Journal of Economics, Business, Accounting and Management (JEBAM)
Volume 1 No. 1 April 2023, Page 55 - 71
Journal of Economics, Business, Accounting and Management
(JEBAM)
Journal homepage:https://kurniajurnal.com/index.php/jebam
E-ISSN:XXXX-XXXX
Pengaruh kepemimpinan instruktif dan keadilan organisasi terhadap
perilaku menyimpang karyawan melalui kepercayaan organisasi
sebagai variabel intervening
Peyi Heriyanto
Megister Managemen, Universitas Islam Indonesia
Article History
Received : 10-Januari-2023
Revised : 27-Februari-2023
Accepted : 11-Maret-2023
Published : 1-April-2023
Keywords:
Instructive Leadership, Organizational
Justice, Organizational Beliefs and
Deviant Behavior.
Corresponding author:
peyiheriyanto@gmail.com
DOI: -
A B S T R A C T
This study aims to determine the influence of Instructive Leadership and
Organizational Justice to the Organizational Belief of Gadjah Mada
University, to know the influence of Instructive Leadership and
Organizational Justice to the Deviant Behavior of Gadjah Mada University
Employees, to know the influence of Organizational Beliefs on Employee
Deviant Behavior of Gadjah Mada University, Instructive Leadership and
Organizational Justice to the Deviant Behavior of Employees of Gajah Mada
University through Organizational Trust. This research method with
quantitative approach, that is descriptive test and inferential analysis by
using path analysis tool. The data collection technique using questionnaires,
where the respondents of the research are employees of the education staff of
Gadjah Mada University, this research which will be the research sample is
the staff of the educational staff that number is spread in 18 Faculties and
one vocational school. The results are expected to be in line with the
objectives of the study and meet the expectations of researchers, enterprises
and stakeholders.
A B S T R A K
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh
Kepemimpinan Instruktif dan Keadilan Organisasi terhadap
Kepercayaan Organisasi Universitas Gajah Mada, untuk
mengetahui pengaruh Kepemimpinan Instruktif dan Keadilan
Organisasi terhadap Perilaku Menyimpang Karyawan Universitas
Gajah Mada, untuk mengetahui pengaruh Kepercayaan Organisasi
terhadap Perilaku Menyimpang Karyawan Universitas Gajah
Mada, untuk mengetahui pengaruh Kepemimpinan Instruktif dan
Keadilan Organisasi terhadap Perilaku Menyimpang Karyawan
Universitas Gajah Mada melalui Kepercayaan Organisasi. Metode
penelitian ini dengan pendekatan kuantitatif, yaitu uji deskriptif
dan analisis inferensial dengan menggunakan alat analisis jalur.
Adapun teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner,
dimana responden penelitian adalah karyawan tenaga
kependidikan Universitas Gajah Mada, penelitian ini yang akan
menjadi sampel penelitian adalah karyawan tenaga kependidikan
sejumlah itu tersebar di 18 Fakultas dan satu sekolah vokasi. Hasil
penelitian diharapkan sesuai dengan tujuan penelitian dan
memenuhi harapan peneliti, organisasi dan para pemangku
kepentingan.
56 Pengaruh Kepemimpinan Instruktif ….(Peyi Heriyanto)
©2023, Peyi Heriyanto
This is an open access article under CC BY-SA license
PENDAHULUAN
Perilaku menyimpang organisasi (organizational misbehavior/OMB) adalah suatu
istilah yang diinisiasi oleh Vardi (1990) ketika menyadari belum ada suatu model yang
memprediksi “kesalahan (misconduct)” ditempat kerja. Dalam pandangan Vardi dan
Weitz (2004) konsep penyimpangan memberikan konsep yang bermanfaat dalam
menganalisa sisi gelap dan disfungsional suatu organisasi. Berdasarkan pada teori
kognitif sosial, sisi disfungsional dalam bentuk perilaku menyimpang tidak lepas dari
dua antesenden penting yang berasal dari kharakteristik individu dan lingkungan
eksternal (Bandura, 1997). Teori kognitif sosial, yang dikembangkan oleh Albert
Bandura, didasarkan atas proposisi bahwa baik proses sosial maupun proses kognitif
adalah sentral bagi pemahaman mengenai motivasi, emosi, dan tindakan manusia.
Teori kognitif sosial digunakan untuk mengenal, memprediksi perilaku dan
mengidentifikasi metode-metode yang tepat untuk mengubah perilaku tersebut.
Perilaku menyimpang ditempat kerja yang dilakukan oleh karyawan dengan cara
meningkatkan kepercayaan pada organisasi, bahwa organisasi akan memperbaiki
manajemen keadilan organisasional pada karyawan, jika memang keadilan
organisasional masih dipersepsikan kurang baik. Faktor yang dianggap mempengaruhi
perilaku menyimpang ditempat kerja pada karyawan adalah berangkat dari
kepercayaan karyawan dan keadilan organisasional. Karyawan merupakan aset
organisasi yang mempunyai kontribusi penting dalam pengembangan suatu organisasi.
Oleh sebab itu, kepercayaan karyawan pada organisasi merupakan hal yang penting
dalam organisasi untuk dipertahankan melalui intervensi keadilan organisasional
dalam rangka menekan atau mengurangi intensitas perilaku menyimpang karyawan.
Persepsi orang yang diperlakukan adil dapat menuntun perilaku dan sikap yang positif
sedangkan persepsi orang yang diperlakukan tidak adil akan menimbulkan perilaku
dan sikap yang menyimpang (Cole et al., 2002).
Selain itu kepemimpinan merupakan fenomena yang terdapat dalam setiap
komunitas karenanya dimana setiap manusia melakukan interaksi kepada seseorang
maka disana timbul fenomena kepemimpinan dimulai dari kelompok yang paling
terkecil sampai ke organisasi yang paling besar. Faktor kepemimpinan dalam suatu
organisasi menjadi sangat penting manakala individu atau anggota organisasi memiliki
dinamika yang tinggi dalam aktivitasnya disamping perubahan terus-menerus yang
didorong oleh kemajuan teknologi. Kata kunci dari fenomena ini adalah kemampuan
pemimpin untuk mempengaruhi anggota organisasi sehingga mereka dengan segala
kesungguhan berusaha untuk mencapai tujuan organisasi yang telah ditetapkan
sebelumnya. Suatu organisasi akan berhasil atau bahkan gagal sebagian besar
ditentukan oleh faktor kepemimpinan.
Journal of Economics, Business, Accounting and Management (JEBAM)
Volume 1 No. 1 April 2023, Page 55 - 71 57
Fokus pada penelitian ini adalah hanya pada perilaku menyimpang yang negatif
(organizational misbehavior), alasannya adalah karena perilaku menyimpang yang negatif
akan menghasilkan kerugian bagi organisasi dan akan mengurangi kinerja dari tiap-
tiap individu ataupun karyawan di organisasi tersebut. Dari pengamatan penulis ketika
penulis sebelum melakukan penelitian diketahui bahwa Rektor memiliki gaya
kepemimpinan tersendiri yang unik dalam memimpin para bawahannya dalam
pencapaian target. Menurut pengakuan beberapa karyawan, pimpinan jarang
memberikan arahan kepada karyawan serta tidak memberikan batasan peranan
karyawan untuk bagaimana karyawan melakukan tentang apa, bagaimana, bilamana
serta hal apa saja yang harus dilakukan karyawan agar sesuai dengan target. Jika
pimpinan memberikan instruksi, pimpinan cenderung bersifat otoriter dan tidak
memberikan solusi cara terbaik agar melakukan keputusan bagaimana cara terbaik
untuk bersama-sama menyelesaikan masalah dalam suatu pekerjaan.
Selain itu fenomena yang dirasakan bahwa tingkat keadilan yang dirasa selama
ini oleh para PNS tenaga kependidikan non dosen di UGM serasa masih jauh dari
harapan. Permasalahan tunjangan kinerja (TUKIN) yang tak kunjung cair yang
merupakan hak TENDIK merupakan bukti nyata adanya ketidakadilan di internal
UGM. TENDIK merasa bagai sapi perahan yang hanya digunakan tenaga dan
pikirannya untuk melaksanakan kinerja yang baik sesuai yang dikehendaki oleh
pimpinan namun tidak diikuti dengan pemenuhan hak-hak mereka sebagai pegawai.
Pengakuan dan penghargaan atas segala kerja baik mereka masih dianggap kurang
oleh para pimpinan.
LANDASAN TEORI
Pengaruh Kepemimpinan Instruktif terhadap Kepercayaan Organisasi
Bass (1985) menyatakan bahwa kepercayaan (trust) bawahan merupakan
konsekuensi logis dari kepemimpinan, karena kepercayaan merupakan faktor esensial
dalam manajemen perubahan serta dibutuhkan untuk pengambilan resiko yang
merupakan bagian integral dari transformasi organisasional, dan kepemimpinan
seringkali diidentifikasi melalui dampaknya terhadap sikap, nilai, asumsi, dan
komitmen pari para pengikut (Yukl,1998). Pentingnya peranan sumber daya manusia
dalam mewujudkan keselarasan visi dan misi organisasi perlu diimbangi dengan
kemampuan organisasi dalam menetapkan nilai-nilai yang mengarah pada tingginya
tingkat kenyamanan karyawan terhadap organisasi (Greenberg dan Baron, 2003).
Membangun kepercayaan dalam organisasi adalah komponen kunci untuk
mengembangkan hubungan antar karyawan dengan organisasi, sebagai contoh
karyawan lebih cenderung untuk membalas usaha yang lebih besar dan memiliki sikap
kerja yang lebih positif ketika mereka memiliki kepercayaan dalam organisasi.
58 Pengaruh Kepemimpinan Instruktif ….(Peyi Heriyanto)
Pengaruh Keadilan Organisasi terhadap Kepercayaan Organisasi
Keadilan organisasi menjadi faktor penting untuk mengembangkan kepercayaan
organisasi dan sikap kerja. Hasil penelitian Latan (2014) menunjukkan bahwa keadilan
prosedural berpengaruh positif terhadap kepercayaan karyawan. Hasil penelitian
Eskandari et al., (2013) menunjukkan bahwa ada hubungan positif dan signifikan
antara keadilan organisasi (keadilan distributif, keadilan prosedural, keadilan
interaksional) dengan kepercayaan organisasional. Hasil penelitian Mansour (2014)
menunjukkan bahwa ada hubungan positif antara dukungan organisasi dengan
kepercayaan organisasi dan dukungan atasan dan kepercayaan pengawas. Hasil
penelitian Wong (2004) menunjukkan bahwa keadilan distributif dan keadilan
prosedural memiliki efek yang lebih kuat mempengaruhi kepercayaan dalam
organisasi.
Pengaruh Kepemimpinan Instruktif terhadap Perilaku Menyimpang Karyawan
Zabihi, et al (2016) memaparkan bahwa penerapan perilaku kewargaan dapat
mengikat para pemimpin dan karyawan secara tidak langsung, sehingga dapat
membangun sikap dan perilaku sesuai dengan visi, misi dan strategi perusahaan dan
dapat meminimalkan perilaku menyimpang. Pemimpin dapat menetapkan mekanisme
untuk mempertahankan, mengembangkan atau mengubah perilaku karyawan.
Mekanisme yang diajarkan oleh seorang pemimpin kemudian akan diadaptasi oleh
para pengikutnya melalui proses sosialisasi. Proses sosialisasi untuk mengirimkan visi
dan misi dari seorang pemimpin ke organisasi melalui proses yang tepat memerlukan
kepemimpinan yang tepat, sehingga dapat mengurangi perilaku menyimpang
karyawan. Jika rasa perilaku kewargaan pegawai tersebut telah terbentuk dengan baik,
berarti pegawai tersebut dapat mengendalikan perilakunya sendiri tanpa harus
diperintah atasan sehingga mengurangi perilaku menyimpang karyawan.
Pengaruh Keadilan Organisasi terhadap Perilaku Menyimpang Karyawan
Penelitian Ince dan Gul (2011), keadilan organisasional sebagai kondisi pekerjaan
yang mengarahkan karyawan pada suatu keyakinan bahwa mereka diperlakukan
secara adil atau tidak adil oleh organisasinya, keadilan organisasi merupakan motivator
penting dalam suatu lingkungan pekerjaan. Ketika individu merasakan suatu
ketidakadilan, moral mereka akan turun, mereka kemungkinan besar akan
meninggalkan pekerjaannya, dan bahkan mungkin membalas dendam terhadap
organisasinya karena hal tersebut akan memicu munculnya rasa tidak percaya pada
organisasi, yang pada akhirnya akan meningkatkan motivasi karyawan untuk
berperilaku menyimpang ditempat kerja.
Pengaruh Kepercayaan Organisasi terhadap Perilaku Menyimpang Karyawan
Penelitian Al-Abr Row et al., (2013) menunjukkan kepercayaan organisasional
berpotensi mempengaruhi perilaku menyimpang di tempat kerja. Suatu organisasi
apabila tumbuh suatu kepercayaan yang tinggi dari para anggotanya, maka setiap
Journal of Economics, Business, Accounting and Management (JEBAM)
Volume 1 No. 1 April 2023, Page 55 - 71 59
karyawan akan mampu bekerja sama dengan lebih baik, karyawan bekerja dengan
lebih nyaman, tanpa saling curiga, bahkan akan mengurangi perilaku-perilaku yang
cenderung negatif (perilaku menyimpang) ditempat kerja yang dapat merugikan
organisasi. Ullah dan Rabsana (2010) yang membahas kepercayaan pada organisasi
dalam makna yang lebih luas, dimana setiap anggota pasti akan menaruh harapan
besar terhadap hubungan yang dijalin dengan organisasinya, dan semakin besar
harapan positif anggota terhadap perilaku jalinan hubungan yang dikembangkan
organisasi, merupakan indikasi besarnya tingkat kepercayaan mereka pada organisasi.
Membangun kepercayaan dalam organisasi adalah komponen kunci untuk
mengembangkan hubungan antar karyawan dengan organisasi, sebagai contoh
karyawan lebih cenderung untuk membalas usaha yang lebih besar dan memiliki sikap
kerja yang lebih positif ketika mereka memiliki kepercayaan dalam organisasi.
Kepercayaan telah memainkan peran penting dalam pemahaman karyawan tentang
upaya dan kinerja organisasi (Aryee et al., 2002).
Pengaruh Kepemimpinan Instruktif terhadap Perilaku Menyimpang Karyawan
melalui Kepercayaan Organisasi
Kepemimpinan merupakan fenomena yang terdapat dalam setiap komunitas
karenanya dimana setiap manusia melakukan interaksi kepada seseorang maka disana
timbul fenomena kepemimpinan dimulai dari kelompok yang paling terkecil sampai ke
organisasi yang paling besar. Faktor kepemimpinan dalam suatu organisasi menjadi
sangat penting manakala individu atau anggota organisasi memiliki dinamika yang
tinggi dalam aktivitasnya disamping perubahan terus-menerus yang didorong oleh
kemajuan teknologi. Suatu organisasi akan berhasil atau bahkan gagal sebagian besar
ditentukan oleh faktor kepemimpinan. Fokus pada penelitian ini adalah hanya pada
perilaku menyimpang yang negatif (organizational misbehavior), alasannya adalah karena
perilaku menyimpang yang negatif akan menghasilkan kerugian bagi organisasi dan
akan mengurangi kinerja dari tiap-tiap individu ataupun karyawan di organisasi
tersebut. Oleh sebab itu, variabel perilaku menyimpang diorganisasi didefinisikan
sebagai tingkat kemauan (motivasi) seorang karyawan untuk melakukan kegiatan yang
merugikan organisasi.
Pengaruh Keadilan Organisasi terhadap Perilaku Menyimpang Karyawan melalui
Kepercayaan Organisasi
Aslam dan Sadaqat (2011), mendefinisikan keadilan organisasional sebagai
kondisi pekerjaan yang mengarahkan individu pada suatu keyakinan bahwa mereka
diperlakukan secara adil atau tidak adil oleh organisasinya. Ketika individu merasakan
suatu ketidakadilan, moral mereka akan turun, mereka kemungkinan besar akan
meninggalkan pekerjaannya, dan bahkan mungkin membalas dendam terhadap
organisasinya. Aspek keadilan sangat penting artinya dalam kehidupan organisasi,
karena akibat-akibat yang dapat terjadi jika keadilan tidak ada dalam kehidupan
organisasi. Sebagai contoh, persepsi jika sebuah organisasi atau yang
60 Pengaruh Kepemimpinan Instruktif ….(Peyi Heriyanto)
merepresentasikannya berlaku tidak adil diasosiasikan dengan tingkat kepercayaan
pada organisasi yang rendah dari para anggota organisasi, demikian juga tingkat
kejahatan dilingkungan kerja serta keinginan untuk melakukan protes akan meningkat
(Rezaiean et al., 2010).
METODE PENELITIAN
Populasi dan Sampel Penelitian
Populasi yang diambil dalam penelitian ini adalah seluruh karyawan tenaga
kependidikan Universitas Gajah Mada, Dalam penelitian ini yang akan menjadi sampel
penelitian adalah karyawan tenaga kependidikan sejumlah itu tersebar di 18 Fakultas
dan satu sekolah vokasi. Penentuan sampel dalam penelitian ini menggunakan
Proporsional Simple Random sampling. Berikut ini adalah teknik penarikan sampel
dengan Proportional Random Sampling disajikan dalam Tabel berikut:
TabeI 1. Proporsi Sampel Karyawan tenaga kependidikan Universitas Gajah Mada.
Direktorat
Jumlah
karyawan
Prosentas
e
Sampel
Direktorat Kemahasiswaan
50
25%
13
Direktorat Keuangan
62
25%
16
Direktorat Aset
147
25%
37
Direktorat Perencanaan
59
25%
15
Direktorat pendidikan dan
Pengajaran
40
25%
10
Direktorat Sumber Daya
Manusia
51
25%
13
Jumlah
409
104
Sumber: olah data
Definisi Operasional Variabel Penelitian
1. Kepemimpinan Instruktif (X1)
Menurut Thoha (2006), kepemimpinan instruktif adalah kepemimpinan yang
mencirikan pimpinan yang selalu bersedia menjelaskan, sebagai teman mudah
didekati dan menunjukkan diri sebagai orang sejati bagi bahawannya. Dari
pengamatan penulis berdasarkan pengakuan beberapa karyawan, pimpinan jarang
memberikan arahan kepada karyawan. Jika pimpinan memberikan instruksi,
pimpinan cenderung bersifat otoriter dan tidak memberikan solusi cara terbaik
agar melakukan keputusan bagaimana cara terbaik untuk bersama-sama
menyelesaikan masalah dalam suatu pekerjaan.
Journal of Economics, Business, Accounting and Management (JEBAM)
Volume 1 No. 1 April 2023, Page 55 - 71 61
2. Keadilan Organisasi (X2)
Keadilan Organisasi adalah pandangan karyawan terhadap kewajaran proses
penghargaan dan keputusan hukuman yang dibuat organisasi sifatnya penting
seperti keharusan membayar imbalan/insentif, evaluasi, promosi dan tindakan
disipliner (Mc Farlin dan Sweeny, 1992). Fenomena yang dirasakan bahwa tingkat
keadilan yang dirasa selama ini oleh para PNS tenaga kependidikan non dosen di
UGM serasa masih jauh dari harapan. Permasalahan tunjangan kinerja (TUKIN)
yang tak kunjung cair yang merupakan hak TENDIK merupakan bukti nyata
adanya ketidakadilan di internal UGM. Pengakuan dan penghargaan atas segala
kerja baik mereka masih dianggap kurang oleh para pimpinan.
3. Kepercayaan Organisasi (Y1)
Kramer dan Tyler (1996), memberikan penjelasan mengenai kepercayaan
organisasi sebagai kepercayaan pada organisasi mengacu pada keyakinan anggota
dalam usaha pencapaian tujuan korporat dan para pemimpin organisasional, dan
keyakinan bahwa pada akhirnya, setiap langkah organisasional yang diambil akan
membawa manfaat bagi para anggota. Kepemimpinan Rektor UGM era 2014-2017
menurunkan tingkat kepercayaan para pegawai UGM terhadap pimpinan mereka.
Berbagai persoalan di internal UGM sendiri terus berkelanjutan.
4. Penyimpangan Perilaku Karyawan (Y2)
Konsep Penyimpangan Perilaku Karyawan (Workplace Deviant Behaviour)
merupakan perilaku sukarela yang secara signifikan melanggar norma-norma
organisasi dan pada akhirnya mengancam kinerja organisasi, kinerja individu
lainnya atau bahkan kedua-duanya (Bennett & Robinson, 2000). Perkembangan
konsep Penyimpangan Perilaku Karyawan (Workplace Deviant Behaviour)
selanjutnya dipengaruhi oleh keberadaan target yang menjadi sasaran perilaku
tindakan menyimpang karyawan.
Teknik Analisis Data
1. Analisis Deskriptif
Analisis deskriptif adalah analisis yang berbentuk uraian dari hasil penelitian
yang didukung dengan teori data yang telah ditabulasi, kemudian diikhtisarkan
(Ghozali, 2005).
2. Analisis Inferensial
Analisis inferensial digunakan untuk menganalisis data populasi penelitian dan
menarik kesimpulan melalui pengujian hipotesis dengan menggunakan alat
statistik inferensial. Adapun alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini
adalah analisis jalur.
62 Pengaruh Kepemimpinan Instruktif ….(Peyi Heriyanto)
b
1
b
3
b
4
b
5
b
2
Gambar 1. Model Path Analysis (path model)
HASIL DAN PEMBAHASAN
Analisis Regresi Tahap I
a. Uji Pengaruh Individual (Uji t)
Tabel 2 Uji Pengaruh Individual (Uji t)
Coefficients
a
Model
Unstandardized Coefficients
Standardized
Coefficients
t
Sig.
B
Std. Error
Beta
1
(Constant)
6.564
.240
27.371
.000
KepemimpinanInstruktif
.824
.067
.737
12.262
.000
KeadilanOrganisasi
.163
.057
.171
2.847
.005
a. Dependent Variable: KepercayaanOrganisasi
Sumber: Data primer diolah
Hasil Uji Pengaruh Individual (Uji t) adalah sebagai berikut:
1. Pengaruh Kepemimpinan Instruktif terhadap Kepercayaan Organisasi
A. Hipotesis
H0: b1 = 0 Tidak ada pengaruh antara Kepemimpinan Instruktif terhadap
Kepercayaan Organisasi
H1: b1 ≠ 0 Terdapat pengaruh antara Kepemimpinan Instruktif terhadap
Kepercayaan Organisasi
B. Kriteria
1) Jika P value > α= H0 diterima, berarti Tidak ada pengaruh antara
Kepemimpinan Instruktif terhadap Kepercayaan Organisasi
Keadilan Organisasi
(X
2
)
Kepercayaan
Organisasi (Y
1
)
Kepemimpinan
Instruktif (X
1
)
Finansia
Perilaku Menyimpang
Karyawan (Y
2
)
Journal of Economics, Business, Accounting and Management (JEBAM)
Volume 1 No. 1 April 2023, Page 55 - 71 63
2) Jika P value α = H0 ditolak, berarti Terdapat pengaruh antara Kepemimpinan
Instruktif terhadap Kepercayaan Organisasi secara parsial
C. Hasil
Berpedoman pada ttabel yaitu sebesar 1.6554, dan diperoleh thitung sebesar
12.262. Hal ini menunjukkan bahwa thitung > ttabel atau 12.262> 1.6554. Bedasarkan
dari hasil perhitungan yang ditunjukkan pada Tabel di atas, diperoleh nilai p-value
hasil uji-t dari variabel Kepemimpinan Instruktif sebesar 0.000. Dikarenakan nilai p
value lebih kecil dari tingkat signifikan α=5% atau (0.000<0,05), maka H0 ditolak;
yang berarti terdapat pengaruh Kepemimpinan Instruktif terhadap Kepercayaan
Organisasi secara parsial.
D. Kesimpulan
Dengan demikian hipotesis pertama yang menyatakan Terdapat pengaruh
Kepemimpinan Instruktif terhadap Kepercayaan Organisasi” terbukti.
2. Pengaruh Keadilan Organisasi terhadap Kepercayaan Organisasi
A. Hipotesis
H0: b2 = 0 Tidak ada pengaruh antara Keadilan Organisasi terhadap
Kepercayaan Organisasi
H2: b2 ≠ 0 Terdapat pengaruh antara Keadilan Organisasi terhadap
Kepercayaan Organisasi
B. Kriteria
1) Jika P value > α= H0 diterima, berarti Tidak ada pengaruh antara Keadilan
Organisasi terhadap Kepercayaan Organisasi
2) Jika P value α = H0 ditolak, berarti Terdapat pengaruh antara Keadilan
Organisasi terhadap Kepercayaan Organisasi secara parsial
C. Hasil
Berpedoman pada ttabel yaitu sebesar 1.6554, dan diperoleh thitung sebesar
2.847. Hal ini menunjukkan bahwa thitung > ttabel atau 2.847> 1.6554. Bedasarkan
dari hasil perhitungan yang ditunjukkan pada Tabel di atas, diperoleh nilai p-value
hasil uji-t dari variabel Keadilan Organisasi sebesar 0.005. Dikarenakan nilai p value
lebih kecil dari tingkat signifikan α=5% atau (0.005<0,05), maka H0 ditolak; yang
berarti terdapat pengaruh Keadilan Organisasi terhadap Kepercayaan Organisasi
secara parsial.
D. Kesimpulan
Dengan demikian hipotesis kedua yang menyatakan “Terdapat pengaruh
Keadilan Organisasi terhadap Kepercayaan Organisasi” terbukti.
64 Pengaruh Kepemimpinan Instruktif ….(Peyi Heriyanto)
b. Uji F dan Koefisien Determinasi (R2)
Untuk membuktikan bahwa variabel independen secara simultan berpengaruh
terhadap variabel dependen digunakan uji F statistik. Uji F dilakukan untuk
mengetahui apakah semua variabel independen secara bersama-sama (serempak)
mempengaruhi variabel dependen. Hasil uji secara bersama-sama/serempak (Uji F)
adalah sebagai berikut:
Tabel 3 Pengujian Hipotesis secara Simultan
ANOVA
a
Model
Sum of Squares
df
Mean Square
F
Sig.
1
Regression
51.381
2
25.690
106.913
.000
b
Residual
25.711
107
.240
Total
77.092
109
a. Dependent Variable: KepercayaanOrganisasi
b. Predictors: (Constant), KeadilanOrganisasi, KepemimpinanInstruktif
Sumber: Data primer diolah
Berikut formula hipotesis hasil uji F seperti berikut:
H0: Jika nilai sig penelitian > 0,05 maka diartikan bahwa Kepemimpinan instruktif
dan Keadilan Organisasi secara simultan tidak berpengaruh terhadap
Kepercayaan Organisasi
Ha: Jika nilai sig penelitian < 0,05 maka diartikan bahwa Kepemimpinan instruktif
dan Keadilan Organisasi secara simultan berpengaruh terhadap Kepercayaan
Organisasi
Berdasarkan dari hasil perhitungan yang ditunjukkan pada Tabel di atas,
diperoleh nilai p value dari hasil uji F sebesar 0.000. Dikarenakan nilai p value lebih
kecil dari tingkat signifikan α=5% atau (0.000<0,05), maka H0 ditolak; yang berarti
Kepemimpinan instruktif dan Keadilan Organisasi secara simultan berpengaruh
terhadap Kepercayaan Organisasi.
Untuk mengetahui besarnya pengaruh variabel Kepemimpinan instruktif dan
Keadilan Organisasi terhadap variabel Kepercayaan Organisasi digunakan koefisien
determinasi berganda (Adjusted RSquare). Hasil koefisien deteminasi berganda
dapat ditunjukkan pada Tabel berikut.
Tabel 4 Koefisien Determinasi
Model Summary
b
Model
R
R Square
Adjusted R
Square
Std. Error of the
Estimate
Durbin-Watson
1
.816
a
.666
.660
.49020
2.342
a. Predictors: (Constant), KeadilanOrganisasi, KepemimpinanInstruktif
b. Dependent Variable: KepercayaanOrganisasi
Sumber: Data primer diolah
Journal of Economics, Business, Accounting and Management (JEBAM)
Volume 1 No. 1 April 2023, Page 55 - 71 65
Bedasarkan Tabel dapat diketahui besarnya koefisien determinasi berganda
(Adjusted R²) sebesar 0.660. Hasil tersebut dapat diartikan bahwa 66.0% besarnya
Kepercayaan Organisasi dipengaruhi oleh kedua variabel bebas yang terdiri dari
Kepemimpinan instruktif dan Keadilan Organisasi. Sedangkan sisanya sebesar 34.0%
dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak dimasukkan dalam model penelitian.
Analisis Regresi Tahap II
a. Uji Pengaruh Individual (Uji t)
Tabel 5 Uji Pengaruh Individual (Uji t)
Coefficients
a
Model
Unstandardized
Coefficients
Standardized
Coefficients
t
Sig.
B
Std. Error
Beta
1
(Constant)
.057
.231
.247
.805
KepemimpinanInstru
ktif
.906
.065
.788
14.010
.000
KeadilanOrganisasi
-.119
.055
-.122
-2.163
.033
a. Dependent Variable: PerilakuMenyimpangKaryawan
Sumber: Data primer diolah
Hasil Uji Pengaruh Individual (Uji t) adalah sebagai berikut:
1. Pengaruh Kepemimpinan Instruktif terhadap Perilaku Menyimpang
Karyawan
A. Hipotesis
H0 : b3 = 0 Tidak ada pengaruh antara Kepemimpinan Instruktif terhadap
Perilaku Menyimpang Karyawan
H3 : b3 ≠ 0 Terdapat pengaruh antara Kepemimpinan Instruktif terhadap
Perilaku Menyimpang Karyawan
B. Kriteria
1) Jika P value > α = H0 diterima, berarti Tidak ada pengaruh antara
Kepemimpinan Instruktif terhadap Perilaku Menyimpang Karyawan
2) Jika P value α = H0 ditolak, berarti Terdapat pengaruh antara
Kepemimpinan Instruktif terhadap Perilaku Menyimpang Karyawan
secara parsial
C. Hasil
Berpedoman pada ttabel yaitu sebesar 1.6554, dan diperoleh thitung sebesar
14.010. Hal ini menunjukkan bahwa thitung > ttabel atau 14.010> 1.6554.
Bedasarkan dari hasil perhitungan yang ditunjukkan pada Tabel di atas,
diperoleh nilai p-value hasil uji-t dari variabel Kepemimpinan Instruktif sebesar
0.000. Dikarenakan nilai p value lebih kecil dari tingkat signifikan α=5% atau
(0.000<0,05), maka H0 ditolak; yang berarti terdapat pengaruh Kepemimpinan
66 Pengaruh Kepemimpinan Instruktif ….(Peyi Heriyanto)
Instruktif terhadap Perilaku Menyimpang Karyawan secara parsial.
D. Kesimpulan
Dengan demikian hipotesis ketiga yang menyatakan “Terdapat pengaruh
Kepemimpinan Instruktif terhadap Perilaku Menyimpang Karyawan” terbukti.
2. Pengaruh Keadilan Organisasi terhadap Perilaku Menyimpang Karyawan
A. Hipotesis
H0 : b4 = 0 Tidak ada pengaruh antara Keadilan Organisasi terhadap
Perilaku Menyimpang Karyawan
H4 : b4 ≠ 0 Terdapat pengaruh antara Keadilan Organisasi terhadap
Perilaku Menyimpang Karyawan
B. Kriteria
1) Jika P
value
> α = H
0
diterima, berarti Tidak ada pengaruh antara
Keadilan Organisasi terhadap Perilaku Menyimpang Karyawan
2) Jika P
value
α = H
0
ditolak, berarti Terdapat pengaruh antara Keadilan
Organisasi terhadap Perilaku Menyimpang Karyawan secara parsial
C. Hasil
Berpedoman pada t
tabel
yaitu sebesar 1.6554, dan diperoleh t
hitung
sebesar -
2.163. Hal ini menunjukkan bahwa t
hitung
> t
tabel
atau -2.163> -1.6554 (pengujian 1
sisi kiri). Bedasarkan dari hasil perhitungan yang ditunjukkan pada Tabel di
atas, diperoleh nilai p-value hasil uji-t dari variabel Keadilan Organisasi sebesar
0.033. Dikarenakan nilai p value lebih kecil dari tingkat signifikan α=5% atau
(0.033<0,05), maka H0 ditolak; yang berarti terdapat pengaruh Keadilan
Organisasi terhadap -2.163 secara parsial.
D. Kesimpulan
Dengan demikian hipotesis keempat yang menyatakan “Terdapat
pengaruh Keadilan Organisasi terhadap Perilaku Menyimpang Karyawan
terbukti.
b. Uji F dan Koefisien Determinasi (R
2
)
Untuk membuktikan bahwa variabel independen secara simultan berpengaruh
terhadap variabel dependen digunakan uji F statistik. Uji F dilakukan untuk
mengetahui apakah semua variabel independen secara bersama-sama (serempak)
mempengaruhi variabel dependen. Hasil uji secara bersama-sama/serempak (Uji F)
adalah sebagai berikut:
Journal of Economics, Business, Accounting and Management (JEBAM)
Volume 1 No. 1 April 2023, Page 55 - 71 67
Tabel 6 Pengujian Hipotesis secara Simultan
ANOVA
a
Model
Sum of Squares
df
Mean Square
F
Sig.
1
Regression
57.648
2
28.824
129.581
.000
b
Residual
23.801
107
.222
Total
81.450
109
a. Dependent Variable: PerilakuMenyimpangKaryawan
b. Predictors: (Constant), KeadilanOrganisasi, KepemimpinanInstruktif
Sumber: Data primer diolah
Berikut formula hipotesis hasil uji F seperti berikut:
H0: Jika nilai sig penelitian > 0,05 maka diartikan bahwa Kepemimpinan
instruktif dan Keadilan Organisasi secara simultan tidak berpengaruh
terhadap Perilaku Menyimpang Karyawan
Ha: Jika nilai sig penelitian < 0,05 maka diartikan bahwa Kepemimpinan
instruktif dan Keadilan Organisasi secara simultan berpengaruh
terhadap Perilaku Menyimpang Karyawan
Berdasarkan dari hasil perhitungan yang ditunjukkan pada Tabel di atas,
diperoleh nilai p value dari hasil uji F sebesar 0.000. Dikarenakan nilai p value lebih
kecil dari tingkat signifikan α=5% atau (0.000<0,05), maka H0 ditolak; yang berarti
Kepemimpinan instruktif dan Keadilan Organisasi secara simultan berpengaruh
terhadap Perilaku Menyimpang Karyawan. .
Untuk mengetahui besarnya pengaruh variabel Kepemimpinan instruktif dan
Keadilan Organisasi terhadap variabel Perilaku Menyimpang Karyawan digunakan
koefisien determinasi berganda (Adjusted RSquare). Hasil koefisien deteminasi
berganda dapat ditunjukkan pada Tabel berikut:
Tabel 7 Koefisien Determinasi
Model Summary
b
Model
R
R Square
Adjusted R
Square
Std. Error of the
Estimate
Durbin-Watson
1
.841
a
.708
.702
.47164
2.303
a. Predictors: (Constant), KeadilanOrganisasi, KepemimpinanInstruktif
b. Dependent Variable: PerilakuMenyimpangKaryawan
Sumber: Data primer diolah
Bedasarkan Tabel dapat diketahui besarnya koefisien determinasi
berganda (Adjusted R²) sebesar 0.702. Hasil tersebut dapat diartikan bahwa 70.2%
besarnya Perilaku Menyimpang Karyawan dipengaruhi oleh kedua variabel bebas
yang terdiri dari Kepemimpinan instruktif dan Keadilan Organisasi. Sedangkan
sisanya sebesar 29.8% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak dimasukkan dalam
model penelitian.
68 Pengaruh Kepemimpinan Instruktif ….(Peyi Heriyanto)
Analisis Regresi Tahap III
Tabel 8 Uji Pengaruh Individual (Uji t)
Coefficients
a
Model
Unstandardized
Coefficients
Standardized
Coefficients
t
Sig.
B
Std. Error
Beta
1
(Constant)
6.320
.160
39.475
.000
KepercayaanOrganisa
si
-.897
.048
-.872
-18.550
.000
a. Dependent Variable: PerilakuMenyimpangKaryawan
Sumber: Data primer diolah
Hasil Uji Pengaruh Individual (Uji t) adalah sebagai berikut:
1. Pengaruh Kepercayaan Organisasi terhadap Perilaku Menyimpang Karyawan
A. Hipotesis
H0 : b5 = 0 Tidak ada pengaruh antara Kepercayaan Organisasi terhadap
Perilaku Menyimpang Karyawan
H5 : b5 ≠ 0 Terdapat pengaruh antara Kepercayaan Organisasi terhadap
Perilaku Menyimpang Karyawan
B. Kriteria
1) Jika P
value
> α = H
0
diterima, berarti Tidak ada pengaruh antara
Kepercayaan Organisasi terhadap Perilaku Menyimpang Karyawan
2) Jika P
value
α = H
0
ditolak, berarti Terdapat pengaruh antara
Kepercayaan Organisasi terhadap Perilaku Menyimpang Karyawan
secara parsial
C. Hasil
Berpedoman pada t
tabel
yaitu sebesar 1.6554, dan diperoleh t
hitung
sebesar -
18.550. Hal ini menunjukkan bahwa t
hitung
> t
tabel
atau -18.550 > -1.6554
(pengujian 1 sisi kiri). Bedasarkan dari hasil perhitungan yang ditunjukkan
pada Tabel 4.19 di atas, diperoleh nilai p-value hasil uji-t dari variabel
Kepercayaan Organisasi sebesar 0.000. Dikarenakan nilai p value lebih kecil
dari tingkat signifikan α=5% atau (0.000<0,05), maka H0 ditolak; yang berarti
terdapat pengaruh Kepercayaan Organisasi terhadap Perilaku Menyimpang
Karyawan secara parsial.
D. Kesimpulan
Dengan demikian hipotesis kelima yang menyatakan “Terdapat pengaruh
Kepercayaan Organisasi terhadap Perilaku Menyimpang Karyawanterbukti.
SIMPULAN
Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara
Kepemimpinan Instruktif Terhadap Kepercayaan Organisasi secara parsial; terdapat
pengaruh yang signifikan antara Keadilan Organisasi Terhadap Kepercayaan
Organisasi secara parsial; terdapat pengaruh yang signifikan antara Kepemimpinan
Journal of Economics, Business, Accounting and Management (JEBAM)
Volume 1 No. 1 April 2023, Page 55 - 71 69
Instruktif Terhadap Perilaku Menyimpang Karyawan secara parsial; terdapat pengaruh
yang signifikan antara Keadilan Organisasi Terhadap Perilaku Menyimpang Karyawan
secara parsial; terdapat pengaruh yang signifikan antara Kepercayaan Organisasi
Terhadap Perilaku Menyimpang Karyawan secara parsial
Dalam rangka menekan adanya praktik perilaku menyimpang yang dilakukan
karyawan, maka manajemen harus mampu meningkatkan kembali kepercayaan
karyawan pada organisasi pada situasi apapun melalui keadilan organisasinal, yaitu
keadilan dan gaya kepemimpinan yang baik
Bagi instansi, Rektor harus memberikan perhatian yang sama bagi setiap
karyawan, sehingga karyawan merasa tidak ada diskriminasi di antara mereka. Rektor
harus berbicara jujur dalam setiap perkataannya baik dalam kompunikasi formal
maupun komunikasi informal. Secara keseluruhan hasil penelitian ini diharapkan
memberikan gambaran bahwa perilaku menyimpang karyawan tidak semata-mata
karena baik buruknya keadilan yang diterima karyawan melainkan melalui
kepercayaan karyawan terhadap organisasi. Manajemen yang berkeadilan sangat
diperlukan dalam organisasi, keadilan organisasional sebagai kondisi pekerjaan yang
mengarahkan karyawan pada suatu keyakinan bahwa mereka diperlakukan secara adil
atau tidak adil oleh organisasinya, keadilan organisasi merupakan motivator penting
dalam suatu lingkungan pekerjaan. Ketika individu merasakan suatu ketidakadilan,
moral mereka akan turun, mereka kemungkinan besar akan meninggalkan
pekerjaannya, dan bahkan mungkin membalas dendam terhadap organisasinya karena
hal tersebut akan memicu munculnya rasa tidak percaya pada organisasi, yang pada
akhirnya akan meningkatkan motivasi karyawan untuk berperilaku menyimpang
ditempat kerja.
DAFTAR PUSTAKA
Al-Abr Row, Hadi., Mohammad Shaker Ardakani., dan Alireza Harooni., (2013), The
Relationship between Organizational Trust and Organizational Justice
Components and Their Role in Job Involvement in Education”, International
Journal of Management Academy. Vol 1. Hal 41-57
Aryee, Samuel., Pawan, S., Zhen, Xiong Chen., (2002) ”Trust As A Mediator Of The
Relationship Between Organizational Justice And Work Outcomes : Test Of a
Social Exchange Model”, Journal Of Organizational Behavior, Vol. 23, Hal. 267-285
Aslam, Rabia., and Sadaqat, Shama., (2011) Investigating the Relationship of
Organizational Justice on Organizational Citizenship Behavior among Teacing
Staff of University of the Punjab”, European Journal of Scientific Research, Vol
57(1), Hal 53-67
Bandura, (1997) Self-Efficacy: The exercise of Control, New York, W.H. Freeman and
Company
Bass., (2003) ”Predicting Unit Performance by Assesing Transformational and
Transactional Leadership”, Journal of Applied Psychology, Vol 88. Hal 207-218
70 Pengaruh Kepemimpinan Instruktif ….(Peyi Heriyanto)
Cole, M. S., Schaninger Jr, W. S., dan Harris, S. G., (2002) ”The Workplace Social
Exchange Network:A Multilevel, Conceptual Examination”, Group &
Organizational Management, Vol 21. Hal 10-21
Eskandari, Bita., Dehghani, Somayeh., Fard, Sayedeh M. H., Javdan, Fatemah., Abtin,
Afsaneh., Tahmasebi, Zahra., and Soleimani, Mehdi., (2013) ”The Relation
Between Organizational Justice and Citizenship Behavior and Organizational
Trust in the Staff of Youth and Sport Organization of Fars Province”, International
Journal of Sport Studies, Vol 3. Hal 659-665
Ghozali, Imam., (2005) Model Persamaan Struktural dengan Program AMOS 16.00,
Konsep dan Aplikasi, Semarang, BP UNDIP
Greenberg, J., dan Baron, R. A., (2003) Behavior In Organizations: Understanding and
Managing The Human Side of Work, 8th edition, New Jersey, Prentice Hall
Ince, Mehmet., dan Hasan, Gul., (2011) The Effect of Employees Perceptions of
Organizational Justice on Organizational Citizenship Behavior: An Application in
Turkish Public Institutions”, International Journal of Business and Management,
Vol. 6. Hal 9-21
Kramer, R. M., dan Tyler, T. R., (1996), Trust in Organizations : Frontiers of Theory and
Research, Thousand Oaks, CA: Sage
Latan, Hengky., (2014) The Role of Organizational Justice, Trust and Commitment in a
Management Control System (MCS) Gain Sharing”, International Journal of
Accounting and Financial Reporting. Vol 4. Hal 20-55
Mansour, Mourad., (2014) ”Organization Justice, Support and Trust: Evidance from
Saudi Companies”, Journal of Economics Business and Management, Vol. 2 . Hal
7-26.
Rezaiean, A., Givi, M. E., and Nasrabadi, M. B., (2010) ”The Relationship between
Organizational Justice and Organizational Citizenship Behaviors: the Mediating
Role of Organizational Commitment, Satisfaction and Trust”, Research Journal of
Business Management, Vol 4. Hal 22-39
Robinson, S. L., dan Bennett, R. J., (1995) ”A Typology of Deviant Workplace Behaviors:
A Multidimensional Scaling Study”, Academy of Management Journal, Vol.
38.Hal 32-66
Thoha, Miftah. (2006). Kepemimpinan dalam Manajemen. Jakarta: Raja Grafindo
Persada
Ullah, Raza., and Rabsana., (2010) Organizational Justice and Employee Work Attitudes
Assessing the Mediating Role of Internal Organizational Trust in Pakistan Public
Sector Universities”, Journal of Social Sciences, Vol 6. Hal 11-34
Vardi, Yoav., dan Weitz E., (2004), Misbehavior in organizations, London, Lawrence
Erlbaum Associates Publishers . Vol 12. Hal 143-166
Vardi, Yoav., (1990) ”The Effects of Organizational and Ethical Climates on Misconduct
at Work”, Journal of Business Ethics, Vol. 29. Hal 38-56
Journal of Economics, Business, Accounting and Management (JEBAM)
Volume 1 No. 1 April 2023, Page 55 - 71 71
Wong, Yui-Tim, (2004) ”Perceived Organizational Justice, Trust, and OCB: A Study of
Chinese Workers in Joint Ventures and State-owned Enterprises”, Academy of
Management Journal. Vol 20. Hal 18-33
Yukl, Gary. (1998). Kepemimpinan Dalam 0rganisasi.Cetakan Pertama, Jakarta. PT.
Indeks