Kurnia Mengabdi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Vol. 3, No. 1, Februari 2026, page: 43-49
E-ISSN: 3047-2474
Naskah dikirim: 4/2/2026Selesai revisi: 21/2/2026Disetujui: 5/3/2026Diterbitkan: 24/4/2026
43
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 CC BY-SA International License.
Mengoptimalkan Pembelajaran di Era Digital: Strategi Learning
Organization, Kreativitas, dan Kualitas Layanan untuk meningkatkan
Daya Serap Materi Siswa di Tengah Gangguan Internet
Wida Evilia
1
, Siti Ayu Nurbiyanti
2
, Leonardo Kir Utomo
3
,
Anis Aplakha
4
,
Siti Zubaidah
5
,
Yulita Pujilestari
6
Universitas Pamulang
Jl. Raya Puspitek, Buaran, Kecamatan Pamulang, Kota Tangerang Selatan, Banten,
Kode Pos 15310, Indonesia
e-mail:
widaevilia66@guru.sd.belajar.id, stayunurbiyanti@gmail.com,
lkirutomo@gmail.com, anisaplaakhaa99@gmail.com
Abstrak
Transformasi digital dalam pendidikan memberikan peluang besar sekaligus
tantangan teknis, terutama terkait stabilitas infrastruktur jaringan yang
memengaruhi daya serap materi siswa. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat
(PKM) ini bertujuan untuk mengoptimalkan pembelajaran di era digital melalui
integrasi strategi learning organization, kreativitas pembelajaran, dan peningkatan
kualitas layanan pendidikan di Pondok Pesantren Al-Kaffah. Masalah utama yang
diangkat adalah rendahnya efektivitas penyerapan materi saat terjadi gangguan
internet karena ketergantungan pada media daring. Metode pelaksanaan program
menggunakan pendekatan edukatif, partisipatif, kolaboratif, dan problem solving
melalui sosialisasi, presentasi interaktif, diskusi kelompok, serta simulasi tanpa
ketergantungan penuh pada internet. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa penerapan
konsep learning organization efektif membangun budaya belajar kolaboratif, di mana
siswa aktif berbagi pengetahuan dan mencari solusi mandiri. Kreativitas melalui
penggunaan media visual offline dan kuis interaktif terbukti meningkatkan
keterlibatan serta motivasi belajar siswa secara signifikan. Selain itu, kualitas layanan
yang responsif dan penyediaan materi cadangan membantu menjaga fokus belajar
siswa meskipun dalam kondisi jaringan tidak stabil. PKM ini menyimpulkan bahwa
sinergi antara organisasi yang adaptif, kreativitas pendidik, dan layanan yang
fleksibel menjadi fondasi penting dalam menjaga kualitas pembelajaran di era
digital.
Kata Kunci: Learning Organization, Kreativitas Pembelajaran, Kualitas Layanan,
Daya Serap Materi, Gangguan Internet.
Kurnia Mengabdi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Vol. 3, No. 1, Februari 2026, page: 43-49
E-ISSN: 3047-2474 (online) 44
https://kurniajurnal.com/index.php/kurnia-mengabdi
Abstract
Digital transformation in education presents both significant opportunities and technical
challenges, particularly regarding network infrastructure stability which affects students'
material absorption. This Community Service (PKM) activity aims to optimize learning in
the digital era through the integration of learning organization strategies, learning creativity,
and education service quality improvement at Pondok Pesantren Al-Kaffah. The primary
issue addressed is the low effectiveness of material absorption during internet disruptions due
to over-reliance on online media. The program's implementation used educational,
participatory, collaborative, and problem-solving approaches through socialization, interactive
presentations, group discussions, and simulations without full internet dependency. The
results showed that the application of the learning organization concept effectively built a
collaborative learning culture where students actively shared knowledge and sought
independent solutions. Creativity through the use of offline visual media and interactive
quizzes was proven to significantly increase student engagement and learning motivation.
Furthermore, responsive service quality and the provision of backup materials helped
maintain student focus despite unstable network conditions. This PKM concludes that the
synergy between an adaptive organization, educator creativity, and flexible services is a
crucial foundation for maintaining learning quality in the digital era.
Keywords: Learning Organization, Learning Creativity, Service Quality, Material
Absorption, Internet Disruption.
Pendahuluan
Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan besar dalam dunia
pendidikan. Proses pembelajaran yang sebelumnya berpusat pada tatap muka kini
berkembang menjadi pembelajaran berbasis digital, baik melalui Learning
Management System (LMS), video conference, media sosial edukatif, maupun aplikasi
pembelajaran interaktif. Transformasi ini memberikan peluang besar bagi sekolah
untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran, memperluas akses pengetahuan, serta
memperkaya pengalaman belajar siswa. Namun demikian, implementasi
pembelajaran digital masih menghadapi berbagai tantangan, salah satunya adalah
gangguan internet yang menyebabkan menurunnya daya serap materi siswa.
Kondisi ini menjadi semakin penting ketika sasaran kegiatan PKM adalah presentasi
langsung di depan siswa, karena siswa membutuhkan metode penyampaian yang
menarik, adaptif, dan mudah dipahami meskipun didukung oleh kondisi jaringan
yang tidak selalu stabil.
Gangguan internet sering menimbulkan keterlambatan akses materi,
terputusnya komunikasi antara guru dan siswa, serta menurunnya fokus belajar.
Ketika koneksi tidak stabil, siswa berpotensi kehilangan bagian penting dari materi
yang disampaikan sehingga pemahaman menjadi tidak utuh. Hal ini berdampak
langsung pada rendahnya daya serap materi, terutama pada konsep yang
memerlukan penjelasan visual dan interaksi aktif. Hasil penelitian dalam beberapa
tahun terakhir menunjukkan bahwa keberhasilan pembelajaran digital sangat
Kurnia Mengabdi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Vol. 3, No. 1, Februari 2026, page: 43-49
E-ISSN: 3047-2474 (online) 45
https://kurniajurnal.com/index.php/kurnia-mengabdi
dipengaruhi oleh akses sumber belajar, kualitas umpan balik, kolaborasi guru, serta
kesiapan sekolah dalam menyediakan dukungan pembelajaran alternatif ketika
koneksi terganggu. Dengan demikian, pembelajaran di era digital tidak cukup hanya
bergantung pada teknologi, tetapi juga memerlukan strategi organisasi, kreativitas
penyampaian, dan kualitas layanan yang mendukung.
Dalam konteks tersebut, pendekatan learning organization menjadi strategi yang
sangat relevan. Sekolah sebagai organisasi pembelajar dituntut mampu membangun
budaya belajar berkelanjutan, berbagi pengetahuan, dan cepat beradaptasi terhadap
perubahan teknologi maupun hambatan teknis. Ketika sekolah menerapkan budaya
learning organization, guru tidak hanya menyampaikan materi, tetapi juga terus
belajar memperbaiki metode, memanfaatkan teknologi yang ringan, serta
menyediakan cadangan materi yang tetap dapat diakses siswa saat internet
bermasalah. Lingkungan belajar yang berbasis knowledge sharing digital terbukti
mampu memperkuat inovasi pembelajaran dan menjaga keberlanjutan proses
belajar. Hal ini menunjukkan bahwa kekuatan organisasi sekolah dalam belajar
secara kolektif menjadi fondasi penting untuk menjaga kualitas pembelajaran di
tengah keterbatasan jaringan.
Selain budaya organisasi pembelajar, kreativitas guru dalam penyampaian
materi juga memegang peranan yang sangat penting. Siswa cenderung lebih mudah
memahami materi apabila disampaikan dengan metode visual, interaktif,
kontekstual, dan dekat dengan kehidupan sehari-hari mereka. Pada kegiatan
presentasi PKM di depan siswa, kreativitas dapat diwujudkan melalui penggunaan
video singkat offline, permainan edukatif, kuis interaktif tanpa jaringan, simulasi
kasus, diskusi kelompok, maupun infografis sederhana. Strategi ini penting untuk
menjaga perhatian siswa, meningkatkan partisipasi aktif, serta meminimalkan
kejenuhan akibat penyampaian materi yang terlalu tekstual dan monoton. Dengan
kreativitas yang tepat, keterbatasan internet tidak lagi menjadi hambatan utama
karena proses pembelajaran tetap dapat berlangsung secara menarik dan efektif.
Faktor lain yang tidak kalah penting adalah kualitas layanan pembelajaran.
Kualitas layanan dalam konteks pendidikan mencakup kecepatan respons guru,
kemudahan akses materi, kejelasan komunikasi, kenyamanan penggunaan media,
serta tersedianya dukungan ketika terjadi kendala teknis. Semakin baik kualitas
layanan yang diterima siswa, semakin tinggi tingkat kepuasan dan kesiapan mereka
dalam menerima materi. Penelitian terbaru menegaskan bahwa kualitas informasi,
reliabilitas sistem, dukungan pengguna, dan kualitas konten merupakan faktor
utama dalam menjaga keberlanjutan pembelajaran digital. Oleh karena itu, layanan
pembelajaran yang adaptif menjadi unsur penting agar siswa tetap memperoleh
pengalaman belajar yang optimal meskipun kondisi internet tidak mendukung.
Kajian literatur dalam lima tahun terakhir menunjukkan bahwa transformasi
digital dalam pendidikan memerlukan dukungan organisasi yang adaptif, kreativitas
tenaga pendidik, dan kualitas layanan yang baik. Huang dkk. (2023) menjelaskan
bahwa komunitas berbagi pengetahuan digital mampu meningkatkan inovasi
pendidikan online melalui budaya kolaboratif antaranggota organisasi pendidikan.
Selanjutnya, Kalelioğlu dan Çelik (2026) menemukan bahwa akses internet, umpan
balik guru, dan kolaborasi antarpendidik menjadi faktor dominan yang
Kurnia Mengabdi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Vol. 3, No. 1, Februari 2026, page: 43-49
E-ISSN: 3047-2474 (online) 46
https://kurniajurnal.com/index.php/kurnia-mengabdi
memengaruhi keterlibatan serta hasil belajar siswa pada mode online maupun
hybrid. Penelitian Lestari dan Riatun (2024) juga menegaskan bahwa kepuasan siswa
terhadap kualitas layanan digital merupakan prediktor terkuat dalam keberlanjutan
penggunaan e-learning. Sementara itu, studi Frontiers in Education (2023)
menunjukkan bahwa pengalaman pembelajaran darurat selama masa transisi digital
mendorong guru untuk mengembangkan strategi teknologi yang lebih fleksibel dan
humanis.
Berdasarkan kajian tersebut, penelitian dan program sebelumnya masih lebih
banyak menyoroti aspek teknologi dan sistem secara terpisah. Belum banyak
program yang mengintegrasikan learning organization, kreativitas presentasi
pembelajaran, dan kualitas layanan dalam satu strategi praktis berbasis gangguan
internet, khususnya pada kegiatan PKM yang langsung menyasar siswa di sekolah.
Di sinilah letak kebaruan ilmiah dari proposal PKM ini, yaitu menggabungkan tiga
pendekatan utama tersebut dalam model presentasi edukatif langsung yang tetap
efektif meskipun internet tidak stabil. Strategi yang ditawarkan meliputi
penggunaan materi visual offline, kuis interaktif tanpa jaringan, diskusi kelompok,
bank materi digital ringan, dan refleksi belajar siswa. Kebaruan lainnya terletak pada
fokus peningkatan daya serap materi siswa secara langsung saat sesi presentasi
berlangsung, bukan sekadar evaluasi sistem pembelajaran secara umum.
Permasalahan utama yang diangkat dalam PKM ini adalah masih rendahnya
efektivitas pembelajaran digital ketika terjadi gangguan internet, terutama pada saat
penyampaian materi secara langsung kepada siswa. Guru dan pemateri masih sering
bergantung pada media online yang hanya efektif ketika internet lancar, sehingga
kurang adaptif terhadap kondisi nyata di sekolah. Di sisi lain, kurangnya kreativitas
metode presentasi menyebabkan siswa cepat bosan, sementara kualitas layanan
pembelajaran belum sepenuhnya optimal karena belum semua sekolah memiliki
sistem cadangan materi offline, modul cetak, atau media alternatif lainnya. Kondisi
tersebut berdampak pada menurunnya daya serap siswa terhadap materi yang
disampaikan.
Berdasarkan uraian latar belakang dan identifikasi masalah diatas, maka
rumusan masalah dalam kegiatan pengabdian ini adalah sebagai berikut : (1)
Bagaimana tingkat daya serap materi siswa dalam pembelajaran di era digital di
Pondok Pesantren AL-KAFFAH? (2) Apa saja kendala yang dialami siswa dalam
memahami materi pembelajaran ketika terjadi gangguan internet? (3) Bagaimana
strategi learning organization dapat membantu siswa meningkatkan kemampuan
belajar dan pemahaman materi? Tujuan Internal Pengabdian kepada masyarakat
bagi mahasiswa, khususnya mahasiswa Universitas Pamulang, bertujuan untuk: (1)
Mengimplementasikan keilmuan mahasiswa S2 Manajemen Pendidikan dalam
pengelolaan pembelajaran di era digital (2) Mengembangkan kemampuan
mahasiswa dalam merancang solusi strategis untuk meningkatkan daya serap materi
siswa (3) Meningkatkan pengalaman mahasiswa dalam kegiatan pengabdian
berbasis kebutuhan sekolah sebagai bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi. (2)
Tujuan Eksternal dalam pengabdian kepada masyarakat khusunya untuk
masyarakat sasaran kegiatan : (1) Meningkatkan pemahaman siswa Pondok
Pesantren Al Kaffah terhadap materi pembelajaran melalui strategi presentasi yang
Kurnia Mengabdi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Vol. 3, No. 1, Februari 2026, page: 43-49
E-ISSN: 3047-2474 (online) 47
https://kurniajurnal.com/index.php/kurnia-mengabdi
interaktif, kreatif, dan adaptif di era digital (2) Membantu siswa Pondok Pesantren
Al Kaffah tetap fokus dan mudah menyerap materi pembelajaran meskipun
menghadapi kendala gangguan internet (3) Mendorong terciptanya budaya belajar
yang lebih aktif, kolaboratif, dan responsif terhadap perkembangan teknologi di
lingkungan Pondok Pesantren Al Kaffah.
Metode
Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui sosialisasi edukatif, presentasi
interaktif, diskusi kelompok, simulasi pembelajaran, kuis evaluatif, dan refleksi akhir
kegiatan. Metode ini dirancang agar siswa tidak hanya memahami konsep secara
teoritis, tetapi juga mampu mempraktikkan strategi belajar yang efektif ketika
menghadapi kendala internet. Pelaksaan ini dilakukan melalui beberapa tahapan
sebagai berikut : (1) Tahap persiapan dimulai dengan koordinasi tim pelaksana
mahasiswa S2 Manajemen Pendidikan Universitas Pamulang untuk menyusun
rancangan kegiatan, pembagian tugas, dan jadwal pelaksanaan.Selanjutnya
dilakukan observasi awal serta komunikasi dengan pihak Pondok Pesantren Al-
Kaffah untuk mengidentifikasi kebutuhan siswa, hambatan pembelajaran digital,
dan kondisi fasilitas pendukung.
Berdasarkan hasil identifikasi, tim menyusun perangkat kegiatan berupa materi
sosialisasi, media presentasi, modul ringkas, kuis, simulasi pembelajaran, serta
instrumen evaluasi. (2) Tahap Pelaksanaan Pada tahap ini kegiatan diawali dengan
pembukaan, perkenalan tim, dan penyampaian tujuan program kepada siswa.
Selanjutnya pemateri menyampaikan materi inti mengenai strategi pembelajaran
efektif di era digital, pentingnya fokus belajar, pemanfaatan media alternatif, dan
pembelajaran kolaboratif. Kegiatan dilanjutkan dengan diskusi kelompok, simulasi
studi kasus, kuis edukatif, dan praktik penggunaan strategi belajar tanpa
ketergantungan penuh pada internet. (3) Tahap Evaluasi dan Tindak Lanjut Tahap
evaluasi dilakukan melalui observasi keterlibatan siswa, hasil kuis, diskusi reflektif,
dan umpan balik langsung dari peserta. Tindak lanjut kegiatan diarahkan pada
pembiasaan siswa untuk menggunakan strategi belajar yang telah dipelajari dalam
aktivitas belajar sehari-hari, baik secara individu maupun kelompok.
Hasil dan Pembahasan
Dalam pemaparannya, mahasiswa menjelaskan penerapan konsep learning
organization sebagai strategi untuk menciptakan lingkungan belajar yang adaptif dan
berkelanjutan. Pendekatan ini mendorong siswa untuk tidak hanya menerima
materi, tetapi juga aktif dalam berbagi pengetahuan, berdiskusi, dan belajar secara
kolaboratif. Selain itu, mahasiswa juga menekankan pentingnya kreativitas dalam
pembelajaran melalui pemanfaatan media interaktif, metode berbasis proyek, serta
pendekatan inovatif lainnya. Penggunaan media seperti infografis, simulasi, dan kuis
interaktif terbukti mampu meningkatkan keterlibatan siswa serta membantu mereka
memahami materi dengan lebih baik.Dari aspek kualitas layanan pendidikan,
kegiatan ini menyoroti pentingnya penyampaian materi yang jelas, pemberian
umpan balik yang cepat, serta penggunaan teknologi yang tepat guna. Mahasiswa
berupaya menghadirkan pembelajaran yang tidak hanya informatif tetapi juga
Kurnia Mengabdi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Vol. 3, No. 1, Februari 2026, page: 43-49
E-ISSN: 3047-2474 (online) 48
https://kurniajurnal.com/index.php/kurnia-mengabdi
responsif terhadap kebutuhan siswa.Dalam sesi diskusi, peserta mengungkapkan
beberapa tantangan utama yang mereka hadapi, terutama terkait gangguan internet
yang sering mengurangi konsentrasi belajar. Menanggapi hal tersebut, mahasiswa
memberikan solusi berupa : (1) Strategi manajemen waktu belajar (2) Peningkatan
literasi digital siswa (3)Peran aktif guru dalam membimbing penggunaan teknologi.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata
dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di lingkungan pesantren. Selain itu,
kegiatan ini juga memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi dan lembaga
pendidikan dalam menghadapi tantangan pembelajaran di era digital.
Simpulan
Berdasarkan hasil pelaksanaan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) yang
telah dilaksanakan di Pondok Pesantren Al-Kaffah dapat disimpulkan bahwa
program yang mengusung tema optimalisasi pembelajaran di era digital melalui
strategi learning organization, kreativitas pembelajaran, dan peningkatan kualitas
layanan pendidikan telah berjalan dengan baik, lancar, dan sesuai dengan
perencanaan yang telah disusun.
Daftar Pustaka
Camacho-Zuñiga, C., et al. (2023). Fostering digital transformation in education. Frontiers in
Education, 8.
Fachrial, E (2020). Manajemen Lulusan Berbasis Pembelajaran Online (Daring). Pena
Persada, academia.edu,
https://www.academia.edu/download/64343026/MANAJEMEN%20LULUS
AN%20BERBASIS%20PEMBELAJARAN%20ONLINE%20(DARING).pdf
Huang, X., Li, H., Huang, L., & Jiang, T. (2023). Research on the development and
innovation of online education based on digital knowledge sharing community. BMC
Psychology, 11, Article 295. https://doi.org/10.1186/s40359-023-01337-6
IIS, H (2022). MANAJEMEN PENDIDIKAN KARAKTER MELALUI PEMBELAJARAN
DALAM JARINGAN (DARING) PADA MASA PANDEMI COVID-19 DI
MADRASAH …., repository.radenintan.ac.id,
https://repository.radenintan.ac.id/18403/
Inayati, IN, Herlina, L, Muslih, I, Chodijah, S, & Harahap, SD (2025). Strategi
pembelajaran di era digital., repository.uniramalang.ac.id,
http://repository.uniramalang.ac.id/id/eprint/2126/1/Strategi%20Pembelajar
an%20Di%20Era%20Edigital-Ebook.pdf
Jannah, M (2025). Pengelolaan Sumber Belajar Berbasis Digital dalam Meningkatkan Mutu
Layanan Pembelajaran di Sekolah Menengah Atas Negeri 4 Palopo.,
repository.uinpalopo.ac.id,
https://repository.uinpalopo.ac.id/id/eprint/11594/1/21%200206%200106%2
0MIFTAHUL%20JANNAH.pdf
Kurnia Mengabdi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Vol. 3, No. 1, Februari 2026, page: 43-49
E-ISSN: 3047-2474 (online) 49
https://kurniajurnal.com/index.php/kurnia-mengabdi
Kalelioğlu, F., & Çelik, S. A. (2026). Investigating student engagement, learning, and
attendance during educational disruption. Large-Scale Assessments in Education,
14, Article 16.
Lestari, E. D., & Riatun. (2024). Unveiling key factors for the continuation of e-learning
adoption in blended learning environments. Cogent Education, 11(1).
Mansori, M., Saidah, I. S., & Sigarete, B. G. (2024). Learning innovation in the digital era:
Integrating technology in the classroom to improve the quality of education.
International Journal of Teaching and Learning, 2(9), 110.
Rospiadi, R (2022). STRATEGI MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN
PADA MASA TRANSISI COVID-19 (STUDI DI SD IT CAHAYA MAKKAH)
KABUPATEN PASAMAN BARAT., eprints.umsb.ac.id,
http://eprints.umsb.ac.id/2620/
Senge, P. M. (2016). The fifth discipline: The art and practice of the learning organization. Crown
Business.
Setiawan, Z, Sutarto, S, & Rizal, S (2025). Strategi Guru dalam Mengoptimalkan
Penggunaan Media pada Pembelajaran Pendidikan Agama Islam di SMK N 2 Rejang
Lebong., e-theses.iaincurup.ac.id, http://e-
theses.iaincurup.ac.id/id/eprint/8871
Sihombing, SR (2025). Manajemen pembelajaran berbasis Information And Communication
Technology (ICT) dalam meningkatkan kreativitas guru Pendidikan Agama Islam
(PAI) Sekolah …., etd.uinsyahada.ac.id, http://etd.uinsyahada.ac.id/12761/
Sumarto, S (2021). Inovasi Pengembangan Madrasah., repository.iaincurup.ac.id,
http://repository.iaincurup.ac.id/616/
Suprapno, S, Fadqur, F, Totok, T, Haryanto, H, & ... (2021). Tantangan pendidikan di
masa pandemi Covid-19., eprints.unm.ac.id, https://eprints.unm.ac.id/20721
Supriyanto, M (2021). KREATIVITAS GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM
MEMANFAATKAN MEDIA PEMBELAJARAN DI MTs NEGERI 40 JAKARTA.,
repository.unusia.ac.id, http://repository.unusia.ac.id/id/eprint/387/
Suratman, S (2023). Mengembangkan Madrasah Berkualitas dan Efektif Melalui Layanan
Digital e-RKAM., repository.uinsi.ac.id,
https://repository.uinsi.ac.id/handle/123456789/3349
Susanty, S (2020). Inovasi pembelajaran daring dalam merdeka belajar. Jurnal Ilmiah
Hospitality, ejournal.stpmataram.ac.id,
https://ejournal.stpmataram.ac.id/JIH/article/view/289
Suyono, MP (2023). MANAJEMEN MUTU PEMBELAJARAN DARING PADA ERA
PANDEMI., eprints.iainu-kebumen.ac.id, https://eprints.iainu-
kebumen.ac.id/id/eprint/718/