JISBI: Jurnal Ilmu Sosial dan Budaya Indonesia
Vol. 4, No. 1, Mei 2026, page: 100-111
E-ISSN: 3031-2957
100
Sarah Amalia et.al (Pengaruh Model Pembelajaran Index Card Match....)
Pengaruh Model Pembelajaran Index Card Match
Terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran
Ilmu Pengetahuan Sosial
Sarah Amalia
a,1
, Hariki Fitrah
b,2*
, Intan Zuhra
c,3
a
Pendidikan Ekonomi, Universitas Almuslim, Bireuen, Aceh 24252, Indonesia
b
Pendidikan Geografi, Universitas Almuslim, Bireuen, Aceh 24252, Indonesia
c
Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Almuslim, Bireuen, Aceh 24252, Indonesia
*Corresponding Author:
harikifitrah@umuslim.ac.id
INFO ARTIKEL
ABSTRAK
Sejarah Artikel:
Diterima: 27 Februari 2026
Direvisi: 15 Maret 2026
Disetujui: 28 April 2026
Tersedia Daring: 1 Mei 2026
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model
pembelajaran Index Card Match terhadap hasil belajar siswa pada mata
pelajaran ekonomi, khususnya materi Indeks Harga, di kelas XI SMA
Negeri 1 Juli. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan
jenis penelitian eksperimen semu (quasi exsperiment). Sampel
penelitian terdiri dari 32 siswa kelas XI IPS 1 yang dipilih menggunakan
teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian
ini adalah tes pretest dan posttest untuk mengukur hasil belajar siswa.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan yang
signifikan antara hasil pretest dan posttest siswa setelah penerapan
model pembelajaran Index Card Match. Nilai rata-rata pretest siswa
adalah 37,23, sedangkan nilai rata-rata posttest meningkat menjadi
81,03. Berdasarkan perhitungan N-Gain, peningkatan hasil belajar siswa
tergolong sedang dengan nilai rata-rata 0,68. Uji hipotesis menggunakan
Paired Sample T-Test menghasilkan nilai signifikansi sebesar 0,000,
yang menunjukkan bahwa penerapan model Index Card Match memiliki
pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan hasil belajar siswa.
Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran Index
Card Match efektif dalam meningkatkan hasil belajar siswa pada materi
Indeks Harga di kelas XI SMA Negeri 1 Juli. Penelitian ini
merekomendasikan penggunaan model pembelajaran ini untuk
meningkatkan keaktifan dan motivasi belajar siswa dalam pembelajaran
ekonomi.
Kata Kunci:
Ekonomi
Eksperimen Semu
Hasil Belajar
Index Card Match
Indeks Harga
ABSTRACT
Keywords:
Economics
Index Card Match
Learning Outcomes
Price Index
Quasi-Experimental
This study aims to determine the effect of the Index Card Match learning
model on students' learning outcomes in Economics, specifically on the
topic of the Price Index, for grade XI students at SMA Negeri 1 Juli. This
research employed a quantitative approach utilizing a quasi-experimental
design. The research sample consisted of 32 students from class XI IPS 1,
selected through a purposive sampling technique. The instruments used in
this study were pretests and posttests to measure the students' learning
outcomes. The results indicated a significant improvement between the
students' pretest and posttest scores following the implementation of the
Index Card Match learning model. The average pretest score was 37.23,
which increased to an average posttest score of 81.03. Based on the N-Gain
calculation, the improvement in students' learning outcomes was
categorized as moderate, with an average score of 0.68. Hypothesis testing
using the Paired Sample T-Test yielded a significance value of 0.000,
indicating that the application of the Index Card Match model had a
significant effect on improving students' learning outcomes. Therefore, it
can be concluded that the Index Card Match learning model is effective in
enhancing students' learning outcomes on the topic of the Price Index in
grade XI at SMA Negeri 1 Juli. This study recommends the use of this
JISBI: Jurnal Ilmu Sosial dan Budaya Indonesia
Vol. 4, No. 1, Mei 2026, page: 100-111
E-ISSN: 3031-2957
101
Sarah Amalia et.al (Pengaruh Model Pembelajaran Index Card Match....)
learning model to increase students' active participation and learning
motivation in Economics.
©2026, Sarah Amalia, Hariki Fitrah, Intan Zuhra
This is an open access article under CC BY-SA license
1. Pendahuluan
Pendidikan merupakan salah satu pilar utama dalam pembangunan sumber daya manusia
yang berkualitas dan berdaya saing. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem
Pendidikan Nasional menyatakan bahwa pendidikan bertujuan untuk mengembangkan potensi
peserta didik agar menjadi manusia yang beriman, berakhlak mulia, cakap, kreatif, mandiri, serta
bertanggung jawab. Melalui pendidikan yang berkualitas, individu diharapkan mampu
mengembangkan kemampuan berpikir kritis, adaptif, dan inovatif menghadapi perkembangan
zaman yang semakin kompleks. Dalam konteks pembelajaran di sekolah, keberhasilan
pendidikan tidak hanya ditentukan oleh kurikulum yang digunakan, tetapi juga sangat
dipengaruhi oleh proses pembelajaran yang berlangsung di kelas (Fadillah & Bowo, 2021).
Proses pembelajaran yang efektif berdampak langsung terhadap peningkatan hasil belajar siswa,
baik dari aspek kognitif, afektif, maupun psikomotorik (Assa et al., 2023).
Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) merupakan salah satu mata pelajaran penting di jenjang
sekolah menengah atas yang bertujuan membekali siswa dengan pemahaman tentang fenomena
sosial, ekonomi, dan budaya yang terjadi di masyarakat. Khususnya pada materi Indeks Harga,
siswa dituntut untuk memahami konsep-konsep ekonomi yang bersifat abstrak dan memerlukan
penalaran tingkat tinggi. Namun dalam praktiknya, masih banyak ditemukan permasalahan
dalam proses pembelajaran IPS di tingkat SMA. Salah satu permasalahan yang sering muncul
adalah rendahnya hasil belajar siswa, terutama ketika materi yang dipelajari bersifat konseptual
dan membutuhkan pemahaman mendalam. Kondisi tersebut menunjukkan perlunya penerapan
strategi pembelajaran yang lebih aktif dan melibatkan siswa secara langsung. Anggraini et al.
(2023) membuktikan bahwa strategi pembelajaran aktif berpengaruh terhadap hasil belajar
siswa, sedangkan Marlina dan Hananto (2023) menunjukkan bahwa keterlibatan siswa dalam
proses pembelajaran berkaitan dengan peningkatan motivasi dan hasil belajar. Rendahnya hasil
belajar siswa seringkali disebabkan oleh minimnya keterlibatan aktif siswa dalam proses
pembelajaran (Putri & Prasetyaningrum, 2023). Data awal yang diperoleh peneliti di SMA
Negeri 1 Juli menunjukkan bahwa rata-rata hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPS,
khususnya materi Indeks Harga, masih berada di bawah Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM).
Kondisi ini menunjukkan bahwa pemahaman siswa terhadap materi masih perlu ditingkatkan
melalui penerapan model pembelajaran yang lebih aktif dan inovatif.
Rendahnya keterlibatan siswa dalam pembelajaran seringkali disebabkan oleh penggunaan
model pembelajaran konvensional yang masih berpusat pada guru. Kondisi ini menyebabkan
siswa kurang memiliki kesempatan untuk berpartisipasi aktif, berdiskusi, maupun
mengembangkan kemampuan berpikir kritis. Pembelajaran yang didominasi metode ceramah
cenderung menempatkan siswa sebagai penerima informasi pasif, sehingga kurang mendorong
pengembangan keterampilan kognitif dan afektif yang diperlukan dalam pembelajaran abad ke-
21. Temuan Anggraini et al. (2023) menunjukkan bahwa strategi pembelajaran aktif berpengaruh
terhadap hasil belajar siswa. Selain itu, Marlina dan Hananto (2023) juga membuktikan bahwa
penerapan peer teaching dapat meningkatkan keterlibatan, motivasi, dan hasil belajar peserta
didik.
Dalam upaya mengatasi permasalahan tersebut, diperlukan inovasi melalui penggunaan
model pembelajaran yang lebih interaktif dan berpusat pada siswa (student-centered learning).
JISBI: Jurnal Ilmu Sosial dan Budaya Indonesia
Vol. 4, No. 1, Mei 2026, page: 100-111
E-ISSN: 3031-2957
102
Sarah Amalia et.al (Pengaruh Model Pembelajaran Index Card Match....)
Implementasi Kurikulum Merdeka yang ditetapkan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan,
Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek, 2023) semakin mengukuhkan pentingnya
transformasi pendekatan pembelajaran dari yang berpusat pada guru menuju pembelajaran yang
berpusat pada siswa dan berorientasi pada pengembangan kompetensi. Pembelajaran berpusat
pada siswa terbukti mampu meningkatkan keterlibatan, motivasi, dan capaian akademik siswa
secara lebih baik dibandingkan pendekatan konvensional (Lathifa et al., 2024). Salah satu model
yang dapat diterapkan adalah model pembelajaran Index Card Match, yakni bentuk pembelajaran
kooperatif aktif yang dirancang untuk meningkatkan keaktifan siswa melalui kegiatan
mencocokkan kartu soal dan jawaban. Dalam pelaksanaannya, siswa diberikan kartu yang berisi
pertanyaan atau jawaban dan diminta mencari pasangan yang sesuai, sehingga kegiatan ini
melibatkan aspek kognitif sekaligus melatih keterampilan sosial siswa (Anggraini et al., 2023).
Strategi ini sejalan dengan konsep active learning yang dikemukakan oleh Silberman (1996),
yaitu pembelajaran yang menempatkan siswa sebagai subjek aktif melalui kegiatan berpikir,
berdiskusi, memecahkan masalah, dan menerapkan materi yang dipelajari.
Model pembelajaran Index Card Match memiliki keunggulan dalam menciptakan suasana
pembelajaran yang menyenangkan dan tidak membosankan. Melalui aktivitas yang bersifat
permainan edukatif (learning by doing), siswa menjadi lebih termotivasi dan lebih mudah
memahami materi (Mediatati et al., 2024). Dari perspektif teori konstruktivisme Vygotski
(1978), model ini mendukung pembelajaran melalui interaksi sosial dan Zone of Proximal
Development (ZPD), di mana siswa belajar secara bermakna melalui kolaborasi dengan teman
sebaya. Penelitian yang dilakukan oleh Larasati et al. (2024) menunjukkan bahwa penggunaan
model Index Card Match dapat meningkatkan keaktifan dan hasil belajar siswa secara signifikan
dibandingkan dengan metode pembelajaran konvensional. Temuan ini diperkuat oleh hasil
penelitian Kisman et al. (2024) yang membuktikan bahwa metode Index Card Match dalam
pembelajaran kooperatif mampu meningkatkan capaian belajar siswa secara signifikan. Sejalan
dengan itu, Mustamiroh et al. (2023) menunjukkan bahwa model pembelajaran kooperatif tipe
Team Game Tournament berpengaruh terhadap hasil belajar siswa. Husna et al. (2023) juga
membuktikan bahwa model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Division
berpengaruh terhadap kemampuan berpikir kritis siswa. Dengan demikian, model pembelajaran
kooperatif aktif seperti Index Card Match dapat dipandang relevan untuk mengoptimalkan
keterlibatan, kemampuan berpikir, dan hasil belajar siswa melalui proses belajar yang
kolaboratif.
Model pembelajaran Index Card Match juga terbukti efektif dalam berbagai konteks mata
pelajaran. Sakti et al. (2024) menemukan peningkatan signifikan pada hasil belajar Bahasa
Indonesia siswa sekolah dasar setelah penerapan model ini. Oktaviani et al. (2024) juga
menemukan bahwa model Index Card Match secara aktif meningkatkan hasil belajar pada mata
pelajaran Pendidikan Pancasila. Muzakkir et al. (2024) mengonfirmasi efektivitas model ini
dalam pembelajaran Matematika di sekolah dasar.
Selain meningkatkan hasil belajar, model Index Card Match juga sejalan dengan tuntutan
Kurikulum Merdeka yang menekankan pembelajaran berpusat pada siswa serta pengembangan
keterampilan abad ke-21. Dalam kurikulum ini, siswa diharapkan mampu berpikir kritis, kreatif,
berkolaborasi, dan berkomunikasi (Sugiyanto et al., 2025). Model Index Card Match mendukung
pengembangan keterampilan tersebut karena dalam prosesnya siswa dituntut untuk aktif, bekerja
sama, serta berinteraksi dengan teman-temannya (Raipartiwi, 2022). Dalam konteks
pembelajaran kooperatif, Azlinda et al. (2023) menunjukkan bahwa penerapan metode
cooperative learning Gallery Walk dapat mendukung peningkatan hasil belajar siswa. Hasil
penelitian Mustamiroh et al. (2023) menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran
kooperatif berpengaruh terhadap hasil belajar siswa. Temuan tersebut diperkuat oleh Husna et
al. (2023) yang membuktikan bahwa model pembelajaran kooperatif dapat mendukung
kemampuan berpikir kritis siswa melalui aktivitas belajar yang melibatkan kerja sama dan
JISBI: Jurnal Ilmu Sosial dan Budaya Indonesia
Vol. 4, No. 1, Mei 2026, page: 100-111
E-ISSN: 3031-2957
103
Sarah Amalia et.al (Pengaruh Model Pembelajaran Index Card Match....)
interaksi antar peserta didik. Dalam konteks Kurikulum Merdeka, Ramadhan (2023)
menegaskan bahwa implementasi kurikulum tidak hanya berkaitan dengan perangkat ajar, tetapi
juga menuntut penyesuaian proses pembelajaran. Hal ini sejalan dengan Ramadhan (2024) yang
menyatakan bahwa sekolah perlu memiliki strategi dalam mengimplementasikan Kurikulum
Merdeka agar proses pembelajaran dapat berjalan lebih efektif. Selain itu, Allutfia dan
Setyaningsih (2023) menunjukkan bahwa kesiapan guru menjadi aspek penting dalam
pelaksanaan Kurikulum Merdeka, terutama dalam memilih strategi pembelajaran yang sesuai
dengan kebutuhan peserta didik.
Meskipun penelitian mengenai efektivitas model Index Card Match telah dilakukan di
berbagai konteks mata pelajaran seperti IPA, Matematika, Bahasa Indonesia, dan PPKn (Zahwa
& Erwin, 2022), penelitian yang secara spesifik menganalisis pengaruh model ini terhadap hasil
belajar pada mata pelajaran ekonomi, khususnya pada materi Indeks Harga di tingkat SMA,
masih sangat terbatas. Inilah gap penelitian yang menjadi dasar dilaksanakannya studi ini.
Kebaruan (novelty) penelitian ini terletak pada konteks penerapannya, yakni penerapan model
Index Card Match pada materi Indeks Harga di jenjang SMA yang belum banyak dieksplorasi
oleh peneliti sebelumnya. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk memberikan bukti
empiris mengenai pengaruh model pembelajaran Index Card Match terhadap hasil belajar siswa
pada materi Indeks Harga di melalui pembelajaran yang interaktif, inovatif, dan efektif di tingkat
SMA.
2. Metode
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian eksperimen semu
(quasi-experiment). Desain penelitian yang digunakan adalah one group pretest-posttest design,
di mana hasil perlakuan dapat diketahui lebih akurat karena memungkinkan perbandingan
kondisi sebelum dan sesudah perlakuan diberikan (Sugiyono, 2023). Pemilihan desain ini
didasarkan pada pertimbangan bahwa perubahan hasil belajar siswa dapat diamati secara
langsung melalui perbandingan nilai pretest dan posttest dalam satu kelompok eksperimen,
sehingga memudahkan pengukuran efektivitas intervensi pembelajaran (Muzakkir et al., 2024).
Arikunto (2021) menegaskan bahwa desain one group pretest-posttest cocok digunakan pada
penelitian yang bertujuan mengetahui dampak suatu perlakuan terhadap variabel terikat dengan
mengontrol kondisi awal subjek penelitian.
Penelitian dilaksanakan di SMA Negeri 1 Juli pada tahun ajaran 2025/ 2026. Populasi
penelitian adalah seluruh siswa kelas XI IPS SMA Negeri 1 Juli. Sampel penelitian berjumlah
32 siswa kelas XI IPS 1 yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling, yaitu teknik
pengambilan sampel berdasarkan pertimbangan dan tujuan tertentu (Amin et al., 2023).
Instrumen penelitian berupa tes pilihan ganda yang digunakan untuk mengukur pemahaman
siswa terhadap materi Indeks Harga. Penyusunan butir soal disesuaikan dengan ranah kognitif
pembelajaran, terutama pada aspek memahami, menerapkan, dan menganalisis. Syam et al.
(2023) menjelaskan bahwa ranah pendidikan berperan dalam memperkuat keterampilan abad ke-
21, termasuk kemampuan berpikir kritis dan pemecahan masalah. Selain itu, Nurhalimah et al.
(2024) menunjukkan pentingnya penyusunan materi dan latihan pembelajaran yang disesuaikan
dengan indikator kemampuan peserta didik. Oleh karena itu, indikator tes dalam penelitian ini
disusun untuk menggambarkan tingkat pemahaman, penerapan, dan analisis siswa terhadap
materi Indeks Harga. Sebelum digunakan, instrumen telah melalui uji validitas menggunakan
teknik korelasi product moment Pearson dan uji reliabilitas menggunakan formula Cronbach
Alpha untuk memastikan keakuratan dan keterandalan data yang dikumpulkan (Istiqomah et al.,
2025). Teknik pengumpulan data meliputi tes (pretest dan posttest), observasi sistematis, dan
dokumentasi untuk memperoleh gambaran komprehensif mengenai capaian belajar siswa.
Implementasi model Index Card Match dilaksanakan dalam beberapa tahapan sistematis:
(1) persiapan kartu soal dan jawaban yang berkaitan dengan materi Indeks Harga; (2) pembagian
JISBI: Jurnal Ilmu Sosial dan Budaya Indonesia
Vol. 4, No. 1, Mei 2026, page: 100-111
E-ISSN: 3031-2957
104
Sarah Amalia et.al (Pengaruh Model Pembelajaran Index Card Match....)
kartu secara acak kepada seluruh siswa; (3) siswa secara mandiri mencari pasangan kartu yang
sesuai; dan (4) setiap pasangan mempresentasikan hasil pencocokan di depan kelas untuk
konfirmasi jawaban dan penguatan konsep. Seluruh proses dirancang untuk mendorong
keterlibatan aktif siswa dan menciptakan atmosfer belajar yang menyenangkan sekaligus
bermakna (Raipartiwi, 2022).
Analisis data penelitian melibatkan uji prasyarat statistik, yakni uji normalitas menggunakan
Kolmogorov-Smirnov dan uji homogenitas Levene sebelum pengujian hipotesis. Pengujian
hipotesis dilakukan menggunakan Paired Sample T-Test untuk mengetahui perbedaan signifikan
antara nilai pretest dan posttest pada tingkat kepercayaan 95% = 0,05). Selain itu, dilakukan
perhitungan Normalized Gain (N-Gain) berdasarkan formula Hake (1999) untuk mengukur
efektivitas dan besaran peningkatan hasil belajar. Kategori N-Gain diklasifikasikan menjadi
rendah (g < 0,30), sedang (0,30 g < 0,70), dan tinggi (g 0,70). Seluruh analisis dilakukan
dengan bantuan perangkat lunak SPSS versi 26.0 (Putri & Prasetyaningrum, 2023).
3. Hasil dan Pembahasan
Hasil
Berdasarkan data yang dikumpulkan, terdapat perbedaan signifikan antara nilai pretest dan
posttest siswa. Tabel 1 menyajikan gambaran umum hasil belajar siswa:
Tabel 1. Gambaran Umum Hasil Belajar Siswa
No.
Nilai
Pretest
Posttest
1.
Terendah
0
65
2.
Tertinggi
68
98
3.
Rata-rata
37,23
81,03
4.
Standar Deviasi
14,78
6,26
5.
Varians
218,32
39,17
Berdasarkan Tabel 1, nilai rata-rata pretest siswa sebesar 37,23 meningkat menjadi 81,03
pada posttest. Hasil tersebut menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar setelah penerapan
model pembelajaran Index Card Match.
Untuk mengukur besaran peningkatan hasil belajar, digunakan perhitungan Normalized
Gain (N-Gain). Nilai N-Gain sebesar 0,68 dikategorikan sebagai peningkatan sedang sesuai
klasifikasi Hake. Tabel 2 menunjukkan distribusi kategori peningkatan hasil belajar siswa.
Berdasarkan Tabel 1 , dapat dilihat bahwa nilai rata-rata pretest siswa kelas XI SMA Negeri 1
Juli pada materi Indeks Harga adalah 37,23, sedangkan nilai rata-rata posttest meningkat menjadi
81,03. Ini menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar yang signifikan setelah penerapan
model pembelajaran Index Card Match.
Tabel 2. Peningkatan Hasil Belajar Siswa
Kategori Peningkatan
Jumlah Siswa
Rendah
1
Sedang
17
Tinggi
14
Dari Tabel 2, dapat dilihat bahwa sebagian besar siswa, yaitu 17 siswa (kategori sedang)
mengalami peningkatan hasil belajar yang cukup signifikan setelah penerapan model
pembelajaran Index Card Match. Selain itu, terdapat 14 siswa yang mengalami peningkatan
tinggi, menunjukkan bahwa model pembelajaran ini efektif dalam meningkatkan pemahaman
materi.
JISBI: Jurnal Ilmu Sosial dan Budaya Indonesia
Vol. 4, No. 1, Mei 2026, page: 100-111
E-ISSN: 3031-2957
105
Sarah Amalia et.al (Pengaruh Model Pembelajaran Index Card Match....)
Pengujian Hipotesis
Uji hipotesis dilakukan menggunakan Paired Sample T-Test untuk menguji perbedaan
signifikan antara hasil pretest dan posttest siswa setelah penerapan model Index Card Match.
Sebelumnya, uji normalitas menunjukkan bahwa data pretest dan posttest terdistribusi normal.
Hasil uji hipotesis disajikan pada Tabel 3.
Tabel 3. Paired Sample T-Test
Paired
Differences
Mean
Std.
Deviation
Std.
Error
Mean
T
df
Sig. (2-
tailed)
Pretest
Posttest
-43.81
15.70
2.78
49.47
31
0.000
Berdasarkan hasil uji T-Test, diperoleh nilai signifikansi 0,000 (p < 0,05). Dengan demikian,
H₀ ditolak dan Hₐ diterima, yang berarti terdapat pengaruh yang signifikan dari penerapan model
Index Card Match terhadap peningkatan hasil belajar siswa pada materi Indeks Harga.
Pembahasan
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran Index Card Match
berhasil meningkatkan hasil belajar siswa pada materi Indeks Harga di kelas XI SMA Negeri 1
Juli. Nilai rata-rata posttest (81,03) jauh lebih tinggi dibandingkan nilai rata-rata pretest (37,23),
dengan selisih peningkatan sebesar 43,80 poin. Temuan ini selaras dengan hasil penelitian
Larasati et al. (2024) yang menemukan bahwa model Index Card Match secara signifikan
meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Sosiologi di SMAN 8 Pandeglang. Selain
itu, penelitian Kisman et al. (2024) juga mengonfirmasi bahwa metode Index Card Match dalam
kerangka cooperative learning mampu meningkatkan capaian akademik siswa secara nyata.
Peningkatan hasil belajar yang signifikan ini dapat dijelaskan secara teoritis melalui
beberapa perspektif. Pertama, dari perspektif teori belajar konstruktivisme Vygotski (1978),
model Index Card Match memfasilitasi proses pembelajaran bermakna (meaningful learning)
yang sesungguhnya, di mana siswa secara aktif membangun pemahaman mereka sendiri melalui
interaksi dengan kartu soal, interaksi dengan teman sebaya, dan interaksi dengan konten materi
pelajaran. Interaksi sosial yang intensif dalam proses pencocokan kartu menciptakan kondisi
pembelajaran dalam Zone of Proximal Development (ZPD), di mana siswa yang lebih mampu
membantu siswa lainnya untuk mencapai pemahaman yang lebih tinggi. Kedua, dari perspektif
teori pembelajaran kooperatif yang dikembangkan oleh Slavin (1995), model ini mengaktifkan
dinamika kelompok yang positif, mendorong saling ketergantungan yang produktif antar siswa,
dan menghasilkan pencapaian akademik yang lebih tinggi dibandingkan pembelajaran
individual.
Pembelajaran kooperatif yang diterapkan dalam model ini memberi kesempatan kepada
siswa untuk berkolaborasi, berdiskusi, dan saling membantu, yang secara bersamaan
meningkatkan keterampilan sosial dan memperkuat pemahaman materi (Hasanah & Himami,
2021). Temuan ini sejalan dengan temuan Anggraini et al. (2023) yang menunjukkan bahwa
strategi pembelajaran aktif berpengaruh terhadap hasil belajar siswa. Hal tersebut memperkuat
bahwa keterlibatan langsung siswa dalam proses pembelajaran dapat membantu meningkatkan
pemahaman terhadap materi. Selain itu, Husna et al. (2023) menemukan bahwa model
pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Division berpengaruh terhadap
kemampuan berpikir kritis siswa. Mustamiroh et al. (2023) juga menunjukkan bahwa model
pembelajaran kooperatif tipe Team Game Tournament berpengaruh terhadap hasil belajar siswa.
JISBI: Jurnal Ilmu Sosial dan Budaya Indonesia
Vol. 4, No. 1, Mei 2026, page: 100-111
E-ISSN: 3031-2957
106
Sarah Amalia et.al (Pengaruh Model Pembelajaran Index Card Match....)
Dengan demikian, hasil penelitian ini memperkuat pandangan bahwa pembelajaran aktif dan
kooperatif dapat mendorong siswa untuk lebih terlibat dalam proses belajar, sehingga berdampak
positif terhadap hasil belajar.
Dari perspektif Kurikulum Merdeka, model pembelajaran Index Card Match merupakan
implementasi konkret dari paradigma pembelajaran yang berpusat pada siswa sebagaimana
diamanatkan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi
(Kemendikbudristek, 2023). Kurikulum Merdeka mendorong terciptanya suasana pembelajaran
yang aman, nyaman, menyenangkan, dan bermakna bagi setiap siswa. Dalam proses pencocokan
kartu, siswa tidak hanya menerima pengetahuan secara pasif, melainkan secara aktif mencari,
memproses, dan mengonstruksi pengetahuan mereka sendiri. Prinsip ini sejalan dengan konsep
student-centered learning yang menjadi landasan Kurikulum Merdeka, di mana siswa berperan
sebagai aktor aktif dalam proses konstruksi pengetahuan (Lathifa et al., 2024). Ramadhan (2023)
menjelaskan bahwa implementasi Kurikulum Merdeka menuntut penyesuaian pada aspek
perangkat dan proses pembelajaran. Selanjutnya, Ramadhan (2024) menegaskan bahwa sekolah
perlu menyusun strategi agar pelaksanaan Kurikulum Merdeka dapat berjalan sesuai dengan
karakteristik peserta didik dan kebutuhan pembelajaran. Allutfia dan Setyaningsih (2023) juga
menunjukkan bahwa kesiapan guru menjadi faktor penting dalam menghadapi Kurikulum
Merdeka, termasuk dalam memilih model pembelajaran yang aktif, kolaboratif, dan sesuai
dengan karakteristik materi.
Nilai N-Gain sebesar 0,68 yang dikategorikan sebagai peningkatan sedang memiliki makna
yang penting untuk diinterpretasikan secara kontekstual. Kategori sedang ini bukan berarti model
kurang efektif, melainkan mengindikasikan adanya potensi pengembangan lebih lanjut.
Ratansari et al. (2024) menemukan bahwa penggunaan model Index Card Match yang
dikombinasikan dengan pendekatan pembelajaran berbasis masalah atau media digital dapat
menghasilkan peningkatan yang lebih tinggi. Sejalan dengan itu, Haryadi et al. (2024)
menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran discovery learning berpengaruh terhadap
hasil belajar siswa, sehingga penggunaan model pembelajaran aktif dan inovatif dapat menjadi
salah satu strategi untuk meningkatkan capaian belajar. Sari et al. (2023) menunjukkan bahwa
penggunaan media pembelajaran game edukasi berbasis Kahoot berpengaruh terhadap
kemampuan berpikir kritis siswa. Yulistian et al. (2023) juga menunjukkan bahwa media
pembelajaran berbasis YouTube dapat meningkatkan minat belajar peserta didik. Selain itu,
Natasya et al. (2024) membuktikan bahwa penggunaan e-modul berbasis pendekatan saintifik
dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Kumara dan Dewangga (2024) juga menegaskan bahwa
penggunaan model pembelajaran e-learning berperan dalam meningkatkan kualitas
pembelajaran melalui pemanfaatan teknologi dalam proses belajar. Oleh karena itu, penelitian
selanjutnya dapat mengeksplorasi pengembangan model Index Card Match dengan dukungan
media digital agar proses pembelajaran menjadi lebih interaktif, menarik, dan efektif.
Terdapat satu siswa (3,13%) yang mengalami peningkatan hasil belajar dalam kategori
rendah. Hal ini dapat disebabkan oleh faktor-faktor individual seperti perbedaan kemampuan
awal, motivasi intrinsik, dan tingkat keterlibatan aktif selama proses pembelajaran. Yulianti et
al. (2023) menunjukkan bahwa motivasi belajar individual memiliki pengaruh besar terhadap
peningkatan hasil belajar siswa, sehingga diperlukan pendekatan personal yang lebih intensif
untuk siswa dengan gaya belajar dan karakteristik tertentu. Faktor efikasi diri (self-efficacy)
akademik juga berperan penting dalam menentukan keterlibatan dan hasil belajar siswa,
sebagaimana dibuktikan oleh penelitian (Putri & Prasetyaningrum, 2023). Oleh karena itu, guru
JISBI: Jurnal Ilmu Sosial dan Budaya Indonesia
Vol. 4, No. 1, Mei 2026, page: 100-111
E-ISSN: 3031-2957
107
Sarah Amalia et.al (Pengaruh Model Pembelajaran Index Card Match....)
perlu memberikan perhatian dan bimbingan tambahan bagi siswa yang menunjukkan
peningkatan rendah agar seluruh siswa dapat mencapai hasil belajar yang optimal.
Secara keseluruhan, temuan penelitian ini memberikan bukti empiris yang kuat bahwa
model pembelajaran Index Card Match merupakan strategi pembelajaran efektif untuk
meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPS, khususnya materi Indeks Harga.
Efektivitas model ini dapat dijelaskan melalui beberapa mekanisme ilmiah: (1) aktivitas
pencocokan kartu mendorong proses retrieval practice yang terbukti meningkatkan retensi
memori jangka panjang; (2) nuansa permainan dalam pembelajaran mengurangi kecemasan
belajar dan meningkatkan motivasi intrinsik siswa; (3) interaksi sosial yang intens selama
kegiatan mendorong elaborasi kognitif yang lebih mendalam; dan (4) konfirmasi jawaban di
depan kelas memberikan umpan balik segera yang memperkuat pemahaman konsep (Anggraini
et al., 2023). Hasil ini mendukung rekomendasi dari berbagai penelitian terdahulu bahwa inovasi
dalam metode pembelajaran, termasuk penggunaan model kooperatif aktif, merupakan
kebutuhan mendesak dalam upaya peningkatan kualitas pendidikan IPS di tingkat SMA (Amin
et al., 2023).
Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan yang telah dipaparkan, dapat ditarik
kesimpulan bahwa penerapan model pembelajaran Index Card Match berpengaruh signifikan
terhadap peningkatan hasil belajar siswa pada materi Indeks Harga di kelas XI SMA Negeri 1
Juli. Hal ini dibuktikan oleh peningkatan nilai rata-rata dari 37,23 (pretest) menjadi 81,03
(posttest), nilai N-Gain sebesar 0,68 yang termasuk kategori sedang, dan hasil uji Paired Sample
T-Test dengan nilai signifikansi 0,000 (p < 0,05) yang mengonfirmasi perbedaan yang sangat
signifikan secara statistis antara hasil pretest dan posttest siswa.
Model pembelajaran Index Card Match menunjukkan kecenderungan efektif dalam
meningkatkan hasil belajar siswa pada materi Indeks Harga. karena: (1) mendorong keterlibatan
aktif seluruh siswa dalam proses pembelajaran; (2) menciptakan suasana belajar yang
menyenangkan dan bebas kecemasan; (3) memfasilitasi interaksi sosial dan kolaborasi antar
siswa yang mendukung proses konstruksi pengetahuan; (4) sejalan dengan prinsip pembelajaran
konstruktivistik yang ditekankan oleh Vygotski (1978); serta (5) mendukung implementasi
Kurikulum Merdeka yang menekankan student-centered learning dan pengembangan
keterampilan abad ke-21.
4. Kesimpulan
Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan, dapat disimpulkan bahwa penerapan model
pembelajaran Index Card Match berpengaruh signifikan terhadap peningkatan hasil belajar siswa
pada materi Indeks Harga di kelas XI SMA Negeri 1 Juli. Nilai rata-rata posttest (81,03)
meningkat secara signifikan dibandingkan nilai rata-rata pretest (37,23), dengan nilai N-Gain
sebesar 0,68 (kategori sedang). Hasil uji Paired Sample T-Test menunjukkan nilai signifikansi
0,000 (p < 0,05), membuktikan adanya pengaruh positif dan signifikan dari penerapan model
Index Card Match terhadap hasil belajar siswa.
Model pembelajaran Index Card Match terbukti efektif karena mendorong keterlibatan aktif
siswa, menciptakan suasana belajar yang menyenangkan, serta memfasilitasi interaksi sosial
yang mendukung pemahaman materi. Berdasarkan temuan ini, penelitian merekomendasikan
agar guru IPS/ Ekonomi di SMA menerapkan model pembelajaran Index Card Match sebagai
alternatif inovatif, khususnya pada materi yang bersifat konseptual seperti Indeks Harga. Bagi
peneliti selanjutnya, disarankan untuk mengeksplorasi kombinasi model Index Card Match
dengan media pembelajaran digital guna memperoleh peningkatan hasil belajar yang lebih
optimal.
JISBI: Jurnal Ilmu Sosial dan Budaya Indonesia
Vol. 4, No. 1, Mei 2026, page: 100-111
E-ISSN: 3031-2957
108
Sarah Amalia et.al (Pengaruh Model Pembelajaran Index Card Match....)
5. Daftar Pustaka
Allutfia, F. T., & Setyaningsih, M. (2023). Analisis kesiapan guru dalam menghadapi Kurikulum
Merdeka mata pelajaran IPAS kelas IV. Academy of Education Journal, 14(2), 326338.
https://doi.org/10.47200/aoej.v14i2.1656
Amin, N. F., Garancang, S., & Abunawas, K. (2023). Konsep umum populasi dan sampel dalam
penelitian. Jurnal Pilar, 14(1), 1531. https://doi.org/https://doi.org/10.26618/whw41w62
Anggraini, E. A., Maulia, S. T., & Salam, M. (2023). Pengaruh strategi pembelajaran aktif
critical incident (pengalaman penting) terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran
PPKn kelas VIII SMPN 3 Kota Jambi. Academy of Education Journal, 14(2), 15571571.
https://doi.org/10.47200/aoej.v14i2.2120
Arikunto, S. (2021). Prosedur penelitian: Suatu pendekatan praktik (Ed. Rev). Rineka Cipta.
Assa, F., Masinambow, D. A., Supit, D., Lumapow, H. R., & Jacobus, S. (2023). Model
pembelajaran problem based learning untuk meningkatkan hasil belajar IPS pada siswa
sekolah dasar. Jurnal Educatio FKIP UNMA, 10(1), 1722.
https://doi.org/10.31949/educatio.v10i1.6167
Azlinda, N., Syamsuyurnita, S., Sari, S. P., & Nasution, I. S. (2023). Implementation of
cooperative learning method Gallery Walk in improving students’ science learning
outcomes in Muhammadiyah Kampung Bharu Malaysia guidelines. Academy of Education
Journal, 14(2), 811820. https://doi.org/10.47200/aoej.v14i2.1921
Fadillah, N., & Bowo, A. N. A. (2021). Peran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan bagi
masa depan bangsa. Academy of Social Science and Global Citizenship Journal, 1(1), 15
22. https://doi.org/10.47200/aossagcj.v1i1.1596
Hake, R. R. (1999). Analyzing change/gain scores. Indiana University.
Haryadi, R., Antarnusa, G., & Apriliyanti, S. (2024). Pengaruh model pembelajaran discovery
learning terintegrasi ayat-ayat Al-Quran terhadap hasil belajar fisika dan sikap spiritual
siswa Ponpes Modern As-Sa’adah pada materi gerak melingkar. Academy of Education
Journal, 15(1), 10011013. https://doi.org/10.47200/aoej.v15i1.2342
Hasanah, Z., & Himami, A. S. (2021). Model pembelajaran kooperatif dalam menumbuhkan
keaktifan belajar siswa. Irsyaduna: Jurnal Studi Kemahasiswaaan, 1(1), 113.
https://doi.org/10.54437/irsyaduna.v1i1.236
Husna, F. L., Salam, M., & Hakim, M. L. (2023). Pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe
Student Teams Achievement Division (STAD) terhadap kemampuan berpikir kritis siswa
kelas VIII pada mata pelajaran PPKn di SMP Negeri 10 Kota Jambi. Academy of Education
Journal, 14(2), 446456. https://doi.org/10.47200/aoej.v14i2.1714
Istiqomah, L., Riyadi, A. A., & Mustamir, A. K. (2025). Kontribusi penilaian autentik pada mata
pelajaran tematik motivasi belajar terhadap hasil belajar siswa kelas III di MI Khunuzun
Naja Purwoasri. Jurnal Pengembangan Pendidikan, 9(3), 46924698.
https://journal.fexaria.com/j/index.php/jpp/article/view/502
Kemendikbudristek. (2023). Keputusan Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen
Pendidikan Nomor 033/H/KR/2023 tentang capaian pembelajaran pada pendidikan anak
usia dini, jenjang pendidikan dasar, dan jenjang pendidikan menengah pada Kurikulum
Merdeka.
JISBI: Jurnal Ilmu Sosial dan Budaya Indonesia
Vol. 4, No. 1, Mei 2026, page: 100-111
E-ISSN: 3031-2957
109
Sarah Amalia et.al (Pengaruh Model Pembelajaran Index Card Match....)
Kisman, Nur, R., Ammade, S., Latifa, A., & Larekeng, S. H. (2024). Cooperative learning: Index
Card Match method in increasing students’ English learning outcome. JLE: Journal of
Literate of English Education Study Program, 5(1), 106115.
https://doi.org/10.47435/jle.v5i1.3058
Kumara, F. R., & Dewangga, M. T. S. (2024). Peranan penggunaan model pembelajaran e-
learning dalam meningkatkan kualitas pembelajaran. Academy of Education Journal,
15(1), 288292. https://doi.org/10.47200/aoej.v15i1.2164
Larasati, L., Kuntari, S., & Widiansyah, S. (2024). ). Pengaruh model pembelajaran Index Card
Match dalam meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran sosiologi di SMAN 8
Pandeglang. Jurnal Pendidikan Tambusai, 8(2), 3287332880.
https://jptam.org/index.php/jptam/article/view/18492
Lathifa, N. N., Anisa, K., Handayani, S., & Gusmaneli, G. (2024). Strategi pembelajaran
kooperatif dalam meningkatkan motivasi belajar siswa. CENDEKIA: Jurnal Ilmu Sosial,
Bahasa Dan Pendidikan, 4(2), 6981. https://doi.org/10.55606/cendikia.v4i2.2869
Marlina, R., & Hananto, H. (2023). Pengaruh penerapan peer teaching terhadap tingkat
keterlibatan (student engagement), motivasi, dan hasil belajar peserta didik kelas X SMA
Global Prestasi pada materi trigonometri. Academy of Education Journal, 14(2), 873889.
https://doi.org/10.47200/aoej.v14i2.1938
Mediatati, N., Jati, D. H. P., & Situmorang, J. S. M. (2024). Metode Index Card Match untuk
meningkatkan keaktifan dan motivasi belajar siswa dalam pembelajaran PPKn. Journal of
Education Action Research, 8(3), 540546. https://doi.org/10.23887/jear.v8i3.84331
Mustamiroh, M., Sutja, A., & Maulia, S. T. (2023). Pengaruh model pembelajaran kooperatif
tipe Team Game Tournament (TGT) terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran
PPKn kelas VIII di SMP Negeri 5 Muaro Jambi. Academy of Education Journal, 14(2),
14691476. https://doi.org/10.47200/aoej.v14i2.2116
Muzakkir, A. M., Saleh, S. F., & Ma’Rup. (2024). Pengaruh metode Index Card Match terhadap
hasil belajar siswa pada pembelajaran matematika di kelas IV SDN 202 Inpres
Pattallassang. Jurnal Riset Dan Evaluasi Pendidikan, 1(4), 230242.
https://doi.org/https://doi.org/10.51574/jrep.v1i4.2152
Natasya, A., Supiani, T., & Hidayah, N. (2024). Peningkatan hasil belajar melalui penggunaan
e-modul tata rias geriatri berbasis pendekatan saintifik pada siswa kelas XI Tata
Kecantikan SMKN 27 Jakarta. Academy of Education Journal, 15(2), 12841299.
https://doi.org/10.47200/aoej.v15i2.2429
Nurhalimah, I., Iswara, P. D., & Aeni, A. N. (2024). Pengembangan aplikasi Android dalam
pembelajaran menulis cerita di sekolah dasar. Academy of Education Journal, 15(1), 102
120. https://doi.org/10.47200/aoej.v15i1.2135
Oktaviani, L., Marzuki, & Aulia, U. Y. (2024). Active learning models type Index Card Match:
Improve the learning outcomes students in the Pancasila Education. Mimbar Ilmu, 29(2),
228238. https://doi.org/10.23887/mi.v29i2.73644
Putri, H. A. K., & Prasetyaningrum, S. (2023). Dampak efikasi diri akademik terhadap
keterlibatan siswa pada remaja. Cognicia, 11(2), 99105.
https://doi.org/10.22219/cognicia.v11i2.28486
JISBI: Jurnal Ilmu Sosial dan Budaya Indonesia
Vol. 4, No. 1, Mei 2026, page: 100-111
E-ISSN: 3031-2957
110
Sarah Amalia et.al (Pengaruh Model Pembelajaran Index Card Match....)
Raipartiwi, N. K. (2022). Penerapan metode Index Card Match untuk meningkatkan keaktifan
dan hasil belajar siswa. Indonesian Journal of Educational Development, 2(4), 589598.
https://doi.org/10.5281/zenodo.6203533
Ramadhan, I. (2023). Dinamika implementasi Kurikulum Merdeka di sekolah pada aspek
perangkat dan proses pembelajaran. Academy of Education Journal, 14(2), 622634.
https://doi.org/10.47200/aoej.v14i2.1835
Ramadhan, I. (2024). Strategi sekolah menengah pertama dalam mengimplementasikan
Kurikulum Merdeka. Academy of Education Journal, 15(1), 250257.
https://doi.org/10.47200/aoej.v15i1.2162
Ratansari, K., Zaeni, A., Mar’atus Sholihah, Dasuki, M., & Nurhidayati, T. (2024). The effect of
using the Index Card Match learning model on student learning outcome in mathematic
subject in elementary school. International Conference on Humanity Education and
Society (ICHES), 3(1). https://proceedingsiches.com/index.php/ojs/article/view/225
Sakti, M. B., Mailani, E., Simbolon, N., Ambarita, D. F. P., & Sembiring, M. M. (2024).
Pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe Index Card Match terhadap hasil belajar
Bahasa Indonesia siswa kelas V SD Negeri 101885 Kiri Hilir T.A 2024/2025. Jurnal
Pendidikan Tambusai, 8(3), 4470644715.
https://jptam.org/index.php/jptam/article/view/21181
Sari, N., Irwan, I., & Candra, A. A. (2023). Pengaruh penggunaan media pembelajaran game
edukasi berbasis Kahoot terhadap kemampuan berpikir kritis siswa pada mata pelajaran
PPKn di kelas X Perhotelan SMK Negeri 6 Kota Jambi. Academy of Education Journal,
14(2), 606615. https://doi.org/10.47200/aoej.v14i2.1815
Silberman, M. L. (1996). Active learning: 101 strategies to teach any subject. Allyn and Bacon.
Slavin, R. E. (1995). Cooperative learning: Theory, research, and practice (2nd Ed.). Allyn and
Bacon.
Sugiyanto, Lisnawati, A., Bagavadgitha, A., Shopatunnisa, N., & Nita Rahmawati, T. (2025).
Transformasi peran pendidik di era digital. Academy of Social Science and Global
Citizenship Journal, 5(2), 5763.
https://jurnal.ucy.ac.id/index.php/AoSSaGCJ/article/view/3238/3002
Sugiyono. (2023). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D (Cetakan Ke). Alfabeta.
Syam, C., Olendo, Y. O., Putra, Z. A. W., & Dewantara, J. A. (2023). Relevansi nilai-nilai
Pancasila terhadap ranah pendidikan sebagai penguat keterampilan di abad 21. Academy
of Education Journal, 14(2), 12751284. https://doi.org/10.47200/aoej.v14i2.2034
Vygotski, L. S. (1978). Mind in society: The development of higher psychological processes (M.
Cole, S. Stein, & A. Sekula, Eds.). Harvard University Press.
Yulianti, Y., Ahmad, R. S., & Torro, S. (2023). Pengaruh pretest dan posttest terhadap motivasi
belajar sosiologi pada siswa kelas XI IPS di UPT SMA Negeri 2 Jeneponto. Jurnal
Pendidikan Dan Ilmu Sosial (JUPENDIS), 2(1), 236245.
https://doi.org/10.54066/jupendis.v2i1.1211
Yulistian, Y., Bahrudin, F. A., & Lestari, R. Y. (2023). Penggunaan media pembelajaran berbasis
YouTube dalam meningkatkan minat belajar peserta didik. Academy of Education Journal,
14(2), 289304. https://doi.org/10.47200/aoej.v14i2.1654
JISBI: Jurnal Ilmu Sosial dan Budaya Indonesia
Vol. 4, No. 1, Mei 2026, page: 100-111
E-ISSN: 3031-2957
111
Sarah Amalia et.al (Pengaruh Model Pembelajaran Index Card Match....)
Zahwa, N. R., & Erwin, E. (2022). Pengaruh model pembelajaran Index Card Match terhadap
motivasi belajar IPA siswa sekolah dasar. Jurnal Basicedu, 6(4), 75037509.
https://doi.org/10.31004/basicedu.v6i4.3538