12 Faktor yang mempengaruhi....( Setya Pramono)
kepercayaan diri seseorang. Dalam keterampilan manajemen, yang termasuk dalam
keterampilan soft-skill (sosial) diantaranya adalah kemampuan untuk memimpin,
memotivasi, mengelola konflik, berkomunikasi dengan efektif, bekerja sama,
menumbuhkan partisipasi, memberdayakan rekan kerja dan bawahan, dan lain-lain.
(Keil, Lee & Deng, 2013), (Hwang, Jian Ng, 2012), (Fisher, 2010), (Bee & Hie, 2015).
4. Pengaruh variabel Karakteristik bank syariah (KBS) terhadap variabel porsi
pembiayaan bagi hasil (PPBH).
Berdasarkan dari hasil perhitungan yang ditunjukkan pada Tabel diatas, hubungan
variabel Karakteristik bank syariah dengan porsi pembiayaan bagi hasil menunjukkan
nilai koefisien jalur sebesar -0,012515 dengan nilai t sebesar 0,556431. Nilai tersebut
lebih kecil dari t tabel (1,6551). Dan diperoleh nilai angka probabilitas (sig) sebesar 0,479
> 0,01 dan 0,05. Hasil ini berarti bahwa karakteristik bank syariah tidak berpengaruh
positif terhadap porsi pembiayaan bagi hasil di Bank Pembiayaan Rakyat Syariah yang
berarti tidak sesuai dengan hipotesis keempat dimana karakteristik bank syariah
berpengaruh positif terhadap porsi pembiayaan bagi hasil di Bank Pembiayaan Rakyat
Syariah. Hal ini berarti Hipotesis 4 ditolak. Karakteristik bank menunjukkan skala
usaha yang dilakukan oleh bank. Variabel ini akan diteliti melalui ukuran bank dengan
mengacu pada skala usaha yang dilakukan oleh bank yang terlihat dari jumlah
asset/aktiva bank. Semakin besar perusahaan (perbankan) cakupan usaha atau pangsa
pasar yang dikuasai lebih besar, sehingga dapat meningkatkan efisiensi. Hasil
penelitian ini tidak sejalan dengan hasil penelitian Campbell (2002) bahwa ukuran
perusahaan memberikan pengaruh yang mendua (ambiguous) terhadap kinerja
perusahaan dan konsekuensinya akan menimbulkan biaya yang lebih besar sehingga
akan berpengaruh negatif terhadap kinerja perusahaan.
5. Pengaruh variabel Kepatuhan syariah (KSY) terhadap variabel porsi pembiayaan
bagi hasil (PPBH).
Berdasarkan dari hasil perhitungan yang ditunjukkan pada Tabel di atas, hubungan
variabel Kepatuhan syariah bank dengan porsi pembiayaan bagi hasil menunjukkan
nilai koefisien jalur sebesar -0,164293 dengan nilai t sebesar 0,872871. Nilai tersebut
lebih kecil dari t tabel (1,6551). Dan diperoleh nilai angka probabilitas (sig) sebesar 0,554
> 0,01 dan 0,05. Hasil ini berarti bahwa kepatuhan syariah bank tidak berpengaruh
positif terhadap porsi pembiayaan bagi hasil di Bank Pembiayaan Rakyat Syariah yang
berarti tidak sesuai dengan hipotesis kelima dimana Kepatuhan syariah berpengaruh
positif terhadap porsi pembiayaan bagi hasil di Bank Pembiayaan Rakyat Syariah. Hal
ini berarti Hipotesis 5 ditolak. Isu tentang kepatuhan syariah nampak semakin penting
dalam situasi di mana keuangan Islam selalu ditantang dengan permintaan dari pelaku
pasar agar bersifat inovatif dan berorientasi pada bisnis (misalnya dalam menawarkan
instrumen dan produk baru), sebagaimana keuangan konvensional juga melakukan hal
tersebut. Fakta ini dapat mendorong posisi keuangan Islam ke tengah dari dua
kekuatan pendorong. Disatu sisi mereka harus mengakomodasi tuntutan dari nasabah
sebagaimana tersebut yang bisa jadi bertentangan dengan prinsip syariah, tetapi disisi