Kurnia Mengabdi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Vol. 3, No. 2, Agustus 2026, page: 13-24
E-ISSN: 3047-2474
Naskah dikirim: 21/03/2026 Selesai revisi: 18/05/2026 Disetujui: 25/07/2026Diterbitkan: 1/08/2026
13
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 CC BY-SA
International License.
Penguatan Literasi Digital untuk Meningkatkan Kreativitas dan
Budaya Pembelajaran Peserta Didik
Dwi Harianti
1
, Aprilia Azzahra
2*
, Auliaul Hanifa
3
, Jaesi Ora Pau
4
, Lisda Fauziyah
5
,
Muhamad Nursan Irmansyah
6
, Siti Zubaidah
7
, Yulita Puji Lestari
8
1,2,3,4,5,6,7,8
Magister Manajemen Pendidikan, Universitas Pamulang, Indonesia
e-mail:
1
dwi.harianti@gmail.com,
2*
gendolia024@gmail.com,
3
aulhanifa242@gmail.com,
4
jheasyeorapau@gmail.com,
5
lizdafauziyah31@gmail.com,
6
muhamadnursanirmansyah@gmail.com,
7
dosen00659@unpam.ac.id,
8
dosen00442@unpam.ac.id
Abstrak
Perkembangan teknologi digital dalam dunia pendidikan menuntut peserta didik
memiliki kemampuan literasi digital yang tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga
mencakup kemampuan berpikir kritis, kreativitas, komunikasi, dan pemanfaatan
teknologi secara produktif. Namun, pemanfaatan teknologi oleh peserta didik masih
cenderung digunakan untuk aktivitas hiburan dibandingkan mendukung proses
pembelajaran. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk
meningkatkan literasi digital, kreativitas, dan budaya pembelajaran peserta didik di
SMP Negeri 7 Kota Tangerang Selatan melalui pendekatan edukatif dan partisipatif.
Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui observasi awal, sosialisasi literasi
digital, pelatihan penggunaan media digital edukatif, praktik pembuatan karya kreatif
berbasis digital, serta evaluasi kegiatan melalui pretest dan posttest. Hasil kegiatan
menunjukkan bahwa peserta didik mengalami peningkatan pemahaman mengenai
literasi digital, etika digital, penggunaan media digital edukatif, serta keterlibatan aktif
dalam pembelajaran berbasis teknologi. Selain itu, peserta didik mampu
menghasilkan berbagai karya digital sederhana seperti poster edukatif dan media
presentasi berbasis aplikasi digital. Kegiatan ini juga mendorong terbentuknya
budaya pembelajaran yang lebih kolaboratif, kreatif, dan adaptif terhadap
perkembangan teknologi digital. Dengan demikian, penguatan literasi digital dapat
menjadi strategi yang efektif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran dan
pengembangan kompetensi peserta didik di era digital.
Kata Kunci: literasi digital, kreativitas, budaya pembelajaran, peserta didik, teknologi
digital.
Abstract
Advances in digital technology in the field of education require students to possess digital
literacy skills that are not merely technical but also encompass critical thinking, creativity,
communication, and the productive use of technology. However, students still tend to use
Kurnia Mengabdi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Vol. 3, No. 2, Agustus 2026, page: 13-24
E-ISSN: 3047-2474 (online) 14
https://kurniajurnal.com/index.php/kurnia-mengabdi
technology primarily for entertainment rather than to support the learning process. This
community service activity aims to improve digital literacy, creativity, and the learning culture
of students at SMP Negeri 7 in South Tangerang City through an educational and
participatory approach. The activity was implemented through initial observation, digital
literacy awareness sessions, training in the use of educational digital media, practice in creating
digital-based creative works, and evaluation of the activity via pre- and post-tests. The results
of the activity indicate that students demonstrated improved understanding of digital literacy,
digital ethics, the use of educational digital media, and active engagement in technology-based
learning. In addition, students are able to produce various simple digital works, such as
educational posters and presentation materials using digital applications. This initiative also
fosters a learning culture that is more collaborative, creative, and adaptable to advancements
in digital technology. Thus, strengthening digital literacy can serve as an effective strategy for
improving the quality of learning and developing students’ competencies in the digital age.
Keywords: digital literacy, creativity, learning culture, students, digital technology.
Pendahuluan
Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan besar dalam
berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam bidang pendidikan. Transformasi digital
mendorong sekolah untuk mampu menyesuaikan proses pembelajaran dengan
kebutuhan peserta didik abad ke-21 yang menuntut kemampuan berpikir kritis,
kreatif, komunikatif, dan kolaboratif (Amilia et al., 2025; Ismuni et al., 2024; Lasmana
et al., 2024). Dalam konteks tersebut, literasi digital menjadi kompetensi penting yang
harus dimiliki peserta didik agar mampu memanfaatkan teknologi secara efektif,
produktif, dan bertanggung jawab. Literasi digital tidak hanya dipahami sebagai
kemampuan menggunakan perangkat teknologi, tetapi juga mencakup kemampuan
mengakses, memahami, mengevaluasi, serta memproduksi informasi secara kritis
melalui media digital (Nikou & Aavakare, 2021).
Peserta didik saat ini merupakan generasi digital native yang tumbuh dalam
lingkungan berbasis internet dan teknologi digital. Kehidupan sehari-hari mereka
tidak terlepas dari penggunaan media sosial, aplikasi komunikasi, platform video
digital, dan berbagai sumber informasi daring. Kondisi tersebut memberikan peluang
besar dalam meningkatkan efektivitas pembelajaran, namun juga menghadirkan
tantangan berupa rendahnya kemampuan peserta didik dalam menyaring informasi,
memahami etika digital, serta menggunakan teknologi secara produktif. UNESCO
dalam Global Education Monitoring Report 2023 menjelaskan bahwa perkembangan
teknologi pendidikan harus diimbangi dengan penguatan kompetensi digital agar
teknologi tidak hanya menjadi alat konsumsi informasi, tetapi juga menjadi sarana
pengembangan kemampuan berpikir dan kreativitas peserta didik (UNESCO, 2023).
Fenomena rendahnya kualitas literasi digital masih menjadi persoalan dalam
dunia pendidikan Indonesia. Tingginya penggunaan internet pada kalangan remaja
belum sepenuhnya diikuti oleh kemampuan literasi digital yang memadai, khususnya
dalam aspek berpikir kritis, keamanan digital, budaya digital, dan kemampuan
menciptakan konten edukatif. Dinata, (2021) dan V.I., (2024) menjelaskan bahwa
literasi digital memiliki peran penting dalam pembelajaran daring karena peserta
Kurnia Mengabdi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Vol. 3, No. 2, Agustus 2026, page: 13-24
E-ISSN: 3047-2474 (online) 15
https://kurniajurnal.com/index.php/kurnia-mengabdi
didik yang memiliki kemampuan literasi digital yang baik akan lebih mampu mencari,
memahami, mengevaluasi, dan menyampaikan informasi secara efektif di ruang
digital. Namun demikian, sebagian peserta didik masih memanfaatkan teknologi
hanya untuk hiburan dan media sosial dibandingkan untuk mendukung
pembelajaran.
Permasalahan tersebut juga ditemukan pada peserta didik di SMP Negeri 7 Kota
Tangerang Selatan sebagai lokasi pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada
masyarakat ini. Berdasarkan hasil observasi awal dan wawancara dengan guru,
diketahui bahwa sebagian besar peserta didik telah aktif menggunakan telepon pintar
dan media sosial dalam kehidupan sehari-hari. Akan tetapi, penggunaan teknologi
digital dalam proses pembelajaran masih belum optimal. Peserta didik lebih dominan
menggunakan perangkat digital untuk aktivitas hiburan dibandingkan untuk
kegiatan edukatif, seperti pencarian referensi pembelajaran, pengembangan media
presentasi, maupun pembuatan karya kreatif berbasis digital. Selain itu, kemampuan
peserta didik dalam menyampaikan ide kreatif melalui media digital dan
berkolaborasi dalam pembelajaran berbasis teknologi juga masih perlu ditingkatkan.
Kondisi tersebut berdampak pada belum optimalnya pengembangan kreativitas
peserta didik dalam proses pembelajaran. Kreativitas merupakan salah satu
keterampilan penting dalam pendidikan abad ke-21 karena mampu mendorong
peserta didik untuk berpikir inovatif, adaptif, dan produktif dalam menghadapi
perkembangan teknologi. Penelitian Suwana, (2021) dan Arysespajayadi & Saputra,
(2025) menunjukkan bahwa integrasi teknologi digital dalam pembelajaran dapat
meningkatkan kreativitas peserta didik apabila disertai dengan pendekatan
pembelajaran aktif dan kolaboratif. Dengan demikian, penguatan literasi digital tidak
hanya berfungsi untuk meningkatkan kemampuan teknis penggunaan teknologi,
tetapi juga menjadi sarana pengembangan kreativitas dan inovasi peserta didik dalam
pembelajaran.
Selain kreativitas, budaya pembelajaran di sekolah juga menjadi aspek penting
yang perlu diperkuat melalui penguatan literasi digital. Budaya pembelajaran
merupakan kondisi yang mendorong terciptanya lingkungan belajar yang kolaboratif,
adaptif, dan berorientasi pada peningkatan kualitas secara berkelanjutan (Halmaghi
& Todăriţă, 2023; Varis et al., 2024). Konsep tersebut sejalan dengan teori learning
organization yang dikembangkan oleh Peter Senge yang menekankan pentingnya
pembelajaran bersama, pengembangan kapasitas individu, serta kemampuan
organisasi dalam beradaptasi terhadap perubahan lingkungan. Dalam konteks
pendidikan, budaya pembelajaran yang baik dapat mendorong peserta didik untuk
lebih aktif dalam mengeksplorasi pengetahuan, berbagi gagasan, serta memanfaatkan
teknologi sebagai media pembelajaran inovatif (Martínez & Corzo, 2024).
Penguatan literasi digital dalam lingkungan sekolah juga berpengaruh terhadap
peningkatan kualitas layanan pembelajaran. Pembelajaran berbasis digital
memungkinkan peserta didik memperoleh pengalaman belajar yang lebih interaktif,
fleksibel, dan kontekstual sesuai perkembangan teknologi pendidikan saat ini.
Penggunaan media digital dalam pembelajaran mampu meningkatkan keterlibatan
peserta didik dalam proses belajar karena peserta didik tidak hanya menerima materi
secara pasif, tetapi juga aktif mencari informasi, berdiskusi, serta menghasilkan karya
Kurnia Mengabdi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Vol. 3, No. 2, Agustus 2026, page: 13-24
E-ISSN: 3047-2474 (online) 16
https://kurniajurnal.com/index.php/kurnia-mengabdi
berbasis teknologi (Djibran et al., 2024). Rudyanto et al., (2023) menjelaskan bahwa
pembelajaran berbasis Digital Environment Learning (DEL) terbukti mampu
meningkatkan literasi digital dan kreativitas peserta didik melalui integrasi teknologi
dalam aktivitas pembelajaran secara menyeluruh. Temuan tersebut menunjukkan
bahwa lingkungan pembelajaran digital yang terarah dapat mendukung
pengembangan kemampuan berpikir kreatif peserta didik.
Dalam praktiknya, penguatan literasi digital tidak dapat dilakukan hanya
melalui pemberian materi teoritis, tetapi perlu diintegrasikan dengan aktivitas
pembelajaran yang aplikatif dan kolaboratif. Peserta didik perlu diberikan
kesempatan untuk menggunakan teknologi sebagai media eksplorasi pengetahuan,
pemecahan masalah, komunikasi, dan pengembangan kreativitas (Azzahara &
Lestari, 2026; Dakhi et al., 2025). Penelitian Cynthia & Sihotang, (2023) menjelaskan
bahwa literasi digital memiliki hubungan erat dengan kemampuan berpikir kritis dan
pemecahan masalah peserta didik dalam menghadapi tantangan era digital. Oleh
sebab itu, pengembangan literasi digital di sekolah perlu diarahkan pada
pembelajaran aktif yang mendorong peserta didik berpikir kreatif, inovatif, dan
reflektif dalam memanfaatkan teknologi digital.
Selain meningkatkan kemampuan berpikir kritis, literasi digital juga berperan
penting dalam mengembangkan kreativitas peserta didik melalui penggunaan media
pembelajaran berbasis teknologi. Kreativitas peserta didik dapat berkembang ketika
teknologi digunakan sebagai sarana untuk menuangkan ide, menciptakan konten
edukatif, dan menyelesaikan permasalahan secara inovatif. Lubis, (2023) menyatakan
bahwa penggunaan media pembelajaran digital mampu meningkatkan kreativitas
peserta didik dalam menyelesaikan permasalahan pembelajaran karena teknologi
memberikan ruang eksplorasi yang lebih luas dan interaktif. Kondisi tersebut
menunjukkan bahwa integrasi teknologi dalam pembelajaran tidak hanya
meningkatkan pemahaman materi, tetapi juga mendukung pengembangan
kemampuan kreatif peserta didik secara berkelanjutan. (Lubis, 2023).
Pengembangan kreativitas melalui literasi digital juga diperkuat melalui
aktivitas pembelajaran berbasis kolaborasi dan komunikasi digital. Peserta didik yang
terlibat dalam pembelajaran berbasis teknologi cenderung lebih aktif dalam bertukar
ide, bekerja sama, dan menyampaikan gagasan secara terbuka (Alwan & Alawiyah,
2025; Zorko, 2024). Penelitian internasional mengenai penggunaan digital storytelling
dalam pembelajaran oleh Chen et al., (2023) menunjukkan bahwa media digital
mampu meningkatkan kemampuan kerja sama, komunikasi, dan kreativitas peserta
didik dalam menyelesaikan tugas pembelajaran secara inovatif. Aktivitas
pembelajaran digital yang bersifat kolaboratif tersebut menjadi bagian penting dalam
membangun budaya pembelajaran yang aktif dan partisipatif di lingkungan sekolah.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa sekolah memiliki peran strategis dalam
membangun budaya pembelajaran berbasis literasi digital. Sekolah tidak lagi hanya
berfungsi sebagai tempat transfer pengetahuan, tetapi juga menjadi lingkungan
pembelajaran yang mampu membentuk karakter, kreativitas, dan kompetensi digital
peserta didik. Dalam konteks ini, budaya pembelajaran berbasis teknologi perlu
dibangun melalui keterlibatan aktif guru, peserta didik, dan seluruh warga sekolah
dalam menciptakan lingkungan belajar yang inovatif dan adaptif terhadap
Kurnia Mengabdi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Vol. 3, No. 2, Agustus 2026, page: 13-24
E-ISSN: 3047-2474 (online) 17
https://kurniajurnal.com/index.php/kurnia-mengabdi
perkembangan zaman. Model pembelajaran yang mendorong eksplorasi digital, kerja
sama, dan kreativitas peserta didik menjadi salah satu strategi penting dalam
meningkatkan kualitas pendidikan di era digital.
Namun demikian, kegiatan penguatan literasi digital yang terintegrasi dengan
pengembangan kreativitas dan budaya pembelajaran berbasis kolaboratif di tingkat
sekolah menengah pertama masih belum banyak dilakukan secara sistematis dan
berkelanjutan, khususnya pada lingkungan sekolah negeri di Kota Tangerang Selatan.
Berdasarkan analisis situasi tersebut, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini
difokuskan pada penguatan literasi digital untuk meningkatkan kreativitas dan
budaya pembelajaran peserta didik di SMP Negeri 7 Kota Tangerang Selatan. Program
ini dilaksanakan melalui pendekatan edukatif dan partisipatif dengan memberikan
sosialisasi, pelatihan, pendampingan, serta praktik penggunaan media digital dalam
pembelajaran. Melalui kegiatan ini, peserta didik diharapkan mampu memanfaatkan
teknologi secara lebih produktif, kreatif, dan bertanggung jawab. Selain itu, kegiatan
ini juga diharapkan mampu membangun budaya pembelajaran yang lebih kolaboratif,
inovatif, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi sehingga dapat mendukung
peningkatan kualitas layanan pendidikan di sekolah secara berkelanjutan.
Metode
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini menggunakan pendekatan
partisipatif dan edukatif dengan sasaran peserta didik kelas VII SMP Negeri 7 Kota
Tangerang Selatan. Pendekatan partisipatif digunakan agar peserta didik terlibat aktif
dalam seluruh proses kegiatan, mulai dari pemahaman materi hingga praktik
penggunaan teknologi digital dalam pembelajaran. Metode pelaksanaan kegiatan
dilakukan melalui tahapan observasi awal, sosialisasi literasi digital, pelatihan
penggunaan media digital edukatif, serta pendampingan pembuatan karya kreatif
berbasis digital. Menurut Nikou & Aavakare, (2021), penguatan literasi digital dalam
pendidikan perlu dilakukan melalui pembelajaran aktif dan praktik langsung agar
peserta didik mampu mengembangkan kemampuan berpikir kritis, kreativitas, dan
keterampilan digital secara berkelanjutan.
Tahap pelaksanaan kegiatan diawali dengan identifikasi kebutuhan peserta
didik melalui observasi dan wawancara dengan guru terkait penggunaan teknologi
digital dalam pembelajaran. Selanjutnya dilakukan sosialisasi mengenai literasi
digital, etika digital, keamanan digital, dan pemanfaatan media digital dalam
pembelajaran kreatif. Setelah penyampaian materi, peserta didik mengikuti pelatihan
dan praktik langsung pembuatan media presentasi, poster digital, serta konten
edukatif sederhana berbasis aplikasi digital. Pendekatan praktik langsung dipilih
karena mampu meningkatkan keterlibatan peserta didik dalam proses pembelajaran
serta mendorong pengembangan kreativitas dan kemampuan kolaborasi digital. Hal
tersebut sejalan dengan laporan UNESCO, (2023) yang menjelaskan bahwa integrasi
teknologi digital dalam pembelajaran akan lebih efektif apabila dilakukan melalui
aktivitas kolaboratif dan berbasis pengalaman belajar langsung.
Evaluasi kegiatan dilakukan melalui pemberian pretest dan posttest untuk
mengetahui peningkatan pemahaman peserta didik terkait literasi digital setelah
mengikuti kegiatan pengabdian. Selain itu, evaluasi juga dilakukan melalui observasi
Kurnia Mengabdi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Vol. 3, No. 2, Agustus 2026, page: 13-24
E-ISSN: 3047-2474 (online) 18
https://kurniajurnal.com/index.php/kurnia-mengabdi
partisipasi peserta didik, dokumentasi hasil karya digital, serta angket respons peserta
terhadap pelaksanaan program. Data hasil kegiatan dianalisis menggunakan teknik
deskriptif kualitatif dan kuantitatif untuk mengetahui perubahan kemampuan literasi
digital, kreativitas, dan budaya pembelajaran peserta didik setelah pelaksanaan
program. Menurut Rudyanto et al., (2023), analisis deskriptif dalam kegiatan
pengabdian berbasis pendidikan digital dapat digunakan untuk mengukur efektivitas
program melalui perubahan pemahaman, partisipasi, dan kreativitas peserta didik
selama proses pembelajaran berbasis teknologi.
Gambar 1. Diagram Alur Pelaksanaan Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat
Hasil dan Pembahasan
Pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di SMP Negeri 7 Kota
Tangerang Selatan menunjukkan hasil yang positif terhadap peningkatan literasi
digital peserta didik. Berdasarkan hasil observasi selama kegiatan berlangsung,
peserta didik menunjukkan antusiasme yang tinggi dalam mengikuti sosialisasi,
pelatihan, dan praktik penggunaan media digital dalam pembelajaran. Peserta didik
tidak hanya aktif dalam mendengarkan materi, tetapi juga terlibat secara langsung
dalam diskusi, praktik penggunaan aplikasi digital, serta pembuatan media
pembelajaran sederhana berbasis teknologi. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa
pembelajaran berbasis praktik mampu meningkatkan keterlibatan peserta didik
dalam proses belajar. Hasil ini sejalan dengan teori literasi digital yang dikemukakan
oleh Nikou & Aavakare (2021) bahwa penguatan literasi digital perlu dilakukan
melalui pembelajaran aktif dan pengalaman langsung agar peserta didik mampu
mengembangkan kemampuan berpikir kritis, kreativitas, dan keterampilan digital
secara berkelanjutan.
Peningkatan kemampuan peserta didik terlihat dari hasil evaluasi pretest dan
posttest yang dilakukan sebelum dan sesudah kegiatan berlangsung. Sebelum
pelaksanaan kegiatan, sebagian besar peserta didik masih memiliki pemahaman yang
rendah terkait etika digital, keamanan digital, serta pemanfaatan teknologi sebagai
media pembelajaran kreatif. Namun setelah mengikuti kegiatan, peserta didik
menunjukkan peningkatan pemahaman dalam menggunakan teknologi digital secara
lebih bijak, produktif, dan edukatif. Selain itu, peserta didik juga mulai memahami
pentingnya penggunaan media digital untuk mendukung proses pembelajaran dan
pengembangan kreativitas.
Observasi dan
Identifikasi
Masalah
Sosialisasi
Literasi Digital
Pelatihan dan
Praktik Media
Digital
Pendampingan
Pembuatan
Karya Kreatif
Evaluasi dan
Analisis Hasil
Kegiatan
Kurnia Mengabdi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Vol. 3, No. 2, Agustus 2026, page: 13-24
E-ISSN: 3047-2474 (online) 19
https://kurniajurnal.com/index.php/kurnia-mengabdi
Tabel 1. Hasil Evaluasi Literasi Digital Peserta Didik
No
Parameter
Sebelum
Kegiatan
Sesudah
Kegiatan
1
Pemahaman literasi digital
58%
87%
2
Pemahaman etika digital
54%
85%
3
Kemampuan penggunaan media digital
edukatif
60%
89%
4
Kreativitas pembuatan konten digital
52%
84%
5
Partisipasi aktif dalam pembelajaran
digital
61%
90%
Data pada Tabel 1 menunjukkan bahwa seluruh indikator mengalami
peningkatan setelah pelaksanaan kegiatan pengabdian. Peningkatan tertinggi terlihat
pada aspek partisipasi aktif peserta didik dalam pembelajaran digital sebesar 29%,
sedangkan peningkatan pada kreativitas pembuatan konten digital mencapai 32%.
Hasil tersebut menunjukkan bahwa penggunaan media digital dalam pembelajaran
mampu meningkatkan keterlibatan peserta didik secara lebih aktif dan kolaboratif.
Temuan ini mendukung teori learning organization yang dikembangkan oleh Peter
Senge, bahwa budaya pembelajaran yang kolaboratif dan adaptif dapat mendorong
pengembangan kapasitas individu melalui proses belajar bersama dan pemanfaatan
pengetahuan secara aktif dalam lingkungan pembelajaran.
Selain peningkatan pemahaman literasi digital, kegiatan ini juga menghasilkan
berbagai karya kreatif berbasis digital yang dibuat oleh peserta didik selama pelatihan
berlangsung. Peserta didik mampu membuat poster digital edukatif, media presentasi
sederhana, dan konten pembelajaran menggunakan aplikasi digital. Hasil karya
tersebut menunjukkan bahwa peserta didik mulai memanfaatkan teknologi tidak
hanya sebagai sarana hiburan, tetapi juga sebagai media pengembangan kreativitas
dalam pembelajaran. Kondisi tersebut sejalan dengan penelitian Suwana (2021) yang
menjelaskan bahwa integrasi teknologi digital dalam pembelajaran mampu
meningkatkan kreativitas peserta didik apabila dilakukan melalui pendekatan
pembelajaran aktif dan kolaboratif.
Gambar 2. Diagram Peningkatan Literasi Digital Peserta Didik
Kurnia Mengabdi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Vol. 3, No. 2, Agustus 2026, page: 13-24
E-ISSN: 3047-2474 (online) 20
https://kurniajurnal.com/index.php/kurnia-mengabdi
Pelaksanaan kegiatan juga menunjukkan perubahan perilaku belajar peserta
didik selama proses pembelajaran berlangsung. Peserta didik terlihat lebih aktif
berdiskusi, bekerja sama dalam kelompok, serta berani menyampaikan ide dan
gagasan saat praktik penggunaan media digital. Aktivitas tersebut menunjukkan
mulai terbentuknya budaya pembelajaran yang lebih kolaboratif, kreatif, dan adaptif
terhadap perkembangan teknologi digital di lingkungan sekolah. Hal ini memperkuat
pendapat Halmaghi & Todăriţă (2023) bahwa budaya pembelajaran yang adaptif dan
berbasis kolaborasi memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas
pembelajaran di era digital.
(Kegiatan Sosialisasi Literasi Digital Peserta Didik SMP Negeri 7 Kota Tangerang
Selatan)
(Foto Bersama Peserta Didik Kelas VII)
Gambar 3 dan 4. Dokumentasi Pelaksanaan Kegiatan PKM
Hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat menunjukkan bahwa penguatan
literasi digital mampu meningkatkan pemahaman peserta didik dalam menggunakan
teknologi secara lebih kritis, produktif, dan bertanggung jawab. Peningkatan tersebut
terlihat dari hasil evaluasi pretest dan posttest yang menunjukkan adanya perubahan
pemahaman peserta didik terkait literasi digital, etika digital, dan penggunaan media
digital edukatif. Kondisi tersebut menjawab rumusan masalah pertama mengenai
peningkatan literasi digital peserta didik yang tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga
mencakup kemampuan berpikir kritis dan pemanfaatan teknologi secara produktif.
Kurnia Mengabdi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Vol. 3, No. 2, Agustus 2026, page: 13-24
E-ISSN: 3047-2474 (online) 21
https://kurniajurnal.com/index.php/kurnia-mengabdi
Temuan ini sejalan dengan teori literasi digital yang dikemukakan oleh Nikou &
Aavakare (2021) bahwa literasi digital mencakup kemampuan memahami,
mengevaluasi, serta menggunakan informasi digital secara kritis dan bertanggung
jawab. Selain itu, hasil kegiatan ini juga mendukung penelitian Dinata (2021) yang
menjelaskan bahwa peserta didik yang memiliki kemampuan literasi digital yang baik
akan lebih mampu memanfaatkan teknologi secara efektif dalam proses pembelajaran.
Peningkatan partisipasi aktif peserta didik dalam kegiatan pembelajaran
berbasis digital menunjukkan bahwa penggunaan teknologi mampu menciptakan
lingkungan belajar yang lebih interaktif dan kolaboratif. Peserta didik terlihat lebih
aktif berdiskusi, bekerja sama dalam kelompok, serta menyampaikan ide dan
pendapat selama proses pelatihan berlangsung. Hasil tersebut menjawab rumusan
masalah kedua mengenai pengembangan budaya organisasi pembelajaran di
lingkungan sekolah. Dalam teori learning organization yang dikembangkan oleh Peter
Senge, budaya pembelajaran yang baik ditandai dengan adanya kolaborasi,
pembelajaran bersama, serta kemampuan individu dan kelompok untuk beradaptasi
terhadap perubahan. Temuan kegiatan ini juga sejalan dengan penelitian Halmaghi &
Todăriţă (2023) yang menyatakan bahwa budaya pembelajaran kolaboratif mampu
meningkatkan kualitas pembelajaran dan keterlibatan peserta didik dalam proses
belajar di era digital.
Pemanfaatan media digital dalam kegiatan pengabdian juga menunjukkan
adanya peningkatan kualitas layanan pembelajaran di sekolah. Peserta didik
memperoleh pengalaman belajar yang lebih interaktif melalui penggunaan media
presentasi digital, poster edukatif, dan aplikasi pembelajaran berbasis teknologi.
Penggunaan media digital tersebut membuat peserta didik lebih tertarik dan aktif
dalam mengikuti kegiatan pembelajaran. Hasil tersebut menjawab rumusan masalah
ketiga mengenai optimalisasi teknologi digital untuk meningkatkan kualitas layanan
pembelajaran. Temuan ini mendukung laporan UNESCO (2023) yang menjelaskan
bahwa integrasi teknologi dalam pendidikan dapat meningkatkan efektivitas
pembelajaran apabila diterapkan melalui aktivitas yang partisipatif dan berbasis
pengalaman belajar langsung. Selain itu, penelitian Rudyanto et al. (2023) juga
menunjukkan bahwa pembelajaran berbasis Digital Environment Learning (DEL)
mampu meningkatkan keterlibatan dan kemampuan literasi digital peserta didik
secara signifikan.
Kegiatan pengabdian ini juga berhasil meningkatkan kreativitas peserta didik
melalui praktik pembuatan karya digital edukatif. Peserta didik mampu
menghasilkan poster digital, media presentasi, dan konten pembelajaran sederhana
menggunakan aplikasi digital. Hasil tersebut menjawab rumusan masalah keempat
mengenai peningkatan kreativitas peserta didik melalui pemanfaatan teknologi
digital. Penggunaan teknologi sebagai media eksplorasi ide dan kreativitas
menunjukkan bahwa peserta didik mulai memanfaatkan teknologi secara lebih
produktif dibandingkan hanya sebagai media hiburan. Temuan ini sejalan dengan
penelitian Suwana (2021) dan Arysespajayadi & Saputra (2025) yang menjelaskan
bahwa integrasi teknologi digital dalam pembelajaran dapat meningkatkan kreativitas
peserta didik apabila dilakukan melalui pendekatan pembelajaran aktif dan
kolaboratif. Selain itu, Lubis (2023) juga menegaskan bahwa media pembelajaran
Kurnia Mengabdi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Vol. 3, No. 2, Agustus 2026, page: 13-24
E-ISSN: 3047-2474 (online) 22
https://kurniajurnal.com/index.php/kurnia-mengabdi
digital mampu memberikan ruang eksplorasi yang lebih luas bagi peserta didik dalam
mengembangkan ide kreatif dan inovatif.
Pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini juga menunjukkan
bahwa program literasi digital berbasis pembelajaran kolaboratif dapat diterapkan
secara efektif dan aplikatif di lingkungan sekolah. Peserta didik tidak hanya
memperoleh pengetahuan teoritis, tetapi juga pengalaman praktik dalam
memanfaatkan teknologi digital untuk pembelajaran dan pengembangan kreativitas.
Kegiatan ini menjawab rumusan masalah kelima mengenai implementasi program
literasi digital berbasis organisasi pembelajaran yang aplikatif dan berkelanjutan.
Temuan ini mendukung penelitian Cynthia & Sihotang (2023) yang menjelaskan
bahwa pengembangan literasi digital perlu dilakukan melalui aktivitas pembelajaran
yang aktif, aplikatif, dan berbasis pemecahan masalah agar peserta didik mampu
mengembangkan keterampilan berpikir kritis dan kreatif secara optimal.
Selain itu, kegiatan ini juga berhasil meningkatkan keterlibatan aktif peserta
didik dalam proses pembelajaran digital. Peserta didik terlihat lebih percaya diri
dalam menyampaikan ide, berdiskusi, dan bekerja sama dalam kelompok saat
menyelesaikan tugas berbasis digital. Aktivitas tersebut menunjukkan bahwa peserta
didik mulai berperan sebagai subjek pembelajaran yang aktif dalam ekosistem
pembelajaran digital. Hasil tersebut menjawab rumusan masalah keenam mengenai
peningkatan keterlibatan aktif peserta didik dalam pembelajaran digital yang
kolaboratif dan kreatif. Temuan ini sejalan dengan penelitian Chen et al. (2023) yang
menjelaskan bahwa pembelajaran berbasis digital storytelling dan komunikasi digital
mampu meningkatkan kemampuan kerja sama, komunikasi, dan partisipasi peserta
didik dalam proses pembelajaran berbasis teknologi.
Secara keseluruhan, hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini
menunjukkan bahwa penguatan literasi digital memiliki kontribusi yang signifikan
dalam meningkatkan kreativitas dan budaya pembelajaran peserta didik di SMP
Negeri 7 Kota Tangerang Selatan. Penguatan literasi digital tidak hanya meningkatkan
kemampuan teknis penggunaan teknologi, tetapi juga membentuk budaya belajar
yang lebih kolaboratif, kreatif, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi digital.
Dengan demikian, program ini dapat menjadi salah satu model pembelajaran berbasis
literasi digital yang mendukung peningkatan kualitas layanan pendidikan di era
digital.
Simpulan dan Rekomendasi
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat mengenai penguatan literasi digital di
SMP Negeri 7 Kota Tangerang Selatan menunjukkan bahwa pemanfaatan teknologi
digital dalam pembelajaran mampu meningkatkan kreativitas, keterlibatan aktif, dan
budaya pembelajaran peserta didik secara lebih kolaboratif dan adaptif. Melalui
kegiatan sosialisasi, pelatihan, dan praktik penggunaan media digital, peserta didik
tidak hanya memperoleh pemahaman mengenai literasi digital, etika digital, dan
penggunaan teknologi secara bertanggung jawab, tetapi juga mampu
mengembangkan kreativitas melalui pembuatan karya digital edukatif. Selain itu,
kegiatan ini turut mendukung terciptanya lingkungan pembelajaran yang lebih
interaktif, inovatif, dan berorientasi pada pengembangan kompetensi abad ke-21.
Kurnia Mengabdi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Vol. 3, No. 2, Agustus 2026, page: 13-24
E-ISSN: 3047-2474 (online) 23
https://kurniajurnal.com/index.php/kurnia-mengabdi
Oleh karena itu, sekolah disarankan untuk mengembangkan program literasi digital
secara berkelanjutan melalui integrasi teknologi dalam proses pembelajaran,
peningkatan kolaborasi antara guru dan peserta didik, serta penguatan budaya
pembelajaran berbasis digital agar kualitas layanan pendidikan dapat terus
berkembang sesuai tuntutan era digital.
Penghargaan
Penulis menyampaikan terima kasih kepada pihak SMP Negeri 7 Kota
Tangerang Selatan yang telah memberikan izin dan dukungan dalam pelaksanaan
kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini, kepada Program Studi Magister
Manajemen Pendidikan Universitas Pamulang atas dukungan akademik dan fasilitas
yang diberikan, serta kepada seluruh peserta didik, guru, dan pihak terkait yang telah
berpartisipasi aktif sehingga kegiatan penguatan literasi digital ini dapat terlaksana
dengan baik dan memberikan manfaat dalam pengembangan kreativitas serta budaya
pembelajaran peserta didik.
Daftar Pustaka
Alwan, M., & Alawiyah, N. (2025). Kolaboratif Learning sebagai Strategi Penguatan
Literasi Digital pada Peserta Didik Sekolah Dasar. JIMAD: Jurnal Ilmiah Mutiara
Pendidikan, 3(4), 7588. https://doi.org/10.61404/jimad.v3i4.449
Amilia, E. D., Lestari, C., Nadalina, M. L., Juniansyah, M., Safitri, S., & Oktapiani, R.
(2025). Mengenal Konsep Pembelajaran Abad 21 dan Peran Guru dalam
Pembelajaran Abad 21. SOSIAL: Jurnal Ilmiah Pendidikan IPS, 3(4), 233250.
https://doi.org/10.62383/sosial.v3i4.1377
Arysespajayadi, & Saputra, I. G. P. E. (2025). Implementasi Teknologi Digital dan TIK
dalam Pembelajaran Inovatif Berorientasi Kreativitas. GJET: Global Journal of
Educational Technology, 1(4), 170174. https://doi.org/10.71234/gjet.v1i4.99
Azzahara, J. S., & Lestari, A. (2026). Integrasi 4C (Critical Thinking, Creativity,
Communication, Collaboration) dalam Pembelajaran Modern. Aliansi: Jurnal
Hukum, Pendidikan Dan Sosial Humaniora, 3(1), 1422.
https://doi.org/10.62383/aliansi.v3i1.1445
Chen, Y.-T., Liu, M.-J., & Cheng, Y.-Y. (2023). Discovering Scientific Creativity with
Digital Storytelling. Journal of Creativity, 33(1), 100041.
https://doi.org/10.1016/j.yjoc.2022.100041
Cynthia, R. E., & Sihotang, H. (2023). Melangkah Bersama di Era Digital: Pentingnya
Literasi Digital untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis dan
Kemampuan Pemecahan Masalah Peserta Didik. Jurnal Pendidikan Tambusai,
7(3), 3171231723. https://doi.org/10.31004/jptam.v7i3.12179
Dakhi, J. P., Febrianti, A., & Waruwu, R. (2025). Pemanfaatan Teknologi Digital Upaya
Meningkatkan Literasi Digital dan Motivasi Membaca Siswa Sekolah Dasar.
Modem: Jurnal Informatika Dan Sains Teknologi., 3(3), 8896.
https://doi.org/10.62951/modem.v3i3.584
Dinata, K. B. (2021). Literasi Digital dalam Pembelajaran Daring. Eksponen, 11(1), 20
27. https://doi.org/10.47637/eksponen.v11i1.368
Kurnia Mengabdi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Vol. 3, No. 2, Agustus 2026, page: 13-24
E-ISSN: 3047-2474 (online) 24
https://kurniajurnal.com/index.php/kurnia-mengabdi
Djibran, A. K. S., Subiyanto, P., Wakhudin, W., & Rahayu, N. S. (2024). Transforming
Education in The Digital Age: How Technology Affects Teaching and Learning
Methods. Journal of Pedagogi, 1(3), 141155. https://doi.org/10.62872/ksq9jc13
Halmaghi, E.-E., & Todăriţă, E.-T. (2023). Creating a Learning Culture in the
Organisation. Scientific Bulletin, 28(2), 210214. https://doi.org/10.2478/bsaft-
2023-0021
Ismuni, M., Usman, M., & Choiriyah, S. (2024). Digital Trends and 21st Century
Competencies in Educational Transformation. Kontigensi: Jurnal Ilmiah
Manajemen, 12(2), 930939. https://doi.org/10.56457/jimk.v12i2.649
Lasmana, O., Festiyet, F., Razak, A., & Fadilah, M. (2024). Transforming Education in
the 5.0 Era: Utilizing Technology to Improve Critical Thinking and Creativity
in The Digital Generation. Proceedings of the 1st International Conference on Social
Science (ICSS), 3(2), 285294. https://doi.org/10.59188/icss.v3i2.208
Lubis, D. D. (2023). Using Digital Learning Media to Increase Student Creativity in
Solving Mathematics Problems. EDUCTUM: Journal Research, 2(5), 1618.
https://doi.org/10.56495/ejr.v2i5.462
Martínez, O. R. L., & Corzo, J. W. F. (2024). Organizaciones empresariales que
aprenden: Learning business organizations. LATAM Revista Latinoamericana de
Ciencias Sociales y Humanidades, 5(5). https://doi.org/10.56712/latam.v5i5.2877
Nikou, S., & Aavakare, M. (2021). An assessment of the interplay between literacy and
digital Technology in Higher Education. Education and Information Technologies,
26(4), 38933915. https://doi.org/10.1007/s10639-021-10451-0
Rudyanto, H. E., Pradana, L. N., Mumtahana, H. A., & Pamungkas, R. (2023). Digital
Environment Learning (DEL): Creativity in Framework of Digital Literacy.
Profesi Pendidikan Dasar, 1523. https://doi.org/10.23917/ppd.v10i1.21821
Suwana, F. (2021). Content, changers, community and collaboration: Expanding
digital media literacy initiatives. Media Practice and Education, 22(2), 153170.
https://doi.org/10.1080/25741136.2021.1888192
UNESCO. (2023). Global Education Monitoring Report 2023: Technology in education: A
tool on whose terms? (1st ed.). GEM Report UNESCO.
https://doi.org/10.54676/UZQV8501
Varis, I., Kravchuk, O., & Briks, A. (2024). Lifelong Learning Culture and Strategies for
its Development. PROBLEMS OF SYSTEMIC APPROACH IN THE ECONOMY,
(3(96)). https://doi.org/10.32782/2520-2200/2024-3-5
V.I., N. (2024). Digital Literacy in Modern Education. THE AMERICAN JOURNAL OF
SOCIAL SCIENCE AND EDUCATION INNOVATIONS, 6(10), 6165.
https://doi.org/10.37547/tajssei/Volume06Issue10-07
Zorko, T. (2024). Digital Transformation Through Cooperative Learning. ŠVIETIMAS:
POLITIKA, VADYBA, KOKYBĖ / EDUCATION POLICY, MANAGEMENT AND
QUALITY, 16(1), 6979. https://doi.org/10.48127/spvk-epmq/24.16.69