Kurnia Mengabdi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Vol. 2, No. 1, February 2025, page: 35-45
E-ISSN: 3047-2474
Naskah dikirim: 15/01/2025 Selesai revisi: 17/03/2025 Disetujui: 19/04/2025 Diterbitkan: 31/05/2025
35
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 CC BY-SA International License.
Pelatihan Peningkatan Keterampilan Matematika dan Etika
Kewarganegaraan dalam Mempersiapkan Lulusan Sarjana
Intan Kusumawati
1*
, Prihastini Oktasari Putri
2
, Paiman
3
1,2,3
Universitas Cokroaminoto Yogyakarta, Indonesia
Alamat: Jl. Perintis Kemerdekaan, Gambiran, Pandeyan, Kecamatan Umbulharjo,
Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta Kode Pos 55161
e-mail:
1*
intankusumawati1978@gmail.com
2
putriprihastini@gmail.com
3
rahmantosalimpaiman@gmail.com
Abstrak
Masalah tantangan dunia kerja dan tuntutan profesionalisme sebagai calon pendidik,
mahasiswa dituntut tidak hanya menguasai kompetensi akademik, tetapi juga
memiliki kemampuan berpikir logis serta integritas moral dan etika sebagai warga
negara. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan
keterampilan dasar matematika dan pemahaman etika kewarganegaraan bagi
mahasiswa calon lulusan Sarjana Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP),
Universitas Cokroaminoto Yogyakarta. Metode pelatihan ini, peserta diberikan
materi intensif dalam dua ranah utama: penguatan konsep dasar matematika yang
aplikatif, dan penanaman nilai-nilai etika kewarganegaraan dalam konteks
kehidupan berbangsa dan bernegara. Metode pelatihan dilakukan secara partisipatif
melalui pendekatan andragogi, diskusi kelompok, studi kasus, serta latihan soal
kontekstual. Evaluasi kegiatan menunjukkan bahwa pelatihan ini berdampak positif
dalam meningkatkan kepercayaan diri mahasiswa, memperkuat keterampilan
numerik mereka, serta menumbuhkan kesadaran beretika dalam pengambilan
keputusan sebagai calon pendidik. Hasil pelatihan ini mendorong mahasiswa untuk
lebih siap dalam menghadapi dunia kerja serta memiliki kepekaan sosial sebagai
bagian dari tanggung jawab kewarganegaraan. Program ini diharapkan dapat
berkelanjutan dan menjadi model pembinaan keterampilan transdisipliner dalam
mempersiapkan lulusan FKIP yang unggul secara akademik, etis, dan profesional.
Kata Kunci: Pelatihan keterampilan, Matematika dasar, Etika kewarganegaraan,
calon lulusan, FKIP UCY.
Kurnia Mengabdi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Vol. 2, No. 1, February 2025, page: 35-45
E-ISSN: 3047-2474 (online) 36
https://kurniajurnal.com/index.php/kurnia-mengabdi
Abstract
Given the challenges of the working world and the demands of professionalism as prospective
educators, students are required not only to master academic competencies, but also to possess
logical thinking skills and moral and ethical integrity as citizens. This community service
activity aims to improve basic mathematical skills and an understanding of civic ethics for
prospective undergraduate students of the Faculty of Teacher Training and Education
(FKIP), Cokroaminoto University, Yogyakarta. This training method provides participants
with intensive material in two main areas: strengthening basic mathematical concepts and
applying them, and instilling civic ethics values in the context of national and state life. The
training method is carried out in a participatory manner through an andragogical approach,
group discussions, case studies, and contextual practice questions. Evaluation of the activity
shows that this training has a positive impact on increasing student self-confidence,
strengthening their numerical skills, and fostering ethical awareness in decision-making as
prospective educators. The results of this training encourage students to be better prepared to
face the world of work and have social sensitivity as part of their civic responsibilities. This
program is expected to be sustainable and become a model for developing transdisciplinary
skills in preparing FKIP graduates who excel academically, ethically, and professionally.
Keywords: Skills training, Basic Mathematics, Civic ethics, prospective graduates, FKIP
UCY.
Pendahuluan
Dalam menghadapi tantangan dunia kerja dan dinamika masyarakat abad ke-
21 menurut (Adnyana et al., 2025), (Arifin & Mu’id, 2024), (Jaya et al., 2023), (Yusuf,
2023), lulusan perguruan tinggi, khususnya dari Fakultas Keguruan dan Ilmu
Pendidikan (FKIP) Universitas Cokroaminoto Yogyakarta, dituntut untuk memiliki
kompetensi yang tidak hanya bersifat akademik, tetapi juga keterampilan praktis,
karakter pancasila (I Kusumawati et al., 2021), (Intan Kusumawati & Zuchdi, 2019),
(Intan Kusumawati, 2016) dan integritas etis yang kuat. Kecakapan dalam berpikir
logis melalui penguasaan matematika dasar (Hutagaol & Jamilah, 2024), (Herman et
al., 2024), (Aulia et al., 2023) menjadi landasan penting dalam proses pengambilan
keputusan dan pemecahan masalah, terutama dalam konteks pembelajaran dan
kehidupan profesional. Penguatan nilai-nilai etika Pancasila (Dirsa & Kusumawati,
2019) dan kewarganegaraan (Dewi & Buldani, 2024), (Irayanti & Komalasari, 2023),
(Nugraha, 2023) menjadi aspek esensial dalam membentuk karakter lulusan yang
tidak hanya cerdas, tetapi juga bertanggung jawab secara sosial dan memiliki
kepekaan terhadap kehidupan berbangsa dan bernegara. Berdasarkan hasil observasi
awal dan diskusi bersama para dosen pembimbing serta mahasiswa tingkat akhir di
FKIP Universitas Cokroaminoto Yogyakarta (UCY), ditemukan bahwa sebagian
mahasiswa masih menghadapi kendala dalam menguasai konsep-konsep dasar
matematika secara aplikatif serta dalam memahami secara mendalam prinsip-prinsip
etika kewarganegaraan. Hal ini menjadi perhatian khusus mengingat tantangan yang
akan dihadapi mahasiswa setelah lulus tidak hanya berkaitan dengan substansi
keilmuan, tetapi juga etika profesi dan tanggung jawab sosial.
Kurnia Mengabdi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Vol. 2, No. 1, February 2025, page: 35-45
E-ISSN: 3047-2474 (online) 37
https://kurniajurnal.com/index.php/kurnia-mengabdi
Merespons kebutuhan tersebut, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini
dilaksanakan dalam bentuk pelatihan yang terintegrasi, dengan tujuan untuk
meningkatkan keterampilan matematika dasar dan menanamkan pemahaman etika
kewarganegaraan secara kontekstual. Kegiatan ini dirancang sebagai bagian dari
kontribusi akademisi dalam mempersiapkan lulusan yang unggul, berdaya saing,
dan siap menjalankan peran sebagai pendidik dan warga negara yang berintegritas.
Kesiapan lulusan perguruan tinggi dalam menghadapi tantangan dunia kerja sangat
dipengaruhi oleh kecakapan kognitif dan karakter etis yang dimilikinya. Pada
lingkup Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), kompetensi yang
diharapkan tidak hanya mencakup penguasaan materi ajar, tetapi juga kemampuan
berpikir logis, numerik (Habibi & Suparman, 2020), (Faradina & Mukhlis, 2020), serta
kesadaran etis sebagai calon pendidik (Fajriyah, 2022). Hasil survei internal FKIP
Universitas Cokroaminoto Yogyakarta (UCY) terhadap 62 mahasiswa tingkat akhir
menunjukkan bahwa 67,7% mahasiswa mengaku masih mengalami kesulitan dalam
memahami dan menerapkan konsep matematika dasar dalam konteks pembelajaran.
Selain itu, 54,8% mahasiswa mengungkapkan bahwa materi etika profesi dan
kewarganegaraan belum sepenuhnya mereka kuasai secara aplikatif dalam
kehidupan kampus maupun sosial.
Kondisi tersebut menunjukkan adanya kebutuhan mendesak akan intervensi
pembelajaran yang bersifat transdisipliner dan kontekstual. Fokus pengabdian ini
diarahkan pada dua ranah utama: (1) peningkatan keterampilan matematika dasar
secara aplikatif; dan (2) penanaman nilai-nilai etika kewarganegaraan (Rondli, 2021),
(Dewi & Buldani, 2024), (Irayanti & Komalasari, 2023), (Nugraha, 2023),
(Purwatiningsih, 2023) dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Subjek
pengabdian dipilih berdasarkan analisis kebutuhan mahasiswa semester akhir yang
akan memasuki dunia kerja dan menghadapi uji kompetensi sebagai calon guru.
Mereka (Nurcahyawati, 2022) adalah kelompok yang strategis karena akan segera
memikul tanggung jawab profesional dan sosial sebagai pendidik dan warga negara.
Penguatan dua aspek tersebut penting karena matematika (Fajriyah, 2022) tidak
hanya berfungsi sebagai alat hitung, tetapi juga sebagai sarana berpikir rasional dan
sistematis. Sementara itu, nilai-nilai kewarganegaraan (Zai & Arpannudin, 2023),
(Saputra, 2022) dan etika profesi merupakan fondasi moral dalam membangun
karakter dan integritas lulusan FKIP Universitas Cokroaminoto Yogyakarta. Oleh
karena itu, kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan
kognitif dan etis mahasiswa melalui pelatihan intensif berbasis partisipatif dan
pendekatan andragogi. Kegiatan ini telah menghasilkan lulusan yang siap pakai,
memiliki daya saing tinggi, serta mampu menjalankan peran sosialnya dengan
tanggung jawab dan integritas.
Metode
Metode pelatihan ini dirancang secara terpadu dengan memberikan materi
intensif yang difokuskan pada dua ranah utama, yaitu penguatan konsep dasar
matematika yang aplikatif dan penanaman nilai-nilai etika kewarganegaraan.
Penguatan matematika diarahkan pada kemampuan berpikir logis, pemecahan
masalah numerik, dan penerapan konsep-konsep dasar matematika dalam situasi
Kurnia Mengabdi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Vol. 2, No. 1, February 2025, page: 35-45
E-ISSN: 3047-2474 (online) 38
https://kurniajurnal.com/index.php/kurnia-mengabdi
sehari-hari, terutama yang relevan dengan dunia pendidikan. Sementara itu, pada
ranah etika kewarganegaraan, peserta dibekali dengan pemahaman nilai-nilai dasar
Pancasila, norma hukum, serta tanggung jawab sosial sebagai warga negara yang
beretika dan profesional. Pelatihan dilakukan dengan pendekatan andragogi, yaitu
pembelajaran orang dewasa yang menekankan pada kemandirian, pengalaman
peserta, dan relevansi materi terhadap kehidupan nyata mereka.
Proses pembelajaran bersifat partisipatif, mendorong interaksi dua arah antara
fasilitator dan peserta. Diskusi kelompok dimanfaatkan untuk membangun
pemahaman bersama dan menumbuhkan sikap reflektif terhadap berbagai persoalan
etika dan logika matematis. Studi kasus digunakan untuk menyajikan persoalan
nyata yang menguji pemahaman peserta terhadap nilai-nilai kewarganegaraan dan
penerapan konsep matematika dalam pengambilan keputusan. Sedangkan latihan
soal kontekstual diberikan untuk menguji kemampuan kognitif dan aplikatif peserta
secara langsung dalam situasi yang menyerupai kondisi lapangan kerja di dunia
pendidikan. Melalui kombinasi metode ini, pelatihan tidak hanya berorientasi pada
penguasaan materi, tetapi juga pada pembentukan karakter dan keterampilan
berpikir kritis yang dibutuhkan oleh calon lulusan FKIP Universitas Cokroaminoto
Yogyakarta dalam menjalankan peran sebagai pendidik yang profesional dan
berintegritas.
Hasil dan Pembahasan
Hasil pelatihan menunjukkan bahwa pendekatan pelatihan berbasis andragogi
dengan metode partisipatif, studi kasus, dan latihan kontekstual efektif dalam
meningkatkan keterampilan matematika dasar serta kesadaran etis peserta.
Peningkatan signifikan dalam penguasaan numerasi dasar mencerminkan bahwa
mahasiswa FKIP Universitas Cokroaminoto Yogyakarta tidak hanya mampu
memahami konsep, tetapi juga dapat menerapkannya dalam konteks pembelajaran
dan kehidupan sehari-hari. Hal ini selaras dengan pandangan (Hutagaol & Jamilah,
2024) yang menekankan bahwa keterampilan matematika merupakan fondasi
penting dalam berpikir sistematis dan pemecahan masalah.
Peningkatan pemahaman dalam etika kewarganegaraan juga menunjukkan
keberhasilan pelatihan dalam membangun kesadaran moral dan profesionalisme.
Sebagaimana dijelaskan (Dewi & Buldani, 2024), (Irayanti & Komalasari, 2023) nilai-
nilai Pancasila dan etika profesi (Seran, 2024), (Fahrizal, 2021), (Fernando, 2020) perlu
diinternalisasikan secara berkelanjutan melalui pembelajaran yang reflektif dan
kontekstual. Mahasiswa sebagai calon pendidik harus memiliki komitmen moral
yang kuat, karena mereka kelak akan menjadi panutan dalam lingkungan
pendidikan dan masyarakat. Keberhasilan pelatihan ini juga diperkuat oleh
pendekatan andragogi, yang memberi ruang bagi peserta untuk mengaitkan materi
dengan pengalaman pribadi mereka. Ini sesuai dengan prinsip pembelajaran orang
dewasa yang menekankan pada relevansi, pengalaman sebelumnya, dan partisipasi
aktif. Peserta merasa lebih terlibat dan bertanggung jawab dalam proses
pembelajaran, sehingga terjadi transfer pengetahuan dan sikap secara lebih
mendalam.
Kurnia Mengabdi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Vol. 2, No. 1, February 2025, page: 35-45
E-ISSN: 3047-2474 (online) 39
https://kurniajurnal.com/index.php/kurnia-mengabdi
Secara umum, pelatihan ini membuktikan bahwa integrasi antara pembelajaran
numerik dan etika dapat menjadi strategi efektif dalam menyiapkan lulusan FKIP
yang tidak hanya cakap secara akademik, tetapi juga tangguh secara moral. Program
ini diharapkan dapat direplikasi dan dikembangkan sebagai bagian dari penguatan
soft skills dan life skills mahasiswa pendidikan di masa mendatang. Berikut adalah
tiga tahapan pelatihan dalam kegiatan "Pelatihan Peningkatan Keterampilan
Matematika dan Etika Kewarganegaraan dalam Mempersiapkan Lulusan Sarjana
FKIP UCY" yang dirancang secara sistematis dan berkelanjutan. Pelatihan
ketrampilan ini ada 3 tahapan yang akan dilalui sebagai berikut:
Gambar. 1 Tahapan Pelatihan Peningkatan KeterampilanMatematika dan Etika
Kewarganegaraan
1. Tahap Persiapan (Pre-Training Assessment dan Perencanaan Materi)
Pada tahap awal, dilakukan asesmen kebutuhan peserta melalui angket dan
wawancara untuk mengidentifikasi kelemahan dan kekuatan mereka dalam aspek
matematika dasar dan pemahaman etika kewarganegaraan. Hasil asesmen
digunakan untuk menyusun materi yang kontekstual dan sesuai dengan kondisi
mahasiswa FKIP semester akhir. Tim pengabdi juga menyiapkan modul pelatihan,
studi kasus, serta lembar kerja yang terintegrasi antara aspek kognitif (matematika)
dan afektif (etika kewarganegaraan). Tahap ini juga mencakup koordinasi teknis
pelaksanaan pelatihan secara luring dan pembentukan kelompok belajar kecil.
Gambar. 2 Pemaparan Materi oleh Narasumber
2. Tahap Pelaksanaan (In-Class Training dan Praktik Partisipatif)
Tahap ini merupakan inti dari pelatihan yang dilaksanakan dalam bentuk sesi-
sesi interaktif. Pelatihan matematika dilakukan melalui pembelajaran aplikatif
seperti pemecahan masalah numerik, interpretasi data sederhana, dan logika
matematika kontekstual. Sementara itu, pelatihan etika kewarganegaraan
Tahap 1
Persiapan
Tahap 2
Pelaksanaan
Tahap 3
Evaluasi dan
Tindak
Lanjut
Kurnia Mengabdi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Vol. 2, No. 1, February 2025, page: 35-45
E-ISSN: 3047-2474 (online) 40
https://kurniajurnal.com/index.php/kurnia-mengabdi
disampaikan melalui diskusi nilai-nilai Pancasila, studi kasus etika profesi guru,
serta simulasi pengambilan keputusan etis dalam kehidupan sosial. Metode yang
digunakan meliputi ceramah interaktif, diskusi kelompok, pembelajaran berbasis
masalah (problem-based learning), serta refleksi individu. Pendekatan andragogi
menjadi dasar pelaksanaan, dengan mendorong pengalaman peserta sebagai sumber
belajar utama.
Pelatihan yang dilaksanakan selama dua hari berturut-turut ini diikuti oleh 62
mahasiswa semester akhir dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP)
Universitas Cokroaminoto Yogyakarta. Kegiatan terbagi dalam enam sesi tematik:
tiga sesi untuk penguatan keterampilan matematika dasar, dan tiga sesi lainnya
untuk etika kewarganegaraan. Berdasarkan pre-test awal, hanya 38,7% peserta yang
mampu menyelesaikan soal matematika kontekstual dengan benar lebih dari 60%,
dan hanya 41,9% peserta yang mampu menjawab dengan benar studi kasus etika
profesi dalam konteks kewarganegaraan.
Tabel 1. Hasil Pre-Test Kemampuan Awal Peserta Pelatihan
Jumlah
Peserta
Jumlah yang
Menguasai (>60%)
Persentase
(%)
62
24
38,7%
62
26
41,9%
Setelah pelatihan, post-test dilakukan untuk mengukur peningkatan
pemahaman dan keterampilan. Hasil post-test menunjukkan bahwa 77,4% peserta
mengalami peningkatan skor signifikan pada aspek keterampilan numerik,
khususnya dalam soal-soal aplikasi seperti interpretasi grafik sederhana, persentase,
dan logika matematika. Pada ranah etika kewarganegaraan, 82,2% peserta
menunjukkan pemahaman lebih mendalam tentang prinsip-prinsip dasar etika
profesi guru, nilai-nilai Pancasila, dan pengambilan keputusan etis dalam kehidupan
sosial. Berikut adalah tabel hasil post-test peserta pelatihan yang menunjukkan
peningkatan pemahaman dan keterampilan setelah pelatihan ditunjukkan pada tabel
2, sebagai berikut:
Tabel 2. Hasil Post-Test Pemahaman dan Keterampilan Peserta Pelatihan
Aspek yang Dinilai
Jumlah
Peserta
Jumlah yang
Mengalami
Peningkatan Signifikan
Persentase
(%)
Keterampilan numerik (interpretasi
grafik, persentase, logika matematika)
62
48
77,4%
Pemahaman etika kewarganegaraan
(etika profesi, Pancasila, pengambilan
keputusan etis)
62
51
82,2%
Kurnia Mengabdi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Vol. 2, No. 1, February 2025, page: 35-45
E-ISSN: 3047-2474 (online) 41
https://kurniajurnal.com/index.php/kurnia-mengabdi
Keterangan:
a. Peningkatan signifikan didefinisikan sebagai kenaikan skor post-test minimal 20%
dibandingkan hasil pre-test pada masing-masing aspek.
b. Data ini menunjukkan efektivitas pendekatan pelatihan berbasis partisipatif dan
andragogi dalam membangun kompetensi kognitif dan etis peserta.
Demikian adalah hasil post-test pemahaman dan ketrampilan peserta pelatihan
peningkatan keterampilan matematika dan etika kewarganegaraan dalam
mempersiapkan lulusan sarjana FKIP Universitas Cokroaminoto Yogyakarta.
Umpan balik dari peserta melalui angket evaluasi menunjukkan bahwa 88,5%
peserta merasa pelatihan ini sangat bermanfaat dalam mempersiapkan diri
menghadapi dunia kerja, sedangkan 91,2% menyatakan bahwa metode partisipatif
dan studi kasus sangat membantu mereka dalam memahami materi secara
kontekstual. Peserta juga mengapresiasi pendekatan andragogi yang digunakan,
karena memberi ruang untuk refleksi dan pengalaman belajar aktif. Berikut adalah
tabel hasil angket umpan balik peserta pelatihan:
Tabel 3. Hasil Evaluasi Umpan Balik Peserta Pelatihan
Aspek yang Dievaluasi
Jumlah
Peserta
Jumlah yang
Memberi
Penilaian
Positif
Persentase
(%)
Pelatihan bermanfaat dalam
mempersiapkan diri menghadapi dunia
kerja
62
55
88,5%
Metode partisipatif dan studi kasus
membantu pemahaman materi secara
kontekstual
62
57
91,2%
Pendekatan andragogi memberi ruang
refleksi dan pengalaman belajar aktif
62
53
85,5%
Keterangan:
a. Penilaian positif diberikan peserta yang memilih kategori "Sangat Setuju" dan
"Setuju" dalam skala Likert pada angket evaluasi.
b. Data ini menunjukkan bahwa pendekatan pelatihan yang digunakan mendapat
apresiasi tinggi dan dirasakan relevan dengan kebutuhan mahasiswa tingkat
akhir.
Demikian adalah hasil evaluasi umpan balik peserta pelatihan Peningkatan
Keterampilan Matematika dan Etika Kewarganegaraan dalam Mempersiapkan
Lulusan Sarjana FKIP UCY. Berikut adalah gambar 3 yaitu proses pelatihan
peningkatan ketrampilan matematika dan etika kewarganegaraan dalam
mempersiapkan lulusan sarjana FKIP UCY yang di selenggarakan selama 2 hari di
auditorium Universitas Cokroaminoto Yogyakarta.
Kurnia Mengabdi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Vol. 2, No. 1, February 2025, page: 35-45
E-ISSN: 3047-2474 (online) 42
https://kurniajurnal.com/index.php/kurnia-mengabdi
Gambar 3. Proses Pelatihan Peningkatan Keterampilan Matematika dan Etika
Kewarganegaraan
3. Tahap Evaluasi dan Tindak Lanjut (Post-Test dan Refleksi Kritis)
Setelah pelatihan selesai, peserta mengikuti post-test untuk mengukur
peningkatan pemahaman dan keterampilan. Evaluasi juga mencakup umpan balik
dari peserta mengenai efektivitas materi, metode, dan fasilitator. Selain evaluasi
kuantitatif, refleksi kritis secara tertulis dan diskusi terbuka digunakan untuk
menangkap transformasi sikap dan pemahaman etis peserta. Hasil evaluasi
digunakan sebagai dasar perbaikan program pelatihan ke depan dan sebagai bahan
penyusunan rekomendasi untuk pengembangan kurikulum berbasis soft skill dan
numerasi di lingkungan FKIP Universitas Cokroaminoto Yogyakarta.
Simpulan dan Rekomendasi
Kegiatan pelatihan ini telah berhasil memberikan kontribusi nyata dalam
meningkatkan keterampilan dasar matematika dan pemahaman etika
kewarganegaraan bagi mahasiswa tingkat akhir FKIP Universitas Cokroaminoto
Yogyakarta. Berdasarkan hasil evaluasi kuantitatif melalui pre-test dan post-test,
serta refleksi kualitatif dari peserta, ditemukan adanya peningkatan signifikan pada
aspek kemampuan berpikir logis, numerik, dan kesadaran etis sebagai calon
pendidik. Pelatihan yang menggunakan pendekatan andragogi, metode partisipatif,
serta media studi kasus dan soal kontekstual terbukti efektif dalam membangun
keterampilan kognitif dan afektif peserta secara seimbang. Peningkatan pemahaman
dalam konsep matematika aplikatif memberikan dasar yang kuat bagi mahasiswa
untuk mengintegrasikan logika numerik dalam konteks pembelajaran yang akan
mereka hadapi di dunia kerja. Sementara itu, penguatan nilai-nilai etika
kewarganegaraan mendorong terbentuknya karakter profesional yang menjunjung
tinggi integritas, tanggung jawab sosial, serta sikap reflektif dalam menjalankan
tugas sebagai pendidik. Hal ini sangat penting dalam menyiapkan lulusan FKIP
yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kompetensi
kewargaan dan profesionalisme yang tinggi.
Pelatihan ini tidak hanya menjadi sarana penguatan kompetensi teknis dan etis,
tetapi juga merupakan bentuk konkret pengabdian dosen kepada mahasiswa sebagai
bagian dari proses pembentukan lulusan yang holistik. Program ini diharapkan
Kurnia Mengabdi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Vol. 2, No. 1, February 2025, page: 35-45
E-ISSN: 3047-2474 (online) 43
https://kurniajurnal.com/index.php/kurnia-mengabdi
dapat direplikasi secara berkelanjutan, serta dijadikan model pengembangan soft
skills dalam kurikulum pendidikan tinggi, khususnya di lingkungan FKIP
Universitas Cokroaminoto Yogyakarta. Selain itu, hasil dari kegiatan ini juga dapat
menjadi bahan masukan strategis bagi institusi dalam merancang program
pembekalan calon lulusan yang lebih adaptif terhadap tuntutan dunia kerja dan
tantangan zaman.
Berdasarkan hasil pelatihan dan evaluasi kegiatan, terdapat beberapa
rekomendasi yang dapat dijadikan acuan untuk pengembangan program serupa ke
depan: (1) Integrasi dalam kurikulum, disarankan agar materi pelatihan mengenai
keterampilan matematika aplikatif dan etika kewarganegaraan diintegrasikan ke
dalam mata kuliah pembekalan karier atau pendidikan profesi. Hal ini akan
memperkuat kesiapan mahasiswa sejak dini dalam menghadapi dunia kerja secara
holistik. (2) Pengembangan modul terstandar perlu disusun modul pembelajaran
berbasis pelatihan yang sistematis dan terstandar, yang mencakup pendekatan
andragogi, studi kasus lokal, dan latihan kontekstual. Modul ini dapat digunakan
secara berkelanjutan untuk mahasiswa tingkat akhir di berbagai program studi
kependidikan. (3) Peningkatan kolaborasi antar prodi diharapkan kegiatan pelatihan
serupa dapat dikembangkan melalui kerja sama antar fakultas, khususnya program
studi kependidikan dan eksakta, guna memperluas jangkauan pembinaan
kompetensi numerasi dan etika lintas disiplin. (4) Pendampingan berkelanjutan,
perlu adanya tindak lanjut berupa program mentoring atau klinik akademik yang
fokus pada pendalaman keterampilan matematika dan pematangan karakter etis
secara berkala, terutama menjelang wisuda atau pelaksanaan PPL/Kuliah Kerja
Nyata (KKN). (5) Evaluasi jangka panjang adalah pelaksanaan evaluasi jangka
panjang terhadap dampak pelatihan ini terhadap performa lulusan di dunia kerja.
Hal ini dapat menjadi dasar pengembangan kebijakan institusi dalam pembinaan soft
skills dan penguatan karakter mahasiswa secara berkelanjutan.
Daftar Pustaka
Adnyana, P. E. S., Juansa, A., Rianty, E., Saputro, D. R. S., & ... (2025). Pendidikan Abad
Ke-21: Tantangan, Strategi dan Inovasi Pendidikan Masa Depan. books.google.com.
https://books.google.com/books?hl=en%5C&lr=%5C&id=iOFbEQAAQBAJ%5
C&oi=fnd%5C&pg=PA33%5C&dq=dalam+menghadapi+tantangan+dunia+ker
ja+dan+dinamika+masyarakat+abad+%22ke+21%22%5C&ots=QZLXF1_uKt%5
C&sig=-DIpIrPlm7LZ5uYV62E39b_qF7M
Arifin, B., & Muid, A. (2024). Pengembangan kurikulum berbasis keterampilan
dalam menghadapi tuntutan kompetensi abad 21. DAARUS TSAQOFAH Jurnal
. https://jurnalpasca.uqgresik.ac.id/index.php/pendidikan/article/view/23
Aulia, D. P., Faridah, L., & Rohim, A. (2023). Analisis Berpikir Kritis Siswa Dalam
Pemecahan Masalah Ditinjau Dari Kecerdasan Logis Matematis.
INSPIRAMATIKA. https://e-
jurnal.unisda.ac.id/index.php/Inspiramatika/article/view/4790
Kurnia Mengabdi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Vol. 2, No. 1, February 2025, page: 35-45
E-ISSN: 3047-2474 (online) 44
https://kurniajurnal.com/index.php/kurnia-mengabdi
Dewi, D. A., & Buldani, A. A. (2024). Penguatan Etika Kewarganegaraan dalam
Kehidupan Demokratis Melalui Kompetensi Pedagogis. Jurnal Moral
Kemasyarakatan.
http://ejournal.unikama.ac.id/index.php/JMK/article/view/10353
Dirsa, A., & Kusumawati, I. (2019). Implementasi Pemikiran Imam Al-Ghazali
tentang Pendidikan Karakter. Academy of Education Journal.
https://jurnal.ucy.ac.id/index.php/fkip/article/view/281
Fahrizal, R. (2021). Warga Negara Memahami Dan Melaksanakan Pancasila Sebagai
Ideologi Negara. osf.io. https://osf.io/5bpfm/download
Fajriyah, E. (2022). Kemampuan literasi numerasi siswa pada pembelajaran
matematika di Abad 21. Prosiding Seminar Nasional Pendidikan.
https://prosiding.unma.ac.id/index.php/semnasfkip/article/view/824
Faradina, A., & Mukhlis, M. (2020). Analisis berpikir logis siswa dalam
menyelesaikan matematika realistik ditinjau dari kecerdasan interpersonal.
Dan Pembelajaran Matematika.
https://journal.ibrahimy.ac.id/index.php/Alifmatika/article/view/717
Fernando, Z. J. (2020). Pancasila Sebagai Ideologi Pemberantasan Kejahatan
Korporasi Di Indonesia. Supremasi Hukum: Jurnal Penelitian Hukum.
https://ejournal.unib.ac.id/supremasihukum/article/view/8685
Habibi, H., & Suparman, S. (2020). Literasi Matematika dalam Menyambut PISA 2021
Berdasarkan Kecakapan Abad 21. Kajian Pendidikan Matematika).
http://journal.lppmunindra.ac.id/index.php/jkpm/article/view/8177
Herman, T., Akbar, A., Farokhah, L., Febriandi, R., & ... (2024). Kecakapan abad 21:
Literasi matematis, berpikir matematis, dan berpikir komputasi. books.google.com.
https://books.google.com/books?hl=en%5C&lr=%5C&id=-
i7vEAAAQBAJ%5C&oi=fnd%5C&pg=PA115%5C&dq=kecakapan+dalam+berp
ikir+logis+melalui+penguasaan+matematika+dasar%5C&ots=WbRRw3FFfF%5
C&sig=mdcPp34yi7gdx9-3ZCHLF5c4j9g
Hutagaol, A. T. B., & Jamilah, J. (2024). Analisis kemampuan pemecahan masalah
matematis berdasarkan kecerdasan logis matematis. Jurnal Pendidikan
Informatika .
https://journal.upgripnk.ac.id/index.php/saintek/article/view/7734
Irayanti, I., & Komalasari, K. (2023). Membangun Etika Kewarganegaraan Global
Melalui Karakter Moral Pancasila: Analisis Konseptual. Pendidikan
Kewarganegaraan.
https://pdfs.semanticscholar.org/50bd/8e6a5a8bf59cf65d20658718df10d8b458
8b.pdf
Jaya, H., Hambali, M., & ... (2023). Transformasi pendidikan: peran pendidikan
berkelanjutan dalam menghadapi tantangan abad ke-21. Jurnal Review .
http://repository.uin-malang.ac.id/17431/
Kurnia Mengabdi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Vol. 2, No. 1, February 2025, page: 35-45
E-ISSN: 3047-2474 (online) 45
https://kurniajurnal.com/index.php/kurnia-mengabdi
Kusumawati, I, Paiman, P., & Bowo, A. N. A. (2021). Developing Pancasila And
Citizenship Education Lesson Plan Based On 2013 Curriculum In Senior High
School. Research and Review).
https://ejournal.upi.edu/index.php/EARR/article/view/43251
Kusumawati, Intan. (2016). Landasan Filosofis Pengembangan Karakter Dalam
Pembentukan Karakter. Academy of Education Journal, 7(1), 115.
https://doi.org/10.47200/aoej.v7i1.342
Kusumawati, Intan, & Zuchdi, D. (2019). Pendidikan Moral Anak Usia Dini Melalui
Pendekatan Konstruktivis. Academy of Education Journal, 10(01), 6375.
Nugraha, H. S. (2023). Paradigma Etika Digital Dalam Perspektif Pendidikan
Kewarganegaraan. Jurnal Kewarganegaraan.
https://journal.upy.ac.id/index.php/pkn/article/download/5775/3348
Nurcahyawati, E. (2022). Implementasi Etika Mahasiswa Di Dalam Pembelajaran
Kewarganegaraan. Jagaddhita: Jurnal Kebhinnekaan dan .
https://journal.unindra.ac.id/index.php/jagaddhita/article/view/1060
Purwatiningsih, A. (2023). Etika pembelajaran dalam konteks pendidikan
kewarganegaraan: Suatu alternatif membangun pilar pendidikan. Prosiding
Temu Ilmiah Nasional Guru.
https://conference.ut.ac.id/index.php/ting/article/view/2261
Rondli, W. S. (2021). Pepali Ki Ageng Selo sebagai Konsep Etika Kewarganegaraan.
Jurnal Rontal Keilmuan PKn. https://core.ac.uk/download/pdf/478508010.pdf
Saputra, M. (2022). Integrasi kewarganegaraan digital dalam mata kuliah pendidikan
kewarganegaraan untuk menumbuhkan etika berinternet (netiket) di kalangan
mahasiswa. Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan.
https://www.academia.edu/download/106188180/13635-38031-1-PB.pdf
Seran, A. (2024). Pancasila as a moral foundation in seeking a resolution of social
conflicts to maintain mental health. Journal of Public Health (United Kingdom),
46(1). https://doi.org/10.1093/pubmed/fdad135
Yusuf, M. (2023). Inovasi pendidikan abad-21: Perspektif, tantangan, dan praktik terkini.
books.google.com.
https://books.google.com/books?hl=en%5C&lr=%5C&id=1jrJEAAAQBAJ%5C
&oi=fnd%5C&pg=PR5%5C&dq=dalam+menghadapi+tantangan+dunia+kerja+
dan+dinamika+masyarakat+abad+%22ke+21%22%5C&ots=xIroHxVsPs%5C&s
ig=CvcjYZIGVC9mmZrVzZPzhQqUd_4
Zai, R., & Arpannudin, I. (2023). Peranan Etika Kewarganegaraan Pada Pluralitas
Indonesia. Aptana: Jurnal Ilmu \&Humaniora.
https://mentech.id/aptana/index.php/edu/article/view/12