Kurnia Mengabdi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Vol. 3, No. 1, Februari 2026, page: 63-74
E-ISSN: 3047-2474
Naskah dikirim: 4/2/2026Selesai revisi: 21/2/2026Disetujui: 5/3/2026Diterbitkan: 25/4/2026
63
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 CC BY-SA
International License.
Implementasi Growth Mindset Untuk Meningkatkan Kinerja OSIS
Di SMPN 7 Tangerang Selatan
Edi Karsono
1
, Ahmad Fauji
2*
, Anti Yulianti
3
, Dara Astri Kusuma
4
, Nok Citra
5
,
Noni Pratiwi
6
, Saendi
7
1,2,3,4,5,6,7
Magister Manajemen Pendidikan, Universitas Pamulang, Indonesia
e-mail:
1
edkarkota@gmail.com,
2*
fauzifathan7@gmail.com,
3
anti.y1707@gmail.com,
4
daraastrikusumampdunpam2026@gmail.com,
5
citranok2@gmail.com,
6
noy.tiwi83@gmail.com,
7
saendidede@gmail.com
Abstrak
Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) memiliki peran strategis dalam
mengembangkan kepemimpinan dan keterampilan sosial peserta didik, namun dalam
praktiknya kinerja pengurus OSIS masih menghadapi berbagai kendala, terutama
pada aspek pola pikir, kepercayaan diri, dan kemampuan menghadapi tantangan
organisasi. Permasalahan ini menunjukkan pentingnya intervensi yang tidak hanya
bersifat teknis, tetapi juga menyasar aspek psikologis individu. Kegiatan pengabdian
kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kinerja pengurus OSIS melalui
implementasi growth mindset yang diintegrasikan dengan penguatan budaya
organisasi. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif-edukatif dengan
tahapan persiapan, pelaksanaan, evaluasi, dan tindak lanjut. Kegiatan dilaksanakan
melalui sosialisasi, pelatihan interaktif, diskusi kelompok, dan simulasi berbasis
pengalaman, dengan melibatkan 30 pengurus OSIS sebagai peserta. Evaluasi
dilakukan menggunakan instrumen pre-test dan post-test serta observasi perilaku
peserta selama kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan
pemahaman peserta terhadap konsep growth mindset, disertai perubahan sikap yang
lebih positif terhadap tantangan dan kegagalan. Selain itu, terjadi peningkatan
partisipasi aktif, kepercayaan diri, serta kemampuan kerja sama dan komunikasi
dalam organisasi. Temuan ini menunjukkan bahwa pendekatan integratif antara
growth mindset dan budaya organisasi efektif dalam meningkatkan kinerja pengurus
OSIS secara holistik. Dengan demikian, kegiatan ini memberikan kontribusi praktis
dalam pengembangan model pengabdian berbasis psikologi pendidikan yang relevan
dengan kebutuhan pengembangan karakter siswa di lingkungan sekolah.
Kata Kunci: growth mindset, kinerja organisasi, OSIS, budaya organisasi, pengabdian
masyarakat.
Abstract
The Student Council (OSIS) plays a strategic role in developing leadership and social skills
among students; however, its organizational performance often faces challenges, particularly
Kurnia Mengabdi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Vol. 3, No. 1, Februari 2026, page: 63-74
E-ISSN: 3047-2474 (online) 64
https://kurniajurnal.com/index.php/kurnia-mengabdi
related to mindset, self-confidence, and the ability to deal with organizational challenges. This
condition highlights the need for interventions that address not only technical skills but also
psychological aspects. This community service activity aims to improve the performance of
OSIS administrators through the implementation of a growth mindset integrated with
strengthening organizational culture. The method used is a participatory-educative approach
consisting of preparation, implementation, evaluation, and follow-up stages. The program was
conducted through socialization, interactive training, group discussions, and experiential
simulations, involving 30 OSIS administrators as participants. Evaluation was carried out
using pre-test and post-test instruments as well as behavioral observations during the activity.
The results indicate an increase in participants’ understanding of growth mindset concepts,
accompanied by more positive attitudes toward challenges and failure. In addition,
improvements were observed in active participation, self-confidence, teamwork, and
communication skills. These findings demonstrate that an integrative approach combining
growth mindset and organizational culture is effective in enhancing student organizational
performance. Therefore, this activity contributes practically to the development of community
service models based on educational psychology that are relevant to student character
development in school environments.
Keywords: growth mindset, organizational performance, student council, organizational
culture, community service.
Pendahuluan
Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) merupakan instrumen strategis dalam
membentuk kompetensi kepemimpinan, keterampilan sosial, dan kapasitas
manajerial peserta didik di lingkungan pendidikan formal. Melalui aktivitas
organisasi, siswa tidak hanya berperan sebagai pelaksana program kerja, tetapi juga
sebagai agen pembelajaran sosial yang dituntut mampu beradaptasi dengan dinamika
organisasi (Iqbal et al., 2024; Putra & Rifa’i, 2024; Solikhah et al., 2025). Namun, dalam
praktiknya, efektivitas kinerja pengurus OSIS masih menghadapi berbagai kendala
yang bersifat kompleks, terutama terkait aspek psikologis individu. Penelitian
mutakhir menunjukkan bahwa faktor non-kognitif seperti mindset, motivasi intrinsik,
dan efikasi diri memiliki pengaruh signifikan terhadap performa individu dalam
konteks pendidikan dan organisasi (Correa-Rojas et al., 2024; Dong et al., 2023; Gómez
& Rivas, 2022). Hal ini menegaskan bahwa peningkatan kinerja organisasi siswa tidak
cukup hanya melalui pelatihan teknis, tetapi juga memerlukan intervensi pada aspek
pola pikir yang mendasari perilaku individu.
Analisis situasi pada objek pengabdian menunjukkan bahwa pengurus OSIS di
tingkat sekolah menengah masih menghadapi keterbatasan dalam mengelola
tantangan organisasi. Berdasarkan hasil observasi awal dan wawancara, ditemukan
bahwa sebagian besar pengurus OSIS memiliki tingkat kepercayaan diri yang relatif
rendah, cenderung menghindari tantangan, serta kurang mampu mengelola
kegagalan program secara konstruktif. Kondisi ini mengindikasikan adanya dominasi
pola pikir tetap (fixed mindset), yang berdampak pada rendahnya inovasi dan
keterlibatan dalam aktivitas organisasi. Penelitian menunjukkan bahwa individu
dengan fixed mindset cenderung memiliki kecenderungan menghindari tantangan dan
Kurnia Mengabdi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Vol. 3, No. 1, Februari 2026, page: 63-74
E-ISSN: 3047-2474 (online) 65
https://kurniajurnal.com/index.php/kurnia-mengabdi
memiliki ketahanan rendah terhadap tekanan, sehingga berdampak pada performa
yang kurang optimal (Chao et al., 2025; Gupta, 2025; Lou & Li, 2023). Dengan
demikian, permasalahan utama yang dihadapi bukan hanya bersifat teknis, tetapi juga
berkaitan dengan cara individu memaknai kemampuan dan kegagalan.
Dalam kerangka teoritis, growth mindset menjadi pendekatan yang relevan
untuk mengatasi permasalahan tersebut. Growth mindset merujuk pada keyakinan
bahwa kemampuan dapat berkembang melalui usaha, strategi, dan pengalaman
belajar (Kusumawati et al., 2025; Wahdeni et al., 2025). Individu dengan growth mindset
cenderung lebih resilien, adaptif, serta memiliki orientasi belajar yang tinggi dalam
menghadapi tantangan. Studi empiris menunjukkan bahwa growth mindset
berkontribusi terhadap peningkatan motivasi intrinsik, efikasi diri, serta hasil belajar
melalui mekanisme psikologis yang kompleks (Dong et al., 2023). Selain itu, growth
mindset juga berperan sebagai faktor protektif bagi siswa dalam menghadapi risiko
akademik dan tekanan belajar (Younger et al., 2024). Dalam konteks organisasi siswa,
karakteristik ini sangat dibutuhkan untuk meningkatkan kualitas kinerja dan
keberlanjutan program kerja.
Meskipun demikian, efektivitas intervensi growth mindset tidak selalu bersifat
universal dan sangat dipengaruhi oleh konteks implementasi. Beberapa penelitian
menunjukkan bahwa intervensi mindset tidak selalu menghasilkan dampak signifikan
apabila tidak didukung oleh lingkungan yang kondusif dan strategi implementasi
yang tepat (Barnett & Macnamara, 2023; Pabudi et al., 2025; Zhang, 2022). Hal ini
menunjukkan bahwa perubahan pola pikir tidak dapat dilakukan secara individual
semata, tetapi harus diintegrasikan dengan sistem sosial dan budaya organisasi yang
mendukung. Dengan kata lain, keberhasilan implementasi growth mindset sangat
bergantung pada bagaimana nilai-nilai tersebut diinternalisasi dalam lingkungan
organisasi.
Budaya organisasi merupakan faktor kunci yang memengaruhi perilaku
individu dalam suatu kelompok. Dalam konteks pendidikan, budaya organisasi yang
positif dapat menciptakan lingkungan yang mendukung pembelajaran, kolaborasi,
serta pengembangan diri. Sebaliknya, budaya organisasi yang tidak kondusif dapat
memperkuat pola pikir tetap dan menghambat inovasi. Penelitian menunjukkan
bahwa orientasi otonomi dan lingkungan yang suportif memiliki hubungan positif
dengan perkembangan growth mindset pada siswa (Zhao et al., 2023). Dengan
demikian, integrasi antara growth mindset dan budaya organisasi menjadi
pendekatan yang strategis dalam meningkatkan kinerja organisasi siswa secara
holistik.
Berdasarkan kondisi tersebut, pengurus OSIS dipilih sebagai subjek
pengabdian karena memiliki peran strategis sebagai agen perubahan di lingkungan
sekolah. Pengurus OSIS tidak hanya berfungsi sebagai pelaksana kegiatan, tetapi juga
sebagai role model dalam membangun budaya organisasi yang positif. Intervensi pada
kelompok ini diharapkan mampu memberikan dampak berkelanjutan melalui efek
multiplier terhadap siswa lainnya. Oleh karena itu, fokus pengabdian ini diarahkan
pada implementasi growth mindset melalui penguatan budaya organisasi dengan
tujuan meningkatkan kinerja pengurus OSIS secara individu dan kolektif. Perubahan
yang diharapkan meliputi peningkatan kepercayaan diri, kemampuan menghadapi
Kurnia Mengabdi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Vol. 3, No. 1, Februari 2026, page: 63-74
E-ISSN: 3047-2474 (online) 66
https://kurniajurnal.com/index.php/kurnia-mengabdi
tantangan, keterampilan kerja sama, serta terbentuknya budaya organisasi yang
adaptif dan berorientasi pada pengembangan diri secara berkelanjutan.
Kondisi empiris di lapangan menunjukkan bahwa tantangan yang dihadapi
pengurus OSIS tidak hanya bersifat konseptual, tetapi juga terukur melalui indikator
keterlibatan dan kinerja organisasi. Dalam berbagai studi pendidikan, tingkat
partisipasi aktif siswa dalam organisasi sekolah seringkali masih berada pada kategori
sedang hingga rendah, terutama dalam aspek inisiatif, kepemimpinan, dan
kemampuan problem solving. Penelitian menunjukkan bahwa keterlibatan siswa dalam
organisasi sangat dipengaruhi oleh faktor psikologis seperti motivasi dan mindset,
yang secara langsung berkontribusi terhadap kualitas partisipasi dan hasil kerja
(Nuranggraeni et al., 2024; Wiedarjati & Sudrajat, 2021). Hal ini mengindikasikan
bahwa peningkatan kinerja organisasi siswa memerlukan pendekatan yang tidak
hanya berorientasi pada aktivitas, tetapi juga pada transformasi pola pikir yang
mendasarinya.
Secara kuantitatif, berbagai penelitian menunjukkan bahwa intervensi berbasis
growth mindset mampu meningkatkan performa individu dalam berbagai konteks
pendidikan, meskipun dengan tingkat efektivitas yang bervariasi. Meta-analisis
terbaru menunjukkan bahwa intervensi growth mindset memberikan dampak positif
terhadap hasil belajar dan motivasi, terutama pada kelompok siswa dengan tingkat
performa rendah hingga menengah (Bardach et al., 2024; Harapan, 2025; Lam & Zhou,
2025). Namun demikian, hasil tersebut juga menegaskan bahwa efektivitas intervensi
sangat bergantung pada kualitas implementasi dan konteks lingkungan. Dengan
demikian, diperlukan desain program yang kontekstual dan terintegrasi agar
intervensi yang dilakukan dapat memberikan dampak yang signifikan dan
berkelanjutan.
Dari perspektif kualitatif, hasil observasi dalam kegiatan pengabdian ini
menunjukkan bahwa pengurus OSIS cenderung memandang kegagalan sebagai
bentuk ketidakmampuan, bukan sebagai bagian dari proses pembelajaran. Hal ini
tercermin dari rendahnya keberanian dalam mengambil keputusan, minimnya
refleksi terhadap kesalahan, serta kecenderungan menghindari tanggung jawab ketika
menghadapi masalah organisasi. Kondisi ini memperkuat asumsi bahwa pola pikir
tetap masih dominan dalam lingkungan organisasi siswa. Penelitian lain juga
mengungkapkan bahwa persepsi negatif terhadap kegagalan menjadi salah satu
hambatan utama dalam pengembangan potensi siswa, khususnya dalam konteks
kepemimpinan (Horváth et al., 2023). Oleh karena itu, intervensi yang berfokus pada
perubahan cara pandang terhadap kegagalan menjadi sangat penting dalam
meningkatkan kualitas kinerja organisasi.
Selain itu, terdapat kesenjangan antara teori yang berkembang dalam literatur
akademik dengan praktik di lapangan, khususnya dalam konteks organisasi siswa di
tingkat sekolah menengah. Sebagian besar penelitian mengenai growth mindset masih
berfokus pada konteks akademik formal, seperti hasil belajar dan prestasi siswa,
sementara implementasinya dalam konteks organisasi siswa masih relatif terbatas.
Padahal, organisasi siswa merupakan ruang strategis untuk mengembangkan
keterampilan non-kognitif yang tidak selalu terakomodasi dalam pembelajaran
formal. Studi terbaru menekankan pentingnya memperluas penerapan growth mindset
Kurnia Mengabdi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Vol. 3, No. 1, Februari 2026, page: 63-74
E-ISSN: 3047-2474 (online) 67
https://kurniajurnal.com/index.php/kurnia-mengabdi
ke dalam konteks sosial dan organisasi sebagai bagian dari pengembangan
kompetensi abad 21 (Zhang et al., 2025). Dengan demikian, kegiatan pengabdian ini
memiliki relevansi yang tinggi dalam menjembatani kesenjangan tersebut.
Lebih lanjut, pendekatan integratif antara growth mindset dan budaya organisasi
dalam kegiatan ini menjadi aspek kebaruan (novelty) yang membedakannya dari
intervensi sebelumnya. Sebagian besar program pengembangan mindset cenderung
berfokus pada individu tanpa mempertimbangkan faktor lingkungan yang
memengaruhi keberlanjutan perubahan perilaku. Padahal, perubahan yang bersifat
individual seringkali tidak bertahan lama apabila tidak didukung oleh sistem dan
budaya organisasi yang konsisten. Penelitian menunjukkan bahwa perubahan
perilaku yang berkelanjutan memerlukan dukungan lingkungan sosial yang
memperkuat nilai-nilai yang diinternalisasi (Harahap, 2023). Oleh karena itu, integrasi
antara intervensi psikologis dan penguatan budaya organisasi menjadi strategi yang
lebih efektif dalam meningkatkan kinerja organisasi siswa.
Berdasarkan seluruh uraian tersebut, kegiatan pengabdian kepada masyarakat
ini dirancang dengan tujuan untuk mengimplementasikan growth mindset dalam
meningkatkan kinerja pengurus OSIS melalui penguatan budaya organisasi. Secara
spesifik, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman konseptual siswa
mengenai growth mindset, mengembangkan sikap positif terhadap tantangan dan
kegagalan, serta memperkuat keterampilan kerja sama dan kepemimpinan dalam
organisasi. Perubahan yang diharapkan tidak hanya terbatas pada peningkatan
kinerja jangka pendek, tetapi juga pada terbentuknya budaya organisasi yang adaptif,
kolaboratif, dan berorientasi pada pembelajaran berkelanjutan. Dengan demikian,
kegiatan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata dalam pengembangan
model pengabdian berbasis psikologi pendidikan yang aplikatif dan relevan dengan
kebutuhan masyarakat pendidikan saat ini.
Metode
Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini dilaksanakan di SMPN 7 Kota
Tangerang Selatan dengan menggunakan pendekatan partisipatif-edukatif yang
bertujuan untuk meningkatkan kinerja pengurus OSIS melalui implementasi growth
mindset dan penguatan budaya organisasi. Pendekatan ini menekankan keterlibatan
aktif peserta sebagai subjek perubahan sehingga mampu meningkatkan efektivitas
program pengabdian. Penelitian menunjukkan bahwa faktor mindset memiliki
keterkaitan dengan performa individu dalam konteks pendidikan, meskipun
dipengaruhi oleh faktor lingkungan sosial dan budaya (Lou & Li, 2023). Oleh karena
itu, intervensi dalam kegiatan ini dirancang tidak hanya menyasar aspek individu,
tetapi juga lingkungan organisasi sekolah.
Tahapan pelaksanaan kegiatan terdiri atas empat fase utama, yaitu persiapan,
pelaksanaan, evaluasi, dan tindak lanjut. Tahap persiapan dilakukan melalui
koordinasi dan need assessment menggunakan observasi serta wawancara. Tahap
pelaksanaan menggunakan metode pelatihan interaktif, diskusi kelompok, serta
simulasi berbasis pengalaman (experiential learning). Pendekatan ini sejalan dengan
temuan bahwa growth mindset berkembang secara optimal ketika individu terlibat
aktif dalam proses pembelajaran dan pengalaman langsung (Dong et al., 2023).
Kurnia Mengabdi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Vol. 3, No. 1, Februari 2026, page: 63-74
E-ISSN: 3047-2474 (online) 68
https://kurniajurnal.com/index.php/kurnia-mengabdi
Tahap evaluasi dilakukan menggunakan desain pre-test dan post-test untuk
mengukur perubahan pemahaman dan sikap peserta. Analisis data dilakukan secara
deskriptif kuantitatif dengan membandingkan skor sebelum dan sesudah kegiatan,
serta diperkuat dengan observasi kualitatif terhadap perubahan perilaku peserta.
Pendekatan ini sesuai dengan rekomendasi penelitian meta-analisis bahwa efektivitas
intervensi mindset perlu diukur melalui kombinasi indikator kognitif dan perilaku
(Burnette et al., 2023).
Tahap tindak lanjut dilakukan untuk memastikan keberlanjutan dampak
program melalui monitoring dan rekomendasi penguatan budaya organisasi. Hal ini
penting karena keberhasilan intervensi growth mindset sangat dipengaruhi oleh
konteks lingkungan yang mendukung perubahan perilaku secara berkelanjutan (Lou
& Li, 2023). Dengan demikian, metode yang digunakan dalam kegiatan ini bersifat
integratif antara intervensi psikologis dan penguatan sistem organisasi sekolah.
Gambar.1 Diagram Alur Metode Pelaksanaan PKM
Hasil dan Pembahasan
Hasil kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat yang dilaksanakan di SMP
Negeri 7 Kota Tangerang Selatan menunjukkan adanya peningkatan yang terukur
pada aspek pemahaman, sikap, dan keterampilan pengurus OSIS setelah mengikuti
program implementasi growth mindset. Pengukuran dilakukan terhadap 30 peserta
menggunakan instrumen kuesioner skala Likert melalui pre-test dan post-test untuk
menilai perubahan pemahaman terhadap konsep growth mindset.
Tabel 1. Hasil Pre-test dan Post-test Pemahaman Growth Mindset
No
Parameter
Nilai
1
Jumlah Peserta
30
2
Rata-rata Pre-test
62
3
Rata-rata Post-test
84
4
Selisih Peningkatan
22
5
Persentase Peningkatan
35%
Sumber: Hasil analisis penulis, 2026
Berdasarkan Tabel 1, terjadi peningkatan rata-rata skor sebesar 22 poin atau
sekitar 35%. Peningkatan ini menunjukkan adanya perubahan yang signifikan pada
pemahaman peserta terhadap konsep growth mindset setelah mengikuti kegiatan.
TAHAP 1:
PERSIAPAN
Koordinasi
dengan pihak
sekolah
Observasi awal &
wawancara (need
assessment)
Penyusunan
materi dan
instrumen
evaluasi
TAHAP 2:
PELAKSANAAN
Sosialisasi konsep
growth mindset
Pelatihan
interaktif
Diskusi
kelompok (studi
kasus)
Simulasi & role
play
Pendampingan
TAHAP 3:
EVALUASI
Pre-test dan post-
test
Observasi
perubahan sikap
Pengumpulan
umpan balik
peserta
Analisis data
TAHAP 4: TINDAK
LANJUT
Rekomendasi ke
pihak sekolah
Monitoring
implementasi
OSIS
Penguatan
budaya
organisasi
berkelanjutan
Kurnia Mengabdi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Vol. 3, No. 1, Februari 2026, page: 63-74
E-ISSN: 3047-2474 (online) 69
https://kurniajurnal.com/index.php/kurnia-mengabdi
Secara kuantitatif, hasil ini mengindikasikan bahwa materi dan pendekatan pelatihan
yang diberikan mampu meningkatkan kapasitas kognitif peserta secara efektif.
Gambar 2. Diagram Peningkatan Nilai Pre-test dan Post-test
Gambar 2 memperlihatkan secara visual adanya peningkatan nilai rata-rata
peserta antara pre-test dan post-test. Kenaikan ini menunjukkan bahwa intervensi yang
dilakukan memberikan dampak nyata terhadap peningkatan pemahaman peserta.
Selain aspek kognitif, hasil observasi selama kegiatan menunjukkan adanya
perubahan pada aspek afektif dan perilaku peserta. Sebelum kegiatan, sebagian
peserta cenderung pasif, kurang percaya diri, dan menghindari tantangan dalam
diskusi organisasi. Namun setelah kegiatan, peserta mulai menunjukkan peningkatan
keaktifan dalam diskusi, keberanian dalam menyampaikan pendapat, serta
keterlibatan yang lebih tinggi dalam kerja kelompok. Perubahan ini terlihat dari
peningkatan partisipasi dalam sesi diskusi dan simulasi yang dilakukan selama
kegiatan.
Dari aspek keterampilan organisasi, peserta menunjukkan peningkatan dalam
kemampuan komunikasi, koordinasi, dan pemecahan masalah. Dalam kegiatan
simulasi, sebagian besar kelompok mampu menyusun solusi yang lebih sistematis dan
terstruktur dibandingkan sebelum pelatihan. Selain itu, interaksi antar peserta
menjadi lebih kolaboratif dan terarah, yang menunjukkan adanya perbaikan dalam
dinamika kerja tim organisasi.
Gambar 3. Kegiatan Penyampaian Materi
Kurnia Mengabdi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Vol. 3, No. 1, Februari 2026, page: 63-74
E-ISSN: 3047-2474 (online) 70
https://kurniajurnal.com/index.php/kurnia-mengabdi
(Foto saat narasumber memberikan materi kepada peserta OSIS)
Gambar 4. Diskusi dan Simulasi Kelompok
(Foto peserta melakukan diskusi dan role play)
Gambar 5. Foto Bersama Kegiatan PKM
(Foto bersama tim pengabdian dan peserta kegiatan)
Hasil peningkatan skor rata-rata dari 62 menjadi 84 menunjukkan adanya
perubahan yang tidak hanya bersifat kognitif, tetapi juga mencerminkan transformasi
pola pikir peserta. Dalam kerangka growth mindset, perubahan ini terjadi karena
individu mulai mengadopsi keyakinan bahwa kemampuan dapat berkembang
melalui usaha dan pengalaman belajar. Pergeseran ini mendorong peserta untuk lebih
berorientasi pada proses dibandingkan hasil akhir. Temuan ini sejalan dengan
penelitian yang menunjukkan bahwa growth mindset berkontribusi terhadap
peningkatan motivasi intrinsik dan keterlibatan individu dalam aktivitas belajar
maupun organisasi (Dong et al., 2023; Younger et al., 2024). Dengan demikian,
peningkatan skor yang diperoleh bukan sekadar hasil dari transfer pengetahuan,
tetapi merupakan indikasi awal dari perubahan cara berpikir peserta.
Perubahan juga terlihat pada aspek afektif, khususnya peningkatan
kepercayaan diri dan keberanian dalam berpartisipasi aktif. Sebelum intervensi,
peserta cenderung pasif dan menghindari tantangan, namun setelah kegiatan, mereka
menunjukkan peningkatan partisipasi dalam diskusi dan simulasi. Kondisi ini
mengindikasikan adanya peningkatan efikasi diri yang dipengaruhi oleh perubahan
mindset. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa individu dengan growth mindset
memiliki kecenderungan lebih tinggi untuk menghadapi tantangan dan tidak mudah
menyerah ketika mengalami kesulitan (Chao et al., 2025; Lou & Li, 2023). Oleh karena
Kurnia Mengabdi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Vol. 3, No. 1, Februari 2026, page: 63-74
E-ISSN: 3047-2474 (online) 71
https://kurniajurnal.com/index.php/kurnia-mengabdi
itu, perubahan perilaku yang diamati dalam kegiatan ini dapat dipahami sebagai
konsekuensi dari perubahan pola pikir yang lebih adaptif.
Dari perspektif organisasi, peningkatan kemampuan komunikasi dan kerja
sama tim menunjukkan bahwa intervensi yang dilakukan tidak hanya berdampak
pada individu, tetapi juga pada dinamika kelompok. Dalam konteks organisasi siswa,
kualitas interaksi sosial menjadi faktor penting dalam menentukan efektivitas kinerja
organisasi. Growth mindset mendorong terbentuknya lingkungan yang lebih terbuka
terhadap umpan balik dan kolaborasi, sehingga meningkatkan kualitas koordinasi
antar anggota. Hal ini sejalan dengan temuan bahwa keterlibatan siswa dalam
organisasi sangat dipengaruhi oleh faktor psikologis seperti mindset dan motivasi
(Nuranggraeni et al., 2024; Wiedarjati & Sudrajat, 2021).
Selain itu, perubahan cara pandang terhadap kegagalan menjadi indikator
penting dari keberhasilan intervensi. Sebelum kegiatan, kegagalan dipersepsikan
sebagai bentuk ketidakmampuan, sedangkan setelah kegiatan, peserta mulai
memandang kegagalan sebagai bagian dari proses pembelajaran. Transformasi ini
berdampak pada meningkatnya keberanian dalam mengambil keputusan dan
mencoba strategi baru dalam organisasi. Penelitian menunjukkan bahwa persepsi
terhadap kegagalan memiliki peran penting dalam pengembangan potensi individu,
terutama dalam konteks kepemimpinan dan pembelajaran (Horváth et al., 2023).
Dengan demikian, perubahan ini menjadi salah satu faktor kunci dalam peningkatan
kinerja pengurus OSIS.
Namun demikian, efektivitas intervensi growth mindset tidak dapat dilepaskan
dari konteks lingkungan organisasi. Keberhasilan perubahan pola pikir sangat
bergantung pada dukungan budaya organisasi yang kondusif. Tanpa adanya
lingkungan yang mendukung, perubahan yang terjadi berpotensi tidak berkelanjutan.
Hal ini sejalan dengan penelitian yang menunjukkan bahwa intervensi mindset
memerlukan dukungan sistem sosial dan budaya organisasi agar dapat memberikan
dampak yang optimal (Barnett & Macnamara, 2023; Zhang, 2022). Oleh karena itu,
penguatan budaya organisasi dalam kegiatan ini menjadi faktor penting dalam
memastikan keberlanjutan perubahan perilaku peserta.
Secara keseluruhan, hasil kegiatan ini menunjukkan bahwa pendekatan
integratif antara growth mindset dan budaya organisasi merupakan strategi yang efektif
dalam meningkatkan kinerja pengurus OSIS. Temuan ini memperkuat hasil penelitian
sebelumnya yang menyatakan bahwa intervensi berbasis mindset memiliki dampak
positif terhadap performa individu, terutama ketika dikombinasikan dengan
lingkungan yang mendukung (Bardach et al., 2024; Lam & Zhou, 2025). Dengan
demikian, kegiatan ini tidak hanya memberikan dampak praktis dalam peningkatan
kinerja organisasi siswa, tetapi juga berkontribusi dalam pengembangan model
pengabdian kepada masyarakat yang berbasis pada transformasi pola pikir dan
penguatan budaya organisasi di lingkungan pendidikan.
Simpulan dan Rekomendasi
Berdasarkan hasil pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat, dapat
disimpulkan bahwa implementasi growth mindset melalui penguatan budaya
organisasi mampu memberikan dampak yang nyata dalam meningkatkan kinerja
Kurnia Mengabdi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Vol. 3, No. 1, Februari 2026, page: 63-74
E-ISSN: 3047-2474 (online) 72
https://kurniajurnal.com/index.php/kurnia-mengabdi
pengurus OSIS, baik pada aspek pemahaman, sikap, maupun keterampilan
organisasi. Perubahan yang terjadi tidak hanya terlihat pada peningkatan
kemampuan kognitif, tetapi juga pada transformasi cara pandang peserta dalam
menghadapi tantangan dan kegagalan, yang semula cenderung dihindari menjadi
lebih terbuka dan adaptif sebagai bagian dari proses pembelajaran. Selain itu, kegiatan
ini juga berhasil meningkatkan kepercayaan diri, partisipasi aktif, serta kemampuan
kerja sama dan komunikasi antar anggota organisasi, yang secara langsung
berkontribusi terhadap perbaikan dinamika dan efektivitas kinerja organisasi siswa.
Dengan demikian, pendekatan integratif yang menggabungkan intervensi psikologis
dan penguatan budaya organisasi terbukti relevan dan efektif untuk diterapkan dalam
konteks pengembangan kapasitas siswa. Oleh karena itu, direkomendasikan agar
sekolah secara berkelanjutan menginternalisasikan nilai-nilai growth mindset dalam
kegiatan organisasi melalui pembinaan yang sistematis, serta memperkuat peran guru
dan pembina dalam menciptakan lingkungan yang suportif dan adaptif, sehingga
dampak yang dihasilkan tidak bersifat sementara, tetapi dapat berkembang menjadi
budaya organisasi yang berorientasi pada pembelajaran dan pengembangan diri
secara berkelanjutan.
Daftar Pustaka
Bardach, L., Bostwick, K. C. P., Fütterer, T., Kopatz, M., Hobbi, D. M., Klassen, R. M.,
& Pietschnig, J. (2024). A Meta-Analysis on Teachers’ Growth Mindset.
Educational Psychology Review, 36(3), 84. https://doi.org/10.1007/s10648-024-
09925-7
Barnett, M. K., & Macnamara, B. N. (2023). Individual Responses versus Aggregate
Group-Level Results: Examining the Strength of Evidence for Growth Mindset
Interventions on Academic Performance. Journal of Intelligence, 11(6), 104.
https://doi.org/10.3390/jintelligence11060104
Burnette, J. L., Billingsley, J., Banks, G. C., Knouse, L. E., Hoyt, C. L., Pollack, J. M., &
Simon, S. (2023). A systematic review and meta-analysis of growth mindset
interventions: For whom, how, and why might such interventions work?
Psychological Bulletin, 149(34), 174205. https://doi.org/10.1037/bul0000368
Chao, M. M., Huang, A. H., Mukhopadhyay, A., & Shon, J. (2025). Divergent effects of
mindsets on performance trajectories. Npj Science of Learning, 10(1), 64.
https://doi.org/10.1038/s41539-025-00355-w
Correa-Rojas, J., Grimaldo, M., Marcelo-Torres, E., Manzanares-Medina, E., & Ravelo-
Contreras, E. L. (2024). Growth mindset, Grit, and Academic Self-efficacy as
determinants of Academic Performance in Peruvian university students.
International Journal of Educational Psychology, 119.
https://doi.org/10.17583/ijep.13115
Dong, L., Jia, X., & Fei, Y. (2023). How growth mindset influences mathematics
achievements: A study of Chinese middle school students. Frontiers in
Psychology, 14, 1148754. https://doi.org/10.3389/fpsyg.2023.1148754
Kurnia Mengabdi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Vol. 3, No. 1, Februari 2026, page: 63-74
E-ISSN: 3047-2474 (online) 73
https://kurniajurnal.com/index.php/kurnia-mengabdi
Gómez, G., & Rivas, M. (2022). Reading Achievement, Resilience, and Motivation in
Contexts of Vulnerability: A Study of Perceived Self-Efficacy, Intrinsic
Motivation, and Family Support in Chile. Reading Psychology, 43(56), 357379.
https://doi.org/10.1080/02702711.2022.2106333
Gupta, M. (2025). Transforming a Rigid Mindset: A Structured Roadmap Toward
Flexibility and Growth. Shodh Sagar Journal of Language, Arts, Culture and Film,
2(2), 911. https://doi.org/10.36676/jlacf.v2.i2.30
Harahap, E. (2023). Peran Lingkungan Sosial Masyarakat dalam Pembentukan
Karakter Belajar Peserta Didik di MIN 2 Padangsidimpuan. DIRASATUL
IBTIDAIYAH, 3(1), 4658. https://doi.org/10.24952/ibtidaiyah.v3i1.8404
Harapan, A. (2025). Strategi dan Dampak Implementasi Growth Mindset dalam
Pembelajaran: Sebuah Systematic Literature Review. Ilmu Pendidikan: Jurnal
Kajian Teori Dan Praktik Kependidikan, 10(2), 193199.
https://doi.org/10.17977/um027v10i22025p193-199
Horváth, Z., Demetrovics, O., Paksi, B., Unoka, Z., & Demetrovics, Z. (2023). The
Reflective Functioning QuestionnaireRevised 7 (RFQ-R-7): A new
measurement model assessing hypomentalization. PLOS ONE, 18(2), e0282000.
https://doi.org/10.1371/journal.pone.0282000
Iqbal, M., Suhardi, M., & Deanti, R. T. (2024). Analisis Keaktifan Siswa pada Organisasi
Siswa Intra Sekolah dalam Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa. Jurnal
Visionary: Penelitian Dan Pengembangan Dibidang Administrasi Pendidikan, 12(1),
228. https://doi.org/10.33394/vis.v12i1.11229
Kusumawati, D., Nurrohmah, A. D., Finata, P. A., & Rizana, D. (2025). Pengaruh
Growth Mindset terhadap Kinerja Karyawan: Systematic Literatur Review.
Jurnal Riset Manajemen, 3(4), 169183.
https://doi.org/10.54066/jurma.v3i4.3663
Lam, K. K. L., & Zhou, M. (2025). A Meta-analysis of the relationship between growth
mindset and grit. Acta Psychologica, 255, 104872.
https://doi.org/10.1016/j.actpsy.2025.104872
Lou, N. M., & Li, L. M. W. (2023). The mindsets × societal norm effect across 78
cultures: Growth mindsets are linked to performance weakly and wellbeing
negatively in societies with fixedmindset norms. British Journal of Educational
Psychology, 93(1), 134152. https://doi.org/10.1111/bjep.12544
Nuranggraeni, A. N., Clearesta, D. V., & Shiddiq, M. F. (2024). Makna Keterlibatan
Mahasiswa dalam Organisasi di Tengah Kesibukan Akademik. Jurnal Psikologi
Terapan (JPT), 7(2), 7583. https://doi.org/10.29103/jpt.v7i2.20366
Pabudi, R., Budayasa, I. K., & Matul Imah, E. (2025). Eksplorasi Mindset Pertumbuhan
(Growth Mindset) Dalam Pendidikan Matematika: Tinjauan Pustaka
Komprehensif dan Implikasinya Bagi Praktik Pembelajaran. Jurnal Pendidikan
Indonesia, 6(12), 55305538. https://doi.org/10.59141/japendi.v6i12.8964
Putra, T. J., & Rifa’i, M. (2024). Strategi Organisasi Siswa Intra Sekolah dalam
Membentuk Karakter Kepemimpinan Siswa SMK PAB 8 Sampali. JAMP: Jurnal
Administrasi Dan Manajemen Pendidikan, 6(4), 440.
https://doi.org/10.17977/um027v6i42023p440
Kurnia Mengabdi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Vol. 3, No. 1, Februari 2026, page: 63-74
E-ISSN: 3047-2474 (online) 74
https://kurniajurnal.com/index.php/kurnia-mengabdi
Solikhah, N. M., Ulkhaq, N. K. D., & Tyas, Z. W. R. N. (2025). Efektivitas Program Kerja
Osis dalam Meningkatkan Kemandirian dan Rasa Tanggung Jawab Siswa di
Sman 1 Ngrambe. Inisiasi, 4(2). https://doi.org/10.56997/inisiasi.v4i2.1944
Wahdeni, Tuti Khairani, Khairani Hasibuan, & Hamka. (2025). Developing A Growth
Mindset in Elementary School Teachers: A Training Guide to Enhance Deep
Learning. Multidisciplinary Indonesian Center Journal (MICJO), 2(4), 52515260.
https://doi.org/10.62567/micjo.v2i4.1477
Wiedarjati, D. K., & Sudrajat, A. (2021). What Make Students Participate in School
Organizations? The Role of Motivation and School Environment. KnE Social
Sciences. https://doi.org/10.18502/kss.v6i2.9987
Younger, J. W., D’Esposito, Z., Geng, I. S., Haft, S. L., Project iLEAD Consortium,
O’Laughlin, K. D., Anguera, J. A., Bunge, S. A., Ferrer, E. E., Hoeft, F.,
McCandliss, B. D., Mishra, J., Rosenberg-Lee, M., Gazzaley, A., & Uncapher, M.
R. (2024). Growth mindset as a protective factor for middle schoolers at
academic risk. Social Psychology of Education, 27(3), 12831304.
https://doi.org/10.1007/s11218-023-09863-2
Zhang, J. (2022). What Characterises an Effective Mindset Intervention in Enhancing
Students’ Learning? A Systematic Literature Review. Sustainability, 14(7), 3811.
https://doi.org/10.3390/su14073811
Zhang, J., Wang, F., & King, R. B. (2025). Beyond intelligence: Exploring the role of
growth mindsets in the domain of socialemotional skills. British Journal of
Educational Psychology, bjep.70037. https://doi.org/10.1111/bjep.70037
Zhao, Y., Huang, Z., Wu, Y., & Peng, K. (2023). Autonomy matters: Influences of
causality orientations on Chinese adolescents’ growth mindset. Journal of Pacific
Rim Psychology, 17, 18344909231157466.
https://doi.org/10.1177/18344909231157466