Kurnia Mengabdi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Vol. 3, No. 2, Agustus 2026, page: 74-83
E-ISSN: 3047-2474
Naskah dikirim: 21/03/2026 Selesai revisi: 18/05/2026 Disetujui: 25/07/2026 Diterbitkan: 1/08/2026
74
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 CC BY-SA International License.
Pelatihan Pengembangan Bahan Ajar Komik Berbantuan AI dan
Dampaknya Terhadap Hasil Belajar
Aeng Muhidin
1*
, Heri Kurnia
2
, Shinta Doriza
3
, Abd. Chaidir Marasabessy
4
1,2,4
Universitas Pamulang, Indonesia
3
Universitas Negeri Jakarta, Indonesia
e-mail:
1*
aengmuhidin@unpam.ac.id,
2
dosen03087@unpam.ac.id,
3
shintadoriza@unj.ac.id,
4
dosen02633@unpam.ac.id
Abstrak
Guru sekolah dasar menghadapi tantangan dalam mengembangkan bahan ajar yang
menarik dan adaptif terhadap kebutuhan belajar siswa, sementara pemanfaatan
kecerdasan buatan (AI) untuk keperluan tersebut masih terbatas, terutama pada
kemampuan menyusun prompt yang terstruktur. Pengabdian ini berfokus pada
peningkatan kompetensi guru di SDN Rawajati 06 Pagi dalam mengembangkan
bahan ajar berbentuk komik berbantuan AI generatif serta mengukur dampaknya
terhadap hasil belajar siswa. Kegiatan bertujuan meningkatkan pemahaman guru
tentang prinsip prompt engineering untuk menghasilkan komik pembelajaran yang
kontekstual, sekaligus mengevaluasi efektivitasnya terhadap hasil belajar siswa.
Metode yang digunakan meliputi analisis kebutuhan melalui kuesioner pratraining,
pemaparan materi dan demonstrasi, praktik langsung menyusun prompt AI,
kuesioner pascatraining, serta uji coba penerapan komik hasil pelatihan pada
pembelajaran di kelas yang dievaluasi melalui pretest-posttest terhadap 21 siswa.
Hasil pengabdian menunjukkan peningkatan signifikan pada kompetensi guru:
persentase guru yang mampu menyusun prompt komik secara terstruktur
meningkat dari 0% menjadi 55,6%, penggunaan AI untuk membuat komik
meningkat dari 11,1% menjadi 57,1%, dan seluruh peserta (100%) menyatakan puas
terhadap pelatihan. Pada tingkat siswa, rata-rata hasil belajar meningkat dari 7,10
menjadi 8,43 dengan N-Gain sebesar 0,50 (kategori sedang) dan uji t berpasangan
menunjukkan perbedaan yang signifikan (p < 0,001). Kegiatan ini membuktikan
bahwa pelatihan penyusunan prompt AI untuk bahan ajar komik efektif
meningkatkan kompetensi digital guru sekaligus berdampak positif terhadap hasil
belajar siswa.
Kata Kunci: kecerdasan buatan; bahan ajar komik; pelatihan guru; prompt
engineering; hasil belajar.
Kurnia Mengabdi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Vol. 3, No. 2, Agustus 2026, page: 74-83
E-ISSN: 3047-2474 (online) 75
https://kurniajurnal.com/index.php/kurnia-mengabdi
Abstract
Elementary school teachers face challenges in developing teaching materials that are engaging
and adaptive to students' learning needs, while the use of generative Artificial Intelligence
(AI) for this purpose remains limited, particularly in the ability to compose structured
prompts. This community service activity focused on improving the competence of teachers at
SDN Rawajati 06 Pagi in developing AI-assisted comic-based teaching materials and
measuring its impact on student learning outcomes. The activity aimed to improve teachers'
understanding of prompt engineering principles for producing contextual instructional
comics and to evaluate its effectiveness on student learning outcomes. The methods used
included a needs analysis through a pre-training questionnaire, material presentation and
demonstration, hands-on practice in composing AI prompts, a post-training questionnaire,
and a classroom trial of the resulting comics evaluated through a pretest-posttest design
involving 21 students. The results showed significant improvement in teacher competence:
the percentage of teachers able to compose structured comic prompts increased from 0% to
55.6%, the use of AI to create comics increased from 11.1% to 57.1%, and all participants
(100%) expressed satisfaction with the training. At the student level, the average learning
outcome score increased from 7.10 to 8.43, with an N-Gain of 0.50 (moderate category) and a
paired t-test showing a significant difference (p < .001). This activity demonstrates that
training in AI prompt composition for comic-based teaching materials effectively improves
teachers' digital competence and positively impacts student learning outcomes.
Keywords: artificial intelligence; comic; teacher training; prompt engineering; learning
outcomes.
Pendahuluan
Perkembangan teknologi kecerdasan buatan dalam beberapa tahun terakhir
membuka peluang baru bagi guru untuk mengembangkan bahan ajar yang lebih
variatif, interaktif, dan sesuai dengan karakteristik peserta didik (Kasneci et al.,
2023). Di tingkat sekolah dasar, salah satu media pembelajaran yang terbukti efektif
meningkatkan minat dan hasil belajar siswa adalah komik, karena mampu
menyajikan materi abstrak melalui narasi visual yang mudah dipahami (Rahmah et
al., 2025; Irnawati et al., 2024; Gunawan & Sujarwo, 2022; Puspitorini et al., 2014).
Komik berbantuan AI semakin banyak dikembangkan pada berbagai mata pelajaran
di sekolah dasar karena mempersingkat proses produksi ilustrasi yang selama ini
menjadi kendala utama guru dalam membuat komik secara mandiri (Aziz et al.,
2024; Sumantri & Putri, 2022; Putri & Pradana, 2024; Rohmanurmeta & Dewi, 2020).
Meskipun potensinya besar, pemanfaatan AI generatif oleh guru sekolah dasar
dalam praktik pembelajaran sehari-hari masih terbatas. Kajian Nasywa dkk. (2026)
mengungkapkan bahwa keterbatasan kompetensi digital guru menjadi salah satu
tantangan utama dalam pengintegrasian AI ke dalam pembelajaran di sekolah dasar.
Kurnia Mengabdi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Vol. 3, No. 2, Agustus 2026, page: 74-83
E-ISSN: 3047-2474 (online) 76
https://kurniajurnal.com/index.php/kurnia-mengabdi
Studi kebutuhan pengembangan bahan ajar berbasis AI generatif pada jenjang
pendidikan lain turut menegaskan urgensi peningkatan kompetensi guru pada aspek
ini, termasuk keterbatasan pemanfaatan platform AI di luar kebutuhan dasar (Putri
et al., 2026). Kompetensi yang paling menentukan kualitas keluaran AI adalah
kemampuan menyusun instruksi atau prompt yang jelas dan terstruktur, sebuah
keterampilan yang dikenal sebagai prompt engineering (Celik, 2023). Guru yang
belum terbiasa menyusun prompt yang memuat peran, tugas, konteks, dan format
keluaran cenderung memperoleh hasil yang kurang sesuai dengan kebutuhan
pembelajaran di kelasnya (UNESCO, 2023).
Kondisi tersebut ditemukan pula pada guru-guru SDN Rawajati 06 Pagi. Hasil
asesmen kebutuhan (need assessment) yang dilakukan melalui kuesioner pra-
pelatihan terhadap sembilan guru menunjukkan bahwa delapan dari sembilan guru
belum pernah menggunakan AI untuk membuat komik pembelajaran, dan tidak satu
pun guru yang mampu menuliskan prompt komik yang terstruktur; sebagian besar
jawaban hanya berupa keterangan “belum bisa” atau kosong. Pada aspek
penyusunan prompt soal, kondisinya relatif lebih baik namun tetap terbatas, hanya
tiga dari sembilan guru yang mampu menuliskan prompt yang cukup rinci. Kondisi
ini menegaskan perlunya intervensi berupa pelatihan yang tidak hanya
memperkenalkan AI, tetapi juga membekali guru dengan kerangka berpikir prompt
engineering yang aplikatif dan kontekstual dengan kebutuhan pembelajaran di kelas
masing-masing.
Kerangka Technological Pedagogical Content Knowledge (TPACK) menegaskan
bahwa integrasi teknologi ke dalam pembelajaran akan efektif apabila guru mampu
memadukan pengetahuan teknologi dengan pengetahuan pedagogik dan konten
secara utuh (Mishra & Koehler, 2006), dan kerangka ini kini diperluas menjadi
Intelligent-TPACK untuk mengakomodasi peran AI dalam praktik mengajar (Celik,
2023). Berdasarkan kerangka tersebut, pelatihan penyusunan bahan ajar berbasis AI
perlu dirancang secara praktis, memberi ruang latihan langsung, dan diukur
dampaknya tidak hanya pada kompetensi guru, tetapi juga pada hasil belajar siswa
sebagai pengguna akhir bahan ajar tersebut (Zawacki-Richter et al., 2019).
Berdasarkan uraian tersebut, tim pengabdi melaksanakan kegiatan pelatihan
“Pengembangan Bahan Ajar Komik Berbantuan AI” bagi guru SDN Rawajati 06 Pagi.
Pengabdian ini bertujuan untuk (1) meningkatkan pemahaman dan keterampilan
guru dalam menyusun prompt AI generatif untuk menghasilkan bahan ajar komik
yang kontekstual dan terstruktur, dan (2) mengevaluasi dampak penerapan bahan
ajar komik hasil pelatihan tersebut terhadap hasil belajar siswa melalui uji coba
pretest-posttest pada salah satu kelas peserta pelatihan.
Kurnia Mengabdi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Vol. 3, No. 2, Agustus 2026, page: 74-83
E-ISSN: 3047-2474 (online) 77
https://kurniajurnal.com/index.php/kurnia-mengabdi
Metode
Kegiatan pengabdian dilaksanakan di SDN Rawajati 06 Pagi pada 3 Agustus 2026,
dengan melibatkan sembilan guru sebagai peserta pelatihan. Pelaksanaan
pengabdian mengikuti empat tahapan, yaitu (1) analisis kebutuhan, (2) pelaksanaan
pelatihan, (3) evaluasi, dan (4) uji coba penerapan di kelas, sebagaimana disajikan
pada Gambar 1.
Gambar 1. Tahapan Pelaksanaan Pengabdian
Pada tahap analisis kebutuhan, peserta mengisi kuesioner pra-pelatihan secara
daring (Google Form) yang memuat pertanyaan mengenai tingkat familiaritas
terhadap AI, pengalaman memanfaatkan AI untuk bahan ajar dan komik
pembelajaran, serta contoh prompt yang biasa digunakan. Data ini digunakan untuk
memetakan kondisi awal kompetensi digital peserta sekaligus menjadi dasar
penyusunan materi pelatihan.
Tahap pelaksanaan pelatihan dilakukan melalui pemaparan konsep AI generatif dan
prinsip penyusunan prompt yang terstruktur, meliputi unsur peran (role), tugas
(task), gaya visual, deskripsi tokoh, alur panel, dan format keluaran. Materi
dilanjutkan dengan demonstrasi langsung pembuatan komik pembelajaran
menggunakan AI generatif, kemudian peserta berlatih secara mandiri menyusun
prompt komik dan prompt soal sesuai dengan mata pelajaran dan jenjang kelas yang
diampu masing-masing dengan pendampingan tim pengabdi.
Tahap evaluasi dilakukan melalui kuesioner pasca-pelatihan dengan struktur
pertanyaan yang identik dengan kuesioner pra-pelatihan, ditambah satu pertanyaan
mengenai tingkat kepuasan peserta. Perbandingan jawaban dianalisis secara
deskriptif kuantitatif untuk melihat perubahan pada empat indikator, yaitu
penggunaan AI untuk membuat komik, kemampuan menyusun prompt komik dan
prompt soal secara terstruktur (dinilai valid apabila prompt memuat unsur peran,
tugas, dan konteks yang jelas, dan tidak valid apabila jawaban kosong atau berupa
keterangan seperti “belum bisa”), serta panjang karakter prompt sebagai indikator
proksi tingkat kerincian instruksi yang disusun peserta.
Untuk mengukur dampak pelatihan terhadap hasil belajar siswa, salah satu guru
peserta bersedia untuk menggunakan komik dari hasil pelatihan pada pembelajaran
di kelas. Hasil belajar siswa diukur menggunakan desain pretest-posttest satu
Kurnia Mengabdi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Vol. 3, No. 2, Agustus 2026, page: 74-83
E-ISSN: 3047-2474 (online) 78
https://kurniajurnal.com/index.php/kurnia-mengabdi
kelompok (one-group pretest-posttest design) terhadap 21 siswa, dengan instrumen tes
berupa soal yang sama pada kedua waktu pengukuran (rentang skor 0-10). Data
hasil belajar dianalisis menggunakan statistik deskriptif (rata-rata dan simpangan
baku), uji normalized gain (N-Gain) menurut kriteria Hake untuk mengukur besaran
peningkatan yang dinormalisasi terhadap skor maksimum ideal, serta uji-t
berpasangan (paired sample t-test) untuk menguji signifikansi perbedaan rata-rata
pretest dan posttest.
Hasil dan Pembahasan
Hasil analisis kuesioner dari sembilan guru peserta pelatihan menunjukkan
peningkatan pada seluruh indikator kompetensi yang diukur, sebagaimana disajikan
pada Tabel 1, berikut ini.
Tabel 1. Perbandingan Kompetensi Guru Sebelum dan Sesudah Pelatihan
Indikator
Pra-Pelatihan
Pasca-Pelatihan
Guru pernah menggunakan AI untuk
membuat komik pembelajaran
1/9 (11,1%)
4/7 (57,1%)
Guru mampu menyusun prompt komik
secara terstruktur
0/9 (0%)
5/9 (55,6%)
Guru mampu menyusun prompt soal secara
terstruktur
3/9 (33,3%)
5/9 (55,6%)
Rata-rata panjang prompt komik (karakter)
6
950,6
Rata-rata panjang prompt soal (karakter)
40,7
653,2
Peserta menyatakan puas terhadap pelatihan
9/9 (100%)
Tabel 1. Perbandingan Kompetensi Guru Sebelum dan Sesudah Pelatihan (n = 9)
Catatan: sebagian pertanyaan pascatraining tidak diisi oleh seluruh peserta (2 dari 9
peserta tidak mengisi butir penggunaan AI untuk komik), sehingga persentase pada
baris tersebut dihitung dari jumlah responden yang mengisi (n = 7).
Tabel 1 menunjukkan bahwa sebelum pelatihan tidak satu pun peserta mampu
menuliskan prompt komik yang terstruktur (0%); jawaban yang diberikan umumnya
berupa keterangan “belum bisa” atau dibiarkan kosong, dengan rata-rata panjang
jawaban hanya 6 karakter. Setelah pelatihan, lima dari sembilan guru (55,6%)
berhasil menyusun prompt komik yang memuat unsur peran, tugas, gaya visual,
deskripsi tokoh, dan alur panel secara lengkap, dengan rata-rata panjang prompt
meningkat tajam menjadi 950,6 karakter. Peningkatan serupa terjadi pada
kemampuan menyusun prompt soal, dari 33,3% menjadi 55,6% guru yang mampu
Kurnia Mengabdi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Vol. 3, No. 2, Agustus 2026, page: 74-83
E-ISSN: 3047-2474 (online) 79
https://kurniajurnal.com/index.php/kurnia-mengabdi
menuliskan prompt secara rinci. Peningkatan drastis pada panjang dan kelengkapan
prompt ini menunjukkan bahwa peserta tidak sekadar mengetahui keberadaan AI,
tetapi telah memahami logika penyusunan instruksi yang terstruktur sebagaimana
ditekankan dalam konsep prompt engineering (Celik, 2023; UNESCO, 2023).
Penggunaan AI untuk membuat komik juga meningkat, dari hanya 11,1% guru
sebelum pelatihan menjadi 57,1% guru pasca-pelatihan (dihitung dari responden
yang mengisi butir tersebut). Seluruh peserta (100%) menyatakan puas terhadap
pelatihan yang diikuti. Temuan ini sejalan dengan hasil pengabdian sejenis oleh
Ginting dan Nasution (2026) yang melaporkan peningkatan skor pemahaman guru
dalam pengembangan bahan ajar digital berbasis AI dari 52,4 menjadi 84,8 (skala
100) setelah pelatihan serupa, serta Nur Afifah dkk. (2025) yang mencatat
peningkatan keterampilan guru sekolah dasar dalam memanfaatkan teknologi
pembelajaran sebesar 81% setelah program pendampingan.
Dampak pelatihan terhadap hasil belajar siswa dievaluasi melalui uji coba penerapan
pembelajaran komik pada 21 siswa, dengan hasil disajikan pada Tabel 2, berikut ini.
Tabel 2. Hasil Belajar Siswa Sebelum dan Sesudah Penerapan Komik
Pembelajaran
Statistik
Pretest
Posttest
Rata-rata
7,10
8,43
Simpangan baku
(SD)
0,89
0,87
Skor minimum
maksimum
6 9
7 10
Rata-rata gain (SD)
1,33 (0,58)
N-Gain (kriteria
Hake)
0,50 (kategori sedang)
Uji t berpasangan
t(20) = 10,58; p < 0,001
Siswa mengalami
peningkatan skor
20 dari 21 siswa (95,2%)
Tabel 2. Hasil Belajar Siswa Sebelum dan Sesudah Penerapan Komik Pembelajaran (n
= 21)
Rata-rata skor hasil belajar siswa meningkat dari 7,10 (pretest) menjadi 8,43 (posttest),
dengan rata-rata peningkatan (gain) sebesar 1,33 poin. Nilai N-Gain sebesar 0,50
berada pada kategori “sedang” menurut kriteria Hake, yang mengindikasikan
Kurnia Mengabdi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Vol. 3, No. 2, Agustus 2026, page: 74-83
E-ISSN: 3047-2474 (online) 80
https://kurniajurnal.com/index.php/kurnia-mengabdi
bahwa peningkatan hasil belajar tidak semata-mata disebabkan oleh efek
pengulangan tes, melainkan mencerminkan perolehan pemahaman baru dari proses
pembelajaran menggunakan media komik. Uji-t berpasangan menunjukkan
perbedaan rata-rata pretest dan posttest yang sangat signifikan, t(20) = 10,58, p < 0,001,
dengan 20 dari 21 siswa (95,2%) mengalami peningkatan skor dan tidak ada siswa
yang mengalami penurunan.
Temuan ini memperkuat sejumlah kajian terdahulu yang menunjukkan bahwa
media komik efektif meningkatkan hasil belajar siswa sekolah dasar pada berbagai
mata pelajaran, seperti IPA (Rahmah et al., 2025; Puspitorini et al., 2014), membaca
permulaan (Irnawati et al., 2024), literasi (Putri & Pradana, 2024), dan sejarah
(Gunawan & Sujarwo, 2022). Peningkatan hasil belajar ini juga sejalan dengan
temuan bahwa motivasi dan kemandirian belajar berkontribusi terhadap capaian
hasil belajar siswa sekolah dasar (Zakya et al., 2024), yang dalam konteks
pengabdian ini turut didorong oleh daya tarik visual dan narasi komik pembelajaran
berbasis AI. Menurut teori IDC (Interest-Driven Creator) yang dikemukakan Wong
dkk. (2020), media yang mampu membangkitkan minat (interest loop) siswa, seperti
komik dengan narasi dan visual yang menarik, mendorong keterlibatan aktif siswa
yang pada gilirannya meningkatkan pemahaman dan retensi. Karakter komik yang
konsisten dan alur cerita kontekstual yang disusun guru dengan prompt sejalan
dengan prinsip pengembangan komik edukatif yang direkomendasikan Puriasih dan
Trisna (2022) serta Rohmanurmeta dan Dewi (2020), yaitu integrasi antara kejelasan
konten pembelajaran dengan daya tarik visual naratif.
Secara keseluruhan, hasil pengabdian ini menunjukkan adanya keterkaitan yang
konsisten antara peningkatan kompetensi guru dalam menyusun prompt AI dan
peningkatan hasil belajar siswa. Guru yang mampu menyusun prompt yang
terstruktur menghasilkan komik pembelajaran yang lebih kontekstual dan sesuai
kebutuhan kelas, sehingga berdampak langsung pada efektivitas proses
pembelajaran, sejalan dengan pandangan Manongga dkk. (2022) bahwa dampak AI
terhadap pendidikan sangat bergantung pada kapasitas penggunanya dalam
mengarahkan teknologi tersebut secara tepat guna.
Simpulan dan Rekomendasi
Pelatihan pengembangan bahan ajar komik berbantuan AI yang dilaksanakan bagi
guru SDN Rawajati 06 Pagi terbukti mampu meningkatkan kompetensi guru dalam
menyusun prompt yang terstruktur, mendorong pemanfaatan AI secara lebih
bermakna dalam penyusunan bahan ajar, serta berdampak positif terhadap hasil
belajar siswa ketika bahan ajar tersebut diterapkan di kelas. Guru yang semula
belum terbiasa menuliskan instruksi AI yang jelas mampu menghasilkan prompt
yang memuat peran, tugas, gaya visual, dan alur cerita secara lengkap setelah
Kurnia Mengabdi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Vol. 3, No. 2, Agustus 2026, page: 74-83
E-ISSN: 3047-2474 (online) 81
https://kurniajurnal.com/index.php/kurnia-mengabdi
mengikuti pelatihan, dan komik yang dihasilkan terbukti membantu siswa
memahami materi pelajaran dengan lebih baik. Kegiatan ini menegaskan bahwa
penguasaan prompt engineering merupakan keterampilan esensial bagi guru di era
pembelajaran berbantuan kecerdasan buatan, sejalan dengan tuntutan kompetensi
teknologi pedagogik pada kerangka TPACK. Mengingat keterbatasan jumlah peserta
dan durasi pengabdian, disarankan agar kegiatan serupa dilanjutkan dengan
pendampingan berkelanjutan agar seluruh guru dapat menerapkan bahan ajar
berbasis AI secara mandiri dan konsisten di kelasnya masing-masing, serta perlu
dikembangkan lebih lanjut pada sekolah mitra lain dengan cakupan mata pelajaran
dan jenjang kelas yang lebih luas agar dampaknya terhadap hasil belajar siswa dapat
dikaji secara lebih komprehensif.
Penghargaan
Tim pengabdi mengucapkan terima kasih kepada Ibu Widi Atmadja, S.Pd. selaku
Kepala Sekolah dan seluruh guru SDN Rawajati 06 Pagi atas partisipasi dan kerja
sama yang baik selama pelaksanaan kegiatan, serta kepada Universitas Pamulang
atas dukungan yang diberikan dalam pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat
ini.
Daftar Pustaka
Aziz, A. M., Wardani, P. A., & Usman, H. (2024). Pengembangan media
pembelajaran komik digital berbasis artificial intelligence di sekolah dasar.
Pendas: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 9(2), 48744888.
https://doi.org/10.23969/jp.v9i2.14364
Celik, I. (2023). Towards Intelligent-TPACK: An empirical study on teachers’
professional knowledge to ethically integrate artificial intelligence (AI)-based
tools into education. Computers in Human Behavior, 138, 107468.
https://doi.org/10.1016/j.chb.2022.107468
Ginting, G. L., & Nasution, S. D. (2026). Peningkatan kompetensi guru dalam
pengembangan bahan ajar digital melalui pelatihan pemanfaatan artificial
intelligence. Journal of Social Responsibility Projects by Higher Education
Forum, 7(1), 6268. https://doi.org/10.47065/jrespro.v7i1.10790
Gunawan, P., & Sujarwo. (2022). Pemanfaatan komik sebagai media pembelajaran
sejarah dalam meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa. Kronik: Journal
of History Education and Historiography, 6(1), 3944.
https://doi.org/10.26740/kjhi.v6i1.17948
Irnawati, I., Uswatun, D. A., & Nurmeta, I. K. (2024). Penerapan media komik untuk
meningkatkan kemampuan membaca pemula siswa sekolah dasar. Jurnal
Basicedu, 8(5), 39513962. https://doi.org/10.31004/basicedu.v8i5.8699
Kurnia Mengabdi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Vol. 3, No. 2, Agustus 2026, page: 74-83
E-ISSN: 3047-2474 (online) 82
https://kurniajurnal.com/index.php/kurnia-mengabdi
Kasneci, E., Sessler, K., Küchemann, S., Bannert, M., Dementieva, D., Fischer, F.,
Gasser, U., Groh, G., Günnemann, S., Hüllermeier, E., Krusche, S., Kutyniok, G.,
Michaeli, T., Nerdel, C., Pfeffer, J., Poquet, O., Sailer, M., Schmidt, A., Seidel, T.,
Kasneci, G. (2023). ChatGPT for good? On opportunities and challenges of
large language models for education. Learning and Individual Differences, 103,
102274. https://doi.org/10.1016/j.lindif.2023.102274
Manongga, D., Rahardja, U., Sembiring, I., Lutfiani, N., & Yadila, A. B. (2022).
Dampak kecerdasan buatan bagi pendidikan. ADI Bisnis Digital Interdisiplin
Jurnal, 3(2), 6570. https://doi.org/10.34306/abdi.v3i2.792
Mishra, P., & Koehler, M. J. (2006). Technological pedagogical content knowledge: A
framework for teacher knowledge. Teachers College Record, 108(6), 10171054.
https://doi.org/10.1111/j.1467-9620.2006.00684.x
Nasywa, Z., Sinurat, B. C. N., Uzma, R., Syapni, N. A., Sitorus, D. L., & Rajagukguk,
J. (2026). Peran kecerdasan buatan (AI) dalam pembelajaran Bahasa Indonesia
di sekolah dasar: Studi literatur. Jurnal Bima: Pusat Publikasi Ilmu Pendidikan
Bahasa dan Sastra, 4(2), 162174. https://doi.org/10.61132/bima.v4i2.2831
Nur Afifah, D. S., Pamungkas, B. D., Widyawati, E., Hidayat, R., & Irnelia, V. R.
(2025). Pelatihan pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran berdiferensiasi
dengan pendekatan onto semiotik bagi guru sekolah dasar. Jurnal Pengabdian
kepada Masyarakat Nusantara, 6(4), 52835289.
https://doi.org/10.55338/jpkmn.v6i4.4594
Puriasih, K. N., & Trisna, G. A. P. S. (2022). Digital comics learning media based on
problem based learning in science subjects for fourth grade elementary school.
Mimbar PGSD Undiksha, 10(2), 367375.
https://doi.org/10.23887/jjpgsd.v10i2.48575
Puspitorini, R., Prodjosantoso, A. K., Subali, B., & Jumadi, J. (2014). Penggunaan
media komik dalam pembelajaran IPA untuk meningkatkan motivasi dan hasil
belajar kognitif dan afektif. Jurnal Cakrawala Pendidikan, 3(3), 413420.
https://doi.org/10.21831/cp.v3i3.2385
Putri, M., Saputri, W., & Genisa, M. U. (2026). Analisis kebutuhan bahan ajar
berbantuan AI generative di SMP Patra Mandiri Palembang. Konstruktivisme:
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran, 18(2), 531544.
https://doi.org/10.35457/4z1yz803
Putri, V. E., & Pradana, S. R. (2024). Komik sebagai media pembelajaran kreatif untuk
meningkatkan literasi siswa SD. JESE: Journal of Elementary School Education,
1(2), 95104.
Rahmah, N., Khairunnisa, K., Gagaramusu, Y. M., & Aprilia, A. (2025). Pengaruh
media komik digital terhadap minat dan hasil belajar siswa pada pelajaran IPA
sekolah dasar. Jurnal Didaktika Pendidikan Dasar, 9(2), 617634.
https://doi.org/10.26811/didaktika.v9i2.1808
Kurnia Mengabdi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Vol. 3, No. 2, Agustus 2026, page: 74-83
E-ISSN: 3047-2474 (online) 83
https://kurniajurnal.com/index.php/kurnia-mengabdi
Rohmanurmeta, F. M., & Dewi, C. (2020). Developing digital comics as character
learning media for elementary school students. Jurnal Ilmu Pendidikan, 26(2),
4753. https://doi.org/10.17977/um048v26i2p47-53
Sumantri, M. S., & Putri, A. S. D. (2022). Pemanfaatan komik digital pada
pembelajaran IPA di kelas tinggi sekolah dasar. Perduli: Jurnal Pengabdian
Kepada Masyarakat, 2(2), 5562. https://doi.org/10.21009/perduli.v2i2.28048
UNESCO. (2023). Guidance for generative AI in education and research. UNESCO
Publishing. https://doi.org/10.54675/EWZM9535
Wong, L. H., Chan, T. W., Chen, W., Looi, C. K., Chen, Z. H., Liao, C. C., Cheng, H.
N. H., & Wong, S. L. (2020). IDC theory: Interest and the interest loop. Research
and Practice in Technology Enhanced Learning, 15(1), 3.
https://doi.org/10.1186/s41039-020-0123-2
Zakya, A. L. F., Wardhani, P. A., & Usman, H. (2024). Hubungan antara motivasi
belajar dan kemandirian peserta didik terhadap hasil belajar IPS siswa SDN Jati
05 Pagi tahun pelajaran 2023/2024. Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan, 9(2), 831
838. https://doi.org/10.29303/jipp.v9i2.2207
Zawacki-Richter, O., Marín, V. I., Bond, M., & Gouverneur, F. (2019). Systematic
review of research on artificial intelligence applications in higher education
where are the educators? International Journal of Educational Technology in
Higher Education, 16, 39. https://doi.org/10.1186/s41239-019-0171-0