Journal of Economics, Business, Accounting and Management (JEBAM)
Volume 1 No. 2 Oktober 2023, Page 155 - 164
Journal of Economics, Business, Accounting and Management
(JEBAM)
Journal homepage:https://kurniajurnal.com/index.php/jebam
E-ISSN:3032-274X
Pengaruh kemampuan diri dan kesiapan untuk berubah terhadap
kinerja Karyawan Monahara Center of Borobudur Study Kabupaten
Magelang
Muhdin
Fakultas Ekonomi, Universitas Islam Indonesia Yogyakarta
Article History
Received : 15 Maret 2023
Revised : 15 Mei 2023
Accepted : 20 Agustus 2023
Published : 1 Oktober 2023
Keywords:
Self Ability; Change Readiness; Work
Motivation and Employee Performance
Corresponding author:
muhdin@borobudurpark.co.id
DOI: -
A B S T R A C T
This study aims to examine the effect of self-ability and readiness to
change on work motivation and employee performance, examine the effect
of work motivation on employee performance, and examine the stronger
influence between self-ability and readiness to change on performance if
mediated by work motivation. The research sample was 127 employees of
Manohara Center of Borobudur Study in Magelang District. The
statistical analysis tool used in this study is the Multiple Linear
Regression Analysis and Path Analysis model. Based on the results of the
study using Multiple Linear Regression Analysis and path analysis (Path
Analysis) shows the results between that self-ability and readiness to
change have a significant effect on employee work motivation, self-ability
has a significant influence on employee performance, while readiness to
change does not have a significant effect on performance, work motivation
has a significant influence on employee performance.
A B S T R A K
Penelitian ini bertujuan menguji pengaruh kemampuan diri dan
kesiapan untuk berubah terhadap motivasi kerja dan kinerja
karyawan, menguji pengaruh motivasi kerja terhadap kinerja
karyawan, serta menguji pengaruh yang lebih kuat antara
kemampuan diri dan kesiapan untuk berubah terhadap kinerja
jika dimediasi oleh motivasi kerja. Sampel penelitian adalah
karyawan Manohara Center of Borobudur Study Kabupaten
Magelang sebanyak 127 orang. Alat analisis statistik yang
digunakan dalam penelitian ini menggunakan model Analisis
Regresi Linier Berganda serta analisis jalur (Path Analysis).
Berdasarkan hasil penelitian menggunakan Analisis Regresi
Linier Berganda serta analisis jalur (Path Analysis) menunjukkan
hasil antara bahwa kemampuan diri dan kesiapan untuk berubah
mempunyai pengaruh signifikan terhadap motivasi kerja
karyawan, kemampuan diri mempunyai pengaruh signifikan
terhadap kinerja karyawan, sedangkan kesiapan untuk berubah
tidak mempunyai pengaruh signifikan terhadap kinerja, motivasi
kerja mempunyai pengaruh signifikan terhadap kinerja
karyawan.
©2023, Muhdin
This is an open access article under CC BY-SA license
156 Pengaruh kemampuan diri dan….(Muhdin)
PENDAHULUAN
Ilmu manajemen yang berfokus kepada salah satu bagian dari pengaturan
peranan individu-individu yang ada dalam organisasi adalah ilmu sumber daya
manusia. Dengan adanya pengelolaan sumber daya manusia, tenaga kerja memiliki
peranan yang sangat penting sebagai pelaksana dari fungsi-fungsi manajemen yaitu
perencanaan, pengorganisasian, staffing, kepemimpinan, pengendalian, pengawasan,
dan pelaksanaan operasional organisasi. Kinerja karyawan merupakan salah satu
dimensi yang dapat digunakan untuk mengukur atau mengevaluasi kekuatan
karyawan dalam bertahan serta melaksanakan tugas dan kewajibannya terhadap
organisasi dimana ia bekerja. Keberadaan karyawan dengan kinerja yang tinggi pada
organisasi akan mengantarkan organisasi pada suatu kondisi yang menguntungkan.
Kinerja dapat dipengaruhi dari berbagai macam faktor, salah satunya adalah kepuasan
kerja, yaitu perilaku individual terhadap pekerjaannya.
Organisasi yang karyawannya mendapatkan kepuasan di tempat kerja maka
cenderung lebih efektif daripada organisasi yang karyawannya kurang mendapatkan
kepuasan kerja (Robbins, 2010). Robbins dan Judge (2008) bahwa Motivasi Kerja adalah
proses yang menyumbang intensitas dari individu dan ketekunan usaha ke arah
pencapaian tujuan. Ini berarti bahwa motivasi kerja menentukan berapa banyak upaya
seseorang dalam kerjanya, dan kearah mana upaya tersebut diarahkan dan ukuran
seberapa lama seseorang dapat mempertahankan usahanya tersebut. Kinerja dan
motivasi karyawan sangat dipengaruhi oleh kemampuan dari setiap individu dalam
organisasi. Ketika setiap individu dalam organisasi mempunyai kemampuan yang
paripurna maka kinerja organisasi juga akan meningkat seiring dengan meningkatnya
kemampuan individu. Dari pengematan penulis di lapangan, terdapat beberapa
permasalahan kemampuan diri yang dihadapi karyawan Manohara Center of
Borobudur Study. Motivasi karyawan juga sangat mempengaruhi kinerja organisasi,
ketika karyawan termotivasi untuk memberikan yang terbaik bagi organisasi maka
secara otomatis hal tersebut akan meningkatkan kinerja karyawan.
Kemauan karyawan untuk berubah akan membangun perusahaan dimasa yang
akan datang karena perubahan menjadi kebutuhan utama bagi kehidupan suatu
perusahaan. Perubahan merupakan aspek yang paling penting untuk menciptakan
manajemen yang efektif dan efisien. Perubahan yang dialami secara terus-menerus oleh
organisasi dapat diakibatkan oleh beberapa hal seperti laju perkembangan global yang
pesat, risiko bisnis, kesempatan yang menggairahkan, inovasi dan sistem
kepemimpinan yang baru (Madsen, et al, 2005). Menurut Hussey (2000) menjelaskan
bahwa terdapat faktor-faktor yang mendorong suatu organisasi untuk melakukan
perubahan yaitu perubahan teknologi yang terus meningkat, persaingan yang intensif
dan mendunia, tuntutan dari pelanggan, perubahan demografis suatu negara,
privatisasi bisnis dan tuntutan dari pemegang saham yang meminta lebih banyak nilai
perusahaan.
Journal of Economics, Business, Accounting and Management (JEBAM)
Volume 1 No. 2 Oktober 2023, Page 155 - 164 157
Kesiapan karyawan merupakan kunci utama bagi organisasi yang ingin selalu
berubah mengikuti perkembangan dalam dunia bisnis. Apabila para karyawan tidak
siap untuk berubah, maka mereka tidak akan dapat mengikuti dan merasa kewalahan
dengan kecepatan perubahan organisasi yang sedang terjadi (David, 1997). Hal ini
ditandai dengan adanya keterlibatan karyawan yang memiliki komitmen pada
organisasi. Komitmen organisasional menjadi refleksi dari kesediaan individu atau
karyawan untuk mematuhi peraturan-peraturan organisasi, kemauan untuk
memperjuangkan pencapaian tujuan-tujuan organisasi. Robbins dan Judge (2008)
mengungkapkan bahwa perubahan adalah membuat sesuatu menjadi lain. Suatu
organisasi tidak akan berhasil tanpa mengubah individunya atau karyawannya.
Mengelola suatu perubahan pada organisasi adalah bagaimana kemampuan mengelola
karyawan yang terlibat dalam proses perubahan organisasi tersebut karena karyawan
merupakan sumber dan alat dalam suatu perubahan. Sebab itu maka pentingnya peran
karyawan dalam proses perubahan, karyawan perlu dipersiapkan agar lebih terbuka
terhadap perubahan yang akan dilakukan suatu perusahaan dan karyawan akan siap
untuk berubah. Jika karyawan tidak siap dalam perubahan maka mereka tidak akan
mampu mengikuti dan akan kesulitan dengan kecepatan perubahan pada organisasi.
Penelitian yang dilakukan oleh Greenberg dan Baron (2003) menunjukkan bahwa
karyawan yang mempunyai komitmen tinggi terhadap organisasi akan lebih stabil dan
lebih produktif sehingga akhirnya mampu mendukung perubahan pada organisasi.
Ibrahim dan Brobbey (2015) menyatakan bahwa ada pengaruh Motivasi Kerja dalam
sebuah organisasi yang dapat meningkatkan efisiensi, membantu karyawan
menemukan tujuan personalnya, kepuasan karyawan, dan membantu membentuk
hubungan dengan organisasi. Kinerja karyawan di Manohara Center of Borobudur
Study salah satunya dapat dipengaruhi oleh kemampuan diri. Masalah kemampuan
diri karyawan adalah alasan utama bagi Manohara Cunter of Borobudur Study untuk
mengembangkan pelayanan yang bermutu sesuai dengan standar kualitas dan
berorientasi kepada kepuasan pengguna jasa. Pelayanan yang bermutu dengan standart
service exellent rasanya sulit untuk dapat dilaksanakan karena lingkungan karyawan
yang kurang profesional dan kualitas sumber daya manusia yang tidak berlatar
belakang perhotelan, sehingga masih perlu ditingkatkan, terutama kemampuan diri
karyawan.
LANDASAN TEORI
1. Pengaruh Kemampuan Diri Terhadap Motivasi Kerja Karyawan
Menurut Robbins dan Judge (2008) kemampuan diri adalah kapasitas individu
untuk melakukan beragam tugas dalam suatu pekerjaan. Umumnya kapasitas
individu dipengaruhi oleh kontribusi pengetahuan (knowledge), ketrampilan (skill),
dan sikap (attitude) yang tertanam didalam pikiran yang berasal dari diri sendiri,
orang tua, guru, dan lingkungan. Sedangkan menurut Sule dan Saefullah (2005)
kinerja terbaik ditentukan oleh tiga faktor yaitu Motivasi dimana terkait dengan
keinginan untuk melakukan pekerjaan; Kemampuan diri, yaitu kapabilitas dari
158 Pengaruh kemampuan diri dan….(Muhdin)
tenaga kerja atau SDM untuk melakukan pekerjaan; Lingkungan pekerjaan, yaitu
sumber daya dan situasi yang dibutuhkan untuk melakukan suatu pekerjaan
tersebut. Kemampuan (knowledge dan skill) merupakan kemampuan kerja individu
dalam menyelesaikan tugas yang ditanggungnya. Kemampuan kerja diperlukan
mutlak karena dengan kemampuan karyawan sehingga tujuan organisasi dapat
dicapai.
2. Pengaruh Kesiapan Untuk Berubah Terhadap Motivasi Kerja Karyawan
Halgrimsson (2008) dalam penelitiannya menemukan bahwa peningkatan
kesiapan berubah akan meningkatkan implementasi perubahan dalam organisasi.
Hal ini disebabkan oleh umpan balik dari motivasi kerja yang meningkat ketika
seorang karyawan siap dalam menghadapi perubahan. Alasan lain adalah
berkurangnya ketidakpastian (uncertainty)dengan meningkatnya kesiapan berubah.
Pekerja yang berkomitmen terhadap organisasi akan menerima perubahan.
Semakin tinggi simpati yang dimiliki pekerja terhadap perubahan, semakin besar
keinginannya untuk menerima perubahan dalam organisasi. Hal ini sejalan dengan
penelitian Greenberg dan Baron (2003) menemukan bahwa karyawan yang
memiliki komitmen terhadap organisasi yang tinggi akan lebih stabil dan lebih
produktif sehingga akhirnya dapat mendukung perubahan dalam organisasi.
Hussey (2000) menemukan bahwa karyawan yang memiliki komitmen terhadap
organisasi yang tinggi akan lebih termotivasiuntuk hadir dalam organisasi dan
berusaha mencapai tujuan organisasi.
3. Pengaruh Kemampuan Diri Terhadap Kinerja Karyawan
Kemampuan diri menunjukkan potensi untuk melaksanakan suatu pekerjaan
sesuai dengan kesanggupan, ketrampilan dan pengetahuannya. Kemampuan
individu sebagai nilai yang dimiliki menjadikan suatu kekuatan dalam menanggapi
setiap kejadian ataupersoalan dilingkungan pekerjaan. Didalam melaksanakan
tugas, kenyataannya menunjukkan bahwa kemampuan kerja cukup memiliki andil
menentukan tentang hal apa yang dapat dikerjakan dalam rangka pencapaian
tujuan tertentu. Individu yang mempunyai kemampuan diatas rata-rata dengan
pendidikan atau pengetahuan yang memadai untuk menjalankan pekerjaan, maka
ia akan lebih mudah mencapai kinerja yang diharapkan. Keahlian seorang
karyawan merupakan perwujudan pengetahuan tentang tugas dan pengetahuan,
ini berkaitan dengan latar belakang pendidikan. Dengan mengetahui tingkat
pengetahuan dan ketrampilannya, maka dapat diperkirakan apakah individu
tersebut mampu atau tidak melakukan pekerjaan yang dibebankan kepadanya.
Pengetahuan dan ketrampilan seseorang hanya diperoleh melalui pendidikan.
Siagian (2008) menyatakan bahwa pengetahuan dan keterampilan seseorang akan
semakin meningkat apabila pendidikannya semakin meningkat. Kemampuan kerja
terdiri atas pengetahuan dan ketrampilan, dimana pengetahuan lebih berorientasi
pada kecerdasan, daya pikir, penguasaan ilmu dan luasnya wawasan yang dimiliki
seseorang. Menurut pendapat Robbins (2010) tingkat kinerjakaryawan akan sangat
tergantung pada faktor kemampuan karyawan itu sendiri seperti tingkat
Journal of Economics, Business, Accounting and Management (JEBAM)
Volume 1 No. 2 Oktober 2023, Page 155 - 164 159
pendidikan, pengetahuan, pengalaman dimana dengan tingkat kemampuan yang
semakin tinggi akan mempunyai kinerja semakin tinggi pula. Dengan demikian
tingkat pendidikan, pengetahuan dan pengalaman yang tinggi akan berdampak
pada kinerja karyawan.
4. Pengaruh Kesiapan Untuk Berubah Terhadap Kinerja Karyawan
Holt, et al (2007) mendefinisikan kesiapan adalah kepercayaan karyawan bahwa
mereka mampu melaksanakan perubahan yang diusulkan (self efficacy), perubahan
yang diusulkan tepat untuk dilakukan organisasi (appropiateness), pemimpin
berkomitmen dalam perubahan yang diusulkan (management support), dan
perubahan yang diusulkan akan memberikan keuntungan bagi anggota organisasi
(personal benefit). Dari penjelasan Holt, et al (2007) seorang karyawan yang
dinyatakan siap untuk berubah akan menunjukkan perilaku menerima, merangkul,
dan mengadopsi rencana perubahan yang dilakukan. Sebelum karyawan berada
pada posisi siap, karyawan merefleksikan content, context, process, dan atribut
individu untuk mempersepsikan dan mempercayai perubahan yang akan
dilakukan organisasi. Kesiapan untuk berubah menjadi faktor penting dalam
menciptakan kesuksesan perubahan (Armenakis, et al 1993). Hal ini dapat
ditunjukkan bahwa ketika perubahan dilakukan akan muncul dua sikap yaitu
positif dan negatif. Sikap positif ditunjukkan dengan adanya kesiapan untuk
berubah dan sikap negatif ditunjukkan dengan adanya penolakan terhadap
perubahan. Menciptakan sikap positif dalam diri karyawan dapat dilakukan
dengan menciptakan kesiapan untuk berubah pada diri karyawan sehingga
perubahan yang dilakukan dapat mencapai kesuksesan yang diharapkan.
5. Pengaruh Motivasi Kerja Terhadap Kinerja Karyawan
Motivasi merupakan hasrat di dalam seseorang yang menyebabkan orang
tersebut melakukan tindakan. Seseorang sering melakukan tindakan untuk suatu
hal mencapai tujuan. Motivasi kerja mendorong gairah kerja bawahan, agar mereka
mau bekerja keras dengan memberikan semua kemampuan dan keterampilannya
untuk mewujudkan tujuan perusahaan (Hasibuan, 2000). Motivasi kerja seorang
berawal dari kebutuhan, keinginan dan dorongan untuk bertindak demi
tercapainya kebutuhan atau tujuan. Hal ini menandakan seberapa kuat dorongan,
usaha, intensitas, dan kesediaanya untuk berkorban demi tercapainya tujuan.
Dalam hal ini semakin kuat dorongan atau motivasi kerja dan semangat akan
semakin tinggi kinerjanya. Dessler (2006) menyatakan bahwa faktor yang
mempengaruhi kinerja adalah faktor kemampuan dan faktor motivasi kerja.
Sedangkan menurut Mathis dan Jackson (2002) menyatakan kinerja yang dicari oleh
perusahaan dari seseorang tergantung dari kemampuan, motivasi kerja, dan
dukungan individu yang diterima, ada hubungan positif antara motivasi kerja dan
kinerja dengan pencapaian prestasi, artinya karyawan yang mempunyai motivasi
kerja prestasi yang tinggi cenderung mempunyai kinerja tinggi, sebaliknya kinerja
rendah dimungkinkan karena motivasinya rendah. Motivasi kerja seorang berawal
dari kebutuhan, keinginan dan dorongan untuk bertindak demi tercapainya
160 Pengaruh kemampuan diri dan….(Muhdin)
kebutuhan atau tujuan. Motivasi kerja merupakan variabel penting, yang dimana
motivasi perlu mendapat perhatian yang besar pula bagi organisasi dalam
peningkatan kinerja karyawannya. Kepuasaan kerja merupakan penilaian, perasaan
atau sikap seseorang atau karyawan terhadap pekerjaannya dan berhubungan
dengan lingkungan kerja, jenis pekerjaan, kompensasi, hubungan antar rekan kerja,
hubungan sosial ditempat kerja dan sebagainya (Ayyub dan Rafif, 2011).
Kebutuhan merupakan salah satu faktor yang penting untuk memotivasi karyawan
karena sebagai manusia pasti memiliki aneka kebutuhan primer dan sekunder.
Karyawan akan termotivasi jika kebutuhannya terpenuhi dengan terpenuhinya
kebutuhan maka akan berdampak positif pada kinerja karyawan pada perusahaan.
METODE PENELITIAN
Dalam penelitian ini yang akan menjadi populasi penelitian adalah seluruh
karyawan Manohara Center of Borobudur Study Kabupaten Magelang yang telah
mempunyai pengalaman kerja di tempat ini minimal 1 tahun dengan jabatan minimal
manajer lini. Berdasarkan kriteria tersebut, diketahui jumlahnya ada 128 (seratus
duapuluh delapan) orang. Jumlah populasi sebanyak 128 orang akan digunakan secara
keseluruhan dalam penelitian ini, sehingga penelitian merupakan penelitian sensus.
Jika ternyata pada saat penelitian dilakukan, ternyata ada responden yang tidak dapat
ditemukan dalam waktu lama, maka responden tersebut akan diabaikan, sehingga jika
jumlah data yang diperoleh kurang dari 128 bukan karena sengaja melakukan sampling,
tetapi lebih pada keadaan yang ada.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Hasil Definisi Operasional Variabel Penelitian
1. Kemampuan Diri (X1)
Kemampuan diri merupakan penguasaan akan pengetahuan serta keterampilan
dengan tujuan untuk mencapai efisiensi dan efektivitas kerja dimana segala
aktivitas tersebut harus dieprtanggungjawabkan, pendapat tersebut disampaikan
oleh (Gibson et al, 2009). Keterampilan memiliki nilai yang tinggi ataupun rendah,
hal tersebut dapat diukur menggunakan indikator berikut ini:
a. Kompetensi kerja yang dimiliki
b. Tingkat ketrampilan teknikal yang dimiliki
c. Tingkat ketrampilan manajerial yang dimiliki
d. Kemampuan menyelesaikan masalah dalam pekerjaan
e. Kemauan untuk belajar secara mandiri
f. Kemampuan untuk bekerja sama dengan teman sekerja
2. Kesiapan untuk Berubah(X2)
Kesiapan untuk berubah adalah situasi atau keadaan diri seseorang untuk
menghadapi perubahan segala aspek yang berkaitan dengan pekerjaan yang ada
dalam lingkungan organisasinya (Holt, et al, 2007). Dalam penelitian ini
pengukuran terhadap tinggi rendahnya kesiapan karyawan untuk berubah diukur
Journal of Economics, Business, Accounting and Management (JEBAM)
Volume 1 No. 2 Oktober 2023, Page 155 - 164 161
dengan indikator-indikator berikut ini (Holt, et al, 2007):
a. Keyakinan karyawan bahwa perubahan yang diusulkan akan tepat bagi
organisasi
b. Keyakinan karyawan bahwa organisasiakan mendapatkan keuntungandari
penerapan perubahan
c. Kewajaran alasan atas terjadinya perubahan dalam organisasi
d. Keyakinan atas kemampuannya untuk menerapkan perubahan
e. Pimpinan dan manajemen dalam organisasi komitdan mendukung
pelaksanaan perubahan yang diusulkan
f. Keyakinan bahwa perubahan membawa manfaat bagi organisasi
3. Motivasi Kerja (Y1)
Motivasi Kerja adalah kondisi mental yang mendorong dilakukannya suatu
tindakan dan memberikan kekuatan kepuasan ataupun mengurangi
ketidakseimbangan (Amstrong, 1994). Indikator yang dapat digunakan untuk
mengukurmotivasi kerja sebagai berikut (Amstrong, 1994):
a. Mampu meningkatkan prestasi kerja secara maksimal
b. Mengubah tantangan pekerjaan menjadi sebuah peluang untuk meningkatkan
potensi dalam pekerjaan.
c. Menyelesaikan setiap pekerjaan secara maksimal
d. Mempunyai tujuan hidup yang jelas dan realistis
e. Menyelesaikan pekerjaan tepat waktu
f. Upaya untuk disiplin
g. Kemauan untuk bertanya
4. Kinerja Karyawan (Y2)
Kinerja Karyawan adalah nilai individu yang dapat dilihat dari proses hingga
penyelesaian pekerjaan yang menjadi tanggung jawabnya. Sesuai dengan kaidah
kepatutan dan obyektivityas, maka penilaian atas kinerja karyawan akan dilakukan
oleh atasan langsung masing-masing karyawan (Bernardine dan Russel, 1993).
Indikator tinggi rendahnya Kinerja Karyawan meliputi (Bernardine dan Russel,
1993) yaitu:
a. Quality (merupakan hasil kerja keras dari para karyawan yang sesuai dengan
tujuan yang telah ditetapkan oleh pihak perusahaan sebelumnya)
b. Quantity (merupakan hasil kerja keras dari karyawan yang bisa mencapai skala
maksimal yang telah ditentukan oleh pihak perusahaan)
c. Timeliness (merupakan kemampuan karyawan dalam bekerja berdasarkan
standar waktu kerja yang telah ditetapkan oleh perusahaan)
d. Cost effectiveness (merupakan penggunaan sumber daya dari karyawan secara
efesien dan efektif)
e. Need for supervision (merupakan kemampuan karyawan dalam bekerja
dengan baik tanpa ada pengawasan dari pihak perusahaan)
f. Interpersonal impact (karyawan yang mempunyai rasa harga diri yang tinggi
terhadap pekerjaannya).
162 Pengaruh kemampuan diri dan….(Muhdin)
Teknik Analisis Data
1. Analisis Deskriptif
Analisis deskriptif merupakan analisis dari hasil penelitian yang yang telah
didukung dengan teori data yang telah ditabulasi, kemudian diikhtisarkan,
pendapat ini disampaikan oleh (Ghozali, 2005).
2. Analisis Inferensial
Analisis kuantitatif merupakan analisis yang dilakukan menggunakan
perhitungan statistik serta gabungan dari penggunaan teknik perhitungan yang
digunakan untuk pengujian data, teori, dan hipotesis (Ghozali, 2005).
Gambar 1. Model Path Analysis (path model)
SIMPULAN
Kesimpulan dari definisi operasional variabel penelitian ini mencakup empat
aspek utama yang relevan dengan kinerja karyawan: kemampuan diri (X1), kesiapan
untuk berubah (X2), motivasi kerja (Y1), dan kinerja karyawan (Y2). Kemampuan diri
diukur melalui kompetensi kerja, tingkat ketrampilan teknikal dan manajerial,
kemampuan menyelesaikan masalah, kemauan belajar, dan kemampuan berkolaborasi.
Kesiapan untuk berubah dinilai melalui keyakinan terhadap perubahan, keuntungan
organisasi dari perubahan, alasan perubahan, keyakinan pada kemampuan penerapan
perubahan, dukungan manajemen, dan keyakinan bahwa perubahan membawa
manfaat. Motivasi kerja, sebagai variabel penghubung, diukur melalui prestasi kerja,
transformasi tantangan menjadi peluang, penyelesaian pekerjaan maksimal, tujuan
hidup yang jelas, kedisiplinan, kemauan untuk bertanya, dan usaha yang diterapkan.
Kinerja karyawan, variabel tergantung, dinilai melalui kualitas, kuantitas, ketepatan
waktu, efektivitas biaya, kemandirian, dan dampak interpersonal. Analisis data
menggunakan pendekatan deskriptif untuk merangkum hasil penelitian dan analisis
inferensial dengan metode statistik untuk menguji data. Dengan memahami dan
mengukur variabel-variabel tersebut, penelitian ini dapat memberikan wawasan yang
mendalam tentang faktor-faktor yang memengaruhi kinerja karyawan dalam konteks
yang lebih luas.
Kesiapan Untuk Berubah
(X
2
)
Motivasi
(Y
1
)
Kinerja Karyawan
(Y
2
)
b
1
b
2
b
5
b
3
b
4
Kemampuan diri
(X
1
)
Journal of Economics, Business, Accounting and Management (JEBAM)
Volume 1 No. 2 Oktober 2023, Page 155 - 164 163
DAFTAR PUSTAKA
Amstrong, Michael. (1994). Manajemen Sumber Daya Manusia: A Handbook Of Human
Resource Management. Jakarta: PT Elex Media Komputindo
Armenakis, A. A., Harris S. G., & Mosseholder, K. W. (1993). Creating Readiness for
organizational change. Human Relation, Vol 46 No 5 Hal 141-156
Ayyub, Nadia. dan Shaguffa, Rafif. (2011). The Relationship Between Work Motivation
and Job Satisfaction in Bank of Pakistan. http://jurnal-sdm.blogspot.com
Bernadine, H. John., and Russel, Joyce E. A. (1993). Human Resource Management: An
Experimental Approach, Singapore, McGraw Hill
David L.W. (1997). The effects of organizational and individual learning on job satisfaction and
organizational commitment. ProQuest Dissertations and Theses; 1997; ABI/INFORM
Collection
Dessler, Gary. ( 2006). Manajemen Sumber Daya Manusia, Edisi Kesepuluh. Jakarta: PT
Indeks
Ghozali, Imam. (2005). Aplikasi Analisis Multivariate dengan program SPSS, Badan.
Semarang : Penerbit Universitas Diponegoro
Gibson, James L., Ivancevich, John M., Donnely, James H., and Konopaske. (2009).
Organizations: Behavior, Structure, Processes, New York, McGraw Hill
Greenberg, Jerald., and Baron, Robert A. (2003). Behavior in Organization, 8
th
edition,
New Jersey, Prentice Hall
Hallgrimsson, T. (2008). Organizational Change and Change Readiness: Employees’
Attitudes during Times of Proposed Merger. Iceland: University of Tromso
Holt, D.T., Armenakis, A.A., Field, H.S., & Harris, S.G. (2007). Readiness for
Organizational Change: The systematic Development of a Scale. Journal of Applied
Behavioral Science, Vol 43 No 2 Hal 99-112
Hussey, D. E. (2000). How to Manage Organization Change. London: Kogan Page
Ibrahim, M, & Brobbey, V. A. (2015). Impact Of Motivation On Employee Performance.
International Journal of Economics, Commerce and Management, United
Kingdom. Vol. III, Issue 7
Madsen, S.R., Miller, D., and John, C.R. (2005). Readiness for organizational change: Do
organizational commitment and social relationships in the workplace make a
difference?” Human Resource Development Quarterly, Vol 16 No 2 Hal 119-212
Mathis, dan Jackson. (2002). Manajemen Sumber Daya Manusia, Edisi pertama, Cetakan
Pertama, Yogyakarta: Salemba Empat
Robbins, Stephen P. (2010). Perilaku Organisasi, Jakarta, Indeks
Robbins, Stephen P. dan Judge, Timothy A. (2008). Perilaku Organisasi, Edisi 12 Buku 1.
164 Pengaruh kemampuan diri dan….(Muhdin)
Jakarta: Salemba Empat
Siagian P. Sondang. (2008). Teori Pengembangan Organisasi. Jakarta: Bumi Aksara. Sinar
Grafika Offset
Sule, E.T dan Saefullah (2005). Pengantar Manajemen. Prenada Media. Jakarta