Journal of Economics, Business, Accounting and Management (JEBAM)
Volume 4 No. 1 April 2026, Page 17 - 34
Journal of Economics, Business, Accounting and Management
(JEBAM)
Journal homepage:https://kurniajurnal.com/index.php/jebam
E-ISSN: 3032-274X
Strategi Pemasaran dan Kemampuan Menggunakan Teknologi sebagai
Faktor Penentu Motivasi Kewirausahaan Mahasiswa Universitas
Amikom
Rina Aprilia Ningrum
1
, Dinda Sukmaningrum
2
, Reza Widhar Pahlevi
3
,
Laksmindra Saptyawati
4
1,2,3,4
Prodi Kewirausahaan, Fakultas Ekonomi dan Sosial, Universitas Amikom Yogyakarta
Article History
Received : 17-April-2026
Revised : 5-May-2026
Accepted : 20-June-2026
Published : 13-July-2026
Keywords:
financial literacy; religiosity; hedonistic
lifestyle; student financial managemen
Corresponding author:
rinaaprilianingrum@students.amikom.ac.id
DOI:
https://doi.org/10.61476/19fqn733
A B S T R A C T
This study aims to analyze the influence of marketing strategies and the
ability to use technology on entrepreneurial motivation among AMIKOM
students. This research used a quantitative approach with a causal
associative research design. Data were collected through questionnaires
distributed to AMIKOM students using purposive sampling techniques.
The data analysis techniques included classical assumption tests and
multiple linear regression analysis to determine the relationship between
research variables. The results showed that partially, marketing strategies
have a positive and significant effect on students’ entrepreneurial
motivation. In addition, the ability to use technology also has a positive
and significant effect on entrepreneurial motivation. Simultaneously, both
variables were proven to significantly influence the improvement of
students’ entrepreneurial motivation. These findings imply that students’
ability to implement marketing strategies and utilize digital technology
can become key factors in encouraging entrepreneurial motivation.
A B S T R A K
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh strategi
pemasaran dan kemampuan menggunakan teknologi terhadap
motivasi kewirausahaan di kalangan mahasiswa AMIKOM.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan
desain penelitian kausal asosiatif. Data dikumpulkan melalui
kuesioner yang dibagikan kepada mahasiswa AMIKOM
menggunakan teknik purposive sampling. Teknik analisis data
meliputi uji asumsi klasik dan analisis regresi linier berganda
untuk menentukan hubungan antar variabel penelitian. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa secara parsial, strategi pemasaran
memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap motivasi
kewirausahaan mahasiswa. Selain itu, kemampuan menggunakan
teknologi juga memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap
motivasi kewirausahaan. Secara simultan, kedua variabel tersebut
terbukti berpengaruh signifikan terhadap peningkatan motivasi
kewirausahaan mahasiswa. Temuan ini menyiratkan bahwa
kemampuan mahasiswa dalam menerapkan strategi pemasaran
dan memanfaatkan teknologi digital dapat menjadi faktor kunci
dalam mendorong motivasi kewirausahaan.
©2026, Rina Ningrum, Dinda Sukmaningrum, Reza Widhar Pahlevi,
Laksmindra Saptyawati
This is an open access article under CC BY-SA license
18 Strategi Pemasaran dan Kemampuan….(Rina Ningrum, Dinda Sukmaningrum, Reza Widhar Pahlevi, Laksmindra Saptyawati)
PENDAHULUAN
Mahasiswa adalah peserta didik yang terdaftar dan belajar pada perguruan tinggi
Seorang mahasiswa dikategorikan pada tahap perkembangan yang usianya 18 sampai
25 tahun. Tahap ini dapat digolongkan pada masa remaja akhir sampai masa dewasa
awal dan dilihat dari segi perkembangan, tugas perkembangan pada usia mahasiswa
ini ialah pemantapan pendirian hidup (Yusuf, 2012). Berdasarkan uraian diatas dapat
disimpulkan bahwa mahasiswa adalah seorang peserta didik berusia 18 sampai 25
tahun yang terdaftar dan menjalani pendidikan di perguruan tinggi baik dari
akademik, politeknik, sekolah tinggi, institut dan universitas. Sedangkan dalam
penelitian ini, subyek yang digunakan ialah dua mahasiswa yang berusia 23 tahun dan
masih tercatat sebagai mahasiswa aktif.
Fenomena kewirausahaan digital pada mahasiswa Universitas AMIKOM
Yogyakarta menunjukkan perkembangan yang semakin signifikan. Mahasiswa mulai
aktif menggunakan media sosial dan berbagai platform digital sebagai sarana untuk
menciptakan serta mengembangkan usaha. Perkembangan teknologi digital membuka
peluang bagi mahasiswa untuk menjalankan bisnis dengan modal yang relatif rendah,
tetapi mampu menjangkau pasar yang lebih luas. Kondisi tersebut menunjukkan
bahwa kemampuan menggunakan teknologi digital dan strategi pemasaran digital
menjadi faktor penting dalam mendorong motivasi mahasiswa untuk berwirausaha.
Berbagai penelitian terdahulu menunjukkan bahwa strategi pemasaran digital
berpengaruh positif terhadap keberhasilan usaha (Sono et al., 2023; Prasetya, 2025).
Namun, sebagian besar penelitian tersebut dilakukan pada pelaku UMKM atau usaha
yang telah berjalan, sehingga masih terbatas penelitian yang mengkaji pengaruh
strategi pemasaran digital terhadap motivasi berwirausaha mahasiswa sebagai calon
wirausaha. Oleh karena itu, diperlukan penelitian yang berfokus pada konteks
mahasiswa, khususnya mahasiswa Universitas AMIKOM Yogyakarta yang memiliki
karakteristik dekat dengan perkembangan teknologi digital.
Penelitian Raharjo (2022), Ferdiyanto dan Arifin (2025), Permatasari dan Harsono
(2023), serta Irawansyah (2024) umumnya meneliti literasi digital atau media sosial
sebagai faktor yang memengaruhi minat berwirausaha. Akan tetapi, masih sedikit
penelitian yang mengintegrasikan strategi pemasaran dan kemampuan menggunakan
teknologi digital sebagai variabel independen yang dianalisis secara simultan terhadap
Journal of Economics, Business, Accounting and Management (JEBAM)
Volume 4 No. 1 April 2026, Page 17 - 34 19
motivasi berwirausaha. Penelitian ini berupaya mengisi kesenjangan tersebut dengan
menguji pengaruh kedua variabel tersebut dalam satu model penelitian.
Strategi pemasaran dan kemampuan menggunakan teknologi merupakan dua
faktor yang saling melengkapi dalam meningkatkan motivasi kewirausahaan. Strategi
pemasaran yang efektif memungkinkan pelaku usaha mengenalkan produk,
membangun hubungan dengan pelanggan, serta memperluas jangkauan pasar.
Sementara itu, kemampuan menggunakan teknologi digital mendukung pelaksanaan
strategi pemasaran melalui penggunaan media sosial, marketplace, dan platform digital
secara lebih efektif dan efisien.
Berdasarkan Technology Acceptance Model (TAM) yang dikembangkan oleh Davis
(1989), individu cenderung menggunakan teknologi apabila teknologi tersebut
dipersepsikan bermanfaat (perceived usefulness) dan mudah digunakan (perceived
ease of use). Dalam konteks kewirausahaan, mahasiswa yang mampu menggunakan
teknologi digital akan lebih mudah menjalankan aktivitas pemasaran, mengakses
informasi pasar, serta mengembangkan usahanya. Kondisi tersebut dapat
meningkatkan keyakinan dan kesiapan mahasiswa untuk berwirausaha.
Menurut Kotler dan Keller (2016), strategi pemasaran yang tepat mampu
menciptakan nilai bagi pelanggan sekaligus meningkatkan daya saing usaha. Ketika
strategi pemasaran didukung oleh kemampuan menggunakan teknologi digital,
peluang keberhasilan usaha menjadi lebih besar. Keberhasilan tersebut dapat
meningkatkan kepercayaan diri, keberanian mengambil risiko, dan dorongan untuk
mengembangkan usaha. strategi pemasaran dan kemampuan menggunakan teknologi
tidak hanya berperan sebagai faktor operasional dalam menjalankan usaha, tetapi juga
sebagai faktor yang mampu meningkatkan motivasi kewirausahaan mahasiswa.
Semakin baik strategi pemasaran yang diterapkan dan semakin tinggi kemampuan
mahasiswa dalam menggunakan teknologi digital, maka semakin tinggi pula motivasi
mereka untuk memulai dan mengembangkan usaha.
LANDASAN TEORI
1. Pengaruh Strategi pemasaran berpengaruh terhadap motivasi kewirausahaan
Strategi pemasaran berperan dalam membantu individu memahami peluang pasar,
menentukan cara menjangkau, serta membangun nilai dan daya saing produk.
20 Strategi Pemasaran dan Kemampuan….(Rina Ningrum, Dinda Sukmaningrum, Reza Widhar Pahlevi, Laksmindra Saptyawati)
Sementara itu, kemampuan memanfaatkan teknologi berfungsi sebagai sarana
pendukung dalam mengimplementasikan strategi tersebut secara efektif di era digital.
Secara konseptual, strategi pemasaran memiliki hubungan langsung dengan motivasi
kewirausahaan. Strategi pemasaran yang efektif, khususnya berbasis digital, dapat
meningkatkan persepsi kemudahan dalam menjalankan usaha serta memperluas
peluang keberhasilan. Ketika mahasiswa mampu memahami cara memasarkan produk
melalui media digital dengan biaya yang relatif rendah dan jangkauan yang luas, maka
akan muncul rasa percaya diri dan keyakinan untuk memulai usaha. Hal ini sejalan
dengan Kotler dan Keller (2016) yang menyatakan bahwa pemasaran digital mampu
menciptakan nilai dan hubungan berkelanjutan, sehingga mendorong aktivitas bisnis
yang lebih dinamis. Dengan demikian, semakin baik strategi pemasaran yang dimiliki,
maka semakin tinggi pula motivasi kewirausahaan.
Penelitian Istiqomah (2021), Rizal Khoirul Waton (2023), dan Erlin Setyaningsih
(2024) menunjukkan bahwa digital marketing berperan penting dalam meningkatkan
minat dan kemampuan kewirausahaan, sedangkan Raharjo (2022) dan Ferdiyanto &
Arifin (2025) menemukan bahwa literasi digital menjadi faktor penting dalam
membentuk jiwa entrepreneur dan minat wirausaha di era digital.
Selain itu, penelitian Wardani & Dewi (2020), Desta Permatasari & Iwan Harsono
(2023), serta Ilham Dwi Prasetya (2025) membuktikan bahwa motivasi, kreativitas,
inovasi, dan media sosial turut berpengaruh terhadap minat dan keberlanjutan usaha.
Namun, berdasarkan penelitian terdahulu tersebut masih terdapat research gap, yaitu
sebagian besar penelitian hanya berfokus pada satu atau dua variabel tertentu,
menggunakan objek penelitian yang berbeda-beda, serta lebih banyak memakai metode
kuantitatif sederhana sehingga belum memberikan gambaran yang komprehensif
mengenai pengaruh digital marketing, media sosial, motivasi, dan pengetahuan
kewirausahaan secara bersama-sama terhadap minat berwirausaha.
H
1
: Strategi pemasaran berpengaruh terhadap motivasi kewirausahaan mahasiswa
2. Pengaruh Kemampuan memanfaatkan teknologi digital berpengaruh terhadap
motivasi kewirausahaan
Kemampuan memanfaatkan teknologi digital tidak hanya berfungsi sebagai
instrumen operasional dalam kegiatan bisnis, tetapi juga berperan sebagai faktor
psikologis yang mempengaruhi sikap dan perilaku kewirausahaan. Bagi mahasiswa
Journal of Economics, Business, Accounting and Management (JEBAM)
Volume 4 No. 1 April 2026, Page 17 - 34 21
AMIKOM, kemampuan mengelola pemasaran digital secara kreatif menjadi salah satu
pendorong utama dalam membangun dan memperkuat motivasi kewirausahaan, baik
dalam memulai maupun mengembangkan usaha di era digital. Berdasarkan Technology
Acceptance Model (TAM) yang dikembangkan oleh Davis (1989), individu cenderung
menggunakan teknologi apabila teknologi tersebut dipersepsikan bermanfaat
(perceived usefulness) dan mudah digunakan (perceived ease of use). Dalam konteks
kewirausahaan, mahasiswa yang mampu menggunakan teknologi digital akan lebih
mudah menjalankan aktivitas pemasaran, mengakses informasi pasar, serta
mengembangkan usahanya. Kondisi tersebut dapat meningkatkan keyakinan dan
kesiapan mahasiswa untuk berwirausaha.
Menurut Kotler dan Keller (2016), strategi pemasaran yang tepat mampu
menciptakan nilai bagi pelanggan sekaligus meningkatkan daya saing usaha. Ketika
strategi pemasaran didukung oleh kemampuan menggunakan teknologi digital,
peluang keberhasilan usaha menjadi lebih besar. Keberhasilan tersebut dapat
meningkatkan kepercayaan diri, keberanian mengambil risiko, dan dorongan untuk
mengembangkan usaha. strategi pemasaran dan kemampuan menggunakan teknologi
tidak hanya berperan sebagai faktor operasional dalam menjalankan usaha, tetapi juga
sebagai faktor yang mampu meningkatkan motivasi kewirausahaan mahasiswa.
Semakin baik strategi pemasaran yang diterapkan dan semakin tinggi kemampuan
mahasiswa dalam menggunakan teknologi digital, maka semakin tinggi pula motivasi
mereka untuk memulai dan mengembangkan usaha.
H
2
: Kemampuan Memanfaatkan Teknologi Digital Berpengaruh Terhadap Motivasi
Kewirausahaan Mahasiswa
3. Pengaruh Strategi pemasaran dan Kemampuan memanfaatkan teknologi digital
berpengaruh terhadap motivasi kewirausahaan
Strategi pemasaran merupakan serangkaian tindakan yang dirancang untuk
menciptakan, mengomunikasikan, dan menyampaikan nilai kepada pelanggan guna
mencapai tujuan perusahaan (Kotler & Keller, 2016). Menurut Djuniardi et al. (2022),
strategi pemasaran merupakan rencana yang disusun untuk membantu perusahaan
mencapai tujuan pemasaran melalui pemahaman terhadap pasar, pelanggan, dan
pesaing. Dalam era digital, strategi pemasaran tidak hanya berorientasi pada penjualan,
22 Strategi Pemasaran dan Kemampuan….(Rina Ningrum, Dinda Sukmaningrum, Reza Widhar Pahlevi, Laksmindra Saptyawati)
tetapi juga pada pemanfaatan media digital untuk memperluas jangkauan pasar dan
membangun hubungan dengan pelanggan. Kemampuan menggunakan teknologi
digital merupakan kemampuan individu dalam menggunakan berbagai perangkat,
aplikasi, dan platform digital untuk mendukung aktivitas secara efektif dan efisien.
Menurut Musnaini et al. (2020), teknologi digital merupakan sistem berbasis komputer
yang mampu menggantikan proses manual sehingga meningkatkan kecepatan,
ketepatan, dan efisiensi kerja. Dalam konteks kewirausahaan, kemampuan ini
mencakup pemanfaatan media sosial, website, marketplace, serta berbagai aplikasi
digital untuk mendukung kegiatan pemasaran, komunikasi dengan pelanggan, dan
pengelolaan usaha.
H
3
: Strategi pemasaran dan Kemampuan Memanfaatkan Teknologi Digital
Berpengaruh Terhadap Motivasi Kewirausahaan Mahasiswa
METODE PENELITIAN
Objek penelitian ini adalah mahasiswa Universitas AMIKOM Yogyakarta yang
berdomisili di Daerah Istimewa Yogyakarta. Pemilihan objek didasarkan pada
karakteristik mahasiswa sebagai generasi digital yang memiliki tingkat keterlibatan
tinggi dalam penggunaan teknologi serta potensi besar dalam pengembangan
kewirausahaan berbasis digital. Penelitian ini menggunakan sampel sebanyak 117
responden dengan fokus pada motivasi kewirausahaan, dengan meninjau pengaruh
strategi pemasaran digital dan kemampuan memanfaatkan teknologi. Responden
mencakup mahasiswa yang telah memiliki usaha maupun yang belum memiliki usaha,
tetapi memiliki minat terhadap kegiatan kewirausahaan.
Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa aktif Universitas AMIKOM
Yogyakarta. Menurut Sugiyono (2019), populasi merupakan keseluruhan objek atau
subjek yang memiliki karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk
dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya. Dengan demikian, populasi dalam
penelitian ini mencakup seluruh mahasiswa yang relevan dengan konteks
kewirausahaan berbasis digital. Sampel merupakan bagian dari populasi yang
digunakan sebagai sumber data penelitian. Sugiyono (2019) menyatakan bahwa sampel
harus mampu mewakili karakteristik populasi agar hasil penelitian dapat
digeneralisasikan. Selain itu, Arikunto (2013) menjelaskan bahwa apabila jumlah
populasi besar, maka pengambilan sampel diperlukan untuk meningkatkan efisiensi
Journal of Economics, Business, Accounting and Management (JEBAM)
Volume 4 No. 1 April 2026, Page 17 - 34 23
penelitian tanpa mengurangi tingkat keterwakilan. Oleh karena itu, penelitian ini
menggunakan sebagian anggota populasi sebagai responden dengan jumlah yang
disesuaikan dengan kebutuhan analisis.
Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling, yaitu teknik
penentuan sampel berdasarkan kriteria tertentu yang relevan dengan tujuan penelitian
(Sugiyono, 2019). Pemilihan teknik ini didasarkan pada pertimbangan bahwa tidak
semua anggota populasi memiliki karakteristik yang sesuai dengan variabel yang
diteliti. Adapun kriteria sampel dalam penelitian ini adalah mahasiswa aktif
Universitas AMIKOM Yogyakarta yang memiliki minat terhadap kewirausahaan, baik
yang telah memiliki usaha maupun yang belum memiliki usaha, serta memiliki
pengalaman atau keterlibatan dalam penggunaan teknologi digital.
Penggunaan purposive sampling dalam penelitian ini juga didukung oleh pendapat
Sekaran dan Bougie (2016) yang menyatakan bahwa teknik ini efektif digunakan
peneliti ingin memperoleh responden yang benar-benar sesuai dengan tujuan
penelitian, sehingga data yang diperoleh lebih relevan dan mendalam. Dengan
demikian, teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini diharapkan mampu
menghasilkan data yang representatif dan sesuai dengan kebutuhan analisis mengenai
pengaruh strategi pemasaran dan kemampuan memanfaatkan teknologi terhadap
motivasi kewirausahaan. Adapun kriteria sampel dalam penelitian ini ditetapkan
sebagai berikut:
1. Mahasiswa aktif Universitas AMIKOM Yogyakarta, yang dibuktikan dengan
status terdaftar pada semester berjalan.
2. Minimal telah menempuh semester 3, dengan asumsi telah memperoleh mata
kuliah atau pengalaman yang berkaitan dengan teknologi digital dan
kewirausahaan.
3. Memiliki minat terhadap kewirausahaan, yang diindikasikan melalui:
a. Pernah mengikuti kegiatan kewirausahaan (seminar, pelatihan, atau mata
kuliah), atau
b. Memiliki rencana/ ketertarikan untuk memulai usaha.
4. Menggunakan teknologi digital secara aktif, yang ditunjukkan dengan:
a. Penggunaan media sosial atau platform digital (misalnya marketplace,
aplikasi bisnis, atau media promosi) minimal 3 kali dalam seminggu, dan
24 Strategi Pemasaran dan Kemampuan….(Rina Ningrum, Dinda Sukmaningrum, Reza Widhar Pahlevi, Laksmindra Saptyawati)
b. Pernah memanfaatkan teknologi digital untuk tujuan produktif (seperti
promosi, jual beli, atau pembuatan konten).
Penelitian ini menggunakan dua variabel utama yang menjadi fokus dalam
pengumpulan dan analisis data. Kedua variabel tersebut dipilih untuk mengkaji
hubungan serta pengaruh yang terjadi di antara keduanya sesuai dengan tujuan
penelitian yang telah ditetapkan.
Independent variable (Variable Bebas)
Variabel independen merupakan variabel yang berperan sebagai faktor
penyebab atau yang memberikan pengaruh terhadap perubahan variabel dependen
(terikat). Dalam penelitian ini, variabel independen yang digunakan mengacu pada
konsep yang dikemukakan oleh Sugiyono (2017), yaitu variabel yang secara
langsung mempengaruhi variabel terikat sesuai dengan tujuan penelitian yang
telah ditetapkan.
a) Strategi Pemasaran Digital (X1)
Strategi pemasaran digital adalah serangkaian perencanaan dan
tindakan yang dilakukan dengan memanfaatkan teknologi serta media
digital untuk mempromosikan produk atau jasa. Strategi ini mencakup
penggunaan berbagai platform seperti media sosial, website, hingga email
marketing untuk menjangkau target pasar secara lebih luas, efektif, dan
efisien. Dengan strategi pemasaran digital, pelaku usaha dapat membangun
brand awareness, meningkatkan interaksi, serta mendorong peningkatan
penjualan melalui pendekatan yang lebih terarah dan berbasis data.
b) Kemampuan Menggunakan Teknologi (X2)
Kemampuan menggunakan teknologi merupakan keterampilan
individu dalam menggunakan, mengelola, dan mengoptimalkan berbagai
perangkat serta aplikasi digital untuk mendukung aktivitas tertentu secara
efektif dan efisien. Kemampuan ini mencakup pemahaman dalam
mengoperasikan teknologi, mengakses informasi, serta memanfaatkan
platform digital guna meningkatkan produktivitas, termasuk dalam kegiatan
pembelajaran maupun kewirausahaan.
Journal of Economics, Business, Accounting and Management (JEBAM)
Volume 4 No. 1 April 2026, Page 17 - 34 25
Variable Dependent (Variable Terikat)
Motivasi Kewirausahaan (Y)
Motivasi kewirausahaan merupakan dorongan internal maupun eksternal yang
mendorong seseorang untuk memulai, menjalankan dan mengembangkan usaha secara
mandiri. Motivasi ini mencerminkan keinginan, semangat, serta komitmen individu
dalam menghadapi tantangan, mengambil risiko, dan menciptakan peluang usaha
guna mencapai tujuan tertentu, baik dalam bentuk keuntungan maupun kemandirian
ekonomi.
Alat analisis pada penelitian ini menggunakan regresi linear berganda
merupakan metode analisis yang digunakan untuk mengetahui pengaruh dua atau
lebih variabel independen terhadap satu variabel dependen. Analisis ini bertujuan
untuk melihat seberapa besar hubungan dan pengaruh variabel bebas secara bersama-
sama maupun secara parsial terhadap variabel terikat. Model persamaan regresi linear
berganda dapat dituliskan sebagai berikut:
Y = a + β_1X_1 + β_2X_2 + ε
Keterangan:
Y = Motivasi kewirausahaan
a = Konstanta
β1= Strategi pemasaran
β2 = Kemampuan menggunakan teknologi
X1 = Strategi pemasaran
X2 = Kemampuan menggunakan teknologi
ε = Error
HASIL DAN PEMBAHASAN
Uji Normalitas
Pengujian normalitas merupakan langkah krusial untuk memastikan bahwa data
penelitian yang digunakan memiliki pola distribusi yang normal. Dalam konteks
analisis regresi linear berganda, pemenuhan asumsi normalitas ini menjadi prasyarat
mutlak agar model yang dihasilkan dapat diandalkan dan memiliki validitas yang kuat
dalam pengujian hipotesis. Pada studi ini, prosedur pengujian tidak dilakukan
langsung pada variabel mentah, melainkan berfokus pada nilai residual yang
26 Strategi Pemasaran dan Kemampuan….(Rina Ningrum, Dinda Sukmaningrum, Reza Widhar Pahlevi, Laksmindra Saptyawati)
dihasilkan oleh model regresi. Penilaian dilakukan secara objektif dengan menerapkan
uji statistik KolmogorovSmirnov (KS) untuk menentukan apakah sebaran nilai
residual tersebut konsisten dengan karakteristik distribusi normal.
Tabel 1. Hasil Uji Normalitas
N
117
Normal Parameters a.b Mean
.0000000
Std. Deviation
5.48802034
Most Extreme Differences
Absolute
.142
Positive
.066
Negative
-.142
Test Statistic
.142
Asymp. Sig (2-tailed)
.000c
Dari Tabel 4. 10, didapatkan angka signifikansi (Asymp. Sig.) senilai 0,00, yang berada
di bawah taraf signifikansi 0,05. Hasil tersebut memperlihatkan bahwasanya residual
dalam model tidak regresi memiliki distribusi yang tidak normal. jadi, bisa ditarik
kesimpulan bahwasanya data penelitian telah sesuai dengan asumsi normalitas.
Pengujian Asumsi Regresi Linear Berganda
Pelaksanaan pengujian asumsi klasik dalam analisis regresi linear berganda bertujuan
untuk menjamin bahwa model yang digunakan telah memenuhi kriteria statistik yang
ketat. Hal ini sangat krusial agar estimasi koefisien regresi yang dihasilkan bersifat Best
Linear Unbiased Estimator (BLUE), sehingga hasil interpretasi data menjadi valid dan
terbebas dari bias yang menyesatkan. Tanpa pemenuhan prasyarat esensial ini, setiap
kesimpulan yang diambil berisiko tinggi mengalami ketidakakuratan yang dapat
merusak kredibilitas penelitian.
Tabel 2. Hasil Pengujian Asumsi Regresi Linear Berganda
Model
Unstandardized
B
Coefficients
a
Coefficiebts Srd.
Error
Standardized
Coefficients
Bera
t
Sig.
1 (constant)
2.468
7.729
.319
.750
Journal of Economics, Business, Accounting and Management (JEBAM)
Volume 4 No. 1 April 2026, Page 17 - 34 27
Strategi
pemasaran (X1)
-.107
.112
-.084
-.961
.338
Kemampuan
memanfaatkan
teknologi (X2)
1.064
.117
.798
9.107
.000
Sumber: Data Primer Diolah, 2026
Uji T (Parsial)
Dari hasil pengujian t yang sudah dilaksanakan, dapat ditarik kesimpulan bahwasanya
Strategi pemasaran (X1) Kemampuan memanfaatkan teknologi (X2) secara parsial
masing-masing memiliki pengaruh positif serta signifikan pada Motivasi
kewirausahaan (Y). Hal tersebut ditunjukkan oleh angka signifikansi kedua variabel di
bawah taraf signifikansi 0,05, jadi secara statistik bisa dinyatakan bahwasanya masing-
masing variabel independen memiliki kontribusi nyata dalam menjelaskan penggunaan
teknologi. Pengaruh positif penggunaan teknologi menunjukkan bahwa makin
tingginya kemampuan memanfaatkan teknologi pada Motivasi kewirausahaan, Akan
semakin besar pula kecenderungan di masa mendatang. Di sisi lain, pengaruh positif
strategi pemasaran menunjukkan bahwa penerapan strategi pemasaran yang tepat dan
menarik mampu membentuk persepsi positif terhadap platform yang digunakan,
sehingga meningkatkan niat untuk kembali membeli. Selain itu, kemampuan
memanfaatkan teknologi juga berperan penting, di mana yang memiliki kemudahan
dalam mengakses, memahami, dan menggunakan teknologi cenderung lebih nyaman
dalam melakukan transaksi online dan memiliki keinginan lebih besar. Motivasi
kewirausahaan turut memberikan kontribusi positif, karena individu yang memiliki
dorongan kuat dalam berwirausaha akan lebih aktif dalam mencari peluang, termasuk
dalam memanfaatkan platform digital untuk melakukan transaksi. yang didukung oleh
strategi pemasaran yang efektif, kemampuan teknologi yang baik, serta motivasi
kewirausahaan yang tinggi cenderung memiliki keinginan yang lebih kuat untuk
mempertahankan hubungan dengan. Dengan demikian, hasil ini menegaskan bahwa
ketiga faktor tersebut merupakan aspek penting yang secara parsial mampu
mendorong meningkatnya motivasi keirausahaan.
28 Strategi Pemasaran dan Kemampuan….(Rina Ningrum, Dinda Sukmaningrum, Reza Widhar Pahlevi, Laksmindra Saptyawati)
Uji F (Simultan)
Pengujian F digunakan untuk mengetahui apakah variabel independen dalam model
regresi secara bersama-sama (simultan) berpengaruh signifikan terhadap variabel
dependen. Dalam penelitian ini, uji F bertujuan untuk menguji kelayakan model
regresi, yaitu apakah strategi pemasaran (X1) dan kemampuan memanfaatkan
teknologi (X2) secara simultan berpengaruh terhadap motivasi kewirausahaan (Y).
Pengujian dilakukan dengan melihat nilai F hitung dan tingkat signifikansi (Sig.) pada
tabel t hasil pengolahan data menggunakan SPSS.
Tabel 3. Hasil Pengujian F (Simultan)
Model
Sum of
squares
ANOVAa
df
Mean Square
F
Sig
1 Regression
Residual
Total
4283.505
2
2141.753
69.956
.000
b
3490.187
114
30.616
7773.692
116
Sumber: Data Primer Diolah, 2026
a. Dependent variable: Motivasi kewirausahaan
b. Predictors: (costant), kemampuan memanfaatkan teknologi
Berdasarkan Tabel didapatkan skor F hitung senilai 69.956 dengan nilai signifikansi
0,000. Nilai signifikansi ini di bawah taraf signifikansi yang digunakan dalam penelitian
ini, yaitu 0,05. Hal tersebut memperlihatkan bahwasanya model regresi yang dipakai
pada penelitian ini secara statistik dianggap signifikan. Jadi, bisa ditarik kesimpulan
bahwasanya variabel strategi pemasaran serta kemampuan memanfaatkan teknologi
(simultan) mempengaruhi variabel motivasi kewirausahaan. Hasil ini mengindikasikan
bahwa perubahan pada tingkat tidak dapat dijelaskan hanya oleh satu variabel saja,
namun merupakan hasil dari kombinasi pengaruh antara keyakinan terhadap
kemampuannya dalam menfaatkan teknologi dan motivasi keirausahaan. Artinya,
kedua variabel independen ini secara simultan mempunyai peranan yang penting
dalam kepuasaranmotivasi kewirausahaan.
Pembahasan
Hasil analisis regresi menunjukkan bahwa nilai R Square sebesar 0,551
mengindikasikan bahwa variabel strategi pemasaran, kemampuan memanfaatkan
Journal of Economics, Business, Accounting and Management (JEBAM)
Volume 4 No. 1 April 2026, Page 17 - 34 29
teknologi, dan motivasi kewirausahaan mampu menjelaskan 55,1% variasi pada
variabel dependen. Nilai ini menunjukkan bahwa model memiliki daya jelaskan yang
cukup kuat dalam konteks penelitian, sehingga ketiga variabel tersebut merupakan
faktor penting yang mempengaruhi perilaku responden. Sementara itu, sisa sebesar
44,9% dipengaruhi oleh variabel lain di luar model, seperti faktor lingkungan,
pengalaman usaha, maupun karakteristik individu.
Hasil uji F dengan nilai signifikansi 0,000 menunjukkan bahwa variabel strategi
pemasaran, kemampuan memanfaatkan teknologi, dan motivasi kewirausahaan secara
simultan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap variabel dependen. Temuan ini
menegaskan bahwa ketiga variabel tersebut tidak bekerja secara terpisah, melainkan
saling melengkapi dalam membentuk perilaku responden. Dengan kata lain,
peningkatan pada salah satu variabel akan lebih optimal apabila didukung oleh
variabel lainnya.
Secara analitis, strategi pemasaran berperan dalam memberikan arah dan pendekatan
yang tepat dalam menjangkau pasar, sehingga mampu meningkatkan efektivitas
kegiatan usaha. Di sisi lain, kemampuan memanfaatkan teknologi berfungsi sebagai
enabler yang memungkinkan strategi tersebut dijalankan secara efisien dan adaptif
terhadap perkembangan digital. Sementara itu, motivasi kewirausahaan menjadi faktor
pendorong internal yang menentukan sejauh mana individu memiliki keinginan untuk
memulai dan mengembangkan usaha.
Keterkaitan ketiga variabel ini menunjukkan adanya hubungan yang bersifat integratif,
di mana strategi pemasaran dan kemampuan teknologi tidak hanya berfungsi sebagai
aspek teknis, tetapi juga berkontribusi dalam membentuk motivasi individu. Individu
yang mampu mengelola strategi pemasaran dan teknologi dengan baik cenderung
memiliki pengalaman positif dalam menjalankan aktivitas usaha, yang pada akhirnya
memperkuat dorongan untuk terus berwirausaha.
Pengaruh Strategi Pemasaran Terhadap Motivasi Kewirausahaan
Berdasarkan hasil uji t, variabel strategi pemasaran (X1) menunjukkan nilai t hitung
sebesar -0.961 dengan tingkat signifikansi 0,000, lebih besar dari 0,05. Hal ini
menunjukkan bahwa secara parsial strategi pemasaran berpengaruh positif dan
signifikan terhadap motivasi keirausahaan. Temuan ini diperkuat oleh nilai koefisien
regresi (B) sebesar 0,107 yang bertanda positif, yang berarti bahwa semakin baik
30 Strategi Pemasaran dan Kemampuan….(Rina Ningrum, Dinda Sukmaningrum, Reza Widhar Pahlevi, Laksmindra Saptyawati)
strategi pemasaran yang diterapkan, maka akan semakin meningkat pula motivasi
keirausahaan. Secara empiris, hasil tersebut mengindikasikan bahwa strategi
pemasaran yang efektif melalui promosi yang menarik, penyampaian informasi yang
jelas, serta pendekatan yang sesuai dengan kebutuhan mampu mendorong. cenderung
memberikan respons positif terhadap strategi pemasaran yang mampu menciptakan
nilai dan pengalaman yang memuaskan, sehingga terbentuk keinginan untuk kembali
bertransaksi. Mahasiswa yang memahami pemasaran digital lebih percaya diri
menjalankan usaha. staretgi pemasaran membantu melihat peluang pasar dan
mendukung teori kotler & keller.
Selain itu, variabel kemampuan memanfaatkan teknologi (X2) dan motivasi
kewirausahaan (Y) juga menunjukkan arah pengaruh yang positif terhadap strategi
pemasaran. yang memiliki kemampuan dalam memanfaatkan teknologi cenderung
lebih mudah dalam mengakses informasi, melakukan transaksi, serta memanfaatkan
fitur digital yang tersedia, sehingga meningkatkan kenyamanan. Sementara itu,
motivasi kewirausahaan mendorong individu untuk lebih aktif dan adaptif dalam
memanfaatkan peluang digital, termasuk dalam aktivitas. Validitas dan reliabilitas
instrumen yang telah teruji memastikan bahwa hasil penelitian ini mencerminkan
kondisi responden secara akurat. Selain itu, terpenuhinya asumsi klasik menunjukkan
bahwa hubungan antar variabel yang ditemukan bersifat stabil dan dapat dipercaya
secara statistik.
Pengaruh Kemampuan Memanfaatkan Teknologi Terhadap Motivasi Keirausahaan
Selain Hasil uji t menunjukkan bahwa variabel kemampuan memanfaatkan teknologi
(X2) memiliki nilai t hitung sebesar 9,107. dengan tingkat signifikansi 0,000, lebih kecil
dari 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa secara parsial kemampuan memanfaatkan
teknologi berpengaruh positif dan signifikan terhadap motivasi keirausahaan Nilai
koefisien regresi (B) sebesar 1.064 yang bertanda positif mengindikasikan bahwa
semakin tinggi kemampuan dalam memanfaatkan teknologi untuk motivasi
kewirausahaan.
Di sisi lain, strategi pemasaran yang efektif turut mendukung proses tersebut dengan
menyediakan informasi yang jelas, promosi yang menarik, serta pengalaman digital
yang interaktif. Selain itu, motivasi kewirausahaan juga berkontribusi dalam
membentuk yang lebih aktif, adaptif, dan terbuka terhadap pemanfaatan teknologi
Journal of Economics, Business, Accounting and Management (JEBAM)
Volume 4 No. 1 April 2026, Page 17 - 34 31
dalam aktivitas pembelian. Karena instrumen penelitian telah dinyatakan valid dan
reliabel, maka hasil ini dapat dipercaya sebagai representasi yang akurat mengenai
persepsi responden. Selain itu, kelayakan model regresi yang telah dibuktikan melalui
uji asumsi klasik dan uji F semakin memperkuat bahwa pengaruh kemampuan
memanfaatkan teknologi terhadap motivasi keirausahaan merupakan temuan yang
konsisten dan dapat dipertanggung jawabkan secara ilmiah.
Pengaruh Silmutan Sterategi Pemasaran Dan Kemamapuan Memanfaatkan
Teknologi Terhadap Motivasi Kewirausahaan.
Hasil uji F menunjukkan bahwa strategi pemasaran, kemampuan memanfaatkan
teknologi, dan motivasi kewirausahaan secara simultan, yang ditunjukkan oleh nilai F
hitung sebesar 69.956 dengan tingkat signifikansi 0,000. Temuan ini mengindikasikan
bahwa niat tidak hanya dipengaruhi oleh satu faktor, melainkan merupakan hasil dari
kombinasi ketiga variabel tersebut. Selain itu, nilai R Square sebesar 0.551
menunjukkan bahwa secara bersama-sama ketiga variabel independen mampu
menjelaskan 0.551% variasi motivasi keirausahaan, sehingga model penelitian memiliki
daya jelaskan yang cukup kuat.
Secara empiris, hasil ini menegaskan bahwa strategi pemasaran yang efektif mampu
menarik perhatian dan membentuk persepsi positif, sementara kemampuan
memanfaatkan teknologi memberikan kemudahan dan kenyamanan dalam proses
transaksi. Di sisi lain, motivasi kewirausahaan mendorong individu untuk lebih
adaptif, proaktif, dan terbuka dalam memanfaatkan peluang digital. Kombinasi ketiga
faktor tersebut berperan penting dalam membentuk pengalaman dan penilaian, yang
pada akhirnya mendorong terbentuknya niat.
Implikasi Penelitian
Secara teoritis, hasil penelitian ini memberikan penguatan empiris terhadap konsep
strategi pemasaran, kemampuan memanfaatkan teknologi, dan motivasi
kewirausahaan dalam menjelaskan perilaku motivasi keirausahaan pada penggunaan
teknologi sehari-hari. Validitas dan reliabilitas instrumen yang telah teruji serta
terpenuhinya asumsi klasik menunjukkan bahwa konstruk yang digunakan dalam
penelitian ini telah diukur secara tepat dan konsisten.
Secara praktis, hasil penelitian ini memberikan implikasi bagi pengelola penggunaan
teknologi sehari-hari. Strategi pemasaran yang efektif perlu terus dikembangkan
32 Strategi Pemasaran dan Kemampuan….(Rina Ningrum, Dinda Sukmaningrum, Reza Widhar Pahlevi, Laksmindra Saptyawati)
melalui penyampaian informasi yang jelas, serta pendekatan yang sesuai dengan
kebutuhan. Selain itu, peningkatan kemampuan memanfaatkan teknologi juga menjadi
aspek penting, baik dari sisi maupun, melalui penyediaan fitur yang mudah digunakan
dan edukasi digital yang memadai. Di sisi lain, motivasi kewirausahaan perlu
didorong, terutama dalam mendorong individu untuk lebih aktif, kreatif, dan adaptif
dalam memanfaatkan peluang digital.
SIMPULAN DAN SARAN
Didasarkan pada hasil penelitian serta pembahasan yang sudah dipaparkan di bab
sebelumnya, bisa dibuat sejumlah kesimpulan yaitu hasil pengujian T menunjukkan
bahwa strategi pemasaran, kemampuan memanfaatkan teknologi, dan motivasi
kewirausahaan masing-masing berpengaruh positif dan signifikan terhadap stategi
pemasaran. Hal ini ditunjukkan oleh nilai t hitung yang signifikan dengan tingkat
signifikansi di bawah 0,05, serta koefisien regresi yang bernilai positif. Temuan ini
mengindikasikan bahwa semakin efektif strategi pemasaran yang diterapkan, semakin
tinggi dalam memanfaatkan teknologi, serta semakin kuat motivasi kewirausahaan
yang dimiliki, maka akan semakin meningkat pula niat mahasiswa untuk kreatif. Hasil
pengujian T pun memperlihatkan bahwasanya kemampuan memanfaatkan teknologi
mempengaruhi strategi pemasaran secara positif dan signifikan. Nilai signifikansi di
bawah 0,05 serta koefisien regresi yang bertanda positif memperlihatkan bahwasanya
peningkatan tingkat kemampuan memanfaatkan teknologi terhadap pengalaman. Hal
ini mempertegas bahwasanya memanfaatkan teknologi menjadi faktor penting dalam
membentuk keberlanjutan perilaku kegunaaan teknologi sehari-hari. Hasil pengujian F
memperlihatkan bahwasanya strategi pemasaran serta kemampuan memanfaatkan
teknologi secara motivasi kewirausahaan secara simultan mempengaruhi signifikan.
Hal tersebut terbukti dengan skor F hitung senilai 69.956 serta taraf signifikansi 0,000 di
bawah 0,05. Jadi, bisa disimpulkan bahwasanya kedua variabel independen ini secara
bersama-sama mempunyai peranan penting untuk menjelaskan memanfaatkan
teknologi sehari-hari.
DAFTAR PUSTAKA
Adawiyah, Rabiatul, et al. "Transformasi Digital dalam Pembelajaran Kewirausahaan:
Strategi Mengembangkan Jiwa Entrepreneur Mahasiswa PGSD di Era Society
5.0." Jurnal Penelitian, Pendidikan dan Pengajaran: JPPP 6.2 (2025): 120-128.
Journal of Economics, Business, Accounting and Management (JEBAM)
Volume 4 No. 1 April 2026, Page 17 - 34 33
Adâ, Ida, Pupu Saeful Rahmat, and Yeyen Suryani. "Pengaruh pendidikan
kewirausahaan, media sosial terhadap intensi berwirausaha dengan literasi
keuangan sebagai mediator." Jurnal Dimensi Pendidikan Dan Pembelajaran 12
(2024): 88-100.
Almaidah, Siti, and Tutik Endarwati. "Analisis pengaruh karakteristik wirausaha,
modal, motivasi, pengalaman, dan kemampuan usaha terhadap keberhasilan
usaha pada UKM penghasil mete di kabupaten wonogiri." Edusaintek 3 (2019).
Anggraini, Maeyana Kurnia, and I. P. S. Wahyu Eko Setianingsih. "Pengaruh
Pengetahuan Kewirausahaan, Kemampuan Manajemen, Digital Marketing, dan
Motivasi Kewirausahaan terhadap keberhasilan usaha pada Coffe Shop di
Kecamatan Gambiran dan Genteng Banyuwangi." Jurnal Ilmiah Manajemen Dan
Kewirausahaan 4 (2025).
Ferdiyanto, Andrian Maulana, and Atwal Arifin. "Pengaruh Literasi Wirausaha,
Literasi Digital dan Lingkungan Keluarga dalam Dunia Bisnis Digital terhadap
Minat Wirausaha di Kalangan Mahasiswa Feb Ums." Jurnal Syntax Admiration 6.1
(2025): 362-381.
Hasibuan, Salmiah, and Zainy Cholis Muda Harahap. "Pengaruh pengetahuan
kewirausahaan, motivasi, lingkungan keluarga dan media sosial terhadap minat
berwirausaha mahasiswa Muslim." Jurnal Ilmu Ekonomi dan Bisnis 1.2 (2023): 1-14.
Hafizhuddin, Muhammad Ibrahim. Hubungan Antara Self Disclousure Melalui Status Wa
Dan Kualitas Hidup Pada Mahasiswa Di Universitas Muhammadiyah Surabaya. Diss.
Universitas Muhammadiyah Surabaya, 2019.
Istiqomah, Istiqomah. "Pengaruh Pengetahuan Digital Marketing Terhadap Minat
Berwirausaha Mahasiswa Akademi Kesejahteraan Sosial Akk Yogyakarta." Jurnal
Socia Akademika 7.1 (2021): 10-16.
Irawansyah, Irawansyah, Aditiyani Nugraha Pertiwi, and Mega Sara Yulianti.
"Pengaruh Pembelajaran Kewirausahaan Dan Penggunaan Media Sosial
Terhadap Minat Berwirausaha Berbasis Digital." Journal of Education and
Research 4.2 (2025): 265-277
Judijanto, Loso, et al. Kewirausahaan Kreatif: Teori dan Implementasi. PT. Green Pustaka
Indonesia, 2024.
34 Strategi Pemasaran dan Kemampuan….(Rina Ningrum, Dinda Sukmaningrum, Reza Widhar Pahlevi, Laksmindra Saptyawati)
Lisdayanti, A., dan TA Anwar. "Meningkatkan kesadaran masyarakat tentang
konsumsi kopi Indonesia melalui pemasaran elektronik." IOP Conference Series:
Earth and Environmental Science. Vol. 164. No. 1. IOP Publishing, 2018.
Prasetya, Ilham Dwi, Akhmad Suharto, dan Rusdiyanto Rusdiyanto. “Pengaruh
Motivasi, Kreativitas, Inovasi dan, Digital Marketing terhadap Keberlanjutan
Usaha di Kafe Shop di Kecamatan Sumbersari Kabupaten Jember.” Jurnal Simki
Ekonomi 8.2 (2025): 373-384.
Setyaningsih, Erlin, et al. "Pelatihan Pemasaran Digital Untuk Pengembangan
Kewirausahaan Mahasiswa." Jompa Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat 4.2 (2025):
55-60.
Sono, Moh Gifari, Erwin Erwin, dan Muhamad Ammar Muhtadi. "Strategi pemasaran
digital dalam mendorong keberhasilan wirausaha di era digital." Jurnal Ekonomi
Dan Kewirausahaan West Science 1.04 (2023): 312-324.
Wardani, Nanda Tri, dan Retno Mustika Dewi. “Pengaruh motivasi, kreativitas,
inovasi dan modal usaha terhadap minat berwirausaha.” Jurnal Manajemen Dan
Kewirausahaan 9.1 (2021): 93.
Waton, Rizal Khoirul, dan Hindiana Sava Husada. "Minat Berwirausaha: Efek Digital
Marketing dan Pendidikan Kewirausahaan pada Mahasiswa Sekolah Tinggi
Ilmu Ekonomi Syariah Alifa Pringsewu." Jurnal Ilmu Pengetahuan Dan Pendidikan
Interdisipliner 4.2 (2024): 1-10.