Journal of Economics, Business, Accounting and Management (JEBAM)
Volume 1 No. 1 April 2023, Page 17 - 29
Journal of Economics, Business, Accounting and Management
(JEBAM)
Journal homepage:https://kurniajurnal.com/index.php/jebam
E-ISSN:XXXX-XXXX
Analisis pengaruh kualitas pelayanan terhadap kepuasan pasien (studi
pada pasien R. S. Condongcatur Yogyakarta)
Muhammad Rizal
Prodi Manajemen, Fakultas Bisnis dan Ekonomika, Universitas Islam Indonesia, Sleman, DIY, Indonesia
Article History
Received : 2 Januari 2023
Revised : 15 Februari 2023
Accepted : 21 Maret 2023
Published : 1 April 2023
Keywords:
Tangibles; Reliability; Responsiveness;
Assurance; Empathy and Satisfaction
Patiens
Corresponding author:
muhammadrizals@yahoo.co.id
DOI: -
A B S T R A C T
Empirical research is needed to determine the effect of direct evidence
(tangibles) to the satisfaction of the patient, to determine the effect of
reliability (reliability) to the satisfaction of the patient, to determine the effect
of the guarantee (assurance) to the satisfaction of the patient, to determine
the effect of responsiveness (responsivenes) on patient satisfaction and to
determine the effect of empathy (empathy) toward patient satisfaction.The
results showed that simultaneous five dimensions of service quality, namely
tangibles, reliability, responsiveness, assurance, empathy and a significant
positive effect on patient satisfaction in hospital Condongcatur Yogyakarta.
The results of this study prove, partially physical evidence significant
positive effect on patient satisfaction, reliability significantly positive effect
on patient satisfaction, partially guarantee a significant positive effect on
patient satisfaction, responsiveness partially significant positive effect on
patient satisfaction as well as a empathy partial significant positive effect on
patient satisfaction.
A B S T R A K
Penelitian empiris diperlukan untuk mengetahui pengaruh bukti
langsung (tangibles) terhadap kepuasan pasien, untuk mengetahui
pengaruh keandalan (reliability) terhadap kepuasan pasien, untuk
mengetahui pengaruh jaminan (assurance) terhadap kepuasan.
pasien, untuk mengetahui pengaruh daya tanggap (responsivenes)
terhadap kepuasan pasien dan untuk mengetahui pengaruh empati
(empathy) terhadap kepuasan pasien. Hasil penelitian menunjukkan
bahwa secara simultan lima dimensi kualitas pelayanan yaitu bukti
nyata, keandalan, daya tanggap, jaminan, empati berpengaruh
positif dan signifikan terhadap kepuasan pasien di RS
Condongcatur Yogyakarta. Hasil penelitian ini membuktikan, secara
parsial bukti fisik berpengaruh positif signifikan terhadap kepuasan
pasien, keandalan berpengaruh positif signifikan terhadap kepuasan
pasien, secara parsial jaminan berpengaruh positif signifikan
terhadap kepuasan pasien, daya tanggap secara parsial berpengaruh
positif signifikan terhadap kepuasan pasien serta empati secara
parsial signifikan. dampak positif terhadap kepuasan pasien.
©2023, Muhammad Rizal
This is an open access article under CC BY-SA license
18 Analisis pengaruh kualitas pelayanan …. (Muhammad Rizal)
PENDAHULUAN
Kebutuhan masyarakat terus berkembang seperti kebutuhan akan pelayanan
kesehatan, karena kesehatan merupakan salah satu kebutuhan hidup yang sangat
penting dalam menunjang aktifitas. Kesadaran masyarakat yang semakin tinggi
terhadap pentingnya kesehatan merupakan salah satu alasan bahwa kebutuhan akan
prasarana kesehatan meningkat. Fasilitas merupakan sarana maupun prasarana penting
dalam meningkatkan kepuasan. Penyedia jasa pelayanan kesehatan harus mampu
memberikan pelayanan medis atau fasilitas dalam penyembuhan penyakit dan
pemulihan kesehatan yang selalu berusaha meningkatkan mutu pelayanan yang
berorientasi kepada kepuasan pelanggan.
Menurut Parasuraman, dkk (1998), dimensi-dimensi yang mewakili persepsi
konsumen terhadap suatu kualitas pelayanan jasa adalah sebagai berikut: Keandalan
(Reliability) adalah dimensi yang mengukur keandalan suatu pelayanan jasa kepada
konsumen. Dimensi keandalan didefinisikan sebagai kemampuan untuk memberikan
jasa yang dijanjikan dengan terpercaya dan akurat, Daya tanggap (Responsiveness) adalah
kemauan untuk membantu dan memberikan jasa dengan cepat kepada konsumen yang
meliputi kesigapan tenaga kerja dalam melayani konsumen, kecepatan tenaga kerja
dalam menangani transaksi dan penanganan atas keluhan konsumen, Kepastian
(Assurance) adalah dimensi kualitas pelayanan yang berhubungan dengan kemampuan
dalam menanamkan kepercayaan dan keyakinan kepada konsumen, Empati (Empathy)
adalah kesediaan untuk peduli dan memberikan perhatian pribadi kepada pengguna
jasa, dan Dimensi berwujud (Tangible) didefinisikan sebagai penampilan fasilitas
peralatan dan petugas yang memberikan pelayanan jasa karena suatu service jasa tidak
dapat dilihat, dicium, diraba atau didengar maka aspek berwujud menjadi sangat
penting sebagai ukuran terhadap pelayanan jasa.
Kualitas pelayanan dipengaruhi oleh harapan, kualitas proses dan output yang
berkualitas. Pelayanan yang baik dapat dijadikan sebagai modal untuk menarik minat
konsumen (Tjiptono,2000:235). Bagi perusahaan jasa tentu cukup sulit untuk
mendapatkan standar pelayanan yang sama di mata konsumen. Hal ini menuntut
kejelian pengelolaan SDM yang dimiliki agar kinerjanya optimum dalam memuaskan
konsumen (Lupiyoadi, 2006: 139). Oleh karena itu pelayanan yang baik dapat dijadikan
modal untuk menarik minat konsumen karena kualitas pelayanan dapat menentukan
kepuasan dan keinginan menggunakan lagi jasa tersebut.
Rumah Sakit Condongcatur merupakan salah satu penyedia jasa pelayanan
kesehatan yang berada di daerah sleman depok. Rumah Sakit Condongcatur membuka
layanan kesehatan selama 24 jam atau dengan kata lain bahwa dokter jaga yang bertugas
selalu stand by di klinik kapanpun dibutuhkan oleh pasien yang membutuhkan
penanganan medis. Hal ini untuk mengantisipasi keadaan dimana penyakit dapat
menyerang seseorang dengan tiba-tiba, kapanpun tanpa bisa diprediksi. Jika seseorang
terserang penyakit yang datang tanpa kompromi mereka tidak dapat lagi menunda atau
Journal of Economics, Business, Accounting and Management (JEBAM)
Volume 1 No. 1 April 2023, Page 17- 29 19
mengesampingkan jasa pelayanan kesehatan. Apalagi bila penyakitnya memerlukan
penanganan medis dengan segera, maka seseorang mau tidak mau akan mendatangi
tempat-tempat pelayanan kesehatan atau dengan memanggil dokter datang ke rumah
untuk mendapatkan penanganan medis secepatnya
Rumah Sakit Condongcatur harus selalu berusaha meningkatkan mutu pelayanan
yang berorientasi kepada kepuasan pelanggan agar dapat bersaing secara sehat dengan
klinik kesehatan yang lainnya dengan cara selalu berusaha memberikan produk dengan
mutu yang lebih baik, harga bersaing, penyerahan produk lebih cepat dan pelayanan
yang lebih baik dari pada pesaingnya. Berdasarkan uraian diatas maka peneliti tertarik
mengadakan penelitian dengan judul “ANALISIS PENGARUH KUALITAS
PELAYANAN TERHADAP KEPUASAN PASIEN (Studi Pada Pasien RS. Condongcatur,
Yogyakarta)”.
RUMUSAN MASALAH
Berdasarkan latar belakang penelitian maka yang menjadi masalah penelitian
adalah sebagai berikut : Bagaimana pengaruh bukti langsung (tangibles), kehandalan
(reliability), jaminan (assurance), daya tanggap (responsivenes) serta empati (empathy)
terhadap kepuasan pasien.
LANDASAN TEORI
Dimensi Kualitas Jasa
Kualitas suatu produk baik berupa barang maupun jasa perlu ditentukan melalui
dimensi-dimensinya. Beberapa pakar pemasaran seperti Parasuraman (1990), Zeithaml
(1996) melakukan beberapa penelitian khusus terhadap beberapa jenis jasa dan
mengidentifikasi faktor yang mempengaruhi kualitas jasa yang biasa disebut sebagai
dimensi kualitas.
Menurut Parasuraman, dkk (1998), dimensi-dimensi yang mewakili persepsi
konsumen terhadap suatu kualitas pelayanan jasa adalah sebagai berikut:
1. Kehandalan (Reliability) adalah dimensi yang mengukur keandalan suatu pelayanan
jasa kepada konsumen. Dimensi keandalan didefinisikan sebagai kemampuan untuk
memberikan jasa yang dijanjikan dengan terpercaya dan akurat.
2. Daya tanggap (Responsiveness) adalah kemauan untuk membantu dan memberikan
jasa dengan cepat kepada konsumen yang meliputi kesigapan tenaga kerja dalam
melayani konsumen, kecepatan tenaga kerja dalam menangani transaksi dan
penanganan atas keluhan konsumen. Dimensi daya tanggap merupakan dimensi
yang bersifat paling dinamis. Hal ini dipengaruhi oleh faktor perkembangan
teknologi. Salah satu contoh aspek daya tanggap dalam pelayanan adalah kecepatan.
3. Kepastian (Assurance) adalah dimensi kualitas pelayanan yang berhubungan dengan
kemampuan dalam menanamkan kepercayaan dan keyakinan kepada konsumen.
20 Analisis pengaruh kualitas pelayanan …. (Muhammad Rizal)
Dimensi kepastian meliputi kemampuan tenaga kerja atas pengetahuan terhadap
produk meliputi kemampuan karyawan atas pengetahuan terhadap produk secara
tepat, kualitas keramah-tamahan, perhatian dan kesopanan dalam memberi
pelayanan, ketrampilan dalam memberikan keamanan didalam memanfaatkan jasa
yang ditawarkan dan kemampuan di dalam menanamkan kepercayaan konsumen
terhadap jasa yang ditawarkan. Dimensi kepastian atau jaminan ini merupakan
gabungan dari aspek-aspek:
a. Kompetensi (competence), yaitu ketrampilan dan pengetahuan yang dimiliki oleh
para tenaga kerja untuk melakukan pelayanan.
b. Kesopanan (coutesy), yang meliputi keramahan, perhatian dan sikap para tenaga
kerja.
c. Kredibilitas (credibility), yang meliputi hal-hal yang berhubungan dengan
kepercayaan kepada penyedia jasa seperti reputasi, prestasi dan sebagainya.
d. Keamanan (security), yang meliputi hal-hal yang berhubungan dengan
kemampuan tenaga kerja untuk memberikan rasa aman pada konsumen.
4. Empati (Empathy) adalah kesediaan untuk peduli dan memberikan perhatian pribadi
kepada pengguna jasa. Pelayanan yang empatik sangat memerlukan
sentuhan/perasaan pribadi. Dimensi empati adalah dimensi yang memberikan
peluang besar untuk menciptakan pelayanan yang “surprise” yaitu sesuatu yang
tidak diharapkan pengguna jasa tetapi ternyata diberikan oleh penyedia jasa.
Dimensi empati ini merupakan penggabungan dari aspek:
a. Akses (acces) meliputi kemudahan memanfaatkan jasa yang ditawarkan penyedia
jasa.
b. Komunikasi (communication), yaitu merupakan kemampuan melakukan
komunikasi untuk menyampaikan informasi kepada konsumen atau memperoleh
masukan dari konsumen.
c. Pemahaman pada konsumen (understanding the customer), meliputi usaha
penyedia jasa untuk mengetahui dan memahami kebutuhan dan keinginan
konsumen.
5. Dimensi berwujud (Tangible) didefinisikan sebagai penampilan fasilitas peralatan
dan petugas yang memberikan pelayanan jasa karena suatu service jasa tidak dapat
dilihat, dicium, diraba atau didengar maka aspek berwujud menjadi sangat penting
sebagai ukuran terhadap pelayanan jasa. Tjiptono (2008) mengemukakan bahwa
konsumen menilai lima dimensi kualitasjasa kesehatan, yakni:
a. Reliabilitas: janji ditepati sesuai jadwal dan diagnosisnya terbukti akurat.
b. Daya Tanggap: mudah diakses, tidak lama menunggu dan bersedia mendengar
keluh kesah pasien.
c. Jaminan: pengetahuan, keterampilan, kepercayaan dan reputasi.
d. Empati: mengenal pasien dengan baik, mengingat masalah (penyakit, keluhan,
dll) sebelumnya, pendengar yang baik dan sabar.
Journal of Economics, Business, Accounting and Management (JEBAM)
Volume 1 No. 1 April 2023, Page 17- 29 21
METODE PENELITIAN
Bagian ini menjelaskan secara eksplisit bagaimana penelitian itu dilakukan. Bagian
metode penelitian harus ditulis secara efektif, sehingga penulis dapat memperoleh
gambaran yang lengkap dan jelas mengenai data, alat dan tahapan yang dilakukan
untuk menjawab pertanyaan penelitian. Bagian ini juga memberikan penjelasan
mengenai metode pengukuran agar mudah ditiru. Jika modelnya dapat dirumuskan
sebagai berikut:
Populasi dan Sampel
a. Populasi
Populasi dalam penelitian ini adalah keseluruhan pasien pengunjung Rumah Sakit
(pasien berobat maupun pasien rawat inap) Condongcatur, Sleman-Depok. Berdasarkan
catatan rekam medik dari pihak Rumah Sakit pada periode sebelum peneliti melakukan
penelitian pada tahun 2023 periode bulan Januari, Februari, Maret, April, dan Mei
terdapat 716 pasien yang berkunjung ke Rumah Sakit Condongcatur (pasien berobat
maupun pasien rawat inap). Untuk mengetahui jumlah populasi secara rinci dapat
dilihat dari data sebagai berikut:
Tabel 1 Jumlah Pasien
Bulan
Jumlah pasien (populasi)
Januari
144
Februari
125
Maret
160
April
135
Mei
152
Jumlah
716
Sumber: Catatan rekam medik di Rumah Sakit Condongcatur Yogyakarta tahun 2023
b. Sampel
Sampel adalah bagian dari jumlah karateristik yang dimiliki oleh populasi tersebut
(Sugiyono, 2005). Pengambilan sampel dilakukan dengan pertimbangan bahwa
populasi yang ada cukup besar, sehingga tidak memungkinkan untuk seluruh populasi
yang ada. Menurut sugiyono (2005), teknik pengambilan sampel menggunakan
accidental sampling adalah teknik penentuan sampel berdasarkan kebetulan, yaitu siapa
saja yang secara kebetulan bertemu dengan peneliti dapat digunakan sebagai sampel,
bila dipandang orang yang yang kebetulan ditemui itu cocok sebagai sumber data.
Untuk menentukan besarnya ukuran sampel yang akan digunakan dalam
penelitian dari suatu populasi dapat digunakan rumus pendekatan Slovin sebagai
berikut:
22 Analisis pengaruh kualitas pelayanan …. (Muhammad Rizal)
Keterangan:
n = ukuran sampel
N = ukuran populasi
e = persen kelonggaran ketidaktelitian 10 %
(Umar, 2004)
Berdasarkan perhitungan sampel diperoleh hasil sebesar 87,74 orang, agar hasil
menjadi akurat maka akan diambil 88 orang pasien sebagai responden.
Definisi Operasional Variabel
Dalam penelitian ini definisi operasional dari variabel penelitian adalah sebagai
berikut:
X
1
: Bukti Langsung (tangibles) didefinisikan sebagai penampilan fasilitas peralatan
dan petugas yang memberikan pelayanan jasa karena suatu service jasa tidak dapat
dilihat, dicium, diraba atau didengar maka aspek berwujud menjadi sangat penting
sebagai ukuran terhadap pelayanan jasa. Bukti Langsung diukur dengan indikator:
kondisi ruang rawat inap, peralatan pendukung untuk melakukan pemeriksaan pasien,
ruang tunggu yang pasien yang nyaman, penampilan dan kondisi setiap ruangan
rumah sakit yang bersih, Kerapian petugas medis dan non medis dan kebersihan setiap
ruangan rumah sakit
X
2
: Kehandalan (Reliability) adalah dimensi yang mengukur keandalan suatu
pelayanan jasa kepada konsumen. Dimensi kehandalan didefinisikan sebagai
kemampuan untuk memberikan jasa yang dijanjikan dengan terpercaya dan akurat.
Kehandalan diukur dengan indikator: tindakan pelayanan yang akurat oleh tenaga
medis, profesionalisme dalam menangani keluhan pasien oleh para tenaga medis,
melayani dengan baik dan ramah saat melakukan pengobatan dan perawatan,
memberikan pelayanan dengan tepat dan benar sesuai dengan prosedur yang
ditetapkan dalam memberikan pelayanan selalu sesuai dengan jadwal yang telah
ditetapkan.
X
3
: Jaminan (Assurance) adalah dimensi kualitas pelayanan yang berhubungan
dengan kemampuan dalam menanamkan kepercayaan dan keyakinan kepada
konsumen. Kepastian diukur dengan indikator: rasa aman dan terjaminnya pasien pada
saat melakukan pengobatan atau perawatan, dapat menumbuhkan rasa kepercayaan
untuk cepat sembuh kepada pasien, petugas berpengalaman dan terlatih dalam
melakukan pengobatan, mampu mengatasi keluhan dengan cepat mengenai kondisi
kesehatan pasien.
X
4
: Daya Tanggap (Responsiveness) adalah kemauan untuk membantu dan
memberikan jasa dengan cepat kepada konsumen yang meliputi kesigapan tenaga kerja
dalam melayani konsumen, kecepatan tenaga kerja dalam menangani transaksi dan
penanganan atas keluhan konsumen. Daya tanggap diukur dengan indikator:
kesigapan pihak rumah sakit dalam menangani keluhan pasien, tanggapan dari pihak
rumah sakit terhadap saran dari para pasien, respon kecepatan dari pihak rumah sakit
terhadap setiap keinginan pasien.
Journal of Economics, Business, Accounting and Management (JEBAM)
Volume 1 No. 1 April 2023, Page 17- 29 23
X
5
: Empati (Empathy) adalah kesediaan untuk peduli dan memberikan perhatian
pribadi kepada pengguna jasa. Empati diukur dengan indikator: pelayanan dan
keramahan yang sama tanpa memandang status pasien, dapat memberikan perhatian
kepada setiap pasiennya, pengertian terhadap keluhan-keluhan pasien.
Kepuasan Pasien (Y). Menurut Kotler (2001) kepuasan konsumen adalah tingkat
perasaan seseorang setelah membandingkan kinerja atau hasil yang ia rasakan
dibandingkan dengan harapannya. Bahwa kepuasan pasien merupakan evaluasi
dimana alternatif yang dipilih sekurang-kurangnya sama atau melampaui harapan
alternatif yang dipilih sekurangkurangnya sama atau melampaui harapan alternatif
pasien. Sedangkan ketidakpuasan pasien timbul apabila hasilnya tidak memenuhi
harapan. Kepuasan pasien tersebut diukur dengan indikator pelayanan medis, fasilitias
kesehatan dan lokasi rumah sakit.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Analisis Regresi Linier Berganda
Tabel 2 Regresi Linier Berganda
Variabel
Koefisien Regresi
t
hitung
Signifi-kansi t
Keterangan
Konstanta
-4.977
Tangibles (X1)
0.128
4.190
0.000
Signifikan
Reliability (X2)
0.091
3.989
0.000
Signifikan
Assurance (X3)
0.073
3.904
0.000
Signifikan
Responsiveness (X4)
0.216
4.826
0.000
Signifikan
Empathy (X5)
0.102
2.583
0.012
Signifikan
Multiple R = 0,733
R Square = 0,537
Adjusted R Square = 0,509
Variabel terikat: Kepuasan pasien
Sumber: Hasil olah data, 2023.
Berdasarkan Tabel diperoleh hasil persamaan regresi sebagai berikut:
Y = -4,977 + 0,128X
1
+ 0,091X
2
+ 0,073X
3
+ 0,216X
4
+ 0,102X
5
Berdasarkan persamaan tersebut dapat dijabarkan sebagai berikut :
1. Konstanta
Nilai konstanta sebesar -4,977 berarti bahwa variabel yang meliputi bukti
langsung, kehandalan, jaminan, daya tanggap dan empati tidak ada perubahan atau
dianggap konstan, maka besarnya arah nilai kepuasan pasien pada pasien pengunjung
(pasien berobat maupun pasien rawat inap) Rumah Sakit Condongcatur Yogyakarta
adalah negative atau sebesar -4,977.
24 Analisis pengaruh kualitas pelayanan …. (Muhammad Rizal)
2. Koefisien regresi bukti langsung (b
1
)
Pada variabel bukti langsung mempunyai koefisien regresi yang positif
terhadap kepuasan pasien, dengan koefisien regresi sebesar 0,128. Dengan adanya
pengaruh yang positif ini, berarti bahwa antara bukti langsung terhadap kepuasan
pasien pengunjung (pasien berobat maupun pasien rawat inap) Rumah Sakit
Condongcatur Yogyakarta menunjukkan hubungan yang searah, yang berarti
semakin tinggi bukti langsung tersebut di mata pasien akan meningkatkan kepuasan
pasien pengunjung (pasien berobat maupun pasien rawat inap) Rumah Sakit
Condongcatur Yogyakarta, dengan asumsi variabel-variabel lainnya tetap.
3. Koefisien regresi kehandalan (b
2
)
Pada variabel kehandalan mempunyai koefisien regresi yang positif terhadap
kepuasan pasien pengunjung (pasien berobat maupun pasien rawat inap) Rumah
Sakit Condongcatur Yogyakarta, dengan koefisien regresi sebesar 0,091. Dengan
adanya pengaruh yang positif ini, berarti bahwa antara kehandalan terhadap
kepuasan pasien pengunjung (pasien berobat maupun pasien rawat inap) Rumah
Sakit Condongcatur Yogyakarta menunjukkan hubungan yang searah, yang berarti
setiap kenaikan kehandalan Rumah Sakit Condongcatur Yogyakarta akan
menyebabkan makin tingginya kepuasan pasien pengunjung (pasien berobat
maupun pasien rawat inap) Rumah Sakit Condongcatur Yogyakarta, dengan asumsi
variabel-variabel lainnya tetap.
4. Koefisien regresi jaminan (b
3
)
Pada variabel jaminan mempunyai koefisien regresi yang positif terhadap
kepuasan pasien pengunjung (pasien berobat maupun pasien rawat inap) Rumah
Sakit Condongcatur Yogyakarta, dengan koefisien regresi sebesar 0,073. Dengan
adanya pengaruh yang positif ini, berarti bahwa antara jaminan terhadap kepuasan
pasien pengunjung (pasien berobat maupun pasien rawat inap) Rumah Sakit
Condongcatur Yogyakarta menunjukkan hubungan yang searah, yang berarti makin
tingginya jaminan akan menyebabkan tingginya kepuasan pasien pengunjung
(pasien berobat maupun pasien rawat inap) Rumah Sakit Condongcatur Yogyakarta,
dengan asumsi variabel-variabel lainnya tetap.
5. Koefisien regresi daya tanggap (b
4
)
Pada variabel daya tanggap mempunyai koefisien regresi yang positif
terhadap kepuasan pasien pengunjung (pasien berobat maupun pasien rawat inap)
Rumah Sakit Condongcatur Yogyakarta, dengan koefisien regresi sebesar 0,216.
Dengan adanya pengaruh yang positif ini, berarti bahwa antara daya tanggap
terhadap kepuasan pasien pengunjung (pasien berobat maupun pasien rawat inap)
Rumah Sakit Condongcatur Yogyakarta menunjukkan hubungan yang searah, yang
berarti tanggapnya pelayanan dari Rumah Sakit Condongcatur Yogyakarta ini akan
menyebabkan tingginya kepuasan pasien pengunjung (pasien berobat maupun
pasien rawat inap) Rumah Sakit Condongcatur Yogyakarta, dengan asumsi variabel-
variabel lainnya tetap.
Journal of Economics, Business, Accounting and Management (JEBAM)
Volume 1 No. 1 April 2023, Page 17- 29 25
6. Koefisien regresi empati (b
5
)
Pada variabel empati mempunyai koefisien regresi yang positif terhadap
kepuasan pasien pengunjung (pasien berobat maupun pasien rawat inap) Rumah
Sakit Condongcatur Yogyakarta, dengan koefisien regresi sebesar 0,102, hal ini berarti
bahwa antara empati terhadap kepuasan pasien pengunjung (pasien berobat maupun
pasien rawat inap) Rumah Sakit Condongcatur Yogyakarta menunjukkan hubungan
yang searah, yang berarti semakin tingginya empati dari Rumah Sakit Condongcatur
Yogyakarta akan menyebabkan tingginya kepuasan pasien pengunjung (pasien
berobat maupun pasien rawat inap) Rumah Sakit Condongcatur Yogyakarta, dengan
asumsi variabel-variabel lainnya tetap.
Tingkat Kepuasan Konsumen
Secara psikologis harapan seseorang terhadap suatu produk atau jasa selalu lebih
tinggi dibandingkan yang telah diterima (kinerja) walaupun sudah baik. Maka meskipun
secara definitif tidak tercapai kepuasan (kinerja kepentingan), namun masih bisa
diapresiasi bila kinerja sudah tergolong tinggi.
Tabel 2 Tingkat Kepuasan Pasien
Kualitas
Tangible
Reliability
Assurance
Responsiveness
Empathy
Kinerja
3.75723
4.02936
3.81302
3.9375
3.98958
Kepentingan
4.316115702
4.240530303
4.324380165
4.363636364
4.333333333
Kesimpulan (Gap)
-0.5589
-0.2112
-0.5114
-0.4262
-0.3437
Sumber: Hasil olah data, 2023
Keberadaan gap negatif menandakan kinerja pelayanan RS Condong Catur
Yogyakarta dibawah harapan pasien, sehingga dapat dikategorikan kurang memuaskan.
Secara statistik dalam tabel di bawah juga menunjukan kebermaknaan gap yang terjadi.
Meskipun hal ini bukan berarti tidak berkualitas, karena secara faktual kinerja pelayanan
dinilai cukup baik dengan skor ± 4 pada skala penilaian 1 5.
Hasil analisis regresi linier berganda menunjukkan adanya pengaruh yang positif
dan signifikan dari dimensi bukti langsung, keandalan, daya tanggap, jaminan, dan
empati secara simultan terhadap kepuasan pasien pada pasien pengunjung (pasien
berobat maupun pasien rawat inap) Rumah Sakit Condongcatur Yogyakarta. Hal ini
berarti bukti langsung, keandalan, daya tanggap, jaminan, dan empati telah mampu
memberikan kontribusi yang signifikan dalam meningkatkan kepuasan pasien pada
pasien pengunjung (pasien berobat maupun pasien rawat inap) Rumah Sakit
Condongcatur Yogyakarta. Dengan demikian memberikan pelayanan secara profesional
merupakan atribut terpenting dari pelayanan tersebut. Jadi sebaiknya perusahaan
(Rumah Sakit Condongcatur Yogyakarta) memusatkan perhatian pada beberapa
karakteristik yang dapat meningkatkan mutu dan mengukur kualitas dari pelayanan
yang telah diberikan. Untuk itu perusahaan harus memantau tingkat kualitas tersebut,
karena kualitas yang menurun dapat mempengaruhi dan merusak reputasi perusahaan
dan kepuasan pasien itu sendiri.
26 Analisis pengaruh kualitas pelayanan …. (Muhammad Rizal)
Sedangkan secara parsial menunjukkan adanya pengaruh signifikan dari semua
dimensi kualitas pelayanan yang meliputi: bukti fisik, keandalan, daya tanggap, jaminan,
dan empati terhadap kepuasan pasien. Signifikan ini dapat ditunjukkan dari besarnya
nilai t
hitung
dengan signifikansi-t dari masing-masing dimensi kualitas pelayanan
dibawah 5% (0,05). Jika para pasien dapat menerima dimensi dari bukti fisik, keandalan,
daya tanggap, jaminan, dan empati dari Rumah Sakit Condongcatur Yogyakarta, maka
kepuasan pasien juga semakin meningkat. Tetapi apabila tidak dapat diterima atau
kualitasnya menurun maka juga akan menurunkan kepuasan para pasien.
Semua kualitas pelayanan yang diberikan sebaiknya berdasarkan kebutuhan dan
keinginan pasien. Untuk mencapai hal tersebut, pihak Rumah Sakit Condongcatur
Yogyakarta harus memahami suatu tingkatan konsep pelayanan untuk dapat lebih
mengerti dan mengetahui kebutuhan dan atribut apa saja yang diperlukan di dalam
suatu organisasi pelayanan khususnya pelayanan kesehatan, antara lain (Mauludin,
2001):
1. Mencari dan mengetahui kebutuhan pokok yang tersembunyi dalam setiap
pelayanan profesional, sehingga manfaat pelayanan tidak sekedar hanya
memberikan pelayanan dengan baik, namun dijelaskan dalam komitmen
perusahaan.
2. Memusatkan perhatian pada beberapa karakteristik yang dapat meningkatkan
mutu, mengukur kualitas dari perusahaan pelayanan. Untuk itu perusahaan
harus memantau tingkat kualitas tersebut, dan berusaha mempertahankannya,
karena kualitas yang menurun dapat mempengaruhi dan merusak reputasi
perusahaan.
3. Menyediakan tempat tunggu yang nyaman dan sedikit waktu tunggu pasien
dalam menunggu mendapatkan giliran pelayanan.
4. Adanya peralatan pendukung, mesin-mesin, instruktur dan fasilitas lainnya yang
dapat digunakan secara profesional untuk membantu penyelesaian pelayanan
tersebut.
Dengan adanya pengaruh yang besar dari kualitas pelayanan terhadap kepuasan
pasien, maka kemampuan Rumah Sakit dalam memberikan kepuasan pasien harus
selalu dipantau dan ditingkatkan, hal ini mengingat kondisi nasabah yang senantiasa
berubah secara dinamis. Pelayanan yang mampu memberikan kepuasan belum tentu
dimasa yang akan datang masih tetap memberikan kepuasan. Jadi rumah sakit harus
mampu melakukan peningkatan kemampuannya dalam memberikan kepuasan secara
sinambung dalam menanggapi dinamika perubahan yang terjadi.
Apabila pasien merasa sangat puas terhadap Rumah Sakit Condongcatur
Yogyakarta maka pasien akan merekomendasikan Rumah Sakit Condongcatur
Yogyakarta tersebut kepada orang lain, mengkomunikasikan hal-hal positif tentang
kualitas pelayanan dan lain-lain yang mendorong dirinya untuk menggunakan jasa
kesehatan dari Rumah Sakit Condongcatur Yogyakarta.
Journal of Economics, Business, Accounting and Management (JEBAM)
Volume 1 No. 1 April 2023, Page 17- 29 27
Sedangkan dari pihak Rumah Sakit Condongcatur Yogyakarta perlu memberikan
perhatian akan pentingnya kualitas pelayanan bukan hal baru dalam upaya mengelola
kepuasan. Dapat dikatakan sudah menjadi pengetahuan bersama bahwa kualitas
pelayanan penting untuk membangun kepuasan pelanggan. Ini berarti hal serupa juga
dilakukan rumah sakit lain (pesaing), oleh karenanya perlu dilakukan dengan inovasi
terus menerus sehingga memiliki diversifikasi yang unggul dibandingkan pesaing.
SIMPULAN DAN SARAN
Hasil penelitian ini membuktikan, secara simultan kelima dimensi kualitas
pelayanan yaitu bukti fisik, kehandalan, daya tanggap, jaminan, dan empati
berpengaruh secara positif signifikan terhadap kepuasan pasien pada Rumah Sakit
Condongcatur Yogyakarta, Hasil penelitian ini membuktikan, secara parsial bukti fisik
berpengaruh secara positif signifikan terhadap kepuasan pasien, Secara parsial
kehandalan berpengaruh secara positif signifikan terhadap kepuasan pasien, Secara
parsial jaminan berpengaruh secara positif signifikan terhadap kepuasan pasien, secara
parsial daya tanggap berpengaruh secara positif signifikan terhadap kepuasan pasien.,
Secara parsial empati berpengaruh secara positif signifikan terhadap kepuasan pasien.
Perlu segera dilakukan tindakan untuk meningkatkan kepuasan pasien, dengan
meningkatkan kinerja terhadap atribut-atribut yang dirasakan masih kurang bagi
kepentingan pasien, misalnya dengan melengkapi peralatan yang dibutuhkan pasien
dan meningkatkan kecepatan pelayanan kesehatan dalam menangani keluhan penyakit
pasien, rumah sakit condongcatur yogyakarta perlu melakukan perbaikan desain
fasilitas layanan, misalnya : prosedur pelayanan pendaftaran yang tidak rumit baik bagi
pasien baru maupun lama dalam hal pelayanan dan tersedianya fasilitas-fasiitas
pendukung lain yang dapat menambah perbaikan kualitas pelayanan bagi pasien serta
pihak manajemen sebaiknya tetap menjaga kualitas pelayanannya dari kelima dimensi
tersebut atau minimal tidak mengalami penurunan terutama dalam hal pelayanan yang
berhubungan dengan dimensi jaminan yang dikarenakan dimensi ini mempunyai
pengaruh terbesar dalam meningkatkan kepuasan konsumen khususnya pasien Rumah
Sakit Condongcatur Yogyakarta.
DAFTAR PUSTAKA
Arikunto, Suharsimi. 2005. Manajeman Penelitian. Jakarta: Rineka Cipta
Giese & Cote. 2000. Academy of Marketing Science Review. Defining Consumer Satisfaction.
Vol 2000 No. 1 Available http://www.amsreview.org/articlesgiese01-2000.pdf.
Kotler, Philip, dan Amstrong, Gary. 1996. Dasar-Dasar Pemasaran, jilid 1, Edisi
kesembilan (Terjemahan), Jakarta: Indeks.
Kotler, Philip. 1995. Manajemen Pemasaran, Analisis Perencanaan, Implementasi dan
Pengendalian, Edisi Kedelapan, Jilid I. Fakultas Ekonomi UI: Jakarta
28 Analisis pengaruh kualitas pelayanan …. (Muhammad Rizal)
Kotler, Philip. 2002. Manajemen Pemasaran “Pemasaran, Implikasi, dan Pengendalian”.
Jakarta: Salemba Empat.
Kotler Philip. 2004. Manajemen Pemasaran (Analisis, Perencanaan, dan Pengendalian),
Terjemahan Drs. Jaka Wasana MSM, Institut dan Pembinaan Manajemen, Jilid I,
Edisi Kelima, Erlangga, Cetakan Ketujuh, Jakarta
Lupiyoadi, Rambat. 2001. Manajemen Pemasaran Jasa. Jakarta: Salemba Empat
Lupiyoadi, Rambat & A Hamdani, 2006. “Manajemen Pemasaran Jasa”. Jakarta: Salemba
Empat
Mauludin, Hanif. 2001. Analisis Kualitas Pelayanan, Pengaruhnya Terhadap Image (Studi
Pada Penderita Rawat Inap RSUD. DR. R. Koesma Tuban). Jurnal Penelitian Akuntansi,
Bisnis dan Manajemen, Vol. 7, No. 1 (April)
Mote, Frederik. 2008. Analisis Indeks Kepuasan Masyarakat terhadap Pelayanan Publik di
Puskesmas NGESREP Semarang. Tesis. Pascasarjana Magister Ilmu Administrasi.
Universitas Diponegoro
Nasution, M. Nur. 2004. Manajemen Jasa Terpadu. Bogor: Ghalia Indonesia
Parasuraman, A., Zeithalm, V., dan Berry L., 1988. SERVQUAL: A Multiple item Scale for
Measuring Consumer Perceptions of Service Quality. Journal of Retaliling.
Parasuraman, A., Zeithalm, V., dan Berry L., 1985. Journal of Marketing: A Conceptual
Model A of Service Quality and Its Implication for Future Research
Parasuraman, A, Zeithmal, Valarie, and Leonard L. Berry. 1990. Delivering Quality
Service: Balancing Customer Perception and Expectations, The Free Press,
NewYork.
Parasuraman A, V.A. Zeithaml dan L. Berry. 1998. More On Improving Service Quality
Measurement”. Prentice Hall, New York.
Rangkuti, Freddy. 2002. Measuring Customer Satisfaction Teknik Mengukur dan Strategi
Meningkatkan Kepuasan Pelanggan dan Analisis Kasus PLN-JP. PT. Gramedia
Pustaka Utama, Jakarta
Sofjan, Assauri. 2012. Strategi Marketing: Sustaining Lifetime Customer Value. Jakarta:
Raja Grafindo Persada
Sugiyono. 2004. Metode Penelitian Bisni. Jakarta: Gramedia.
Swastha, Basu dan Hani Handoko. 2000. Manajemen Pemasaran Modern, Edisi Kedua,
BPLM-
YKPN, Yogyakarta
Tjiptono, Fandy dan Gregorius Chandra. 2005. Service, Quality and
Satisfaction.Yogyakarta: Andi
Tjiptono, Fandy. 2008. Manajemen Jasa. Yogyakarta: Andi
Tjiptono, Fandy. 2000. Strategi Pemasaran, Edisi kedua. Yogyakarta: Andi Offset
Umar, Husein. 2004. Riset Pemasaran dan Perilaku Konsumen.Jakarta: Gramedia Pustaka
Utama & Jakarta Bussiness Research Center
Journal of Economics, Business, Accounting and Management (JEBAM)
Volume 1 No. 1 April 2023, Page 17- 29 29
William, Stanton. & James M. Sinkula .2003. “The Synergistic Effect of Market
Orientation
and Learning Orientation on Organizational Performance”, Journal of the Academy of
Marketing Science, Vol. 27, No.4
Yamit, Zulian. 2000. Manajemen Produksi dan Operasi. Edisi 1. Yogyakarta Ekonisia.
Zeithaml, Valafie, Leonard L. berry dan A. Parasuraman. 1996. The Behavioral
Consequences Of Service Quality”, Jurnal Of Marketing, Vol. 60, No. 2, Pp. 31-46.