Journal of Economics, Business, Accounting and Management (JEBAM)
Volume 1 No. 2 Oktober 2023, Page 165 - 178 167
antara jumlah tertentu (dari neraca atau rekening rugi laba) dengan jumlah yang lain
dalam laporan keuangan. Analisis rasio keuangan dapat diklasifikasikan dalam
berbagai jenis diantaranya, rasio likuiditas, rasio solvabilitas, rasio aktivitas, dan rasio
profitabilitas. Tingkat likuiditas adalah menunjukkan sejauh mana kemampuan
perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendeknya dengan jaminan harta
lancar yang dimilikinya. Tingkat solvabilitas digunakan untuk menunjukkan sejauh
mana kemampuan perusahaan dapat memenuhi semua kewajibannya dengan jaminan
harta yang dimilikinya. Tingkat aktivitas digunakan untuk mengukur aktivitas suatu
perusahaan dalam menggunakan aktiva yang dimilikinya. Sedangkan tingkat
profitabilitas untuk menunjukkan sejauh mana kemampuan perusahaan dalam
menghasilkan laba dengan modal yang dimilikinya.
Perkembangan usaha di Indonesia yang semakin maju salah satunya adalah
industri farmasi. Faktor pendorong pertumbuhan industri farmasi di Indonesia adalah
bertambahnya jumlah peserta Kesehatan dari program Jaminan Kesehatan Nasional
(JKN) atau BPJS Kesehatan. PT Kimia Farma Tbk merupakan salah satu perusahaan
manufaktur yang bergerak di bidang industri farmasi di Indonesia yang telah go public
dan terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) dan sekaligus industri farmasi pertama di
Indonesia yang didirikan oleh Pemerintah Hindia Belanda tahun 1817. PT Kimia Farma
Tbk menjadi market leader produk kesehatan di Indonesia. Oleh karena itu, penulis
tertarik untuk meneliti tentang Analisis Laporan Keuangan untuk mengukur kinerja
keuangan pada PT Kimia Farma Tbk Periode 2018-202
TINJAUAN PUSTAKA
Laporan Keuangan Penyajian Laporan Keuangan merupakan merupakan unsur
penting dalam pembuatan laporan keuangan. Laporan yang disusun harus
menyediakan posisi keuangan yang relevan mengenai posisi keuangan dan semua
transaksi yang dilakukan oleh suatu entitas tertentu. Pengungkapan informasi dengan
dilakukannya penyajian laporan keuangan merupakan elemen dasar dari akuntabilitas
dan transparansi fiskal. PP Nomor 71 Tahun 2010 tentang Standar Akuntansi
Pemerintah menyatakan bahwa penyajian laporan keuangan daerah merupakan
penyajian informasi keuangan pemerintah daerah yang memenuhi 4 karakteristik
kualitatif laporan keuangan, yaitu: (1) Relevan, (2) Andal, (3) Dapat Dibandingkan, dan
(4) Dapat Dipahami. (Ekombis Review - Jurnal Ilmiah Ekonomi dan Bisnis et al., 2023)
Tujuan Laporan Keuangan
Tujuan laporan keuangan menurut, Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan
(PSAK No. 1 2019: 3) adalah memberikan informasi mengenai posisi keuangan, kinerja
keuangan dan arus kas entitas yang bermanfaat bagi sebagian besar kalangan
pengguna laporan dalam pembuatan keputusan ekonomik.
Bentuk Laporan Keuangan
Analisis terhadap laporan keuangan sangatlah penting bagi seorang analis untuk