dalam kelompok. Pada beberapa wawancara kepada informan tersebut dapat disimpulkan
bahwa permainan tradisional ini mengandung nilai karakter yaitu taat aturan, karena ketika
sebelum dan sedang bermain secara tidak langsung anak suda mengikuti aturan yang suda
disepakati bersama kelompok timnya, disinilah membentuk karakter anak.
Nilai-Nilai Karakter yang Terkandung dalam Permainan Tradisional
Pembentukan karakter pada penelitian ini difokuskan untuk meneliti 4 aspek karakter
yaitu tanggungjawab, taat aturan, kerja sama, jujur. Memilih keempat aspek karakter tersebut
karena dirasa keempat aspek karakter tersebut mendominasi pembentukan karakter anak
melalui permainan tradisional di yang terdapat di Kota Ternate. Sebelum membahas keempat
aspek karakter tersebut, nilai-nilai karakter yang terkandung dalam permainan tradisional
diungkapkan oleh Kabid PAUD Kota Ternate: “karakter jujur, peduli, kerja sama, saling
menghormati, toleransi dan mengharagai sesama teman mainnya. Hal serupa juga
diungkapkan oleh staf dinas pendidikan Kota Ternate bahwa percaya diri, peka, sensitive,
kebersamaan, tanggungjawab, dan menyenangkan, bahkan kekompakan pada tim bermainnya.
Empat nilai-nilai karakter yang terbentuk dalam permainan tradisional sebagai berikut :
Tanggung Jawab
Menurut Myers B, Charles bahwa tanggung jawab seorang anak di tangannya harus
tercipta manusia-manusia yang berbudi luhur, berperilaku baik, berprestasi, berkualitas, dan
berakhlak mulia”. Tanggung jawab ini merupakan alat ukur kesuksesan anak dalam memberi
karakter, sebagai seorang yang dimintai pertanggung jawaban dalam pembelajaran, maka guru
harus memiliki seperangkat kapabilitas. Myers B, Charles menyebutkan beberapa tanggung
jawab sebagai berikut: (1) anak harus memiliki tanggung jawab sempurna dan mengerti
pekerjaannya dengan jelas, (2) anak harus memiliki kualifikasi dan kapabilitas untuk
mengerjakan sesuatu, dan (3) harus memiliki kewenangan yang cukup untuk menyelesaikan
pekerjaannya dalam permainannya.
Karakter tanggungjawab merupakan sebuah sikap atau perilaku untuk melaksanakan tugas
serta kewajibannya dengan sungguh-sungguh, tanggungjawab juga memiliki arti siap
menanggung segala resiko atas perbuatan sendiri. Dalam diri seseorang sangat penting
memiliki karakter tanggung jawab agar tidak mengalami kegagalan ataupun kerugian untuk
diri sendiri maupun orang lain. Dengan bertanggung jawab berarti dia dapat menjalankan
kehidupannya dengan baik dan dapat mengetahui mana yang harus dia lakukan. Bukti
permainan tradisional dapat membentuk karakter tanggung jawab ini dapat dibuktikan pada
permainan-permainan yang ada di Kota Ternate yaitu permainan seperti Jilo-Jilo, Dodorobe,
Bola Bekel, Sem dan lainnya.
Nilai Karakter yang Terbentuk Setelah Anak Bermain Permainan Tradisional
Pada setiap permainan tradisional yang ada di Kota Ternate tentunya masing-masing
mengandung nilai-nilai karakter positif yang dapat membentuk karakter pada anak.
Membentuk karakter anak perlu adanya proses, karena membentuk karakter tidak terjadi
secara instan, jika terbentuk secara instan karakter tersebut tidak akan bertahan lama akan
cepat hilang dan kembali lagi ke karakter yang sebelumnya, dengan adanya proses untuk
membentuk karakter pada anak, kita dapat mengetahui perkembangan karakter yang terbentuk
setiap anak bermain permainan tradisional.
Dalam teorinya Lickona (1991: 38) Nilai karakter menjadi bagian dari nilai kejujuran,
tanggung jawab terhadap anak dan peduli perbuat baik, seperti terdapat dua macam nilai yakni
nilai moral dan non moral. Nilai moral antara lain jujur, tanggung jawab, kesungguhan dalam
mengemban kewajiban, menepati janji, peduli pada anak-anak dan adil dalam membuat
kesepakatan dengan pihak lain artinya Ketika anak bermain tidak pernah membuat konflik
pada siapa saja apabila suda ada kesepakatan bersama. Nilai moral mengajarkan apa yang
seharusnya dikerjakan dan tidak dipaksakan orang lain tetapi niat dan ikhlas. Sedangkan nilai