Kurnia Mengabdi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Vol. 3, No. 1, Februari 2026, page: 50-62
E-ISSN: 3047-2474
Naskah dikirim: 4/2/2026Selesai revisi: 21/2/2026Disetujui: 5/3/2026Diterbitkan: 25/4/2026
50
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 CC BY-SA
International License.
Pendampingan Learning Organization dalam Membentuk
Kepemimpinan Unggul di SMK Darussalam 2 Pamulang
Muhamad Haerudin
1
, Dyta Yuanita
2
, Wulandari
3
, Badru Salam
4
, Rabiatul
Adawiyah
5*
, Daffa Ramadhan
6
, Siti Zubaidah
7
, Yulita Pujilestari
8
, R Dede
Siswandi
9
1,2,3,4,5,6,7,8,9
Magister Manajemen Pendidikan, Universitas Pamulang, Indonesia
e-mail: deaadawiah60@gmail.com
Abstrak
Penelitian pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengimplementasikan
dan menganalisis efektivitas pendampingan learning organization dalam membentuk
kepemimpinan unggul di SMK Darussalam 2 Pamulang. Latar belakang kegiatan ini
didasarkan pada pentingnya penguatan kapasitas kepemimpinan pendidikan yang
adaptif terhadap perubahan, serta perlunya pengembangan budaya organisasi
pembelajar di lingkungan sekolah. Metode yang digunakan adalah pendekatan
partisipatif melalui kegiatan sosialisasi, diskusi, simulasi, dan pendampingan berbasis
praktik selama tiga hari pelaksanaan kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya
peningkatan signifikan dalam pemahaman peserta mengenai konsep learning
organization, serta peningkatan kemampuan kepemimpinan dalam memfasilitasi
pembelajaran dan kolaborasi. Selain itu, kegiatan ini juga berdampak pada
terbentuknya budaya organisasi yang lebih terbuka, reflektif, dan kolaboratif. Siswa
turut menunjukkan peningkatan partisipasi dalam proses pembelajaran, yang
mencerminkan keberhasilan implementasi organisasi pembelajar di lingkungan
sekolah. Dengan demikian, program pendampingan ini terbukti efektif dalam
meningkatkan kualitas kepemimpinan pendidikan dan memperkuat budaya learning
organization. Kegiatan ini dapat menjadi model pengabdian yang relevan dalam
pengembangan organisasi pendidikan yang adaptif, inovatif, dan berkelanjutan.
Kata Kunci: learning organization; kepemimpinan pendidikan; PKM, sekolah
menengah kejuruan; pendampingan
Abstract
This community service research aims to implement and analyze the effectiveness of learning
organization mentoring in fostering exemplary leadership at SMK Darussalam 2 Pamulang.
The rationale for this initiative stems from the importance of strengthening educational
leadership capacity that is adaptable to change, as well as the need to develop a learning
organization culture within the school environment. The method used was a participatory
approach through socialization activities, discussions, simulations, and practice-based
mentoring over the three-day duration of the activity. The results of the activity showed a
significant increase in participants’ understanding of the concept of a learning organization, as
Kurnia Mengabdi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Vol. 3, No. 1, Februari 2026, page: 50-62
E-ISSN: 3047-2474 (online) 51
https://kurniajurnal.com/index.php/kurnia-mengabdi
well as an improvement in leadership skills in facilitating learning and collaboration.
Additionally, this activity also contributed to the formation of a more open, reflective, and
collaborative organizational culture. Students also demonstrated increased participation in the
learning process, reflecting the successful implementation of the learning organization model
within the school environment. Thus, this mentoring program has proven effective in
enhancing the quality of educational leadership and strengthening the culture of a learning
organization. This initiative can serve as a relevant model for community service in the
development of adaptive, innovative, and sustainable educational organizations.
Keywords: learning organization; educational leadership; PKM, vocational high school;
mentoring
Pendahuluan
Perkembangan dunia pendidikan yang semakin kompleks di era globalisasi
menuntut lembaga pendidikan untuk mampu beradaptasi secara cepat dan
berkelanjutan. Sekolah tidak lagi dipandang sebagai institusi statis yang hanya
menjalankan fungsi transfer pengetahuan, tetapi sebagai organisasi dinamis yang
terus belajar dan berkembang. Perubahan kurikulum, perkembangan teknologi
digital, serta tuntutan kompetensi abad ke-21 menjadi faktor yang mendorong sekolah
untuk melakukan transformasi organisasi. Dalam konteks ini, kemampuan organisasi
untuk belajar menjadi kunci utama dalam meningkatkan kualitas pendidikan secara
berkelanjutan. Konsep organisasi pembelajar menjadi sangat penting karena mampu
menjawab kebutuhan tersebut melalui pendekatan yang sistematis dan berkelanjutan
dalam pengembangan kapasitas organisasi. Hal ini sejalan dengan pandangan bahwa
organisasi modern harus mampu mengelola pengetahuan sebagai sumber utama
keunggulan kompetitif (Örtenblad, 2018).
Konsep learning organization menekankan bahwa organisasi harus mampu
memfasilitasi pembelajaran seluruh anggotanya serta melakukan transformasi diri
secara terus-menerus. Dalam organisasi pembelajar, proses pembelajaran tidak hanya
terjadi pada individu, tetapi juga pada tingkat kelompok dan organisasi secara
keseluruhan. Hal ini menciptakan lingkungan yang kondusif bagi pengembangan
pengetahuan, inovasi, serta peningkatan kinerja organisasi. Organisasi pembelajar
juga mendorong terjadinya kolaborasi, komunikasi terbuka, serta refleksi bersama
sebagai bagian dari proses pembelajaran kolektif. Dengan demikian, organisasi tidak
hanya mampu bertahan dalam menghadapi perubahan, tetapi juga mampu
berkembang secara berkelanjutan. Konsep ini menjadi semakin relevan dalam dunia
pendidikan yang terus mengalami perubahan dan tantangan yang kompleks (Bedi,
2025).
Dalam perspektif teori organisasi, learning organization berkaitan erat dengan
proses pembelajaran organisasi yang mencakup penciptaan, penyebaran, dan
pemanfaatan pengetahuan dalam praktik kerja. Proses ini memungkinkan organisasi
untuk meningkatkan kapasitas inovasi serta pengambilan keputusan yang lebih
efektif. Sekolah sebagai organisasi pendidikan memiliki peran penting dalam
mengembangkan budaya pembelajaran yang berkelanjutan bagi seluruh warga
sekolah. Pembelajaran organisasi menjadi landasan dalam menciptakan sistem
Kurnia Mengabdi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Vol. 3, No. 1, Februari 2026, page: 50-62
E-ISSN: 3047-2474 (online) 52
https://kurniajurnal.com/index.php/kurnia-mengabdi
pendidikan yang adaptif dan responsif terhadap perubahan lingkungan. Dengan
adanya proses pembelajaran yang terstruktur, organisasi mampu meningkatkan
kualitas kinerja serta efektivitas dalam mencapai tujuan pendidikan. Hal ini
menunjukkan bahwa pembelajaran organisasi merupakan elemen penting dalam
pengembangan organisasi pendidikan modern (Lee, 2022).
Konsep learning organization juga diperkuat oleh pemikiran klasik yang
dikemukakan oleh Peter Senge mengenai lima disiplin organisasi pembelajar, yaitu
systems thinking, personal mastery, mental models, shared vision, dan team learning. Kelima
disiplin ini menjadi fondasi dalam membangun organisasi yang mampu belajar secara
efektif dan berkelanjutan. Pendekatan ini menekankan pentingnya perubahan pola
pikir individu dan kolektif dalam menciptakan organisasi yang adaptif dan inovatif.
Dalam konteks pendidikan, penerapan lima disiplin tersebut dapat mendorong
terciptanya lingkungan belajar yang lebih kolaboratif dan reflektif. Hal ini
menunjukkan bahwa organisasi pembelajar tidak hanya berfokus pada sistem, tetapi
juga pada pengembangan individu sebagai bagian dari organisasi. Dengan demikian,
implementasi konsep ini menjadi sangat strategis dalam meningkatkan kualitas
pendidikan (Oktavianda & Pradana, 2024).
Dalam konteks pendidikan, penerapan learning organization menjadi salah satu
strategi penting dalam meningkatkan mutu sekolah. Sekolah sebagai organisasi
pembelajaran dituntut untuk mampu menciptakan lingkungan yang mendukung
pembelajaran berkelanjutan bagi guru, tenaga kependidikan, dan peserta didik.
Budaya kolaboratif, reflektif, dan inovatif menjadi ciri utama organisasi pembelajar
dalam pendidikan. Hal ini mendorong terciptanya proses pembelajaran yang lebih
efektif serta peningkatan kualitas hasil belajar siswa. Selain itu, organisasi pembelajar
juga berkontribusi dalam meningkatkan profesionalisme guru melalui pengembangan
kompetensi secara berkelanjutan. Dengan demikian, penerapan konsep ini memiliki
dampak yang luas terhadap peningkatan kualitas pendidikan secara keseluruhan
(Gema et al., 2024).
Keberhasilan implementasi learning organization tidak dapat dilepaskan dari
peran kepemimpinan pendidikan. Kepemimpinan memiliki fungsi strategis dalam
mengarahkan, mempengaruhi, serta menggerakkan seluruh sumber daya pendidikan
untuk mencapai tujuan organisasi. Pemimpin pendidikan dituntut untuk mampu
menciptakan visi yang jelas, membangun komunikasi yang efektif, serta mendorong
partisipasi aktif seluruh anggota organisasi. Kepemimpinan yang efektif tidak hanya
berfokus pada aspek administratif, tetapi juga pada pengembangan budaya organisasi
yang mendukung pembelajaran. Hal ini menunjukkan bahwa kepemimpinan
memiliki peran penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang kondusif dan
berkelanjutan. Oleh karena itu, kepemimpinan menjadi faktor kunci dalam
keberhasilan organisasi pembelajar di sekolah (Utami et al., 2025).
Dalam praktiknya, kepemimpinan pendidikan yang efektif cenderung bersifat
kolaboratif dan partisipatif. Pemimpin tidak hanya berperan sebagai pengambil
keputusan, tetapi juga sebagai fasilitator pembelajaran yang mampu mendorong
keterlibatan seluruh anggota organisasi. Kepemimpinan yang kolaboratif mampu
menciptakan komunikasi yang terbuka serta membangun kepercayaan di antara
anggota organisasi. Hal ini penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang
Kurnia Mengabdi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Vol. 3, No. 1, Februari 2026, page: 50-62
E-ISSN: 3047-2474 (online) 53
https://kurniajurnal.com/index.php/kurnia-mengabdi
kondusif dan mendukung pembelajaran berkelanjutan. Penelitian menunjukkan
bahwa kepemimpinan yang efektif memiliki pengaruh signifikan terhadap kinerja
guru serta efektivitas sekolah secara keseluruhan. Dengan demikian, kepemimpinan
menjadi elemen penting dalam pengembangan organisasi pembelajar (Riswandi et al.,
2021).
Selain kepemimpinan kolaboratif, kepemimpinan transformasional juga menjadi
pendekatan yang relevan dalam mendukung implementasi learning organization.
Kepemimpinan transformasional menekankan kemampuan pemimpin dalam
menginspirasi, memotivasi, serta memberdayakan anggota organisasi untuk
mencapai kinerja yang lebih tinggi. Pemimpin transformasional mampu menciptakan
visi yang kuat, membangun komitmen bersama, serta mendorong inovasi dalam
organisasi. Hal ini sangat penting dalam menghadapi tantangan pendidikan yang
semakin kompleks. Penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan transformasional
memiliki pengaruh signifikan terhadap peningkatan motivasi dan kinerja organisasi
pendidikan. Oleh karena itu, pendekatan ini menjadi salah satu strategi penting dalam
pengembangan organisasi pembelajar (Rahayu & Iskandar, 2023).
Hubungan antara kepemimpinan dan learning organization bersifat saling
melengkapi dan tidak dapat dipisahkan. Kepemimpinan yang efektif mampu
menciptakan budaya organisasi yang mendukung pembelajaran berkelanjutan,
sementara organisasi pembelajar dapat memperkuat kapasitas kepemimpinan melalui
proses pembelajaran yang terus-menerus. Integrasi antara keduanya menjadi kunci
dalam menciptakan organisasi pendidikan yang adaptif dan inovatif. Penelitian
menunjukkan bahwa terdapat hubungan signifikan antara kepemimpinan kepala
sekolah dengan implementasi learning organization dalam meningkatkan kualitas
sekolah. Hal ini menunjukkan bahwa keberhasilan organisasi pembelajar sangat
dipengaruhi oleh kualitas kepemimpinan yang diterapkan. Dengan demikian,
penguatan kepemimpinan menjadi langkah strategis dalam pengembangan organisasi
pembelajar (Riswandi et al., 2021).
Berdasarkan hasil observasi awal di SMK Darussalam 2 Pamulang, masih
ditemukan beberapa permasalahan, seperti belum optimalnya penerapan budaya
organisasi pembelajar, keterbatasan dalam praktik kepemimpinan kolaboratif, serta
rendahnya keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran. Kondisi ini menunjukkan
perlunya intervensi yang sistematis melalui kegiatan pendampingan yang terstruktur
dan berkelanjutan. Oleh karena itu, kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM)
ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengimplementasikan learning organization
dalam membentuk kepemimpinan yang unggul di lingkungan sekolah. Kegiatan ini
diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan kualitas
kepemimpinan serta memperkuat budaya organisasi pembelajar. Dengan demikian,
program ini menjadi bagian penting dalam upaya peningkatan mutu pendidikan yang
berkelanjutan dan adaptif terhadap perubahan (Wibowo et al., 2022).
Metode
Metode pelaksanaan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini
menggunakan pendekatan partisipatif dan edukatif berbasis pendampingan.
Pendekatan partisipatif dipilih karena melibatkan peserta secara aktif dalam seluruh
Kurnia Mengabdi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Vol. 3, No. 1, Februari 2026, page: 50-62
E-ISSN: 3047-2474 (online) 54
https://kurniajurnal.com/index.php/kurnia-mengabdi
tahapan kegiatan, mulai dari identifikasi masalah, pelaksanaan, hingga evaluasi
program. Dalam pendekatan ini, peserta tidak hanya menjadi objek kegiatan, tetapi
juga berperan sebagai subjek yang memiliki pengalaman dan pengetahuan yang
berkontribusi dalam keberhasilan program. Pendekatan ini terbukti efektif dalam
meningkatkan keterlibatan, rasa memiliki, serta keberlanjutan program pengabdian
kepada masyarakat (Abdullah, 2024).
Selain itu, metode edukatif digunakan untuk memberikan pemahaman
konseptual terkait learning organization dan kepemimpinan pendidikan melalui
penyampaian materi, diskusi interaktif, serta studi kasus. Pendekatan pendampingan
diterapkan untuk memastikan bahwa peserta tidak hanya memahami konsep secara
teoritis, tetapi juga mampu mengimplementasikannya dalam praktik nyata di
lingkungan sekolah. Kegiatan ini dilaksanakan dengan mengadopsi prinsip
Participatory Action Research (PAR), yang menekankan pada siklus kegiatan berupa
perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi secara berkelanjutan (Nasrulloh et al.,
2025).
Secara teknis, kegiatan PKM dilaksanakan selama 3 hari dengan tahapan utama
yaitu persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Tahap persiapan meliputi koordinasi
dengan pihak sekolah, identifikasi kebutuhan peserta, serta penyusunan materi dan
instrumen kegiatan. Tahap pelaksanaan mencakup kegiatan sosialisasi, diskusi,
simulasi, dan praktik kepemimpinan berbasis learning organization. Sementara itu,
tahap evaluasi dilakukan melalui refleksi, umpan balik peserta, serta analisis
perubahan pemahaman dan keterampilan peserta. Model pelaksanaan bertahap ini
sejalan dengan pendekatan pemberdayaan partisipatif yang menekankan keterlibatan
aktif peserta dalam seluruh proses kegiatan (Suyono et al., 2026).
Tabel 1. Tahapan dan Metode Kegiatan PKM
Tahap
Metode
Aktivitas Utama
Luaran
Persiapan
Koordinasi &
asesmen awal
Identifikasi kebutuhan,
observasi, penyusunan
instrumen
Peta kebutuhan
peserta
Pelaksanaan
Ceramah interaktif,
diskusi, simulasi,
mentoring
Penyampaian materi,
praktik kepemimpinan,
kerja kelompok
Peningkatan
pemahaman &
keterampilan
Evaluasi
Refleksi & umpan
balik
Diskusi evaluasi, pengisian
instrumen, analisis hasil
Data hasil kegiatan
& rekomendasi
Gambar 1. Diagram Alur Metode Kegiatan
Identifikasi Masalah Perencanaan Program
Pelaksanaan
Pendampingan
(Sosialisasi Diskusi
Simulasi)
Observasi &
Monitoring
Refleksi & Evaluasi
Peningkatan
Kapasitas
Kepemimpinan dan
Learning Organization
Kurnia Mengabdi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Vol. 3, No. 1, Februari 2026, page: 50-62
E-ISSN: 3047-2474 (online) 55
https://kurniajurnal.com/index.php/kurnia-mengabdi
Metode yang digunakan dalam kegiatan ini meliputi ceramah interaktif, diskusi
kelompok, studi kasus, simulasi, dan refleksi. Ceramah interaktif digunakan untuk
memberikan pemahaman dasar, sementara diskusi dan studi kasus digunakan untuk
menggali pengalaman peserta. Simulasi dan praktik digunakan untuk melatih
keterampilan kepemimpinan, sedangkan refleksi digunakan untuk mengevaluasi
perubahan yang terjadi selama kegiatan. Kombinasi metode ini dirancang untuk
menghasilkan pembelajaran yang aktif, kontekstual, dan berkelanjutan.
Hasil dan Pembahasan
Hasil pelaksanaan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM)
menunjukkan bahwa program pendampingan learning organization di SMK
Darussalam 2 Pamulang berjalan secara efektif dan memberikan dampak yang
signifikan terhadap peningkatan kapasitas peserta. Kegiatan yang dilaksanakan
selama tiga hari melibatkan guru, tenaga kependidikan, serta siswa sebagai peserta
aktif dalam proses pembelajaran. Berdasarkan hasil observasi dan evaluasi awal,
sebagian besar peserta sebelumnya belum memahami secara komprehensif konsep
learning organization serta implementasinya dalam praktik kepemimpinan di sekolah.
Namun setelah kegiatan berlangsung, terjadi peningkatan pemahaman yang cukup
signifikan, terutama dalam aspek kolaborasi, refleksi, dan pembelajaran
berkelanjutan.
Hasil kegiatan juga menunjukkan adanya peningkatan keterlibatan peserta
dalam proses pembelajaran. Pada hari pertama, peserta cenderung masih pasif dan
belum terbiasa dengan metode pembelajaran partisipatif. Namun pada hari kedua dan
ketiga, peserta mulai aktif dalam diskusi, simulasi, serta praktik kepemimpinan
berbasis learning organization. Hal ini menunjukkan bahwa pendekatan pendampingan
yang digunakan mampu mendorong perubahan perilaku belajar peserta secara
bertahap. Temuan ini sejalan dengan penelitian yang menyatakan bahwa organisasi
pembelajar berkontribusi dalam meningkatkan keterlibatan individu dalam proses
pembelajaran dan kerja tim (Mohammad et al., 2024).
Gambar 2. Dokumentasi Kegiatan 1
(Sumber: Foto kegiatan sosialisasi dan penyampaian materi learning organization, 2026)
Selain itu, hasil evaluasi menunjukkan bahwa terjadi peningkatan pada aspek
kepemimpinan peserta, khususnya dalam kemampuan memfasilitasi diskusi,
mengambil keputusan, serta membangun komunikasi yang efektif. Peserta mulai
menunjukkan perubahan dari pola kepemimpinan yang cenderung instruktif menjadi
lebih kolaboratif dan partisipatif. Hal ini menunjukkan bahwa pendampingan tidak
hanya meningkatkan pemahaman teoritis, tetapi juga keterampilan praktis dalam
Kurnia Mengabdi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Vol. 3, No. 1, Februari 2026, page: 50-62
E-ISSN: 3047-2474 (online) 56
https://kurniajurnal.com/index.php/kurnia-mengabdi
kepemimpinan pendidikan. Penelitian menunjukkan bahwa learning organization
memiliki pengaruh positif terhadap pengembangan kepemimpinan guru dan
organisasi pendidikan (Rashid & Mansor, 2018).
Gambar 3. Dokumentasi Kegiatan 2
(Sumber: Foto diskusi kelompok dan simulasi kepemimpinan berbasis learning organization, 2026)
Dari sisi siswa, kegiatan ini juga memberikan dampak yang positif terhadap
peningkatan partisipasi dalam proses pembelajaran. Siswa menjadi lebih aktif dalam
diskusi, berani menyampaikan pendapat, serta mampu bekerja sama dalam
kelompok. Hal ini menunjukkan bahwa penerapan learning organization tidak hanya
berdampak pada guru, tetapi juga pada siswa sebagai bagian dari organisasi sekolah.
Peningkatan partisipasi siswa menjadi indikator penting dalam keberhasilan
program, karena mencerminkan terciptanya lingkungan belajar yang lebih aktif dan
kolaboratif.
Gambar 4. Dokumentasi Kegiatan 3
(Sumber: Foto kegiatan refleksi siswa dan pengisian lembar evaluasi, 2026)
Tabel 2. Hasil Evaluasi Kegiatan PKM
Aspek yang Dinilai
Sebelum (%)
Sesudah (%)
Pemahaman Learning Organization
55
85
Keterampilan Kepemimpinan
50
82
Kolaborasi Tim
58
88
Partisipasi Siswa
60
90
(Sumber: Hasil analisis penulis, 2026)
Berdasarkan tabel di atas, seluruh indikator mengalami peningkatan yang
signifikan setelah pelaksanaan kegiatan. Peningkatan tertinggi terjadi pada aspek
keterampilan kepemimpinan, yang menunjukkan bahwa program pendampingan
berhasil dalam meningkatkan kapasitas kepemimpinan peserta. Selain itu,
Kurnia Mengabdi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Vol. 3, No. 1, Februari 2026, page: 50-62
E-ISSN: 3047-2474 (online) 57
https://kurniajurnal.com/index.php/kurnia-mengabdi
peningkatan kolaborasi dan partisipasi siswa menunjukkan bahwa kegiatan ini
mampu menciptakan lingkungan pembelajaran yang lebih aktif dan partisipatif.
Gambar 5. Diagram Peningkatan Hasil Kegiatan
(Sumber: Hasil analisis penulis, 2026)
Secara keseluruhan, hasil kegiatan menunjukkan bahwa pendampingan learning
organization memberikan dampak yang positif terhadap peningkatan kualitas
pembelajaran dan kepemimpinan di sekolah. Hal ini juga diperkuat oleh penelitian
yang menyatakan bahwa kepemimpinan memiliki pengaruh signifikan terhadap
efektivitas pembelajaran individu dan tim dalam organisasi (Hillberg Jarl, 2024).
Dengan demikian, kegiatan PKM ini berhasil mencapai tujuan yang telah ditetapkan
dan memberikan kontribusi nyata terhadap pengembangan organisasi pendidikan
yang adaptif dan berkelanjutan.
Implementasi Learning Organization di SMK Darussalam 2 Pamulang
Implementasi learning organization dalam kegiatan PKM ini menunjukkan
adanya perubahan yang cukup signifikan dalam pola pembelajaran di lingkungan
sekolah. Sebelum kegiatan dilaksanakan, proses pembelajaran cenderung masih
bersifat konvensional dan belum sepenuhnya mengakomodasi pembelajaran
kolaboratif serta reflektif. Namun, setelah dilakukan pendampingan, peserta mulai
memahami bahwa organisasi sekolah harus mampu menjadi wadah pembelajaran
bersama yang berkelanjutan. Hal ini sejalan dengan konsep learning organization yang
menekankan bahwa organisasi harus mampu menciptakan, memperoleh, serta
mentransformasikan pengetahuan menjadi tindakan nyata dalam meningkatkan
kinerja (Örtenblad, 2018). Dengan demikian, implementasi program ini menjadi
langkah awal dalam membangun organisasi pembelajar di sekolah.
Selanjutnya, hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta mulai menerapkan
prinsip pembelajaran kolektif dalam aktivitas sehari-hari di sekolah. Guru dan siswa
mulai terlibat dalam diskusi, berbagi pengalaman, serta melakukan refleksi terhadap
proses pembelajaran. Kondisi ini mencerminkan karakteristik organisasi pembelajar
yang mendorong terjadinya pertukaran pengetahuan dan kolaborasi antar anggota
organisasi. Hal ini sejalan dengan pendapat bahwa learning organization memfasilitasi
pembelajaran pada tingkat individu, kelompok, dan organisasi secara berkelanjutan
Kurnia Mengabdi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Vol. 3, No. 1, Februari 2026, page: 50-62
E-ISSN: 3047-2474 (online) 58
https://kurniajurnal.com/index.php/kurnia-mengabdi
(Bedi, 2025). Dengan demikian, program pendampingan ini berhasil mendorong
terciptanya budaya belajar yang lebih terbuka dan kolaboratif.
Selain itu, implementasi learning organization juga terlihat dari meningkatnya
kemampuan peserta dalam melakukan refleksi terhadap praktik pembelajaran.
Peserta mulai terbiasa mengevaluasi proses pembelajaran, mengidentifikasi
kekurangan, serta merancang perbaikan secara sistematis. Hal ini menunjukkan
bahwa proses pembelajaran tidak hanya berhenti pada aktivitas belajar, tetapi juga
mencakup evaluasi dan pengembangan berkelanjutan. Dalam perspektif teori,
pembelajaran organisasi mencakup proses penciptaan, penyebaran, dan pemanfaatan
pengetahuan dalam praktik kerja (Lee, 2022). Oleh karena itu, kegiatan ini berhasil
mendorong peserta untuk menginternalisasi konsep pembelajaran organisasi dalam
praktik nyata.
Lebih lanjut, penerapan learning organization dalam kegiatan ini juga didukung
oleh terbentuknya lingkungan belajar yang kondusif. Peserta menunjukkan sikap
terbuka terhadap perubahan, mampu bekerja sama dalam tim, serta memiliki
komitmen untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Hal ini menunjukkan bahwa
budaya organisasi pembelajar mulai terbentuk di lingkungan sekolah. Budaya
tersebut ditandai dengan adanya kepercayaan, kolaborasi, serta keterbukaan terhadap
inovasi sebagai bagian dari proses pembelajaran (Mohammad et al., 2024). Dengan
demikian, implementasi program ini tidak hanya berdampak pada individu, tetapi
juga pada sistem organisasi secara keseluruhan.
Secara keseluruhan, implementasi learning organization dalam kegiatan PKM ini
dapat dikatakan berhasil karena mampu meningkatkan kapasitas pembelajaran
organisasi di sekolah. Program ini tidak hanya memberikan pemahaman teoritis,
tetapi juga mendorong perubahan praktik pembelajaran yang lebih kolaboratif dan
reflektif. Hal ini sejalan dengan pandangan bahwa organisasi pembelajar memiliki
peran penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan melalui pembelajaran
berkelanjutan (Gema et al., 2024). Dengan demikian, kegiatan ini menjadi model yang
efektif dalam mengembangkan organisasi pembelajar di lingkungan sekolah.
Peran Kepemimpinan dalam Mendukung Learning Organization
Peran kepemimpinan dalam kegiatan PKM ini terlihat sangat dominan dalam
mendorong keberhasilan implementasi learning organization. Kepemimpinan tidak
hanya berfungsi sebagai pengarah kegiatan, tetapi juga sebagai fasilitator yang
mampu menciptakan lingkungan belajar yang kondusif. Pemimpin mampu
menggerakkan peserta untuk terlibat aktif dalam proses pembelajaran serta
mendorong terjadinya kolaborasi antar anggota organisasi. Hal ini sejalan dengan
konsep kepemimpinan pendidikan yang menekankan kemampuan pemimpin dalam
mempengaruhi dan mengarahkan sumber daya untuk mencapai tujuan organisasi
(Utami et al., 2025).
Selain itu, kepemimpinan yang diterapkan dalam kegiatan ini cenderung bersifat
kolaboratif dan partisipatif. Pemimpin tidak hanya memberikan instruksi, tetapi juga
melibatkan peserta dalam pengambilan keputusan serta proses pembelajaran. Hal ini
menciptakan suasana yang lebih terbuka dan mendorong partisipasi aktif dari seluruh
anggota organisasi. Penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan yang efektif
Kurnia Mengabdi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Vol. 3, No. 1, Februari 2026, page: 50-62
E-ISSN: 3047-2474 (online) 59
https://kurniajurnal.com/index.php/kurnia-mengabdi
mampu meningkatkan kinerja organisasi serta menciptakan budaya kerja yang positif
(Riswandi et al., 2021). Dengan demikian, kepemimpinan menjadi faktor kunci dalam
keberhasilan implementasi learning organization.
Kepemimpinan transformasional juga terlihat dalam kegiatan ini, di mana
pemimpin mampu menginspirasi dan memotivasi peserta untuk mencapai kinerja
yang lebih baik. Pemimpin mampu menciptakan visi bersama serta mendorong
peserta untuk berinovasi dalam proses pembelajaran. Hal ini menunjukkan bahwa
kepemimpinan tidak hanya berfokus pada pengelolaan, tetapi juga pada
pengembangan kapasitas individu dan organisasi. Penelitian menunjukkan bahwa
kepemimpinan transformasional memiliki pengaruh signifikan terhadap peningkatan
motivasi dan kinerja organisasi pendidikan (Rahayu & Iskandar, 2023).
Selain itu, kepemimpinan dalam kegiatan ini juga berperan dalam menciptakan
budaya organisasi yang mendukung pembelajaran berkelanjutan. Pemimpin mampu
membangun komunikasi yang efektif, menciptakan lingkungan yang terbuka, serta
mendorong terjadinya refleksi bersama. Hal ini menunjukkan bahwa kepemimpinan
memiliki peran strategis dalam membentuk organisasi pembelajar. Dalam konteks
pendidikan, kepemimpinan berfungsi sebagai penggerak utama dalam menciptakan
lingkungan belajar yang inovatif dan adaptif (Indrawan & Khairudin, 2024).
Secara keseluruhan, peran kepemimpinan dalam kegiatan PKM ini sangat
penting dalam mendukung keberhasilan implementasi learning organization.
Kepemimpinan yang efektif mampu menciptakan lingkungan belajar yang kondusif,
mendorong partisipasi aktif, serta meningkatkan kualitas pembelajaran. Hal ini
menunjukkan bahwa kepemimpinan dan learning organization memiliki hubungan
yang erat dan saling mendukung dalam meningkatkan kualitas pendidikan (Riswandi
et al., 2021).
Dampak Pendampingan terhadap Kepemimpinan dan Learning Organization
Kegiatan pendampingan yang dilakukan dalam PKM ini memberikan dampak
yang signifikan terhadap peningkatan kualitas kepemimpinan dan learning
organization di sekolah. Dampak tersebut terlihat dari perubahan perilaku peserta
yang menjadi lebih aktif, kolaboratif, dan reflektif dalam proses pembelajaran. Peserta
tidak hanya memahami konsep secara teoritis, tetapi juga mampu
mengimplementasikannya dalam praktik nyata. Hal ini menunjukkan bahwa
pendampingan merupakan metode yang efektif dalam meningkatkan kapasitas
individu dan organisasi. Dalam konteks ini, learning organization berperan sebagai
kerangka dalam mengembangkan pembelajaran berkelanjutan di sekolah (Wibowo et
al., 2022).
Selain itu, pendampingan juga memberikan dampak positif terhadap
peningkatan keterampilan kepemimpinan peserta. Peserta menunjukkan peningkatan
dalam kemampuan komunikasi, pengambilan keputusan, serta pengelolaan
kelompok. Hal ini menunjukkan bahwa program pendampingan mampu
mengembangkan kepemimpinan yang lebih adaptif dan kolaboratif. Dalam teori
kepemimpinan pendidikan, pemimpin memiliki peran penting dalam
mengembangkan kapasitas organisasi melalui pengelolaan sumber daya manusia
yang efektif (Utami et al., 2025).
Kurnia Mengabdi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Vol. 3, No. 1, Februari 2026, page: 50-62
E-ISSN: 3047-2474 (online) 60
https://kurniajurnal.com/index.php/kurnia-mengabdi
Dampak lain yang terlihat adalah terbentuknya budaya organisasi yang lebih
terbuka terhadap pembelajaran dan inovasi. Peserta mulai terbiasa melakukan
refleksi, berbagi pengalaman, serta bekerja sama dalam tim. Hal ini menunjukkan
bahwa organisasi mulai bergerak menuju organisasi pembelajar yang sesungguhnya.
Penelitian menunjukkan bahwa budaya organisasi yang mendukung pembelajaran
merupakan faktor kunci dalam keberhasilan implementasi learning organization
(Williamson et al., 2024).
Selain itu, kegiatan pendampingan juga meningkatkan keterlibatan siswa dalam
proses pembelajaran. Siswa menjadi lebih aktif, berani menyampaikan pendapat, serta
mampu bekerja sama dalam kelompok. Hal ini menunjukkan bahwa dampak kegiatan
tidak hanya dirasakan oleh guru, tetapi juga oleh siswa sebagai bagian dari organisasi
sekolah. Dalam konteks pendidikan, keterlibatan siswa menjadi indikator penting
dalam keberhasilan pembelajaran (Gema et al., 2024).
Secara keseluruhan, kegiatan pendampingan ini memberikan dampak yang
komprehensif terhadap pengembangan kepemimpinan dan learning organization di
sekolah. Program ini tidak hanya meningkatkan kapasitas individu, tetapi juga
memperkuat sistem organisasi secara keseluruhan. Hal ini menunjukkan bahwa
pendampingan berbasis learning organization merupakan strategi yang efektif dalam
meningkatkan kualitas pendidikan secara berkelanjutan (Wibowo et al., 2022).
Simpulan dan Rekomendasi
Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) melalui pendampingan learning
organization di SMK Darussalam 2 Pamulang menunjukkan hasil yang efektif dalam
meningkatkan kapasitas kepemimpinan serta membangun budaya organisasi
pembelajar yang lebih kolaboratif, reflektif, dan adaptif. Peningkatan ini terlihat pada
aspek pemahaman konsep, keterampilan kepemimpinan, kerja sama tim, serta
partisipasi aktif siswa dalam proses pembelajaran, yang secara keseluruhan mengarah
pada perubahan pola pembelajaran dari konvensional menuju pembelajaran yang
partisipatif dan berkelanjutan. Keberhasilan program ini juga menegaskan bahwa
kepemimpinan pendidikan memiliki peran strategis sebagai penggerak utama dalam
menciptakan lingkungan belajar yang kondusif dan inovatif berbasis learning
organization. Oleh karena itu, direkomendasikan agar sekolah mengintegrasikan
pendekatan learning organization secara berkelanjutan dalam sistem manajemen dan
pembelajaran, memperkuat praktik kepemimpinan transformasional, serta
mengembangkan program pendampingan lanjutan dengan cakupan yang lebih luas
dan durasi yang lebih panjang guna memastikan keberlanjutan dampak program.
Selain itu, diperlukan penelitian lanjutan untuk mengukur secara lebih komprehensif
pengaruh learning organization terhadap peningkatan kinerja sekolah dan hasil belajar
siswa secara kuantitatif dan berkelanjutan.
Penghargaan
Penulis menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang sebesar-besarnya
kepada Universitas Pamulang melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada
Masyarakat (LPPM) atas dukungan dan fasilitasi dalam pelaksanaan kegiatan
Pengabdian kepada Masyarakat ini. Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada
Kurnia Mengabdi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Vol. 3, No. 1, Februari 2026, page: 50-62
E-ISSN: 3047-2474 (online) 61
https://kurniajurnal.com/index.php/kurnia-mengabdi
pihak SMK Darussalam 2 Pamulang atas kerja sama, keterbukaan, dan partisipasi aktif
selama kegiatan berlangsung, serta kepada seluruh peserta yang terdiri dari guru,
tenaga kependidikan, dan siswa yang telah berkontribusi secara optimal dalam setiap
tahapan kegiatan. Tidak lupa, penulis juga mengapresiasi peran dosen pendamping
dan tim mahasiswa Program Pascasarjana Manajemen Pendidikan S-2 Universitas
Pamulang yang telah bekerja sama secara profesional dalam menyukseskan program
ini. Dukungan dan kolaborasi dari seluruh pihak tersebut menjadi faktor penting
dalam keberhasilan pelaksanaan kegiatan PKM ini.
Daftar Pustaka
Abdullah, A. (2024). Pengantar Metodologi Pengabdian Masyarakat (pp. 1198). Publisher:
Yayasan Penerbit Muhammad Zaini.
Bedi, B. (2025). Enhancing Organizational Innovativeness and Performance through
HRM Practices: The Role of Learning Organizations A Conceptual Framework
and Future Research Agenda. Journal of Informatics Education and Research, 5(2).
https://doi.org/10.52783/jier.v5i2.2811
Gema, Afriany, D., & Japar, M. (2024). A Bibliometric Analysis of Learning
Organization (1976-2023). Kelola: Jurnal Manajemen Pendidikan, 11(1), 117.
https://doi.org/10.24246/j.jk.2024.v11.i1.p1-17
Hillberg Jarl, F. (2024). The impact of leadership on the workplace learning of
individuals and teams: A literature review and synthesis. The Learning
Organization, 31(3), 411439. https://doi.org/10.1108/TLO-11-2022-0144
Indrawan, I., & Khairudin, F. (2024). Kepemimpinan Dalam Organisasi Pendidikan.
QOUBA: Jurnal Pendidikan, 1(1), 163174.
https://doi.org/10.61104/qouba.v1i1.26
Lee, R. W. (2022). Knowledge Management and the Learning Organization. In J. Chen
& I. Nonaka, The Routledge Companion to Knowledge Management (1st ed., pp. 67
79). Routledge. https://doi.org/10.4324/9781003112150-6
Mohammad, S., Sağsan, M., & Şeşen, H. (2024). The Impact of “Learning
Organizations” on Innovation: The Mediating Role of “Employee Resilience”
and Work Engagement. Sage Open, 14(4), 21582440241289185.
https://doi.org/10.1177/21582440241289185
Nasrulloh, S. A. Z., Ibtismi, A. Q., Hidayah, L. N., Kartika, A., & Khoeron, S. (2025).
Pendekatan Partisipatif dalam Edukasi MPASI Sehat untuk Meningkatkan
Kesadaran Gizi Keluarga di Desa Kauman. SANDIMAS: Seminar Nasional
Pengabdian Kepada Masyarakat, 2(2), 121132.
https://doi.org/10.24176/sandimas.v2i2.1504
Oktavianda, B. G. R., & Pradana, B. I. (2024). Implementasi Learning Organization
Pada Sekolah Menengah Pertama Negeri. Jurnal Kewirausahaan Dan Inovasi, 3(4),
953970. https://doi.org/10.21776/jki.2024.03.4.03
Örtenblad, A. (2018). What does “learning organization” mean? The Learning
Organization, 25(3), 150158. https://doi.org/10.1108/TLO-02-2018-0016
Rahayu, R., & Iskandar, S. (2023). Kepemimpinan Transformasional Kepala Sekolah
Dalam Pembelajaran Abad 21 Di Sekolah Dasar. Jurnal Elementaria Edukasia,
6(2), 287297. https://doi.org/10.31949/jee.v6i2.5484
Kurnia Mengabdi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Vol. 3, No. 1, Februari 2026, page: 50-62
E-ISSN: 3047-2474 (online) 62
https://kurniajurnal.com/index.php/kurnia-mengabdi
Rashid, R. A., & Mansor, M. (2018). The Influence of Organizational Learning on
Teacher Leadership. International Journal of Academic Research in Business and
Social Sciences, 8(4), Pages 1254-1267. https://doi.org/10.6007/IJARBSS/v8-
i4/4236
Riswandi, R., Sukamto, I., & Oktaria, R. (2021). Sekolah Efektif, Learning Organization,
dan Kepemimpinan Kepala Sekolah. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia
Dini, 6(3), 18731880. https://doi.org/10.31004/obsesi.v6i3.1873
Suyono, S., Aunullah, I., & Sa’diyah, H. (2026). Implementasi model pemberdayaan
masyarakat berbasis edukasi partisipatif dalam penguatan kapasitas sosial dan
ekonomi lokal. Penamas: Journal of Community Service, 6(1), 121130.
https://doi.org/10.53088/penamas.v6i1.2827
Utami, M. W., Muiz, R. N., Zohriah, A., & Bachtiar, M. (2025). Leadership Strategy in
Educational Institutions. Mudir: Jurnal Manajemen Pendidikan, 7(2), 309319.
https://doi.org/10.55352/mudir.v7i2.1906
Wibowo, Y., Widjaja, D. C., & Foedjiawati, F. (2022). Learning Organization through
The Internalization of Transformational Leadership: A Study of An Indonesian
School. Journal of Leadership in Organizations, 4(2).
https://doi.org/10.22146/jlo.72343
Williamson, C., Dyason, K., McNamara, C., & Aslanyan, G. (2024). “The Learning of
Learned ‘Learning Organizations’?”: How Southern African Universities Use a
Professional Competency Framework for Research Management and
Administration: Selective Cases. Systemic Practice and Action Research, 37(2),
229249. https://doi.org/10.1007/s11213-023-09660-0