebih bervariasi, tetapi juga dapat memotivasi siswa, sehingga mereka tetap antusias dan bersemangat dalam
mengikuti proses belajar mengajar. Menurut Agutian (2021), sistem pendidikan di Indonesia telah
menerapkan pembelajaran berbasis teknologi dalam beberapa tahun terakhir.
Menurut Ningsih et al. (2023), peserta didik di sekolah dasar sangat menyukai buku dengan gambar
yang dapat menarik perhatian. Hal ini juga berlaku untuk pop-up book, di mana media ini memberikan
pemahaman langsung tentang materi yang dipelajari. Tujuan dari pop-up book digital ini adalah untuk
memudahkan anak-anak dan siswa kelas bawah di sekolah dasar dalam mempelajari konten-konten yang
berguna untuk perkembangan intelektual mereka. Namun, menurut Izzah et al. (2023), selain media ini
membantu siswa mempertajam ingatannya terhadap konten tertentu sehingga meningkatkan motivasi
belajar siswa, media pop-up book ini memiliki kekurangan, yaitu pembuatannya membutuhkan waktu yang
lama karena proses pembuatannya membutuhkan kesabaran dan ketelitian.
Menurut Al Madinat al. (2021), media pop-up book digital sendiri adalah media digital yang
dirancang dengan konsep tiga dimensi yang sesuai dengan materi pembelajaran. Pop-up book digital adalah
buku digital yang menampilkan elemen tiga dimensi saat halaman-halamannya dibuka. Pop-up book ini
tidak hanya memiliki ilustrasi yang menarik, tetapi juga dirancang untuk memikat perhatian siswa dan
meningkatkan ketertarikan mereka terhadap materi yang dipelajari. Menurut Sofyan (2020), media pop-up
book dapat merangsang kreativitas siswa dengan menampilkan gambar-gambar yang menarik, dan salah
satu media yang dapat dibuat dengan PowerPoint adalah media pop-up book digital.
Menurut Hidayah dkk. (2020), menyatakan bahwa media popup book pada pembelajaran Bahasa
Indonesia dapat meningkatkan keterampilan membaca dan pemahaman isi teks siswa sekolah dasar.
Pengembangan media pembelajaran juga perlu diintegrasikan dengan kearifan lokal agar pembelajaran
menjadi lebih kontekstual. Menurut Hidayatullah (2019), pembelajaran berbasis kearifan lokal mampu
menghubungkan materi pelajaran dengan kehidupan nyata peserta didik sehingga pembelajaran menjadi
lebih bermakna. Hal ini diperkuat oleh Luthfia dan Dewi (2022) yang menegaskan bahwa integrasi budaya
lokal dalam pendidikan penting untuk menanamkan nilai karakter serta memperkuat identitas budaya siswa
di tengah perkembangan globalisasi.
Meskipun penelitian mengenai pengembangan media pop-up book digital sebagai media
pembelajaran digital berbasis kearifan lokal telah banyak dilakukan, pengembangan media pop-up book
interaktif berbasis PowerPoint dengan desain Canva yang secara khusus digunakan pada pembelajaran teks
deskripsi berorientasi pada kearifan lokal masih terbatas. Penelitian ini berada pada tahap pengembangan
yang berfokus pada validasi produk oleh ahli materi dan ahli media sebagai tahap awal untuk menghasilkan
media yang layak digunakan, yang juga masih perlu dilakukan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan
untuk: 1). Mengembangkan media pop-up book interaktif berbasis PowerPoint desain Canva pada