Perubahan cara pandang ini banyak dipengaruhi oleh modernisasi, arus globalisasi, serta
minimnya pendekatan edukatif yang menghubungkan nilai adat dengan kehidupan kontemporer.
Akibatnya, generasi muda mulai menganggap adat sebagai sesuatu yang tidak relevan, sehingga
berisiko terputus dari akar budaya leluhur mereka. Diperlukan strategi pelestarian budaya yang
lebih inovatif dan inklusif. Pelibatan aktif generasi muda dalam kegiatan budaya, dialog lintas
generasi, pendidikan berbasis kearifan lokal, serta penguatan dokumentasi dan kajian akademik
mengenai sistem Sara menjadi langkah penting untuk menjamin keberlanjutan nilai-nilai adat.
Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap pengembangan ilmu sosial dan budaya, sekaligus
menjadi bentuk kepedulian akademik terhadap pelestarian warisan budaya lokal. Dengan sinergi
antara tokoh adat, masyarakat, akademisi, dan pemerintah, diharapkan sistem Sara tetap hidup
dan relevan sebagai identitas budaya yang mampu bertahan di tengah dinamika zaman.
5. Daftar Pustaka
Awal, A., Aderus, A., & Santalia, I. (2023). Moderasi Beragama Pada Masyarakat Konawe
Selatan (Studi Atas Toleransi Beragama Berbasis Kearifan Lokal Kalosara Masyarakat
Konawe Selatan). El-Fata: Journal of Sharia Economics and Islamic Education, 2(2),
195–215. https://doi.org/10.61169/el-fata.v2i2.64
Disa Arliwan, Ninuk Lustiyantie, & Zuriyati, Z. (2022). Nilai Pendidikan Karakter dalam Sastra
Lisan Kinoho Suku Tolaki. Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, Dan Sastra, 8(1), 40–46.
https://doi.org/10.30605/onoma.v8i1.1537
Gilang Ramadhan, P., Akib, M., & Wahyudi Umar. (2024). Tolaki Customary Law Regulation
on Tolaki Community Land Disputes in Lambandia District, East Kolaka Regency. Law
and Justice, 9(1), 20–32. https://doi.org/10.23917/laj.v9i1.5058
Indriani, R., Hadara, A., & La Batia, L. B. (2023). STRUKTUR TUTURAN TOLEA DAN
PABITARA DALAM PROSESI ADAT PERNIKAHAN SUKU TOLAKI DI DESA
PUUWONGGIA KECAMATAN MOTUI KABUPATEN KONAWE UTARA (2008-
2021). Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO, 8(1), 49–61.
https://doi.org/10.36709/jpps.v8i1.82
Jaya, A., & Ridwan, H. (2013). †œKalo Sara†Sebagai Alat Komunikasi dalam Sistem
Kepemimpinan Tradisional Suku Tolaki:(Studi Di Kabupaten Konawe Sulawesi
Tenggara). ETNOREFLIKA: Jurnal Sosial dan Budaya, 2(3), 181-188.
Jamil, J., La Taena, L. T., Alim, A., & La Aso, A. (2023). Tradisi Kalo Sara pada Masyarakat
Tolaki di Kabupaten Konawe, Provinsi Sulawesi Tenggara. Jurnal Penelitian Budaya,
8(1), 15. https://doi.org/10.33772/jpeb.v8i1.38650
Kamaruddin, K., Iswandi, I., Yaqub, A., Mahfiana, L., & Akbar, Muh. (2023). Justice,
Mediation, and Kalosara Custom of the Tolaki Community in Southeast Sulawesi from the
Perspective of Islamic Law. Samarah: Jurnal Hukum Keluarga Dan Hukum Islam, 7(2),
1077. https://doi.org/10.22373/sjhk.v7i2.13183
Melamba, B., Basri, L. O. A., Fatma, F., Hisna, H., Khabiirun, K., Suddin, S., & Hasan, H.
(2024). PELATIHAN DAN PENYULUHAN TOLEA DAN PABITARA DI
KELURAHAN TUDAONE KECAMATAN KONAWE KABUPATEN KONAWE.
Harmoni: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 2(1), 27–39.
https://doi.org/10.33772/pprv1b22