Kurnia Mengabdi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Vol. 3, No. 2, Agustus 2026, page: 1-12
E-ISSN: 3047-2474 (online) 3
https://kurniajurnal.com/index.php/kurnia-mengabdi
dini merupakan individu yang berada pada masa golden age, yaitu periode
perkembangan yang sangat menentukan pembentukan karakter, perilaku, dan
kemampuan sosial emosional anak di masa depan. Dari hasil penelitian tersebut
terbukti bahwa tingginya level penggunaan gadget pada anak usia dini. Sehingga
penting bagi orang tua untuk melakukan pengawasan pendampingan pada anak
dalam menggunakan teknologi digital (Wati et al., 2022). Hampir semua dimensi
kehidupan sudah terpengaruh adanya teknologi, tidak terkecuali dengan kehidupan
anak. Anak di era sekarang sudah mengenal teknologi sejak usia dini, maka dari itu
dapat dikatakan sebagai anak digital (Azizah & Baqi, n.d.).
Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa program psikoedukasi parenting
mampu meningkatkan pengetahuan, sikap, dan keterampilan orang tua dalam
pengasuhan. Dalam konteks pendidikan keluarga, permasalahan tersebut
menunjukkan masih rendahnya kompetensi pengasuhan orang tua dalam mengelola
penggunaan gadget pada anak usia dini. Namun demikian, implementasi disiplin
positif di lingkungan keluarga, khususnya pada orang tua anak usia dini di TK Surya
Marta Yogyakarta, masih menghadapi berbagai tantangan, seperti kurangnya
pemahaman, kebiasaan pola asuh tradisional, serta keterbatasan akses terhadap
informasi parenting yang tepat. Oleh karena itu, diperlukan program pengabdian
masyarakat berupa psikoedukasi parenting berbasis disiplin positif untuk
penggunaan gadget yang sistematis dan kontekstual. Kegiatan pengabdian ini akan
dilaksanakan di Taman keselamatan dan edukasi lalu lintas Giwangan Yogyakarta.
Psikoedukasi menjadi salah satu strategi efektif dalam meningkatkan kompetensi
pengasuhan orang tua. Psikoedukasi merupakan intervensi yang bertujuan
memberikan pemahaman, keterampilan, dan strategi praktis kepada individu agar
mampu menghadapi permasalahan secara adaptif (Lukens & McFarlane, 2004).
Menurut Aini et al (2022), dari hasil pengabdian yang telah dilakukan bahwa
psikoedukasi parenting dapat membantu orang tua untuk memahami pentingnya
peran mereka dalam mengasuh anak, mengenali dan mengatasi tantangan yang
dihadapi dalam penggunaan teknologi komunikasi, serta mengembangkan strategi
yang efektif dalam memanfaatkan teknologi tersebut untuk mendukung pengasuhan
yang berkualitas. Sedangkan menurut Aisha & Aska (2023), kegiatan pengabdian
dengan psikoedukasi parenting membantu orang tua jadi lebih paham mengenai
pentingnya mengasuh dengan cara meregulasi emosi secara positif dalam merespons
anak tanpa adanya kekerasan (Mawardah et al., 2023). Gadget tidak akan masuk ke
dunia anak tanpa “pintu” yang dibuka oleh orang tua. Karena itulah, orang tua
memiliki peran menentukan yang dalam sangat mengatur penggunaan gadget pada
anak. Selain mengontrol, orang tua juga perlu mendampingi dan mengedukasi anak
supaya teknologi digunakan secara cerdas dan bertanggung jawab (Bawono et al.,
2026). Menurut Hurlock dalam (Ummah, Silvi Aqidatul, 2020), sikap orangtua
yang positif akan memberikan dampak yang positif dan baik terhadap
perilaku anak. Tetapi sebaliknya jika sikap orangtua yang kurang
memberikan sikap acuh pada anak maka anak akan cenderung tidak
bertanggungjawab serta memiliki perilaku yang kurang baik (Wati et al., 2022).
Disiplin positif adalah strategi manajemen perilaku yang berfokus pada penguatan
perilaku positif, pemberian konsekuensi yang logis, serta komunikasi yang efektif,