Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan dan Politik (JPKP)
Vol. 3, No. 2, Desember 2025, page: 117-126
E-ISSN: 3025-9843
117
Irfan Adi Nugroho et.al (The Effectiveness of Digital Pop-Up....)
The Effectiveness of Digital Pop-Up Book Media on
Learning Achievement in Pancasila Education among
Third-Grade Students at SD Negeri 1 Padokan,
Bantul Regency
Irfan Adi Nugroho
a,1
, Chairiyah
b,2
, Lailatul Azkiyah
c,3
, Eka Ridha Nofridha
d,4
, Ida Megawati
e,5
a,b,c,d,e
Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa, Yogyakarta, Indonesia
1
irfan.adi@ustjogja.ac.id,
2
rhiya_pasca@yahoo.com,
3
elaazkia05@gmail.com
INFO ARTIKEL
ABSTRAK
Sejarah Artikel:
Diterima: 16 September 2025
Direvisi: 18 Oktober 2025
Disetujui: 20 November 2025
Tersedia Daring: 1 Desember
2025
Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui seberapa besar
kecenderungan prestasi belajar Pendidikan Pancasila di kelas III yang
diajar menggunakan media Pop Up Book Digital dan media PowerPoint
Interaktif, (2) mengetahui perbedaan prestasi belajar Pendidikan Pancasila
antara pembelajaran yang menggunakan media Pop Up Book Digital
dengan media PowerPoint Interaktif. Penelitian ini menggunakan
pendekatan kuantitatif dengan metode Quasi Experimental Design.
Populasi yang diambil adalah siswa kelas III SD Negeri 1 Padokan yang
berjumlah 56 siswa. Teknik pengambilan sampel menggunakan
sensus/sampling total dimana kelas III A sebagai kelas eksperimen dan
kelas III B sebagai kelas control. Teknik pengumpulan data menggunakan
Teknik observasi, wawancara, tes, dan dokumen. Teknik analisis data
menggunakan analisis deskriptif dan uji prasyarat analisis yang meliputi
uji normalitas, uji homogenitas, uji hipotesis menggunakan uji-t, dan uji N-
Gain. Hasil penelitian menunjukkan (1) peningkatan prestasi belajar
Pendidikan Pancasila lebih tinggi yang diajar menggunakan media Pop Up
Book Digital. Hal ini dibuktikan dengan nilai rata-rata posttest, untuk kelas
eksperimen sebesar 82,68 dan kelas control sebesar 77,14; (2) terdapat
perbedaan prestasi belajar Pendidikan Pancasila di kelas III. Hal ini
dibuktikan dengan nilai signifikansi (2-tailed) sebesar 0,048 < 0,050.
Kesimpulan dari penelitian ini yaitu terjadi peningkatan prestasi belajar
Pendidikan Pancasila sebelum dan sesudah diberikan sebuah perlakuan.
Kata Kunci:
media pop up book digital
prestasi belajar
Pendidikan Pancasila
ABSTRACT
Keywords:
digital pop up book media
learning achievement
Pancasila education
This study aims to (1) determine how much the tendency of Pancasila
Education learning achievement in class III taught using Pop Up Book Digital
media and Interactive PowerPoint media, (2) determine the difference in
Pancasila Education learning achievement between learning using Pop Up
Book Digital media and Interactive PowerPoint media. This research uses a
quantitative approach with the Quasi Experimental Design method. The
population taken was third grade students of SD Negeri 1 Padokan, totaling
56 students. The sampling technique used a census / total sampling where
class III A as an experimental class and class III B as a control class. Data
collection techniques used observation, interviews, tests, and documents. The
data analysis technique used descriptive analysis and prerequisite test
analysis which included normality test, homogeneity test, hypothesis testing
using t-test, and N-Gain test. The results showed (1) the increase in learning
achievement of Pancasila Education was higher which was taught using Pop
Up Book Digital media. This is evidenced by the average posttest score, for
the experimental class of 82.68 and the control class of 77.14; (2) there are
differences in learning achievement of Pancasila Education in class III. This is
evidenced by the significance value (2-tailed) of 0.048 <0.050. The conclusion
of this study is that there is an increase in learning achievement of Pancasila
Education before and after being given a treatment.
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan dan Politik (JPKP)
Vol. 3, No. 2, Desember 2025, page: 117-126
E-ISSN: 3025-9843
118
Irfan Adi Nugroho et.al (The Effectiveness of Digital Pop-Up....)
©2025, Irfan Adi Nugroho, Chairiyah, Lailatul Azkiyah,
Eka Ridha Nofridha, Ida Megawati
This is an open access article under CC BY-SA license
1. Pendahuluan
Pendidikan merupakan proses atau usaha yang dilakukan secara terstruktur, sistematis, dan
terencana dengan tujuan untuk membentuk pribadi yang berkualitas dan berkarakter. Undang-
Undang Nomor 20 Tahun 2003 menjelaskan bahwa Pendidikan merupakan usaha sadar dan
terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara
aktif dapat mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan,
pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan
dirinya, masyarakat, bangsa, dan negara. Menurut Febriyanti (2021:1636) dijelaskan bahwa
Pendidikan pertama kali diperoleh dari lingkungan keluarga. Keluarga merupakan peran utama
dalam membentuk karakter, nilai-nilai, dan kebiasaan anak. Setelah Pendidikan dari keluarga
selanjutnya peran penting kedua dalam proses Pendidikan adalah sekolah. Dalam Pendidikan
sekolah, anak-anak akan diperkenalkan dengan berbagai macam ilmu pengetahuan dan
keterampilan yang lebih formal dan terstruktur.
Menurut Helmi dalam Dewinta, dkk. (2024:2236) Pendidikan Pancasila merupakan salah
satu mata pelajaran yang sangat penting dalam system Pendidikan di Indonesia. Mata pelajaran
ini mempunyai peran utama dalam menanamkan nilai-nilai dasar seperti keadilan sosial,
persatuan, dan penghormatan terhadap keberagaman yang menjadi pondasi kehidupan berbangsa
dan bernegara. Nilai-nilai tersebut tidak hanya dipahami saja namun perlu diaplikasikan dalam
kehidupan sehari-hari siswa. ata pelajaran Pendidikan Pancasila di sekolah mempunyai peran
penting dalam memberikan arahan dalam perkembangan kepribadian anak-anak. Dengan adanya
mata pelajaran ini, anak-anak akan diajarkan untuk menerapkan kebiasaan yang positif dalam
menjalani kehidupan sehari-hari sehingga dapat membentuk kepribadian yang lebih baik.
Untuk mencapai tujuan yang baik dalam mata pelajaran Pendidikan Pancasila guru perlu
memikirkan strategi yang cocok untuk membantu siswa dalam proses pembelajaran, salah
satunya yaitu dengan memanfaatkan teknologi digital. Dengan pemanfaatan teknologi ini dapat
mendukung interaksi dan kolabari antara siswa dengan guru. Meskipun teknologi menjadi bagian
penting dalam dunia Pendidikan, tetapi masih terdapat beberapa guru yang belum memanfaatkan
teknologi dalam proses pembelajaran secara optimal. Hal inilah yang dapat menyebabkan
suasana pembelajaran dikelas menjadi monoton dan kurang interaktif. Oleh karena itu penting
bagi guru untuk memanfaatkan teknologi sebagai alat yang dapat digunakan sebagai media
dalam proses pembelajaran.
Berdasarkan hasil observasi dan wawancara pada hari Jum’at, 4 Oktober 2024 di kelas III
SD Negeri 1 Padokan Kabupaten Bantul, penggunaan media pembelajaran dalam mata pelajaran
Pendidikan Pancasila masih kurang berinovasi sehingga Ketika guru menyampaikan materi
pembelajaran banyak siswa yang kesulitan dalam menerima materi sehingga prestasi belajar
siswa masih tergolong rendah. Hal ini dibuktikan dengan hasil nilai tugas harian pada mata
pelajaran Pendidikan Pancasila yang masih dibawah rata-rata. Selain itu, ketika proses
pembelajaran siswa kurang fokus dan tidak memperhatikan guru yang sedang menjelaskan
materi dan banyak siswa yang mudah merasa bosan kemudian asik bermain dan berbicara
dengan temannya. Hal seperti inilah yang sangat mempengaruhi prestasi belajar siswa rendah
karena tidak memanfaatkan waktu belajar dengan baik.
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan dan Politik (JPKP)
Vol. 3, No. 2, Desember 2025, page: 117-126
E-ISSN: 3025-9843
119
Irfan Adi Nugroho et.al (The Effectiveness of Digital Pop-Up....)
Salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas dari proses pembelajaran adalah
penggunaan media pembelajaran. Ketika guru memanfaatkan media pembelajaran yang tepat
sebagai sarana atau alat dalam proses pembelajaran diharapkan prestasi belajar siswa juga ikut
meningkat. Media pembelajaran menurut Hasan dkk. (2021:4) adalah suatu alat atau sarana yang
dibuat untuk menyampaikan sebuah informasi atau materi kepada siswa Ketika dalam proses
pembelajaran. Penggunaan media pembelajaran dapat memudahkan guru dalam menjelaskan
materi yang ingin disampaikan dengan cara yang lebih efektif, menarik, dan kreatif. Menurut
Ekayani (2017:8) menjelaskan bahwa media pembelajaran memegang peranan penting terhadap
peningkatan prestasi belajar dikarenakan prestasi belajar akan berhasil jika siswa dapat
memahami materi yang disampaikan oleh guru.
Terdapat berbagai macam jenis media pembelajaran salah satunya adalah media
pembelajaran pop up book digital. Menurut Sobakhah & Bachtiar (2019:64) menjelaskan bahwa
pop up book digital merupakan buku berbasis digital yang menampilkan visualisasi gambar yang
bisa ditegakkan, dilengkapi objek gambar yang menarik dan dapat bergerak sehingga
memberikan efek mengagumkan. Adapun manfaat media pop up book digital menurut Linda
Noviyanti dalam Cahyani (2020:81) yaitu dengan menggunakan media pop up book digital guru
dapat menyampaikan materi dengan mudah, siswa mampu memahami materi dengan lebih cepat,
guru lebih mudah dalam mengkondisikan kelas selama proses pembelajaran, dan dapat
mengurangi resiko terjadinya kesalahpahaman siswa dalam memahami konsep atau materi. Hal
ini diharapkan dapat menumbuhkan minat siswa dalam belajar sehingga siswa terlibat aktif
dalam kegiatan pembelajaran dan prestasi belajar siswa juga meningkat. Berdasarkan
permasalahan tersebut, maka perlu dilakukan penelitian terkait penggunaan media pop up book
digital untuk meningkatkan prestasi belajar Pendidikan Pancasila. Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui pengaruh suatu perlakuan terhadap sampel. Perlakuan disini yang dimaksud adalah
penggunaan media pop up book digital untuk kelas eksperimen dan media powerpoint interaktif
untuk kelas kontrol.
2. Metode
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian adalah
eksperimen. Penelitian eksperimen bertujuan untuk menguji dampak atau pengaruh dari suatu
perlakuan atau treatment terhadap hasil penelitian yang dikontrol oleh factor-faktor lain yang
memungkinkan dapat mempengaruhi hasil tersebut (Creswell, 2016:216). Adapun desain
penelitian yang digunakan yaitu Quasi Experimental Design dengan tipe desain Nonequivalent
Control Group Design. Penelitian ini dilakukan di SD Negeri 1 Padokan, Tirtonirmolo,
Kecamatan Kasihan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta 55181. Populasi dalam
penelitian adalah seluruh siswa kelas III SD Negeri 1 Padokan Kabupaten Bantul tahun ajaran
2024/2025 dengan jumlah 56 siswa. Sampel pada penelitian ini diambil dengan cara
sensus/sampling total dimana seluruh anggota populasi dijadikan sampel semua (Sugiyono,
2024:140). Pada penelitian ini sampel yang diambil adalah 56 siswa, sampel ini juga
mengambil dari dua kelas terpilih yaitu kelas eksperimen dan kelas kontrol.
Pada penelitian ini terdapat dua jenis variable yaitu variable bebas dan variable terikat.
Variable bebas (independent variable) adalah variable yang dapat mempengaruhi variable
terikat, dalam hal ini yaitu media pop up book digital. Variable terikat (dependent variable)
merupakan variable yang dipengaruhi oleh variable bebas, dalam hal ini adalah prestasi belajar.
Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, tes dan dokumentasi. Uji coba
dilakukan pada instrumen tes prestasi belajar yaitu ujo validitas dan uji reliabilitas. Dalam uji
coba tes dilakukan dengan membagikan soal pilihan ganda sejumlah 30 butir kepasa 23 siswa
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan dan Politik (JPKP)
Vol. 3, No. 2, Desember 2025, page: 117-126
E-ISSN: 3025-9843
120
Irfan Adi Nugroho et.al (The Effectiveness of Digital Pop-Up....)
kelas IV A. Uji validitas menggunakan bivariate person correlation, untuk kriteria pengambilan
keputusan yaitu apabila nilai signifikansi < 0,05 maka dinyatakan valid. Hasil uji coba
instrument tes prestasi belajar dari 30 butir soal yang dinyatakan valid yaitu 20 dan yang tidak
valid yaitu 10 soal. Uji reliabilitas digunakan untuk mengukur konsistensi suatu instrumen. Uji
reliabilitas ini menggunakan Teknik alpha Cronbach, Adapun hasil uji reliabilitas yang
didapatkan yaitu nilai Cronbach alpha > taraf signifikansi = 0,899 > 0,6 sehingga dinyatakan
reliabel. Teknik analisis data pada penelitian ini meliputi uji normalitas, uji homogenitas, uji
hipotesis dan uji N-gain.
3. Hasil dan Pembahasan
Analisis Deskriptif
Pretest Prestasi Belajar Siswa Kelas Eksperimen dan Kelas Kontrol
Sebelum diberikan sebuah perlakuan atau treatment, peneliti mengambil data pretest
terlebih dahulu yang bertujuan untuk mengetahui kondisi awal atau kemampuan awal terkait
prestasi belajar Pendidikan Pancasila di kelas eksperimen dan di kelas control sehingga
diperoleh analisis data deskriptif pretest prestasi belajar siswa sebagai berikut:
Table 1. Data Pretest Prestasi Belajar Kelas Eksperimen dan Kelas Kontrol
Kelas
N
Minimum
Rata-rata
Eksperimen
28
35
58,39
Kontrol
28
40
61,25
Berdasarkan pada table 1 dapat dilihat bahwa nilai tertinggi untuk pretest prestasi
belajar di kelas eksperimen adalah 80 dan nilai terendah adalah 35 sedangkan untuk kelas
kontrol nilai tertingginya yaitu 85 dan nilai terendah adalah 40. Adapun untuk rata-rata
pretest prestasi belajar Pendidikan Pancasila untuk kelas eksperimen sebesar 58,39 dan
kelas kontrol sebesar 61,25.
Posttest Prestasi Belajar Siswa Kelas Eksperimen dan Kelas Kontrol
Setelah dilaksanakan pembelajaran, kemudian Langkah selanjutnya adalah dilakukan
pengambilan data posttest yang bertujuan untuk mengetahui kondisi akhir terkait prestasi
belajar siswa di kelas eksperimen dan kelas control sehingga diperoleh data analisis
deskriptif sebagai berikut.
Table 2. Data Pretest Prestasi Belajar Kelas Eksperimen dan Kelas Kontrol
Kelas
N
Minimum
Rata-rata
Eksperimen
28
60
82,68
Kontrol
28
55
77,14
Berdasarkan table 2 terlihat bahwa nilai tertinggi untuk posttest di kelas eksperimen
adalah 100 dan nilai terendah 60 sedangkan untuk kelas control nilai tertinggi yaitu 100 dan
nilai terendah 55. Selain itu, rata-rata posttest di kelas eksperimen sebesar 82,68 sedangkan
untuk kelas control sebesar 77,14.
Uji Prasyarat Analisis
1. Uji Normalitas
Menurut Supriadi (2021:47) uji normalitas bertujuan untuk menunjukkan bahwa
data sampel berasal dari populasi yang berdistribusi normal. Adapun kriteria untuk
menentukan data tersebut normal atau tidak yaitu jika nilai signifikansi > 0,05 maka
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan dan Politik (JPKP)
Vol. 3, No. 2, Desember 2025, page: 117-126
E-ISSN: 3025-9843
121
Irfan Adi Nugroho et.al (The Effectiveness of Digital Pop-Up....)
data berdistribusi normal. Hasil uji normalitas data menggunakan Shapiro-Wilk
adalah sebagai berikut.
Table 3. Hasil Uji Normalitas
Prestasi Belajar Pendidikan Pancasila
Shapiro wilk
Statistic
Signifikansi
Pretest Kelas Eksperimen
0,959
0,324
Posttest Kelas Eksperimen
0,956
0,273
Pretest Kelas Kontrol
0,970
0,579
Posttest Kelas Kontrol
0,982
0,891
Pada tabel 3 menunjukkan bahwa data pretest dan posttest prestasi belajar
Pendidikan Pancasila pada kelas eksperimen dan kelas kontrol berdistribusi normal.
Hal ini dapat dilihat pada taraf nilai signifikansi pada kolom Shapiro Wilk yaitu lebih
dari 0,05. Nilai signifikansi untuk pretest kelas eksperimen 0,324 dan posttest kelas
eksperimen 0,273 sedangkan untuk pretest kelas kontrol 0,579 dan posttest kelas
kontrol 0,891.
2. Uji Homogenitas
Menurut Sugiyono (2016:261) uji homogenitas digunakan untuk memastikan
apakah kedua kelas memiliki varians yang bersifat homogen (sama) atau tidak.
Adapun dasar pengambilan keputusan dalam uji homogenitas ini yaitu jika nilai
signifikansi pada Based on Mean > 0,05 maka data bersifat homogen. Hasil uji
homogenitas adalah sebagai berikut.
Table 4. Hasil Uji Homogenitas
Prestasi Belajar Pendidikan Pancasila
Levene Statistic
Signifikansi
0,105
0,747
Berdasarkan table 4 dapat diketahui bahwa data pretest dan posttest prestasi
belajar Pendidikan Pancasila di kedua kelas tersebut baik kelas eksperimen maupun
kelas control adalah bersifat homogen atau sama. Hal ini dapat dilihat pada nilai
signifikansi yaitu sebesar 0,747 lebih besar dari 0,05.
3. Uji Hipotesis
Uji hipotesis ini dilakukan untuk mengetahui apakah ada perbedaan prestasi
belajar Pendidikan Pancasila pada kelas eksperimen dan kelas kontrol. Diketahui
data berdistribusi normal maka pengujian hipotesisnya dilakukan dengan
menggunakan uji-T. uji analisis yang digunakan pada penelitian ini adalah
Independent Sample t-test dan dasar pengambilan keputusannya yaitu jika nilai
signifikansi (2-tailed) < 0,05 atau t. hitung > t. table maka Ha diterima dan Ho
ditolak.
Hipotesis penelitian ini adalah sebagai berikut.
Ho : Tidak ada perbedaan prestasi belajar Pendidikan Pancasila siswa kelas III SD
Negeri 1 Padokan Kabupaten Bantul antara pembelajaran yang menggunakan media
pop up book digital dengan pembelajaran yang menggunakan media powerpoint
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan dan Politik (JPKP)
Vol. 3, No. 2, Desember 2025, page: 117-126
E-ISSN: 3025-9843
122
Irfan Adi Nugroho et.al (The Effectiveness of Digital Pop-Up....)
interaktif.
Ha : Ada perbedaan prestasi belajar Pendidikan Pancasila siswa kelas III SD Negeri
1 Padokan Kabupaten Bantul antara pembelajaran yang menggunakan media pop up
book digital dengan pembelajaran yang menggunakan media powerpoint interaktif.
Adapun hasil pengujian uji-t didapatkan hasil sebagai berikut.
Table 5. Hasil Uji Hipotesis
Df
Sig. (2-tailed)
T hitung
T tabel
Prestasi
Belajar
Equal
variences
assumed
54
0,048
2,026
2,00488
Equal
variences
not assumed
53,581
0,048
2,026
Berdasarkan table 5 diketahui bahwa nilai signifikansi (2-tailed) sebesar 0,048 <
0,05 dan T hitung sebesar 2,026 > 2,00488 sehingga Ho ditolak dan Ha diterima.
Artinya, ada perbedaan prestasi belajar Pendidikan Pancasila siswa kelas III SD
Negeri 1 Padokan Kabupaten Bantul antara pembelajaran yang menggunakan media
pop up book digital dengan pembelajaran yang menggunakan media powerpoint
interaktif.
4. Uji N-Gain
Menurut Sukarelawan dkk. (2024:9) uji N-Gain bertujuan untuk mengukur
keefektifan suatu pembelajaran dalam meningkatkan hasil belajar siswa. Hasil dari
uji N-Gain pada penelitian ini yaitu sebagai berikut.
Table 6. Hasil Uji N-Gain
Kelas
Mean
Keterangan
N-Gain Score
Eksperimen
0,61
Sedang
Kontrol
0,44
Sedang
N-Gain Persen
Eksperimen
61
Cukup Efektif
Kontrol
44
Kurang Efektif
Berdasarkan table 6 diketahui bahwa nilai rata-rata N-Gain skor untuk kelas
eksperimen sebesar 0,61 > 0,30 < 0,70 dan kelas kontrol sebesar 0,44 > 0,30 < 0,70
sehingga peningkatan kedua kelas tersebut termasuk dalam kategori sedang.
Selanjutnya hasil nilai rata-rata N-Gain persen untuk kelas eksperimen sebesar 61%
dan kelas kontrol sebesar 44% sehingga dapat disimpulkan bahwa media
pembelajaran pop up book digital lebih efektif dalam meningkatkan prestasi belajar
Pendidikan Pancasila. Penelitian ini dilaksanakan sebanyak 5 kali pertemuan.
Pertemuan pertama untuk uji coba intrumen tes, pertemuan kedua untuk pelaksanaan
pretest pada kelas eksperimen, pertemuan ketiga untuk pelaksanaan pretest kelas
kontrol. Selanjutnya untuk pertemuan keempat dilakukan untuk pemberian perlakuan
(treatment) pada kelas eksperimen sekaligus pelaksanaan posttest dan pertemuan
kelima untuk pemberian perlakuan (treatment) pada kelas control sekaligus juga
pelaksanaan posttest. Tujuan dilakukannya pengambilan data pretest dan posttest
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan dan Politik (JPKP)
Vol. 3, No. 2, Desember 2025, page: 117-126
E-ISSN: 3025-9843
123
Irfan Adi Nugroho et.al (The Effectiveness of Digital Pop-Up....)
adalah untuk mengetahui peningkatan prestasi belajar siswa dalam proses
pembelajaran pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila kelas III. Hal ini dilakukan
dengan membandingkan hasil nilai rata-rata pada pretest dan posttest. Adapun data
penelitian yang dideskripsikan mencakup dua variable yaitu variable bebas (X) dan
variable terikat (Y), dimana untuk variable X adalah media pop up book digital dan
variable Y adalah prestasi belajar Pendidikan Pancasila di kelas III SD Negeri 1
Padokan Kabupaten Bantul. Berikut merupakan data prestasi belajar Pendidikan
Pancasila siswa kelas III SD Negeri 1 Padokan Kabupaten Bantul sebelum dan
sesudah diberikan sebuah perlakuan (treatment).
Alasan peneliti memilih media pembelajaran pop up book digital sebagai media
yang digunakan untuk meningkatkan prestasi belajar siswa pada mata pelajaran
Pendidikan Pancasila di SD Negeri 1 Padokan khususnya kelas III yaitu karena
masih kurangnya inovasi guru dalam penggunaan dan pemanfaatan media
pembelajaran pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila sehingga berpengaruh pada
prestasi belajar siswa. Penelitian ini dilakukan pada dua kelas yaitu kelas eksperimen
dan kelas control, dimana kelas eksperimen diberikan perlakuan dengan
pembelajaran menggunakan media pop up book digital sedangkan kelas control
diberikan perlakuan dengan memberikan perlakuan pembelajaran dengan media
powerpoint interaktif. Media pop up book digital ini sangat diminati siswa etika
digunakan dalam pembelajaran karena dapat menarik perhatian siswa, menambah
semangat dan antusias belajar siswa, dan siswa juga terlibat secara aktif etika
proses pembelajaran. Siswa lebih mudah memahami materi yang disampaikan oleh
guru karena dalam media pop up book digital tersebut sudah dilengkapi dengan fitur
gambar yang dapat membantu memvisualisasikan materi yang dipelajari. Media ini
juga dilengkapi dengan berbagai fitur yang menjadikan pembelajaran lebih
berinovasi dan siswa juga tidak mudah merasa bosan.
Berikut merupakan contoh tampilan dari media pop up book digital.
Gambar 1. Tampilan Media Pop Up Book Digital
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan dan Politik (JPKP)
Vol. 3, No. 2, Desember 2025, page: 117-126
E-ISSN: 3025-9843
124
Irfan Adi Nugroho et.al (The Effectiveness of Digital Pop-Up....)
Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan prestasi
belajar Pendidikan Pancasila siswa kelas III SD Negeri 1 Padokan Kabupaten Bantul
antara pembelajaran yang menggunakan media pop up book digital dengan
pembelajaran yang menggunakan media powerpoint interaktif. Peningkatan prestasi
belajar di kelas yang menggunakan media pop up book digital lebih tinggi
dibandingkan dengan kelas yang menggunakan media powerpoint interaktif. Hal ini
dibuktikan dengan hasil rata-rata prestasi belajar yang diperoleh pada kelas
eksperimen yang menggunakan media pop up book digital lebih tinggi dibandingkan
kelas control. Pelaksanaan pembelajaran yang menggunakan media pop up book
digital di kelas III SD Negeri 1 Padokan dapat dikatakan berhasil karena siswa
sangat tertarik dan juga memberikan respon yang baik. ketika pembelajaran siswa
lebih aktif dalam mengikutinya sehingga materi yang disampaikan oleh guru mudah
dipahami. Selain itu siswa juga sangat semangat dan antusias saat mengikuti
pembelajaran sehingga proses pembelajaran dapat berjalan sesuai dengan tujuan.
Berdasarkan hasil tersebut dapat dikatakan bahwa media pop up book digital dapat
memberikan pengaruh yang baik terhadap prestasi belajar Pendidikan Pancasila.
Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Yahzunka &
Astuti (2022) yang menjelaskan bahwa media pop up book digital lebih efektif
dalam meningkatkan kemampuan membaca dongeng siswa kelas II sekolah dasar
yang dibuktikan dengan hasil perhitungan effect size uji-t sebesar 1,355 ≥ 0,8
sehingga dapat disimpulkan bahwa penggunaan media pop up book berbasis literasi
digital berpengaruh terhadap kemampuan membaca siswa kelas II dengan
interpretasu pengaruh tergolong tinggi. Selain itu, sejalan juga dengan penelitian
yang dilakukan oleh Febriyanti & Sulistyawati (2024) yang menjelaskan bahwa
melalui penerapan pop up book digital dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila
pada siswa kelas IV-E SDN Ngagelrejo 1 Surabaya pembelajaran dapat terlaksana
secara optimal dan sesuai dengan tujuan pembelajaran. Siswa terlibat sangat aktif
dan antusias Ketika belajar menggunakan media pop up book digital sehingga dapat
disimpulkan bahwa media pop up book digital efektif digunakan dalam pembelajaran
Pendidikan Pancasila. Berdasarkan hasil penelitian diatas, hal tersebut selaras
dengan pendapat Cahyani (2019:83) bahwa media Pop Up Book mempunyai
kelebihan yaitu media ini merupakan media yang berbasis digital dan mempunyai
keunikan yang dapat memberikan kesan atau kejutan sehingga dapat menarik
perhatian siswa, meningkatkan rasa keingintahuan siswa, meningkatkan antusiasme
siswa ketika mengikuti pembelajaran sehingga siswa lebih terlibat secara aktif, dan
memudahkan siswa dalam memhami materi yang disampaikan oleh guru. Meskipun
media pop up book digital ini mempunyai banyak manfaat akan tetapi juga terdapat
beberapa hambatan atau tantangan diantaranya yaitu Ketika akan menggunakan
media perlu persiapan yang cukup lama dan teliti karena pembuatan media ini
memerlukan waktu yang lumayan lama dalam pembuatannya dan guru yang akan
melaksanakan pembelajaran dengan media pop up book digital hasu bisa
mengoprasikan komputer.
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan dan Politik (JPKP)
Vol. 3, No. 2, Desember 2025, page: 117-126
E-ISSN: 3025-9843
125
Irfan Adi Nugroho et.al (The Effectiveness of Digital Pop-Up....)
4. Kesimpulan
Berdasarkan hasil dan pembahasan dari data penelitian maka dapat disimpulkan bahwa
media pop up book digital efektif dalam meningkatkan prestasi belajar Pendidikan Pancasila
siswa kelas III SD Negeri 1 Padokan. Hal ini dibuktikan dengan hasil uji-t yang diperoleh
nilai signifikansi (2-tailed) sebesar 0,048 < 0,05 dan T hitung sebesar 2,026 > 2,00488 maka
Ha diterima dan Ho ditolak yang artinya ada perbedaan prestasi belajar Pendidikan Pancasila
siswa kelas III SD Negeri 1 Padokan Kabupaten Bantul antara pembelajaran yang
menggunakan media pop up book digital dengan pembelajaran yang menggunakan
powerpoint interaktif. Selain itu, dikuatkan dengan hasil uji N-Gain bahwa peningkatan skor
pada kelas eksperimen lebih tinggi dibandingkan kelas control yaitu 0,61 > 0,44. Sehingga
media pop up book digital lebih efektif untuk meningkatkan prestasi belajar Pendidikan
Pancasila.
5. Ucapan Terima Kasih
Terikasih kami ucapkan kepada Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa yang
memberikan kesempatan dalam melaksanakan penelitian di lingkungan universitas, selain itu
juga kepada SD Negeri 1 Padokan yang menjadi mitra dalam penelitian pengembangan ini.
6. Daftar Pustaka
Cahyani, D. D. (2020). Penggunaan media pop up book dalam menanamkan pendidikan moral
pada anak usia dini. Journal of Civics and Moral Studies, 5(1), 73-86.
Creswell, J. W. (2016). Research Design Pendekatan Kualitatif, Kuantitatif, dan Mixed.
Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Dewinta, N. K. I. R., Raksun, A., & Budiman, M. A. (2024). Implementasi Media Video
Interaktif pada Pembelajaran Pendidikan Pancasila untuk Meningkatkan Hasil Belajar
Siswa Kelas IV di SDN 45 Ampenan. Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan, 9(3), 2235-2241.
Depdikbud. (2003). Undang-Undang RI Nomor 20. Tahun 2003, tentang Sistem Pendidikan
Nasional.
Ekayani, P. (2017). Pentingnya penggunaan media pembelajaran untuk meningkatkan prestasi
belajar siswa. Jurnal Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pendidikan Ganesha
Singaraja, 2(1), 1-11.
Febriyanti, N. (2021). Implementasi konsep pendidikan menurut ki hajar dewantara. Jurnal
Pendidikan Tambusai, 5(1), 1631-1637.
Febriyanti, R. A., & Sulistyawati, I. (2024). Penerapan Media Pop Up Book Digital pada
Pembelajaran Pendidikan Pancasila Materi Bhinneka Tunggal Ika untuk Siswa Kelas IV
Sekolah Dasar. Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar, 1(3), 10-10.
Hasan, M. dkk. (2021). Media pembelajaran. Klaten: Tahta Media Grup.
Sobakhah, L. B., & Bachtiar, A. M. (2019). Pengembangan Media Pop Up Book Untuk
Pembelajaran Membaca Puisi Kelas I SD. JTIEE (Journal of Teaching in Elementary
Education), 3(1), 62-70.
Sugiyono. (2024). Metode Penelitian Kuantitatif. Bandung: Alfabeta.
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan dan Politik (JPKP)
Vol. 3, No. 2, Desember 2025, page: 117-126
E-ISSN: 3025-9843
126
Irfan Adi Nugroho et.al (The Effectiveness of Digital Pop-Up....)
Yahzunka, A. N., & Astuti, S. (2022). Pengaruh Penggunaan Media Pop Up Book Berbasis
Literasi Digital terhadap Kemampuan Membaca Dongeng Siswa Sekolah Dasar. Jurnal
Basicedu, 6(5), 8695-8703.