Journal of Economics, Business, Accounting and Management (JEBAM)
Volume 3 No. 2 October 2025, Page 179-195
Journal of Economics, Business, Accounting and Management
(JEBAM)
Journal homepage:https://kurniajurnal.com/index.php/jebam
E-ISSN: 3032-274X
Faktor Penentu Tingkat Minat Penggunaan QRIS pada Pelaku UMKM
di Kabupaten Sleman
Yahya Agung Purnomo
1
, Reza Widhar Pahlevi
2
1,2
Program Studi Kewirausahaan Fakultas Ekonomi dan Sosial Universitas Amikom Yogyakarta, Kota sleman, DIY, Indonesia
Article History
Received : 25-May-2025
Revised : 29-July-2025
Accepted : 23-September-2025
Published: 01-October-20225
Keywords:
QRIS, Transaction Convenience. Transaction
Security, Consumer Preference, Intention to Use
QRIS
Corresponding author:
yahyaagungp100@gmail.com
rezawp@amikom.ac.id
DOI:
https://doi.org/10.61476/bhs3nr89
A B S T R A C T
This study aims to analyze the effect of transaction convenience,
transaction security, and consumer preferences on the intention to use
QRIS among micro, small, and medium enterprises (MSMEs) using a
quantitative approach through a survey method. The research data
were obtained from questionnaires distributed online to MSME actors
in Sleman Regency, with the sample size determined using the Slovin
formula and the measurement instrument based on a likert scale 5
poin. Data analysis was conducted using multiple linear regression,
supported by t-tests, F-tests, and the coefficient of determination. The
results indicate that transaction convenience, transaction security, and
consumer preferences simultaneously influence the intention to use
QRIS. Partially, transaction security and consumer preferences have a
significant effect on the intention to use QRIS, while transaction
convenience shows a weaker influence. These findings are consistent
with the Technology Acceptance Model (TAM) and the Unified Theory
of Acceptance and Use of Technology (UTAUT), which emphasize the
role of perceived usefulness, ease of use, and trust in technology
adoption. This study is expected to provide practical contributions for
MSME actors, local governments, and Bank Indonesia in encouraging
increased adoption of QRIS.
A B S T R A K
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kemudahan
transaksi, keamanan transaksi, dan preferensi konsumen terhadap minat
penggunaan QRIS pada pelaku UMKM dengan menggunakan
pendekatan kuantitatif melalui metode survei. Data penelitian diperoleh
dari kuesioner yang disebarkan secara daring kepada pelaku UMKM di
Kabupaten Sleman, dengan penentuan sampel menggunakan rumus
Slovin dan pengukuran instrumen menggunakan skala likert 5 poin.
Analisis data dilakukan menggunakan regresi linear berganda yang
dilengkapi dengan uji t, uji F, dan koefisien determinasi. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa secara simultan kemudahan transaksi,
keamanan transaksi, dan preferensi konsumen berpengaruh terhadap
minat penggunaan QRIS, sementara secara parsial keamanan transaksi
dan preferensi konsumen berpengaruh signifikan, sedangkan
kemudahan transaksi menunjukkan pengaruh yang lebih lemah.
Temuan ini selaras dengan teori Technology Acceptance Model (TAM)
dan Unified Theory of Acceptance and Use of Technology (UTAUT)
yang menekankan peran persepsi kegunaan, kemudahan, dan
kepercayaan dalam adopsi teknologi, serta diharapkan dapat
memberikan kontribusi praktis bagi pelaku UMKM, pemerintah
180 Faktor Penentu Tingkat Minat….(Yahya Agung Purnomo, Reza Widhar Pahlevi)
PENDAHULUAN
Perkembangan teknologi digital telah mendorong perubahan signifikan dalam
perilaku masyarakat, termasuk dalam sistem pembayaran, seiring meningkatnya
penggunaan perangkat mobile dan internet. Menyikapi hal tersebut, Bank Indonesia
memperkenalkan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) pada tahun 2019 sebagai
standar nasional pembayaran berbasis QR untuk menyatukan berbagai penyedia
layanan pembayaran (Sofwatunnisa et al., 2023). QRIS dirancang agar transaksi dapat
dilakukan secara praktis dengan satu kode QR, sekaligus menjadi langkah strategis
dalam mendukung percepatan digitalisasi ekonomi nasional dan penguatan ekosistem
keuangan digital (Damayanti et al., 2023).
Sejak diterapkan, QRIS berperan dalam mendorong perubahan di sektor
perdagangan, khususnya bagi UMKM, karena menawarkan kemudahan penggunaan,
biaya transaksi yang relatif terjangkau, dan kompatibilitas dengan berbagai aplikasi
keuangan. Namun, tingkat adopsinya masih bervariasi, dipengaruhi oleh jenis usaha,
kondisi wilayah, serta faktor-faktor lain dalam pengambilan keputusan pelaku usaha
(Rahmawati & Arfiansyah, 2024). UMKM sendiri memiliki peran strategis dalam
perekonomian Indonesia sebagai penggerak ekonomi lokal dan penyerap tenaga kerja,
sehingga digitalisasi transaksi menjadi kebutuhan agar tetap kompetitif di era non-
tunai (Pramesworo et al., 2024).
Kabupaten Sleman sendiri memiliki 110.866 UMKM dari berbagai sektor usaha,
pemerintah daerah bersama Bank Indonesia terus mendorong digitalisasi pembayaran
melalui implementasi QRIS dengan berbagai program sosialisasi, pelatihan, dan literasi
keuangan (Sholihah & Nurhapsari, 2023). Upaya tersebut diperkuat dengan kegiatan
seperti pemberian layanan QRIS gratis kepada pelaku UMKM oleh FORKOM UMKM
Donoharjo bekerja sama dengan BRI Sleman (Rochman, 2024). Meskipun QRIS terbukti
meningkatkan efisiensi operasional, kecepatan transaksi, dan transparansi keuangan,
pelaku UMKM masih menghadapi tantangan seperti biaya administrasi, gangguan
jaringan, dan potensi penurunan margin keuntungan (Wardhani, 2025).
Perbedaan tingkat minat penggunaan QRIS menunjukkan bahwa adopsi
teknologi ini dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti persepsi kemudahan, keamanan
transaksi, serta preferensi konsumen (Saputri, 2020). Pelaku usaha yang terbiasa
dengan transaksi digital cenderung memiliki minat lebih tinggi untuk menggunakan
QRIS secara berkelanjutan, seiring dengan perubahan preferensi konsumen ke arah
pembayaran non-tunai (Arta Setiawan, 2020).
Journal of Economics, Business, Accounting and Management (JEBAM)
Volume 3 No. 2 October 2025, Page 179 - 195 181
Hasil penelitian terdahulu menunjukkan temuan yang belum konsisten. (Laloan
et al., 2023) menemukan bahwa kemudahan transaksi berpengaruh positif dan
signifikan terhadap minat penggunaan QRIS, sementara (Sahabuddin, 2025)
menunjukkan bahwa kemudahan transaksi tidak lagi berpengaruh signifikan.
Perbedaan hasil juga ditemukan pada variabel keamanan transaksi, di mana (Anggraini
et al., 2024) dan (Buluati et al., 2023) menyatakan adanya pengaruh positif dan
signifikan, sedangkan (Sari & Saputra, 2024) menemukan bahwa persepsi risiko tidak
berpengaruh signifikan. Selain itu (Adhiningrum, 2024) menunjukkan bahwa preferensi
konsumen berpengaruh positif terhadap penggunaan QRIS, namun (Fika, 2023)
menyatakan bahwa pengaruh lingkungan tidak signifikan. Perbedaan temuan tersebut
menunjukkan adanya Kesenjangan yang perlu diteliti lebih lanjut, khususnya pada
konteks UMKM di Kabupaten Sleman.
Minat penggunaan QRIS pada penelitian ini mencerminkan keinginan dan
kecenderungan pelaku UMKM untuk menggunakan QRIS dalam aktivitas transaksi,
sebagai hasil dari persepsi terhadap kemudahan, keamanan, dan kesesuaian dengan
preferensi konsumen (Laloan et al., 2023). Penelitian ini juga didukung oleh Technology
Acceptance Model (TAM) yang menyatakan bahwa persepsi kemudahan dan manfaat
teknologi berperan penting dalam keputusan adopsi teknologi (Davis, 1989). Oleh
karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kemudahan transaksi,
keamanan transaksi, dan preferensi konsumen terhadap minat penggunaan QRIS oleh
pelaku UMKM di Kabupaten Sleman.
LANDASAN TEORI
Technology Acceptance Model TAM
Technology Acceptance Model (TAM) merupakan model yang dikembangkan oleh
Davis (1989) untuk menjelaskan perilaku individu dalam menerima dan menggunakan
teknologi. Model ini banyak digunakan untuk menganalisis faktor-faktor yang
memengaruhi adopsi sistem teknologi dan berakar pada Theory of Reasoned Action
(TRA), yang menekankan bahwa perilaku dipengaruhi oleh niat, sikap, dan norma
subjektif (Ariadi, 2020). TAM menyoroti dua konstruk utama, yaitu Perceived Usefulness
(PU) dan Perceived Ease of Use (PEOU). Perceived Usefulness menggambarkan keyakinan
individu bahwa penggunaan teknologi dapat meningkatkan kinerja, efektivitas, dan
produktivitas, sehingga semakin besar manfaat yang dirasakan, semakin tinggi pula
minat untuk menggunakannya (Ilmi et al., 2020). Sementara itu Perceived Ease of Use
merujuk pada tingkat kemudahan penggunaan teknologi, di mana sistem yang
sederhana dan mudah dipahami cenderung lebih mudah diadopsi oleh pengguna (Ilmi
et al., 2020). (Davis, 1989) juga menyatakan bahwa Perceived Ease of Use berpengaruh
tidak langsung terhadap Perceived Usefulness, karena teknologi yang mudah digunakan
akan memengaruhi sikap, niat penggunaan, dan perilaku penggunaan teknologi.
182 Faktor Penentu Tingkat Minat….(Yahya Agung Purnomo, Reza Widhar Pahlevi)
Unified Theory of Acceptance and Use of Technology UTAUT
Unified Theory of Acceptance and Use of Technology (UTAUT) merupakan model
penerimaan teknologi yang dikembangkan oleh Venkatesh. melalui integrasi delapan
teori adopsi teknologi untuk menjelaskan faktor-faktor yang memengaruhi niat dan
perilaku penggunaan teknologi informasi (Syafila, 2022). Model UTAUT menyatakan
bahwa niat perilaku (behavioral intention) dan perilaku penggunaan (use behavior)
dipengaruhi oleh empat konstruk utama, yaitu performance expectancy, effort expectancy,
social influence, dan facilitating conditions. Performance expectancy menggambarkan
keyakinan individu bahwa teknologi dapat meningkatkan kinerja, seperti manfaat
QRIS dalam mempercepat transaksi dan meningkatkan efisiensi usaha (Pangestu et al.,
2022). Effort expectancy berkaitan dengan persepsi kemudahan penggunaan teknologi, di
mana QRIS yang mudah dipahami dan dioperasikan cenderung lebih mudah diterima
oleh pelaku UMKM (Syafila, 2022). Social influence mencerminkan dorongan dari
lingkungan sosial, khususnya preferensi konsumen, yang memengaruhi keputusan
UMKM dalam mengadopsi QRIS (Pangestu et al., 2022). Sementara itu, facilitating
conditions merujuk pada ketersediaan infrastruktur, sumber daya, dan dukungan teknis
yang mendukung penggunaan QRIS, seperti jaringan internet dan dukungan lembaga
keuangan (Syafila, 2022).
Kemudahan Transaksi
Kemudahan transaksi merupakan faktor penting yang memengaruhi minat
penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS), khususnya bagi
pelaku UMKM dengan tingkat literasi digital yang beragam. QRIS dirancang agar
mudah digunakan melalui pemindaian satu kode QR yang dapat diakses oleh berbagai
aplikasi pembayaran, sehingga bersifat praktis, efisien, dan ramah pengguna (Saputri,
2020). Menurut Technology Acceptance Model (TAM), kemudahan penggunaan
(perceived ease of use) mencerminkan keyakinan pengguna bahwa suatu teknologi dapat
dioperasikan tanpa usaha yang besar (Davis, 1989). Dalam konteks QRIS, kemudahan
transaksi terlihat dari kemudahan memahami dan menjalankan proses pembayaran,
mulai dari pemindaian kode hingga konfirmasi transaksi secara digital, yang
mendorong pengguna untuk terus menggunakan sistem tersebut (Rahmawati &
Arfiansyah, 2024). Sistem pembayaran yang sederhana juga meningkatkan efisiensi
waktu, mempercepat pelayanan, serta mendukung produktivitas usaha, sehingga
sangat relevan bagi UMKM, termasuk di Kabupaten Sleman (Sholihah & Nurhapsari,
2023). Selain itu, kemudahan transaksi berpengaruh tidak langsung terhadap persepsi
manfaat, karena sistem yang mudah digunakan cenderung dinilai lebih bermanfaat
dalam mendukung aktivitas usaha (Sholihah & Nurhapsari, 2023).
Journal of Economics, Business, Accounting and Management (JEBAM)
Volume 3 No. 2 October 2025, Page 179 - 195 183
Keamanan Transaksi
Keamanan transaksi merupakan faktor penting yang memengaruhi kepercayaan
dan minat pengguna dalam menggunakan sistem pembayaran digital seperti Quick
Response Code Indonesian Standard (QRIS). Keamanan transaksi mencerminkan
keyakinan pengguna bahwa proses pembayaran terlindungi dari risiko penipuan,
pencurian data, kebocoran informasi, serta kesalahan teknis yang dapat merugikan
secara finansial (Laloan et al., 2023). Dalam sistem QRIS, aspek keamanan dijaga
melalui penerapan teknologi enkripsi dan regulasi yang ditetapkan oleh Bank
Indonesia untuk memastikan transaksi berjalan aman dan terverifikasi (Sugiyanto,
2021). Dalam perspektif Technology Acceptance Model (TAM), persepsi keamanan
berperan dalam membentuk sikap positif dan kemauan individu untuk menggunakan
teknologi apabila sistem tersebut dianggap aman dan dapat dipercaya (Anggraini et al.,
2024). Bagi pelaku UMKM di Kabupaten Sleman, persepsi keamanan menjadi
pertimbangan utama dalam adopsi QRIS, mengingat kekhawatiran terhadap risiko
digital seperti penipuan siber dan gangguan sistem, sehingga semakin tinggi tingkat
keamanan yang dirasakan, semakin besar minat pelaku usaha untuk menggunakan
QRIS (Buluati et al., 2023).
Preferensi Konsumen
Preferensi konsumen merupakan faktor penting yang memengaruhi minat
penggunaan sistem pembayaran digital seperti Quick Response Code Indonesian
Standard (QRIS). Preferensi ini mencerminkan kecenderungan konsumen dalam
memilih metode pembayaran berdasarkan persepsi, pengalaman, serta nilai
kenyamanan, kepraktisan, dan keamanan yang dirasakan (Adhiningrum, 2024). Seiring
perkembangan teknologi, konsumenkhususnya generasi mudasemakin
mengutamakan transaksi yang cepat, praktis, dan aman, sehingga mendorong pelaku
UMKM untuk menyesuaikan metode pembayaran yang digunakan agar tetap
memenuhi harapan pelanggan (Fika, 2023). QRIS menjadi lebih disukai karena mampu
mengintegrasikan berbagai platform pembayaran dalam satu kode, memberikan
kemudahan akses, efisiensi, serta fleksibilitas dalam transaksi sehari-hari, baik bagi
konsumen maupun pelaku UMKM (Permadi & Wilandari, 2021).
Minat Penggunaan QRIS
Minat penggunaan QRIS merupakan kecenderungan atau niat perilaku pelaku
UMKM untuk menggunakan QRIS sebagai alat pembayaran dalam kegiatan transaksi
usaha. Minat ini mencerminkan kesiapan dan keinginan pengguna untuk menerima
serta memanfaatkan teknologi pembayaran digital secara berkelanjutan, serta menjadi
faktor penting yang mendahului perilaku penggunaan aktual. Semakin tinggi minat
penggunaan, semakin besar kemungkinan QRIS digunakan secara nyata dalam
aktivitas operasional sehari-hari (Fika, 2023).
184 Faktor Penentu Tingkat Minat….(Yahya Agung Purnomo, Reza Widhar Pahlevi)
Dalam perspektif teori TAM dan UTAUT, minat penggunaan QRIS dipengaruhi
oleh persepsi kegunaan, kemudahan penggunaan, harapan kinerja, serta dukungan
lingkungan dan pengaruh sosial (Pangestu et al., 2022). Selain itu, faktor keamanan
transaksi dan preferensi pengguna terhadap pembayaran non-tunai turut memperkuat
minat pelaku UMKM dalam mengadopsi QRIS. Oleh karena itu, minat penggunaan
QRIS menjadi variabel kunci dalam memahami perilaku adopsi teknologi pembayaran
digital dan perannya dalam mendorong efisiensi transaksi serta inklusi keuangan
(Laloan et al., 2023).
Kerangka Pemikiran
Gambar 1 Kerangka Pemikiran
Hipotesis
Kemudahan transaksi merupakan faktor penting yang memengaruhi minat
penggunaan sistem pembayaran digital seperti QRIS, karena sistem yang mudah
digunakan, cepat, dan sederhana cenderung lebih mudah diadopsi oleh pelaku UMKM ,
berdasarkan Technology Acceptance Model (TAM), kemudahan penggunaan (perceived
ease of use) berperan dalam meningkatkan penerimaan dan niat penggunaan teknologi
(Davis, 1989). Penelitian sebelumnya menunjukkan hasil yang beragam, di mana
(Laloan et al., 2023) menemukan pengaruh positif dan signifikan kemudahan transaksi
terhadap minat penggunaan QRIS, sementara (Sahabuddin, 2025) menunjukkan tidak
adanya pengaruh signifikan ketika kemudahan telah dianggap sebagai standar dasar.
Perbedaan temuan tersebut menunjukkan adanya research gap, sehingga diperlukan
pengujian kembali pengaruh kemudahan transaksi terhadap minat penggunaan QRIS
oleh pelaku UMKM.
Journal of Economics, Business, Accounting and Management (JEBAM)
Volume 3 No. 2 October 2025, Page 179 - 195 185
H1: Kemudahan Transaksi (X1) berpengaruh positif terhadap Minat Penggunaan QRIS
(Y)
Keamanan transaksi merupakan faktor penting yang memengaruhi minat pelaku
usaha dalam menggunakan sistem pembayaran digital seperti QRIS, karena pengguna
membutuhkan keyakinan bahwa data dan informasi mereka terlindungi dari risiko
penipuan maupun penyalahgunaan data (Faizah, 2025). Penelitian sebelumnya
menunjukkan bahwa keamanan transaksi berpengaruh positif dan signifikan terhadap
minat penggunaan QRIS, di mana persepsi sistem yang aman mendorong peningkatan
adopsi di kalangan pelaku UMKM (Buluati et al., 2023). Namun, hasil berbeda
ditunjukkan oleh (Sari & Saputra, 2024) yang menemukan bahwa secara parsial
persepsi risiko tidak berpengaruh signifikan, sehingga menunjukkan adanya research
gap dan perlunya pengujian kembali pengaruh keamanan transaksi terhadap minat
penggunaan QRIS pada konteks dan karakteristik responden yang berbeda.
H2: Keamanan transaksi (X2) berpengaruh positif terhadap minat penggunaan QRIS
(Y).
Preferensi konsumen berperan dalam memengaruhi minat pelaku UMKM untuk
menggunakan sistem pembayaran digital seperti QRIS, karena pelaku usaha cenderung
menyesuaikan metode pembayaran dengan pilihan konsumen yang mengutamakan
kepraktisan dan efisiensi (Pangestu et al., 2022). Dalam perspektif Technology
Acceptance Model (TAM) dan UTAUT, preferensi konsumen berkaitan dengan
persepsi kemudahan, manfaat, serta pengaruh lingkungan (social influence) yang
membentuk sikap dan niat penggunaan teknologi (Pangestu et al., 2022). Penelitian
(Adhiningrum, 2024) menemukan bahwa preferensi konsumen berpengaruh positif dan
signifikan terhadap keputusan UMKM dalam menggunakan QRIS, namun hasil
berbeda ditunjukkan oleh (Fika, 2023) yang menyatakan bahwa pengaruh lingkungan
tidak signifikan karena penggunaan QRIS telah dianggap umum. Perbedaan temuan
tersebut menunjukkan adanya research gap.
H3: Preferensi Kosnumen (X3) berpengaruh positif terhadap minat penggunaan QRIS
(Y).
Kemudahan transaksi, keamanan transaksi, dan preferensi konsumen merupakan
faktor-faktor yang berpotensi memengaruhi minat pelaku UMKM dalam menggunakan
QRIS. Kemudahan transaksi mendorong penerimaan teknologi karena sistem yang
sederhana dan mudah digunakan cenderung meningkatkan niat adopsi, sebagaimana
dijelaskan dalam Technology Acceptance Model (TAM) melalui konsep perceived ease
of use (Davis, 1989) meskipun penelitian terdahulu menunjukkan hasil yang berbeda
antara pengaruh signifikan (Laloan et al., 2023) dan tidak signifikan ketika kemudahan
telah menjadi standar dasar (Sahabuddin, 2025). Selain itu, keamanan transaksi menjadi
pertimbangan penting karena pelaku usaha membutuhkan jaminan perlindungan data
dan keamanan sistem, di mana sebagian penelitian menemukan pengaruh positif dan
signifikan terhadap minat penggunaan QRIS (Buluati et al., 2023), sementara penelitian
lain menunjukkan hasil yang tidak signifikan secara parsial (Sari & Saputra, 2024).
Selanjutnya, preferensi konsumen turut memengaruhi minat penggunaan QRIS karena
186 Faktor Penentu Tingkat Minat….(Yahya Agung Purnomo, Reza Widhar Pahlevi)
pelaku UMKM cenderung menyesuaikan metode pembayaran dengan kebutuhan dan
pilihan konsumen, yang dalam perspektif TAM dan UTAUT berkaitan dengan persepsi
kemudahan, manfaat, serta pengaruh lingkungan (Davis, 1989). Meskipun
(Adhiningrum, 2024) menemukan pengaruh positif dan signifikan preferensi konsumen
terhadap penggunaan QRIS, hasil berbeda ditunjukkan oleh (Fika, 2023), sehingga
perbedaan temuan tersebut menunjukkan adanya research gap dalam penelitian ini.
H4: Kemudahan Transaksi (X1), Keamanan Transaksi (X2), Preferensi Kosnumen (X3)
berpengaruh positif terhadap minat penggunaan QRIS (Y).
METODE PENELITIAN
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Pendekatan kuantitatif
dipilih karena penelitian ini berfokus pada pengukuran hubungan antar variabel yang
memengaruhi tingkat minat penggunaan QRIS pada pelaku UMKM di Kabupaten
Sleman. Pemilihan pelaku UMKM sebagai populasi penelitian didasarkan pada peran
strategis UMKM dalam perekonomian daerah serta meningkatnya penggunaan sistem
pembayaran digital, berdasarkan data jumlah UMKM Kabupaten Sleman tahun 2025
sebanyak 110.866 unit usaha, penentuan jumlah sampel dalam penelitian ini
menggunakan rumus Slovin dengan presentase tingkat kesalahan 10%. Hasil
perhitungan menunjukkan jumlah sampel sebesar 99,9 yang kemudian dibulatkan
menjadi 100 responden. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian
ini adalah purposive sampling dengan kriteria responden merupakan Owner atau
Manager, usaha berdomisili di Sleman, telah mengetahui, menggunakan atau
berpengalaman bertransaksi menggunakan QRIS. Data yang digunakan adalah data
Primer yang didapat dari penyebaran kuisioner dengan skala likert 1-5, kemudian diuji
menggunakan alat perhitungan statistik SPSS dengan pengujian validitas dan reabilitas,
serta teknik analisis data analisis deksriptif, uji asumsi klasik, regresi linear berganda,
uji t untuk menguji pengaruh secara parsial dan uji F untuk menguji pengaruh secara
simultan.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Karakteristik Responden
Karakteristik responden pada penelitian ini terdiri dari beberapa kategori,
karakteristik bedasarkan kategori usaha responden terbanyak berasal dari sektor
kuliner Food & Beverage, yaitu sebesar 35% atau sebanyak 35 responden. Selanjutnya,
kategori usaha fashion dan aksesoris menempati urutan berikutnya dengan persentase
18% atau sebanyak 18 responden. Responden yang bergerak di bidang jasa berjumlah
15% atau 15 responden, diikuti oleh toko ritel selain fashion dan makanan sebesar 9%
atau sebanyak 9 responden. Kategori usaha pariwisata atau penginapan tercatat sebesar
9% atau 9 responden, sedangkan responden dengan kategori usaha produksi, seperti
furnitur dan produk olahan, berjumlah 7% atau sebanyak 7 responden. Adapun
Journal of Economics, Business, Accounting and Management (JEBAM)
Volume 3 No. 2 October 2025, Page 179 - 195 187
kategori usaha lainnya memiliki proporsi paling kecil, yaitu sebesar 7% atau sebanyak 7
responden.
Karakteristik bedasarkan jabatan, responden penelitian ini memiliki jabatan
sebagai owner atau pemilik usaha, yaitu sebesar 80% atau sebanyak 80 responden.
Sementara itu, responden yang menjabat sebagai manager atau pengelola usaha
berjumlah 20% atau sebanyak 20 responden. Karakteristik berdasarkan tingkat
pendidikan terakhir responden paling banyak berada pada jenjang SMA/SLTA, yaitu
sebesar 35% atau sebanyak 35 responden.
Karakteristik bedasarkan pendidikan, responden dengan pendidikan Diploma
(D3) berjumlah 27% atau sebanyak 27 responden. Responden yang memiliki
pendidikan Sarjana (S1) tercatat sebesar 27% atau sebanyak 27 responden. Sementara
itu, responden dengan pendidikan Pascasarjana (S2) memiliki proporsi paling kecil,
yaitu sebesar 11% atau sebanyak 11 responden. Bedasarkan lama usaha mayoritas
responden merupakan pelaku UMKM yang telah menjalankan usahanya selama 13
tahun, yaitu sebesar 43% atau sebanyak 43 responden.
Karakteristik bedasarkan lama usaha, responden dengan lama berdirinya usaha 3
5 tahun berjumlah 30% atau sebanyak 30 responden. Sementara itu, responden yang
telah menjalankan usaha selama lebih dari 5 tahun tercatat sebesar 22% atau sebanyak
22 responden.
Karakteristik bedasarkan omzet, bedasarkan omzet usaha responden memiliki
omzet usaha lebih dari Rp5.000.000 per bulan, yaitu sebesar 36% atau sebanyak 36
responden., responden dengan omzet Rp1.000.000 hingga Rp5.000.000 per bulan
berjumlah 31% atau sebanyak 31 responden. Responden yang memiliki omzet
Rp500.000 hingga Rp1.000.000 per bulan tercatat sebesar 28% atau sebanyak 28
responden. Sementara itu, responden dengan omzet di bawah Rp500.000 per bulan
memiliki proporsi paling kecil, yaitu sebesar 6% atau sebanyak 6 responden.
Deskriptif Variabel
Variabel kemudahan transaksi terdapat 5 indikator yang memiliki total nilai rata-
rata sebesar 20.83, dengan nilai rata-rata berada para rentang 4.11-4.23. Variabel
keamanan transaksi terdapat 5 indikator yang memiliki total nilai rata-rata sebesar
16.18 dengan rata-rata berada pada rentang 3.21-3.27. Variabel preferensi konsumen
terdapat 5 indikator yang memiliki total nilai rata-rata sebesar 15.95 dengan rata-rata
berada pada rentang 3.06-3.28. Variabel minat penggunaan QRIS terdapat 5 indikator
yang memiliki total nilai rata-rata sebesar 15.61 dengan rata-rata berada pada rentang
3.08-3.16.
Hasil Uji Instrumen
Bedasarkan hasil uji instrumen validitas dan reliabilitas semua item dalam
penelitian penelitian ini dinyatakan valid karena (r hitung > r tabel) nilai r hitung lebih
besar dibanding r tabel. Berikut tabel uji validitas:
188 Faktor Penentu Tingkat Minat….(Yahya Agung Purnomo, Reza Widhar Pahlevi)
Tabel 1 Hasil Uji Validitas
Variabel
(r hitung)
Nilai r
Tabel
Level
Signifikansi
Kesimpulan
Uji
Validitas
Kemudahan Transaksi
X1,1
0.766
0.165
0.000
Valid
X1,2
0.775
0.165
0.000
Valid
X1,3
0.754
0.165
0.000
Valid
X1,4
0.874
0.165
0.000
Valid
X1,5
0.839
0.165
0.000
Valid
Keamanan Transaksi
X2,1
0.852
0.165
0.000
Valid
X2,2
0.861
0.165
0.000
Valid
X2.3
0.856
0.165
0.000
Valid
X2.4
0.891
0.165
0.000
Valid
X2.5
0.868
0.165
0.000
Valid
Preferensi Konsumen
X3.1
0.898
0.165
0.000
Valid
X3.2
0.903
0.165
0.000
Valid
X3.3
0.844
0.165
0.000
Valid
X3.4
0.864
0.165
0.000
Valid
X3.5
0.832
0.165
0.000
Valid
Minat Penggunaan QRIS
Y1.1
0.908
0.165
0.000
Valid
Y1.2
0.898
0.165
0.000
Valid
Y1.3
0.914
0.165
0.000
Valid
Y1.4
0.897
0.165
0.000
Valid
Y1.5
0.917
0.165
0.000
Valid
Sumber: data primer diolah, 2025
Hasil dari pengujian validitas menunjukkan nilai r hitung berada dalam kisaran
angka 0.754-0.917, sedangkan untuk nilai r tabel yaitu 0.165. Dengan demikian semua
item yang digunakan dalam penelitian ini dinyatakan valid.
Tabel 2 Hasil Uji Reliabilitas
No
Variabel
Nilai Cronbach’s
Alpha
Kesimpulan
1
Kemudahan Transaksi
0.860
Reliabel
2
Keamanan Transaksi
0.916
Reliabel
3
Preferensi Konsumen
0.918
Reliabel
4
Minat Penggunaan QRIS
0.946
Reliabel
Sumber: data primer diolah, 2025
Hasil nilai cronbach alpha untuk kemudahan transaksi 0.860, keamanan transaksi
0.916, preferensi konsumen 0918, minat penggunaan QRIS 0.946, keseluruhan nilai pada
item penelitian menunjukkan hasil reliabel.
Journal of Economics, Business, Accounting and Management (JEBAM)
Volume 3 No. 2 October 2025, Page 179 - 195 189
Hasil Uji Asumsi Klasik
Uji Regresi Linear Berganda
Tabel 3 Uji Regresi Linear Berganda
Coefficients
a
Model
Unstandarized
Coeffisients
Standardized
Coefficients
Beta
t
sig
B
Std. Error
(Constant)
-1.455
3.596
-.405
.687
Kemudahan
Transaksi
(X1)
.180
.122
.128
1.477
.143
Keamanan
Transaksi
(X2)
.428
.091
.401
4.690
.000
Preferensi
Konsumen
(X3)
.401
.087
.392
4.596
.000
Sumber: data primer diolah, 2025
Dari pengujian regresi linear berganda diperoleh Y = 1455 + 0,180X1 + 0,428X2 +
0,401X3, yang berarti kemudahan transaksi (X1), keamanan transaksi (X2), dan
preferensi konsumen (X3) secara bersama-sama memiliki pengaruh positif terhadap
minat penggunaan QRIS (Y). Koefisien positif pada X1 sebesar 0,180 menunjukkan
bahwa peningkatan kemudahan transaksi cenderung meningkatkan minat penggunaan
QRIS, meskipun pengaruhnya relatif kecil. Sementara itu, keamanan transaksi (X2)
dengan koefisien 0,428 dan preferensi konsumen (X3) sebesar 0,401 memiliki pengaruh
yang lebih kuat terhadap minat penggunaan QRIS. Konstanta bernilai 1,455
menunjukkan bahwa tanpa adanya pengaruh ketiga variabel independen tersebut,
minat penggunaan QRIS cenderung rendah.
Uji Koefisien Determinasi (R
2
)
Tabel 4 Uji Koefisien Determinasi (R
2
)
Model Summary
Model
R
R Square
Adjusted R
Square
Std. Error of the.
Estimate
1
.567
a
.322
.301
5.10827
Sumber: data primer diolah, 2025
Hasil uji koefisien determinasi menunjukkan bahwa nilai Adjusted R Square
190 Faktor Penentu Tingkat Minat….(Yahya Agung Purnomo, Reza Widhar Pahlevi)
sebesar 0,301 menunjukkan bahwa setelah disesuaikan dengan jumlah variabel
independen dan ukuran sampel, variabel kemudahan transaksi, keamanan transaksi,
preferensi konsumen masih mampu menjelaskan 30,1% variasi Minat Penggunaan
QRIS. Sisanya sebesar 69,9% dipengaruhi oleh variabel lain di luar model penelitian ini.
Uji t parsial
Tabel 5 Uji t Parsial
Coefficients
a
Model
Unstandarized
Coeffisients
Standardized
Coefficients Beta
t
sig
B
Std. Error
(Constant)
-1.455
3.596
-.405
.687
Kemudahan
Transaksi (X1)
.180
.122
.128
1.477
.143
Keamanan
Transaksi (X2)
.428
.091
.401
4.690
.000
Preferensi
Konsumen (X3)
.401
.087
.392
4.596
.000
Sumber: data primer diolah 2025
Hasil uji t parsial menunjukkan bahwa Kemudahan Transaksi (X1) memiliki nilai
signifikansi 0,143 > 0,05 dan t hitung 1,477 < t tabel 1,660, sehingga tidak berpengaruh
signifikan terhadap Minat Penggunaan QRIS (H0 diterima). Sebaliknya, Keamanan
Transaksi (X2) memiliki nilai signifikansi 0,000 < 0,05 dan t hitung 4,690 > t tabel 1,660,
sehingga berpengaruh signifikan terhadap Minat Penggunaan QRIS (H2 diterima).
Demikian pula, Preferensi Konsumen (X3) menunjukkan nilai signifikansi 0,000 < 0,05
dan t hitung 4,596 > t tabel 1,660, yang berarti berpengaruh signifikan terhadap Minat
Penggunaan QRIS (H3 diterima).
Uji t parsial
Tabel 6 Uji F Simultan
ANOVA
a
Model
Sum of
squares
df
Mean
Square
F
Sig.
Regression
1188.724
3
396.241
15.185
.000
b
Residual
2505.066
96
26.094
Total
3693.790
99
Sumber: data diolah, 2025
Journal of Economics, Business, Accounting and Management (JEBAM)
Volume 3 No. 2 October 2025, Page 179 - 195 191
Bedasarkan hasil uji statistik F menunjukkan hasil bahwa nilai signifikansi sebesar
0,000 dan nilai F hitung sebesar 15.185. dengan demikian, diperoleh hasil bahwa nilai
signifikansi 0,000 < 0,05. hal tersebut meunjukkan bahwa variabel kemudahan
transaksi, keamanan transaksi, dan preferensi konsumen secara simultan berpengaruh
terhadap minat penggunaan QRIS (H4 diterima).
PEMBAHASAN
Pengaruh Kemudahan Transaksi Terhadap Minat Penggunaan QRIS
Berdasarkan hasil uji t parsial, variabel Kemudahan Transaksi (X1) memiliki
koefisien regresi positif sebesar 0,180, namun tidak berpengaruh signifikan terhadap
minat penggunaan QRIS karena nilai signifikansi 0,143 > 0,05 dan t hitung 1,477 < t
tabel 1,660, sehingga H1 ditolak. Temuan ini menunjukkan bahwa meskipun QRIS
dipersepsikan mudah dan praktis, kemudahan transaksi belum menjadi faktor penentu
utama bagi pelaku UMKM. Kemudahan penggunaan cenderung telah dianggap
sebagai standar dasar, sehingga tidak lagi menjadi pembeda dalam membentuk minat
penggunaan. Kondisi ini menyebabkan rendahnya variasi persepsi responden dan
berdampak pada tidak signifikannya pengaruh variabel tersebut. Hasil penelitian ini
sejalan dengan temuan (Sahabuddin, 2025) yang menyatakan bahwa pengaruh
kemudahan penggunaan dapat menurun ketika pengguna telah terbiasa dengan
teknologi, sehingga faktor lain seperti keamanan transaksi dan preferensi konsumen
menjadi lebih dominan dalam mendorong adopsi QRIS.
Pengaruh Keamanan Transaksi Terhadap Minat Penggunaan QRIS
Berdasarkan hasil uji t parsial, variabel Keamanan Transaksi (X2) memiliki
koefisien regresi sebesar 0,428 dan berpengaruh signifikan terhadap minat penggunaan
QRIS, yang ditunjukkan oleh nilai t hitung 4,690 dengan signifikansi 0,000 < 0,05,
sehingga H2 diterima. Temuan ini menunjukkan bahwa semakin tinggi tingkat
keamanan yang dirasakan pelaku UMKM, semakin besar minat mereka untuk
menggunakan QRIS. Keamanan menjadi faktor dominan karena berkaitan langsung
dengan perlindungan data, risiko penipuan, serta kepercayaan dalam menjaga arus kas
dan keberlangsungan usaha. Rasa aman tersebut mendorong pelaku UMKM untuk
mengandalkan QRIS sebagai metode pembayaran digital secara berkelanjutan dan
meminimalkan hambatan psikologis dalam adopsi teknologi. Hasil temuan ini sejalan
dengan penelitian (Buluati et al., 2023) yang menunjukkan bahwa ketika pelaku usaha
merasa sistem pembayaran digital aman, tingkat adopsinya meningkat secara
signifikan.
Pengaruh Preferensi Konsumen Terhadap Minat Penggunaan QRIS
Berdasarkan hasil uji t parsial, variabel Preferensi Konsumen (X3) memiliki
koefisien regresi sebesar 0,401 dengan nilai t hitung 4,596 dan signifikansi 0,000 < 0,05,
sehingga H0 ditolak dan H3 diterima. Hal ini menunjukkan bahwa preferensi
konsumen berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat penggunaan QRIS.
Temuan ini mengindikasikan bahwa kebiasaan dan permintaan konsumen terhadap
pembayaran non-tunai menjadi faktor kuat yang mendorong pelaku UMKM
192 Faktor Penentu Tingkat Minat….(Yahya Agung Purnomo, Reza Widhar Pahlevi)
mengadopsi QRIS, sejalan dengan teori penerimaan teknologi yang menekankan peran
pengaruh sosial dan kebutuhan pengguna akhir dalam mendorong adopsi teknologi
pembayaran digital. Hasil temuan ini sejalan dengan penelitian dari (Adhiningrum,
2024) bahwa pengaruh sosial memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap
keputusan pelaku UMKM dalam menggunakan QRIS.
Pengaruh Kemudahan Transaksi, Keamanan Transaksi, Preferensi Konsumen
Terhadap Minat Penggunaan QRIS
Bedasarkan hasil uji statistik F menunjukkan hasil bahwa nilai signifikansi sebesar
0,000 dan nilai F hitung sebesar 15,185. dengan demikian, diperoleh hasil bahwa nilai
signifikansi 0,000 < 0,05. Hal tersebut meunjukkan bahwa variabel Kemudahan
Transaksi, Keamanan Transaksi, dan Preferensi Konsumen secara simultan
berpengaruh terhadap Minat Penggunaan QRIS. Hal ini didasarkan pada asumsi
bahwa keputusan pelaku UMKM dalam menggunakan QRIS tidak hanya dipengaruhi
oleh satu faktor tertentu, melainkan merupakan hasil dari kombinasi berbagai persepsi
dan pertimbangan, mulai dari kemudahan dalam melakukan transaksi, tingkat
keamanan sistem pembayaran, hingga kesesuaian QRIS dengan preferensi dan
kebutuhan konsumen (Buluati et al., 2023). Oleh karena itu, semakin baik persepsi
pelaku usaha terhadap kemudahan dan keamanan transaksi serta semakin tinggi
preferensi konsumen terhadap penggunaan QRIS, maka secara simultan akan
meningkatkan minat penggunaan QRIS (Adhiningrum, 2024).
SIMPULAN DAN SARAN
Berdasarkan hasil uji t parsial, kemudahan transaksi berpengaruh positif namun
tidak signifikan terhadap minat penggunaan QRIS, yang menunjukkan bahwa
kemudahan telah dianggap sebagai standar oleh pelaku UMKM sehingga tidak lagi
menjadi faktor utama dalam mendorong adopsi QRIS. Sebaliknya, keamanan transaksi
dan preferensi konsumen terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat
penggunaan QRIS, yang menegaskan bahwa rasa aman dalam bertransaksi serta
tuntutan dan kebiasaan konsumen menjadi faktor dominan dalam keputusan
penggunaan QRIS. Secara simultan, hasil uji F menunjukkan bahwa kemudahan
transaksi, keamanan transaksi, dan preferensi konsumen secara bersama-sama
berpengaruh signifikan terhadap minat penggunaan QRIS pada pelaku UMKM di
Kabupaten Sleman, sehingga minat penggunaan QRIS dipengaruhi oleh kombinasi
beberapa faktor yang saling terkait. Oleh karena itu, pelaku UMKM disarankan untuk
terus mengoptimalkan pemanfaatan QRIS dengan menekankan aspek keamanan,
kemudahan, dan manfaat transaksi serta memberikan edukasi kepada konsumen,
sementara masyarakat diharapkan lebih aktif menggunakan QRIS dengan memahami
fitur dan sistem keamanannya, dan peneliti selanjutnya disarankan untuk
mengembangkan penelitian dengan menambahkan variabel lain seperti kepercayaan,
risiko, atau faktor sosial serta memperluas wilayah penelitian agar hasil yang diperoleh
lebih menyeluruh dan memiliki daya generalisasi yang lebih luas.
Journal of Economics, Business, Accounting and Management (JEBAM)
Volume 3 No. 2 October 2025, Page 179 - 195 193
DAFTAR PUSTAKA
Adhiningrum, D. S. (2024). Program Studi Akuntansi Fakultas Bisnis dan Ekonomika
Universitas Islam Indonesia Yogyakarta.
Anggraini, M. S., Anggraeni, E., & Nurhayati. (2024). Pengaruh Persepsi Kepercayaan
dan Persepsi Keamanan Terhadap Pelaku Usaha Pada Penggunaan QRIS Sebagai
Alat Pembayaran Digital Dalam Persepektif Bisnis Syariah ( Studi Pada UMKM di
Bandar Lampung ) berbasis shared delivery channel yang digunakan untuk men.
Jurnal Publikasi Ilmu Manajemen Dan E-Commerce, 3(3), 160174.
Ariadi, D. (2020). Penerapan Technology Acceptance Model (TAM) Dalam Aspek
Peningkatan Kinerja Operasional Dan Usaha Micro Di YOGYAKARTA. Kaos GL
Dergisi, 8(75), 147154.
https://doi.org/10.1016/j.jnc.2020.125798%0Ahttps://doi.org/10.1016/j.smr.2020
.02.002%0Ahttp://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/810049%0Ahttp://doi.wiley.
com/10.1002/anie.197505391%0Ahttp://www.sciencedirect.com/science/article/
pii/B9780857090409500205%0Ahttp:
Arta Setiawan, I. W. (2020). Qris_DI_Mata_Umkm_Eksplorasi_Persepsi_Da. ISSN:
2337-3067 E-Jurnal Ekonomi Dan Bisnis Universitas Udayana 9.10 (2020):921-946, 10,
921946. https://d1wqtxts1xzle7.cloudfront.net/81913129/36925-
libre.pdf?1646802321=&response-content-
disposition=inline%3B+filename%3DQris_DI_Mata_Umkm_Eksplorasi_Persepsi_
Da.pdf&Expires=1714365672&Signature=VFwzy7C39c28g90HfW4k2q4WYuZ7Jw
MkYqZrDMp--6bXqXzbVvCaG-zL
Buluati, R., Karundeng, D. R., & Suyanto, M. A. (2023). Pengaruh Kemudahan,
Keamanan Dan Kepercayaan Bertransaksi Terhadap Minat Menggunakan QRIS
(Quick Response Indonesian Standard) Pada Pelaku UMKM Di Kabupaten
Boalemo. Wahana, 75(2), 3347. https://doi.org/10.36456/wahana.v75i2.7378
Damayanti, U. R., Nirmala, A. R., Nurani, R., & Kuswara, C. N. (2023). Literasi Sistem
Pembayaran Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) pada Siswa
Sekolah Menengah Atas di Pekanbaru. Jurnal Pengembangan Dan Pengabdian
Masyarakat Multikultural, 1(1), 1721. https://doi.org/10.57152/batik.v1i1.703
Davis, F. D. (1989). Perceived usefulness, perceived ease of use, and user acceptance of
information technology. MIS Quarterly: Management Information Systems, 13(3),
319339. https://doi.org/10.2307/249008
Faizah, T. H. (2025). Pengaruh Persepsi Manfaat, Kemudahan, Keamanan Dan Gaya Hidup
Terhadap Minat Penggunaan Qris.
Fika, S. L. (2023). Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi UMKM (Usaha Mikro, Kecil dan
Menengah) Menggunakan QRIS (Studi Kasus di Kabupaten Sleman).
Ilmi, M., Setyo Liyundira, F., Rachmawati, A., Juliasari, D., & Habsari, P. (2020).
Perkembangan Dan Penerapan Theory Of Acceptance Model (TAM) Di Indonesia.
Relasi: Jurnal Ekonomi, 16(2), 436458. https://doi.org/10.31967/relasi.v16i2.371
194 Faktor Penentu Tingkat Minat….(Yahya Agung Purnomo, Reza Widhar Pahlevi)
Laloan, W., Wenas, R., & Loindong, S. (2023). Pengaruh Kemudahan Penggunaan,
Persepsi Manfaat, dan Risiko Terhadap Minat apengguna E-Payment QRIS pada
Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sam Ratulangi Manado.
Jurnal EMBA: Jurnal Riset Ekonomi, Manajemen, Bisnis Dan Akuntansi, 11(02), 375
386. https://doi.org/10.35794/emba.v11i02.48312
Pangestu, M. G., Paul, J., & Pasaribu, K. (2022). Behavior Intention Penggunaan Digital
Payment QRIS Berdasarkan Model Unified Theory of Acceptance and Use of Technology (
UTAUT ) ( Studi pada UMKM Sektor Industri Makanan & Minuman di. 1(1), 2937.
Permadi, Y. A., & Wilandari, A. (2021). Preferences of Using Quick Response Code
Indonesian Standard ( QRIS ) Among Students as a Means of Digital Payment. 03(01).
Pramesworo, S., Yustisia, N., & Evi, T. (2024). Transformasi Usaha Mikro Kecil dan
Menengah: Menuju Bisnis Kreatif dan Inovatif. Jurnal Abdimas Perbanas, 5(1), 820.
https://doi.org/10.56174/jap.v5i1.571
Rahmawati, & Arfiansyah. (2024). Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Keputusan
Penggunaan QRIS Pada UMKM Kota Surakarta. Mbia, 22(3), 435449.
https://doi.org/10.33557/mbia.v22i3.2663
Rochman, M. N. (2024). QRIS Mudahkan Transaksi UMKM Donoharjo. 12.
https://mediacenter.slemankab.go.id/2024/06/03/qris-mudahkan-transaksi-
umkm-donoharjo/#:~:text=Sleman Dalam rangka memberikan kemudahan
dalam,Layanan QRIS ( Quick Respone Code Indonesian
Sahabuddin, R. (2025). Pengaruh Manfaat dan Kemudahan Penggunaan QRIS terhadap
Minat Pengguna di Kalangan Gen Z Melalui Kepuasan Pelanggan. 2(3), 375387.
Saputri, O. B. (2020). Consumer preference in using the Indonesian standard quick
response code (qris) as a digital payment instrument. Journals of Economics and
Business Mulawarman, 17(2), 237247.
http://journal.feb.unmul.ac.id/index.php/KINERJA
Sari, D. A. K., & Saputra, E. T. (2024). Analisis Faktor yang Mempengaruhi Minat
Penggunaan QRIS Sebagai Teknologi Pembayaran Digital Pada Gen Z di Kabupaten
Boyolali.
Sholihah, E., & Nurhapsari, R. (2023). Percepatan Implementasi Digital Payment Pada
UMKM: Intensi Pengguna QRIS Berdasarkan Technology Acceptance Model.
Nominal Barometer Riset Akuntansi Dan Manajemen, 12(1), 112.
https://doi.org/10.21831/nominal.v12i1.52480
Sofwatunnisa, A. A., Kartawinata, B. R., Akbar, A., & Pradana, M. (2023). Quick
Response Code As A Game-Changer of Indonesian Digital Transactions. WSEAS
Transactions on Computer Research, 11, 479485.
https://doi.org/10.37394/232018.2023.11.43
Sugiyanto. (2021). Pengaruh Keamanan Bertransaksi , Kemudahan Transaksi dan Persepsi
Resiko Terhadap Minat Beli. 1(1). https://doi.org/10.37641/jikes.v1i1.404
Syafila, V. S. (2022). Pengaruh pembayaran digital QRIS berdasarkan Model UTAUT terhadap
kepuasan konsumen saat pandemi dalam transaksi pembayaran di coffe shop yogyakarta.
18180.
Journal of Economics, Business, Accounting and Management (JEBAM)
Volume 3 No. 2 October 2025, Page 179 - 195 195
Wardhani, A. M. N. (2025). QRIS: Solusi atau Beban Bagi UMKM? Kumparan.Com.
https://kumparan.com/aurelia-nisita/qris-solusi-atau-beban-bagi-umkm-
24YWzHR4gpt?utm=