Kurnia Mengabdi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Vol. 3, No. 2, Agustus 2026, page: 1-12
E-ISSN: 3047-2474
Naskah dikirim: 20/03/2026 Selesai revisi: 17/05/2026 Disetujui: 25/07/2026Diterbitkan: 1/08/2026
1
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 CC BY-SA International License.
Psikoedukasi Parenting Berbasis Disiplin Positif untuk
Meningkatkan Kompetensi Pengasuhan Orang Tua dalam
Penggunaan Gadget di TK Surya Marta Yogyakarta
Titik Mulat Widyastuti¹, Herdi Handoko², Darsono
3
, Yulian Agus Suminar
4
1,2
Pendidikan Guru Paud, Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan, Universitas PGRI
Yogyakarta
3
Pendidikan Sejarah, Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan, Universitas PGRI
Yogyakarta
4
Pendidikan Luar Biasa, Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan, Universitas PGRI
Yogyakarta
E-mail:
1
titik@upy.ac.id,
2
herdi@upy.ac.id,
3
darsono@upy.ac.id,
4
yulian@upy.ac.id
Abstrak
Perkembangan teknologi digital telah membawa dampak signifikan terhadap
kehidupan anak usia dini, salah satunya adalah meningkatnya intensitas
penggunaan permainan digital yang berpotensi menimbulkan kecanduan.
Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan psikoedukasi parenting
berbasis disiplin positif untuk meningkatkan kompetensi pengasuhan orangtua
dalam penggunaan gadget, merupakan metode untuk memberikan pemahaman
kepada orang tua mendidik anak dalam penggunaan gadget dengan pendekatan
yang membangun, tanpa kekerasan fisik atau verbal. Metode yang digunakan
dalam kegiatan pengabdian ini adalah pendekatan edukatif, dengan
mengintegrasikan metode psikoedukasi, ceramah, diskusi kelompok,Empat tahapan
dalam kegiatan pengabdian dan setiap siklusnya terdiri dari: Perencanaan,
pelaksanaan, observasi dan evaluasi (revleksi). Hasil dari pelaksanaan program
menunjukkan, bahwa psikoedukasi parenting berbasis disiplin positif: a).
Meningkatkan pengetahuan dan pemahaman orang tua dalam mengiplementasikan
hasil psikoedukasi b). Mengubah sikap pengasuhan menjadi lebih positif dan
empatik c). Meningkatkan keterampilan praktis dalam mengelola perilaku anak d).
Memperkuat hubungan emosional antara orang tua dan anak.
Kata Kunci: Psikoedukasi, Disiplin Positif, Kompetensi Pengasuhan , Gadget
Abstract
The development of digital technology has had a significant impact on the lives of early
childhood, one of which is the increasing intensity of digital game use that has the potential to
lead to addiction. This community service program aims to provide parenting
psychoeducation based on positive discipline to improve parental competence in gadget use.
Kurnia Mengabdi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Vol. 3, No. 2, Agustus 2026, page: 1-12
E-ISSN: 3047-2474 (online) 2
https://kurniajurnal.com/index.php/kurnia-mengabdi
This method is a method to provide parents with an understanding of how to educate children
about gadget use with a constructive approach, without physical or verbal violence. The
method used in this community service activity is an educational approach, integrating
psychoeducation, lectures, and group discussions. The community service activity consists of
four stages, each cycle consisting of: planning, implementation, observation, and evaluation
(reflection). The results of the program implementation indicate that parenting
psychoeducation based on positive discipline: a). Increases parental knowledge and
understanding in implementing psychoeducational results b). Changes parenting attitudes to
be more positive and empathetic c). Improves practical skills in managing children's behavior
d). Strengthens the emotional bond between parents and children.of future legal professionals
with integrity and sustainable legal awareness.
Keywords: Psychoeducation, Positive Discipline, Parenting Competence, Gadgets
Pendahuluan
Perkembangan teknologi digital pada era globalisasi telah membawa
perubahan besar dalam kehidupan masyarakat, termasuk dalam pola pengasuhan
anak usia dini. Tantangan bagi orang tua meliputi pengawasan anak di dunia digital
dan menjaga keseimbangan. (Mawardah et al., 2023). Gadget seperti smartphone,
tablet, dan perangkat digital lainnya kini menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari
kehidupan sehari-hari anak. Anak usia dini bahkan dikenal sebagai generasi digital
native karena sejak lahir telah hidup berdampingan dengan teknologi digital.
Penggunaan gadget pada anak usia dini dapat memberikan manfaat edukatif apabila
digunakan secara tepat, seperti membantu stimulasi bahasa, pengembangan kognitif,
serta media pembelajaran interaktif. Namun demikian, penggunaan gadget yang
berlebihan dan tanpa pengawasan dapat menimbulkan berbagai dampak negatif
terhadap perkembangan anak. Kemajuan teknologi digital telah mengubah pola
interaksi dan aktivitas bermain anak usia dini. Permainan digital kini menjadi bagian
dari kehidupan sehari-hari anak, baik melalui gawai pribadi maupun milik orang
tua. Meskipun permainan digital memiliki potensi edukatif, penggunaan yang tidak
terkontrol dapat menimbulkan berbagai dampak negatif, seperti penurunan
kemampuan sosial, gangguan konsentrasi, serta risiko kecanduan game sejak usia
dini. Menurut Chassiakos dalam (Safitri, 2021) berdasarkan data survei oleh
perusahaan AVG di AS menyatakan bahwa 92% anak memiliki akun aktif secara
online di usia 2 tahun. Pada hasil penelitian yang dilakukan oleh Zaini
dalam (Safitri, 2021) penggunaan teknologi berbasis digital berupa gadget pada
anak usia 4-6 tahun (TK) mencapai tinggi sebesar 94%. Dari hasil penelitian
tersebut terbukti bahwa tingginya level penggunaan gadget pada anak usia
dini. Data Badan Pusat Statistik (2024) mencatat bahwa 39,7% anak usia dini di
Indonesia telah menggunakan telepon seluler, dan portal Indonesia.go.id (2023)
menyebutkan bahwa 70% anak Indonesia sudah aktif mengakses internet. Meski
demikian, hasil survei UNICEF dan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan
Perlindungan Anak (2022) menunjukkan bahwa sekitar 60% orang tua belum
memiliki kemampuan memadai untuk mengawasi aktivitas digital anak.Anak usia
Kurnia Mengabdi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Vol. 3, No. 2, Agustus 2026, page: 1-12
E-ISSN: 3047-2474 (online) 3
https://kurniajurnal.com/index.php/kurnia-mengabdi
dini merupakan individu yang berada pada masa golden age, yaitu periode
perkembangan yang sangat menentukan pembentukan karakter, perilaku, dan
kemampuan sosial emosional anak di masa depan. Dari hasil penelitian tersebut
terbukti bahwa tingginya level penggunaan gadget pada anak usia dini. Sehingga
penting bagi orang tua untuk melakukan pengawasan pendampingan pada anak
dalam menggunakan teknologi digital (Wati et al., 2022). Hampir semua dimensi
kehidupan sudah terpengaruh adanya teknologi, tidak terkecuali dengan kehidupan
anak. Anak di era sekarang sudah mengenal teknologi sejak usia dini, maka dari itu
dapat dikatakan sebagai anak digital (Azizah & Baqi, n.d.).
Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa program psikoedukasi parenting
mampu meningkatkan pengetahuan, sikap, dan keterampilan orang tua dalam
pengasuhan. Dalam konteks pendidikan keluarga, permasalahan tersebut
menunjukkan masih rendahnya kompetensi pengasuhan orang tua dalam mengelola
penggunaan gadget pada anak usia dini. Namun demikian, implementasi disiplin
positif di lingkungan keluarga, khususnya pada orang tua anak usia dini di TK Surya
Marta Yogyakarta, masih menghadapi berbagai tantangan, seperti kurangnya
pemahaman, kebiasaan pola asuh tradisional, serta keterbatasan akses terhadap
informasi parenting yang tepat. Oleh karena itu, diperlukan program pengabdian
masyarakat berupa psikoedukasi parenting berbasis disiplin positif untuk
penggunaan gadget yang sistematis dan kontekstual. Kegiatan pengabdian ini akan
dilaksanakan di Taman keselamatan dan edukasi lalu lintas Giwangan Yogyakarta.
Psikoedukasi menjadi salah satu strategi efektif dalam meningkatkan kompetensi
pengasuhan orang tua. Psikoedukasi merupakan intervensi yang bertujuan
memberikan pemahaman, keterampilan, dan strategi praktis kepada individu agar
mampu menghadapi permasalahan secara adaptif (Lukens & McFarlane, 2004).
Menurut Aini et al (2022), dari hasil pengabdian yang telah dilakukan bahwa
psikoedukasi parenting dapat membantu orang tua untuk memahami pentingnya
peran mereka dalam mengasuh anak, mengenali dan mengatasi tantangan yang
dihadapi dalam penggunaan teknologi komunikasi, serta mengembangkan strategi
yang efektif dalam memanfaatkan teknologi tersebut untuk mendukung pengasuhan
yang berkualitas. Sedangkan menurut Aisha & Aska (2023), kegiatan pengabdian
dengan psikoedukasi parenting membantu orang tua jadi lebih paham mengenai
pentingnya mengasuh dengan cara meregulasi emosi secara positif dalam merespons
anak tanpa adanya kekerasan (Mawardah et al., 2023). Gadget tidak akan masuk ke
dunia anak tanpa “pintu” yang dibuka oleh orang tua. Karena itulah, orang tua
memiliki peran menentukan yang dalam sangat mengatur penggunaan gadget pada
anak. Selain mengontrol, orang tua juga perlu mendampingi dan mengedukasi anak
supaya teknologi digunakan secara cerdas dan bertanggung jawab (Bawono et al.,
2026). Menurut Hurlock dalam (Ummah, Silvi Aqidatul, 2020), sikap orangtua
yang positif akan memberikan dampak yang positif dan baik terhadap
perilaku anak. Tetapi sebaliknya jika sikap orangtua yang kurang
memberikan sikap acuh pada anak maka anak akan cenderung tidak
bertanggungjawab serta memiliki perilaku yang kurang baik (Wati et al., 2022).
Disiplin positif adalah strategi manajemen perilaku yang berfokus pada penguatan
perilaku positif, pemberian konsekuensi yang logis, serta komunikasi yang efektif,
Kurnia Mengabdi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Vol. 3, No. 2, Agustus 2026, page: 1-12
E-ISSN: 3047-2474 (online) 4
https://kurniajurnal.com/index.php/kurnia-mengabdi
bukan hukuman fisik atau ancaman. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa
disiplin positif dapat meningkatkan kepercayaan diri, kemandirian, dan tanggung
jawab anak, serta membangun hubungan yang lebih sehat antara pendidik atau
orang tua dengan anak. Disiplin positif tidak hanya berorientasi pada pengendalian
perilaku, tetapi juga membantu anak dalam mengembangkan keterampilan sosial-
emosional secara berkelanjutan dalam lingkungan sehari-hari (Zahra, 2025).
Berdasarkan berbagai permasalahan tersebut, pengabdian dengan judul
“Psikoedukasi Parenting Berbasis Disiplin Positif untuk Meningkatkan Kompetensi
Pengasuhan Orang Tua dalam Penggunaan Gadget” menjadi penting dan relevan
untuk dilakukan. Pengabdian dengan psikoedukasi ini memiliki urgensi dalam
meningkatkan kompetensi pengasuhan orang tua di era digital, mencegah perilaku
adiksi gadget pada anak, meningkatkan kualitas interaksi keluarga, serta
mendukung perkembangan sosial emosional dan karakter anak usia dini secara
optimal. Selain itu, hasil pengabdian diharapkan dapat menjadi referensi bagi
lembaga PAUD, pendidik, dan orang tua dalam mengembangkan pola pengasuhan
yang adaptif terhadap tantangan perkembangan teknologi saat ini.
Metode
Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan pada Tanggal 8 Mei 2026 di KB TK
Surya Marta Yogyakarta dengan lokasi pengabdian di Taman keselamatan dan
edukasi lalu lintas Giwangan Yogyakarta. Mitra dalam kegiatan ini adalah Guru-
guru dan Orangtua Siswa. Pendampingan dalam kegiatan ini adalah Dosen PG
PAUD UPY yang terdiri dari bapak Herdi Handoko, Titik Mulat Widyastuti,
Darsono, Yulian Agus Suminar. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah
untuk meningkatkan kompetensi pengasuhan orang tua dalam penggunaan gadget
pada anak usia dini, mengembangkan ketrampilan pengasuhan yang efektif dan non
kekerasan, meningkatkn kompetensi orangtua dalam membangun komunikasi
dengan anak, mendorong perubahan pola asuh menuju praktik yang lebih adaptif
dan konstruktif. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian ini adalah
pendekatan partisipatif dan edukatif, dengan mengintegrasikan metode
psikoedukasi, ceramah, diskusi kelompok. Subyek dan lokasi pengabdian
masyarakat adalah orangtua wali murid siswa dan guru-guru TK Surya Marta
Yogkarta, dengan Lokasi tempat Taman keselamatan dan edukasi lalu lintas
Giwangan Yogyakarta. Berikut alur rencana kegiatan masyarakat sbb:
Sebelum edukasi
Setelah
eduaksi
kurangnya pemahaman
gadget , kebiasaan pola asuh
tradisional, serta
keterbatasan akses terhadap
informasi parenting yang
tepat
meningkatkan kompetensi
pengasuhan orang tua dalam
penggunaan gadget
Kopetensi orangtua dalam
pengasuhan penggunaan
gadget
Gambar 1. Bagan Rencana Kegiatan Pengabdian
Kurnia Mengabdi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Vol. 3, No. 2, Agustus 2026, page: 1-12
E-ISSN: 3047-2474 (online) 5
https://kurniajurnal.com/index.php/kurnia-mengabdi
Tahapan-tahapan dalam pelaksanaan pengabdian:
a. Tahap Persiapan yang terdiri dari Koordinasi dengan pihak sekolah, identifikasi
kebutuhan (need assessment) melalui observasi dan wawancara, penyusunan
instrumen evaluasi (pre-test dan post-test).
b. Tahap pelaksanaan, Kegiatan psikoedukasi dilakukan dalam beberapa sesi,
meliputi: Penyampaian materi yang terdiri dari: pengertian gadget dan
karakteristik anak usia dini ,manfaat penggunaan gadget bagi perkembangan
anak, dampak negatif penggunaan gadget berlebihan, faktor penyebab anak
mengalami ketergantungan gadget, prinsip penggunaan gadget yang sehat
sesuai rekomendasi perkembangan anak, strategi pengasuhan digital (digital
parenting) sebagai upaya pencegahan dampak negatif gadget, Pengertian
disiplin positif, prinsip-prinsip disiplin positif AUD, bentuk imlplementasi
disiplin positif, strategi penerapan disiplin positif AUD, dampak disiplin positif.
c. Tahap Pengamatan atau Oservasi: Pada tahap observasi atau pengamatan
pengabdi mencatat proses berlangsungnya psikoedukasi dengan menggunakan
lembar pengamatan yang telah dibuat termasuk mencatat kejadian selama
psikoedukasi berlangsung. Selanjutnya ditahapan akhir psikoedukasi peserta
diberikan test tertulis untuk mengetahui kemampuan orangtua dalam
memahami pengasuhan orang tua dalam penggunaan gadget dan keaktifam
orangtua dalam mengikuti psikoedukasi. Setelah data hasil pengamatan dan
hasil test terkumpul dilakukan pemeriksaan, pengolahan data dan analisis data
sebagai hahan menarik kesimpulan bagaimana kemampuan orang tua dalam
memahami pengasuhan orang tua dalam penggunaan gadget dan keatifan
orangtua dalam mengikuti psikoedukasi.
d. Tahap evaluasi: Pada tahap evaluasi dan refkeksi tindakan pengabdi melakukan
penilaian dan kajian dan proses psikoedukasi dari hasil pengamatan pelatihan
siklus 1, perubahan dari hasil pelatihan pada orangtua dalam psikoedukasi
kompetensi orangtua dalam memahami pelaksanaan psikoedukasi disiplin
positif kemampuan orangtua dalam memahami pengasuhan orang tua dalam
penggunaan gadget pada anak usia dini. Hasil nilai dari kemampuan orangtua
dalam pengasuhan penggunaan gadget. Selanjutnya pengabdi membandingkan
hasil pengamatan pelaksanaan psikoedukasi disiplin positif kemampuan
orangtua dalam memahami pengasuhan orang tua dalam penggunaan gadget
pada anak usia dini. Apakah seletah mengikuti dapat menaikkan kompetensi
orangtua dalam pengasuhan anak usia dini. Pada pelaksanaannya tiap siklus
misalnya pada siklus pertama ternyata belum berhasil berarti kegiatan
psikoedukasi belum efektif meningkatkan kemampuan orangtua tentang disiplin
positif kemampuan orangtua dalam memahami pengasuhan orang tua dalam
penggunaan gadget pada anak usia dini.
Hasil dari siklus pertama ini menjadi masukan bagi pelaksanaan siklus
kedua terdiri dari hasil perulangan ke empat langkah yang ada pada siklus
pertama. Hal ini terjadi karena dimungkinkan setelah siklus pertama, pengabdi
menemukan masalah baru atau masalah lama yang belum tuntas, sehingga perlu
Kurnia Mengabdi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Vol. 3, No. 2, Agustus 2026, page: 1-12
E-ISSN: 3047-2474 (online) 6
https://kurniajurnal.com/index.php/kurnia-mengabdi
dipecahkan melalui siklus selanjutnya. Dengan demikian , berdasarkan hasil
tindakan atau pada siklus pertama peneliti kembali melakukan pada siklus
kedua. Selanjutnya, instrumen evaluasi berupa pre-test dan post-test disusun
untuk mengukur tingkat pengetahuan dan pemahaman orang tua sebelum dan
sesudah mengikuti kegiatan psikoedukasi. Tahap refleksi tindakan dilakukan
sebagai upaya meninjau kembali keseluruhan proses kegiatan untuk mengetahui
keberhasilan program maupun kendala yang dihadapi selama pelaksanaan.
e. Tahap Analisis Data: Analisis kuantitatif deskriptif (perbandingan skor pre-test
dan post-test), Analisis kualitatif dari hasil diskusi dan refleksi peserta. Indikator
keberhasilan tindakan: bisa dilihat dari proses dan hasil yang dicapai dari
pelatihan ini yaitu 1) Hasil tindakan apabila guru aktif mengikuti pelatihan 2)
Hasil tindakan pelatihan (jika 100% guru-guru memahami implementasi
psikoedukasi AUD dalam kategori baik dan sangat baik.
Hasil dan Pembahasan
Kegiatan pengabdian dilaksanakan pada tanggal 8 Mei 2026 di Taman
keselamatan dan edukasi lalu lintas Giwangan Yogyakarta, dengan memberikan
materi pengetahuan tentang: pengertian gadget dan karakteristik anak usia dini,
strategi pengasuhan digital (digital parenting) sebagai upaya pencegahan dampak
negatif gadget. karakteristik anak usia dini, faktor penyebab anak mengalami
ketergantungan gadget, prinsip penggunaan gadget yang sehat sesuai rekomendasi
perkembangan anak, strategi pengasuhan digital (digital parenting) sebagai upaya
pencegahan dampak negatif gadget, Pengertian disiplin positif, prinsip-prinsip
disiplin positif AUD, bentuk imlplementasi disiplin positif, strategi penerapan
disiplin positif AUD, dampak disiplin positif. Sebelum memberikan psikoedukasi
tim pengabdi melakukan pre test kepada 40 orangtua wali murid terkait
pengetahuan tentang disiplin positif dan penggunaan gadget. Dengan memberikan
10 pertanyaan untuk mengukur pemahaman orang tua tentang disiplin positif dan
implementasi penggunaan gadget.
Gambar 2. Pengisian Kuesioner Pretest disiplin positif dan pengetahuan gadget
Sebelum tindakan
Kurnia Mengabdi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Vol. 3, No. 2, Agustus 2026, page: 1-12
E-ISSN: 3047-2474 (online) 7
https://kurniajurnal.com/index.php/kurnia-mengabdi
Gambar 3. Pemberian materi tentang pengetahuan disiplin positif dan
pengetahuan gadget, pemberian post test setelah tindakan
Hasil pengabdian pada sajian data atau diskripsi hasil pengabdian siklus 1
perencanaan siklus 1, kegiatan pengabdian direncanakan sebagai berikut:
Pengamatan psikoedukasi pengetahuan disiplin positif dan pengetahuan gadget
serta keaktifan orangtua dalam mengikuti psikoedukasi pada siklus 1 selama
mengikuti pelatihan dilakukan dengan memperhatikan aspek-aspek sebagai berikut:
a). Tingkat perhatian orangtua pada kegiatan psikoedukasi. b). keberanian
mengemukakan pendapat selama mengikuti psikoedukasi.c). keberanian
mengajukan pertanyaan. d). keberanian menjawab pertanyaan e). kemampuan
mempraktekkan IT i). ketuntasan menyelesaikan tugas.
Tabel 1. Hasil observasi keaktifan orangtua mengikuti psikoedukasi
pada tindakan siklus 1 dan siklus 2
Siklus 1
Kategorisasi
Jumlah
%
Kategorisasi
Jumlah
%
Kurang
aktif
2
5%
Kurang
aktif
0
0,00%
Cukup aktif
13
32,50%
Cukup aktif
0
0,00%
Aktif
10
25%
Aktif
15
37,50%
Sangat aktif
15
37,50%
Sangat aktif
25
62,50%
40
100%
40
100%
Kurnia Mengabdi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Vol. 3, No. 2, Agustus 2026, page: 1-12
E-ISSN: 3047-2474 (online) 8
https://kurniajurnal.com/index.php/kurnia-mengabdi
Gambar 4. Grafik keaktifan orangtua dalam mengikuti psikoedukasi parenting
Berdasarkan hasil observasi keaktifan orangtua pada tabel 1 tindakan siklus 1
dapat diketahui bahwa sebagian orangtua sudah tergolong sangat aktif sebanyak
37,50 dan aktif sebanyak 25%. Namun masih terdapat 32,50% yang tergolong cukup
aktif dan 5 % kurang aktif dalam mengikuti psikoedukasi. Sehingga kriteria
pencapaian keberhasilan yaitu minimal 80% peserta dapat mengikut kegiatan
psikoedukasi secara aktif dan sangat aktif. Hasil siklus 2 diketahui mengalami
peningkatan bahwa sebanyak 62,50% orangtua tergolong sangat aktif dan aktif
sebanyak 37,50% dalam mengikuti psikoedukasi., sedangkan yang cukup aktif dan
kurang aktif sudah tidak ada. Dalam kriteria pencapaian keberhasilan yaitu 80%
peserta mengikuti kegiatan psikoedukasi secara aktif dan sangat aktif , namun siklus
2 keaktifan orangtua sudah mencapai 100% (aktif dan sangat aktif). Sehingga
penilaian sudah memenuhi kriteria keberhasilan dalam pelaksanaan psikoedukasi
pada orangtua. Selanjutnya rekap kategorisasi penilaian kualitas pemahaman guru
dalam mengimplementasikan hasil psikoedukasi kompetensi pengasuhan orangtua
dalam penggunaan gadget anak usia dini pada siklus 2.
Tabel 2. Daftar rekap kategori penilaian kualitas pemahaman orang tua dalam
mengimplementasikan hasil psikoedukasi
Siklus 1
Siklus 2
Kategorisasi
jumlah
%
Kategorisasi
jumlah
%
Kurang baik
7
17,50%
Kurang baik
0
0
Cukup baik
13
32,50%
Cukup baik
0
0
Baik
15
37,50%
Baik
13
32,50%
Sangat baik
5
12,50%
Sangat baik
27
67,50%
Kurnia Mengabdi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Vol. 3, No. 2, Agustus 2026, page: 1-12
E-ISSN: 3047-2474 (online) 9
https://kurniajurnal.com/index.php/kurnia-mengabdi
Gambar 5. Grafik Pemahaman orangtua dalam mengimplementasikan hasil
psikoedukasi
Tabel 2 rekap kategorisasi penilaian kualitas pemahaman orangtua dalam
mengiplementasikan hasil psikoedukasi pada siklus 1 kategori kurang baik sebanyak
17,50% , cukup baik sebanyak 32,50% sedangkan kategori baik 37,50% dan sangat
baik 12,50. Dalam kriteria pencapaian keberhasilan yaitu minimal 80% peserta dapat
mengiplementasikan hasil psikoedukasi. Pada siklus 2 bahwa penilaian kualitas
pemahaman orangtua dalam mengiplementasikan hasil psikoedukasi orangtua pada
anak usia dini hasilnya meningkat sebanyak 32,50% kategor baik dan 67,50%
kategori sangat baik kesimpulan dari siklus ke 2 bahwa rekap kategori penilaian
kualitas orangtua sudah memenuhi kriteria yaitu 100 % peserta sudah mencapai
baik dan sangat baik. Kenaikan ini menunjukkan peningkatan pemahaman orang tua
dalam mengiplementasikan hasil psikoedukasi tentang mengenai disiplin positif,
penggunaan gadget pada anak usia dini. Hasil observasi selama kegiatan
menunjukkan bahwa peserta aktif dalam sesi diskusi dan sharing pengalaman
pengasuhan.
Banyak orang tua mengungkapkan bahwa anak sering menunjukkan perilaku
tantrum ketika penggunaan gadget dibatasi, sulit fokus belajar, kurang tertarik
bermain dengan teman sebaya, serta lebih sering meniru perilaku dari tayangan
digital. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa penggunaan gadget yang tidak
terkontrol dapat memengaruhi perkembangan perilaku dan interaksi sosial anak
usia dini. Temuan ini sejalan dengan teori perkembangan kognitif Jean Piaget yang
menyatakan bahwa anak usia dini belajar secara optimal melalui pengalaman
konkret, bermain, dan interaksi langsung dengan lingkungan sekitarnya.
Ketergantungan pada gadget dapat mengurangi kesempatan anak untuk
mengeksplorasi lingkungan nyata yang penting bagi perkembangan kognitif dan
sosialnya. Pada sesi penyampaian materi mengenai manfaat dan dampak
penggunaan gadget, peserta mulai memahami bahwa gadget tidak sepenuhnya
memberikan dampak negatif apabila digunakan secara tepat dan terarah.
Kurnia Mengabdi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Vol. 3, No. 2, Agustus 2026, page: 1-12
E-ISSN: 3047-2474 (online) 10
https://kurniajurnal.com/index.php/kurnia-mengabdi
Gadget dapat menjadi media pembelajaran interaktif yang membantu
perkembangan bahasa, kreativitas, dan kemampuan kognitif anak apabila
didampingi oleh orang tua dan menggunakan konten yang sesuai usia. Selanjutnya,
hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar anak yang memiliki kebiasaan
bermain gadget lebih dari 1 jam setiap hari mengalami degradasi perkembangan
sosial dengan aktivitas gadget yang tinggi akan menjadi apatis terhadap lingkungan,
tingkat agresif juga akan meningkat (Novianti & Garzia, 2020). Hasil ini memperkuat
pandangan Lev Vygotsky bahwa perkembangan anak sangat dipengaruhi oleh
interaksi sosial dan pendampingan orang dewasa dalam proses belajar.Dalam
kegiatan simulasi dan role play, peserta dilatih menerapkan komunikasi efektif dan
teknik memberikan konsekuensi logis tanpa hukuman. Pada awalnya, sebagian
besar peserta masih menggunakan pola pengasuhan otoriter, seperti membentak,
mengancam, atau langsung mengambil gadget secara paksa ketika anak sulit diatur.
Setelah mendapatkan pelatihan disiplin positif, peserta mulai memahami
pentingnya komunikasi empatik, pemberian pilihan, serta konsistensi aturan dalam
mendampingi penggunaan gadget pada anak. Orang tua juga mulai mampu
menerapkan konsekuensi logis yang mendidik tanpa kekerasan verbal maupun fisik.
Perubahan sikap pengasuhan peserta menunjukkan bahwa kegiatan psikoedukasi
memberikan dampak positif terhadap kemampuan orang tua dalam mengelola
perilaku anak. Ketika orang tua memberikan contoh penggunaan gadget yang bijak,
membangun komunikasi positif, dan menunjukkan kontrol diri dalam penggunaan
media digital, anak cenderung meniru perilaku tersebut.Hal ini sejalan dengan teori
belajar Albert Bandura bahwa proses belajar tidak hanya diperoleh melalui
pengalaman langsung (direct experience), tetapi juga melalui proses observasi,
peniruan (modeling), dan penguatan (reinforcement) terhadap perilaku yang
diamati. (Trismayanti et al., 2026).
Hasil pendampingan dan monitoring penerapan di rumah menunjukkan
adanya perubahan perilaku pengasuhan pada sebagian besar peserta. Orang tua
mulai menerapkan aturan penggunaan gadget di rumah, seperti pembatasan waktu
penggunaan, larangan penggunaan gadget saat makan dan sebelum tidur, serta
peningkatan aktivitas bermain bersama anak. Beberapa orang tua juga mulai
menyediakan aktivitas alternatif seperti membaca buku cerita, bermain edukatif, dan
kegiatan motorik untuk mengurangi ketergantungan anak terhadap gadget. Dari
aspek refleksi kegiatan, peserta menyampaikan bahwa materi tentang digital
parenting sangat membantu mereka memahami pentingnya peran orang tua dalam
mendampingi anak di era digital. Peserta menyadari bahwa pengawasan
penggunaan gadget tidak cukup dilakukan melalui larangan, tetapi membutuhkan
keterlibatan emosional, komunikasi yang hangat, dan keteladanan dari orang tua.
Temuan ini sejalan dengan teori ekologi perkembangan Urie Bronfenbrenner yang
menjelaskan bahwa keluarga merupakan lingkungan utama yang memengaruhi
perkembangan anak, termasuk dalam pembentukan perilaku penggunaan media
digital.
Meskipun kegiatan berjalan dengan baik, terdapat beberapa kendala yang
ditemukan selama pelaksanaan program. Sebagian orang tua mengaku masih
mengalami kesulitan membatasi penggunaan gadget karena tuntutan pekerjaan,
Kurnia Mengabdi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Vol. 3, No. 2, Agustus 2026, page: 1-12
E-ISSN: 3047-2474 (online) 11
https://kurniajurnal.com/index.php/kurnia-mengabdi
kurangnya waktu mendampingi anak, dan pengaruh lingkungan yang membuat
anak mudah terpapar media digital. Selain itu, kebiasaan penggunaan gadget yang
sudah terbentuk pada anak memerlukan proses yang bertahap untuk diubah. Oleh
karena itu, diperlukan program pendampingan lanjutan dan penguatan literasi
digital bagi orang tua agar penerapan disiplin positif dalam penggunaan gadget
dapat dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan.
Secara keseluruhan, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini
menunjukkan bahwa psikoedukasi parenting berbasis disiplin positif efektif dalam
meningkatkan kompetensi pengasuhan orang tua terkait penggunaan gadget pada
anak usia dini. Program ini tidak hanya meningkatkan pengetahuan orang tua, tetapi
juga membantu membangun keterampilan komunikasi, pengendalian emosi, serta
strategi pengasuhan digital yang lebih positif dan edukatif dalam mendukung
tumbuh kembang anak secara optimal. Orang tua juga belum memiliki pemahaman
yang memadai mengenai batasan durasi penggunaan gadget sesuai tahap
perkembangan anak serta dampak penggunaan gadget berlebihan terhadap
perkembangan sosial-emosional dan perilaku anak. Setelah mengikuti kegiatan
psikoedukasi, peserta mulai memahami pentingnya pendampingan, pengawasan
konten, pembatasan screen time, serta penerapan pola pengasuhan disiplin positif
dalam penggunaan gadget pada anak.
Simpulan dan Rekomendasi
Simpulan
Kegiatan Secara keseluruhan, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini
menunjukkan bahwa psikoedukasi parenting berbasis disiplin positif efektif dalam
meningkatkan kompetensi pengasuhan orang tua terkait penggunaan gadget pada
anak usia dini. Program ini tidak hanya meningkatkan pengetahuan orang tua, tetapi
juga membantu membangun keterampilan komunikasi, pengendalian emosi, serta
strategi pengasuhan digital yang lebih positif dan edukatif dalam mendukung
tumbuh kembang anak secara optimal. Dalam memberikan pengasuhan, orang tua
memberikan perhatian, menetapkan aturan, menerapkan disiplin, memberikan
penghargaan, memberlakukan hukuman, dan merespons keinginan anak (Jalal et al.,
2024).
Rekomendasi
Hendaknya orangtua memberikan pendampingan kepada anak-anak nya dalam
penggunaan gadgaet, orangtua mulai menerapkan aturan yang jelas kepada anak
dalam durasi waktu penggunaan gadget.
Daftar Pustaka
Azizah, N., & Baqi, S. Al. (n.d.). Dampak Penggunaan Gadget terhadap
Perkembangan Anak Usia Dini di Era Digital. 03(01), 112.
Bawono, Y., Zahro, D. L., Azam, A. N., Ubaydila, R. W., Aulia, D. T., Rahmawati, D.,
& Fitriani, S. S. (2026). Optimalisasi Parenting Style dalam Mengatasi
Penggunaan Gadget pada Anak Usia Dini: Psikoedukasi Berbasis Teori
Ekologi. 22(April).
Kurnia Mengabdi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Vol. 3, No. 2, Agustus 2026, page: 1-12
E-ISSN: 3047-2474 (online) 12
https://kurniajurnal.com/index.php/kurnia-mengabdi
Jalal, N. M., Surisman, D. A., Rembon, D. C., & Anisah, N. (2024). Psikoedukasi
Untuk Meningkatkan Parenting Skill pada Orangtua Anak Binaan Rumah
Zakat. 3(3), 138143.
Mawardah, M., Purnamasari, S. D., Panjaitan, F., & Fadilah, A. (2023). Psikoedukasi
Positive Parenting untuk Meningkatkan Kualitas Pengasuhan Orangtua
dalam Menggunakan Teknologi Informasi. 5(2).
Novianti, R., & Garzia, M. (2020). Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini
Penggunaan Gadget pada Anak Usia Dini; Tantangan Baru Orang Tua
Milenial Abstrak. 4(2), 10001010. https://doi.org/10.31004/obsesi.v4i2.490
Trismayanti, E., Rismayanti, A., Rahmawati, E., Pangandaran, A. F., Pangandaran, A.
F., Al, S., & Pangandaran, F. (2026). Penerapan Teori Sosial Kognitif Bandura
dalam Pembelajaran Anak Usia Dini Melalui Observasi dan Peniruan Perilaku
Positif Edu Happiness: 05(1), 7079.
Wati, T. P., Naimah, N., Karimullah, S. S., & ... (2022). Consistency of Balinese family
education in forming a love of culture from an early childhood. Devotion:
Journalof….https://devotion.greenvest.co.id/index.php/dev/article/downlo
ad/221/489
Zahra, A. A. (2025). Disiplin Positif dalam Meningkatkan Regulasi Emosi dan
Perilaku Sosial Anak: Studi Kualitatif pada Pendidikan Anak Usia Dini di
Kabupaten Magelang.9(3),905920. https://doi.org/10.31004/obsesi.v9i3.6909