Kurnia Mengabdi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Vol. 3, No. 1, Februari 2026, page: 22-35
E-ISSN: 3047-2474
Naskah dikirim: 17/12/2025Selesai revisi: 2/1/2026Disetujui: 23/1/2026Diterbitkan: 1/2/2026
22
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 CC BY-SA
International License.
Pendampingan Manajemen Waktu Berbasis Digital dalam
Menyeimbangkan Aktivitas Akademik dan Ekstrakurikuler Siswa
SMP di Pondok Pesantren Al Kaffah
Hilda Sa’idatul Kamilah
1
, Astri Ardila Susanti
2*
, Mutiara Vidrin Rittiauw
3
,
Zizah Nurazizah
4
, Ilwandi
5
, Afrinal Desi Dermawan
6
1,2,3,4,5,6
Magister Manajemen Pendidikan, Universitas Pamulang, Banten, Indonesia
e-mail:
1
hildasaidatulkamilah@gmail.com,
2*
astriardila@gmail.com,
3
vidrinmutiara@gmail.com,
4
ziza6481@gmail.com,
5
rectionwandi@gmail.com,
6
afrinald88@gmail.com
Abstrak
Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini dilatarbelakangi oleh rendahnya
kemampuan manajemen waktu siswa dalam menyeimbangkan aktivitas akademik
dan ekstrakurikuler di lingkungan pesantren yang memiliki jadwal padat serta
keterbatasan penggunaan teknologi digital. Fokus kegiatan ini adalah pendampingan
manajemen waktu berbasis digital yang disesuaikan dengan kondisi pesantren.
Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan siswa
dalam mengelola waktu secara efektif dan terstruktur. Metode yang digunakan adalah
pendekatan partisipatif dengan strategi edukatif dan kontekstual melalui ceramah,
diskusi, refleksi, simulasi manual, dan demonstrasi. Kegiatan dilaksanakan melalui
tahapan persiapan, pelaksanaan, serta evaluasi dengan teknik pengumpulan data
berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi yang dianalisis secara deskriptif
kualitatif. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa siswa mengalami peningkatan
pemahaman terhadap konsep manajemen waktu, mampu menyusun jadwal harian
secara lebih terstruktur, serta mulai memiliki kesadaran dalam menentukan prioritas
kegiatan. Selain itu, siswa juga memahami konsep pemanfaatan teknologi digital
sebagai alat bantu dalam manajemen waktu secara konseptual. Dengan demikian,
kegiatan ini memberikan kontribusi dalam membentuk kemandirian belajar,
kedisiplinan, serta keseimbangan aktivitas siswa di lingkungan pesantren.
Kata Kunci: Manajemen waktu; literasi digital; siswa SMP; pesantren; pengabdian
masyarakat
Abstract
This community service program was motivated by the low level of students’ time management
skills in balancing academic and extracurricular activities, particularly in Islamic boarding
school environments characterized by structured schedules and limited access to digital
technology. The focus of this program was digital-based time management assistance adapted
to the contextual conditions of the pesantren. The objective of this activity was to improve
Kurnia Mengabdi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Vol. 3, No. 1, Februari 2026, page: 22-35
E-ISSN: 3047-2474 (online) 23
https://kurniajurnal.com/index.php/kurnia-mengabdi
students’ understanding and skills in managing time effectively and systematically. The
method employed a participatory approach with educational and contextual strategies,
including lectures, discussions, reflections, manual simulations, and demonstrations. The
program was implemented through three main stages: preparation, implementation, and
evaluation, with data collected through observation, interviews, and documentation, and
analyzed using a descriptive qualitative approach. The results indicate that students
experienced an improvement in their understanding of time management concepts,
demonstrated the ability to create more structured daily schedules, and developed greater
awareness in setting activity priorities. In addition, students gained conceptual knowledge of
how digital tools can support time management, despite not directly using digital devices.
Therefore, this program contributes to fostering students’ self-regulated learning, discipline,
and ability to balance academic and extracurricular activities in the pesantren environment.
Keywords: time management; digital literacy; self-regulated learning; junior high school
students; islamic boarding school
Pendahuluan
Perkembangan teknologi digital pada abad ke-21 telah membawa perubahan
fundamental dalam sistem pendidikan global, khususnya dalam cara peserta didik
mengakses, mengelola, dan memanfaatkan informasi dalam proses pembelajaran.
Transformasi ini menuntut siswa untuk tidak hanya menguasai materi akademik,
tetapi juga memiliki keterampilan adaptif seperti literasi digital, manajemen diri, serta
kemampuan mengatur waktu secara efektif (Cahyaningsih et al., 2025; Hasnida et al.,
2023). Dalam konteks pendidikan modern, kemampuan manajemen waktu menjadi
salah satu kompetensi kunci yang menentukan keberhasilan belajar, karena siswa
dihadapkan pada berbagai tuntutan aktivitas yang semakin kompleks dan dinamis.
Penelitian terbaru menunjukkan bahwa dalam era pendidikan digital, kemampuan
manajemen waktu dan self-regulated learning menjadi faktor utama dalam menjaga
konsistensi akademik siswa di tengah berbagai distraksi teknologi yang terus
berkembang (Luwiha et al., 2025). Hal ini menegaskan bahwa penguasaan manajemen
waktu bukan lagi sekadar keterampilan tambahan, melainkan kebutuhan esensial
dalam sistem pendidikan kontemporer.
Dalam praktiknya, tantangan terbesar yang dihadapi siswa saat ini adalah
meningkatnya distraksi akibat penggunaan teknologi digital yang tidak terkontrol,
seperti media sosial dan aplikasi hiburan. Kondisi ini menyebabkan terjadinya
penurunan fokus belajar, keterlambatan dalam penyelesaian tugas, serta rendahnya
produktivitas akademik. Beberapa studi menunjukkan bahwa tanpa pengelolaan
waktu yang baik, siswa cenderung mengalami kesulitan dalam mempertahankan
keterlibatan belajar secara konsisten (Elviona et al., 2025; Fu et al., 2025). Selain itu,
perkembangan pembelajaran berbasis digital juga menuntut siswa untuk memiliki
tingkat kemandirian yang lebih tinggi dalam mengatur waktu belajar mereka. Tanpa
keterampilan tersebut, teknologi yang seharusnya menjadi alat bantu justru berubah
menjadi sumber gangguan yang signifikan dalam proses pembelajaran (P et al., 2025).
Oleh karena itu, diperlukan intervensi yang tepat untuk membantu siswa mengelola
waktu secara efektif dalam lingkungan digital yang kompleks.
Kurnia Mengabdi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Vol. 3, No. 1, Februari 2026, page: 22-35
E-ISSN: 3047-2474 (online) 24
https://kurniajurnal.com/index.php/kurnia-mengabdi
Manajemen waktu dalam konteks pendidikan tidak hanya berkaitan dengan
pengaturan jadwal belajar, tetapi juga mencakup kemampuan menetapkan prioritas,
mengontrol diri, serta mengalokasikan waktu secara proporsional antara berbagai
aktivitas. Kemampuan ini memiliki hubungan yang erat dengan self-regulated learning,
yaitu kemampuan individu dalam mengelola proses belajarnya secara mandiri
(Tsanya et al., 2025; Wolters & Brady, 2021). Penelitian menunjukkan bahwa terdapat
hubungan positif yang signifikan antara manajemen waktu dan self-regulated learning,
di mana siswa yang memiliki kemampuan manajemen waktu yang baik cenderung
memiliki tingkat kemandirian belajar yang lebih tinggi (Usroh et al., 2022). Dengan
demikian, penguatan kemampuan manajemen waktu dapat menjadi strategi efektif
dalam meningkatkan kualitas pembelajaran siswa secara keseluruhan.
Lebih lanjut, pentingnya manajemen waktu juga berkaitan dengan upaya
mengurangi perilaku prokrastinasi yang sering terjadi pada siswa. Prokrastinasi
akademik merupakan salah satu masalah umum yang dapat menghambat pencapaian
prestasi belajar. Penelitian empiris menunjukkan bahwa rendahnya kemampuan
manajemen waktu berkorelasi dengan tingginya tingkat prokrastinasi pada siswa,
yang berdampak pada penurunan kualitas hasil belajar (Hidayat & Hasim, 2023; Jaya
et al., 2025). Selain itu, siswa yang tidak mampu mengatur waktu dengan baik
cenderung mengalami tekanan akademik yang lebih tinggi, yang pada akhirnya dapat
memengaruhi kondisi psikologis mereka. Oleh karena itu, pengembangan
keterampilan manajemen waktu menjadi sangat penting sebagai upaya preventif
terhadap berbagai permasalahan akademik dan psikologis yang dihadapi siswa.
Di sisi lain, kegiatan ekstrakurikuler juga memiliki peran penting dalam
mendukung perkembangan siswa secara holistik. Kegiatan ini tidak hanya membantu
mengembangkan bakat dan minat, tetapi juga membentuk karakter, keterampilan
sosial, serta kemampuan kepemimpinan (Kasman et al., 2024; Widodo et al., 2025).
Namun, tanpa pengelolaan waktu yang baik, keterlibatan dalam kegiatan
ekstrakurikuler justru dapat menjadi beban tambahan bagi siswa. Penelitian
menunjukkan bahwa banyak siswa mengalami kesulitan dalam menyeimbangkan
antara tuntutan akademik dan kegiatan non-akademik, yang pada akhirnya
berdampak pada penurunan performa di salah satu aspek (Mandasari et al., 2025). Hal
ini menunjukkan bahwa keseimbangan antara kegiatan akademik dan ekstrakurikuler
merupakan tantangan nyata yang membutuhkan solusi strategis dan aplikatif.
Dalam konteks pengabdian kepada masyarakat, berbagai upaya telah dilakukan
untuk meningkatkan kemampuan manajemen waktu siswa, salah satunya melalui
kegiatan pelatihan dan pendampingan. Studi menunjukkan bahwa intervensi berupa
pelatihan manajemen waktu berbasis pendekatan praktis dapat meningkatkan
pemahaman serta keterampilan siswa dalam mengelola waktu secara signifikan
(Shalsa et al., 2025). Selain itu, kegiatan PKM yang mengintegrasikan pemanfaatan
teknologi digital juga terbukti mampu meningkatkan efektivitas pengelolaan waktu
dan produktivitas siswa (P et al., 2025). Namun demikian, sebagian besar kegiatan
tersebut masih dilakukan dalam konteks sekolah umum yang tidak memiliki
keterbatasan penggunaan teknologi, sehingga belum sepenuhnya relevan dengan
lingkungan pendidikan berbasis pesantren yang memiliki karakteristik khusus.
Kurnia Mengabdi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Vol. 3, No. 1, Februari 2026, page: 22-35
E-ISSN: 3047-2474 (online) 25
https://kurniajurnal.com/index.php/kurnia-mengabdi
Lingkungan pendidikan berbasis pesantren memiliki karakteristik yang berbeda
dibandingkan dengan sekolah umum, terutama dalam hal pengelolaan waktu siswa.
Sistem pendidikan pesantren mengintegrasikan kegiatan akademik formal,
pembelajaran keagamaan, serta aktivitas asrama dalam satu kesatuan jadwal yang
padat dan terstruktur (Geh et al., 2024; Muflikhah & Citraningsih, 2025; Sunardi et al.,
2024). Hal ini menyebabkan siswa atau santri dituntut memiliki kemampuan
manajemen waktu yang lebih kompleks dibandingkan siswa pada umumnya.
Penelitian menunjukkan bahwa dalam sistem pendidikan pesantren, waktu santri
terbagi dalam berbagai kategori aktivitas seperti ibadah, pembelajaran diniyah,
pendidikan formal, serta kegiatan penunjang lainnya yang berlangsung secara
terjadwal sepanjang hari (Mizaniyyah & Triwiyanto, 2025). Kondisi ini
memperlihatkan bahwa pengelolaan waktu bukan hanya kebutuhan, melainkan
menjadi bagian integral dari sistem pendidikan pesantren itu sendiri.
Meskipun memiliki sistem jadwal yang relatif terstruktur, dalam praktiknya
masih ditemukan berbagai permasalahan terkait kemampuan siswa dalam mengelola
waktu secara efektif. Tidak semua siswa mampu beradaptasi dengan tuntutan
aktivitas yang padat, sehingga seringkali mengalami kesulitan dalam
menyeimbangkan antara kegiatan akademik dan aktivitas asrama. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa siswa di lingkungan pendidikan berasrama masih mengalami
kendala dalam mengatur waktu belajar dan kegiatan non-akademik, yang berdampak
pada kesiapan belajar dan performa akademik mereka (A. N. Azizah et al., 2026). Hal
ini mengindikasikan bahwa keberadaan jadwal yang terstruktur belum tentu
menjamin kemampuan manajemen waktu yang baik tanpa adanya pembinaan dan
pendampingan yang tepat.
Lebih lanjut, tantangan dalam pengelolaan waktu di lingkungan pesantren juga
berkaitan dengan keterbatasan akses terhadap teknologi digital. Berbeda dengan
sekolah umum yang relatif bebas dalam penggunaan perangkat digital, banyak
pesantren yang menerapkan pembatasan penggunaan smartphone bagi siswa sebagai
bagian dari pembinaan karakter. Di satu sisi, kebijakan ini bertujuan untuk
mengurangi distraksi dan menjaga fokus belajar, namun di sisi lain juga membatasi
pemanfaatan teknologi digital sebagai alat bantu dalam manajemen waktu. Padahal,
penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan teknologi seperti to-do list, pengingat,
dan perencanaan digital dapat membantu individu dalam meningkatkan efektivitas
pengelolaan waktu serta produktivitas belajar (H. N. Azizah et al., 2025). Dengan
demikian, terdapat kesenjangan antara potensi teknologi digital dengan praktik
pendidikan di lingkungan pesantren.
Permasalahan tersebut juga diperkuat oleh fakta bahwa sebagian besar program
peningkatan manajemen waktu yang telah dilakukan masih berfokus pada
pendekatan konvensional tanpa integrasi teknologi digital secara optimal. Studi
menunjukkan bahwa intervensi berupa pelatihan dan bimbingan kelompok mampu
meningkatkan kemampuan manajemen waktu siswa secara signifikan, namun
pendekatan tersebut masih terbatas pada metode manual dan belum
mengintegrasikan aspek digital secara kontekstual (Shalsa et al., 2025). Oleh karena
itu, diperlukan suatu inovasi pendekatan yang mampu menjembatani antara
Kurnia Mengabdi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Vol. 3, No. 1, Februari 2026, page: 22-35
E-ISSN: 3047-2474 (online) 26
https://kurniajurnal.com/index.php/kurnia-mengabdi
kebutuhan pengembangan keterampilan manajemen waktu dengan kondisi
lingkungan pesantren yang memiliki keterbatasan penggunaan teknologi.
Berdasarkan kondisi tersebut, Pondok Pesantren Al Kaffah dipilih sebagai lokasi
pengabdian karena memiliki karakteristik yang relevan dengan permasalahan yang
diangkat. Siswa di lingkungan ini tidak hanya dituntut untuk memenuhi kewajiban
akademik formal, tetapi juga aktif dalam kegiatan keagamaan dan ekstrakurikuler
yang cukup padat. Kondisi ini menjadikan siswa rentan mengalami
ketidakseimbangan dalam pengelolaan waktu jika tidak memiliki keterampilan yang
memadai. Selain itu, adanya pembatasan penggunaan perangkat digital di lingkungan
pesantren menjadi tantangan tersendiri dalam mengimplementasikan konsep
manajemen waktu berbasis digital. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan yang
adaptif dan kontekstual agar program yang dilaksanakan dapat diterima dan
diterapkan secara efektif oleh peserta.
Sebagai respons terhadap permasalahan tersebut, kegiatan Pengabdian Kepada
Masyarakat ini dirancang dalam bentuk pendampingan manajemen waktu berbasis
digital yang disesuaikan dengan kondisi lingkungan pesantren. Kebaruan (novelty)
dari kegiatan ini terletak pada pendekatan yang digunakan, yaitu integrasi konsep
manajemen waktu digital melalui metode simulasi manual tanpa ketergantungan
langsung pada perangkat teknologi. Pendekatan ini memungkinkan siswa untuk
memahami prinsip-prinsip penggunaan teknologi digital dalam pengelolaan waktu
secara konseptual dan aplikatif, meskipun dalam keterbatasan akses perangkat.
Adapun tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pemahaman siswa
tentang manajemen waktu, membekali keterampilan praktis dalam menyusun jadwal
yang efektif, serta membantu siswa dalam menyeimbangkan aktivitas akademik dan
ekstrakurikuler secara optimal di lingkungan pesantren.
Metode
Metode dalam kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini
menggunakan pendekatan partisipatif berbasis edukatif dan kontekstual yang
bertujuan untuk meningkatkan kemampuan manajemen waktu siswa dalam
menyeimbangkan aktivitas akademik dan ekstrakurikuler di lingkungan pesantren.
Pendekatan ini menekankan keterlibatan aktif peserta dalam proses pembelajaran
melalui kombinasi metode ceramah, diskusi, refleksi, simulasi, dan demonstrasi.
Kegiatan diawali dengan tahap persiapan yang meliputi identifikasi kebutuhan mitra,
koordinasi dengan pihak Pondok Pesantren Al Kaffah, serta penyesuaian materi
dengan karakteristik siswa dan aturan lingkungan pesantren. Tahap pelaksanaan
dilakukan melalui seminar interaktif yang memberikan pemahaman konseptual
mengenai manajemen waktu dan pemanfaatan teknologi digital, disertai kegiatan
diskusi dan refleksi untuk memperkuat pemahaman peserta secara kontekstual.
Simulasi manual dilakukan dengan menyusun jadwal harian menggunakan media
kertas sebagai representasi aplikasi digital, sehingga siswa tetap dapat memahami
konsep manajemen waktu berbasis digital meskipun tanpa penggunaan perangkat
secara langsung.
Tahap evaluasi dan analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif untuk
mengetahui efektivitas kegiatan dalam meningkatkan pemahaman dan keterampilan
Kurnia Mengabdi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Vol. 3, No. 1, Februari 2026, page: 22-35
E-ISSN: 3047-2474 (online) 27
https://kurniajurnal.com/index.php/kurnia-mengabdi
siswa. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi terhadap partisipasi peserta,
wawancara singkat untuk mengetahui respon dan pemahaman siswa, serta
dokumentasi kegiatan sebagai data pendukung. Data yang diperoleh kemudian
dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan
untuk menggambarkan capaian program secara komprehensif. Pendekatan ini sejalan
dengan praktik umum dalam kegiatan PKM yang dilaksanakan secara sistematis
melalui tahapan persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi guna memastikan keberhasilan
program serta keberlanjutan dampaknya bagi peserta (Rizqiani et al., 2025).
Gambar 1. Diagram Alur Pelaksanaan Kegiatan PKM
Hasil dan Pembahasan
Hasil pelaksanaan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM)
menunjukkan adanya peningkatan pemahaman siswa terkait manajemen waktu serta
kemampuan dalam menyusun jadwal aktivitas secara lebih terstruktur. Berdasarkan
hasil observasi selama kegiatan berlangsung, sebagian besar peserta menunjukkan
perubahan sikap yang ditandai dengan meningkatnya partisipasi aktif dalam diskusi
dan refleksi. Siswa yang sebelumnya belum memiliki perencanaan waktu yang jelas
mulai mampu mengidentifikasi prioritas kegiatan akademik dan ekstrakurikuler. Hal
ini terlihat dari keterlibatan mereka dalam sesi simulasi, di mana siswa mampu
menyusun jadwal harian yang lebih sistematis dibandingkan kondisi awal sebelum
kegiatan dilaksanakan.
Selanjutnya, hasil kegiatan juga menunjukkan bahwa pendekatan simulasi
manual berbasis konsep digital mampu membantu siswa memahami prinsip dasar
manajemen waktu secara aplikatif. Dalam kegiatan simulasi, siswa diminta menyusun
jadwal kegiatan harian dengan mempertimbangkan waktu belajar, kegiatan
ekstrakurikuler, serta waktu istirahat. Hasilnya menunjukkan bahwa sebagian besar
siswa mampu menempatkan aktivitas secara proporsional, meskipun masih terdapat
Identifikasi Masalah
Analisis Kebutuhan
Mitra
Persiapan Materi &
Koordinasi
Pelaksanaan
Kegiatan
(Ceramah Diskusi
Refleksi Simulasi
Demonstrasi)
Evaluasi Kegiatan
(Observasi
Wawancara
Dokumentasi)
Analisis Data
Pelaporan &
Rekomendasi
Kurnia Mengabdi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Vol. 3, No. 1, Februari 2026, page: 22-35
E-ISSN: 3047-2474 (online) 28
https://kurniajurnal.com/index.php/kurnia-mengabdi
beberapa siswa yang belum optimal dalam menentukan prioritas. Temuan ini
mengindikasikan bahwa kegiatan pendampingan memberikan dampak awal dalam
membangun kesadaran siswa terhadap pentingnya pengelolaan waktu secara efektif.
Selain itu, berdasarkan hasil wawancara singkat, siswa menyatakan bahwa
kegiatan ini memberikan pemahaman baru terkait cara mengelola waktu yang
sebelumnya belum pernah mereka pelajari secara sistematis. Siswa juga
menyampaikan bahwa metode yang digunakan mudah dipahami karena dikaitkan
langsung dengan aktivitas sehari-hari di lingkungan pesantren. Hal ini menunjukkan
bahwa pendekatan kontekstual yang digunakan dalam kegiatan ini mampu
meningkatkan relevansi materi dengan kebutuhan peserta, sehingga memudahkan
proses internalisasi konsep manajemen waktu.
Dalam aspek pemahaman terhadap teknologi digital, siswa menunjukkan
peningkatan pengetahuan mengenai fungsi dasar aplikasi manajemen waktu seperti
kalender digital, pengingat (reminder), dan to-do list. Meskipun tidak dilakukan praktik
langsung menggunakan perangkat, siswa mampu memahami bagaimana teknologi
tersebut dapat digunakan untuk membantu mengatur aktivitas sehari-hari. Hal ini
menunjukkan bahwa pendekatan simulatif tetap efektif dalam membangun literasi
digital konseptual di lingkungan yang memiliki keterbatasan penggunaan teknologi.
Untuk memperjelas hasil yang diperoleh, berikut disajikan data capaian kegiatan
dalam bentuk tabel 1:
Tabel 1. Capaian Hasil Kegiatan PKM
No
Parameter
Kondisi Awal
Hasil Setelah Kegiatan
1
Pemahaman manajemen
waktu
Rendah, belum
terstruktur
Meningkat, memahami
konsep dasar
2
Kemampuan menyusun
jadwal
Belum terencana
Mampu menyusun
jadwal harian
3
Penentuan prioritas
Kurang jelas
Mulai mampu
menentukan prioritas
4
Keseimbangan akademik-
ekstrakurikuler
Tidak seimbang
Lebih terarah dan
proporsional
5
Partisipasi siswa
Pasif
Aktif dalam diskusi dan
refleksi
6
Pemahaman teknologi
digital
Terbatas
Memahami fungsi dasar
aplikasi
Kurnia Mengabdi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Vol. 3, No. 1, Februari 2026, page: 22-35
E-ISSN: 3047-2474 (online) 29
https://kurniajurnal.com/index.php/kurnia-mengabdi
Gambar 2.1. Penyampaian materi manajemen waktu kepada siswa
Gambar 2.2. Kegiatan diskusi dan refleksi peserta
Gambar 2.3. Simulasi penyusunan jadwal harian oleh siswa
Kurnia Mengabdi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Vol. 3, No. 1, Februari 2026, page: 22-35
E-ISSN: 3047-2474 (online) 30
https://kurniajurnal.com/index.php/kurnia-mengabdi
Gambar 3. Diagram Hasil Kegiatan PKM
Peningkatan Pemahaman Manajemen Waktu Siswa
Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman siswa terkait
manajemen waktu, yang secara teoritis dapat dijelaskan melalui kerangka self-
regulated learning (SRL). Dalam perspektif SRL, manajemen waktu merupakan bagian
dari kemampuan regulasi diri yang mencakup perencanaan, monitoring, dan evaluasi
aktivitas belajar. Penelitian menunjukkan bahwa manajemen waktu memiliki
hubungan yang erat dengan kemampuan regulasi diri, di mana siswa yang mampu
mengelola waktu secara efektif cenderung memiliki kontrol belajar yang lebih baik
serta konsistensi akademik yang lebih tinggi (Luwiha et al., 2025). Temuan ini sejalan
dengan hasil PKM, di mana siswa mulai mampu mengidentifikasi prioritas dan
menyusun jadwal secara lebih terstruktur setelah mengikuti kegiatan.
Lebih lanjut, peningkatan pemahaman ini juga menunjukkan adanya proses
internalisasi konsep melalui pendekatan partisipatif dan reflektif yang digunakan
dalam kegiatan. Dalam teori pembelajaran modern, keterlibatan aktif peserta dalam
proses pembelajaran terbukti meningkatkan pemahaman konseptual dan
kemampuan penerapan pengetahuan dalam konteks nyata. Hal ini diperkuat oleh
penelitian yang menyatakan bahwa kesadaran terhadap pengelolaan waktu (time
awareness) menjadi faktor penting dalam meningkatkan performa belajar siswa, karena
siswa yang memiliki kesadaran waktu yang baik cenderung lebih konsisten dalam
aktivitas belajar mereka (Hsu et al., 2023). Dengan demikian, hasil PKM ini tidak hanya
menunjukkan peningkatan pemahaman, tetapi juga mencerminkan terbentuknya
kesadaran baru dalam diri siswa terkait pentingnya manajemen waktu.
Selain itu, peningkatan ini juga berkaitan dengan penurunan potensi perilaku
prokrastinasi akademik. Dalam kajian psikologi pendidikan, rendahnya kemampuan
manajemen waktu sering dikaitkan dengan tingginya tingkat prokrastinasi, yang
berdampak negatif terhadap hasil belajar. Studi terbaru menunjukkan bahwa
kegagalan dalam regulasi diri menjadi faktor utama munculnya prokrastinasi
akademik, sehingga penguatan kemampuan manajemen waktu dapat menjadi strategi
efektif untuk mengatasinya (Tao et al., 2025). Oleh karena itu, kegiatan PKM ini
Kondisi Awal
Pemahaman rendah,
Tidak ada perencanaan
waktu,
Ketidakseimbangan
aktivitas
Intervensi PKM
(Pendampingan +
Simulasi)
Hasil
Peningkatan
pemahaman,
Kemampuan menyusun
jadwal, Kesadaran
prioritas meningkat
Dampak
Keseimbangan akademik
& ekstrakurikuler
Disiplin dan
kemandirian meningkat
Kurnia Mengabdi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Vol. 3, No. 1, Februari 2026, page: 22-35
E-ISSN: 3047-2474 (online) 31
https://kurniajurnal.com/index.php/kurnia-mengabdi
memiliki kontribusi penting dalam membangun fondasi perilaku belajar yang lebih
disiplin dan terarah.
Pemanfaatan Teknologi Digital dalam Manajemen Waktu
Hasil kegiatan juga menunjukkan bahwa siswa mengalami peningkatan
pemahaman terhadap pemanfaatan teknologi digital sebagai alat bantu manajemen
waktu, meskipun tidak dilakukan praktik langsung menggunakan perangkat. Hal ini
menarik untuk dikaji karena menunjukkan bahwa literasi digital tidak selalu harus
berbasis penggunaan langsung teknologi, tetapi dapat dibangun melalui pendekatan
konseptual dan simulatif. Dalam konteks pendidikan digital, teknologi berfungsi
sebagai scaffolding tool yang membantu siswa dalam mengorganisasi aktivitas belajar
dan meningkatkan efisiensi waktu.
Secara teoritis, integrasi teknologi dalam manajemen waktu berkaitan erat
dengan penguatan self-regulated learning. Penelitian menunjukkan bahwa penggunaan
teknologi digital dalam pembelajaran dapat mendukung proses perencanaan,
monitoring, dan evaluasi belajar siswa secara lebih sistematis (Faza & Lestari, 2025).
Dalam hal ini, aplikasi seperti kalender digital dan to-do list berfungsi sebagai alat
eksternal yang memperkuat regulasi diri siswa. Hasil PKM ini membuktikan bahwa
meskipun tanpa penggunaan langsung, pemahaman konsep tersebut tetap dapat
ditransfer kepada siswa melalui pendekatan simulatif.
Selain itu, pendekatan yang digunakan dalam kegiatan ini juga relevan dengan
konsep blended learning dan pembelajaran adaptif, di mana teknologi tidak hanya
dipandang sebagai alat, tetapi sebagai bagian dari strategi pembelajaran yang
mendukung kemandirian siswa. Penelitian menunjukkan bahwa penggunaan
teknologi dalam pembelajaran dapat meningkatkan kemampuan pengendalian diri
dan manajemen waktu siswa secara signifikan (Mutmainna et al., 2025). Dengan
demikian, kegiatan PKM ini berhasil menjembatani keterbatasan akses teknologi di
lingkungan pesantren dengan kebutuhan pengembangan kompetensi digital siswa.
Keseimbangan Aktivitas Akademik dan Ekstrakurikuler
Hasil kegiatan menunjukkan bahwa siswa mulai mampu memahami pentingnya
keseimbangan antara aktivitas akademik dan ekstrakurikuler, yang merupakan salah
satu tujuan utama dari program PKM ini. Secara teoritis, keseimbangan ini berkaitan
dengan konsep holistic education, di mana pengembangan siswa tidak hanya
difokuskan pada aspek kognitif, tetapi juga aspek sosial, emosional, dan keterampilan
hidup. Dalam konteks ini, manajemen waktu berperan sebagai mekanisme pengendali
yang memungkinkan siswa mengalokasikan sumber daya waktu secara proporsional.
Penelitian menunjukkan bahwa siswa yang mampu mengelola waktu dengan
baik cenderung memiliki tingkat keterlibatan yang lebih tinggi dalam berbagai
aktivitas tanpa mengorbankan performa akademik (Mubango & Ngirande, 2024). Hal
ini sejalan dengan hasil PKM, di mana siswa mulai menunjukkan kemampuan dalam
menyusun jadwal yang lebih seimbang antara kegiatan belajar dan kegiatan
ekstrakurikuler. Perubahan ini tidak hanya bersifat kognitif, tetapi juga
mencerminkan perubahan sikap dan pola pikir siswa terhadap pentingnya
pengelolaan waktu.
Kurnia Mengabdi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Vol. 3, No. 1, Februari 2026, page: 22-35
E-ISSN: 3047-2474 (online) 32
https://kurniajurnal.com/index.php/kurnia-mengabdi
Lebih lanjut, keseimbangan ini juga berkontribusi terhadap peningkatan
kesejahteraan psikologis siswa. Siswa yang mampu mengatur waktu dengan baik
cenderung mengalami tingkat stres yang lebih rendah dan memiliki kontrol yang lebih
baik terhadap aktivitas sehari-hari. Dalam perspektif SRL, kemampuan ini
menunjukkan bahwa siswa telah mencapai tahap regulasi diri yang lebih tinggi, di
mana mereka mampu mengintegrasikan berbagai tuntutan aktivitas secara harmonis.
Oleh karena itu, hasil kegiatan ini tidak hanya berdampak pada aspek akademik,
tetapi juga pada pengembangan karakter dan kesejahteraan siswa secara keseluruhan.
Simpulan dan Rekomendasi
Berdasarkan hasil dan pembahasan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat
yang telah dilaksanakan, dapat disimpulkan bahwa pendampingan manajemen
waktu berbasis digital mampu memberikan kontribusi positif dalam meningkatkan
pemahaman dan keterampilan siswa dalam mengelola waktu secara lebih terstruktur,
khususnya dalam menyeimbangkan aktivitas akademik dan ekstrakurikuler di
lingkungan pesantren. Peningkatan ini tercermin dari perubahan pola pikir siswa
dalam menetapkan prioritas, menyusun jadwal harian, serta meningkatnya kesadaran
terhadap pentingnya pengelolaan waktu sebagai bagian dari kemampuan self-
regulated learning. Secara teoritis, temuan ini memperkuat pandangan bahwa
manajemen waktu merupakan komponen penting dalam regulasi diri yang berperan
dalam meningkatkan konsistensi akademik, kedisiplinan, serta kemandirian belajar
siswa di era digital. Selain itu, pendekatan simulatif yang digunakan terbukti efektif
dalam menjembatani keterbatasan penggunaan teknologi di lingkungan pesantren,
sehingga siswa tetap dapat memahami konsep pemanfaatan teknologi digital secara
konseptual dan aplikatif. Oleh karena itu, kegiatan ini direkomendasikan untuk
dikembangkan lebih lanjut melalui program pendampingan yang berkelanjutan,
integrasi dalam kegiatan pembinaan sekolah atau pesantren, serta penguatan
kolaborasi antara pendidik dan lembaga pendidikan dalam menanamkan
keterampilan manajemen waktu sejak dini sebagai bagian dari pengembangan
karakter dan kesiapan siswa menghadapi tantangan pendidikan modern.
Penghargaan
Penulis menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh pihak
yang telah memberikan dukungan, bantuan, dan kontribusi dalam pelaksanaan
kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini. Ucapan terima kasih secara khusus
disampaikan kepada Program Studi Magister Manajemen Pendidikan Universitas
Pamulang atas dukungan akademik dan fasilitasi kegiatan, serta kepada Pondok
Pesantren Al Kaffah yang telah memberikan izin dan kesempatan dalam pelaksanaan
program ini. Penulis juga mengapresiasi partisipasi aktif para siswa serta kontribusi
seluruh tim pelaksana dan pihak terkait yang telah berperan, baik secara langsung
maupun tidak langsung, sehingga kegiatan ini dapat terlaksana dengan lancar dan
memberikan manfaat yang optimal.
Kurnia Mengabdi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Vol. 3, No. 1, Februari 2026, page: 22-35
E-ISSN: 3047-2474 (online) 33
https://kurniajurnal.com/index.php/kurnia-mengabdi
Daftar Pustaka
Azizah, A. N., Setiabudi, D. I., & Humaeroh, I. (2026). Analisis Kesulitan Siswa dalam
Manajemen Waktu Belajar dan Kegiatan Asrama Kelas V Madrasah Ibtidaiyah
Ma’had Al-Zaytun. Pendas: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 11(01), 130143.
https://doi.org/10.23969/jp.v11i01.43685
Azizah, H. N., Imron, A., Kusumaningrum, D. E., & Triwiyanto, T. (2025). Manajemen
Waktu Santri Pondok Pesantren Mahasiswa Al Mukmin Dalam Meningkatkan
Prestasi Akademik di Perguruan Tinggi (Studi Kasus di PESMA Al Mukmin.
Eureka: Jurnal Pemikiran Dan Penelitian Manajemen Pendidikan Islam, 3(2), 94102.
https://doi.org/10.33477/eureka.v3i2.11702
Cahyaningsih, A., Ramadhani, L., Aulia, H., Alwi, N. A., & Ningsih, Y. (2025).
Transformasi Kurikulum dalam Menghadapi Tantangan Pendidikan Abad 21.
Jurnal Nakula: Pusat Ilmu Pendidikan, Bahasa Dan Ilmu Sosial, 3(3), 352367.
https://doi.org/10.61132/nakula.v3i3.1845
Elviona, J., Putri, N. O., Mala Sari, Y., & Erliant, D. (2025). Analysis of the Effect of Time
Management on Students’ Academic Procrastination (Case Study: STIA Lancang
Kuning Dumai). Global Education Journal, 3(2), 327334.
https://doi.org/10.59525/gej.v3i2.737
Faza, A., & Lestari, I. A. (2025). Self-Regulated Learning in the Digital Age: A
Systematic Review of Strategies, Technologies, Benefits, and Challenges. The
International Review of Research in Open and Distributed Learning, 26(2), 2358.
https://doi.org/10.19173/irrodl.v26i2.8119
Fu, Y., Wang, Q., Wang, X., Zhong, H., Chen, J., Fei, H., Yao, Y., Xiao, Y., Li, W., & Li,
N. (2025). Unlocking academic success: The impact of time management on
college students’ study engagement. BMC Psychology, 13(1), 323.
https://doi.org/10.1186/s40359-025-02619-x
Geh, N., Bahrun, B., & Niswanto, N. (2024). Strategic Management of Boarding Schools
for Enhanced Learning Quality. Journal of Educational Management and Learning,
2(1), 3543. https://doi.org/10.60084/jeml.v2i1.174
Hasnida, S. S., Adrian, R., & Siagian, N. A. (2023). Tranformasi Pendidikan Di Era
Digital. Jurnal Bintang Pendidikan Indonesia, 2(1), 110116.
https://doi.org/10.55606/jubpi.v2i1.2488
Hidayat, M., & Hasim, W. (2023). Putting It off until Later: A Survey-Based Study on
Academic Procrastination among Undergraduate Students. Journal of Educational,
Cultural and Psychological Studies (ECPS Journal), (28), 1.
https://doi.org/10.7358/ecps-2023-028-taha
Hsu, C.-Y., Horikoshi, I., Li, H., Majumdar, R., & Ogata, H. (2023). Supporting “time
awareness” in self-regulated learning: How do students allocate time during
exam preparation? Smart Learning Environments, 10(1), 21.
https://doi.org/10.1186/s40561-023-00243-z
Jaya, A. C., Hajaroh, M., & Eliasa, E. I. (2025). The Influence of Self-Regulation and
Time Management on Student Academic Procrastination. Jurnal Ilmiah Bimbingan
Konseling Undiksha, 16(2), 114124. https://doi.org/10.23887/jibk.v16i2.93881
Kurnia Mengabdi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Vol. 3, No. 1, Februari 2026, page: 22-35
E-ISSN: 3047-2474 (online) 34
https://kurniajurnal.com/index.php/kurnia-mengabdi
Kasman, K., Paridah, N., Nasution, J. A., & Apsah, A. (2024). Analisis Kegiatan
Ekstrakurikuler Dalam Pengembangan Potensi Peserta Didik Di MTS Negari 4
Mandailing Natal. ASPIRASI: Publikasi Hasil Pengabdian Dan Kegiatan Masyarakat,
2(3), 7783. https://doi.org/10.61132/aspirasi.v2i3.632
Luwiha, L., Taridi, T., Andriyaningsih, A., & Suryanadi, J. (2025). Learning Time
Management and Self-Regulated Learning as Predictors of Students’ Academic
Consistency in the 21st Century Digital Education Era. SOCIAL: Jurnal Inovasi
Pendidikan IPS, 5(4), 14731481. https://doi.org/10.51878/social.v5i4.8042
Mandasari, F., Ardi, Z., Nurfarhanah, N., & Zahri, T. N. (2025). Manajemen waktu
belajar siswa ditinjau dari jenis kelamin dan tingkatan kelas. SIBATIK JOURNAL:
Jurnal Ilmiah Bidang Sosial, Ekonomi, Budaya, Teknologi, Dan Pendidikan, 4(7), 1257
1264. https://doi.org/10.54443/sibatik.v4i7.2909
Mizaniyyah, N., & Triwiyanto, T. (2025). Student time management in pesantren: A
comparative study of 10 pesantren in indonesia. TANZHIMUNA: Jurnal
Manajemen Pendidikan Islam, 5(2), 148157. https://doi.org/10.54213/v2c9bc68
Mubango, H., & Ngirande, H. (2024). Self-Regulated Learning: Time Management in
a Blended Learning Environment for Student Academic Performance. In S.
Mistretta (Ed.), Education and Human Development (Vol. 29). IntechOpen.
https://doi.org/10.5772/intechopen.1006068
Muflikhah, E., & Citraningsih, D. (2025). Implementation of Boarding School-Based
Educational Institution Management in Character Building. Jawda: Journal of
Islamic Education Management, 120135.
https://doi.org/10.21580/jawda.v6i2.2025.27764
Mutmainna, A. M., Hiola, St. F., & Muis, Abd. (2025). The Effect of Blended Learning
on Self-Control and Time Management in Students at MAN 1 Makassar in
Biology Learning. Biology Teaching and Learning, 8(2).
https://doi.org/10.35580/btl.v8i2.77980
P, S., Hendra, D., M, R., & Agustian, A. P. (2025). Pelatihan Manajemen Waktu: Tips
Dan Trik Optimalisasi Produktivitas Dengan Aplikasi Digital Di Smk Dwi Putra.
Jurnal Lokabmas Kreatif: Loyalitas Kreatifitas Abdi Masyarakat Kreatif, 6(1), 3339.
https://doi.org/10.32493/jlkklkk.v6i1.p33-39.48500
Rizqiani, D. A., Herlina, S., Astuti, M. T., & Novitri, S. (2025). Meningkatkan Kesadaran
Kritis Siswa melalui Strategi Membaca Kritis Teks Naratif. LOSARI: Jurnal
Pengabdian Kepada Masyarakat, 7(1), 6065.
https://doi.org/10.53860/losari.v7i1.463
Shalsa, A. M., Saragih, N. A., Mujib, A., & Ikhwana, D. K. (2025). Meningkatkan
Kemampuan Manajemen Waktu Siswa Melalui Layanan Bimbingan Kelompok
Teknik Self-Management Pada Siswa Kelas VIII di SMP Negeri 8 Medan.
MUDABBIR Journal Research and Education Studies, 5(2), 207215.
https://doi.org/10.56832/mudabbir.v5i2.1158
Sunardi, S., Munfarida, I., Mujahidin, M., & Zaini, F. (2024). Manajemen Pengelolaan
Santri Mahasiswa. Irsyaduna: Jurnal Studi Kemahasiswaaan, 4(3), 140150.
https://doi.org/10.54437/irsyaduna.v4i3.1831
Kurnia Mengabdi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Vol. 3, No. 1, Februari 2026, page: 22-35
E-ISSN: 3047-2474 (online) 35
https://kurniajurnal.com/index.php/kurnia-mengabdi
Tao, X., Hanif, H., & Lieqin, W. (2025). The effects of self-regulated learning strategies
on academic procrastination and academic success among college EFL students
in China. Frontiers in Psychology, 16, 1562980.
https://doi.org/10.3389/fpsyg.2025.1562980
Tsanya, R., Syukriadi, S., & Kala, P. R. (2025). Hubungan Manajemen Waktu dengan
Self Regulated Learning pada Mahasiswa Program Studi Diploma Tiga
Keperawatan Universitas Abulyatama. Inovasi Kesehatan Global, 2(4), 2437.
https://doi.org/10.62383/ikg.v2i4.2344
Usroh, L., Laily, N., & Munir, F. (2022). Manajemen Waktu dan Self Regulated
Learning pada Siswa. Jurnal Psikologi: Jurnal Ilmiah Fakultas Psikologi Universitas
Yudharta Pasuruan, 9(1), 4763. https://doi.org/10.35891/jip.v9i1.2762
Widodo, W., Shofwan, I., Lestari, G. D., & Widyaswari, M. (2025). Building the Islamic
Character of Children through Extracurricular Programs at Islamic Elementary
School, Gresik. Jurnal Kajian Peradaban Islam, 8(2), 169177.
https://doi.org/10.47076/jkpis.v8i2.322
Wolters, C. A., & Brady, A. C. (2021). College Students’ Time Management: A Self-
Regulated Learning Perspective. Educational Psychology Review, 33(4), 13191351.
https://doi.org/10.1007/s10648-020-09519-z