1. Pendahuluan
Pendidikan merupakan proses atau usaha yang dilakukan secara terstruktur, sistematis, dan
terencana dengan tujuan untuk membentuk pribadi yang berkualitas dan berkarakter. Undang-
Undang Nomor 20 Tahun 2003 menjelaskan bahwa Pendidikan merupakan usaha sadar dan
terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara
aktif dapat mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan,
pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan
dirinya, masyarakat, bangsa, dan negara. Menurut Febriyanti (2021:1636) dijelaskan bahwa
Pendidikan pertama kali diperoleh dari lingkungan keluarga. Keluarga merupakan peran utama
dalam membentuk karakter, nilai-nilai, dan kebiasaan anak. Setelah Pendidikan dari keluarga
selanjutnya peran penting kedua dalam proses Pendidikan adalah sekolah. Dalam Pendidikan
sekolah, anak-anak akan diperkenalkan dengan berbagai macam ilmu pengetahuan dan
keterampilan yang lebih formal dan terstruktur.
Menurut Helmi dalam Dewinta, dkk. (2024:2236) Pendidikan Pancasila merupakan salah
satu mata pelajaran yang sangat penting dalam system Pendidikan di Indonesia. Mata pelajaran
ini mempunyai peran utama dalam menanamkan nilai-nilai dasar seperti keadilan sosial,
persatuan, dan penghormatan terhadap keberagaman yang menjadi pondasi kehidupan berbangsa
dan bernegara. Nilai-nilai tersebut tidak hanya dipahami saja namun perlu diaplikasikan dalam
kehidupan sehari-hari siswa. ata pelajaran Pendidikan Pancasila di sekolah mempunyai peran
penting dalam memberikan arahan dalam perkembangan kepribadian anak-anak. Dengan adanya
mata pelajaran ini, anak-anak akan diajarkan untuk menerapkan kebiasaan yang positif dalam
menjalani kehidupan sehari-hari sehingga dapat membentuk kepribadian yang lebih baik.
Untuk mencapai tujuan yang baik dalam mata pelajaran Pendidikan Pancasila guru perlu
memikirkan strategi yang cocok untuk membantu siswa dalam proses pembelajaran, salah
satunya yaitu dengan memanfaatkan teknologi digital. Dengan pemanfaatan teknologi ini dapat
mendukung interaksi dan kolabari antara siswa dengan guru. Meskipun teknologi menjadi bagian
penting dalam dunia Pendidikan, tetapi masih terdapat beberapa guru yang belum memanfaatkan
teknologi dalam proses pembelajaran secara optimal. Hal inilah yang dapat menyebabkan
suasana pembelajaran dikelas menjadi monoton dan kurang interaktif. Oleh karena itu penting
bagi guru untuk memanfaatkan teknologi sebagai alat yang dapat digunakan sebagai media
dalam proses pembelajaran.
Berdasarkan hasil observasi dan wawancara pada hari Jum’at, 4 Oktober 2024 di kelas III
SD Negeri 1 Padokan Kabupaten Bantul, penggunaan media pembelajaran dalam mata pelajaran
Pendidikan Pancasila masih kurang berinovasi sehingga Ketika guru menyampaikan materi
pembelajaran banyak siswa yang kesulitan dalam menerima materi sehingga prestasi belajar
siswa masih tergolong rendah. Hal ini dibuktikan dengan hasil nilai tugas harian pada mata
pelajaran Pendidikan Pancasila yang masih dibawah rata-rata. Selain itu, ketika proses
pembelajaran siswa kurang fokus dan tidak memperhatikan guru yang sedang menjelaskan
materi dan banyak siswa yang mudah merasa bosan kemudian asik bermain dan berbicara
dengan temannya. Hal seperti inilah yang sangat mempengaruhi prestasi belajar siswa rendah
karena tidak memanfaatkan waktu belajar dengan baik.