Journal of Contemporary Issues in Primary Education (JCIPE)
Vol. 4, No. 1, Juni 2026, page: 113-123
E-ISSN: 3026-4014
- 113 -
Tinjauan Pustaka
Naskah dikirim: 12/02/2026 Selesai revisi: 24/03/2026Disetujui: 18/05/2026Diterbitkan:01/06/2026
Pengaruh Strategi Active Learning Terhadap Peningkatan Hasil Belajar
Siswa Sekolah Dasar
Didit Darmawan
1
, Mujia Arrizhma
2
1,2
Universitas Sunan Giri Surabaya
e-mail:
1
dr.diditdarmawan@gmail.com;
2
mujiaarrizhma@gmail.com
Abstrak: Tuntutan kurikulum nasional yang menekankan penguasaan keterampilan abad ke-21
mengharuskan penerapan pembelajaran yang berpusat pada siswa. Namun, pendekatan pembelajaran
tradisional masih banyak digunakan di sekolah dasar sehingga keterlibatan siswa dalam proses
pembelajaran cenderung rendah dan berdampak pada hasil belajar yang kurang optimal. Oleh karena itu,
diperlukan kajian untuk menganalisis efektivitas strategi active learning dalam meningkatkan hasil
belajar siswa sekolah dasar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh strategi active learning
terhadap hasil belajar siswa sekolah dasar pada ranah kognitif, afektif, dan psikomotor. Metode yang
digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan menganalisis sepuluh artikel ilmiah dari
jurnal nasional terindeks dan sumber akademik yang relevan. Analisis data dilakukan secara deskriptif
kualitatif melalui tahap seleksi literatur, kategorisasi temuan, sintesis data, dan interpretasi hubungan
antarvariabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi active learning secara konsisten mampu
meningkatkan hasil belajar siswa pada berbagai mata pelajaran. Penerapan strategi ini terbukti
meningkatkan keterlibatan siswa, motivasi belajar, pemahaman konsep, kemampuan berpikir kritis, dan
keterampilan kolaborasi melalui berbagai model pembelajaran, seperti card sort, mind mapping, team
quiz, dan poster comment. Berdasarkan hasil kajian, strategi active learning dapat menjadi alternatif
pembelajaran yang efektif untuk meningkatkan kualitas proses dan hasil belajar siswa sekolah dasar serta
mendukung implementasi pembelajaran yang berpusat pada siswa
Kata kunci: Active Learning; Hasil Belajar; Sekolah Dasar; Strategi Pembelajaran; Systemeatic
Literature Review
The Effect of Active Learning Strategies on Improving Learning Outcomes of Elementary School
Students
Abstract: The national curriculum, which emphasizes the mastery of 21st-century skills, requires the
implementation of student-centered learning. However, traditional teaching approaches are still widely
used in elementary schools, resulting in low student engagement in the learning process and suboptimal
learning outcomes. Therefore, a study is needed to analyze the effectiveness of active learning strategies
in improving the learning outcomes of elementary school students. This study aims to examine the
influence of active learning strategies on elementary school students’ learning outcomes in the cognitive,
affective, and psychomotor domains. The method employed is a Systematic Literature Review (SLR),
analyzing ten scientific articles from indexed national journals and relevant academic sources. Data
analysis was conducted using qualitative descriptive methods through the stages of literature selection,
categorization of findings, data synthesis, and interpretation of relationships between variables. The
results of the study revealed that active learning strategies consistently improved student learning
outcomes across various subjects. The implementation of these strategies was shown to enhance student
engagement, learning motivation, conceptual understanding, critical thinking skills, and collaboration
skills through various learning models, such as card sorting, mind mapping, team quizzes, and poster
comments. Based on the research results, active learning strategies can serve as an effective alternative
for improving the quality of the learning process and outcomes for elementary school students, as well as
supporting the implementation of student-centered learning..
Keywords: Active Learning; Learning Outcomes; Elementary School; Learning Strategies; Systematic
Literature Review.
Hak Cipta©2026 Didit Darmawan, Mujia Arrizhma
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 CC BY-SA International License.
Journal of Contemporary Issues in Primary Education (JCIPE)
Vol. 4, No. 1, Juni 2026, page: 113-123
E-ISSN: 3026-4014
- 114 -
1. Pendahuluan
Di abad ke-21, perkembangan globalisasi dan teknologi yang semakin pesat menuntut adanya
pergeseran paradigma pembelajaran dari yang berpusat pada guru (teacher-centered) menjadi berpusat
pada siswa (student-centered) sesuai dengan arah kebijakan kurikulum nasional. Siswa harus belajar
berpikir kritis, kerja tim, komunikasi, dan pemecahan masalah (Yuliana & Hidayat, 2020). Penerapan
berbagai teori belajar modern secara terpadu sangat dibutuhkan untuk mendukung proses transformasi
pendidikan saat ini (Kurniawan & Darmawan, 2024). Pada beberapa kasus, model pengajaran tradisional
tidak lagi relevan dengan kebutuhan belajar siswa dan menurunkan minat siswa kepada pembelajaran
(Hariani et al., 2024). Namun demikian, sejumlah penelitian di sekolah dasar menunjukkan bahwa
pendekatan pengajaran tradisional masih mendominasi strategi pembelajaran, yang mengakibatkan
partisipasi siswa yang rendah dan hasil belajar yang kurang optimal. Kondisi ini menjadi salah satu
tantangan dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan dan pemerataan kualitas pembelajaran di berbagai
daerah (Rojak & Khayru, 2022). Sebaliknya, penelitian lain menunjukkan bahwa pembelajaran aktif lebih
efektif dibandingkan pendekatan pengajaran konvensional karena mampu menciptakan lingkungan
belajar yang menarik dan mendorong keterlibatan siswa secara optimal (Arieska, 2023). Oleh karena itu,
kondisi tersebut menunjukkan perlunya penelitian empiris yang lebih mendalam untuk menilai efektivitas
strategi active learning, khususnya di sekolah dasar, dalam meningkatkan hasil belajar siswa.
Sekolah dasar merupakan jenjang pendidikan yang strategis karena pada tahap ini siswa mulai
mengembangkan kemampuan kognitif, afektif, dan psikomotorik yang menjadi dasar bagi proses
pembelajaran pada jenjang berikutnya serta pencapaian tujuan pendidikan nasional. Dunia pendidikan di
sekolah dasar di Indonesia menunjukkan bahwa banyak pendekatan dan strategi pembelajaran yang
digunakan guru memiliki pengaruh besar terhadap motivasi, keterlibatan, dan hasil belajar siswa.
Penggunaan metode pengajaran yang bervariasi terbukti mampu menciptakan suasana belajar yang lebih
dinamis dan tidak membosankan (Mardikaningsih, 2014). Keterkaitan yang erat antara pemilihan metode
dan tingkat motivasi ini menjadi penentu utama dalam mengoptimalkan performa belajar siswa (Purwanti
et al., 2014). Oleh karena itu, strategi pembelajaran yang digunakan di kelas sangat penting untuk
keberhasilan belajar siswa (Aziziyah et al., 2025). Selain itu, berbagai penelitian menunjukkan bahwa
sekolah dasar merupakan lingkungan yang tepat untuk mengkaji efektivitas berbagai strategi
pembelajaran karena karakteristik siswa yang masih berada pada tahap perkembangan dasar. Temuan lain
menunjukkan bahwa menggunakan pendekatan pembelajaran yang beragam dan kontekstual, seperti
diferensiasi, dapat meningkatkan keterlibatan siswa dan membuat pembelajaran lebih sesuai dengan
kebutuhan dan karakteristik siswa sekolah dasar (Anwar et al., 2025). Oleh karena itu, sekolah dasar
merupakan konteks yang relevan untuk mengkaji pengaruh strategi pembelajaran modern, termasuk
active learning, terhadap hasil belajar siswa.
Hasil belajar merupakan perubahan kemampuan yang diperoleh siswa setelah mengikuti proses
pembelajaran. Hasil belajar dinilai melalui aspek penguasaan materi oleh siswa, kemampuan
menganalisis dan menyelesaikan masalah, serta kemampuan merencanakan dan mengevaluasi proses
belajarnya (Rofiudin & Darmawan, 2024). Perubahan tersebut umumnya diukur melalui tiga ranah, yaitu
kognitif, afektif, dan psikomotor. Semua ranah tersebut saling berkaitan dalam menunjukkan
perkembangan kemampuan siswa setelah mengikuti proses pembelajaran (Sunarsih et al., 2024).
Keberhasilan pencapaian akademis pada ranah-ranah tersebut juga dipengaruhi oleh pola interaksi sosial
yang terjalin antara siswa, guru, dan teman sebaya (Rafiuddin & Darmawan, 2023). Sebagai contoh,
ranah kognitif dapat diukur melalui tes formatif dan sumatif, ranah afektif melalui observasi sikap dan
partisipasi siswa, sedangkan ranah psikomotor melalui penilaian keterampilan yang ditunjukkan selama
proses pembelajaran (Febriyanti et al., 2024). Penguasaan keterampilan mengajar yang baik oleh pendidik
menjadi modal utama untuk mewujudkan kualitas pembelajaran yang menyeluruh ini (Yulianto &
Darmawan, 2024). Oleh karena itu, penilaian multidimensional hasil belajar memberikan gambaran yang
lebih komprehensif karena tidak hanya menilai aspek akademik, tetapi juga perkembangan sikap dan
keterampilan siswa.
Strategi active learning, yang terdiri dari kegiatan seperti presentasi kelompok, diskusi berpandu,
dan tanya jawab bergiliran, adalah salah satu cara untuk mengetahui seberapa aktif siswa terlibat dalam
pembelajaran di kelas (Apriliani et al., 2024). Aktivitas kelompok dan penugasan terstruktur semacam ini
sangat efektif untuk melatih keaktifan sekaligus kebiasaan berinteraksi secara positif (Rahmawati &
Darmawan, 2024). Indikator active learning, seperti komunikasi dua arah antara guru dan siswa,
Journal of Contemporary Issues in Primary Education (JCIPE)
Vol. 4, No. 1, Juni 2026, page: 113-123
E-ISSN: 3026-4014
- 115 -
keterlibatan siswa dalam pemecahan masalah, penggunaan berbagai strategi dan media pembelajaran, dan
peningkatan rasa tanggung jawab dan kemandirian, dapat membantu meningkatkan hasil belajar siswa di
sekolah dasar. Penerapan komunikasi pendidikan yang efektif di dalam kelas menjadi inti dari penciptaan
suasana belajar yang interaktif tersebut (Lembong et al., 2015). Dengan proses belajar yang nyaman dan
aktif, disertai terdapat dukungan moral dan pemberian penghargaan dari guru atas keberhasilan yang
dicapai oleh siswa, akan meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa (Shodiq & Darmawan, 2025).
Bagi para guru baru, kemampuan beradaptasi dalam mengelola kelas yang aktif merupakan bagian dari
proses membangun resiliensi di dunia kerja profesional (Liwak et al., 2023). Siswa yang terlibat secara
aktif, baik secara mental maupun fisik, tidak hanya menerima informasi secara pasif, tetapi juga dapat
memahami dan menerapkan informasi secara efektif, yang berdampak pada hasil belajar yang lebih baik
(Nelyza et al., 2022). Selain itu, telah terbukti bahwa penggunaan media interaktif dan pendekatan seperti
simulasi, video kritis, atau integrasi teknologi sederhana dapat meningkatkan variasi materi pembelajaran,
meningkatkan partisipasi siswa, dan mendukung perbedaan kemampuan dalam kelas yang heterogen.
Penyediaan kesempatan belajar yang setara tanpa memandang latar belakang sosial juga penting untuk
menekan potensi kesenjangan di lingkungan sekolah (Sajjapong et al., 2022). Dengan demikian, berbagai
indikator active learning tersebut selaras dengan tujuan pembelajaran yang berpusat pada siswa karena
mampu meningkatkan keterlibatan, mengembangkan kemampuan berpikir, dan mendukung pencapaian
hasil belajar yang optimal.
Berdasarkan fenomena dan kerangka konseptual tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengkaji
secara mendalam pengaruh penerapan strategi active learning terhadap hasil belajar siswa sekolah dasar.
Penelitian ini akan mengkaji ranah kognitif, afektif, dan psikomotor sebagai indikator hasil belajar siswa.
Selain itu, penelitian ini juga mempertimbangkan faktor-faktor pendukung yang memengaruhi
keberhasilan implementasi pembelajaran aktif di kelas. Dengan demikian, penelitian ini tidak hanya
berfokus pada hasil belajar yang dicapai siswa, tetapi juga pada proses penerapan pembelajaran aktif yang
berkontribusi terhadap pencapaian hasil tersebut. Pendekatan ini sejalan dengan tren penelitian empiris
dalam pendidikan dasar di Indonesia yang menekankan pentingnya penilaian berbasis proses dan hasil
pembelajaran
2. Metode Penelitian
Penelitian ini menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) sebagai pendekatan
penelitian kualitatif untuk menganalisis dan memahami pengaruh strategi active learning terhadap hasil
belajar siswa sekolah dasar. Data penelitian diperoleh dari berbagai sumber literatur yang relevan, seperti
artikel ilmiah, buku referensi, serta jurnal nasional dan internasional yang terindeks pada Sinta dan
Google Scholar. Analisis data dilakukan menggunakan teknik deskriptif kualitatif melalui tahapan seleksi
literatur, kategorisasi temuan, sintesis hasil penelitian, serta interpretasi hubungan antarvariabel yang
dikaji. Kajian ini berfokus pada penerapan strategi active learning dalam proses pembelajaran,
pengaruhnya terhadap motivasi dan keterlibatan siswa, serta dampaknya terhadap hasil belajar yang
mencakup aspek kognitif, afektif, dan psikomotor siswa sekolah dasar. Melalui kajian ini, diharapkan
diperoleh gambaran konseptual yang komprehensif mengenai efektivitas strategi active learning sebagai
dasar bagi penelitian empiris maupun pengembangan praktik pembelajaran di sekolah dasar.
3. Hasil dan Pembahasan
Strategi active learning terbukti mampu meningkatkan hasil belajar siswa sekolah dasar melalui
pembelajaran yang lebih bermakna dan berpusat pada siswa. Strategi ini memotivasi siswa untuk aktif
terlibat dalam tugas-tugas pendidikan seperti berbicara, bekerja dalam kelompok, dan bekerja sama. Hal
ini membantu siswa memahami lebih dari sekadar materi pelajaran (Aulia et al., 2023). Selain itu,
pembelajaran aktif juga meningkatkan sikap positif siswa terhadap proses belajar, seperti motivasi, rasa
percaya diri, dan keberanian untuk mengemukakan pendapat karena adanya kesempatan untuk
berpartisipasi secara aktif selama pembelajaran berlangsung. Selain itu, pembelajaran aktif meningkatkan
sikap siswa terhadap pembelajaran, termasuk motivasi, rasa percaya diri, dan keberanian untuk
mengemukakan pendapat, karena siswa memiliki kesempatan untuk berpartisipasi secara aktif selama
proses pembelajaran (Nurmansyah, 2018). Temuan dari kedua penelitian tersebut menunjukkan bahwa
hasil belajar pada ranah kognitif, afektif, dan psikomotor dapat ditingkatkan melalui keseimbangan antara
aktivitas mental dan fisik siswa dalam proses pembelajaran. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa
Journal of Contemporary Issues in Primary Education (JCIPE)
Vol. 4, No. 1, Juni 2026, page: 113-123
E-ISSN: 3026-4014
- 116 -
strategi active learning merupakan metode pembelajaran yang efektif untuk meningkatkan hasil belajar
siswa sekolah dasar secara menyeluruh, karena menempatkan siswa sebagai pembelajar aktif yang
bertanggung jawab atas proses belajarnya sendiri.
1. Khaerunnisa et al. (2024)
Studi ini menggunakan pendekatan kuantitatif, menggunakan metode pre-eksperimen, dan
mendesain satu kelompok pre-test-post-test tanpa kelompok kontrol untuk menentukan apakah
siswa kelas V memperoleh hasil belajar IPA yang lebih baik setelah menerapkan strategi active
learning tipe Sort Card. Penelitian yang dilaksanakan di SDN Lonrong Kec. Bajeng ini
mengumpulkan data melalui observasi kegiatan belajar siswa dan tes pelajaran IPA yang
dikerjakan siswa. Hasilnya, penerapan active learning mampu mengangkat keterlibatan siswa
dalam aktivitas belajar.
2. Novianti (2024)
Studi ini ingin mengkaji dampak active learning untuk menilai hasil belajar siswa yang berlokasi
di SDN 101751 Klambir Lima dengan menerapkan pendekatan kuantitatif eksperimen. Populasi
melibatkan seluruh siswa dengan total sampel sebanyak 50 siswa. Data melalui tes dan angket
dianalisis dengan uji normalitas dan homogenitas. Temuan menyatakan bahwa penerapan active
learning membantu siswa mencapai hasil belajar yang baik.
3. Nisa dan Tirtoni (2023)
Penelitian kuantitatif berdesain pre-eksperimen ini ingin memperoleh dampak active learning
untuk memperoleh hasil belajar yang baik di pelajaran Pancasila. Sampel melibatkan 14 siswa
dan menunjukkan bahwa active learning poster commenet membuat hasil belajar siswa menjadi
semakin baik.
4. Kusuma et al. (2024)
Penelitian kuantitatif yang diimplementasikan dalam studi ini berupaya mengkaji hasil belajar
siswa setelah menerapkan strategi active learning. Penelitian yang berlokasi di SDN Manguharjo
Kota Madiun ini melibarkan 25 siswa sebagai sampel. Analisis data penelitian melalui uji
prasyrat dan uji hipotesis, memperoleh hasil bahwa penerapan active learning membantu siswa
memperoleh hasil belajar yang lebih baik.
5. Putri et al. (2025)
Penelitian ini berupaya mengkaji hasil belajar Matematika siswa setelah diterapkannya strategi
active learning dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. Responden yang terlibat melalui
beberapa tes, dan disertai obervasi dalam proses pengumpulan data. Analisis
menginterpretasikan analisis deksriptif dan inferensial. Hasilnya, diketahui bahwa pemahaman
siswa meningkat dalam proses pembelajaran active learning.
6. Tafsira et al. (2025)
Penelitian ini ingin menilai hasil belajar siswa setelah penerapan active learning. Melalui
pendekatan kuantitatif berdesain quasi-eksperimen, penelitian melibatkan 64 populasi dan 42
siswa sebagai sampel penelitian. Analisis data dari wawancara dan tes menggunakan serangkaian
uji normalitas, uji homogenitas dan uji hipotesis. Temuan penelitian menyatakan bahwa strategi
pembelajaran aktif memberi kontribusi yang signifikan terhadap hasil belajar siswa.
7. Tias et al. (2020)
Fokus penelitian ini mengkaji strategi active learning terhadap hasil belajar siswa melalui
pendekatan kuantitatif berjenis eksperimen dan berdesain kelompok kontrol. Populasi sebesar 40
siswa sekaligus sampel, dengan tes dan non-tes untuk teknik pengumpulan data. Analisis
dilakukan dengan serangkaian uji normalitas, homogenitas dan hipotesis memperoleh hasil
bahwa terdapat perbedaan perlakuan terhadap kedua kelompok siswa dan berpengaruh terhadap
hasil belajarnya.
8. Sari et al. (2025)
Penelitian kuantitatif berdesain quasi-eksperimen ini berupaya mengkaji penggunaan strategi
pembelajaran aktif untuk menilai hasil belajar siswa di SDN 11 Lubuklinggau. Sampel
melibatkan 48 siswa dan data terkumpul melalui tes. Melalui hasil analisis, diperoleh temuan
yang menunjukkan bahwa penerapan active learning dapat membantu siswa meningkatkan
keaktifan belajar dan memudahkan siswa memahami materi pembelajaran.
Journal of Contemporary Issues in Primary Education (JCIPE)
Vol. 4, No. 1, Juni 2026, page: 113-123
E-ISSN: 3026-4014
- 117 -
9. Resmi (2023)
Penelitian yang berlokasi di SDN 1 Antapan ini berupaya memperoleh peningkatan hasil belajar
matematika siswa melalui penerapan active learning. Subjek penelitian sejumlah 28 siswa
dengan mengisi tes, dan analisis data melalui deskriptif kuantitatif. Temuan utama penelitian ini
adalah strategi active learning memberi peningkatan pada keaktifan belajar siswa dan
meningkatkan hasil belajar matematika.
10. Afdal et al. (2020)
Fokus utama penelitian ini ialah menilai hasil belajar siswa setelah diterapkannya strategi active
learning. Pengumpulan data dilaksanakan melalui tes tertulis. Hasil analisis menjabarkan bahwa
hasil belajar domain kognitif siswa memperoleh dampak dari penerapan strategi active learning
dan berguna dalam meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi Bahasa Indonesia yang
diajarkan.
Berdasarkan analisis terhadap sepuluh publikasi penelitian yang telah ditelaah, strategi active
learning terbukti secara signifikan meningkatkan hasil belajar siswa sekolah dasar pada berbagai mata
pelajaran, seperti sains, ilmu sosial, kewarganegaraan, matematika, Pancasila, dan Bahasa Indonesia.
Keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran meningkat melalui pembelajaran aktif, yang mencakup
berbagai aktivitas interaktif dan kooperatif, seperti strategi pengurutan kartu, peta pikiran, kuis, dan
komentar poster. Penerapan strategi ini juga mampu mengurangi dominasi guru dalam proses
pembelajaran sehingga pembelajaran menjadi lebih berpusat pada siswa. Temuan menunjukkan bahwa
peningkatan pemahaman konseptual dan perubahan hasil belajar, khususnya dalam ranah kognitif,
difasilitasi oleh tingkat partisipasi siswa yang lebih tinggi. Selain itu, dalam beberapa situasi, peningkatan
keaktifan siswa juga berkontribusi pada aspek afektif dan psikomotor. Dengan kata lain, semakin tinggi
keterlibatan siswa dalam pembelajaran aktif, semakin besar pula kontribusinya terhadap perkembangan
aspek kognitif, afektif, dan psikomotor. Temuan dari desain penelitian eksperimen, kuasi-eksperimen, dan
penelitian tindakan kelas juga menunjukkan bahwa strategi active learning lebih efektif dibandingkan
pendekatan pembelajaran tradisional dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah dasar. Hasil
penelitian ini dapat disajikan dalam bentuk tabel untuk memberikan gambaran yang lebih sistematis
mengenai hubungan antara penerapan pembelajaran aktif dan peningkatan hasil belajar siswa di berbagai
konteks penelitian.
Tabel 1. Penelitian Terdahulu
Nama
Penulis & Tahun
Lokasi
Penelitian
Fokus Penelitian
Hasil Penelitian
Khaerunnisa,
Nurlina, dan
Hambal (2024)
SD Negeri Lonrong,
Kecamatan Bajeng,
Kabupaten Gowa
Penerapan strategi active
learning tipe sort card
berdampak pada hasil
belajar
Hasil belajar IPA dapat
ditingkatkan dengan
menerapkan strategi active
learning berbasis kartu sort.
Novianti (2024)
SD Negeri 101751
Klambir Lima
Pengaruh strategi active
learning siswa terhadap
hasil belajar
Strategi active learning siswa
memberikan dampak positif
terhadap hasil belajar.
Nisa dan Tirtoni
(2023)
Salah satu sekolah
dasar di Kecamatan
Prambon
Pengaruh oleh
penerapan active
learning jenis poster
comment terhadap hasil
belajar
Pembelajaran poster komentar
yang aktif dapat meningkatkan
keaktifan siswa dan
memberikan pengaruh positif
terhadap pemahaman siswa
tentang Pancasila.
Kusuma, Yanto,
dan Suyanti
(2024)
SDN Manguharjo,
Kota Madiun
Pengaruh strategi active
learning berbantuan
media mind mapping
terhadap hasil belajar
Model pembelajaran aktif
berbasis mind mapping dapat
meningkatkan keaktifan siswa,
membantu siswa mengatur
konsep secara visual, dan
meningkatkan hasil belajar.
Putri, Syam, dan
Sirajuddin
SDN 160 Barru,
Kabupaten Barru,
Hasil belajar
dipengaruhi oleh
Strategi pembelajaran aktif
berbasis kartu sort dapat
Journal of Contemporary Issues in Primary Education (JCIPE)
Vol. 4, No. 1, Juni 2026, page: 113-123
E-ISSN: 3026-4014
- 118 -
(2025)
Provinsi Sulawesi
Selatan
penerapan strategi active
learning dengan sortasi
kartu
meningkatkan keaktifan dan
hasil belajar matematika siswa.
Tafsira,
Tambunan,
Angin, Usman,
dan Aulia
(2025).
SD Negeri 106163
Bandar Klippa
Upaya untuk
meningkatkan
keterlibatan aktif siswa
dalam proses
pembelajaran.
Hasil penelitian menunjukkan
bahwa strategi Everyone is a
Teacher Here (ETH)
meningkatkan hasil belajar
siswa.
Tias, Putri, dan
Pratiwi (2020).
SD Negeri 8 Metro
Timur
Untuk mengetahui
bagaimana strategi
active learning "Index
Card Match" berdampak
pada hasil belajar
Hasil penelitian menunjukkan
bahwa strategi "Index Card
Match" meningkatkan
keaktifan siswa, meningkatkan
interaksi belajar, dan
membantu mereka memahami
materi.
Sari, Samitra,
dan Valen (2025)
SD Negeri 11
Lubuklinggau
Strategi active learning
tipe sort kartu
memengaruhi hasil
belajar IPAS siswa kelas
IV.
Strategi active learning dengan
sort card dapat meningkatkan
keaktifan dan hasil belajar
IPAS siswa dibandingkan
dengan pembelajaran
konvensional.
Resmi (2023)
SD Negeri 1
Antapan, Kecamatan
Baturiti, Kabupaten
Tabanan
Untuk meningkatkan
hasil gunakan active
learning berbasis
pertanyaan tim.
Pembelajaran tim kuis aktif
dapat meningkatkan kerja
sama, keaktifan, dan hasil
belajar matematika siswa,
sehingga proses pembelajaran
menjadi lebih menyenangkan
dan efektif.
Afdal, Subakti,
dan Sigalingging
(2020)
SD Negeri 002
Sungai Pinang, Kota
Samarinda
Hasil belajar
dipengaruhi oleh strategi
pembelajaran aktif
berbasis pertanyaan dan
jawaban.
Strategi pembelajaran aktif tipe
Giving Question and Getting
Answer berpengaruh terhadap
hasil belajar kognitif siswa,
tetapi tidak menunjukkan
pengaruh signifikan terhadap
hasil belajar afektif
Hasil belajar siswa sekolah dasar telah terbukti sangat dipengaruhi oleh penerapan pembelajaran
aktif, di mana keterlibatan siswa berperan penting dalam proses pembelajaran yang bermakna. Siswa
yang aktif berpartisipasi di kelas meningkatkan kemampuan berpikir kritis mereka dan memperoleh rasa
tanggung jawab terhadap pendidikan mereka. Pada akhirnya, ini meningkatkan hasil belajar bagi semua
siswa (Sari & Putra, 2021). Sekolah dapat meningkatkan hasil belajar dan proses pembelajaran siswa
dengan menerapkan strategi active learning secara konsisten. Dengan melibatkan siswa secara langsung
dalam kegiatan pembelajaran termasuk percakapan, tanya jawab, observasi, dan pemecahan masalah,
strategi ini membantu pemahaman dan retensi informasi mereka (Waruwu & Helsa, 2025). Teknik
pembelajaran aktif telah terbukti meningkatkan hasil belajar anak-anak sekolah dasar dengan
menempatkan mereka sebagai pusat proses pembelajaran. Dengan aktif terlibat dalam debat, sesi tanya
jawab, dan kegiatan pemecahan masalah, siswa dapat mengembangkan pemahaman mereka sendiri
terhadap materi. Hal ini memengaruhi hasil belajar dan memberikan makna yang lebih besar pada
pembelajaran (Resmi, 2023). Selain itu, dengan mendorong siswa untuk berinteraksi, mengungkapkan
pendapat mereka, dan berpartisipasi aktif dalam proses pembelajaran, pembelajaran aktif menciptakan
suasana belajar yang menyenangkan dan merangsang di kelas (Putri et al., 2025). Kondisi ini membantu
anak-anak mengembangkan sikap yang baik, motivasi, dan kepercayaan diri, serta meningkatkan hasil
belajar kognitif. Selain itu, pembelajaran aktif, kolaboratif, dan kontekstual mendorong pencapaian hasil
belajar yang berkelanjutan dengan menumbuhkan kemampuan berpikir kritis, komunikasi, dan kerja tim
(Novianti, 2024). Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa pembelajaran aktif merupakan teknik
Journal of Contemporary Issues in Primary Education (JCIPE)
Vol. 4, No. 1, Juni 2026, page: 113-123
E-ISSN: 3026-4014
- 119 -
pembelajaran yang relevan dan efektif untuk meningkatkan kualitas hasil belajar siswa sekolah dasar.
Pada dasarnya, kegiatan belajar selain sebuah proses menerima ilmu pengetahuan, juga merupakan upaya
memfasilitasi siswa untuk aktif membangun pengetahuan (Bayhaqi et al., 2025).
Pendekatan active learning sangat menekankan perlunya siswa untuk berpartisipasi aktif dalam
pendidikan mereka melalui kegiatan-kegiatan termasuk bertanya, berdiskusi, mengamati, dan
menyampaikan ide-ide mereka. Pembelajaran aktif dapat meningkatkan keterlibatan siswa dalam proses
pembelajaran, memberi mereka lebih banyak kepercayaan diri untuk mengungkapkan pemikiran mereka,
dan mendorong interaksi yang lebih bermakna antara siswa dan guru mereka, menurut penelitian.
Instruktur berperan sebagai mentor dan fasilitator (Astina et al., 2025). Proses pendampingan dari
pendidik ini akan berjalan lebih optimal jika didukung dengan evaluasi terstruktur secara berkala (Chada,
2023). Telah dibuktikan bahwa pembelajaran melalui proyek kelompok, diskusi, dan keterlibatan siswa
meningkatkan motivasi, kepercayaan diri, dan kemampuan kolaborasi siswa di kelas. Karena siswa
berkonsentrasi pada hasil akhir sambil tetap memiliki pengalaman belajar yang relevan dan menarik,
kondisi ini membantu meningkatkan kualitas pembelajaran secara keseluruhan (Nurhidayah & Rahman,
2024). Pembelajaran aktif menyeimbangkan pengetahuan, sikap, dan kemampuan. Penerapan pendekatan
ini juga berkontribusi positif terhadap pembentukan karakter dan perkembangan sosio-emosional anak di
lingkungan sekolah (Gani, 2025). Strategi ini dapat dilihat sebagai teknik pengajaran menyeluruh yang
relevan dengan kebutuhan perkembangan siswa sekolah dasar. Oleh karena itu, pembelajaran aktif perlu
diprioritaskan sebagai pendekatan utama dalam pembelajaran di kelas karena mampu menciptakan
pengalaman belajar yang lebih efektif, manusiawi, dan berpusat pada siswa.
Teori konstruktivisme oleh Piaget (1952), yang menekankan bahwa informasi dibangun secara
aktif melalui pengalaman belajar yang melibatkan proses mental, refleksi, dan interpretasi materi yang
diterima, konsisten dengan temuan penelitian ini. Di bawah paradigma ini, siswa berperan sebagai
pembelajar utama, secara mandiri mempelajari materi baru dengan memanfaatkan pengalaman dan
pengetahuan sebelumnya. Temuan ini didukung oleh teori pembelajaran sosial oleh Bandura (1977), yang
menekankan bahwa kolaborasi siswa, interaksi sosial, dan diskusi merupakan komponen penting dari
teknik pembelajaran aktif yang meningkatkan pembelajaran. Melalui kegiatan seperti proyek kelompok,
sesi tanya jawab, dan debat kelas, siswa belajar dari guru dan teman sebaya mereka. Hal ini mendorong
pertukaran ide dan meningkatkan pemahaman di kelas. Pembelajaran aktif membuat pembelajaran lebih
aplikatif, kontekstual, dan bermakna untuk kehidupan sehari-hari dengan memberi siswa banyak ruang
untuk membangun informasi melalui interaksi dengan lingkungan belajar fisik dan sosial (Prasetyo et al.,
2025). Interaksi yang aktif dengan lingkungan ini pada dasarnya juga efektif untuk mendorong perubahan
perilaku yang berkelanjutan pada diri siswa (Gautama & Mardikaningsih, 2022). Media dan aktivitas
interaktif, termasuk seperti menyusun kartu, peta pikiran, tim kuis, dan debat berbasis masalah, telah
terbukti meningkatkan keragaman pembelajaran dan mempertahankan tingkat antusiasme siswa yang
tinggi. Dengan memberikan makna, konteks, dan keterlibatan siswa yang lebih besar pada proses
pembelajaran, keempat ciri ini bekerja sama untuk meningkatkan hasil belajar siswa sekolah dasar dalam
ranah kognitif, afektif, dan psikomotor (Wahyuni et al., 2023). Dengan demikian, dapat disimpulkan
bahwa teknik pembelajaran aktif memiliki landasan teoretis yang kuat untuk membantu prosedur
pembelajaran yang berpusat pada siswa dan peningkatan standar serta signifikansi pengajaran di kelas
secara nyata.
Ketika strategi pembelajaran aktif terbaik digunakan untuk meningkatkan hasil belajar siswa
sekolah dasar, indikator kuncinya meliputi penggunaan aktivitas dan media pembelajaran interaktif,
pengembangan keterampilan berpikir kritis, partisipasi aktif siswa, dan kerja sama tim di kelas. Siswa
yang aktif berpartisipasi dalam diskusi, sesi tanya jawab, presentasi, dan latihan pemecahan masalah
didorong untuk mengembangkan pemahaman mereka melalui pengalaman belajar langsung daripada
hanya menyerap informasi secara pasif. Selain itu, kelompok kerja, penugasan peran, dan interaksi siswa
yang semuanya mendorong tanggung jawab dan keterampilan sosial akademik sekaligus memperkuat
pemahaman konseptual merupakan penanda kolaborasi yang jelas. Di sisi lain, tingkat motivasi
berprestasi siswa dalam aktivitas kelompok tersebut terkadang masih dipengaruhi oleh faktor tekanan
psikologis di sekitarnya (Issalillah & Khayru, 2021). Indikator berpikir kritis berkembang ketika siswa
dihadapkan pada tugas analitis, pengelompokan konseptual, dan refleksi terhadap hasil pembelajaran,
yang memungkinkan mereka untuk mempelajari pengetahuan baru secara lebih mendalam dari
pengetahuan sebelumnya. Dengan demikian, penerapan indikator-indikator tersebut secara konsisten
Journal of Contemporary Issues in Primary Education (JCIPE)
Vol. 4, No. 1, Juni 2026, page: 113-123
E-ISSN: 3026-4014
- 120 -
dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap peningkatan kualitas hasil belajar siswa. Guna
mengukur pencapaian indikator-indikator tersebut secara akurat, komponen evaluasi pembelajaran yang
komprehensif mutlak diperlukan (Gunawan et al., 2016).
Sekolah harus memprioritaskan pembelajaran aktif sebagai gaya pengajaran utama dan mengelola
proses pembelajaran secara terencana dan metodis berdasarkan implikasi manajerial dari temuan ini.
Sebagai pelaksana pembelajaran, ini berarti bahwa selain menyampaikan pengetahuan, guru harus
berkonsentrasi pada pembuatan dan pelaksanaan berbagai kegiatan pembelajaran yang menarik,
imajinatif, dan kontekstual yang sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan perkembangan siswa sekolah
dasar. Perancangan pembelajaran yang efektif, pemilihan strategi, dan manajemen kelas sangat penting
untuk menerapkan metodologi pembelajaran aktif secara sukses dan berkelanjutan (Ramadhan & Sulastri,
2021). Secara keseluruhan, tata kelola aktivitas ini mengacu pada prinsip-prinsip manajemen pendidikan
yang baik di lembaga sekolah (Akmal et al., 2015). Namun, para administrator sekolah dan pengelola
memainkan peran penting dalam memastikan keberhasilan implementasi pembelajaran aktif dengan
menyediakan program pengembangan profesional dan pelatihan, supervisi akademik, serta fasilitas dan
infrastruktur pendidikan yang mendukung pembelajaran aktif siswa. Selain meningkatkan hasil belajar
siswa, pembelajaran aktif merupakan upaya yang disengaja untuk meningkatkan standar pendidikan dasar
dan berfokus pada membantu siswa mencapai potensi penuh mereka (Yuliani et al., 2023). Pembelajaran
aktif sangat bergantung pada komitmen bersama untuk terus belajar, beradaptasi dengan kebutuhan siswa,
dan membangun sikap, keterampilan sosial, dan potensi siswa sebagai bekal untuk menghadapi tantangan
masa depan.
4. Simpulan dan Saran
Praktik pembelajaran aktif secara konsisten dapat meningkatkan hasil belajar siswa sekolah dasar
secara signifikan. Model pembelajaran ini tidak hanya meningkatkan ranah kognitif, tetapi juga ranah
afektif dan psikomotor siswa. Pembelajaran aktif menjadikan proses belajar lebih berpusat pada siswa
dengan mendorong partisipasi aktif melalui diskusi, kerja kelompok, pemecahan masalah, dan
pemanfaatan media atau teknologi pembelajaran. Selain itu, penerapan pembelajaran aktif juga
meningkatkan motivasi belajar, kemampuan berpikir kritis dan kolaboratif, serta keterlibatan siswa dalam
berbagai konteks pembelajaran. Oleh karena itu, guru perlu menggunakan berbagai strategi, metode, dan
media pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik peserta didik untuk menciptakan kelas yang aktif
dan interaktif. Guru berperan sebagai fasilitator yang tidak hanya menyampaikan materi, tetapi juga
menciptakan lingkungan belajar yang menarik dan mendorong interaksi siswa. Studi ini juga menekankan
pentingnya dukungan manajerial dari pihak sekolah dan administrator pendidikan dalam bentuk supervisi
akademik yang terarah, pengembangan profesional berkelanjutan bagi guru, serta penyediaan sarana dan
prasarana yang mendukung penerapan pembelajaran aktif. Selain itu, hasil studi ini dapat menjadi
kerangka konseptual bagi penelitian selanjutnya yang menggunakan metode eksperimen atau campuran
untuk menguji efektivitas strategi pembelajaran aktif pada berbagai konteks sekolah dasar. Dengan
demikian, penerapan pembelajaran aktif tidak hanya meningkatkan hasil belajar, tetapi juga memperkuat
kualitas sistem pendidikan secara menyeluruh.
Berdasarkan hasil kajian literatur mengenai pengaruh strategi active learning terhadap peningkatan
hasil belajar siswa sekolah dasar, penerapan strategi pembelajaran aktif disarankan untuk lebih
dioptimalkan dalam proses pembelajaran di kelas. Guru diharapkan dapat memanfaatkan berbagai model
active learning seperti card sort, mind mapping, team quiz, poster comment, dan index card match untuk
menciptakan suasana pembelajaran yang lebih interaktif, berpusat pada siswa, serta mendorong
keterlibatan aktif dalam proses belajar. Pihak sekolah dan pengelola pendidikan perlu memberikan
dukungan yang memadai terhadap implementasi pembelajaran aktif melalui penyediaan sarana
pembelajaran, pelatihan bagi guru, serta supervisi akademik yang berkelanjutan. Bagi peneliti
selanjutnya, penelitian ini dapat dijadikan dasar untuk mengembangkan kajian lanjutan dengan metode
yang lebih beragam, seperti eksperimen atau penelitian tindakan kelas, guna memperkaya bukti empiris
mengenai efektivitas strategi active learning dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah dasar
Journal of Contemporary Issues in Primary Education (JCIPE)
Vol. 4, No. 1, Juni 2026, page: 113-123
E-ISSN: 3026-4014
- 121 -
5. Daftar Pustaka
Afdal, A., Subakti, H., & Sigalingging, F. (2020). Pengaruh Strategi Pembelajaran Aktif Tipe Giving
Question and Getting Answer terhadap Hasil Belajar Bahasa Indonesia Siswa Sekolah Dasar.
Diglosia: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya, 3(3), 253262.
Akmal, D. K., Darmawan, D., & Wardani, A. (2015). Manajemen Pendidikan. Intipresindo Pustaka,
Bandung.
Anwar, C., Munir, M. S., Muharram, M. S., & Rozaq, M. M. N. (2025). Implementasi Pembelajaran
Berdiferensiasi di Sekolah Dasar. Jurnal Ilmu Pendidikan Dasar Indonesia, 4(4), 213229.
Apriliani, M., Putri, S. A., & Unzzila, U. (2024). Peningkatan Partisipasi Aktif Siswa dalam Pembelajaran
Pendidikan Kewarganegaraan Melalui Model Pembelajaran Kolaboratif di Sekolah Dasar. Jurnal
Pendidikan Guru Sekolah Dasar, 1(3), 19.
Arieska, M. A. (2023). Efektivitas Strategi Active Learning terhadap Keterlibatan dan Hasil Belajar
Siswa Sekolah Dasar. Jurnal Pendidikan Dasar Nusantara, 5(2), 4556.
Astina, D., Munirah, M., & Bakari, A. (2025). Penerapan Model Pembelajaran Active Learning pada
Mata Pelajaran IPAS Materi Memenuhi Kebutuhan Hidupku untuk Meningkatkan Aktivitas Belajar
Siswa. Dirasatul Ibtidaiyah, 5(1), 1222.
Aulia, H. S., Dewi, D. A., & Mulyana, A. (2023). Pengaruh Penggunaan Tipe Card Sort pada
Pembelajaran PPKN terhadap Hasil Belajar Peserta Didik Kelas IV SD Negeri 3 Sukamulya.
Concept: Journal of Social Humanities and Education, 2(3), 115137.
Aziziyah, F., Akbar, S., Persada, Y. I., & Permata, S. D. (2025). Pengaruh Penerapan Variasi Metode
Pembelajaran terhadap Motivasi Belajar Peserta Didik Sekolah Dasar. Jurnal Citra Pendidikan
Anak, 4(2), 1-15.
Bandura, A. (1977). Social Learning Theory. Prentice-Hall, Englewood Cliffs, NJ.
Bayhaqi, H. N., Rafsanjani, M. Z., & Darmawan, D. (2025). Pengaruh Kedisiplinan Belajar dan
Kompetensi Guru terhadap Prestasi Belajar Siswa. Fondatia, 9(2), 393-408.
Chada, N. S. (2023). Structured Evaluation in Mentoring Programs for Student Career Development in
Higher Education. Bulletin of Science, Technology and Society, 2(3), 6471.
Febriyanti, V., Sunarsih, D., & Muamar, M. (2024). Pengaruh Media Animasi terhadap Hasil Belajar
Ranah Kognitif dan Afektif Peserta Didik di Sekolah Dasar. Jurnal Basicedu, 8(4), 27772787.
Gani, A. (2025). Character Education and Children's Socio-Emotional Development in the Social
Interaction Environment. Studi Ilmu Sosial Indonesia, 5(1), 103-116.
Gautama, E. C., & Mardikaningsih, R. (2022). Driving Sustainable Behavior Change Through Education
and Public Awareness. Journal of Social Science Studies, 2(1), 259-264.
Gunawan, A., Mardikaningsih, R., & Yuliana, R. (2016). Evaluasi Pembelajaran. Revka Prima Media,
Surabaya.
Hariani, M., Darmawan, D., Mardikaningsih, R., Fajarudin, M., Rahayu, A., Karwati, K., ... & Parji, P.
(2024). Upaya Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa melalui Pendekatan Kolaboratif dalam
Pendidikan Modern. Jurnal Pendidikan, Penelitian, dan Pengabdian Masyarakat, 4(2), 35-48.
Issalillah, F., & Khayru, R. K. (2021). Stress and Reference Group Contribution to Achievement
Motivation of Student. Studi Ilmu Sosial Indonesia, 1(1), 1328.
Khaerunnisa, K., Nurlina, N., & Hambali, H. (2024). Penerapan Model Pembelajaran Active Learning
Tipe Card Sort terhadap Hasil Belajar IPA Siswa Kelas V SD Negeri Lonrong Kecamatan Bajeng
Kabupaten Gowa. Jurnal Arjuna: Publikasi Ilmu Pendidikan, Bahasa Dan Matematika, 2(2), 356
368.
Journal of Contemporary Issues in Primary Education (JCIPE)
Vol. 4, No. 1, Juni 2026, page: 113-123
E-ISSN: 3026-4014
- 122 -
Kurniawan, Y., & Darmawan, D. (2024). Pendekatan Multidimensional dalam Penerapan Teori
Behaviorisme, Kognitivisme, Konstruktivisme, dan Humanisme di Pendidikan Modern. Jurnal
Pendidikan, Penelitian, dan Pengabdian Masyarakat, 4(1), 65-74.
Kusuma, R. A., Yanto, E. N. A., & Suyanti, A. (2024). Pengaruh Model Pembelajaran Active Learning
Berbantuan Media Mind Mapping terhadap Hasil Belajar IPAS Siswa Kelas 5 Sekolah Dasar.
Prosiding Konferensi Ilmiah Dasar, 5, 13951403.
Lembong, D., Hutomo, S., & Darmawan, D. (2015). Komunikasi Pendidikan. IntiPresindo Pustaka,
Bandung.
Liwak, S., Darmawan, D., & El-Yunusi, M. Y. M. (2023). Adaptation Readiness and Resilience Building
of Novice Teachers in Navigating the World of Education Professional Work. Journal of Social
Science Studies, 3(1), 213-222.
Mardikaningsih, R. (2014). Metode Pembelajaran dan Variasi Penerapannya. Jurnal Ilmiah Manajemen
Pendidikan Indonesia, 1(1), 43-54.
Nelyza, F., Ruslaini, R., & Novika, T. (2022). Penerapan Active Learning pada Pembelajaran IPA untuk
Meningkatkan Kemandirian Belajar Peserta Didik. Jurnal Tunas Bangsa, 9 (2), 64-77.
Nisa, M. A., & Tirtoni, F. (2023). Pengaruh Pembelajaran Active Learning Poster Comment terhadap
Hasil Belajar Siswa pada Kurikulum Merdeka. Journal Visipena, 13(2), 85102.
Novianti, R. (2024). Pengaruh Metode Student Active Learning terhadap Hasil Belajar PPKN Siswa
Kelas V SD Negeri 101751 Klambir Lima. Terpadu: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 2(2), 324
330.
Nurhidayah, S., & Rahman, A. (2024). Active Learning sebagai Upaya Peningkatan Hasil Belajar dan
Motivasi Siswa SD. Jurnal Ilmu Pendidikan, 9(1), 4554.
Nurmansyah, G. R. (2018). Penerapan Model Active Learning untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPA
Siswa Kelas IV SDN Lempuyangan 1 Danurejan Yogyakarta Tahun Ajaran 2017/2018. Skripsi,
Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri
Yogyakarta.
Piaget, J. (1952). The Origins of Intelligence in Children. International Universities Press, New York.
Prasetyo, A., Hidayat, R., & Ningsih, F. (2025). Pembelajaran Aktif Berbasis Kolaboratif dalam
Perspektif Teori Konstruktivisme. Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar, 10(1), 1222.
Purwanti, S., Palambeta, T., Darmawan, D., & Arifin, S. (2014). Hubungan Metode Pembelajaran dan
Motivasi Belajar Siswa. Jurnal Ilmu Pendidikan, 8(1), 37-46.
Putri, A., Syam, H., & Sirajuddin, S. (2025). Pengaruh Model Active Learning Tipe Card Sort terhadap
Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas IV SDN 160 Barru. Didaktik: Jurnal Ilmiah PGSD FKIP
Universitas Mandiri, 11(2), 418429.
Rafiuddin, R., & Darmawan, D. (2023). The Dynamics of Student Social Interaction with Teachers and
Peers: Its Influence on Academic Achievement at MA Miftahut Thullab Sampang. Kabillah, 8(2),
161-170.
Rahmawati, D., & Darmawan, D. (2024). The Relationship Between Assignment Methods and Social
Interaction with the Level of Student Learning Activeness at Madrasah Ibtidaiyah Darul Ulum
Tandes. International Journal of Islamic Thought and Humanities, 3(1), 4958.
Ramadhan, M., & Sulastri, E. (2021). Implikasi Manajerial Strategi Active Learning terhadap Mutu
Pembelajaran di Sekolah Dasar. Jurnal Manajemen Pendidikan, 6(2), 101110.
Resmi, N. W. (2023). Peningkatan Hasil Belajar Matematika melalui Penerapan Pembelajaran Aktif Tipe
Quiz Team pada Siswa Kelas IV SD. Journal of Education Action Research, 7(1), 3944.
Journal of Contemporary Issues in Primary Education (JCIPE)
Vol. 4, No. 1, Juni 2026, page: 113-123
E-ISSN: 3026-4014
- 123 -
Rofiuddin, A. N., & Darmawan, D. (2024). Pengaruh Disiplin Belajar terhadap Hasil Belajar pada Mata
Pelajaran Pendidikan Agama Islam Siswa Sekolah Menengah Atas Setingkat. Journal of Early
Childhood and Islamic Education, 3(1), 110-127.
Rojak, J. A., & Khayru, R. K. (2022). Disparities in Access to Education in Developing Countries:
Determinants, Impacts, and Solution Strategies. Journal of Social Science Studies, 2(1), 31-38.
Sajjapong, T., Darmawan, D., & Marsal, A. P. (2022). The Role of Social Stereotypes in Shaping
Opportunities and Inequalities in Society: Their Impact on Education, Employment, and Intergroup
Interactions. Bulletin of Science, Technology and Society, 1(1), 4449.
Sari, N., & Putra, R. (2021). Pengaruh Strategi Active Learning terhadap Hasil Belajar Siswa Sekolah
Dasar. Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran, 8(3), 233241.
Sari, S. N., Samitra, D., & Valen, A. (2025). Pengaruh Model Active Learning Tipe Card Sort terhadap
Hasil Belajar IPAS di Sekolah Dasar. Pendas: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 10(3), 230245.
Shodiq, M. F., & Darmawan, D. (2025). Pengaruh Lingkungan Sekolah terhadap Hasil Belajar Siswa
Sekolah Menengah Pertama. Ihsanika: Jurnal Pendidikan Agama Islam, 3(1), 292-307.
Sunarsih, E., Huliselan, E. K., & Talakua, M. (2024). Analisis Hasil Belajar Siswa pada Materi Listrik
Statis dan Dinamis di Kelas IV SD Negeri 4 Waelata: Ranah Kognitif, Afektif, dan Psikomotor.
Pedagogika: Jurnal Pedagogik dan Dinamika Pendidikan, 12(1), 5265.
Tafsira, N. A., Tambunan, H. P., Angin, L. M. P., Usman, K., & Aulia, S. M. (2025). Pengaruh Strategi
Active Learning Tipe Everyone is a Teacher Her (ETH) terhadap Hasil Belajar IPAS Siswa Kelas
V di SD Negeri 106163 Bandar Klippa. Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS), 5(4), 4180-
4190.
Tias, I. W. U., Putri, B. D., & Pratiwi, D. (2020). Pengaruh Strategi Pembelajaran Aktif Tipe Index Card
Match terhadap Hasil Belajar Peserta Didik di Sekolah Dasar. Jurnal Basicedu, 4(4), 13151325.
Wahyuni, T., Fadli, M., & Anwar, S. (2023). Efektivitas Strategi Active Learning terhadap Peningkatan
Hasil Belajar Siswa SD. Jurnal Riset Pendidikan Dasar, 4(1), 1928.
Waruwu, P. I. M., & Helsa, Y. (2025). Implementasi Pembelajaran Aktif untuk Meningkatkan
Keterlibatan Siswa di Sekolah Dasar. Jurnal Arjuna: Publikasi Ilmu Pendidikan, Bahasa dan
Matematika, 3(3), 255267.
Yuliana, D., & Hidayat, R. (2020). Pengaruh Pembelajaran Aktif terhadap Peningkatan Hasil Belajar
Siswa Sekolah Dasar. Jurnal Ilmu Pendidikan Dasar, 7(1), 6776.
Yuliani, R., Hartono, & Maulana, I. (2023). Manajemen Pembelajaran Aktif dalam Meningkatkan
Kualitas Hasil Belajar Siswa SD. Jurnal Administrasi Pendidikan, 11(1), 5564.
Yulianto, A., & Darmawan, D. (2024). Effective Implementation to Teaching Skills and Religious
Activities to Enhance the Quality of Learning in Islamic Religious Education at MTsN 2
Surabaya. Educan: Jurnal Pendidikan Islam, 8(1), 68-85.