urnal of Contemporary Issues in Primary Education (JCIPE)
Vol. 4, No. 1, Juni 2024, page: 142-153
E-ISSN: 3026-4014
- 142 -
Tinjauan Pustaka
Naskah dikirim: 22/03/2026 Selesai revisi: 14/04/2026 Disetujui: 16/05/2026 Diterbitkan:01/06/2026
Pengaruh Disiplin Belajar Terhadap Prestasi Belajar Siswa Tingkat SMP
Hilya Andini
1
, Didit Darmawan
2
1,2
Universitas Sunan Giri Surabaya
Jl. Brigjen Katamso II, Bandilan, Kedungrejo, Kecamatan Waru, Kabupaten Sidoarjo,
Jawa Timur 61256, Indonesia
e-mail: hilyaandiny@gmail.com, dr.diditdarmawan@gmail.com
Abstrak: Persoalan mengenai capaian akademik pada tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) masih
menjadi kendala nyata dalam efektivitas instruksional di kelas. Munculnya hambatan tersebut sering kali
berakar dari lemahnya aspek kedisiplinan, seperti ketidakteraturan jadwal belajar mandiri, keterlambatan
pengumpulan tugas, hingga pengabaian regulasi sekolah. Situasi ini memicu penurunan konsentrasi serta
rasa tanggung jawab, sehingga perolehan nilai siswa sulit menyentuh angka maksimal. Kajian ini
bermaksud membedah keterkaitan antara perilaku disiplin dengan hasil belajar siswa SMP. Penulis
menerapkan metode kualitatif melalui teknik studi kepustakaan, yakni dengan melakukan kurasi dan
telaah mendalam terhadap berbagai naskah ilmiah serta sumber literatur tepercaya. Proses pengolahan
data dikerjakan secara deskriptif guna memotret posisi disiplin sebagai variabel independen dan prestasi
sebagai variabel dependen. Temuan dalam literatur menunjukkan bahwa keberadaan disiplin memberikan
dampak positif yang nyata bagi kemajuan akademik siswa pada beragam rumpun ilmu. Siswa yang
memiliki keteraturan tinggi terbukti piawai dalam mengorganisasi waktu serta memiliki keteguhan dalam
menuntaskan beban studi, yang pada akhirnya mendongkrak performa mereka. Dengan demikian,
penguatan kedisiplinan menjadi fondasi krusial bagi tenaga pendidik maupun institusi sekolah guna
menciptakan atmosfer pendidikan yang lebih berbobot.
Kata kunci: Disiplin Belajar, Prestasi Belajar, Evaluasi Pembelajaran, Pendidikan, Siswa SMP.
The Influence of Study Discipline on the Academic Achievement of Junior High School Students
Abstract: The issue of low academic achievement among Junior High School students persists as a
significant barrier to successful instructional processes. This obstacle often stems from deficient learning
discipline, evidenced by inconsistent study habits, failure to submit assignments on time, and a lack of
adherence to classroom regulations. Such conditions lead to diminished focus, consistency, and
accountability, ultimately preventing students from reaching optimal academic results. This study aims to
examine the correlation between learning discipline and the academic performance of Junior High
School students. A qualitative method was employed through a literature review approach, involving the
curation and in-depth analysis of scientific articles, journals, and credible academic sources. The data
underwent descriptive analysis to explore the relationship between learning discipline as the independent
variable and academic achievement as the dependent variable. The findings indicate that learning
discipline exerts a positive and substantial influence on student performance across various subjects.
Students possessing high levels of discipline demonstrate an aptitude for effective time management and
consistency in completing academic tasks, which leads to improved grades. Consequently, learning
discipline serves as a fundamental factor for educators and institutions to prioritize in the pursuit of more
effective and meaningful learning environments.
Keywords: Study Discipline, Study Discipline, Learning Assessment, Education, Junior High School
Students.
Hak Cipta©2026 Hilya Andin, Didit Darmawan
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 CC BY-SA International License.
urnal of Contemporary Issues in Primary Education (JCIPE)
Vol. 4, No. 1, Juni 2024, page: 142-153
E-ISSN: 3026-4014
- 143 -
1. Pendahuluan
Dinamika instruksi edukasi masa kini menuntut adaptasi terhadap rintangan yang kian beragam,
mulai dari pergeseran mekanisme instruksional hingga misi internalisasi karakter moral. Pada level
Sekolah Menengah Pertama, fokus utama bukan hanya penyerapan informasi secara mentah, melainkan
penyemaian perilaku belajar yang mendukung raihan prestasi intelektual. Selain itu, sekolah merupakan
sarana krusial bagi anak-anak di wilayah urban untuk memperbaiki status sosial mereka melalui mobilitas
vertikal (Hartono & Sulistyo, 2022). Menurut Manurung et al. (2022), mengamati fenomena di mana
capaian nilai tetap menunjukkan kesenjangan meski para pelajar berada dalam ruang kelas yang identik;
hal ini memberi sinyal bahwa aspek personal dari sisi internal memiliki andil besar dalam menentukan
kualitas hasil. Upaya memetakan variabel-variabel personal tersebut menjadi landasan paling mendasar
guna mendongkrak mutu pendidikan (Mardikaningsih, 2014a). Apabila angka perolehan nilai masih
berada di bawah standar, itu menandakan bahwa transfer ilmu belum beroperasi secara maksimal (Talelu
et al., 2022). Masalah ini diperumit oleh adanya ketimpangan fasilitas pendidikan pada negara-negara
yang tengah berkembang, yang sering kali menghambat penyamaan kualitas nilai (Rojak & Khayru,
2022). Mengingat elemen internal siswa merupakan poros keberhasilan, maka tingkat prestasi sering kali
diposisikan sebagai cerminan utama keberhasilan sebuah kurikulum (Silitonga et al., 2024). Di sisi lain,
ruang lingkup relasi sosial memegang peranan kuat dalam mematangkan emosionalitas peserta didik
(Gani, 2025). Secara komprehensif, prestasi bukan sekadar angka, melainkan representasi tuntasnya
sebuah fase pembelajaran. Terakhir, sistem pengajaran memikul tanggung jawab besar dalam memicu
lahirnya kepekaan terhadap isu global semenjak usia belia (Hariani & Mardikaningsih, 2022).
Prestasi belajar merupakan representasi nyata dari akumulasi pengetahuan yang diperoleh peserta
didik pasca menuntaskan rangkaian aktivitas instruksional. Hal ini berfungsi sebagai tolok ukur untuk
memvalidasi sejauh mana target kurikulum yang telah dicanangkan berhasil terealisasi. Sejalan dengan
pandangan Silitonga et al. (2024), derajat pencapaian ini mencerminkan kedalaman daya serap siswa
terhadap materi, yang kemudian terejawantahkan secara konkret melalui angka atau nilai rapor.
Terkadang, dorongan untuk unggul dalam ranah akademik ini bersinggungan langsung dengan tekanan
psikologis maupun pola interaksi dengan lingkaran pertemanan (Issalillah & Khayru, 2021). Selanjutnya,
Manurung et al. (2022) memosisikan prestasi belajar sebagai barometer efektivitas edukasi yang terlihat
dari transformasi kapasitas individu, baik pada aspek kognisi, perilaku, maupun kemahiran teknis.
Keberhasilan dalam lingkup akademis pun memiliki kaitan erat dengan pengasahan kompetensi sosial
guna menyiapkan diri menghadapi ekosistem kerja berbasis digital di masa mendatang (Mendonca et al.,
2021). Sejalan dengan itu, Sibuea dan Butar (2023) menggarisbawahi bahwa prestasi bukan sekadar
angka di titik akhir, melainkan mencakup intensitas partisipasi aktif siswa sepanjang proses pembelajaran
berlangsung. Kolaborasi antardisiplin ilmu turut memegang peranan krusial dalam memperkuat
kematangan sosial seorang anak (Hariani et al., 2021). Oleh karena itu, penilaian terhadap capaian belajar
patut ditinjau melalui tiga dimensi utama: ranah kognitif yang mengukur penguasaan konsep, ranah
afektif yang memotret kecenderungan minat serta dorongan internal, dan ranah psikomotorik yang
menguji ketangkasan siswa dalam mengaplikasikan teori ke dalam praktik nyata. Pada akhirnya, konsep
pendidikan yang inklusif membawa harapan bagi pembangunan ulang tatanan masyarakat melalui
keterlibatan yang dinamis (Warin, 2022).
Disiplin belajar dimaknai sebagai manifestasi perilaku peserta didik yang menjunjung tinggi nilai
ketaatan serta keteraturan dalam mengarungi aktivitas instruksional. Sikap patuh terhadap ketentuan dan
tanggung jawab ini berperan sebagai pilar penyokong guna mencapai raihan edukasi yang optimal.
Kedisiplinan tersebut teridentifikasi sebagai variabel krusial yang menentukan kualitas capaian akademik
pada jenjang menengah (Wijayanti & Darmawan, 2024). Menurut Talelu et al. 2022), eksistensi disiplin
ini tampak dari konsistensi siswa dalam mematuhi norma kelas, ketepatan durasi kehadiran, hingga
kesungguhan dalam menuntaskan setiap beban akademik. Lembaga pendidikan pun memegang tanggung
jawab besar dalam menyelaraskan metode pengajaran demi memupuk karakter tertib dalam diri siswa
(Rozikin et al., 2023). Selanjutnya, Hana et al. (2025) memaparkan bahwa disiplin belajar berfungsi
sebagai instrumen pengatur pola keseharian siswa agar dinamika pembelajaran berlangsung lebih
sistematis. Kondisi yang terarah tersebut membawa pengaruh baik terhadap eskalasi kualitas hasil belajar.
Praktik disiplin yang dilakukan secara ajek terbukti memiliki hubungan searah dengan perolehan nilai
pada subjek pelajaran tertentu (Rofiuddin & Darmawan, 2024). Sejalan dengan itu, Audya et al. (2025)
menekankan bahwa individu dengan derajat kedisiplinan tinggi cenderung memiliki kemahiran dalam
urnal of Contemporary Issues in Primary Education (JCIPE)
Vol. 4, No. 1, Juni 2024, page: 142-153
E-ISSN: 3026-4014
- 144 -
mengelola waktu secara terencana. Mereka juga menunjukkan komitmen penuh sepanjang proses edukasi,
yang pada akhirnya membuahkan prestasi gemilang. Integrasi antara keteguhan sikap dan dorongan
internal menjadi kunci pembuka kesuksesan dari level pendidikan dasar hingga menengah (Darmawan et
al., 2026). Berdasarkan argumen tersebut, penilaian terhadap aspek ini dilakukan melalui parameter
kepatuhan terhadap regulasi sekolah, presensi yang tepat waktu, ketekunan mengerjakan tugas, serta
keberlanjutan pola belajar baik di dalam maupun di luar lingkungan formal. Langkah sistematis ini
sekaligus menjadi ikhtiar dalam memicu transformasi perilaku jangka panjang melalui penguatan
kesadaran kolektif di ruang publik (Gautama & Mardikaningsih, 2022).
Capaian akademik memegang peranan sentral sebagai barometer untuk mengukur efektivitas
keterlibatan siswa dalam dinamika pembelajaran. Parameter ini merefleksikan kedalaman pemahaman,
penguasaan materi, hingga ketangkasan subjek didik dalam mengimplementasikan substansi pengajaran
pada kurun waktu tertentu, yang terejawantahkan melalui perolehan nilai maupun peringkat formal.
Tambun et al. (2023) memaknai prestasi belajar sebagai akumulasi perolehan yang lahir dari serangkaian
aktivitas instruksional, di mana hasil tersebut dipengaruhi oleh sinergi antara faktor internal personal dan
stimulasi lingkungan eksternal, termasuk di dalamnya aspek keteguhan disiplin. Dalam proses ini, sosok
pendidik menempati posisi krusial sebagai pemandu arah pencapaian intelektual para siswa (Yanti &
Darmawan, 2025). Optimalisasi hasil edukasi teramati melalui eskalasi kapasitas pengetahuan,
transformasi perilaku, serta kematangan keterampilan pasca menuntaskan agenda belajar. Torehan
prestasi yang impresif menandakan keberhasilan individu dalam menyerap materi, mempraktikkan
konsep, serta menunjukkan disposisi mental yang positif selama kegiatan berlangsung. Perpaduan antara
atensi orang tua dan pola studi yang ajek menjadi fondasi utama bagi kemunculan hasil tersebut (Umroh
et al., 2024). Selanjutnya, Pasaribu (2023) menegaskan bahwa prestasi merupakan representasi dari
evaluasi yang terlaksana secara sistematis dan kontinu. Ukurannya tidak hanya terpaku pada angka di
pengujung semester, melainkan pada derajat ketuntasan serta progres kemampuan akademik secara
holistik. Dukungan melalui sistem evaluasi yang terorganisir dalam program bimbingan terbukti
memberikan bantuan nyata bagi proyeksi karier siswa (Chada, 2023). Prestasi belajar mencerminkan
ketercapaian tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan, baik dari pemahaman materi, kemampuan
menyelesaikan tugas, maupun hasil evaluasi yang diperoleh siswa. Keberhasilan belajar mencerminkan
tuntasnya target instruksional yang telah dipancangkan, baik dari sisi penguasaan teori maupun kemahiran
menyelesaikan penugasan.
Selaras dengan itu, Nasution (2024) menguraikan bahwa hasil akhir dari rangkaian studi mencakup
dimensi kognisi, afeksi, dan psikomotorik secara terpadu. Selain aspek intelektual, unsur religiusitas pun
turut memberikan kontribusi pada ketenangan psikis siswa saat menghadapi tekanan beban studi
(Darmawan & Zahid, 2025). ingginya perolehan akademik mengindikasikan bahwa proses transfer ilmu
berlangsung secara optimal dan target-target edukasi terealisasi sesuai rencana awal. Walaupun tantangan
berupa stigma sosial terkadang memicu kesenjangan, lembaga pendidikan memikul mandat untuk tetap
menjadi ruang yang inklusif bagi semua (Sajjapong et al., 2022). Sebagai konklusi, prestasi belajar
diartikan sebagai buah dari perjalanan edukasi yang ditandai dengan pergeseran kualitas kognitif, sikap,
serta keterampilan teknis. Murtadlo et al. (2025) menyebutkan bahwa parameter pencapaian ini meliputi
raihan angka, tingkat penguasaan kompetensi, serta kecakapan dalam menerapkan teori pada situasi
nyata. Upaya memaksimalkan hasil tersebut menuntut penggunaan variasi metode pengajaran yang
relevan (Mardikaningsih, 2014b). Terpenuhinya standar prestasi yang ideal menggambarkan suksesnya
pencapaian tujuan instruksional, sehingga topik ini senantiasa menjadi ranah penelitian yang esensial
guna mengevaluasi mutu pelaksanaan pendidikan. Tujuan penelitian ini mengkaji serta menelaah
pengaruh disiplin belajar terhadap prestasi belajar siswa tingkat Sekolah Menengah Pertama. Penelitian
ini diharapkan bisa menyajikan kajian teoretis dalam bidang pendidikan, terutama berhubungan antara
disiplin belajar dan prestasi belajar siswa. Hasil penelitian ini juga diharapkan dapat dijadikan dasar
pertimbangan mengenai merancang, mengembangkan proses pembelajaran lebih efektif, bermakna
sehingga mampu mendorong peningkatan prestasi belajar peserta didik secara optimal.
2. Metode Penelitian
Penulis menjalankan kajian ini melalui metode kualitatif yang mengedepankan pendekatan studi
literatur guna membedah pengaruh kedisiplinan terhadap capaian akademik siswa SMP. Landasan
penelitian berpijak pada penelaahan teori, referensi akademik, serta pelbagai karya ilmiah yang berkaitan
urnal of Contemporary Issues in Primary Education (JCIPE)
Vol. 4, No. 1, Juni 2024, page: 142-153
E-ISSN: 3026-4014
- 145 -
erat dengan konsep keteraturan belajar serta faktor-faktor pendukung prestasi siswa. Data yang bersifat
deskriptif ini dikumpulkan dari bermacam artikel, jurnal penelitian, serta situs web tepercaya yang telah
melalui tahap seleksi berdasarkan relevansi topik, mutu akademik, serta tingkat kredibilitasnya terhadap
kerangka teori yang ada. Fokus penelitian terletak pada dua elemen utama, yakni disiplin belajar sebagai
variabel bebas serta prestasi akademik sebagai variabel terikat. Seluruh informasi yang terkumpul diolah
menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif untuk memotret kaitan antara kedua variabel tersebut
secara mendalam. Pemanfaatan strategi ini bertujuan menghasilkan pemahaman yang menyeluruh
mengenai signifikansi kedisiplinan dalam mendorong kemajuan belajar siswa. Selain itu, hasil paparan ini
diharapkan menjadi bahan pertimbangan bagi upaya peningkatan kualitas instruksional pada tingkat
Sekolah Menengah Pertama.
3. Hasil dan Pembahasan
Diskusi mengenai keterkaitan antara kedisiplinan serta capaian akademik pada level Sekolah
Menengah Pertama (SMP) menduduki posisi krusial dalam ranah edukasi. Disiplin belajar dipandang
sebagai elemen internal yang memegang kendali besar terhadap efektivitas studi, sebab aspek ini
merepresentasikan kepatuhan pada regulasi, keteraturan dalam ritme harian, hingga komitmen dalam
menuntaskan tanggung jawab akademik. Murid yang memiliki derajat kedisiplinan tinggi cenderung
piawai dalam mengatur durasi belajar secara efektif, menyerap materi dengan konsentrasi penuh, serta
menjaga keteguhan dalam membereskan kewajiban studi, yang pada gilirannya memberikan dampak
menguntungkan bagi perolehan nilai mereka (Audya et al., 2025).
Variabel Disiplin Belajar
1. Meilani Manurung, Susy Alestriani Sibariang, dan Benjamin Albert Simamora (2022)
Kajian ini berfokus pada upaya membedah dampak kedisiplinan belajar terhadap pencapaian
akademik siswa dalam mata pelajaran IPS di kelas IX SMP Negeri 7 Pematang Siantar. Peneliti
menerapkan pendekatan kuantitatif melalui metode ex post facto, di mana perolehan data
bersumber dari observasi awal, pengisian angket, serta penelusuran rekam jejak nilai pada rapor
siswa. Seluruh penghuni kelas IX yang berjumlah 286 siswa diposisikan sebagai populasi,
sementara 167 individu terpilih menjadi sampel melalui teknik penarikan sampel secara acak yang
terukur. Temuan dalam studi ini memotret bahwa karakter disiplin memberikan kontribusi positif
serta bermakna bagi perolehan prestasi belajar. Siswa yang menunjukkan kepatuhan terhadap
regulasi sekolah, menuntaskan kewajiban akademik sesuai tenggat, memelihara keteraturan diri,
serta piawai dalam mengorganisasi jadwal belajar secara efektif, terbukti memiliki kecenderungan
untuk meraih hasil studi yang jauh lebih unggul.
2. Siti A'isatul Hana, Arief Ardiansyah, dan Muhammad Sulistiono (2025)
Eksplorasi ini bermaksud membedah keterkaitan antara aspek kedisiplinan dalam belajar dengan
pencapaian akademik pada mata pelajaran Fiqih bagi siswa kelas VII di SMP Islam Al-Ma’arif 01
Singosari Malang. Peneliti mengadopsi jalur kuantitatif dengan menerapkan teknik total sampling
yang melibatkan seluruh populasi sebanyak 78 siswa. Instrumen penjaringan data berupa angket
kedisiplinan serta serangkaian tes prestasi Fiqih yang telah dinyatakan lulus uji validitas maupun
reliabilitas. Seluruh informasi yang terkumpul kemudian dibedah menggunakan analisis deskriptif
dan inferensial, mencakup korelasi Pearson serta regresi linier sederhana, setelah sebelumnya
melewati tahapan uji prasyarat seperti normalitas, linearitas, dan homogenitas. Cakupan populasi
mencakup tiga rombongan belajar, yakni kelas VII-A, VII-B, dan VII-C, dengan jumlah total 78
individu atau rata-rata 26 siswa per kelas. Lantaran kuantitas populasi berada di bawah angka 100,
maka seluruh anggota populasi ditetapkan sebagai sampel penelitian. Hasil paparan menunjukkan
bahwa kedisiplinan belajar menyumbangkan dampak positif yang nyata terhadap hasil studi Fiqih.
Siswa dengan derajat disiplin yang menonjol seperti hadir sesuai jadwal, terlibat aktif dalam
dinamika kelas secara konsisten, patuh pada regulasi institusi, serta tuntas dalam memikul
tanggung jawab tugas memiliki kecenderungan kuat untuk meraih nilai Fiqih yang lebih kompetitif.
3. Ahmad Aghis Murtadlo, Indhra Musthofa, dan Dian Mohammad Hakim (2025)
Karya ilmiah ini memiliki fokus untuk menelaah sejauh mana pengaruh perilaku disiplin dalam
belajar terhadap perolehan prestasi mata pelajaran PAI bagi siswa di SMP Islam Al-Maarif 01
Singosari Malang. Peneliti menjatuhkan pilihan pada jalur kuantitatif dengan desain deskriptif, di
mana pengolahan datanya bertumpu pada teknik regresi linier sederhana. Instrumen utama dalam
urnal of Contemporary Issues in Primary Education (JCIPE)
Vol. 4, No. 1, Juni 2024, page: 142-153
E-ISSN: 3026-4014
- 146 -
penjaringan data berupa kuesioner kedisiplinan yang telah melewati fase pengujian validitas serta
reliabilitas melalui bantuan perangkat lunak SPSS. Populasi dalam penelitian ini melingkupi
seluruh peserta didik yang menempuh pelajaran PAI dengan jumlah total 475 orang. Dari jumlah
tersebut, peneliti menetapkan 82 individu sebagai sampel melalui penerapan metode simple random
sampling. Temuan dalam kajian ini menegaskan bahwa karakter disiplin belajar memberikan
kontribusi yang nyata dan bermakna terhadap capaian akademik peserta didik. Kepatuhan siswa
dalam mengikuti ritme pembelajaran menjadi kunci bagi hadirnya peningkatan kualitas hasil
belajar yang mereka terima.
4. Rhezky Audya, La Taena, dan Muliha Halim (2025)
Kajian ini hadir untuk membedah bagaimana keteraturan belajar memberikan dampak pada
pencapaian akademik dalam rumpun Ilmu Pengetahuan Sosial bagi siswa kelas VII di SMP Negeri
8 Kendari. Peneliti mengaplikasikan koridor kuantitatif dengan model survei kausal, sementara
pendalaman mengenai relasi sebab-akibat antarvariabel dikerjakan melalui teknik analisis jalur.
Seluruh siswa kelas VIII yang berjumlah 115 orang ditetapkan sebagai populasi dalam penelitian
ini. Dari angka tersebut, sebanyak 90 siswa terpilih sebagai sampel melalui penghitungan rumus
Slovin dan metode simple random sampling. Proses penghimpunan data mengandalkan instrumen
kuesioner, studi dokumentasi, serta kegiatan wawancara, yang selanjutnya diolah menggunakan
rumus regresi linier berganda. Temuan lapangan mengonfirmasi bahwa sikap disiplin
menyumbangkan pengaruh positif serta nyata terhadap peningkatan prestasi siswa. Individu yang
terbiasa menuntaskan kewajiban sesuai jadwal, patuh pada kesepakatan kelas, menjauhi kebiasaan
menunda pekerjaan, serta teguh dalam mendalami materi, memiliki peluang lebih besar untuk
meraih hasil studi maksimal dibandingkan mereka yang memiliki derajat kedisiplinan rendah.
5. Jan Simon Silitonga, Binsar Tison Gultom, dan Anton Luvi Siahaan (2024)
Kajian ini hadir guna membedah dampak dari motivasi serta kedisiplinan dalam belajar terhadap
capaian akademik siswa kelas IX di SMP Negeri 1 Siantar. Peneliti menerapkan jalur kuantitatif
dengan model analisis data deskriptif kuantitatif untuk memotret fenomena tersebut. Lingkup
subjek penelitian mencakup seluruh peserta didik kelas IX yang berjumlah 82 orang. Dari jumlah
tersebut, peneliti mengambil sampel dari kelas IX-2 dan IX-3 sebanyak 53 individu melalui teknik
simple random sampling berdasarkan penghitungan rumus Slovin. Merujuk pada temuan di
lapangan, sikap disiplin terbukti menyumbangkan pengaruh positif serta nyata terhadap perolehan
nilai siswa pada mata pelajaran Ekonomi. Fakta menunjukkan bahwa siswa yang memiliki derajat
kedisiplinan tinggi cenderung meraih prestasi belajar yang memuaskan. Keteraturan siswa dalam
mengikuti proses pendidikan menjadi faktor krusial yang mendorong munculnya hasil akademik
yang lebih unggul.
6. Michael Putra Tama Tambun, Tumpal Manahara Siahaan, dan Herlina Hotmadinar Sianipar (2023)
Eksplorasi ini bermaksud memetakan seberapa besar kontribusi kedisiplinan dalam belajar terhadap
capaian akademik pada bidang studi IPS bagi siswa kelas VIII di SMP Negeri 6 Pematang Siantar
periode 2023/2024. Peneliti memilih jalur ex post facto dengan balutan pendekatan deskriptif
kuantitatif. Lingkup penelitian ini mencakup populasi sebanyak 171 individu yang tersebar di lima
kelas, di mana 120 siswa di antaranya terpilih sebagai sampel melalui metode simple random
sampling. Proses penggalian data mengandalkan instrumen angket guna memotret pendidikan
karakter serta kedisiplinan, ditambah teknik dokumentasi untuk menghimpun riwayat nilai siswa.
Untuk membedah keterkaitan antar variabel, peneliti menerapkan analisis regresi linear sederhana
dan berganda yang diperkuat dengan uji signifikansi serta korelasi. Temuan akhir menunjukkan
bahwa sikap disiplin memegang peranan nyata dalam memengaruhi hasil belajar IPS. Kekuatan
hubungan antara aspek disiplin dan prestasi berada pada level yang memadai, sehingga hipotesis
alternatif (Ha) mengenai adanya pengaruh krusial dinyatakan layak diterima.
7. Dayana Rosipah Nasution (2024)
Kajian ini dilakukan untuk membedah sejauh mana andil kedisiplinan belajar dalam memengaruhi
capaian akademik pada mata pelajaran PAI bagi siswa di SMP Negeri 2 Sosopan, Kabupaten
Padang Lawas. Peneliti menempuh jalur kuantitatif dengan mengandalkan desain eksperimen
sebagai metode utama. Lingkup subjek dalam penelitian ini melibatkan seluruh siswa yang
berjumlah 112 orang. Dari total tersebut, peneliti menetapkan 53 individu sebagai responden
melalui penghitungan rumus Slovin dengan teknik proportional random sampling. Proses
urnal of Contemporary Issues in Primary Education (JCIPE)
Vol. 4, No. 1, Juni 2024, page: 142-153
E-ISSN: 3026-4014
- 147 -
penjaringan data bersumber dari serangkaian tes guna memotret hasil belajar siswa, serta didukung
oleh studi dokumentasi. Untuk memastikan akurasi, data diolah melalui pengujian validitas dan
reliabilitas instrumen, disusul dengan uji normalitas, homogenitas, serta analisis uji t guna
membuktikan hipotesis yang diajukan. Paparan akhir menunjukkan bahwa kedisiplinan belajar
memberikan dampak yang nyata terhadap prestasi Pendidikan Agama Islam. Hal ini mengonfirmasi
bahwa semakin kokoh tingkat konsistensi siswa dalam belajar, maka semakin tinggi pula perolehan
prestasi yang mereka raih.
8. Darwin Talelu, Oktovianus Mamoh, dan Kondradus Yohanes Klau (2022)
Karya ilmiah ini hadir dengan maksud membedah pengaruh dari aspek kedisiplinan serta partisipasi
aktif siswa terhadap perolehan nilai Matematika pada kelas VIII di SMP Negeri Fatumfaun.
Peneliti menempuh jalur kuantitatif dengan mengandalkan model riset ex post facto. Seluruh
penghuni kelas VIII yang berjumlah 70 orang diposisikan sebagai populasi dalam pengkajian ini.
Melalui perhitungan rumus Slovin dan penerapan teknik random sampling, peneliti menetapkan 60
siswa sebagai sampel utama. Paparan temuan mengonfirmasi bahwa perilaku disiplin dalam belajar
memberikan kontribusi nyata bagi capaian prestasi Matematika. Kaitan antara kedisiplinan dan
hasil studi bersifat searah, yang menandakan bahwa penguatan sikap disiplin memberikan
dorongan langsung terhadap peningkatan nilai Matematika yang diraih oleh peserta didik.
Keteraturan siswa dalam mengikuti ritme pembelajaran menjadi kunci bagi hadirnya kemajuan
akademik yang lebih signifikan.
9. Karlos Immanuel Sibuea dan Injen Pardamean Butar-butar (2023)
Eksplorasi ini bermaksud membedah sejauh mana andil motivasi serta kedisiplinan belajar dalam
memengaruhi capaian akademik pada mata pelajaran IPS bagi siswa kelas VIII di UPTD SMP
Negeri 7 Pematang Siantar periode 2022/2023. Peneliti menjatuhkan pilihan pada metode
kuantitatif dengan corak deskriptif. Lingkup penelitian ini melibatkan populasi sebanyak 223 siswa
yang tersebar di kelas VIII. Melalui penerapan teknik proportionate stratified random sampling,
peneliti menetapkan 146 individu yang berasal dari kelas VIII-1 hingga VIII-7 sebagai sampel riset.
Prosedur pengolahan informasi menempuh tahapan reduksi data, visualisasi data, hingga
perumusan simpulan akhir. Untuk menguji keterkaitan antar variabel, peneliti menggunakan
rangkaian uji asumsi klasik, regresi linear berganda, uji t, uji F, serta koefisien determinasi.
Temuan dalam kajian ini mengonfirmasi bahwa sikap disiplin memberikan dampak yang nyata
terhadap prestasi belajar IPS. Selain itu, perpaduan antara dorongan motivasi dan kedisiplinan
secara serempak terbukti menyumbangkan pengaruh krusial bagi peningkatan hasil studi peserta
didik.
10. Nur Haida Pasaribu (2023)
Kajian ini hadir untuk membedah sejauh mana andil kedisiplinan dalam memengaruhi capaian
akademik pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) bagi siswa di SMP Negeri 1 Desa
Horuon. Peneliti mengadopsi jalur ex post facto dengan payung pendekatan kuantitatif sebagai
basis metodologinya. Seluruh peserta didik dari kelas VIII dan IX yang berjumlah 113 orang
ditetapkan sebagai populasi, di mana 42 individu di antaranya terpilih menjadi sampel melalui
penerapan teknik random sampling. Proses penjaringan data mengandalkan instrumen angket guna
memotret derajat kedisiplinan, serta studi dokumentasi pada nilai rapor PAI. Guna memastikan
akurasi temuan, data diolah melalui serangkaian pengujian, mulai dari validitas dan reliabilitas
instrumen, uji asumsi dasar seperti normalitas dan homogenitas, hingga analisis regresi untuk
membuktikan hipotesis. Hasil paparan menegaskan bahwa sikap disiplin menyumbangkan dampak
nyata terhadap perolehan prestasi PAI. Kondisi ini mengindikasikan bahwa penguatan karakter
disiplin pada siswa berbanding lurus dengan peningkatan kualitas nilai yang diraih. Selain itu,
derajat hubungan antara kedua elemen tersebut tergolong dalam kategori yang kokoh.
Tabel 1. Studi tentang Pengaruh Disiplin Belajar terhadap Prestasi Belajar Siswa Tingkat SMP
Peneliti
Lokasi
Fokus Penelitian
Temuan Utama
Meilani B. P
Manurung, Susy
Alestriani Sibagariang,
Benjamin Albert
SMP Negeri 7
Pematang Siantar
Pengaruh Kedisiplinan
dan Kemandirian Belajar
terhadap Prestasi Belajar
Siswa pada Mata
Terdapat pengaruh
yang signifikan dan
positif antara
kedisiplinan dan
urnal of Contemporary Issues in Primary Education (JCIPE)
Vol. 4, No. 1, Juni 2024, page: 142-153
E-ISSN: 3026-4014
- 148 -
Simamora (2022)
Pelajaran IPS Kelas IX
SMP Negeri 7 Pematang
Siantar Tahun Ajaran
2022/2023
kemandirian belajar
dengan prestasi
belajar siswa pada
mata pelajaran IPS
Siti A’isatul Hana,
Arief Ardiansyah,
Muhammad Sulistiono
(2025)
SMP Islam Al-Ma’arif
01 Singosari Malang
Pengaruh Kedisiplinan
Belajar terhadap Prestasi
Belajar Fiqih pada Siswa
SMP Islam Al-Ma’arif
01 Singosari Malang
Kedisiplinan belajar
memiliki pengaruh
positif dan signifikan
terhadap prestasi
belajar Fiqih siswa
Ahmad Aghis
Murtadlo, Indhra
Musthofa, Dian
Mohammad Hakim
(2025)
SMP Islam Al Maarif
01 Singosari Malang
Pengaruh Kedisiplinan
Belajar terhadap Prestasi
Belajar Pendidikan
Agama Islam Siswa SMP
Islam Al Maarif 01
Singosari Malang
Prestasi belajar siswa
pada mata pelajaran
PAI secara signifikan
dipengaruhi tingkat
kedisiplinan belajar
siswa
Rhezky Audya, La
Taena, Muliha
Halim(2025)
SMP Negeri 8 Kendari
Pengaruh Minat Dan
Disiplin Belajar
Terhadap Prestasi Belajar
Pada Pelajaran Ips Di
SMP Negeri 8 Kendari
Disiplin belajar
berpengaruh positif
yang signifikan
terhadap prestasi
belajar IPS siswa
Jan Simon Silitonga,
Binsar Tison Gultom,
Anton Luvi Siahaan
(2024)
SMP Negeri 1 Siantar
2023/2024
Pengaruh Motivasi
Belajar dan Disiplin
Belajar terhadap Prestasi
Belajar Ekonomi Siswa
Kelas IX di SMP Negeri
1 Siantar 2023/2024
Disiplin belajar
memiliki pengaruh
positif dan signifikan
terhadap prestasi
belajar Ekonomi
siswa
Michael Putra Tama
Tambun, Tumpal
Manahara Siahaan,
Herlina Hotmadinar
Sianipar (2023)
SMP Negeri 6
Pematang Siantar
Pengaruh Pendidikan
Karakter dan Disiplin
Belajar terhadap Prestasi
Belajar IPS Siswa Kelas
VIII SMP Negeri 6
Pematang Siantar Tahun
Ajaran 2023/2024
Terdapat pengaruh
yang signifikan
antara disiplin belajar
terhadap prestasi
belajar Ips siswa
Dayana Rosipah
Nasution (2024)
SMP Negeri 2 Sosopan
Kecamatan Sosopan
Kabupaten Padang
Lawas
Pengaruh Kedisiplinan
Belajar terhadap Prestasi
Belajar Pendidikan
Agama Islam Siswa
Sekolah Menengah
Pertama (SMP) Negeri 2
Sosopan Kecamatan
Sosopan Kabupaten
Padang Lawas
Kedisiplinan belajar
berpengaruh
signifikan terhadap
prestasi belajar
Agama Islam siswa
semakin baik
kedisiplinan belajar
siswa makin
meningkat prestasi
belajar
Darwin Talelu,
Oktovianus Mamoh,
dan Kondradus
Yohanes Klau (2022)
SMP Negeri Fatumfaun
Pengaruh Kedisiplinan
Belajar dan Keaktifan
Belajar Siswa terhadap
Prestasi Belajar
Matematika Siswa Kelas
VIII SMP Negeri
Fatumfaun
Terdapat pengaruh
positif dan signifikan
antara kedisiplinan
dan keaktifan belajar
terhadap prestasi
belajar matematika
siswa
Karlos Immanuel
Sibuea dan Injen
Pardamean Butar-butar
(2023)
SMP Negeri 7
Pematang Siantar
Pengaruh Motivasi dan
Disiplin Belajar terhadap
Prestasi Belajar pada
Mata Pelajaran IPS Kelas
Motivasi dan disiplin
belajar berpengaruh
positif dan signifikan
terhadap prestasi
urnal of Contemporary Issues in Primary Education (JCIPE)
Vol. 4, No. 1, Juni 2024, page: 142-153
E-ISSN: 3026-4014
- 149 -
VIII di UPTD SMP
Negeri 7 Pematang
Siantar
belajar IPS siswa
Nur Haida Pasaribu
(2023)
SMPN 1 Desa Horuon
Kecamatan Sosa
Kabupaten Padang
Lawas
Pengaruh Kedisiplinan
Belajar terhadap Prestasi
Belajar Pendidikan
Agama Islam di SMPN 1
Desa Horuon Kecamatan
Sosa Kabupaten Padang
Lawas
Kedisiplinan belajar
berpengaruh
signifikan terhadap
prestasi belajar
Pendidikan Agama
Islam siswa
Disiplin belajar dan prestasi belajar prestasi belajar pada peserta didik SMP merupakan dua
variabel pendidikan yang memiliki keterkaitan erat. Berdasarkan rangkuman hasil penelitian yang
disajikan dalam tabel, dinyatakan disiplin belajar berkontribusi dengan positif serta signifikan terhadap
capaian prestasi siswa. Sejumlah temuan penelitian tersebut juga memperlihatkan peserta didik dengan
tingkat kedisiplinan belajar lebih baik cenderung mencerminkan hasil belajar lebih tinggi dibandingkan
dengan siswa memiliki disiplin belajar rendah (Manurung et al., 2022; Audya et al., 2025; Hana et al.,
2025; Murtadlo et al., 2025) yang secara berkelanjutan membuktikan adanya pengaruh signifikan
kedisiplinan belajar terhadap prestasi belajar peserta didik pada beragam mata pelajaran di jenjang SMP.
Temuan tersebut juga selaras dengan teori Self-Regulated Learning yang dikemukakan oleh
Zimmerman (2002) yang menjelaskan bahwa keberhasilan belajar sangat dipengaruhi oleh kemampuan
peserta didik dalam mengatur proses belajarnya secara mandiri, seperti menetapkan tujuan belajar,
mengelola waktu, memonitor kemajuan belajar, serta mengevaluasi hasil belajar yang telah dicapai.
Peserta didik yang memiliki tingkat disiplin belajar tinggi cenderung mampu menjalankan proses
pengaturan diri tersebut secara konsisten sehingga berdampak positif terhadap peningkatan prestasi
akademik.
Prestasi belajar merupakan indikator penting keberhasilan proses pembelajaran yang
menggambarkan sejauh mana siswa mampu mencapai tujuan pembelajaran yang telah dirumuskan.
Prestasi belajar merujuk pada capaian diperoleh siswa setelah mengikuti proses belajar, yang ditandai
oleh perkembangan pada aspek pengetahuan, sikap, dan keterampilan, serta umumnya diwujudkan dalam
bentuk nilai atau skor evaluasi (Nasution, 2024). Prestasi belajar dipengaruhi oleh beragam faktor internal
dan eksternal, seperti kemampuan intelektual, motivasi belajar, kondisi lingkungan belajar, serta sikap
dan kebiasaan belajar. Di antara faktor internal tersebut, disiplin belajar menjadi salah satu unsur berperan
penting dalam menentukan keberhasilan belajar. Keteraturan ini turut dipengaruhi oleh peran budaya
literasi yang diterapkan pada lingkungan sekolah (Azizah & Darmawan, 2025). Disiplin belajar dapat
dimaknai sebagai kemampuan peserta didik untuk mengatur diri, mematuhi ketentuan belajar, serta
menjalankan aktivitas akademik secara teratur, tertib, dan berkesinambungan. Menurut Silitonga et al.,
2024, disiplin belajar berkaitan erat dengan pengendalian perilaku belajar yang kuat, sehingga mereka
mampu mengelola waktu belajar secara lebih efektif, terencana, dan terarah. Kemampuan regulasi diri
menjadi pendamping utama kedisiplinan dalam mengoptimalkan capaian akademik (Maharani &
Darmawan, 2024). Sejalan dengan itu, Nasution (2024) menjelaskan bahwa kedisiplinan belajar tercermin
melalui kebiasaan belajar yang teratur, ketaatan terhadap peraturan sekolah, konsistensi mengerjakan
tugas, serta kesungguhan mengikuti kegiatan pembelajaran. Selain itu, pola kepemimpinan pada institusi
pendidikan memiliki andil besar guna membangun budaya disiplin di tengah tantangan teknologi (Al
Laisty et al., 2024). Seluruh sikap tersebut berkontribusi langsung dalam menunjang tercapainya hasil
belajar makin maksimal. Pendidikan karakter bersama minat baca juga menjadi variabel penguat bagi
prestasi siswa (Asrofi et al., 2025). Oleh karena itu, secara teoretis pencapaian prestasi belajar tidak hanya
ditentukan oleh kemampuan intelektual semata, tetapi sangat dipengaruhi oleh tingkat kedisiplinan siswa
dalam menjalani proses pembelajaran secara berkelanjutan.
Penerapan disiplin belajar secara berkesinambungan terbukti menyajikan dukungan yang bermakna
terhadap peningkatan prestasi belajar siswa pada jenjang SMP di berbagai bidang studi. Dampak positif
ini juga ditemukan pada tingkat madrasah melalui penguatan perilaku tertib belajar (Mubarok &
Darmawan, 2025). Disiplin belajar yang tercermin melalui kepatuhan terhadap peraturan sekolah,
kebiasaan belajar yang teratur, ketepatan dalam menyelesaikan tugas, serta tanggung jawab terhadap
kewajiban akademik menunjukkan keterkaitan positif dengan perolehan hasil belajar siswa. Kedisiplinan
urnal of Contemporary Issues in Primary Education (JCIPE)
Vol. 4, No. 1, Juni 2024, page: 142-153
E-ISSN: 3026-4014
- 150 -
tersebut kian kuat apabila mendapat dukungan berupa perhatian orang tua serta motivasi internal yang
tinggi (Darmawan et al., 2026). Sejumlah penelitian kuantitatif yang dirangkum dalam tabel juga
mengungkapkan peserta didik dengan disiplin belajar semakin meningkat cenderung mencapai prestasi
akademik optimal dibandingkan dengan siswa yang memiliki disiplin belajar rendah, baik mata pelajaran
IPS, PAI, Ekonomi, maupun Matematika. (Manurung et al., 2022; Nasution, 2024; Silitonga et al., 2024;
Audya et al., 2025). Efektivitas pembelajaran masa kini dapat pula ditingkatkan melalui pemanfaatan
metode blended learning (Darmawan et al., 2024). Disiplin belajar turut berperan dalam memperkuat
tingkat konsentrasi siswa, meningkatkan keaktifan mengikuti kegiatan pembelajaran, serta menjaga
keteraturan siswa dalam menghadapi prosos evaluasi akademik (Pasaribu, 2023; Hana et al., 2025;
Murtadlo et al., 2025). Profesionalisme tenaga pendidik menjadi faktor eksternal yang bersinergi bersama
disiplin dalam mendongkrak performa akademik (Mubasysyir & Darmawan, 2024). Secara sintesis,
disiplin belajar dapat dipandang sebagai instrumen pengelolaan perilaku akademik yang berperan dalam
membentuk pola belajar yang efektif, menumbuhkan ketekunan siswa, serta mendukung ketercapaian
tujuan pembelajaran. Kebiasaan belajar yang baik dipadukan lingkungan belajar yang kondusif terbukti
meningkatkan presentasi hasil studi (Amrulloh et al., 2024). Maka dari itu, disiplin belajar menyalurkan
kontribusi nyata terhadap tingkatan prestasi belajar siswa jenjang SMP. Kombinasi antara kedisiplinan
bersama kompetensi guru menciptakan hasil belajar yang lebih unggul (Bayhaqi et al., 2025). Terlebih
lagi, regulasi diri yang terarah membantu siswa tetap konsisten dalam rutinitas akademiknya (Hamdiyah
& Darmawan, 2024).
Esensi dari seluruh temuan ini mengarah pada satu poin krusial: kedisiplinan belajar wajib
menempati prioritas utama dalam kerangka peningkatan mutu akademik siswa SMP. Penanaman nilai
disiplin ini mewujud dalam bentuk habituasi belajar yang sistematis, kemahiran mengatur durasi harian,
keteguhan dalam merampungkan kewajiban akademik, serta loyalitas terhadap regulasi pendidikan, baik
dalam lingkup sekolah maupun keluarga. Tenaga pendidik memegang mandat penting guna merancang
suasana instruksional yang tertata, memberikan apresiasi pada perilaku belajar yang konstruktif, serta
memantau dinamika perkembangan siswa secara berkala. Di sisi lain, kehadiran orang tua melalui fungsi
pengawasan serta pembentukan pola belajar di kediaman masing-masing menjadi elemen pendukung
yang tidak terpisahkan. Adanya kolaborasi yang harmonis antara institusi pendidikan, guru, dan wali
murid dalam memupuk kedisiplinan ini menjadi kunci agar prestasi siswa melonjak secara maksimal dan
ajek.
Secara menyeluruh, kedisiplinan belajar merupakan pilar utama yang menyumbangkan andil besar
bagi kemajuan akademik siswa pada level Sekolah Menengah Pertama. Manifestasi disiplin yang terlihat
dari kepatuhan pada kesepakatan sekolah, ketepatan jadwal studi, ketekunan mengerjakan tugas, serta
kesungguhan dalam menyerap materi pelajaran menjadi fondasi kokoh bagi terciptanya proses edukasi
yang berdaya guna. Rangkuman data yang tersaji dalam tabel menunjukkan kecenderungan bahwa siswa
dengan derajat keteraturan tinggi meraih hasil studi yang jauh lebih unggul pada pelbagai mata pelajaran.
Oleh karena itu, pihak sekolah beserta guru perlu mencurahkan perhatian pada penguatan karakter
disiplin melalui metode pembelajaran yang terorganisasi, manajemen kelas yang teguh, serta penilaian
yang berkesinambungan. Selain itu, keterlibatan orang tua dalam menyemai benih disiplin di lingkungan
rumah sangat vital demi menjaga sinkronisasi antara dua dunia pendidikan anak. Dengan demikian,
sinergi yang kuat antara sekolah, pendidik, dan orang tua dalam membimbing kedisiplinan siswa
mendorong lahirnya prestasi belajar yang berbobot serta berkelanjutan.
4. Simpulan dan Saran
Bersumber pada hasil penelahan pustaka, muncul sebuah simpulan bahwa karakter disiplin
memberikan pengaruh positif serta bermakna terhadap capaian akademik siswa di jenjang SMP.
Manifestasi disiplin yang mewujud dalam kepatuhan pada regulasi institusi, loyalitas dalam mengikuti
alur pembelajaran, keteguhan menuntaskan kewajiban sesuai tenggat, serta rasa tanggung jawab yang
kuat, terbukti menjadi pilar pendukung bagi kenaikan hasil studi. Berbagai naskah ilmiah yang dibedah
turut memotret fenomena bahwa individu dengan derajat keteraturan yang tinggi memiliki peluang
meraih prestasi yang jauh lebih unggul daripada siswa dengan tingkat kedisiplinan rendah dalam pelbagai
bidang studi.
Paparan ini sekaligus mengonfirmasi bahwa perolehan nilai akademik tidak hanya bersandar pada
kapasitas intelektual semata, namun sangat bergantung pada aspek sikap dan perilaku, terutama
urnal of Contemporary Issues in Primary Education (JCIPE)
Vol. 4, No. 1, Juni 2024, page: 142-153
E-ISSN: 3026-4014
- 151 -
kedisiplinan. Elemen ini bertindak sebagai pengendali tindakan akademik yang menuntun siswa dalam
mengorganisasi durasi studi secara efisien, mempertajam konsentrasi, memperkuat keterlibatan dalam
dinamika kelas, serta membangun pola belajar yang sistematis. Oleh sebab itu, penguatan disiplin
menjadi variabel krusial yang patut mendapat atensi khusus demi menjamin keberhasilan serta kualitas
pendidikan pada level Sekolah Menengah Pertama.
Berdasarkan realitas tersebut, para pendidik dan pengelola sekolah mendapat saran untuk
memperkokoh penanaman nilai disiplin melalui desain instruksional yang matang, kepemimpinan kelas
yang teguh, serta pemberian teladan perilaku. Pihak sekolah juga memikul harapan untuk menciptakan
atmosfer pendidikan yang kondusif melalui pemberlakuan aturan yang tegas serta berkelanjutan. Pada sisi
lain, andil orang tua sangat diperlukan dalam membina habituasi belajar di kediaman masing-masing agar
tercipta sinkronisasi antara dunia keluarga dan sekolah. Bagi pemerhati riset di masa mendatang, terbuka
peluang untuk menelaah variabel pendukung lainnya yang memengaruhi prestasi guna memperoleh
perspektif yang jauh lebih utuh dan mendalam
5. Daftar Pustaka
Al Laisty, M. D., Darmawan, D., & Fajar, A. S. M. (2024). The Role of Leadership Style in Building a
Discipline Culture in Pesantren: Facing the Challenges of Social and Technological Change.
Bulletin of Science, Technology and Society, 3(3), 62-68.
Amrulloh, A., Aliyah, D. N., & Darmawan, D. (2024). Pengaruh kebiasaan belajar, lingkungan belajar
dan motivasi belajar terhadap prestasi belajar siswa MTS Darul Hikmah Langkap Burneh
Bangkalan. AL-MIKRAJ Jurnal Studi Islam dan Humaniora, 5(01), 188-200.
Asrofi, M. I., Alifkhan, M., Khosla, N. H., & Darmawan, D. (2025). Pengaruh Minat Baca, Kebiasaan
Belajar, dan Pendidikan Karakter Terhadap Prestasi Belajar Siswa Setingkat SMA. Jurnal Ilmu
Pengetahuan Naratif, 6(2).
Audya, R., Taena, L., & Halim, M. (2025). Pengaruh Minat dan Disiplin Belajar terhadap Prestasi Belajar
pada Mata Pelajaran IPS di SMP Negeri 8 Kendari. Jurnal Online Program Studi Pendidikan
Ekonomi, 10(2), 19531964.
Azizah, C., & Darmawan, D. (2025). The Influence of Literacy Culture, Family Roles, and Learning
Discipline on Student Learning Achievement at MA Tanada Waru Sidoarjo. Dirasah: Jurnal
Pendidikan Islam, 6(2), 167-182.
Bayhaqi, H. N., Rafsanjani, M. Z., & Darmawan, D. (2025). Pengaruh Kedisiplinan Belajar dan
Kompetensi Guru terhadap Prestasi Belajar Siswa. Fondatia, 9(2), 393-408.
Chada, N. S. (2023). Structured Evaluation in Mentoring Programs for Student Career Development in
Higher Education. Bulletin of Science, Technology and Society, 2(3), 6471.
Darmawan, D., & Zahid, R. A. (2025). Analyzing the Impact of Religiosity on Psychological Well-
Being in Students Completing Their Theses. Studi Ilmu Sosial Indonesia, 5(1), 65-72.
Darmawan, D., Maghfiroh, P. L., & Romadhoni, A. N. H. (2026). Pengaruh Disiplin Belajar dan
Motivasi Belajar Terhadap Hasil Belajar Siswa Sekolah Dasar. Didaktik: Jurnal Ilmiah PGSD
STKIP Subang, 12(01), 123-148.
Darmawan, D., Oktavia, A., & Albaar, A. S. (2026). Pengaruh Perhatian Orang Tua dan Motivasi Belajar
terhadap Kedisiplinan Siswa Sekolah Menengah Atas. Jurnal Inovasi Pembelajaran dan Teknologi
Modern, 10(1).
Darmawan, D., Zahid, R. A., & Fajar, A. S. M. (2024). The Role of Blended Learning in Developing
Students’ Critical Thinking Skills in the Digital Age. Studi Ilmu Sosial Indonesia, 4(1), 71-86.
Hana, S. A., Ardiansyah, A., & Sulistiono, M. (2025). Pengaruh Kedisiplinan Belajar terhadap Prestasi
Belajar Fiqih pada Siswa SMP Islam Al-Ma’arif 01 Singosari Malang. Jurnal Pendidikan Islam,
10(6), 1625.
urnal of Contemporary Issues in Primary Education (JCIPE)
Vol. 4, No. 1, Juni 2024, page: 142-153
E-ISSN: 3026-4014
- 152 -
Hariani, M., & Mardikaningsih, R. (2022). The Social Education Role in Shaping Students' Global
Awareness in Higher Education. Journal of Social Science Studies, 2(1), 55-60.
Hariani, M., Safira, M. E., & Wahyuni, S. (2021). Multidisciplinary Education and the Growth of Social
Competence in Children. Journal of Social Science Studies, 1(2), 253-258.
Hartono, R., & Sulistyo, B. (2022). The Role of Education in the Social Mobility of Poor Children in
Urban Settings. Studi Ilmu Sosial Indonesia, 2(1), 109-126.
Hamdiyah, R., & Darmawan, D. (2024). The Effect of Study Habits and Self-Regulation on Student
Study Presentation at MTS Al-Ikhwan Gresik. Jurnal Inspirasi Pendidikan (ALFIHRIS), 2(3).
Issalillah, F., & Khayru, R. K. (2021). Stress and Reference Group Contribution to Achievement
Motivation of Student. Studi Ilmu Sosial Indonesia, 1(1), 1328.
Gani, A. (2025). Character Education and Children's Socio-Emotional Development in the Social
Interaction Environment. Studi Ilmu Sosial Indonesia, 5(1), 103-116.
Gautama, E. C., & Mardikaningsih, R. (2022). Driving Sustainable Behavior Change Through Education
and Public Awareness. Journal of Social Science Studies, 2(1), 259-264.
Maharani, L., & Darmawan, D. (2024). Factors Affecting Learning Achievement: Learning Discipline
and Self-regulation at MTs Wachid Hasyim Surabaya. TA'DIBUNA: Jurnal Pendidikan Agama
Islam, 7(1), 12-20.
Mardikaningsih, R. (2014a). Faktor-Faktor yang Memengaruhi Prestasi Belajar Siswa. Jurnal Ilmu
Pendidikan, 8(1), 13-24.
Mardikaningsih, R. (2014b). Metode Pembelajaran dan Variasi Penerapannya. Jurnal Ilmiah Manajemen
Pendidikan Indonesia, 1(1), 43-54.
Manurung, M. B. P., Sibagariang, S. A., & Simamora, B. A. (2022). Pengaruh Kedisiplinan dan
Kemandirian Belajar terhadap Prestasi Belajar Siswa pada Mata Pelajaran IPS Kelas IX SMP
Negeri 7 Pematang Siantar Tahun Ajaran 2022/2023. EDUKASIA: Jurnal Pendidikan dan
Pembelajaran, 3(3), 491504.
Mendonca, C. N., Wahyudi, W., Kabalmay, R. N. K., & Amri, M. W. (2021). Developing Technical and
Social Competencies for Future-Ready Education in Digitally Mediated Labor Environments.
Journal of Social Science Studies, 1(2), 259-266.
Mubarok, L., & Darmawan, D. (2025). Pengaruh Disiplin Belajar terhadap Hasil Belajar Madrasah
Ibtidaiyah. PHEDHERAL, 22(2), 19-32.
Mubasysyir, M. M., & Darmawan, D. (2024). Improving Performance: The Role of Teacher
Professionalism and Discipline at the Tahsinul Akhlaq Bahrul Ulum Foundation Surabaya.
Hikamatzu| Journal of Multidisciplinary, 1(1), 337-354.
Murtadlo, A. A., Musthofa, I., & Hakim, D. M. (2025). Pengaruh Kedisiplinan Belajar terhadap Prestasi
Belajar Pendidikan Agama Islam Siswa SMP Islam Al Maarif 01 Singosari Malang. Jurnal
Pendidikan Islam, 10(6), 3543.
Nasution, D. R. (2024). Pengaruh Kedisiplinan Belajar terhadap Prestasi Belajar Pendidikan Agama
Islam Siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 2 Sosopan Kabupaten Padang Lawas.
Skripsi, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Jurusan Pendidikan Agama Islam. Universitas Islam
Negeri Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan.
Pasaribu, N. H. (2023). Pengaruh Kedisiplinan Belajar terhadap Prestasi Belajar Pendidikan Agama Islam
di SMPN 1 Desa Horuon Kecamatan Sosa Kabupaten Padang Lawas. Skripsi, Fakultas Tarbiyah
dan Ilmu Keguruan Jurusan Pendidikan Agama Islam. Universitas Islam Negeri Syekh Ali Hasan
Ahmad Addary Padangsidimpuan.
urnal of Contemporary Issues in Primary Education (JCIPE)
Vol. 4, No. 1, Juni 2024, page: 142-153
E-ISSN: 3026-4014
- 153 -
Rofiuddin, A. N., & Darmawan, D. (2024). Pengaruh Disiplin Belajar terhadap Hasil Belajar pada Mata
Pelajaran Pendidikan Agama Islam Siswa Sekolah Menengah Atas Setingkat. Journal Of Early
Childhood and Islamic Education, 3(1), 110-127.
Rojak, J. A., & Khayru, R. K. (2022). Disparities in Access to Education in Developing Countries:
Determinants, Impacts, and Solution Strategies. Journal of Social Science Studies, 2(1), 31-38.
Rozikin, M. Z., Ghozali, S., & Darmawan, D. (2023). Teacher Adaptation and the Role of Educational
Institutions to Foster Learner Discipline and Participation in the Classroom. Journal of Social
Science Studies, 3(1), 199-212.
Sajjapong, T., Darmawan, D., & Marsal, A. P. (2022). The Role of Social Stereotypes in Shaping
Opportunities and Inequalities in Society: Their Impact on Education, Employment, and Intergroup
Interactions. Bulletin of Science, Technology and Society, 1(1), 4449.
Sibuea, K. I., & Butar-butar, I. P. (2023). Pengaruh Motivasi dan Disiplin Belajar terhadap Prestasi
Belajar pada Mata Pelajaran IPS Kelas VIII di UPTD SMP Negeri 7 Pematang Siantar. Jurnal
Sains Student Research, 1(2), 828840.
Silitonga, J. S., Gultom, B. T., & Siahaan, A. L. (2024). Pengaruh Motivasi Belajar dan Disiplin Belajar
terhadap Prestasi Belajar Ekonomi Siswa Kelas IX di SMP Negeri 1 Siantar 2023/2024. Jurnal
Ilmiah Nusantara (JINU), 1(6), 113122.
Talelu, D., Mamoh, O., & Klau, K. Y. (2022). Pengaruh Kedisiplinan Belajar dan Keaktifan Belajar
Siswa terhadap Prestasi Belajar Matematika Siswa Kelas VIII SMP Negeri Fatumfaun. Numeracy,
9(1), 3951.
Tambun, M. P. T., Siahaan, T. M., & Sianipar, H. H. (2023). Pengaruh Pendidikan Karakter dan Disiplin
Belajar terhadap Prestasi Belajar IPS Siswa Kelas VIII SMP Negeri 6 Pematang Siantar Tahun
Ajaran 2023/2024. Jurnal Sains Student Research, 1(2), 688695.
Umroh, U., El_Yunusi, M. Y. M., & Darmawan, D. (2024). Pengaruh Lingkungan Sekolah, Perhatian
Orang Tua dan Kebiasaan Belajar Siswa SMA Negeri 1 Ketapang. ISLAMIKA, 6(3), 823-839.
Warin, A. K. (2022). Reconstructing Community Futures Through Non-Formal Education for
Participatory and Inclusive Social Advancement. Journal of Social Science Studies, 2(1), 183-188.
Wijayanti, E., & Darmawan, D. (2024). Pengaruh Disiplin Belajar terhadap Hasil Belajar Siswa Setingkat
Menengah Atas. Robbayana: Jurnal Pendidikan Agama Islam, 2(2), 73-84.
Yanti, N. A., & Darmawan, D. (2025). Peran Guru Terhadap Hasil Belajar Peserta Didik Setingkat
Sekolah Menegah Pertama. Jurnal Tawadhu, 9(1), 65-78.
Zimmerman, B. J. (2002). Becoming a Self-regulated Learner: An overview. Theory into Practice, 41(2),
64-70.