Journal of Economics, Business, Accounting and Management (JEBAM)
Volume 1 No. 1 April 2023, Page 1 - 16
Journal of Economics, Business, Accounting and Management
(JEBAM)
Journal homepage:https://kurniajurnal.com/index.php/jebam
E-ISSN:XXXX-XXXX
Faktor yang mempengaruhi porsi pembiayaan bagi hasil pada Bank
Pembiayaan Rakyat Syariah
Setya Pramono
Program Manajemen Bisnis Syariah, STIES Putera Bangsa Tegal, Indonesia
Email: setyapramono539@gmail.com
Article History
Received : 10-Januari-2023
Revised : 05-Februari-2023
Accepted : 14-Maret-2023
Published : 01-April-2023
Keywords:
Manager Skills; Manager Perception;
Profit Sharing Financing; and Sharia
People's Financing Bank.
Corresponding author:
Setya Pramono
DOI: -
A B S T R A C T
This study examines conceptual and empirical models of Manager Skills,
Sharia Compliance, Sharia Bank Characteristics, Manager Perception of
Sharia Bank Internal SDI, Manager Perception of Customer
Characteristics, Manager Perception of Regulatory Existence, Manager
Perception of Government Support for Profit Sharing Financing Portion at
Sharia People's Financing Bank. The selection of the research site was
carried out by proportional simple random sampling technique. The
sampling technique used in his research was purposive sampling. In this
study there were 36 BPRS in DIY and Central Java, then five people were
taken as respondents for each BPRS consisting of the Board of Directors,
Sharia Supervisory Board, Marketing Manager, Operations Manager
(Financing Manager) and Customer Service. So the number is 180 (One
Hundred and Eighty) respondents. The object of assessment is the
Operations Manager/Financing Manager, considering that this research is
related to the portion of profit sharing financing. The results showed that 1)
The conceptual skills of managers have a positive effect on the portion of
profit sharing financing in Sharia BPR 2) The technical skills of managers
have a positive effect on the portion of profit sharing financing in Sharia
BPR 3) The social skills of managers have a positive effect on the portion of
profit sharing financing in Sharia BPR 4) Manager's perception of the
internal SDI of Islamic banks has a positive effect on the portion of profit
sharing financing in Sharia BPR 5) Manager's perception about the
existence of regulations has a positive effect on the portion of profit sharing
financing in Sharia BPR 6) Manager's perception of government support
has a positive effect on the portion of profit sharing financing in Sharia BPR
7) There is no influence of the characteristics of Islamic banks on the portion
of profit sharing financing in Sharia BPR 8) There is no influence of sharia
compliance on the portion of profit sharing financing in Sharia BPR 9) No
influence of managers' perception of characteristics customers against the
portion of profit sharing financing at BPR Syariah.
A B S T R A K
Penelitian ini mengkaji tentang model konseptual dan empiris
mengenai Keterampilan Manajer, Kepatuhan Syariah, Karakteristik
Bank Syariah, Persepsi Manajer tentang SDI Internal Bank Syariah,
Persepsi Manajer tentang Karakteristik Nasabah, Persepsi Manajer
tentang Eksistensi Regulasi, Persepsi Manajer tentang Dukungan
2 Faktor yang mempengaruhi....( Setya Pramono)
Pemerintah Terhadap Porsi Pembiayaan Bagi Hasil di Bank
Pembiayaan Rakyat Syariah. Pemilihan lokasi penelitian dilakukan
secara teknik proporsional acak sederhana (proportional simple
random sampling). Adapun teknik pengambilan sampel yang
digunakan dalam penelitiannya purposive sampling. Dalam
penelitian ini terdapat 36 BPRS di DIY dan Jawa Tengah,
selanjutnya diambil lima orang sebagai responden untuk masing-
masing BPRS terdiri dari Dewan Direksi, Dewan Pengawas
Syariah, Manajer Marketing, Manajer Operasional (Manajer
Pembiayaan) dan Customer Service. Jadi jumlahnya sebesar 180
(Seratus Delapan Puluh) responden. Adapun yang dijadikan objek
penilaian adalah Manajer Operasional/Manajer Pembiayaan,
mengingat penelitian ini terkait dengan porsi pembiayaan bagi
hasil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Keterampilan
konseptual manajer berpengaruh positif terhadap porsi
pembiayaan bagi hasil di BPR Syariah 2) Keterampilan teknis
manajer berpengaruh positif terhadap porsi pembiayaan bagi hasil
di BPR Syariah 3) Keterampilan sosial manajer berpengaruh positif
terhadap porsi pembiayaan bagi hasil di BPR Syariah 4) Persepsi
manajer tentang SDI internal bank syariah berpengaruh positif
terhadap porsi pembiayaan bagi hasil di BPR Syariah 5) Persepsi
manajer tentang eksistensi regulasi berpengaruh positif terhadap
porsi pembiayaan bagi hasil di BPR Syariah 6) Persepsi manajer
tentang dukungan pemerintah berpengaruh positif terhadap porsi
pembiayaan bagi hasil di BPR Syariah 7) Tidak adanya pengaruh
karakteristik bank syariah terhadap terhadap porsi pembiayaan
bagi hasil di BPR Syariah 8) Tidak ada pengaruh kepatuhan syariah
terhadap terhadap porsi pembiayaan bagi hasil di BPR Syariah 9)
Tidak ada pengaruh Persepsi manajer tentang karakteristik
nasabah terhadap terhadap porsi pembiayaan bagi hasil di BPR
Syariah.
©2023, Setya Pramono
This is an open access article under CC BY-SA license
PENDAHULUAN
Eksistensi bank syariah memiliki prospek yang cerah karena potensi captive market
yang jelas. Dengan posisi ini, perkembangan bank syari'ah meningkat secara pesat
sehingga sepadan dengan bank konvensional yang telah lama beroperasi. Bank syariah
dengan sistem bagi hasil, pada aspek pendanaan mendukung program pemerintah
dalam pemerataan pendapatan secara adil. Sedangkan pada aspek pembiayaan, bank
syariah mampu memperluas daya jangka dan penetrasi penyaluran dana pada semua
lapisan masyarakat juga mendukung program pemerintah dalam memperluas
kesempatan bekerja serta mendukung upaya pertumbuhan ekonomi. (Azmy, 2015).
Total pembiayaan dengan prinsip bagi hasil tidak pernah lebih dari setengah total
pembiayaan dengan prinsip jual-beli. Hal ini merupakan fenomena yang menarik
karena idealnya pembiayaan dengan prinsip bagi hasil lebih menggerakkan sektor riil
dan menutup kemungkinan disalurkannya dana pada usaha konsumtif. Sebab jika
ditinjau dari konsep bagi hasil, maka ada return yang harus dibagi dan hal itu bisa
terjadi apabila uang digunakan untuk usaha produktif. Jika ditinjau dari prinsip
ketaatan terhadap syariah, pembiayaan dengan prinsip jual beli dan sewa
Journal of Economics, Business, Accounting and Management (JEBAM)
Volume 1 No. 1 April 2023, Page 1 - 16 3
menimbulkan celah lebih besar terjadinya penyimpangan terhadap prinsip syariah.
Penelitian-penelitian terkait dengan penyebab rendahnya pembiayaan bagi hasil sudah
banyak dilakukan, namun terdapat kelemahan karena aspek yang diteliti hanya aspek
internal bank syariah, nasabah, regulasi, pemerintah dan institusi lain, kepatuhan
syariah serta ekonomi makro saja. Padahal aspek manajerial sangatlah urgen dalam
manajemen pembiayaan bagi hasil di bank syariah. Jadi, kebaruan penelitian ini adalah
menambah variabel keterampilan manajer dengan menggunakan pengukuran
keterampilan konseptual, keterampilan teknis dan keterampilan sosial untuk menjawab
tidak tersedianya SDM manajer bank yang memadai dalam usaha/proyek yang
dibiayai atau kurangnya sistem monitoring yang berkelanjutan terhadap bank syariah.
Penelitian Yulianto dan Asrori (2014) menjelaskan aspek tersebut adalah DPK, Ukuran
Perusahaan dan CAR. Penelitian Adnan dan Purwoko (2012), Sarker (1999) aspek
tersebut terdiri dari kurangnya pemahaman SDM, kapasitas SDM dan monitoring.
Selanjutnya penelitian Chapra (2000) aspek tersebut terdiri dari orientasi bisnis,
financial structure, FDR dan Ukuran Perusahaan. Selanjutnya penelitian Trisnadi (2015)
menyebutkan aspek dimaksud adalah FDR, NPF dan DPK.
Selanjutnya penelitian Lewis dan Algaoud (2001) menjelaskan aspek diimaksud yaitu
monitoring, averse to effort dan averse to risk. Penelitian Mulyawan (2001) menjelaskan
aspek tersebut terdiri dari Dana Pihak Ketiga, CAR dan FDR. Penelitian Parinduri
(2003) menjelaskan aspek tersebut terdiri dari kualitas sumber daya insani yang belum
memadai untuk menangani, averse to effort dan averse to risk. Sedangkan penelitian
Ascarya dan Diana (2005) menjelaskan aspek internal bank syariah terdiri dari kualitas
sumber daya insani yang belum memadai untuk menangani, memproses, memonitor,
menyelia, dan mengaudit berbagai proyek bagi hasil. Selanjutnya terdapat aversion to
effort, aversion to risk dan adverse selection, keterbatasan peran bank sebagai investor
(ketidakseimbangan hak-hak manajemen dan kontrol) terutama dalam hal pembiayaan
bagi hasil.
Secara umum penelitian ini bertujuan untuk membangun model konseptual dan
empiris mengenai Keterampilan Manajer, Kepatuhan Syariah, Karakteristik Bank
Syariah, Persepsi Manajer tentang SDI Internal Bank Syariah, Persepsi Manajer tentang
Karakteristik Nasabah, Persepsi Manajer tentang Eksistensi Regulasi, Persepsi Manajer
tentang Dukungan Pemerintah Terhadap Porsi Pembiayaan Bagi Hasil di Bank
Pembiayaan Rakyat Syariah.
LANDASAN TEORI DAN PENGEMBANGAN HIPOTESIS
Kepemimpinan seorang manajer pembiayaan sangat berpengaruh terhadap
implementasi program pembiayaan. Setiap manajer pembiayaan membutuhkan
minimal tiga keterampilan dasar yaitu keterampilan konseptual adalah kemampuan
untuk memahami suatu persoalan/isu secara keseluruhan untuk kepentingan atau
4 Faktor yang mempengaruhi....( Setya Pramono)
kegiatan organisasi. Jenis keterampilan konseptual ini diperlukan oleh seorang
pemimpin untuk memahami dalam mengoperasikan organisasi. (Keil, Lee & Deng,
2013). Pada tataran implementatif, keterampilan konseptual akan meningkat
kebutuhannya seiring dengan bertambah tingginya kedudukan seorang manajer dalam
suatu jenjang manajemen, sesuai dengan hirarkis wewenang dan tanggung jawabnya
dalam suatu organisasi (Hwang, Jiang Ng, 2012). Sedangkan keterampilan sosial adalah
keterampilan mengelola diri sendiri dan bersosialisasi dengan orang lain, termasuk
didalamnya tentang pola pikir, sistem kepercayaan, kematangan emosi dan
kepercayaan diri seseorang. Keterampilan sosial/soft skills penting bagi semua manajer
pada setiap jenjang (Bee & Hie, 2015).
H1: Keterampilan konseptual manajer bank syariah berpengaruh positif terhadap
porsi pembiayaan bagi hasil di Bank Pembiayaan Rakyat Syariah
Pengaruh Keterampilan Teknis Manajer Bank Syariah Terhadap Porsi
Pembiayaan Bagi Hasil
Keterampilan teknis yaitu kemampuan untuk mengaplikasikan pengetahuan, metode,
atau teknik spesifik dalam bidang spesialisasi tertentu. Keterampilan ini merupakan
pemahaman dan kecakapan melakukan aktivitas pekerjaan yang berhubungan dengan
bidang khusus atau pekerjaan tertentu. Keterampilan teknis biasanya lebih banyak
berhubungan dengan keahlian tangan atau fisik lainnya, namun ada juga beberapa
keahlian non-fisik yang bersifat teknis. (Hwang, Jiang Ng, 2012). Oleh sebab itu adanya
keterampilan ini diharapkan optimalisasi hasil pembiayaan bagi hasil meningkat
karena jenis pembiayaan ini sangat tergantung pada manajer bank syariah dalam
mengelola proyek pembiayaan. Yamit (2004) menyebutkan bahwa seorang manajer
mempunyai peran yang sangat strategis dalam menetapkan tujuan hingga menentukan
alokasi waktu yang cukup.
H2: Keterampilan teknis manajer bank syariah berpengaruh positif terhadap porsi
pembiayaan bagi hasil di Bank Pembiayaan Rakyat Syariah
Pengaruh Keterampilan Sosial Manajer Bank Syariah Terhadap Porsi Pembiayaan
Bagi Hasil
Keterampilan sosial yaitu keterampilan mengelola diri sendiri dan bersosialisasi
dengan orang lain yang didasarkan pada nilai-nilai yang dianut dalam kehidupan
seseorang, termasuk didalamnya tentang pola pikir, sistem kepercayaan, kematangan
emosi dan kepercayaan diri seseorang (Bee & Hie, 2015). Keterampilan sosial (soft-skill)
bersifat intangible, kecakapannya tidak bisa diukur tapi pengaruhnya dapat dirasakan,
dan kadar kualitasnya bisa disadari atau tidak disadari oleh seseorang. (Keil, Lee &
Deng, 2013). Dalam keterampilan manajemen, yang termasuk dalam keterampilan
sosial (soft-skill) diantaranya adalah kemampuan untuk memimpin, memotivasi,
mengelola konflik, berkomunikasi dengan efektif, bekerja sama, menumbuhkan
partisipasi, memberdayakan rekan kerja dan bawahan, dan lain-lain (Hwang, Jian Ng,
2012).
Journal of Economics, Business, Accounting and Management (JEBAM)
Volume 1 No. 1 April 2023, Page 1 - 16 5
H3: Keterampilan sosial manajer bank syariah berpengaruh positif terhadap porsi
pembiayaan bagi hasil di Bank Pembiayaan Rakyat Syariah
Pengaruh Karakteristik Bank Syariah Terhadap Porsi Pembiayaan Bagi Hasil
Karakteristik bank menunjukkan skala usaha yang dilakukan oleh bank. Variabel ini
akan diteliti melalui ukuran bank dengan mengacu pada skala usaha yang dilakukan
oleh bank yang terlihat dari jumlah asset/aktiva bank. Semakin besar perusahaan
(perbankan) cakupan usaha atau pangsa pasar yang dikuasai lebih besar, sehingga
dapat meningkatkan efisiensi. Menurut Campbell (2002) bahwa ukuran perusahaan
memberikan pengaruh yang mendua (ambiguous) terhadap kinerja perusahaan dan
konsekuensinya akan menimbulkan biaya yang lebih besar sehingga akan berpengaruh
negatif terhadap kinerja perusahaan. Di sisi lain, perusahaan besar memiliki skala dan
keleluasaan ekonomis yang menyebabkan hubungan positif antara ukuran perusahaan
dan kinerja perusahaan.
H4: Karakteristik bank syariah berpengaruh positif terhadap porsi pembiayaan
bagi hasil di Bank Pembiayaan Rakyat Syariah
Pengaruh Kepatuhan Syariah Terhadap Porsi Pembiayaan Bagi Hasil
Isu tentang kepatuhan syariah semakin penting dalam situasi ketika sistem keuangan
Islam selalu ditantang dengan permintaan dari pelaku pasar agar bersifat inovatif dan
berorientasi pada bisnis (misalnya dalam menawarkan instrumen dan produk baru),
sebagaimana keuangan konvensional juga melakukan hal tersebut. Fakta ini dapat
mendorong posisi keuangan Islam ke tengah dari dua kekuatan pendorong. Disatu sisi
mereka harus mengakomodasi tuntutan dari nasabah sebagaimana tersebut yang bisa
jadi bertentangan dengan prinsip syariah, tetapi disisi lain bank Islam itu secara ketat
terikat oleh apa yang dinamakan dengan kepatuhan syariah. Kewajiban manajemen
bank syariah menyediakan informasi kepatuhan terhadap prinsip syariah telah
dimandatkan oleh AAOIFI dalam Accounting, Auditing and Governance Standards for
Islamic Financial Institutions (AAGSIFI), dalam memenuhi penyediaan informasi
kepatuhan bank syariah terhadap prinsip-prinsip Syariah.
H5: Kepatuhan syariah berpengaruh positif terhadap porsi pembiayaan bagi hasil
di Bank Pembiayaan Rakyat Syariah
Pengaruh Persepsi Manajer tentang Sumber Daya Insani Internal Bank Syariah
Terhadap Porsi Pembiayaan Bagi Hasil
Keseimbangan pertumbuhan bank syariah diikuti dengan kebutuhan peningkatan
jumlah tenaga kerja. Ini bertujuan untuk memberikan pelayanan prima kepada
konsumen dan edukasi produk perbankan syariah. Walau demikian, ada sejumlah
permasalahan dalam sumber daya manusia di bank syariah. Menurut Rahmawati
(2014) salah satu masalah terbesar sumber daya manusia syariah adalah pihak
perbankan kesulitan untuk mencari SDM perbankan syariah yang kompeten dan
mumpuni. Perbankan syariah cenderung mengambil sumber daya manusia dari luar
6 Faktor yang mempengaruhi....( Setya Pramono)
perguruan tinggi syariah karena SDM di bank syariah biasanya justru lebih mudah
diberikan pengetahuan tentang perbankan syariah.
H6: Persepsi manajer tentang Sumber Daya Insani internal bank syariah
berpengaruh positif terhadap porsi pembiayaan bagi hasil di Bank Pembiayaan
Rakyat Syariah
Pengaruh Persepsi Manajer Tentang Karakteristik Nasabah Terhadap Porsi
Pembiayaan Bagi Hasil
Menurut Rahmawati (2014), pengetahuan dan pemahaman masyarakat tentang
produk-produk bank syariah merupakan salah satu faktor pemicu dalam berinvestasi
di bank syari’ah. Penelitian ini juga menemukan bahwa terdapat hubungan positif
antara persepsi tentang sistem bagi hasil dengan minat menggunakan produk. Semakin
tinggi persepsi tentang sistem bagi hasil akan meningkatkan kepercayaan dan
keyakinan nasabah sehingga dapat mempengaruhi minat menggunakan produk.
Sebaliknya semakin kecil persepsi nasabah tentang sistem bagi hasil, maka akan
mengurangi kepercayaan nasabah sehingga keinginan menggunakan produk atau
berinvestasi akan semakin kecil.
H7: Persepsi manajer tentang karakteristik nasabah berpengaruh positif terhadap
porsi pembiayaan bagi hasil di Bank Pembiayaan Rakyat Syariah
Pengaruh Persepsi Manajer tentang Eksistensi Regulasi Terhadap Porsi
Pembiayaan Bagi Hasil
Bank syariah yang ada di Indonesia selama dua dekade ini mengalami perkembangan
yang sangat pesat. Menurut survei yang dilakukan oleh Islamic Finance Report (2017)
saat ini perbankan syariah di Indonesia menduduki peringkat ke-10 pada Top Islamic
Market setelah Iran, Saudi Arabia, Malasyia, UAE, Kuwait, Qatar, Bahrain, Turki dan
Bangladesh. Perbankan syariah dapat menawarkan baik jasa-jasa perbankan
konvensional maupun jasa finance company nonbank. Tidak hanya lembaga keuangan
syariah saja yang melaju dengan impresif, perbankan syariah pun melaju dengan
impresif pula. Angka statistik yang dirilis Bank Indonesia membuktikan premis
tersebut. Pada waktu yang bersamaan, legalitas yang menopang operasional perbankan
syariah pun semakin kokoh. Walaupun diawal pendiriannya menghadapi masalah
legalitas, namun sejak ditetapkannya UU No 21 tahun 2008 tentang Perbankan Syariah,
maka masalah legalitas relatif sudah teratasi.
H8: Persepsi manajer tentang eksistensi regulasi berpengaruh positif terhadap
porsi pembiayaan bagi hasil di Bank Pembiayaan Rakyat Syariah
Pengaruh Persepsi Manajer tentang Dukungan Pemerintah Terhadap Porsi
Pembiayaan Bagi Hasil
Kebijakan pemerintah mempunyai peranan signifikan dalam mendorong pertumbuhan
pembangunan ekonomi suatu negara. Pengambilan kebijakan selalu melibatkan pihak-
pihak yang berkepentingan dalam rangka menegakkan keadilan bagi umat manusia.
Journal of Economics, Business, Accounting and Management (JEBAM)
Volume 1 No. 1 April 2023, Page 1 - 16 7
Tidak hanya dilihat dari prosesnya tetapi juga kontribusinya kepada masyarakat luas.
Kebijakan hendaknya lebih mementingkan aspirasi masyarakat sesuai dengan keadaan
dan tuntutan kehidupan. Sebab tuntutan masyarakat Muslim menginginkan praktek-
praktek dalam kehidupan tersebut tidak keluar dari ketentuan syariat termasuk dalam
kegiatan ekonomi. Penerapan prinsip-prinsip syariah dalam kegiatan ekonomi bagi
umat Islam sangat diharapkan, tidak saja bagi individu tetapi penerapannya secara
serentak bagi umat Islam di Indonesia. Penerapan tersebut didukung dengan kebijakan
pemerintah yang mendukung bagi pertumbuhan dan perkembangan lembaga
keuangan syariah.
H9: Persepsi manajer tentang dukungan pemerintah berpengaruh positif terhadap
porsi pembiayaan bagi hasil di Bank Pembiayaan Rakyat Syariah
METODE PENELITIAN
Lokasi penelitian ini adalah seluruh Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS) yang
menggunakan produk pembiayaan bagi hasil yang berada di Provinsi Jawa Tengah dan
DIY sebanyak 36 BPRS. Selanjutnya akan dijadikan populasi dan sampelnya. Pemilihan
lokasi penelitian dilakukan secara teknik proporsional acak sederhana (proportional
simple random sampling). Adapun teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam
penelitiannya purposive sampling. Teknik ini bertujuan menentukan sampel penelitian
dengan beberapa pertimbangan tertentu, agar data yang diperoleh lebih representatif
dan pengambilan data terdistribusi secara merata untuk memenuhi unsur keadilan
sehingga tidak ada unsur subjektivitas peneliti. Dalam penelitian ini terdapat 36 BPRS
di DIY dan Jawa Tengah, selanjutnya diambil lima orang sebagai responden untuk
masing-masing BPRS terdiri dari Dewan Direksi, Dewan Pengawas Syariah, Manajer
Marketing, Manajer Operasional (Manajer Pembiayaan) dan Customer Service. Jadi
jumlahnya sebesar 180 (Seratus Delapan Puluh) responden. Adapun yang dijadikan
objek penilaian adalah Manajer Operasional/ Manajer Pembiayaan, mengingat
penelitian ini terkait dengan porsi pembiayaan bagi hasil.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Validitas Model
1. Convergent validity
Convergent validity dari model pengukuran dengan refleksif indikator dinilai
berdasarkan korelasi antara item score/component score. Ukuran refleksif individual
dikatakan tinggi jika berkorelasi lebih dari 0,70 dengan konstruk yang diukur. Namun
menurut Ghozali (2006) untuk penelitian tahap awal dari pengembangan skala
pengukuran nilai loading 0,5 sampai 0,6 dianggap cukup memadai. Dalam penelitian
ini akan digunakan batas loading faktor sebesar 0,50.
8 Faktor yang mempengaruhi....( Setya Pramono)
2. Discriminant Validity
Discriminant validity dilakukan untuk memastikan bahwa setiap konsep dari masing
variabel laten berbeda dengan variabel lainnya. Model mempunyai discriminant
validity yang baik jika setiap nilai loading dari setiap indikator dari sebuah variabel
laten memiliki nilai loading yang paling besar dengan nilai loading lain terhadap
variabel laten lainnya.
Berdasarkan hasil pengolahan analisis data untuk menilai outer model Convergent
Validity dan Discriminant Validity pada lampiran, nilai outer model atau korelasi
antara indikator dengan variabel pada penelitian telah memenuhi convergent validity
karena seluruhnya memiliki nilai loading factor diatas 0,50. Dapat dilihat bahwa nilai
loading factor untuk setiap indikator dari masing-masing variabel laten memiliki nilai
loading factor yang paling besar dibanding nilai loading factor jika dihubungkan
dengan variabel laten lainnya. Hal ini berarti bahwa setiap variabel laten memiliki
discriminant validity yang baik.
3. Composite Reliability dan Average Variance Extracted (AVE)
Kriteria validitas dan reliabilitas juga dapat dilihat dari Composite Reliability dan nilai
Average Variance Extracted (AVE) dari masing-masing konstruk. Konstruk dikatakan
memiliki reliabilitas yang tinggi jika nilai composite reliablity diatas 0,70 dan AVE
berada diatas 0,50. Pada tabel disajikan nilai Composite Reliability dan AVE untuk
seluruh variabel.
Tabel 1. Composite Reliability dan Average Variance Extracted
AVE
Composite
Reliability
1,000000
1,000000
0,896265
0,945295
0,795181
0,939377
1,000000
1,000000
0,930337
0,989415
0,615179
0,962021
0,640443
0,966731
0,562378
0,946676
0,892020
0,980212
0,935890
0,966883
Sumber: Data Primer Diolah, 2019
Berdasarkan tabel dapat disimpulkan bahwa semua konstruk memenuhi kriteria
reliabel. Hal ini ditunjukkan dengan nilai composite reliability di atas 0,70 dan AVE
diatas 0,50 sebagaimana kriteria yang direkomendasikan.
Journal of Economics, Business, Accounting and Management (JEBAM)
Volume 1 No. 1 April 2023, Page 1 - 16 9
Pengujian Model Struktural (Inner Model)
Pengujian inner model atau model struktural dilakukan untuk melihat hubungan
antara konstruk, nilai signifikansi dan R-square dari model penelitian. Model struktural
dievaluasi dengan menggunakan R-square untuk konstruk dependen uji t serta
signifikansi dari koefisien parameter jalur struktural.
Gambar 1. Model Struktural
Sumber: Data Primer Diolah, 2019
Keterangan:
KK (1-14) : Keterampilan Konseptual Manajer
KT (1-17) : Keterampilan Teknis Manajer
KS (1-16) : Keterampilan Sosial Manajer
KBS : Karakteristik Bank Syariah
KSY (1-7) : Kepatuhan Syariah Bank
IB (1-4) : SDI internal bank syariah
NS (1-6) : Karateristik nasabah
RG (1-2) : Kecukupan regulasi
DP (1-2) : Dukungan pemerintah
PPBH : Porsi Pembiayaan Bagi Hasil
10 Faktor yang mempengaruhi....( Setya Pramono)
Signifikansi parameter yang diestimasi memberikan informasi yang sangat berguna
mengenai hubungan antara variabel-variabel penelitian. Dasar yang digunakan dalam
menguji hipotesis adalah nilai yang terdapat pada output resultfor inner weight. Tabel
berikut memberikan output estimasi untuk pengujian model struktural.
Tabel 2. Result For Inner Weights
Original
Sample (O)
Sample
Mean (M)
Standard
Deviation
(STDEV)
Standard
Error
(STERR)
T Statistics
(|O/STERR|)
P Values
DP ->
PPBH
0,901041
0,898920
0,049770
0,049770
18,104265
0,001
IB ->
PPBH
0,593694
0,621414
0,131851
0,131851
4,502765
0,009
KB ->
PPBH
-0,012515
-0,009268
0,022491
0,022491
0,556431
0,479
KSY ->
PPBH
-0,164293
-0,132614
0,188221
0,188221
0,872871
0,554
KS ->
PPBH
0,313637
0,336740
0,185306
0,185306
1,692536
0,032
KT ->
PPBH
0,034131
0,036257
0,041413
0,041413
2,824168
0,011
KK ->
PPBH
0,073084
0,073103
0,043462
0,043462
1,681581
0,044
NS->
PPBH
0,317673
0,299096
0,275996
0,275996
1,151007
0,457
RG ->
PPBH
0,087242
0,084755
0,047129
0,047129
1,851136
0,024
Sumber: Data Primer Diolah, 2019
1. Pengaruh variabel keterampilan konseptual manajer bank syariah (KK) terhadap
variabel porsi pembiayaan bagi hasil (PPBH).
Berdasarkan dari hasil perhitungan yang ditunjukkan pada Tabel di atas, hubungan
variabel keterampilan konseptual manajer dengan porsi pembiayaan bagi hasil di Bank
Pembiayaan Rakyat Syariah menunjukkan nilai koefisien jalur sebesar 0,073084 dengan
nilai t sebesar 1,681581. Nilai tersebut lebih besar dari t tabel (1,6551). Dan diperoleh
nilai angka probabilitas (sig) sebesar 0,044 < 0,05. Hasil ini berarti bahwa keterampilan
konseptual manajer berpengaruh positif terhadap porsi pembiayaan bagi hasil di Bank
Pembiayaan Rakyat Syariah yang berarti sesuai dengan hipotesis pertama dimana
keterampilan konseptual manajer berpengaruh positif terhadap porsi pembiayaan bagi
hasil di Bank Pembiayaan Rakyat Syariah. Hal ini berarti Hipotesis 1 diterima. Konsep
bagi hasil merupakan sebuah konsep yang tepat diterapkan oleh bank syariah untuk
menggantikan sistim bunga pada bank konvensional. Pembiayaan ini diharapkan bisa
mendominasi pembiayaan yang ada di bank syariah, karena dengan sistem bagi hasil
Journal of Economics, Business, Accounting and Management (JEBAM)
Volume 1 No. 1 April 2023, Page 1 - 16 11
diharapkan lebih bisa menggerakkan usaha yang bersifat produktif, sehingga tidak
menutup kemungkinan untuk dapat menciptakan lapangan kerja yang baru. Selain itu
apabila jumlah pembiayaan tinggi, hal ini akan menarik nasabah untuk lebih berani
dalam menginvestasikan dana yang dimiliki ke dalam pembiayaan bagi hasil.
2. Pengaruh variabel Keterampilan teknis manajer bank syariah (KT) terhadap
variabel porsi pembiayaan bagi hasil (PPBH).
Berdasarkan dari hasil perhitungan yang ditunjukkan pada Tabel di atas, hubungan
variabel Keterampilan teknis manajer dengan porsi pembiayaan bagi hasil di Bank
Pembiayaan Rakyat Syariah menunjukkan nilai koefisien jalur sebesar 0,034131dengan
nilai t sebesar 2,824168. Nilai tersebut lebih besar dari t tabel (1,6551). Dan diperoleh
nilai angka probabilitas (sig) sebesar 0,011 < 0,01 dan 0,05. Hasil ini berarti bahwa
keterampilan teknis manajer berpengaruh positif terhadap porsi pembiayaan bagi hasil
di Bank Pembiayaan Rakyat Syariah yang berarti sesuai dengan hipotesis kedua
dimana keterampilan teknis manajer berpengaruh positif terhadap porsi pembiayaan
bagi hasil di Bank Pembiayaan Rakyat Syariah. Hal ini berarti Hipotesis 2 diterima.
Keterampilan teknis yaitu kemampuan untuk mengaplikasikan pengetahuan, metode,
atau teknik spesifik dalam bidang spesialisasi tertentu. Keterampilan ini merupakan
pemahaman dan kecakapan melakukan aktivitas pekerjaan yang berhubungan dengan
bidang khusus atau pekerjaan tertentu. Keterampilan teknis biasanya lebih banyak
berhubungan dengan keahlian tangan atau fisik lainnya, namun ada juga beberapa
keahlian non-fisik yang bersifat teknis. Oleh sebab itu adanya keterampilan ini
diharapkan optimalisasi hasil pembiayaan bagi hasil meningkat karena jenis
pembiayaan ini sangat tergantung pada manajer bank syariah dalam mengelola proyek
pembiayaan. Yamit (2004) menyebutkan bahwa seorang manajer mempunyai peran
yang sangat strategis dalam menetapkan tujuan hingga menentukan alokasi waktu
yang cukup.
3. Pengaruh variabel Keterampilan sosial manajer bank syariah (KS) terhadap
variabel porsi pembiayaan bagi hasil (PPBH).
Berdasarkan dari hasil perhitungan yang ditunjukkan pada Tabel di atas, hubungan
variabel Keterampilan sosial manajer dengan porsi pembiayaan bagi hasil di Bank
Pembiayaan Rakyat Syariah menunjukkan nilai koefisien jalur sebesar 0,313637 dengan
nilai t sebesar 1,692536. Nilai tersebut lebih besar dari t tabel (1,6551). Dan diperoleh
nilai angka probabilitas (sig) sebesar 0,032 < 0,05. Hasil ini berarti bahwa keterampilan
sosial manajer berpengaruh positif terhadap porsi pembiayaan bagi hasil di Bank
Pembiayaan Rakyat Syariah yang berarti sesuai dengan hipotesis ketiga dimana
keterampilan sosial manajer berpengaruh positif terhadap porsi pembiayaan bagi hasil
di Bank Pembiayaan Rakyat Syariah. Hal ini berarti Hipotesis 3 diterima. Keterampilan
sosial merupakan keterampilan mengelola diri sendiri dan bersosialisasi dengan orang
lain yang didasarkan pada nilai-nilai yang dianut dalam kehidupan seseorang,
termasuk didalamnya tentang pola pikir, sistem kepercayaan kematangan emosi dan
12 Faktor yang mempengaruhi....( Setya Pramono)
kepercayaan diri seseorang. Dalam keterampilan manajemen, yang termasuk dalam
keterampilan soft-skill (sosial) diantaranya adalah kemampuan untuk memimpin,
memotivasi, mengelola konflik, berkomunikasi dengan efektif, bekerja sama,
menumbuhkan partisipasi, memberdayakan rekan kerja dan bawahan, dan lain-lain.
(Keil, Lee & Deng, 2013), (Hwang, Jian Ng, 2012), (Fisher, 2010), (Bee & Hie, 2015).
4. Pengaruh variabel Karakteristik bank syariah (KBS) terhadap variabel porsi
pembiayaan bagi hasil (PPBH).
Berdasarkan dari hasil perhitungan yang ditunjukkan pada Tabel diatas, hubungan
variabel Karakteristik bank syariah dengan porsi pembiayaan bagi hasil menunjukkan
nilai koefisien jalur sebesar -0,012515 dengan nilai t sebesar 0,556431. Nilai tersebut
lebih kecil dari t tabel (1,6551). Dan diperoleh nilai angka probabilitas (sig) sebesar 0,479
> 0,01 dan 0,05. Hasil ini berarti bahwa karakteristik bank syariah tidak berpengaruh
positif terhadap porsi pembiayaan bagi hasil di Bank Pembiayaan Rakyat Syariah yang
berarti tidak sesuai dengan hipotesis keempat dimana karakteristik bank syariah
berpengaruh positif terhadap porsi pembiayaan bagi hasil di Bank Pembiayaan Rakyat
Syariah. Hal ini berarti Hipotesis 4 ditolak. Karakteristik bank menunjukkan skala
usaha yang dilakukan oleh bank. Variabel ini akan diteliti melalui ukuran bank dengan
mengacu pada skala usaha yang dilakukan oleh bank yang terlihat dari jumlah
asset/aktiva bank. Semakin besar perusahaan (perbankan) cakupan usaha atau pangsa
pasar yang dikuasai lebih besar, sehingga dapat meningkatkan efisiensi. Hasil
penelitian ini tidak sejalan dengan hasil penelitian Campbell (2002) bahwa ukuran
perusahaan memberikan pengaruh yang mendua (ambiguous) terhadap kinerja
perusahaan dan konsekuensinya akan menimbulkan biaya yang lebih besar sehingga
akan berpengaruh negatif terhadap kinerja perusahaan.
5. Pengaruh variabel Kepatuhan syariah (KSY) terhadap variabel porsi pembiayaan
bagi hasil (PPBH).
Berdasarkan dari hasil perhitungan yang ditunjukkan pada Tabel di atas, hubungan
variabel Kepatuhan syariah bank dengan porsi pembiayaan bagi hasil menunjukkan
nilai koefisien jalur sebesar -0,164293 dengan nilai t sebesar 0,872871. Nilai tersebut
lebih kecil dari t tabel (1,6551). Dan diperoleh nilai angka probabilitas (sig) sebesar 0,554
> 0,01 dan 0,05. Hasil ini berarti bahwa kepatuhan syariah bank tidak berpengaruh
positif terhadap porsi pembiayaan bagi hasil di Bank Pembiayaan Rakyat Syariah yang
berarti tidak sesuai dengan hipotesis kelima dimana Kepatuhan syariah berpengaruh
positif terhadap porsi pembiayaan bagi hasil di Bank Pembiayaan Rakyat Syariah. Hal
ini berarti Hipotesis 5 ditolak. Isu tentang kepatuhan syariah nampak semakin penting
dalam situasi di mana keuangan Islam selalu ditantang dengan permintaan dari pelaku
pasar agar bersifat inovatif dan berorientasi pada bisnis (misalnya dalam menawarkan
instrumen dan produk baru), sebagaimana keuangan konvensional juga melakukan hal
tersebut. Fakta ini dapat mendorong posisi keuangan Islam ke tengah dari dua
kekuatan pendorong. Disatu sisi mereka harus mengakomodasi tuntutan dari nasabah
sebagaimana tersebut yang bisa jadi bertentangan dengan prinsip syariah, tetapi disisi
Journal of Economics, Business, Accounting and Management (JEBAM)
Volume 1 No. 1 April 2023, Page 1 - 16 13
lain bank Islam itu secara ketat terikat oleh apa yang dinamakan dengan kepatuhan
Syariah.
6. Pengaruh variabel Persepsi manajer tentang SDI internal bank syariah (IB)
terhadap variabel porsi pembiayaan bagi hasil (PPBH).
Berdasarkan dari hasil perhitungan yang ditunjukkan pada Tabel di atas, hubungan
variabel Persepsi manajer tentang SDI internal bank syariah dengan porsi pembiayaan
bagi hasil di Bank Pembiayaan Rakyat Syariah menunjukkan nilai koefisien jalur
sebesar 0,593694 dengan nilai t sebesar 4,502765. Nilai tersebut lebih besar dari t tabel
(1,6551). Dan diperoleh nilai angka probabilitas (sig) sebesar 0,009 < 0,01 dan 0,05. Hasil
ini berarti bahwa Persepsi manajer tentang SDI internal bank syariah berpengaruh
positif terhadap porsi pembiayaan bagi hasil di Bank Pembiayaan Rakyat Syariah yang
berarti sesuai dengan hipotesis keenam dimana persepsi manajer tentang SDI internal
bank syariah berpengaruh positif terhadap porsi pembiayaan bagi hasil di Bank
Pembiayaan Rakyat Syariah. Hal ini berarti Hipotesis 6 diterima. Keseimbangan
pertumbuhan bank syariah diikuti dengan kebutuhan peningkatan jumlah tenaga kerja.
Ini bertujuan untuk memberikan pelayanan prima kepada konsumen dan edukasi
produk perbankan syariah. Walau demikian, ada sejumlah permasalahan dalam
sumber daya manusia di bank syariah. Menurut Permana (2012) salah satu masalah
terbesar sumber daya manusia syariah adalah pihak perbankan kesulitan untuk
mencari SDM perbankan syariah yang kompeten dan mumpuni. Perbankan syariah
cenderung mengambil sumber daya manusia dari luar perguruan tinggi syariah karena
SDM di bank syariah biasanya justru lebih mudah diberikan pengetahuan tentang
perbankan syariah.
7. Pengaruh variabel Persepsi manajer tentang karakteristik nasabah (NS) terhadap
variabel porsi pembiayaan bagi hasil (PPBH).
Berdasarkan dari hasil perhitungan yang ditunjukkan pada Tabel di atas, hubungan
variabel persepsi manajer tentang karakteristik nasabah dengan porsi pembiayaan bagi
hasil di Bank Pembiayaan Rakyat Syariah menunjukkan nilai koefisien jalur sebesar
0,317673 dengan nilai t sebesar 1,151007. Nilai tersebut lebih kecil dari t tabel (1,6551).
Dan diperoleh nilai angka probabilitas (sig) sebesar 0,457 > 0,01 dan 0,05. Hasil ini
berarti bahwa Persepsi manajer tentang karakteristik nasabah tidak berpengaruh positif
terhadap porsi pembiayaan bagi hasil di Bank Pembiayaan Rakyat Syariah yang berarti
tidak sesuai dengan hipotesis ketujuh dimana Persepsi manajer tentang karakteristik
nasabah berpengaruh positif terhadap porsi pembiayaan bagi hasil di Bank Pembiayaan
Rakyat Syariah. Hal ini berarti Hipotesis 7 ditolak. Hasil penelitian tidak sejalan dengan
hasil penelitian Putri (2013) menjelaskan bahwa sebagian besar responden perbankan
syariah tidak memahami prinsi-prinsip tabungan bagi hasil (mudhrabah). Ini
dibuktikan dari hasil penelitian yang menunjukan jumlah persentase yang kecil, seperti
sebagian besar responden tidak mengetahui bahwa adanya ketergantungan
penerimaan keuntungan dengan pihak lain dan juga perbedaan antara bunga bank
14 Faktor yang mempengaruhi....( Setya Pramono)
dengan nisbah. Penelitian yang dilakukan Bank Indonesia pada tahun 2007 mengenai
Preferensi dan Perilaku Masyarakat Jawa Tengah terhadap Perbankan Syariah juga
menjelaskan bahwa nasabah tidak bisa membedakan antara bunga dengan bagi hasil.
8. Pengaruh variabel Persepsi manajer tentang eksistensi regulasi (RG) terhadap
variabel porsi pembiayaan bagi hasil (PPBH).
Berdasarkan dari hasil perhitungan yang ditunjukkan pada Tabel di atas, hubungan
variabel Persepsi manajer tentang eksistensi regulasi dengan porsi pembiayaan bagi
hasil di Bank Pembiayaan Rakyat Syariah menunjukkan nilai koefisien jalur sebesar
0,087242 dengan nilai t sebesar 1,851136. Nilai tersebut lebih besar dari t tabel (1,6551).
Dan diperoleh nilai angka probabilitas (sig) sebesar 0,024 < 0,05. Hasil ini berarti bahwa
persepsi manajer tentang akselerasi regulasi berpengaruh positif terhadap porsi
pembiayaan bagi hasil di Bank Pembiayaan Rakyat Syariah yang berarti sesuai dengan
hipotesis kedelapan dimana persepsi manajer tentang eksistensi regulasi berpengaruh
positif terhadap porsi pembiayaan bagi hasil di Bank Pembiayaan Rakyat Syariah. Hal
ini berarti Hipotesis 8 diterima. Adapun otoritas yang penting dalam dinamika regulasi
perbankan syariah adalah Dewan Syariah Nasional-Majelis Ulama Indonesia (DSN-
MUI). Lembaga ini menjadi sumber otoritatif dalam mengawal ketaatan pelaku industri
perbankan syariah untuk mematuhi aturan syara’. Semua produk perbankan syariah
harus difatwakan sesuai syariah oleh DSN-MUI. Fatwa ini kemudian diserap oleh Bank
Indonesia dan ditetapkan menjadi Peraturan Bank Indonesia. Dalam konteks ini maka
regulasi perbankan nasional memiliki keterkaitan yang signifikan dengan fatwa DSN-
MUI.
9. Pengaruh variabel Persepsi manajer tentang dukungan pemerintah (DP) terhadap
variabel porsi pembiayaan bagi hasil (PPBH).
Berdasarkan dari hasil perhitungan yang ditunjukkan pada Tabel di atas, hubungan
variabel Persepsi manajer tentang dukungan pemerintah dengan porsi pembiayaan
bagi hasil di Bank Pembiayaan Rakyat Syariah menunjukkan nilai koefisien jalur
sebesar 0,901041 dengan nilai t sebesar 18,104265. Nilai tersebut lebih besar dari t tabel
(1,6551). Dan diperoleh nilai angka probabilitas (sig) sebesar 0,001 < 0,01 dan 0,05. Hasil
ini berarti bahwa Persepsi manajer tentang dukungan pemerintah berpengaruh positif
terhadap porsi pembiayaan bagi hasil di Bank Pembiayaan Rakyat Syariah yang berarti
sesuai dengan hipotesis kesembilan dimana persepsi manajer tentang dukungan
pemerintah berpengaruh positif terhadap porsi pembiayaan bagi hasil di Bank
Pembiayaan Rakyat Syariah. Hal ini berarti Hipotesis 9 diterima. Kebijakan pemerintah
mempunyai peranan signifikan dalam mendorong pertumbuhan pembangunan
ekonomi suatu negara. Pengambilan kebijakan selalu melibatkan pihak-pihak yang
berkepentingan dalam rangka menegakkan keadilan bagi umat manusia. Tidak hanya
dilihat dari prosesnya tetapi juga kontribusinya kepada masyarakat luas. Kebijakan
yang zhalim akan membawa kemudaratan. Kebijakan seperti ini tidak mesti ditinjau
kembali akan tetapi wajib dibatalkan. Kebijakan hendaknya lebih mementingkan
aspirasi masyarakat sesuai dengan keadaan dan tuntutan kehidupan. Tuntutan
Journal of Economics, Business, Accounting and Management (JEBAM)
Volume 1 No. 1 April 2023, Page 1 - 16 15
masyarakat muslim menginginkan praktek-praktek dalam kehidupan tersebut tidak
keluar dari ketentuan syariat termasuk dalam kegiatan ekonomi. Penerapan prinsip-
prinsip syariah dalam kegiatan ekonomi bagi umat Islam sangat diharapkan, tidak saja
bagi individu tetapi penerapannya secara serentak bagi umat Islam di Indonesia.
Penerapan tersebut didukung dengan kebijakan pemerintah yang mendukung bagi
pertumbuhan dan perkembangan lembaga keuangan syariah.
SIMPULAN
Berdasarkan hasil analisis studi teoritik dan empiris serta sintesis dari kedua studi yang
telah dibuktikan secara kuantitatif dapat disusun kesimpulan sebagai berikut:
1. Keterampilan konseptual manajer berpengaruh positif terhadap porsi pembiayaan
bagi hasil di BPR Syariah dengan nilai angka probabilitas (sig) sebesar 0,044
2. Keterampilan teknis manajer berpengaruh positif terhadap porsi pembiayaan bagi
hasil di BPR Syariah dengan nilai angka probabilitas (sig) sebesar 0,011
3. Keterampilan sosial manajer berpengaruh positif terhadap porsi pembiayaan bagi
hasil di BPR Syariah dengan nilai angka probabilitas (sig) sebesar 0,032
4. Persepsi manajer tentang SDI internal bank syariah berpengaruh positif terhadap
porsi pembiayaan bagi hasil di BPR Syariah dengan nilai angka probabilitas (sig)
sebesar 0,009
5. Persepsi manajer tentang eksistensi regulasi berpengaruh positif terhadap porsi
pembiayaan bagi hasil di BPR Syariah dengan nilai angka probabilitas (sig) sebesar
0,024
6. Persepsi manajer tentang dukungan pemerintah berpengaruh positif terhadap porsi
pembiayaan bagi hasil di BPR Syariah Dan diperoleh nilai angka probabilitas (sig)
sebesar 0,001
7. Tidak adanya pengaruh karakteristik bank syariah terhadap terhadap porsi
pembiayaan bagi hasil di BPR Syariah dan diperoleh nilai angka probabilitas (sig)
sebesar 0,479
8. Tidak ada pengaruh kepatuhan syariah terhadap terhadap porsi pembiayaan bagi
hasil di BPR Syariah dan diperoleh nilai angka probabilitas (sig) sebesar 0,554
9. Tidak ada pengaruh Persepsi manajer tentang karakteristik nasabah terhadap
terhadap porsi pembiayaan bagi hasil di BPR Syariah dan diperoleh nilai angka
probabilitas (sig) sebesar 0,457.
Aspek manajerial sangat urgen dalam manajemen pembiayaan bagi hasil di bank
syariah. Penelitian terkait Pengaruh Keterampilan Manajer, Kepatuhan Syariah,
Karakteristik Bank, Persepsi Manajer tentang SDI Internal Bank Syariah, Karakteristik
Nasabah, Eksistensi Regulasi, Dukungan Pemerintah Terhadap Porsi Pembiayaan Bagi
Hasil di Bank Pembiayaan Rakyat Syariah ini merupakan kajian empiris
16 Faktor yang mempengaruhi....( Setya Pramono)
DAFTAR PUSTAKA
Adnan, A. dan Purwoko, D. (2013). “Analisis Faktor-faktor yang Mempengaruhi
Pembiayaan Mudharabah Perspektif Manajemen Bank Syariah dengan
Pendekatan Kritis”, Jurnal Akuntansi dan Investasi, 04, Januari 2013, Universitas
Muhamadiyah Yogyakarta
Azmy. A. (2015). “Mengembangkan Human Resource Management yang Strategis
untuk Menunjang Daya Saing Organisasi; Perspektif Manajemen Kinerja di Bank
Syariah”, Business Review, 6.1.78-90
Bee, K.O & Hie, T. (2015). “Employes Emphasis on Technical Skills and Soft Skills In Job
Advertisement”. The English Teacher. Polytechic Balik Pulau&University
Malaysia Sarawak, XLIV (1), 3-4
Campbell, Kevin. (2002). “Ownership Structure and The Operating Performance of
Hungarian Firms”, Working Paper, No. 9
Chapra, M. (2000), The Future of Economics: An Islamic Perspective, Islamic
Economics Series 21, The Islamic Foundation, United Kingdom, 21, 279
Ghozali, Imam. (2006). Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program SPSS. Semarang:
BP Universitas Diponegoro
Hwang, B.G., Jian. Ng. W. (2012). “Project Management Knowledge and Skills for Green
Construction Overcoming Challenges. International Journal of Project
Management, 31, 20 April 2012, 274-275
Keil, M. Lee K. Y. (2013). “Understanding The Most Critical Skills for Managing IT
Projects: A Delphi Study of IT & Management”. Vol 50. Project Managers.
Information
Lewis, Mervyn dan Al-Gqoud L. (2001). Islamic Banking: Principles, Practis and
Prospect, Massacusetts: Edward Elgar
Mulyawan, Dadang, Humayon, A. Dar dan Maximilian, J.B. Hall. (2004). “A Capital
Adequacy Framework For Islamic Banks: The Need To Reconcile Depositors’ Risk
Aversion With Managers’ Risk Taking”, Applied Financial Economics, 14
Parinduri, Rasyad A. (2003). “Bank Islam Sebenar-benarnya, Koran Tempo, 11 Juli
2003
Sarker, M. Abdul Awwal. (1999). “Islamic Business Contracts, Agency Problem and the
Theory of the Islamic Firm”, International Journal of Islamic Finance Services, Vol.
1, No. 2, July-September
Trisnandi (2015). “Pengaruh Financing to Defosit Ratio (FDR) dan Dana Pihak Ketiga
(DPK) Terhadap Pembiayaan Mudharabah (Studi Kasus Pada Bank Umum
Syariah Yang Terdaftar Di Bank Indonesia Tahun 2012-2014)”. Universitas
Komputer Indonesia
Yulianto, A. dan Asrori. (2014). “Analisis Faktor Internal Perbankan Syariah dalam
Upaya Optimalisasi Pembiayaan Bagi Hasil”, Jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi,
Universitas Negeri Semarang