Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan dan Politik (JPKP)
Vol. 3, No. 2, Desember 2025, page: 103-108
E-ISSN: 3025-9843
103 103
Fifi Fatmawati et.al (Penerapan Metode Demonstrasi Untuk....)
Penerapan Metode Demonstrasi Untuk Meningkatkan
Hasil Belajar Siswa Mata Pelajaran PPKn VIII MTs
Anwar Futuhiyyah
Fifi Fatmawati
a,1
, Heri Kurnia
b,2*
a
CV. Kurnia Grup, Wirokerten, Banguntapan, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta
b
Universitas Pamulung, Jl. Raya Puspitek, Buaran, Kecamatan Pamulung, Kota Tangerang Selatan, Banten
Email:
1
fififatmawati34@gmail.com,
2*
dosen03087@unpam.ac.id
INFO ARTIKEL
ABSTRAK
Sejarah Artikel:
Diterima: 16 September 2025
Direvisi: 18 Oktober 2025
Disetujui: 20 November 2025
Tersedia Daring: 1 Desember
2025
Peningkatan hasil belajar siswa merupakan tujuan utama dalam
konteks pendidikan. Metode pengajaran yang efektif dapat menjadi
kunci dalam mencapai tujuan tersebut. Salah satu metode yang dapat
diterapkan adalah metode demonstrasi. Tujuan penelitian ini adalah
untuk mengeksplorasi penerapan metode demonstrasi dan dampaknya
terhadap hasil belajar siswa. Metode demonstrasi adalah strategi
pengajaran yang melibatkan penggunaan contoh langsung, pemodelan,
atau tampilan praktis dari konsep atau keterampilan yang diajarkan.
Dalam penelitian ini, metode demonstrasi diterapkan dalam
lingkungan kelas untuk memfasilitasi pemahaman siswa dan
meningkatkan hasil belajar mereka. Penelitian ini menggunakan
pendekatan penelitian tindakan kelas (PTK) yang seharusnya
melibatkan guru dan siswa dalam proses penelitian. Namun disini
penelitian ini hanya melibatkan guru, dikarenakan siswa sudah
melaksanakan Ulangan Akhir Semester. Data dikumpulkan melalui
observasi dan wawancara kepada guru mata pelajaran PPKN. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode demonstrasi
memiliki dampak positif terhadap hasil belajar siswa. Penerapan
metode demonstrasi memungkinkan siswa untuk melihat dan
mengalami konsep atau keterampilan yang diajarkan secara langsung.
Hal ini memungkinkan siswa untuk mengembangkan pemahaman yang
lebih baik dan memperkuat keterampilan mereka melalui pengamatan
dan partisipasi aktif.
Kata Kunci:
Metode Demonstrasi
Hasil Belajar
Siswa
ABSTRACT
Keywords:
Demonstration Method
Learning Outcomes
Students
Improving student learning outcomes is a primary goal in the context of
education. Effective teaching methods can be key to achieving these
goals. One method that can be applied is the demonstration method. The
purpose of this study was to explore the application of the demonstration
method and its impact on student learning outcomes. The demonstration
method is a teaching strategy that involves the use of direct examples,
modeling, or practical displays of concepts or skills being taught. In this
study, the demonstration method was applied in a classroom
environment to facilitate student understanding and improve their
learning outcomes. This study used a classroom action research (CAR)
approach that should involve teachers and students in the research
process. However, here this study only involved teachers, because
students had already taken the Final Semester Exam. Data were collected
through observation and interviews with PPKN subject teachers. The
results showed that the application of the demonstration method had a
positive impact on student learning outcomes. The application of the
demonstration method allows students to see and experience the
concepts or skills being taught directly. This allows students to develop a
better understanding and strengthen their skills through observation and
active participation.
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan dan Politik (JPKP)
Vol. 3, No. 2, Desember 2025, page: 103-108
E-ISSN: 3025-9843
104 104
Fifi Fatmawati et.al (Penerapan Metode Demonstrasi Untuk....)
©2025, Fifi Fatmawati, Heri Kurnia
This is an open access article under CC BY-SA license
1. Pendahuluan
Pendidikan mempunyai peranan yang begitu penting untuk mengembangkan manusia
yang berkualitas. Kegiatan pendidikan adalah sebuah sistem sebagai sebuah sistem pendidikan
yang memuat beberapa komponen-komponen tertentu yang saling mempengaruhi dan
menentukan. Pendidikan sebagai sebuah sistem terdiri dari sebuah komponen, adapun
komponen yang mempengaruhi diantaranya adalah sistem kurikulum, sistem pada proses
pembelajaran yang menyangkut hubungan antara guru dan peserta didik, sarana dan prasarana
yang menjunjung pelaksanaan pembelajaran serta lingkungan sekitarnya. Jika salah satu
komponen tidak ada maka pendidikan tidak dapat berfungsi dengan baik. Misalnya jika tidak
ada guru maka proses belajar mengajar tidak berjalan dengan baik (Izma & Kesuma, 2019).
Dalam Undang-Undang No 20 Tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional yang
menyatakan bahwa pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana
belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi
dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian,
kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan
negara. Pembelajaran pada dasarnya suatu proses yang memerlukan penenangan secara
profesional sebab suatu pembelajaran yang profesional tidak hanya membutuhkan penguasaan
terhadap keterampilan-keterampilan untuk mengajar tetapi juga penguasaan terhadap apa yang
akan diajarkannya.
Pendidikan merupakan salah satu aspek penting dalam pembentukan generasi masa depan
yang berkualitas. Dalam rangka mencapai tujuan tersebut, penting bagi kita sebagai pendidik
untuk menggunakan metode-metode pembelajaran yang efektif dan inovatif guna
meningkatkan hasil belajar siswa. Salah satu metode yang dapat diterapkan adalah metode
demonstrasi. Metode demonstrasi adalah suatu pendekatan pembelajaran di mana guru secara
langsung memperlihatkan atau menunjukkan kepada siswa tentang konsep, prosedur, atau
keterampilan yang ingin dipelajari. Metode ini memungkinkan siswa untuk melihat secara
langsung bagaimana suatu konsep diterapkan dalam konteks nyata, sehingga mereka dapat
memahami dengan lebih baik. Pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila dan
Kewarganegaraan di kelas VIII MTS Anwar Futuhiyyah, penerapan metode demonstrasi
memiliki peran yang penting dalam meningkatkan hasil belajar siswa. Dalam mata pelajaran
PPKN, siswa perlu memahami nilai-nilai kebangsaan, hak dan kewajiban sebagai warga
negara, serta proses demokrasi yang berlaku di negara.
Dengan menerapkan metode demonstrasi, guru dapat secara visual dan interaktif
menjelaskan konsep-konsep tersebut kepada siswa. Misalnya, guru dapat menunjukkan
bagaimana pelaksanaan pemilihan umum berlangsung dengan melakukan simulasi pemilihan
ketua kelas di dalam kelas. Siswa dapat melihat dan mengikuti setiap tahapan pemilihan
tersebut, sehingga mereka dapat memahami secara praktis bagaimana demokrasi bekerja
dalam kehidupan sehari-hari. Metode demonstrasi merupakan metode mengajar dengan
menggunakan peragaan untuk menjelaskan suatu pengertian atau memperlihatkan bagaimana
berjalannya suatu proses pembentukan pembelajaran terhadap siswa. Sekarang telah banyak
ditemukan bahwa kualitas pembelajaran akan meningkat, jika para siswa memperoleh
kesempatan yang luas untuk bertanya, berdiskusi, dan menggunakan secara aktif pengetahuan
baru yang diperoleh. Maka metode demonstrasi dapat menguatkan pemahaman belajar siswa,
dikarenakan metode demonstrasi membahas tentang keingin tahuan siswa dalam mempelajari
materi dan memperagakan bahan yang diajarkan guru didepan kelas.
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan dan Politik (JPKP)
Vol. 3, No. 2, Desember 2025, page: 103-108
E-ISSN: 3025-9843
105 105
Fifi Fatmawati et.al (Penerapan Metode Demonstrasi Untuk....)
Metode demostrasi adalah metode yang digunakan oleh guru atau siswa untuk
mempertunjukkan gerakan-gerakan suatu proses dengan prosedur yang benar disertai dengan
keterangan-keterangan kepada seluruh dunia. Dalam metode demonstrasi siswa mengamati
dengan teliti dan saksama serta dengan penuh perhatian dan partisipasi. Setiap metode
pembelajaran memiliki kelebihannya masing-masing, terkadang tidak dimiliki oleh metode
atau model pembelajaran lainnya. Tujuan pengajaran menggunakan metode demonstrasi
adalah memperhatikan proses terjadinya suatu peristiwa sesuai materi yang diajarkan, cara
pencapaian dan kemudian untuk dipahami oleh siswa dalam pengajaran keras. Selain itu,
metode demonstrasi juga memungkinkan siswa untuk melihat contoh konkret tentang
penerapan nilai-nilai kebangsaan dalam berbagai situasi. Misalnya, guru dapat
mendemonstrasikan bagaimana toleransi diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari melalui
peran-play atau skenario yang dihadirkan di dalam kelas. Siswa dapat mengamati dan
memahami pentingnya sikap saling menghormati, menghargai perbedaan, dan menjunjung
tinggi persatuan dan kesatuan.
Dengan demikian, penerapan metode demonstrasi dalam pembelajaran PPKN di kelas
VIII MTS Anwar Futuhiyyah dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Melalui pendekatan
visual dan interaktif, siswa dapat memperoleh pemahaman yang lebih baik tentang konsep-
konsep PPKN dan mampu mengaitkannya dengan kehidupan nyata. Hal ini dapat membantu
siswa dalam mengembangkan keterampilan berpikir kritis, kemampuan sosial, serta
kepedulian terhadap nilai-nilai kebangsaan.
2. Metode
Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian tindakan kelas (PTK) yang bertujuan
untuk memperbaiki dan meningkatkan proses serta hasil pembelajaran di kelas. Data
dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi yang telah didapatkan.
Penelitian dilaksanakan secara berdaur (siklus) yang mencakup empat tahapan, yaitu
perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Setiap siklus dilakukan untuk
mengidentifikasi permasalahan pembelajaran, merancang tindakan perbaikan, melaksanakan
tindakan, serta mengevaluasi hasilnya untuk menentukan langkah selanjutnya. Dengan
demikian, penelitian ini diharapkan mampu memberikan dampak positif terhadap peningkatan
kualitas pembelajaran secara berkelanjutan
3. Hasil dan Pembahasan
Madrasah Tsanawiyah (MTs) Anwar Futuhiyyah telah menggunakan Kurikulum 2013 (K-
13) dalam mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PPKN). Namun, sebagai bagian dari
rencana pengembangan pendidikan, sekolah ini berencana untuk menerapkan Kurikulum
Merdeka mulai dari tahun ajaran 2023/2024. Kurikulum Merdeka merupakan sebuah
pendekatan pembelajaran yang bertujuan untuk memberikan kebebasan kepada sekolah dalam
menyusun dan mengatur kurikulum sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik peserta
didiknya. Dengan Kurikulum Merdeka, MTs Anwar Futuhiyyah berkomitmen untuk
memberikan pendidikan yang lebih relevan dan responsif terhadap perkembangan zaman.
Kurikulum ini memungkinkan sekolah untuk mengintegrasikan mata pelajaran yang relevan,
mengembangkan kegiatan ekstrakurikuler yang kreatif, dan menyesuaikan metode
pembelajaran sesuai dengan kebutuhan siswa.
Selain itu, penggunaan Kurikulum Merdeka juga akan memberikan ruang yang lebih besar
bagi guru untuk berinovasi dalam menyajikan materi pembelajaran, mengeksplorasi berbagai
sumber daya, dan memanfaatkan teknologi informasi yang ada. Hal ini diharapkan dapat
meningkatkan minat dan motivasi belajar siswa, serta mempersiapkan mereka dengan lebih
baik dalam menghadapi tantangan global di masa depan yang akan datang.
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan dan Politik (JPKP)
Vol. 3, No. 2, Desember 2025, page: 103-108
E-ISSN: 3025-9843
106 106
Fifi Fatmawati et.al (Penerapan Metode Demonstrasi Untuk....)
Penerapan Kurikulum Merdeka di MTs Anwar Futuhiyyah diharapkan dapat menjadi
contoh inspiratif bagi sekolah-sekolah lain dalam upaya peningkatan kualitas pendidikan di
Indonesia. Dengan terus beradaptasi dan mengikuti perkembangan pendidikan, sekolah ini
berkomitmen untuk memberikan pendidikan yang berkualitas dan relevan bagi siswa-siswa
mereka, sehingga mereka dapat menjadi generasi penerus yang siap menghadapi perubahan
dan kontributif bagi bangsa dan negara. Selama pelaksanaan pembelajaran, guru sering kali
menggunakan berbagai metode untuk membuat materi yang diajarkan lebih menarik dan
interaktif bagi para siswa. Salah satu metode yang sering digunakan adalah metode
demonstrasi, di mana guru menggunakan lagu-lagu daerah atau melakukan peragaan langsung
untuk mengilustrasikan materi yang sedang diajarkan. Metode ini memiliki keunggulan dalam
meningkatkan efektivitas pembelajaran, karena memungkinkan siswa untuk memperoleh
jawaban dengan mengamati suatu proses atau peristiwa secara langsung.
Ketika guru menggunakan lagu-lagu daerah dalam metode demonstrasi, hal ini dapat
memberikan pengalaman belajar yang lebih menyenangkan dan berkesan bagi siswa. Melalui
nyanyian, siswa dapat mengenal budaya dan warisan daerah mereka, sekaligus mempelajari
konten pelajaran dengan cara yang tidak konvensional. Lagu-lagu daerah juga sering kali
mengandung nilai-nilai moral, sejarah, atau kearifan lokal yang dapat diperkenalkan kepada
siswa melalui metode ini. Dengan demikian, siswa tidak hanya mempelajari materi pelajaran,
tetapi juga mengembangkan rasa cinta dan kebanggaan terhadap budaya dan tradisi daerah
mereka. Selain itu, guru juga dapat menggunakan demonstrasi fisik untuk menggambarkan
atau memperagakan sesuatu yang berkaitan dengan materi yang diajarkan. Misalnya, dalam
pelajaran sains, guru dapat melakukan eksperimen langsung di depan kelas untuk
mengilustrasikan konsep-konsep yang abstrak. Dengan melihat guru melakukan peragaan,
siswa dapat memperoleh pemahaman yang lebih baik tentang materi pelajaran tersebut.
Metode ini membantu siswa untuk melihat dan mengalami langsung bagaimana suatu proses
atau peristiwa berlangsung, sehingga memungkinkan mereka untuk memperoleh jawaban
dengan melihat contoh yang nyata.
Metode demonstrasi juga dapat membangkitkan minat dan motivasi siswa dalam belajar.
Dengan melibatkan siswa secara aktif dalam proses pembelajaran, mereka menjadi lebih
terlibat dan berpartisipasi secara langsung dalam kegiatan yang dilakukan oleh guru. Hal ini
dapat meningkatkan keterlibatan siswa dalam pembelajaran, sehingga mereka lebih mudah
memahami dan mengingat materi yang diajarkan. Selain itu, melalui metode demonstrasi,
siswa dapat melihat bahwa apa yang mereka pelajari tidak hanya ada dalam buku teks, tetapi
juga dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Metode demonstrasi juga dapat
mendorong siswa untuk mengembangkan keterampilan berpikir kritis. Dengan melihat guru
melakukan demonstrasi atau mengamati suatu proses, siswa dapat diajak untuk menganalisis,
membandingkan, dan mengambil kesimpulan berdasarkan pengamatan mereka. Hal ini
memacu siswa untuk berpikir secara lebih mendalam tentang materi yang diajarkan, serta
mengasah keterampilan berpikir logis dan analitis mereka.
Meskipun metode demonstrasi memiliki banyak keuntungan, tidak semua materi pelajaran
dapat diajarkan dengan metode ini. Ada beberapa konsep yang mungkin lebih cocok untuk
diajarkan melalui pendekatan lain, seperti diskusi kelompok atau latihan secara langsung. Oleh
karena itu, penting bagi guru untuk memilih metode pembelajaran yang tepat sesuai dengan
materi yang diajarkan dan kebutuhan siswa. Secara keseluruhan, metode demonstrasi yang
melibatkan penggunaan lagu-lagu daerah atau peragaan langsung oleh guru merupakan
pendekatan yang efektif dalam pembelajaran di MTs Anwar Futuhiyyah. Metode ini tidak
hanya membuat pembelajaran lebih menarik, tetapi juga membantu siswa untuk memperoleh
pemahaman yang lebih baik dengan mengamati proses atau peristiwa yang terjadi. Dengan
melibatkan siswa secara aktif dan mengembangkan keterampilan berpikir kritis, metode
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan dan Politik (JPKP)
Vol. 3, No. 2, Desember 2025, page: 103-108
E-ISSN: 3025-9843
107 107
Fifi Fatmawati et.al (Penerapan Metode Demonstrasi Untuk....)
demonstrasi dapat membantu siswa dalam memperoleh pengetahuan yang mendalam dan
mempersiapkan mereka untuk menghadapi tantangan dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam pelaksanaan pembelajaran di MTs Anwar Futuhiyyah, konsentrasi menjadi salah
satu kendala yang sering muncul. Bagi seorang guru, tantangan tersebut menuntut kreativitas
dan upaya agar semua siswa dapat memperhatikan dengan penuh perhatian guru di depan,
bukannya teralihkan untuk bermain sendiri. Oleh karena itu, penting bagi seorang guru untuk
menggunakan beberapa strategi yang mendorong konsentrasi dan perhatian siswa.
Selanjutnya, guru perlu memastikan bahwa mereka menyampaikan materi pembelajaran
dengan cara yang jelas dan menarik. Penggunaan bahasa yang baik dan kalimat yang panjang
dapat membantu menciptakan pemahaman yang lebih baik dan mempertahankan perhatian
siswa. Guru dapat menggunakan variasi dalam gaya penyampaian, seperti menggambarkan
contoh nyata, membangun cerita, atau menyelipkan pertanyaan yang memicu pemikiran siswa.
Selain itu, penting bagi seorang guru untuk memberikan arahan yang jelas dan spesifik kepada
siswa.
Dengan memberikan petunjuk yang terstruktur, siswa akan lebih fokus dan paham
tentang apa yang diharapkan dari mereka. Selain itu, guru dapat menggunakan teknik
pengelolaan kelas yang efektif, seperti memberikan waktu yang cukup untuk diskusi dan
berkolaborasi, memanfaatkan bantuan visual seperti papan tulis atau proyektor, serta
memberikan umpan balik yang konstruktif untuk mempertahankan keterlibatan siswa. Secara
keseluruhan, untuk mengatasi kendala konsentrasi dalam pembelajaran, seorang guru perlu
menggunakan berbagai strategi yang mencakup menciptakan lingkungan yang menarik,
menyampaikan materi dengan cara yang jelas dan menarik, memberikan arahan yang spesifik,
dengan menggunakan pendekatan-pendekatan kepada siswa. Kelas VIII di MTs Anwar
Futuhiyyah menunjukkan hasil belajar yang cukup bagus, yang dapat diatribusikan kepada
penyerapan materi yang baik yang diberikan oleh para guru. Siswa-siswa ini secara efektif
dapat menerima dan memahami materi-materi Pendidikan Kewarganegaraan (PPKN). Mereka
aktif dalam kelas dengan lebih fokus pada mendengarkan penjelasan guru dan mencatat apa
yang disampaikan di depan kelas. Hal ini berdampak positif pada hasil ulangan harian mereka,
karena mereka sering mendengarkan dan mencatat dengan baik.
Keunggulan kelas VIII ini terlihat dari tingkat partisipasi mereka yang tinggi dan
antusiasme dalam menerima materi yang disampaikan oleh para guru. Mereka memiliki rasa
ingin tahu yang kuat dan siap untuk menyerap ilmu baru. Selain itu, kehadiran siswa di kelas
juga patut diacungi jempol. Kelas VIII di MTs Anwar Futuhiyyah jarang memiliki siswa yang
izin kecuali dalam kondisi sakit. Hal ini menunjukkan komitmen mereka yang tinggi terhadap
proses belajar dan semangat mereka dalam menghadiri setiap pelajaran. Dalam kelas, para
siswa menunjukkan keterlibatan yang baik dengan cara mereka mendengarkan dengan penuh
perhatian saat guru menjelaskan materi. Mereka juga aktif dalam mencatat apa yang guru
sampaikan, yang membantu mereka untuk mengingat dan memahami materi dengan lebih
baik. Sikap ini tercermin dalam nilai-nilai ulangan harian yang mereka peroleh, yang secara
konsisten bagus dan memuaskan. Secara keseluruhan, kelas VIII di MTs Anwar Futuhiyyah
memiliki kualitas belajar yang baik dan merupakan contoh yang menginspirasi bagi siswa-
siswa lainnya. Mereka menunjukkan ketekunan dalam belajar, keaktifan dalam kelas, dan
semangat yang tinggi untuk menerima pengetahuan baru.
4. Kesimpulan
Madrasah Tsanawiyah Anwar Futuhiyyah telah menggunakan Kurikulum 2013 (K-13)
dalam mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PPKn), tetapi berencana untuk
menerapkan Kurikulum Merdeka mulai tahun ajaran 2023/ 2024. Kurikulum Merdeka
memberikan kebebasan kepada sekolah untuk menyusun dan mengatur kurikulum sesuai
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan dan Politik (JPKP)
Vol. 3, No. 2, Desember 2025, page: 103-108
E-ISSN: 3025-9843
108 108
Fifi Fatmawati et.al (Penerapan Metode Demonstrasi Untuk....)
dengan kebutuhan dan karakteristik peserta didiknya. Penerapan Kurikulum Merdeka di MTs
Anwar Futuhiyyah bertujuan untuk memberikan pendidikan yang lebih relevan dan responsif
terhadap perkembangan zaman. Kurikulum ini memungkinkan integrasi mata pelajaran yang
relevan, pengembangan kegiatan ekstrakurikuler kreatif, dan penyesuaian metode
pembelajaran sesuai dengan kebutuhan siswa.
Penggunaan metode demonstrasi, seperti menggunakan lagu-lagu daerah atau peragaan
langsung oleh guru, merupakan salah satu strategi pembelajaran yang efektif di MTs Anwar
Futuhiyyah. Metode ini membuat pembelajaran lebih menarik, meningkatkan efektivitas
pembelajaran, membangkitkan minat dan motivasi siswa, serta mengembangkan keterampilan
berpikir kritis. Penting bagi seorang guru untuk menciptakan lingkungan pembelajaran yang
menarik, menyampaikan materi dengan cara yang jelas dan menarik, memberikan arahan
yang spesifik, dan efisien kepada siswanya.
5. Daftar Pustaka
Cahyani, N. M., Indriyanto, E., & ... (2016). Uji Validitas dan Reabilitas Terhadap
Implementasi Aplikasi Penjualan dan Pembelian. Information System For ….
http://www.ejournal-binainsani.ac.id/index.php/ISBI/article/view/167
Djamarah, S. bahri. (2008). Macam-Macam Metode Pembelajaran. Jakarta:(http://www.
Google co. Id 8 ….
Endayani, T. B., Rina, C., & ... (2020). Metode demonstrasi untuk meningkatkan hasil
belajar siswa. Al-Azkiya: Jurnal Ilmiah ….
http://journal.iainlangsa.ac.id/index.php/azkiya/article/view/2155
Hotimah, H. (2020). Penerapan Metode Pembelajaran Problem Based Learning Dalam
Meningkatkan Kemampuan Bercerita Pada Siswa Sekolah Dasar. Jurnal Edukasi.
https://jurnal.unej.ac.id/index.php/JEUJ/article/view/21599
Izma, T., & Kesuma, V. Y. (2019). Peran Pendidikan Kewarganegaraan Dalam Membangun
Karakter Bangsa. Wahana Didaktika: Jurnal …. https://jurnal.univpgri-
palembang.ac.id/index.php/didaktika/article/view/2419
Sudjana, N. (2005). Metode Pembelajaran. In Surabaya: Usaha Nasional.
Surani, D. (2019). Studi literatur: Peran teknolog pendidikan dalam pendidikan 4.0.
Prosiding Seminar Nasional Pendidikan FKIP.
http://jurnal.untirta.ac.id/index.php/psnp/article/view/5797
Usman, B. (2002). Penerapan Metode Demonstrasi dalam Pembelajaran. In Jakarta: Pustaka
Jaya.
Wati, N. N. K. (2020). Implementasi Metode Demonstrasi Berbantuan Google Classroom
Untuk Meningkatkan Minat Belajar Mahasiswa Kelas A Prodi PGSD. Edukasi: Jurnal
Pendidikan Dasar.
http://stahnmpukuturan.ac.id/jurnal/index.php/edukasi/article/view/525