Journal of Economics, Business, Accounting and Management (JEBAM)
Volume 1 No. 2 Oktober 2023, Page 165 - 178
Journal of Economics, Business, Accounting and Management
(JEBAM)
Journal homepage:https://kurniajurnal.com/index.php/jebam
E-ISSN: 3032-274X
Analisis Laporan Keuangan Untuk Mengukur
Kinerja Keuangan pada PT Kimia Farma Tbk Periode
2018 - 2022
Mia Noor Aida Yuliana
1
, Nanda Septiani Choiriyah
2
, Endarwati
3
123
Ekonomi, Cokroaminoto Yogyakarta,
Article History
Received : 17-march-2023
Revised : 25-may-2023
Accepted : 24-july-2023
Published : 01-october-2023
Keywords:
Financial Statements, Financial
Ratios, Financial Performance
DOI: -
A B S T R A C T
Assessment of the financial performance of a company can be done by
analyzing the company's financial statements for a certain period. In order
for financial reports to be meaningful to users or those with an interest in
financial reports, it is necessary to carry out an analysis of financial
statements. The purpose of this study was to find out the analysis of
financial statements to measure financial performance at PT Kimia Farma
Tbk for the 2018-2022 period. The analytical method used is descriptive
analysis using measurements of liquidity, solvency, activity and
profitability ratios. The type of data used in this study is quantitative data
sourced from secondary data, namely documents from the IDX/ Indonesian
Stock Exchange (IDX). The results of the study show that based on the
calculation of the liquidity ratio, the company's financial performance is
said to be unfavorable, marked by a decline that causes the company to be
unable to carry out or pay its current obligations. Based on the calculation
of the solvency ratio, it produces data that the company has increased,
which makes the company's condition very worrying because the company
is unable to pay debts in a timely manner. Based on the calculation of the
activity ratio, it can be concluded that the overall condition of the company
is good because the activity ratio has not decreased so that the company has
been able to maximize the capacity of the company's fixed assets.
Meanwhile, based on the calculation of the profitability ratio, it is not good
because it has not been able to generate large profits and has not been able to
manage the company's investment.
A B S T R A K
Penilaian terhadap kinerja keuangan dalam suatu perusahaan
dapat dilakukan dengan menganailisis laporan keuangan
perusahaan tersebut pada periode tertentu. Agar laporan keuangan
dapat berarti bagi pihak-pihak pengguna atau yang
berkepentingan terhadap laporan keuangan, perlu dilakukannya
analisis laporan keuangan. Tujuan penelitian ini adalah untuk
mengetahui analisis laporan keuangan untuk mengukur kinerja
keuangan pada PT Kimia Farma Tbk Periode 2018-2022. Metode
analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif menggunakan
pengukuran rasio likuiditas, solvabilitas, aktivitas, dan
profitabilitas. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini
adalah data kuantitatif yang bersumber dari data sekunder, yaitu
166 Analisis laporan keuangan untuk.... (Mia Noor Aida Yuliana, Nanda Septiani Choiriyah, Endarwati)
dokumen dari IDX atau Bursa Efek Indonesia (BEI). Hasil
penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan perhitungan rasio
likuiditas, kinerja keuangan perusahaan dikatakan kurang baik,
ditandai dengan adanya penurunan rasio yang menyebabkan
perusahaan tidak mampu menjalankan atau membayar kewajiban
lancarnya. Berdasarkan perhitungan rasio solvabilitas
menghasilkan data bahwa perusahaan mengalami kenaikan rasio,
yang membuat kondisi perusahaan sangat mengkhawatirkan
karena perusahaan tidak mampu membayar hutang secara tepat
waktu. Berdasarkan perhitungan rasio aktivitas dapat disimpulkan
bahwa secara keseluruhan kondisi perusahaan baik karena pada
rasio aktivitasnya tidak mengalami penurunan sehingga
perusahaan sudah mampu memaksimalkan kapasitas aktiva tetap
yang dimiliki perusahaan. Sedangkan berdasarkan perhitungan
rasio pofitabilitas kurang baik, karena belum bisa menghasilkan
laba yang besar dan belum mampu mengelola investasi
perusahaan.
©2024, Mia Noor Aida Yuliana, Nanda Septiani Choiriyah, Endarwati
This is an open access article under CC BY-SA license
PENDAHULUAN
Perkembangan usaha di dunia sangatlah pesat sehingga menuntut setiap
perusahaan dapat mengelola dan melaksanakan manajemen perusahaan menjadi lebih
profesional. Hal ini membuat perusahaan agar mampu bersaing dan bertahan untuk
mencapai tujuan utama perusahaan yaitu memperoleh laba. Upaya yang dapat
dilakukan perusahaan yaitu dengan cara menganalisis laporan keuangan untuk
mengetahui keadaan serta perkembangan keuangan perusahaan dari tahun ke tahun
serta untuk mengetahui kinerja keuangan perusahaan. Laporan keuangan yaitu laporan
yang menggambarkan perkembangan finansial perusahaan dari suatu periode tertentu.
Laporan keuangan merupakan salah satu sarana penting untuk mengkomunikasikan
informasi keuangan kepada pihak-pihak yang berkepentingan, misalnya pemerintah,
kreditor, pemilik perusahaan dan pihak manajemen sendiri. Pihak-pihak tersebut
selanjutnya akan melakukan pengolahan data dengan melakukan perhitungan lebih
lanjut untuk mengetahui apakah perusahaan tersebut telah mencapai standar kinerja
yang dipersyaratkan atau belum.
Tujuan utama dari laporan keuangan adalah untuk penyedia informasi yang
penting bagi pihak-pihak pengguna informasi atau users of information. Dalam
Statement of Financial Accounting Concepts (SFAC) No 1 dijelaskan bahwa tujuan utama
dari sebuah laporan keuangan adalah untuk menyediakan informasi yang berguna
dalam pembuatan keputusan bisnis dan ekonomi.
Untuk memberikan gambaran kinerja keuangan mengenai perkembangan dan
keberlangsungan perusahaan tersebut dapat dilakukan dengan berbagai analisis, salah
satunya adalah analisis rasio keuangan. Untuk menganalisis rasio keuangan
membutuhkan laporan keuangan minimal 2 (dua) tahun terakhir dari berjalan
perusahaan tersebut. Analisis rasio keuangan adalah gambaran suatu perbandingan
Journal of Economics, Business, Accounting and Management (JEBAM)
Volume 1 No. 2 Oktober 2023, Page 165 - 178 167
antara jumlah tertentu (dari neraca atau rekening rugi laba) dengan jumlah yang lain
dalam laporan keuangan. Analisis rasio keuangan dapat diklasifikasikan dalam
berbagai jenis diantaranya, rasio likuiditas, rasio solvabilitas, rasio aktivitas, dan rasio
profitabilitas. Tingkat likuiditas adalah menunjukkan sejauh mana kemampuan
perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendeknya dengan jaminan harta
lancar yang dimilikinya. Tingkat solvabilitas digunakan untuk menunjukkan sejauh
mana kemampuan perusahaan dapat memenuhi semua kewajibannya dengan jaminan
harta yang dimilikinya. Tingkat aktivitas digunakan untuk mengukur aktivitas suatu
perusahaan dalam menggunakan aktiva yang dimilikinya. Sedangkan tingkat
profitabilitas untuk menunjukkan sejauh mana kemampuan perusahaan dalam
menghasilkan laba dengan modal yang dimilikinya.
Perkembangan usaha di Indonesia yang semakin maju salah satunya adalah
industri farmasi. Faktor pendorong pertumbuhan industri farmasi di Indonesia adalah
bertambahnya jumlah peserta Kesehatan dari program Jaminan Kesehatan Nasional
(JKN) atau BPJS Kesehatan. PT Kimia Farma Tbk merupakan salah satu perusahaan
manufaktur yang bergerak di bidang industri farmasi di Indonesia yang telah go public
dan terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) dan sekaligus industri farmasi pertama di
Indonesia yang didirikan oleh Pemerintah Hindia Belanda tahun 1817. PT Kimia Farma
Tbk menjadi market leader produk kesehatan di Indonesia. Oleh karena itu, penulis
tertarik untuk meneliti tentang Analisis Laporan Keuangan untuk mengukur kinerja
keuangan pada PT Kimia Farma Tbk Periode 2018-202
TINJAUAN PUSTAKA
Laporan Keuangan Penyajian Laporan Keuangan merupakan merupakan unsur
penting dalam pembuatan laporan keuangan. Laporan yang disusun harus
menyediakan posisi keuangan yang relevan mengenai posisi keuangan dan semua
transaksi yang dilakukan oleh suatu entitas tertentu. Pengungkapan informasi dengan
dilakukannya penyajian laporan keuangan merupakan elemen dasar dari akuntabilitas
dan transparansi fiskal. PP Nomor 71 Tahun 2010 tentang Standar Akuntansi
Pemerintah menyatakan bahwa penyajian laporan keuangan daerah merupakan
penyajian informasi keuangan pemerintah daerah yang memenuhi 4 karakteristik
kualitatif laporan keuangan, yaitu: (1) Relevan, (2) Andal, (3) Dapat Dibandingkan, dan
(4) Dapat Dipahami. (Ekombis Review - Jurnal Ilmiah Ekonomi dan Bisnis et al., 2023)
Tujuan Laporan Keuangan
Tujuan laporan keuangan menurut, Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan
(PSAK No. 1 2019: 3) adalah memberikan informasi mengenai posisi keuangan, kinerja
keuangan dan arus kas entitas yang bermanfaat bagi sebagian besar kalangan
pengguna laporan dalam pembuatan keputusan ekonomik.
Bentuk Laporan Keuangan
Analisis terhadap laporan keuangan sangatlah penting bagi seorang analis untuk
168 Analisis laporan keuangan untuk.... (Mia Noor Aida Yuliana, Nanda Septiani Choiriyah, Endarwati)
mengetahui dan mengenal bentuk ataupun prinsip penyusunan laporan keuangan
serta masalah-masalah yang diperkirakan timbul dalam penyusunan laporan
keuangan.
a. Neraca
Neraca terdiri atas tiga bagian:
1) Aktiva (asset)
Kasmir (2008: 39) menyatakan aktiva merupakan harta atau kekayaan yang
dimiliki oleh perusahaan, baik pada saat tertentu maupun periode tertentu. Komponen
aktiva secara umum adalah sebagai berikut:
a) Aktiva Lancar (current asset).
b) Investasi (invesment).
c) Aktiva Tetap (fixed asset).
d) Aktiva Tidak Berwujud (intangible asset).
e) Aktiva Lain-lain (other asset).
2) Hutang/kewajiban (liabilities)
Kewajiban adalah pengorbanan ekonomis yang dilakukan oleh perusahaan di
masa yang akan datang dalam bentuk penyerahan aktiva atau pemberian jasa yang
disebabkan oleh tindakan atau transaksi pada masa sebelumnya. Komponen dari
kewajiban secara umum adalah sebagai berikut:
a) Kewajiban Lancar (current liabilities).
b) Kewajiban Jangka Panjang (long term liabilities/debt).
c) Kewajiban Lain-lain (other liabilities).
d) Kewajiban yang Disubordinasi (subordinated loan).
3) Modal (equity).
Komponen terakhir dari neraca adalah modal sendiri, yaitu selisih dari aktiva
dengan kewajiban (hutang). Modal ini adalah investasi yang dilakukan oleh pemilik
perusahaan. Komponen modal adalah:
a) Modal Saham (capital stock).
b) Agio Saham (surplus/premium).
c) Laba yang Ditahan (retained earning).
d) Laba Tahun Berjalan (profit of current year).
e) Selisih Penilaian Kembali Aktiva Tetap.
Journal of Economics, Business, Accounting and Management (JEBAM)
Volume 1 No. 2 Oktober 2023, Page 165 - 178 169
b. Laporan Rugi-Laba
Menurut Kasmir (2018:29), “laporan laba rugi adalah laporan keuangan yang
menggambarkan hasil usaha perusahaan dalam suatu periode tertentu”. Selisih antara
pendapatan dan biaya merupakan laba yang diperoleh atau rugi yang diderita
perusahaan. Laporan laba rugi menyajikan pendapatan dan beban serta laba atau rugi
bersih yang dihasilkan selama suatu periode waktu tertentu.
Laporan laba rugi merupakan suatu laporan yang sistematis tentang penghasilan,
biaya, rugi laba yang diperoleh oleh suatu perusahaan selama periode tertentu.
Kinerja Perusahaan
Kinerja keuangan memberikan hasil yang dapat digunakan sebagai acuan
pertimbangan perusahaan dalam mengevaluasi kinerja manajemen (Hamzah &
Sumiati, 2020). Kinerja keuangan dapat menjelaskan sejauh mana perusahaan dapat
bertahan dengan mengelola sumber dana yang ada dan menilai efektivitas serta
efisiensi tingkat keuangan guna tercapainya tujuan perusahaan memperoleh
keuntungan. Sebaliknya, kinerja keuangan yang juga dapat melihat seberapa besar
tingkat kerugian dan tidak tercapainya suatu target perusahaan dalam mengelola
sumber dana yang ada. Hal ini tentu akan menjadi hal yang dapat dipelajari oleh pihak
manajemen untuk periode mendatang.
Praytino (2010:9) menyebutkan unsur dari kinerja keuangan perusahaan sebagai
berikut: Unsur yang berkaitan secara langsung dengan pengukuran kinerja perusahaan
disajikan pada laporan keuangan yang disebut laporan laba rugi, penghasilan bersih
seringkali digunakan sebagai ukuran kinerja atau sebagai dasar bagi ukuran lainnya.
Unsur yang langsung berkaitan dengan pengukuran penghasilan bersih ini adalah
penghasilan (income) dan beban (expense). Ada tiga macam ukuran yang dapat
digunakan untuk mengukur kinerja secara kuantitatif (Mulyadi dikutip dalam Praytino
2010:9), yaitu:
a. Ukuran kriteria tunggal
Ukuran kriteria tunggal (single criteria) adalah ukuran kinerja yang hanya
menggunakan satu ukuran untuk menilai kinerja manajer.
b. Ukuran kriteria beragam
Ukuran kriteria beragam (multiple criteria) adalah ukuran kinerja yang
menggunakan berbagai macam ukuran untuk menilai kriteria manajer.
c. Ukuran kriteria gabungan
Ukuran kriteria gabungan (composite criteria) adalah ukuran kinerja yang
menggunakan berbagai macam ukuran, untuk memperhitungkan bobot masing-masing
ukuran dan menghitung rata-ratanya sebagai ukuran yang menyeluruh kinerja
manajer.
170 Analisis laporan keuangan untuk.... (Mia Noor Aida Yuliana, Nanda Septiani Choiriyah, Endarwati)
Analisis Rasio Keuangan
Rasio keuangan menurut James C. Van Horne dalam Kasmir (2018) diartikan
bahwa suatu indeks yang memiliki keterkaitan antara dua angka akuntansi sehingga
memperoleh hasil dengan membagi satu angka dengan angka akuntansi lainnya.
Tujuan penggunaan rasio keuangan ini digunakan oleh pihak manajemen maupun
pemilik usaha untuk mengevaluasi kondisi keuangan dan kinerja perusahaan.
Kasmir (2012: 104) menyatakan rasio keuangan merupakan kegiatan
membandingkan angka-angka yang ada dalam laporan keuangan dengan cara
membagi satu angka dengan angka lainnya. Perbandingan dapat dilakukan antara satu
komponen dengan komponen lainnya dalam satu laporan keuangan atau antar
komponen yang ada diantara laporan keuangan. Kemudian angka yang
diperbandingkan dapat berupa angka-angka dalam satu periode maupun beberapa
periode. Raharjapura (2011: 196) menyatakan analisis rasio adalah membandingkan
antara satu angka dengan angka lainya yang memberikan suatu makna.
Hubungan Rasio Keuangan dan Kinerja Perusahaan
Fahmi (2012: 50) menyatakan rasio keuangan dan kinerja perusahaan mempunyai
hubungan yang erat. Rasio keuangan sangat banyak jumlahnya dan setiap rasio itu
mempunyai kegunaannya masing-masing. Bagi investor ia akan melihat rasio dengan
penggunaan yang paling sesuai dengan analisis yang akan ia lakukan. Jika rasio
tersebut tidak mempresentasikan tujuan dari analisis yang akan ia lakukan maka rasio
tersebut tidak akan dipergunakan, karena dalam konsep keuangan dengan namanya
fleksibilitas, artinya rumus atau berbagai bentuk formula yang dipergunakan haruslah
disesuaikan dengan kasus yang diteliti.
METODE PENELITIAN
Jenis penelitian yang digunakan adalah studi deskriptif, dengan menggunakan analisis
rasio keuangan diantaranya rasio likuiditas, solvabilitas, aktivitas, dan profitabilitas.
Prosedur Penelitian
1. Mengumpulkan teori-teori yang berhubungan dengan analisis laporan keuangan.
2. Mencari data laporan keuangan PT Kimia Farma Tbk Periode 2018-2022.
3. Menganalisis laporan keuangan dengan menggunakan rasio keuangan.
4. Memberikan kesimpulan dan saran bagi perusahaan ataupun bagi peneliti
selanjutnya.
Metode Pengumpulan Data
Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data kuantitatif dan sumber data
yang digunakan adalah data sekunder yaitu documen yang diperoleh dari IDX /Bursa:
Efek Indonesia (BEI) dan situs resmi PT Kimia Farma Tbk berupa data laporan
keuangan tahunan perusahaan PT Kimia Farma Tbk Periode 2018-2022.
Journal of Economics, Business, Accounting and Management (JEBAM)
Volume 1 No. 2 Oktober 2023, Page 165 - 178 171
Populasi dan Sampel
Populasi dalam penelitian ini adalah semua laporan keuangan perusahaan PT Kimia
Farma Tbk dan sampel yang digunakan adalah Laporan keuangan perusahaan PT
Kimia Farma Tbk periode 2018-2022.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Dalam penelitian ini menggunakan laporan keuangan PT Kimia Farma Tbk
Periode 2018-2022 yang telah dipublikasikan di IDX atau Bursa Efek Indonesia (BEI).
Tabel 1 Laporan Keuangan PT. Kimia Fama Tbk. Tahun 20182022
2018
2019
2020
2021
2022
6.378.008.236
7.344.787.123
6.093.103.998
6.303.473.591
6.518.288.619
4.745.842.439
7.392.140.277
6.786.941.897
5.980.180.556
6.312.200.719
2.126.016.100
2.849.106.176
2.455.828.900
269.096.037
2.669.257.874
2.068.665.044
1.360.268.286
1.249.994.068
748.481.112
764.966.252
4.146.258.067
7.412.926.828
7.105.672.046
7.231.872.635
7.243.113.772
8.459.247.287
9.400.535.476
10.006.173.023
2.300.195.578
2.260.504.183
1.424.842.533
2.335.118.521
1.760.954.612
2.193.496.620
2.434.651.572
11.008.090.009
4.951.082.628
11.469.712.676
11.456.721.449
11.406.545.328
5.096.044.699
5.897.247.790
6.349.041.832
1.469.479.591
1.507.407.214
3.363.202.588
3.503.287.686
20.425.756
15.189.448
2.587.618
3.363.202.588
3.503.287.686
3.657.131.191
830.715.987
753.096.969
218.092.972
249.911.251
346.899.250
34.825.310
84.071.718
18.352.877.132
11.329.090.864
17.562.816.674
17.760.195.040
17.924.833.947
Rasio Likuiditas, yang dihitung dengan cara:
a. Rasio Lancar (current ratio)
=
𝐴𝑘𝑡𝑖𝑣𝑎
𝐿𝑎𝑛𝑐𝑎𝑟
𝐻𝑢𝑡𝑎𝑛𝑔 𝐿𝑎𝑛𝑐𝑎𝑟
b. Rasio Cepat (quick ratio)
=
𝐴𝑘𝑡𝑖𝑣𝑎
𝐿𝑎𝑛𝑐𝑎𝑟
𝑃𝑒𝑟𝑠𝑒𝑑𝑖𝑎𝑎𝑛
𝐻𝑢𝑡𝑎𝑛𝑔 𝐿𝑎𝑛𝑐𝑎𝑟
c. Rasio Kas (cash ratio) =
𝐾𝑎𝑠
𝐻𝑢𝑡𝑎𝑛𝑔 𝐿𝑎𝑛𝑐𝑎𝑟
Tabel 2 Standar industri rasio likuiditas
No
Jenis Rasio
Standar Industri
1
Rasio Lancar (Current Ratio)
2 kali
2
Rasio Tunai (Quick Ratio)
1,5 kali
3
Rasio Kas (Cash Ratio)
50%
172 Analisis laporan keuangan untuk.... (Mia Noor Aida Yuliana, Nanda Septiani Choiriyah, Endarwati)
Rasio solvabilitas, yang dihitung dengan cara:
a. Rasio Hutang atas Aktiva
=
𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙
𝐻𝑢𝑡𝑎𝑛𝑔
𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙 𝐴𝑘𝑡𝑖𝑣𝑎
b. Rasio Hutang atas Modal
=
𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙
𝐻𝑢𝑡𝑎𝑛𝑔
𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙 𝑀𝑜𝑑𝑎𝑙
Tabel 3 Standar industri rasio solvabilitas
No
Jenis rasio
Standar Industri
1
Total Utang Dibandingkan Dengan Total
Aktiva (Total Debt to Assets Ratio)
35 %
2
Total Utang Dibandingkan dengan Total
Ekuitas (Total Debt to Equity Ratio)
90%
Rasio aktivitas, yang dihitung dengan cara :
a. Perputaran Total Aktiva
=
𝑃𝑒𝑛𝑗𝑢𝑎𝑙𝑎𝑛
𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙 𝑎𝑘𝑡𝑖𝑣𝑎
b. Perputaran Aktiva Tetap
=
𝑃𝑒𝑛𝑗𝑢𝑎𝑙𝑎𝑛
𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙 𝐴𝑘𝑡𝑖𝑣𝑎 𝑇𝑒𝑡𝑎𝑝
c. Rata-rata Umur Piutang =
𝑃𝑖𝑢𝑡𝑎𝑛𝑔
𝑃𝑒𝑛𝑗𝑢𝑎𝑙𝑎𝑛/365
d. Perputaran Persediaan
=
𝐻𝑎𝑟𝑔𝑎
𝑃𝑜𝑘𝑜𝑘
𝑃𝑒𝑛𝑗𝑢𝑎𝑙𝑎𝑛
𝑃𝑒𝑟𝑠𝑒𝑑𝑖𝑎𝑎𝑛
Tabel 4 Standar industri rasio aktivitas
No
Jenis Rasio
Standar Industri
1
Perputaran Piutang
(Receivable Turnover)
15 kali
2
Perputaran Modal Kerja
(Working Capital Turnover)
6 kali
3
Perputaran Aset Tetap
(Fixed Assets Turnover)
5 kali
4
Perputaran Total Aset
(Total Assets Turnover)
2 kali
Rasio profitabilitas, yang dihitung dengan cara:
a.Net Profit Margin = 𝑃𝑒𝑛𝑗𝑢𝑎𝑙𝑎𝑛 𝐵𝑒𝑟𝑠𝑖 𝐻𝑎𝑟𝑔𝑎 𝑃𝑜𝑘𝑜𝑘 𝑃𝑒𝑛𝑗𝑢𝑎𝑙𝑎 : 𝑃𝑒𝑛𝑗𝑢𝑎𝑙𝑎𝑛
b. Return On Asset = 𝐿𝑎𝑏𝑎 𝐵ersih: 𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙 𝐴𝑘𝑡𝑖𝑣𝑎
c.Return On Equity = 𝐿𝑎𝑏𝑎 𝐵𝑒𝑟𝑠𝑖 : 𝑀𝑜𝑑𝑎𝑙
Journal of Economics, Business, Accounting and Management (JEBAM)
Volume 1 No. 2 Oktober 2023, Page 165 - 178 173
d.Gross Profit Margin = Laba kotor : Penjualan
Tabel 5 Standar industri rasio profitabilitas
No
Jenis Rasio
Standar Industri
1
Margin Laba Bersih (Net
Profit Margin)
20 %
2
Hasil Pengembalian
Investasi (Return On
Investment/ROI)
30 %
3
Hasil Pengembalian
Ekuitas (Return On
Equity/ ROE)
40 %
Berdasarkan analisis rasio keuangan diatas di
interpretasikan terhadap item- item yang terdapat dalam
laporan keuangan kemudian hasilnya dihitung untuk
mengukur kinerja keuangan perusahaan.
Rasio Cepat
89,59%
60,82%
53,59%
100,91
%
60,98%
Rasio Kas
43,59%
18,40%
18,42%
12,52%
12,12%
Dalam perhitungan diatas menunjukkan rasio lancar (current ratio) pada tahun
2018 sebanyak 134,39%, dan mengalami penurunan di tahun 2020 menjadi 89,78%, lalu
mengalami kenaikan lagi pada tahun 2021 menjadi 105,41%. Dalam perhitungan rasio
cepat (quick ratio) pada tahun 2018 rasio nya sebesar 89,59%, dan mengalami kenaikan
drastis pada tahun 2021 menjadi 100,91%. Sedangkan berdasarkan perhitungan rasio
kas, pada tahun 2018 sebesar 43,59% dan mengalami penurunan-penurunan di tahun
GRAFIK
LIKUIDITAS
160
140
120
100
80
60
CR
QR
CA
R
40
43.5
9
20
18.
4
18.4
2
12.5
2
12.1
2
0
201
8
201
9
202
0
202
1
202
2
174 Analisis laporan keuangan untuk.... (Mia Noor Aida Yuliana, Nanda Septiani Choiriyah, Endarwati)
selanjutnya dan pada tahun 2022 rasio kas nya paling rendah yaitu sebesar 12,12%.
Dengan demikian, kinerja keuangan PT Kimia Farma Tbk periode 2018-2022 dikatakan
kurang baik dengan ditandai terjadinya penurunan presentase dari tahun sebelumnya
sehingga perusahaan mengalami kesulitan dalam memenuhi kewajiban jangka
pendeknya. Semakin tinggi atau besarnya nilai rasio likuiditas, menandakan bahwa
keadaan perusahaan berada dalam kondisi baik atau liquid. Liquid yaitu keadaan
dimana perusahaan dinyatakan sehat dan dalam keadaan baik karena mampu
melunasi kewajiban jangka pendek.
Rasio Solvabilitas
Tabel 6 perbandingan rasio solvabilitas PT. Kimia Fama Tbk. Tahun 2018 dan 2022.
Keterangan
2018
2019
2020
2021
2022
Hasil
Rasio Hutang atas
Aktiva
25,86%
65,25%
38,64%
33,67%
35,21%
Rasio Hutang atas
Modal
114,46%
99,72%
95,51%
82,69%
87,15%
Dalam perhitungan diatas menunjukkan rasio hutang atas aktiva pada tahun 2018
sebesar 25,86%, pada tahun 2019 mengalami kenaikan drastis menjadi 65,25%, dan
mengalami penurunan-penurunan di tahun selanjutnya, sehingga pada tahun 2022
rasio hutang atas aktiva menjadi 35,21%. Dalam perhitungan rasio hutang atas modal
pada tahun 2018 sebesar 114,46%, mengalami penurunan terus menerus di tahun
selanjutnya sampai pada tahun 2021 menjadi 82,69%, dan mengalami sedikit kenaikan
pada tahun 2022 menjadi sebesar 87,15%. Untuk rasio solvabilitas, keadaan perusahaan
PT Kimia Farma Tbk periode 2018-2022 sangatlah mengkhawatirkan. Semakin tinggi
nilai rasio ini akan semakin buruk kinerja perusahaan dikarenakan perusahaan sudah
tidak lagi mencukupi untuk menjamin hutang yang diberikan oleh kreditur. Untuk hal
ini perusahaan berada pada posisi insolvable yaitu keadaan dimana kemampuan
perusahaan untuk membayar hutang-hutangnya secara tepat waktu berada dalam
posisi bermasalah bahkan cenderung tidak tepat waktu
GRAFIK SOLVABILITAS
140
120
100
80
60
40
20
0
2018
2019
2020
TAHUN BERJALAN
2021
2022
Journal of Economics, Business, Accounting and Management (JEBAM)
Volume 1 No. 2 Oktober 2023, Page 165 - 178 175
Rasio Aktivitas
Tabel 7 perbandingan rasio aktivitas PT. Kimia Fama Tbk. Tahun 2018 dan 2022
Keterangan
2018
2019
2020
2021
2022
Hasil
Perputaran
Total aktiva
46,09
%
82,98
%
56,97
%
12,95
%
12,61
%
Perputaran
Aktiva Tetap
76,85%
189,87%
87,24%
20,08%
19,82%
Rata-Rata
Umur
Piutang
6147,92
%
9066,70
%
6423,52
%
34806,88
%
39311,93
%
Perputaran
Persediaan
239,70%
206,99%
258,53%
546,08%
56,47%
Dalam perhitungan diatas menunjukkan bahwa rasio perputaran total aktiva pada
tahun 2018 sebesar 46,09%, pada tahun selanjutnya mengalami penurunan- penurunan
di tahun selanjutnya sehingga pada tahun 2022 perputaran total aktiva nya sebesar
12,61%. Semakin kecil rasio ini, maka akan semakin buruk. PT. Kimia Farma ini
mengalami penurunan, ini berarti bahwa perusahaan bisa dikatakan bekerja secara
kurang baik dan efisien. Dalam perhitungan rasio perputaran aktiva tetap pada tahun
2018 sebanyak 76,85%, dan mengalami kenaikan drastis pada tahun 2019 menjadi
sebesar 189,87%, dan mengalami penurunan drastis di tahun- tahun selanjutnya
sehigga pada tahun 2022 menjadi sebesar 19,82%. Namun, dalam perhitungan rasio
perputaran persediaan, pada tahun 2018 sebanyak 239,70% dan mengalami penurunan
ditahun 2019, sehingga pada tahun 2020 mengalami kenaikan lagi menjadi sebesar
258,08%, dan mengalami penurunan drastis pada tahun 2022 menjadi sebesar 56,47%.
Hal ini menunjukkan harta tetap yang dimiliki tidak berkurang dan tidak pula
bertambah. Sedangkan perputran persediaan pada perusahaan ini mengalami sedikit
kenaikan sehingga dapat diperkirakan perusahaan PT Kimia Farma Tbk ini efektif
dalam menggunakan aktiva untuk mendapatkan keuntungan. Secara keseluruhan,
untuk rasio aktivitas pada dasarnya keadaan PT. Kimia Farma masih dikatakan baik,
karena naik turunnya persediaan dikarenakan adanya kondisi covid-19. Hal ini dapat
dilihat pada keempat rasio aktivitas menunjukkan adanya kenaikan serta penurunan di
5 tahun terakhir juga menjelaskan implikasi hasil, keterbatasan penelitian dan
rekomendasi untuk pengembangan penelitian di masa depan.
176 Analisis laporan keuangan untuk.... (Mia Noor Aida Yuliana, Nanda Septiani Choiriyah, Endarwati)
Rasio Profitabilitas
Tabel 8 perbandingan rasio profitabilitas PT. Kimia Fama
Tbk. Tahun 2018 dan 2022.
Keterangan
2018
2019
2020
2021
2022
Hasil
Net Profit Margin
39,76%
37,27%
0,20%
0,66%
0,11%
Return On Asset
18,33%
30,92%
0,12%
0,09%
0,01%
Return On Equity
81,11%
47,26%
0,29%
0,21%
0,04%
Gross Profit
Margin
39,76%
37,27%
36,55
%
36,12
%
33,32
%
Operating
Profit
Margin
2,58%
2,66%
3,47%
1,51%
3,72%
Dalam perhitungan di atas menunjukkan bahwa rasio profabilitas Net Profit
Margin pada tahun 2018 sebesar 39,76%, dan mengalami penurunan pada tahun- tahun
selanjutnya. Penurunan terendah terdapat pada tahub 2022 sebesar 0,11%. Berdasarkan
perhitungan rasio Return On Asset pada tahun 2018 sebesar 18,33% mengalami
kenaikan pada tahun selanjutnya sebesar 30,92%. pada tahun 2020- 2022 mengalami
penurunan dari 0,12% sampai 0,01%. Dalam perhitungan rasio Return On Equity tahun
2018 sebesar 81,11% dan pada tahun 2019 sebesar 47,26%, berarti mengalami
penurunan begitu pula pada tahun-tahun berikutnya. Sedangkan berdasarkan
perhitungan rasio Gross Profit Margin tahun 2018-2022 pun mengalami penurunan
pula dari 39,76% sampai 33,32%. Dengan demikian, berdasarkan perhitungan rasio
profitabilitas, kinerja keuangan PT Kimia Farma Tbk dikatakan kurang baik, dimana
pada margin laba bersih tahun 2018 ke tahun 2022 mengalami penurunan yang
disebabkan oleh kenaikan penjualan daripada laba bersih perusahaan. Hal ini
menunjukkan bahwa PT Kimia Farma Tbk mengalami penurunan laba dari tahun
sebelumnya dan kurang efisien nya dalam menggunakan sumber daya.
2022, 12.61
2021, 12.95
2018, 46.09
2020, 56.97
2019, 82.98
Journal of Economics, Business, Accounting and Management (JEBAM)
Volume 1 No. 2 Oktober 2023, Page 165 - 178 177
SIMPULAN DAN SARAN
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan mengenai analisis laporan
keuangan untuk mengukur kinerja keuangan pada PT Kimia Farma Tbk Periode 2018-
2022 dapat ditarik kesimpuan diantaranya:
1. Berdasarkan hasil analisis rasio likuiditas, kinerja keuangan PT Kimia Farma Tbk
periode 2018-2022 dapat dikatakan kurang baik, karena hasil perhitungan current
ratio dan quick ratio mengalami penurunan dari tahun sebelumnya. Hal tersebut
membuat perusahaan mengalami kesulitan untuk menjalankan atau membayar
kewajiban lancarnya.
2. Kinerja keuangan PT Kimia Farma Tbk periode 2018-2022 berdasarkan hasil analisis
rasio solvabilitas mengalami kenaikan sehingga menunjukkan bahwa keadaan
perusahan sangatlah mengkhawatirkan. Untuk hal ini, perusahaan berada pada
posisi insolvable yaitu keadaan dimana kemampuan perusahaan untuk membayar
hutang-hutangnya secara tepat waktu berada dalam posisi bermasalah bahkan
cenderung tidak tepat waktu. Hal ini disebabkan oleh total asset mengalami
peningkatan yang lebih besar daripada peningkatan total hutang dan kemampuan
modal perusahaan yang dimiliki untuk menutupi total utangnya.
3. Berdasarkan hasil perhitungan dengan raiso aktivitas, kinerja keuangan PT Kimia
Farma Tbk periode 2018-2022 dalam kondisi baik karena mengalami kenaikan dari
tahun ke tahun, yang berarti kinerja keuangan perusahaan tersebut mengalami
peningkatan. Hal ini dapat diartikan bahwa PT Kimia Farma Tbk, tingkat evektifias
manajemen dalam mengelola aktiva tetap sudah baik dan perusahaan sudah
mampu memaksimalkan kapasitas aktiva tetap yang dimiliki.
4. Kinerja keuangan PT Kimia Farma Tbk periode 2018-2022 berdasakan hasil analisis
rasio profitabilitas dapat dikatakan kurang baik dimana pada margin laba bersih
taun 2018 ke tahun 2022 mengalami penurunan. Hal ini berarti laba perusahaan PT
Kimia Farma Tbk menurun atau tidak berhasil dalam menghasilkan laba bersih
GRAFIK PROFITABILITAS
200
180
160
140
120
100
80
60
40
20
0
2018
2019
2020
2021
2022
NPM
ROA
ROE
GPM
OPM
178 Analisis laporan keuangan untuk.... (Mia Noor Aida Yuliana, Nanda Septiani Choiriyah, Endarwati)
dari pejualan dibandingkan dengan tahun sebelumnya, dan manajemen
perusahaan belum mampu mengelola investasinya.
DAFTAR PUSTAKA
Indrawati, Andi. (2017). AnaIisis Trend Kinerja Keuangan Bank Kaltim. Reasearch
Journal of accounting and Bussiness Management, ISSN: 2580-3131 Vol.1, No.2.
Jumingan. (2017). Analisis Laporan Keuangan. Jakarta: PT. Bumi Aksara.
Kasmir, 2014. Analisis Laporan Keuangan, cetakan ke-7. Jakarta: PT. Raja Grafindo
Persada.
Munawir, S. (2020). Perhitungan Trend Analysis. Angewandte Chemie International
Edition, 6(11), 951952., 1027.
Niarti, U. (2018). Analisis Perbandingan Laba Rugi Pada CV. Maju Jaya Abadi (MJA).
Jurnal Ilmiah Raflesia Akuntansi, 4, 69.
https://www.academia.edu/24828378/ANALISIS_LAPORAN_KEUANGAN_DA
LAM_MENGUKUR_KINERJA_KEUANGAN_PADA_PT_HANJAYA_MAND
ALA_SAMPOERNA_TBK/
http://eprints.mercubuana-
yogya.ac.id/14274/1/NASKAH%20PUBLIKASI%20%28RENIUS%20MARYAN
TO%20KAJU%2017061296%29.docx
https://docplayer.info/amp/223006194-Pengaruh-perbedaan-merger-dan-akuisisi-
terhadap-kinerja-keuangan-perusahaan-yang-terdaftar-pada-bursa-efek-
indonesia- bei-periode-tahun.html