Kurnia Mengabdi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Vol. 3, No. 2, August 2026, page: 104-116
E-ISSN: 3047-2474
Naskah dikirim: 21/05/2026 Selesai revisi: 18/06/2026 Disetujui: 25/07/2026Diterbitkan: 1/08/2026
104
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 CC BY-SA International License.
Peningkatan Literasi Keuangan Pengelola BUMNag Sehati Lubuk
Gadang
Aida Fitria
1
, Novia Citra Dewi
2
, M. Zaky Mubarak Lubis
3*
, Zam Zuriyati
Mohamad
4
, Gery Nusabil
5
1,2,3,5
UIN Imam Bonjol Padang, Indonesia
4
Universiti Tunku Abdul Rahman, Malaysia
e-mail:
1
aidafitria@uinib.ac.id,
2
noviacitradewi@uinib.ac.id,
3*
zakylubis@uinib.ac.id,
4
zuriyati@utar.edu.my,
5
gerynusabil@gmail.com
Abstrak
Badan Usaha Milik Nagari (BUMNag) merupakan kelembagaan ekonomi
masyarakat yang memiliki peran strategis dalam mendukung kemandirian ekonomi
berbasis potensi lokal melalui pengelolaan berbagai aktivitas usaha nagari.
Keberhasilan pengelolaan BUMNag tidak hanya ditentukan oleh kemampuan
menjalankan kegiatan usaha, tetapi juga dipengaruhi oleh kualitas tata kelola
keuangan yang transparan, akuntabel, dan mampu menyediakan informasi
keuangan yang relevan bagi pengambilan keputusan. Salah satu permasalahan yang
dihadapi BUMNag Sehati Lubuk Gadang adalah keterbatasan pemahaman pengelola
dalam melakukan pencatatan transaksi dan menyusun laporan keuangan secara
sistematis. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk
meningkatkan literasi keuangan pengelola BUMNag Sehati Lubuk Gadang melalui
pendekatan Participatory Action Research (PAR). Metode pelaksanaan dilakukan
melalui beberapa tahapan, yaitu identifikasi permasalahan bersama mitra,
penyusunan rencana tindakan, pelatihan berbasis praktik, pendampingan
penyusunan laporan keuangan, serta evaluasi dan refleksi hasil kegiatan. Hasil
kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman pengelola mengenai
konsep dasar akuntansi, klasifikasi transaksi, proses pencatatan keuangan, serta
penyusunan laporan keuangan sederhana. Pendekatan PAR mampu menciptakan
proses pembelajaran yang partisipatif sehingga pengelola tidak hanya memperoleh
pengetahuan teknis, tetapi juga memiliki kemampuan untuk menerapkan
pengelolaan keuangan secara lebih mandiri dan berkelanjutan.
Kata Kunci: BUMNag; Literasi Keuangan; Laporan Keuangan; Participatory Action
Research; Akuntabilitas
Abstract
Badan Usaha Milik Nagari (BUMNag) is a community economic institution that plays a
strategic role in supporting economic independence based on local potential through the
management of various nagari business activities. The success of managing BUMNag is not
only determined by the ability to run business activities but is also influenced by the quality
Kurnia Mengabdi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Vol. 3, No. 2, August 2026, page: 104-116
E-ISSN: 3047-2474 (online) 105
https://kurniajurnal.com/index.php/kurnia-mengabdi
of financial governance that is transparent, accountable, and capable of providing relevant
financial information for decision-making. One of the problems faced by BUMNag Sehati
Lubuk Gadang is the limited understanding of the managers in recording transactions and
preparing financial reports systematically. This community service activity aims to improve
the financial literacy of the managers of BUMNag Sehati Lubuk Gadang through the
Participatory Action Research (PAR) approach. The implementation method was carried out
through several stages, namely problem identification with partners, action plan preparation,
practice-based training, assistance in financial report preparation, and evaluation and
reflection on the activity results. The results of the activities show an increase in the
managers' understanding of basic accounting concepts, transaction classification, financial
recording processes, and the preparation of simple financial reports. The PAR approach is
capable of creating a participatory learning process, allowing managers not only to acquire
technical knowledge but also to develop the ability to implement financial management more
independently and sustainably.
Keywords: BUMNag; Financial Literacy; Financial Reports; Participatory Action Research;
Accountability
Pendahuluan
Penguatan ekonomi masyarakat berbasis desa atau nagari menjadi salah satu
strategi penting dalam pembangunan ekonomi inklusif di Indonesia. Salah satu
instrumen yang dikembangkan pemerintah untuk mendukung tujuan tersebut
adalah Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan Badan Usaha Milik Nagari
(BUMNag). Lembaga ini tidak hanya berfungsi sebagai unit usaha, tetapi juga
sebagai institusi ekonomi masyarakat yang memiliki peran dalam mengelola potensi
lokal, menciptakan aktivitas ekonomi, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat
(Anggraeni, 2016). Perkembangan BUMDes di berbagai daerah menunjukkan bahwa
keberadaan lembaga ekonomi desa dapat menjadi penggerak ekonomi lokal apabila
didukung oleh tata kelola organisasi yang baik (Arifin et al., 2020).
Dalam menjalankan perannya sebagai lembaga ekonomi masyarakat, BUMNag
menghadapi tuntutan untuk menerapkan prinsip pengelolaan yang profesional.
Salah satu aspek penting dalam tata kelola tersebut adalah sistem administrasi dan
pelaporan keuangan. Laporan keuangan bukan hanya berfungsi sebagai dokumen
administratif, tetapi menjadi sumber informasi yang digunakan untuk mengevaluasi
kinerja usaha, mengendalikan aktivitas operasional, serta memberikan
pertanggungjawaban kepada masyarakat dan pemerintah desa/nagari (Heriyanto et
al., 2022; Suun et al., 2022; Triyuwono, 2019). Oleh karena itu, kemampuan pengelola
dalam menghasilkan laporan keuangan yang sistematis menjadi bagian penting
dalam keberlanjutan organisasi.
Namun, berbagai penelitian menunjukkan bahwa kemampuan pengelola
BUMDes/ BUMNag dalam bidang akuntansi masih menjadi tantangan.
Keterbatasan pemahaman terhadap konsep dasar akuntansi, klasifikasi transaksi,
serta penyusunan laporan keuangan menyebabkan sebagian besar badan usaha desa
masih menggunakan pencatatan sederhana berbasis kas masuk dan kas keluar
(Santiko et al., 2026). Kondisi tersebut menyebabkan informasi keuangan yang
Kurnia Mengabdi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Vol. 3, No. 2, August 2026, page: 104-116
E-ISSN: 3047-2474 (online) 106
https://kurniajurnal.com/index.php/kurnia-mengabdi
tersedia belum mampu menggambarkan kondisi usaha secara menyeluruh dan
belum optimal digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan.
Literasi keuangan menjadi salah satu faktor yang berpengaruh terhadap
kualitas pengelolaan keuangan organisasi. Literasi keuangan tidak hanya berkaitan
dengan kemampuan memahami angka, tetapi juga mencakup kemampuan
melakukan perencanaan, pencatatan, pengendalian, dan evaluasi keuangan (Thaha,
2022; Yushita, 2017). Dalam konteks organisasi masyarakat, rendahnya literasi
keuangan dapat menyebabkan lemahnya sistem pengawasan internal dan
rendahnya kualitas informasi keuangan yang dihasilkan (Rahmatullah et al., 2024;
Sari & Jusman, 2025).
Permasalahan tata kelola keuangan juga berkaitan erat dengan aspek
transparansi dan akuntabilitas organisasi. Segarawasesa & Mustika (2023)
menjelaskan bahwa penerapan prinsip good governance dalam organisasi ekonomi
desa membutuhkan sistem pelaporan yang jelas agar aktivitas pengelolaan dapat
dipertanggungjawabkan. Hal tersebut diperkuat oleh Hasanah et al. (2020) dan
Wardana (2016) yang menyatakan bahwa akuntabilitas pengelolaan dana publik
pada tingkat desa sangat dipengaruhi oleh kualitas administrasi dan mekanisme
pelaporan yang diterapkan.
BUMNag Sehati Lubuk Gadang merupakan salah satu lembaga ekonomi nagari
yang menghadapi tantangan serupa. Berdasarkan hasil identifikasi awal, sistem
pencatatan keuangan yang dilakukan masih terbatas pada pencatatan transaksi
penerimaan dan pengeluaran kas sehingga belum menghasilkan laporan keuangan
yang mampu menggambarkan posisi keuangan usaha secara lengkap. Selain itu,
perubahan struktur kepengurusan menyebabkan kebutuhan peningkatan kapasitas
pengelola menjadi semakin penting agar pengelolaan keuangan dapat dilakukan
secara lebih tertib dan transparan.
Beberapa kegiatan pengabdian sebelumnya telah menunjukkan bahwa
pendampingan penyusunan laporan keuangan dapat meningkatkan kemampuan
pengelola badan usaha desa. Pesma et al. (2023) dan Saragih et al. (2023) menemukan
bahwa pendampingan berbasis standar akuntansi membantu pengelola BUMNag
memahami proses penyusunan laporan keuangan. Hal serupa juga ditemukan oleh
Handayani et al. (2022) yang menunjukkan bahwa kegiatan pelatihan mampu
meningkatkan kemampuan pengelola BUMNag dalam menyusun laporan
keuangan. Selain itu, Fitri & Yozu (2022) dan (Pesma et al., 2023)menjelaskan bahwa
penggunaan media pencatatan yang sederhana dan sesuai kebutuhan organisasi
dapat membantu meningkatkan kualitas administrasi keuangan BUMNag.
Meskipun berbagai kegiatan pelatihan telah dilakukan, sebagian besar masih
berorientasi pada transfer pengetahuan teknis. Padahal, perubahan kemampuan
pengelola membutuhkan keterlibatan aktif dari mitra dalam memahami
permasalahan dan menerapkan solusi. Pendekatan Participatory Action Research
(PAR) menjadi relevan karena menempatkan masyarakat sebagai aktor utama dalam
proses perubahan melalui tahapan perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi
(McTaggart & Nixon, 2014). Pendekatan ini telah diterapkan dalam berbagai
kegiatan pemberdayaan dan menunjukkan kemampuan dalam membangun
keterlibatan serta keberlanjutan program (Kusmawati et al., 2023).
Kurnia Mengabdi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Vol. 3, No. 2, August 2026, page: 104-116
E-ISSN: 3047-2474 (online) 107
https://kurniajurnal.com/index.php/kurnia-mengabdi
Dalam konteks pengelolaan keuangan BUMNag, pendekatan PAR
memungkinkan pengelola tidak hanya memahami konsep laporan keuangan, tetapi
juga menghubungkan materi pembelajaran dengan aktivitas ekonomi yang mereka
jalankan. Studi Kurniawan (2025) menunjukkan bahwa keterlibatan masyarakat
dalam perencanaan, penganggaran, pelaporan, evaluasi, dan monitoring
meningkatkan kepercayaan warga, kontrol sosial, profesionalisme aparatur, serta
akuntabilitas laporan keuangan.
Berdasarkan permasalahan tersebut, kegiatan pengabdian ini bertujuan
meningkatkan literasi keuangan pengelola BUMNag Sehati Lubuk Gadang melalui
pendekatan Participatory Action Research. Kegiatan difokuskan pada peningkatan
pemahaman konsep dasar akuntansi, kemampuan pencatatan transaksi, serta
keterampilan penyusunan laporan keuangan sebagai upaya memperkuat tata kelola
dan akuntabilitas pengelolaan BUMNag.
Metode
Pendekatan Pelaksanaan Pengabdian
Kegiatan pengabdian ini menggunakan pendekatan Participatory Action Research
(PAR) sebagai kerangka pelaksanaan program. Pemilihan pendekatan ini didasarkan
pada karakteristik permasalahan mitra yang tidak hanya membutuhkan
penyampaian pengetahuan mengenai akuntansi, tetapi juga membutuhkan
keterlibatan aktif pengelola dalam memahami kondisi keuangan organisasi dan
membangun praktik pengelolaan yang dapat diterapkan secara berkelanjutan.
Participatory Action Research merupakan pendekatan yang mengintegrasikan
proses partisipasi, tindakan, observasi, dan refleksi secara bersama antara fasilitator
dengan kelompok sasaran. Pendekatan ini menempatkan masyarakat atau mitra
sebagai subjek perubahan yang memiliki peran dalam mengidentifikasi
permasalahan, menentukan alternatif solusi, serta mengevaluasi hasil tindakan yang
dilakukan (McTaggart & Nixon, 2014). Dalam konteks pemberdayaan ekonomi
masyarakat, PAR memiliki keunggulan karena proses pembelajaran tidak hanya
menghasilkan peningkatan pengetahuan, tetapi juga mendorong munculnya rasa
kepemilikan terhadap perubahan yang dilakukan.
Penggunaan pendekatan partisipatif dalam penguatan kapasitas pengelola
badan usaha desa telah menunjukkan efektivitas dalam meningkatkan kualitas tata
kelola organisasi. Al Sukri et al. (2023) menjelaskan bahwa pendekatan PAR dalam
penguatan akuntabilitas keuangan BUMDes mampu meningkatkan keterlibatan
pengelola dalam memperbaiki sistem administrasi dan pelaporan keuangan. Hal
tersebut menunjukkan bahwa proses perubahan akan lebih berkelanjutan ketika
mitra terlibat secara langsung dalam proses pembelajaran dan penyelesaian masalah.
Kegiatan pengabdian dilaksanakan pada BUMNag Sehati Lubuk Gadang,
Kecamatan Sangir, Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat. Mitra dipilih
berdasarkan hasil identifikasi awal yang menunjukkan bahwa pengelola
membutuhkan peningkatan kapasitas dalam penyusunan laporan keuangan.
Sebelum kegiatan dilakukan, pencatatan keuangan BUMNag masih berfokus pada
transaksi kas masuk dan kas keluar sehingga belum menghasilkan laporan keuangan
yang menggambarkan kondisi usaha secara menyeluruh.
Kurnia Mengabdi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Vol. 3, No. 2, August 2026, page: 104-116
E-ISSN: 3047-2474 (online) 108
https://kurniajurnal.com/index.php/kurnia-mengabdi
Tahapan Pelaksanaan Kegiatan
Pelaksanaan kegiatan menggunakan siklus PAR yang terdiri atas empat
tahapan utama, yaitu identifikasi masalah, perencanaan tindakan, implementasi
kegiatan, serta evaluasi dan refleksi.
1. Identifikasi Kondisi Awal Mitra
Tahap awal dilakukan melalui observasi, wawancara, dan diskusi dengan
pengurus BUMNag. Tahapan ini bertujuan memperoleh gambaran mengenai
sistem administrasi keuangan yang telah berjalan serta mengidentifikasi
kebutuhan peningkatan kapasitas pengelola.
Hasil identifikasi menunjukkan bahwa pengelola telah melakukan pencatatan
aktivitas keuangan, tetapi pencatatan tersebut belum mengikuti proses akuntansi
secara sistematis. Pengelola masih mengalami kesulitan dalam memahami fungsi
akun, mengelompokkan transaksi, dan menyusun laporan keuangan.
Kondisi tersebut sejalan dengan penelitian Marsono et al. (2023) dan Atikah et al
(2019) yang menjelaskan bahwa kelemahan utama pengelolaan keuangan badan
usaha desa sering disebabkan oleh keterbatasan kemampuan sumber daya
manusia dalam menerapkan sistem pencatatan dan pelaporan keuangan.
2. Penyusunan Rencana Tindakan Bersama Mitra
Berdasarkan hasil identifikasi, tim pengabdian bersama pengelola BUMNag
menyusun rencana tindakan yang berorientasi pada kebutuhan praktis. Rencana
kegiatan tidak hanya diarahkan pada pemahaman teori akuntansi, tetapi juga
pada kemampuan menerapkan konsep tersebut dalam aktivitas usaha yang
dijalankan.
Materi pendampingan meliputi:
pemahaman konsep dasar akuntansi;
pengenalan jenis akun;
pencatatan transaksi;
penyusunan jurnal;
penyusunan laporan keuangan.
Strategi pembelajaran tersebut dipilih karena karakteristik peserta membutuhkan
metode yang aplikatif. Pengelola BUMNag tidak hanya membutuhkan
pemahaman mengenai definisi laporan keuangan, tetapi juga bagaimana proses
transaksi sehari-hari dapat diolah menjadi informasi keuangan.
Menurut Pratiwi et al. (2021) dan Arista et al. (2021), pendampingan penyusunan
laporan keuangan yang dilakukan melalui pendekatan praktik memberikan hasil
lebih efektif dibandingkan pelatihan teoritis karena peserta dapat langsung
menghubungkan materi dengan kebutuhan organisasi.
3. Implementasi Edukasi dan Pendampingan
Tahap implementasi dilakukan melalui kegiatan edukasi dan praktik penyusunan
laporan keuangan. Proses pembelajaran dilakukan secara bertahap dimulai dari
pemahaman konsep dasar hingga praktik menggunakan data transaksi BUMNag.
Pada tahap awal, peserta diberikan pemahaman mengenai hubungan antara
transaksi ekonomi dengan posisi keuangan organisasi. Pengelola kemudian
Kurnia Mengabdi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Vol. 3, No. 2, August 2026, page: 104-116
E-ISSN: 3047-2474 (online) 109
https://kurniajurnal.com/index.php/kurnia-mengabdi
diperkenalkan dengan beberapa kelompok akun seperti aset, kewajiban, modal,
pendapatan, dan beban.
Selanjutnya dilakukan simulasi pencatatan transaksi berdasarkan aktivitas usaha
BUMNag. Peserta diarahkan untuk memahami bagaimana transaksi yang terjadi
dalam kegiatan usaha dicatat, diklasifikasikan, dan disusun menjadi laporan
keuangan.
Pendekatan berbasis praktik ini memiliki relevansi dengan hasil penelitian
Zulbetti et al. (2019) yang menunjukkan bahwa pelatihan literasi keuangan bagi
pengurus badan usaha desa mampu meningkatkan pemahaman peserta mengenai
pengelolaan keuangan dan penyusunan laporan sederhana.
Selain itu, penggunaan contoh transaksi nyata organisasi juga memperkuat proses
pembelajaran karena peserta dapat melihat hubungan langsung antara aktivitas
usaha dengan informasi keuangan yang dihasilkan. Fitri & Friyatmi (2023)
menjelaskan bahwa penggunaan sistem pencatatan yang sederhana dan sesuai
karakteristik BUMNag dapat membantu pengelola menghasilkan informasi
keuangan yang lebih mudah dipahami.
4. Evaluasi dan Refleksi
Tahap evaluasi dilakukan melalui diskusi bersama, pemeriksaan hasil praktik
penyusunan laporan, serta refleksi terhadap perubahan pemahaman peserta.
Indikator evaluasi kegiatan meliputi:
Tabel 1. Indikator Evaluasi Kegiatan
Indikator Evaluasi
Kondisi yang Diharapkan
Pemahaman konsep
akuntansi
Pengelola memahami fungsi dan hubungan antar akun
Kemampuan mencatat
transaksi
Pengelola mampu mengidentifikasi dan mencatat
transaksi secara sistematis
Kemampuan menyusun
laporan
Pengelola memahami tahapan penyusunan laporan
keuangan
Kesadaran tata kelola
Pengelola memahami pentingnya transparansi dan
akuntabilitas
Sumber: Penulis
Evaluasi dalam PAR tidak hanya digunakan untuk mengukur keberhasilan
kegiatan, tetapi juga menjadi proses refleksi untuk menentukan kebutuhan
pengembangan berikutnya.
Gambar 1 Tahapan Pelaksanaan Pengabdian
Identifikasi
Kondisi Awal
Mitra
Penyusunan
Rencana
Tindakan
Bersama Mitra
Implementasi
Edukasi dan
Pendampingan
Evaluasi dan
Refleksi
Kurnia Mengabdi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Vol. 3, No. 2, August 2026, page: 104-116
E-ISSN: 3047-2474 (online) 110
https://kurniajurnal.com/index.php/kurnia-mengabdi
Hasil dan Pembahasan
Kondisi Awal Pengelolaan Keuangan BUMNag Sehati Lubuk Gadang
BUMNag Sehati Lubuk Gadang merupakan lembaga ekonomi nagari yang
memiliki aktivitas usaha pada beberapa bidang, seperti jasa transportasi dan
pengadaan barang. Keberadaan unit usaha tersebut menunjukkan bahwa BUMNag
telah menjalankan fungsi ekonomi sebagai penggerak aktivitas masyarakat. Namun,
perkembangan aktivitas usaha tersebut belum sepenuhnya diikuti oleh penguatan
sistem administrasi dan pengelolaan keuangan yang memadai.
Hasil identifikasi awal menunjukkan bahwa sistem pencatatan keuangan yang
diterapkan masih menggunakan pendekatan sederhana berupa pencatatan transaksi
penerimaan dan pengeluaran kas. Model pencatatan tersebut memang membantu
pengelola mengetahui pergerakan uang secara umum, tetapi belum mampu
menyediakan informasi mengenai posisi aset, kewajiban, modal, pendapatan, serta
beban usaha secara sistematis. Kondisi tersebut menyebabkan laporan keuangan
belum dapat berfungsi secara optimal sebagai instrumen evaluasi dan pengambilan
keputusan.
Permasalahan tersebut merupakan fenomena yang masih banyak ditemukan
pada badan usaha berbasis masyarakat. Arifin et al. (2020) menjelaskan bahwa
keberhasilan badan usaha desa tidak hanya ditentukan oleh keberadaan modal dan
aktivitas ekonomi, tetapi juga dipengaruhi oleh kapasitas kelembagaan dalam
mengelola organisasi secara profesional. Tanpa sistem administrasi yang baik,
perkembangan usaha akan sulit diukur dan dievaluasi secara objektif.
Dari perspektif tata kelola, keterbatasan sistem pelaporan keuangan dapat
berpengaruh terhadap aspek transparansi dan akuntabilitas organisasi.
Segarawasesa & Mustika (2023) menyatakan bahwa penerapan prinsip good
governance dalam organisasi ekonomi masyarakat membutuhkan mekanisme
pelaporan yang mampu memberikan informasi yang jelas kepada pihak internal
maupun eksternal. Hal tersebut diperkuat oleh Hasanah et al. (2020) dan Wardana
(2016) yang menjelaskan bahwa akuntabilitas lembaga ekonomi desa sangat
dipengaruhi oleh kualitas pencatatan, dokumentasi transaksi, dan sistem
pertanggungjawaban keuangan.
Dengan demikian, permasalahan utama yang ditemukan pada BUMNag Sehati
Lubuk Gadang bukan hanya berkaitan dengan kemampuan teknis menyusun
laporan keuangan, tetapi juga berkaitan dengan penguatan kapasitas kelembagaan
agar mampu menjalankan prinsip tata kelola yang lebih baik.
Peningkatan Pemahaman Literasi Keuangan Pengelola
Pelaksanaan kegiatan pengabdian menunjukkan bahwa pendekatan
Participatory Action Research (PAR) mampu menciptakan proses pembelajaran yang
lebih sesuai dengan kebutuhan pengelola BUMNag. Pada tahap awal, sebagian
pengelola memahami keuangan hanya sebagai aktivitas pencatatan uang masuk dan
uang keluar. Pemahaman tersebut menunjukkan bahwa perspektif pengelola masih
berada pada tahap administrasi sederhana dan belum sampai pada fungsi laporan
keuangan sebagai sumber informasi manajemen.
Melalui proses edukasi dan pendampingan, pengelola mulai memahami bahwa
setiap transaksi memiliki konsekuensi terhadap kondisi keuangan organisasi.
Kurnia Mengabdi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Vol. 3, No. 2, August 2026, page: 104-116
E-ISSN: 3047-2474 (online) 111
https://kurniajurnal.com/index.php/kurnia-mengabdi
Pemahaman mengenai akun, klasifikasi transaksi, serta hubungan antara transaksi
dan laporan keuangan menjadi dasar perubahan kemampuan pengelola.
Perubahan tersebut menunjukkan bahwa literasi keuangan organisasi tidak
hanya berkaitan dengan kemampuan menghitung atau mencatat transaksi, tetapi
juga mencakup kemampuan memahami informasi keuangan untuk mendukung
pengambilan keputusan. Thaha (2022) dan Yushita (2017) menjelaskan bahwa literasi
keuangan memiliki hubungan dengan kemampuan seseorang atau kelompok dalam
melakukan pengelolaan keuangan secara lebih efektif. Sementara itu, Perseveranda
et al. (2024) menegaskan bahwa peningkatan literasi keuangan pada organisasi
masyarakat dapat memperbaiki kualitas perencanaan dan pengendalian keuangan.
Dalam konteks BUMNag, peningkatan literasi keuangan menjadi faktor
penting karena pengelola harus mampu mengelola modal masyarakat secara
bertanggung jawab. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian ini tidak hanya diarahkan
untuk menghasilkan laporan keuangan, tetapi juga membangun pemahaman bahwa
laporan keuangan merupakan bagian dari proses tata kelola organisasi.
Peningkatan Kemampuan Penyusunan Laporan Keuangan
Salah satu capaian utama kegiatan pengabdian adalah meningkatnya
kemampuan pengelola dalam memahami proses penyusunan laporan keuangan.
Sebelum pendampingan dilakukan, pengelola hanya melakukan pencatatan
transaksi secara sederhana. Setelah mengikuti proses pembelajaran, pengelola mulai
memahami tahapan pengolahan transaksi menjadi informasi keuangan. Perubahan
kemampuan tersebut dapat dilihat pada tabel berikut.
Tabel 1. Perubahan Kapasitas Pengelola BUMNag Sebelum dan Sesudah
Pendampingan
Aspek
Kemampuan
Kondisi Setelah Pendampingan
Pemahaman akun
Memahami fungsi akun aset,
kewajiban, modal, pendapatan, dan
beban
Pencatatan
transaksi
Mulai menggunakan konsep
pencatatan transaksi berdasarkan
akun
Siklus akuntansi
Memahami proses transaksi hingga
laporan keuangan
Fungsi laporan
keuangan
Dipahami sebagai informasi evaluasi
usaha
Sumber: Penulis
Hasil tersebut menunjukkan bahwa pendampingan berbasis praktik mampu
meningkatkan kemampuan teknis pengelola. Temuan ini sejalan dengan Fitria et al.
(2022) dan Pesma et al. (2023) yang menunjukkan bahwa pendampingan
penyusunan laporan keuangan membantu pengelola BUMNag memahami standar
pencatatan dan meningkatkan kemampuan menghasilkan laporan keuangan.
Kurnia Mengabdi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Vol. 3, No. 2, August 2026, page: 104-116
E-ISSN: 3047-2474 (online) 112
https://kurniajurnal.com/index.php/kurnia-mengabdi
Hal serupa juga ditemukan oleh Handayani et al. (2022) bahwa kegiatan
pelatihan penyusunan laporan keuangan memberikan dampak positif terhadap
pemahaman pengelola BUMNag dalam mengelola transaksi usaha. Menurut
Silfiyani Dwiyanti et al. (2024), penggunaan metode sederhana dan sesuai
karakteristik organisasi menjadi faktor penting agar sistem pencatatan dapat
diterapkan secara berkelanjutan oleh pengelola.
Dalam kegiatan ini, penggunaan transaksi aktual BUMNag sebagai bahan
praktik menjadi salah satu faktor pendukung keberhasilan pembelajaran. Peserta
tidak hanya memahami konsep secara teoritis, tetapi langsung melihat bagaimana
transaksi usaha sehari-hari dapat diolah menjadi laporan keuangan. Pendekatan
tersebut sejalan dengan Fitri & Friyatmi (2023) yang menyatakan bahwa sistem
pencatatan keuangan BUMNag perlu dirancang berdasarkan kebutuhan praktis
pengelola agar mudah diterapkan.
Peran Pendampingan dalam Penguatan Tata Kelola Keuangan
Selain meningkatkan kemampuan teknis, kegiatan pengabdian juga
memberikan dampak terhadap perubahan pemahaman pengelola mengenai
pentingnya tata kelola keuangan. Sebelum kegiatan, laporan keuangan lebih
dipandang sebagai kewajiban administrasi. Setelah proses pendampingan, pengelola
mulai memahami bahwa laporan keuangan memiliki fungsi yang lebih luas, yaitu
sebagai alat evaluasi perkembangan usaha dan dasar pengambilan keputusan.
Perubahan cara pandang tersebut menjadi aspek penting karena keberhasilan
pengelolaan BUMNag tidak hanya ditentukan oleh kemampuan membuat laporan,
tetapi juga kemampuan menggunakan informasi tersebut untuk memperbaiki
pengelolaan organisasi.
Marsono et al. (2023) menjelaskan bahwa peningkatan kapasitas pengelola
BUMDes melalui pelatihan laporan keuangan dapat memperkuat kualitas tata kelola
karena pengelola mampu menghasilkan informasi yang lebih relevan untuk
kebutuhan organisasi. Sementara itu, Saragih et al. (2023) menunjukkan bahwa
pendampingan penyusunan laporan keuangan pada BUMNag mampu
meningkatkan akuntabilitas organisasi karena laporan yang dihasilkan dapat
digunakan sebagai bentuk pertanggungjawaban kepada masyarakat.
Efektivitas Pendekatan Participatory Action Research dalam Kegiatan Pengabdian
Penggunaan pendekatan PAR menjadi salah satu aspek penting dalam kegiatan
ini. Berbeda dengan pendekatan pelatihan satu arah, PAR memberikan ruang
kepada pengelola untuk terlibat sejak proses identifikasi masalah hingga evaluasi
hasil kegiatan.
Keterlibatan tersebut membuat proses pembelajaran lebih kontekstual karena
materi yang diberikan disesuaikan dengan kondisi nyata organisasi. Pengelola tidak
hanya memahami konsep akuntansi secara abstrak, tetapi juga belajar menyelesaikan
permasalahan keuangan yang mereka hadapi sehari-hari.
McTaggart & Nixon (2014) menjelaskan bahwa kekuatan utama PAR terletak
pada proses refleksi bersama yang memungkinkan kelompok sasaran memahami
perubahan yang terjadi dan mempertahankannya secara mandiri. Hal tersebut
diperkuat oleh Kusmawati et al. (2023) bahwa metode partisipatif dalam kegiatan
Kurnia Mengabdi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Vol. 3, No. 2, August 2026, page: 104-116
E-ISSN: 3047-2474 (online) 113
https://kurniajurnal.com/index.php/kurnia-mengabdi
pengabdian mampu meningkatkan keterlibatan peserta karena mereka menjadi
bagian dari proses penyelesaian masalah.
Dalam konteks BUMNag Sehati Lubuk Gadang, pendekatan PAR memberikan
fondasi bagi keberlanjutan program karena pengelola memiliki pengalaman
langsung dalam memahami dan menerapkan sistem pengelolaan keuangan.
Kurniawan (2025) juga menegaskan bahwa pendekatan partisipatif dalam penguatan
akuntabilitas keuangan BUMDes dapat meningkatkan kesadaran pengelola terhadap
pentingnya transparansi dan keberlanjutan tata kelola.
Simpulan dan Rekomendasi
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat pada BUMNag Sehati Lubuk Gadang
menunjukkan bahwa peningkatan kapasitas pengelola dalam bidang literasi
keuangan merupakan aspek penting dalam memperkuat tata kelola organisasi
ekonomi nagari. Permasalahan utama yang ditemukan bukan hanya berkaitan
dengan keterbatasan teknis dalam menyusun laporan keuangan, tetapi juga
berkaitan dengan belum optimalnya pemahaman pengelola mengenai fungsi
informasi keuangan sebagai instrumen pengendalian dan pengambilan keputusan
usaha.
Melalui pendekatan Participatory Action Research (PAR), kegiatan pengabdian
mampu membangun proses pembelajaran yang melibatkan pengelola secara aktif
mulai dari identifikasi permasalahan, penyusunan kebutuhan pembelajaran, praktik
pencatatan transaksi, hingga evaluasi hasil kegiatan. Pendekatan ini memberikan
kontribusi terhadap peningkatan pemahaman pengelola mengenai konsep dasar
akuntansi, klasifikasi akun, siklus akuntansi, serta penyusunan laporan keuangan
sederhana berdasarkan aktivitas usaha BUMNag.
Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pendampingan berbasis praktik mampu
meningkatkan kemampuan pengelola dalam mengubah pencatatan transaksi
sederhana menjadi informasi keuangan yang lebih sistematis. Selain peningkatan
kemampuan teknis, kegiatan ini juga mendorong perubahan perspektif pengelola
bahwa laporan keuangan bukan hanya sebagai bentuk administrasi, tetapi sebagai
bagian dari mekanisme transparansi, akuntabilitas, dan evaluasi keberlanjutan usaha
BUMNag.
Berdasarkan hasil tersebut, kegiatan pengabdian ini merekomendasikan adanya
pendampingan lanjutan untuk memastikan penerapan penyusunan laporan
keuangan dapat berjalan secara konsisten dalam aktivitas operasional BUMNag.
Penguatan kapasitas pengelola juga perlu dilakukan secara berkelanjutan melalui
pelatihan lanjutan mengenai penyusunan laporan keuangan yang lebih
komprehensif, penggunaan sistem pencatatan digital, serta penguatan mekanisme
pengendalian internal. Selain itu, pengembangan standar administrasi keuangan
internal BUMNag menjadi langkah penting agar proses pencatatan dan pelaporan
dapat berjalan secara terstruktur meskipun terjadi pergantian kepengurusan.
Penghargaan
Tim pengabdian menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada pengelola
BUMNag Sehati Lubuk Gadang yang telah berpartisipasi aktif selama proses
Kurnia Mengabdi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Vol. 3, No. 2, August 2026, page: 104-116
E-ISSN: 3047-2474 (online) 114
https://kurniajurnal.com/index.php/kurnia-mengabdi
identifikasi masalah, pelaksanaan kegiatan, hingga evaluasi program. Ucapan terima
kasih juga disampaikan kepada pihak pemerintah nagari dan seluruh pihak yang
telah memberikan dukungan sehingga kegiatan pengabdian ini dapat terlaksana
dengan baik.
Daftar Pustaka
Al Sukri, S., Sischa Eka Putri, S., Aidilla Syarli, Z., Aswad, H., & Hygi Prihastuti, A.
(2023). Penguatan Pengelolaan Keuangan Bagi Pelaksana Operasional BUM
Desa di Kecamatan Bunut. Jurnal Visi Pengabdian Kepada Masyarakat.
https://doi.org/10.51622/pengabdian.v4i2.1353
Anggraeni, M. R. R. S. (2016). Peranan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Pada
Kesejahteraan Masyarakat Pedesaan Studi Pada BUMDes di Gunung Kidul,
Yogyakarta. Modus. https://doi.org/10.24002/modus.v28i2.848
Arifin, B., Wicaksono, E., Tenrini, R. H., Wardhana, I. W., Setiawan, H., Damayanty,
S. A., Solikin, A., Suhendra, M., Saputra, A. H., Ariutama, G. A., Djunedi, P.,
Rahman, A. B., & Handoko, R. (2020). Village fund, village-owned-enterprises,
and employment: Evidence from Indonesia. Journal of Rural Studies.
https://doi.org/10.1016/j.jrurstud.2020.08.052
Arista, D., Ayu Satyanovi, V., Dwi Ayu Rahmawati, L., & Asri Hapsari, A. (2021).
Pendampingan Penyusunan Laporan Keuangan Pada BUMDes Banyuanyar
Berkarya Desa Banyuanyar Kecamatan Ampel Kabupaten Boyolali. Kumawula:
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat.
https://doi.org/10.24198/kumawula.v4i3.35657
Atikah, S., Suhaedi, W., Rosyida, B., & Rakhmawati, I. (2019). Pelatihan Pengelolaan
Keuangan Badan Usaha Milik Desa di Kabupaten Lombok Barat. Abdi Insani.
https://doi.org/10.29303/abdiinsani.v6i1.181
Fitri, S. A., & Friyatmi, F. (2023). SAKU-BUMNag: Sistem Aplikasi Keuangan
Sederhana untuk Badan Usaha Milik Nagari. Jurnal Inovasi Pendidikan Ekonomi
(JIPE). https://doi.org/10.24036/011263370
Fitri, S. A., & Yozu, A. M. (2022). Pendampingan Penyusunan Laporan Keuangan
BUMNag Saiyo Sakato Nagari Gurun Menggunakan Microsoft Excel
Sederhana. Jurnal Abdimas Adpi Sosial Dan Humaniora.
https://doi.org/10.47841/jsoshum.v3i3.244
Fitria, N., Fitri, S. A., Rahmi, M., Guspendri, N., & Marlin, K. (2022). Pendampingan
Penyusunan Laporan Keuangan Berdasarkan PSAK ETAP di BUMNag
Baringin Saiyo Kecamatan Lima Kaum. AJAD: Jurnal Pengabdian Kepada
Masyarakat. https://doi.org/10.35870/ajad.v2i2.95
Handayani, D. F., Afriyenti, M., Zulfia, Y., & Deviani, D. (2022). Penguatan
Pengelolaan Keuangan dan Sumber Daya Manusia Badan Usaha Milik Nagari
(BUMNag) Di Nagari Talang Babungo, Kab. Solok. Selaparang: Jurnal Pengabdian
Masyarakat Berkemajuan. https://doi.org/10.31764/jpmb.v6i4.12127
Kurnia Mengabdi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Vol. 3, No. 2, August 2026, page: 104-116
E-ISSN: 3047-2474 (online) 115
https://kurniajurnal.com/index.php/kurnia-mengabdi
Hasanah, S., Nurhayati, E., & Purnama, D. (2020). Akuntabilitas Pengelolaan
Keuangan Desa: Studi Pada Pemerintah Desa di Kecamatan Cibeureum
Kabupaten Kuningan. Reviu Akuntansi Dan Bisnis Indonesia.
https://doi.org/10.18196/rab.040149
Heriyanto, R., Oliyan, F., & Frima, R. (2022). Pelatihan Pengelolaan Keuangan Unit
Usaha Milik Nagari Sako Selatan Badunsanak di Kecamatan Sungai Pagu,
Kabupaten Solok Selatan. Jurnal Abdimas: Pengabdian Dan Pengembangan
Masyarakat. https://doi.org/10.30630/jppm.v4i1.690
Kurniawan, M. (2025). Akuntansi Partisipatif Dalam Pengelolaan Dana Desa.
JURNAL ECONOMINA, 4(8), 297303.
Kusmawati, K., Khatulistiwa, T., Putri, S., & Relmasira, W. (2023). Pelatihan
Penyusunan Laporan Keuangan dengan Metode Participatory Action Research.
Suluh Abdi, 5(1), 5561.
Marsono, M., Siswanto, S., & Suprayitno, S. (2023). Penyusunan Laporan Keuangan
Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Sektor Manufaktur. Jurnal Pengabdian Pada
Masyarakat. https://doi.org/10.30653/jppm.v8i1.230
McTaggart, R., & Nixon, R. (2014). The action research planner: Doing critical
participatory action research. Springer.
Perseveranda, M. E., Manafe, H. A., Paridy, A., Mooy, M. O. V., Lejap, H. H. T., &
Kanadjo, L. M. (2024). Optimasi literasi keuangan rumah tangga pada
masyarakat pedesaan. Jurnal Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (JP2M).
https://doi.org/10.33474/jp2m.v4i4.21218
Pesma, K., Fitri, S. A., Fitria, N., & Rahmi, M. (2023). Pendampingan Penyusunan
Laporan Keuangan Berdasarkan SAK ETAP Pada BUMNag Barokah Koto Tuo
Kecamatan Sungai Tarab Menggunakan Microsoft Excel. Parta: Jurnal
Pengabdian Kepada Masyarakat. https://doi.org/10.38043/parta.v4i1.4246
Pratiwi, L. P. S., Edwar, E., & Suniantara, I. K. P. (2021). Pelatihan dan
Pendampingan Pembuatan Laporan Keuangan Usaha Jasa Penjahit Kebaya di
Kecamatan Belahbatuh, Bali. Community Empowerment.
https://doi.org/10.31603/ce.4554
Rahmatullah, R., Tarawiru, Y., & Harun, H. (2024). Tingkat Literasi Keuangan
Pengelola BUMDes Dalam Pengembangan Usaha Pada BUMDes Desa Rosoan
Kabupaten Enrekang. Journal AK-99. https://doi.org/10.31850/ak99.v4i2.3396
Santiko, I., Rifai, Z., Kencana, M. B. C., & Rakhmawaty, L. D. (2026). Peningkatan
Kapasitas Pengelola BUMDes Melalui Pelatihan Akuntansi Dasar dan
Implementasi Aplikasi Keuangan Berbasis Web. Jurnal Pengabdian Masyarakat
(ABDIRA), 6(4), 8896.
Kurnia Mengabdi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Vol. 3, No. 2, August 2026, page: 104-116
E-ISSN: 3047-2474 (online) 116
https://kurniajurnal.com/index.php/kurnia-mengabdi
Saragih, L., Purba, D. S., Sipayung, T., Tarigan, W. J., Girsang, R. M., Damanik, E. O.
P., Sinurat, A., Parinduri, T., Sinaga, M. H., & Martina, S. (2023). Pendampingan
Penyusunan Laporan Keuangan Bumnag Maju Bersama. Jurnal Pengabdian
Masyarakat Sapangambei Manoktok Hitei. https://doi.org/10.36985/jyd5wa41
Sari, F. I., & Jusman, I. A. (2025). Pengaruh Financial Literacy dan Pengendalian
Internal Terhadap Ketepatan Penyusunan Laporan Keuangan Pada UMKM Di
Kota Makassar. RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business.
https://doi.org/10.31004/riggs.v4i4.4334
Segarawasesa, F. S., & Mustika, M. (2023). Analisis Penerapan Good Governance
Pada Pengelolaan Dana Desa di Kalurahan Sidomoyo. Journal Scientific of
Mandalika (JSM). https://doi.org/10.36312/10.36312/vol4iss5pp76-88
Silfiyani Dwiyanti, Azzahra Nur Sifa, Yuliyanti, Y., Indri Tsania Putri, & Damayanty,
P. (2024). Pendampingan Penerapan Pencatatan Keuangan Sederhana Pada
Rehat & Singgah Coffee. Puan Indonesia. Puan Indonesia.
https://doi.org/10.37296/jpi.v5i2.218
Suun, M., Tenriwaru, T., & Rahim, S. (2022). Merancang Sistem Informasi Akuntansi
Dan Digitalisasi Laporan Keuanganuntuk Pengelolaan Dana Desa. Celebes
Journal of Community Services. https://doi.org/10.37531/celeb.v1i2.292
Thaha, S. (2022). Pentingnya Financial Literacy Dalam Tata Kelola Keuangan Pribadi
(Suatu Studi Pustaka). Jurnal Edueco. https://doi.org/10.36277/edueco.v4i1.79
Triyuwono, E. (2019). Laporan Keuangan Desa: Sebuah Tinjauan (Village Financial
Statement: A Review). SSRN Electronic Journal.
https://doi.org/10.2139/ssrn.3370324
Wardana, I. (2016). Akuntabilitas Dalam Pengelolaan Keuangan Desa (Studi Pada
Pemerintah Desa di Kabupaten Magelang). Jurnal Akuntansi.
Yushita, A. N. (2017). Pentingnya Literasi Keuangan Bagi Pengelolaan Keuangan
Pribadi. Nominal, Barometer Riset Akuntansi Dan Manajemen.
https://doi.org/10.21831/nominal.v6i1.14330
Zulbetti, R., Perwito, P., & Puspita, V. A. (2019). Upaya Peningkatan Literasi
Keuangan Pengurus BUMDES Melalui Pelatihan Keuangan di Kecamatan
Cimaung Kabupaten Bandung. Ekonomikawan: Jurnal Ilmu Ekonomi Dan Studi
Pembangunan, 19(2).