Kurnia Mengabdi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Vol. 3, No. 2, Agustus 2026, page: 196-213
E-ISSN: 3047-2474
Naskah dikirim: 16/08/2026 Selesai revisi: 28/08/2026 Disetujui: 1/09/2026 Diterbitkan: 9/09/2026
196
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 CC BY-SA
International License.
Implementasi Teknologi Tepat Guna Cookies Sambung Nyawa
(Gynura procumbens) untuk Pemberdayaan PKK Sidomulyo, Pengasih,
Kulon Progo, Yogyakarta
Whika Febria Dewatisari
1
*, Andina Setyawati
2
, Nuurhidayat Jafar
3
, Dwi Riyanti
4
,
Dhimas Setyo Nugroho
5
, Suyatno
6
, Dyah Paminta Rahayu
7
, Putri Cahaya
Situmorang
8
, Hartati
9
1,7,9
Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Terbuka, Indonesia
2,3
Fakultas Keperawatan, Universitas Hasanuddin, Indonesia
4
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Terbuka, Indonesia
5
Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Terbuka, Indonesia
6
Fakultas Hukum Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Terbuka, Indonesia
8
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan, Universitas Sumatera Utara, Indonesia
*E-mail: whika@ecampus.ut.ac.id
Abstrak
Di Indonesia, peningkatan kasus diabetes juga diikuti oleh meningkatnya risiko
komplikasi yang berdampak pada kualitas hidup masyarakat serta beban ekonomi
keluarga. Pengembangan inovasi pangan fungsional berbasis tanaman herbal lokal
menjadi salah satu pendekatan potensial dalam mendukung upaya pencegahan
komplikasi diabetes sekaligus meningkatkan ketahanan ekonomi masyarakat.
Tanaman Gynura procumbens (sambung nyawa) diketahui memiliki potensi bioaktif
yang mendukung pengendalian kondisi hiperglikemia dan proses penyembuhan
luka pada kondisi diabetes. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan
mengimplementasikan teknologi tepat guna pengolahan Gynura procumbens
(sambung nyawa) menjadi cookies fungsional sekaligus memperkuat kapasitas
perempuan melalui kelompok PKK. Kegiatan dilaksanakan di Kalurahan Sidomulyo,
Kabupaten Kulon Progo, dengan pendekatan Participatory Community Empowerment
melalui edukasi kesehatan, demonstrasi dan praktik produksi, penerapan peralatan
produksi rumah tangga, serta pendampingan awal. Sebanyak 40 anggota PKK
mengikuti kegiatan dan dibagi menjadi lima kelompok. Peserta terlibat langsung
dalam penimbangan bahan, pengolahan adonan, pembentukan, pemanggangan, dan
evaluasi produk dengan pendampingan chef profesional. Seluruh kelompok berhasil
menghasilkan cookies, sedangkan mitra memperoleh dukungan peralatan
pendukung. Kegiatan ini menghasilkan keterampilan praktis berbasis potensi lokal
yang berpeluang dikembangkan sebagai produk pangan bernilai tambah dan embrio
usaha produktif PKK. Formula cookies menggunakan tepung MOCAF (modified
cassava flour), yaitu tepung singkong yang dimodifikasi melalui fermentasi, sebagai
bahan dasar adonan karena singkong tersedia melimpah di Kulon Progo.
Kurnia Mengabdi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Vol. 3, No. 2, Agustus 2026, page: 196-213
E-ISSN: 3047-2474 (online) 197
https://kurniajurnal.com/index.php/kurnia-mengabdi
Kata Kunci: cookies; Gynura procumbens; MOCAF; pangan fungsional;
pemberdayaan perempuan
Abstract
In Indonesia, the rising prevalence of diabetes has been accompanied by an increased risk of
complications, adversely affecting quality of life and imposing a substantial economic burden
on households. The development of functional food innovations based on locally available
medicinal plants represents a promising strategy to support the prevention of diabetes-related
complications while simultaneously strengthening community economic resilience. Gynura
procumbens (sambung nyawa) is recognized for its bioactive potential, particularly in
supporting glycemic control and wound-healing processes under diabetic conditions. This
community engagement program aimed to implement appropriate technology for processing G.
procumbens into functional cookies while strengthening women’s capacity through the Family
Welfare Empowerment (PKK) group. The program was conducted in Sidomulyo Village, Kulon
Progo Regency, using a Participatory Community Empowerment approach comprising health
education, demonstrations and hands-on production, the application of household-scale
processing equipment, and initial mentoring. A total of 40 PKK members participated and were
divided into five groups. Participants were actively involved in ingredient weighing, dough
preparation, shaping, baking, and product evaluation under the guidance of professional chefs.
All groups successfully produced functional cookies, while the community partner received
production support consisting of five ovens, mixers, digital scales, baking trays, and aprons.
The program demonstrates that research downstreaming can be effectively translated into
practical skills based on local resources, with the potential to generate value-added functional
food products and serve as an initial platform for developing productive PKK-led
microenterprises. The cookie formulation used modified cassava flour (MOCAF), a
fermented cassava flour, as the flour base because cassava is readily available in Kulon
Progo.
Keywords: appropriate technology; cookies; functional food; Gynura procumbens;
MOCAF; women empowerment
Pendahuluan
Penyakit tidak menular merupakan tantangan kesehatan masyarakat yang
semakin penting karena berhubungan dengan perubahan pola konsumsi, aktivitas
fisik, urbanisasi, serta peningkatan usia harapan hidup. Diabetes melitus menjadi
salah satu penyakit kronis yang memerlukan perhatian karena komplikasinya dapat
menurunkan kualitas hidup dan meningkatkan beban ekonomi keluarga.
International Diabetes Federation melaporkan bahwa jumlah orang dewasa dengan
diabetes di dunia terus meningkat, sehingga pendekatan promotif dan preventif perlu
berjalan berdampingan dengan pelayanan kuratif (International Diabetes Federation,
2025). Di Indonesia, Survei Kesehatan Indonesia 2023 juga menegaskan bahwa
diabetes merupakan masalah kesehatan yang relevan pada populasi usia dewasa dan
membutuhkan penguatan literasi kesehatan di tingkat keluarga dan komunitas
(Kementerian Kesehatan RI, 2024). International Diabetes Federation memperkirakan
Kurnia Mengabdi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Vol. 3, No. 2, Agustus 2026, page: 196-213
E-ISSN: 3047-2474 (online) 198
https://kurniajurnal.com/index.php/kurnia-mengabdi
sekitar 20,4 juta orang dewasa usia 2079 tahun di Indonesia hidup dengan diabetes
pada 2024, menempatkan Indonesia pada urutan kelima dunia berdasarkan jumlah
orang dewasa dengan diabetes (International Diabetes Federation, 2025). Kondisi ini
menegaskan perlunya strategi promotif-preventif yang dapat diterapkan hingga
tingkat keluarga dan komunitas.
Pencegahan penyakit kronis tidak cukup hanya mengandalkan penyampaian
informasi. Literasi kesehatan perlu diterjemahkan menjadi kemampuan individu dan
keluarga dalam memilih, mengolah, serta mengonsumsi pangan secara lebih bijak.
Azzopardi-Muscat dan Sørensen (2019) menekankan bahwa literasi kesehatan
berperan dalam mengurangi kesenjangan akses dan pemanfaatan informasi
kesehatan, sedangkan Bekele et al. (2020) menunjukkan bahwa intervensi pola hidup
dan pola makan pada diabetes menghadapi hambatan yang bersifat personal, sosial,
dan struktural. Oleh karena itu, kegiatan berbasis komunitas perlu dirancang dengan
pendekatan partisipatif agar pesan kesehatan dapat diterapkan dalam praktik sehari-
hari dan tidak berhenti sebagai pengetahuan teoretis.
Dalam konteks keluarga, kelompok perempuan memiliki posisi strategis karena
banyak keputusan terkait penyediaan dan pengolahan pangan berlangsung di tingkat
rumah tangga. Organisasi Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) menjadi
salah satu modal sosial yang dapat digunakan untuk memperluas edukasi kesehatan
sekaligus pengembangan kegiatan ekonomi produktif. Stiawati dan Indriyany (2022)
menunjukkan bahwa PKK dapat menjadi wadah penguatan kapasitas perempuan
melalui kegiatan yang terstruktur, sedangkan Saptatiningsih dan Jana (2022)
melaporkan bahwa pelatihan keterampilan, manajemen usaha, higiene, dan
pengemasan dapat membantu kelompok perempuan mengembangkan kegiatan
ekonomi produktif. Dengan demikian, intervensi yang menggabungkan aspek
kesehatan dan ekonomi mempunyai relevansi tinggi bagi penguatan ketahanan
keluarga.
Kalurahan Sidomulyo, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta,
memiliki potensi hayati lokal berupa tanaman Gynura procumbens yang oleh
masyarakat setempat dikenal sebagai sambung nyawa. Berdasarkan hasil identifikasi
awal tim dan informasi mitra, tanaman ini tumbuh cukup melimpah tetapi
pemanfaatannya belum optimal; sebagian tanaman bahkan masih digunakan sebagai
pakan ternak. Kondisi tersebut menunjukkan adanya kesenjangan antara ketersediaan
sumber daya lokal dan kemampuan masyarakat dalam mengolahnya menjadi produk
bernilai tambah. Potensi ini menjadi titik masuk bagi program pengabdian karena
bahan tersedia di lingkungan masyarakat, mudah dikenali, dan telah mempunyai
kedekatan kultural dengan warga.
Gynura procumbens merupakan tanaman Asteraceae yang telah lama digunakan
secara tradisional di kawasan Asia Tenggara. Tinjauan farmakologi melaporkan
adanya berbagai kelompok senyawa bioaktif, antara lain flavonoid dan fenolik, serta
potensi aktivitas antioksidan, antiinflamasi, dan antihiperglikemik pada berbagai
model penelitian (Manatphaiboon et al., 2019; Timotius & Rahayu, 2020; Haque et al.,
2021; Dewatisari et al., 2025). Meskipun demikian, bukti tersebut tidak berarti bahwa
produk pangan berbahan G. procumbens dapat diposisikan sebagai obat atau pengganti
terapi diabetes. Dalam program pengabdian ini, tanaman diperkenalkan sebagai
Kurnia Mengabdi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Vol. 3, No. 2, Agustus 2026, page: 196-213
E-ISSN: 3047-2474 (online) 199
https://kurniajurnal.com/index.php/kurnia-mengabdi
bahan pangan lokal yang dikembangkan melalui riset menjadi produk cookies
fungsional, dengan penekanan pada edukasi pangan sehat, pengolahan yang baik,
dan pemanfaatan potensi lokal secara bertanggung jawab. Studi eksperimental terbaru
juga menunjukkan kandungan metabolit sekunder dan aktivitas antioksidan ekstrak
daun sambung nyawa, sementara penelitian in vivo mendukung relevansi tanaman
ini dalam konteks metabolik (Ferdinal et al., 2023; Guo et al., 2021).
Kajian mutakhir memperkuat dasar ilmiah pemanfaatan G. procumbens sebagai
bahan inovasi pangan berorientasi kesehatan. Tanaman ini dilaporkan mengandung
berbagai konstituen bioaktif, terutama flavonoid seperti astragalin, kaempferol,
quercetin, myricetin, dan rutin, serta menunjukkan aktivitas antioksidan dan
antiglikemik pada studi eksperimental (Ahmed & Shehu, 2022; Bose et al., 2025).
Penelitian eksperimental lain juga menunjukkan potensi G. procumbens dalam
modulasi proses penyembuhan luka diabetik dan perubahan histopatologi pankreas
(Dewatisari et al., 2025; Situmorang et al., 2025). Meskipun demikian, bukti tersebut
terutama berasal dari studi eksperimental; karena itu, cookies dalam kegiatan
pengabdian ini diposisikan sebagai inovasi pangan fungsional dan media edukasi,
bukan sebagai produk terapeutik yang diklaim dapat mencegah atau mengobati
diabetes.
Pemilihan cookies sebagai bentuk produk didasarkan pada pertimbangan
penerimaan konsumen, kemudahan proses produksi skala rumah tangga, serta
peluang pengembangan variasi rasa, kemasan, dan pemasaran. Pelatihan produk
cookies telah banyak digunakan dalam kegiatan pemberdayaan karena prosesnya
relatif mudah dipelajari dan dapat dikembangkan menjadi produk komersial. Zahro
et al. (2020) menunjukkan bahwa pelatihan cookies berbasis kopi mampu
meningkatkan keterampilan anggota PKK dalam memanfaatkan komoditas lokal,
sementara Sachriani et al. (2021) menggunakan praktik langsung dan pendampingan
untuk diversifikasi pangan berbasis tempe. Azizah et al. (2022) juga menunjukkan
bahwa inovasi cookies berbasis bahan lokal dapat dikaitkan dengan peluang
pendapatan perempuan, sehingga produk sejenis relevan sebagai media pembelajaran
kewirausahaan komunitas. Pengembangan G. procumbens ke dalam bentuk pangan
olahan juga telah dinilai layak secara teknis-ekonomi pada produk pangan lain,
memperlihatkan peluang hilirisasi tanaman herbal ke produk konsumsi modern
(Gozan et al., 2020).
Selain sambung nyawa, singkong merupakan bahan baku yang tersedia luas di
Kulon Progo. Portal Satu Data Kabupaten Kulon Progo mencatat produksi ubi kayu
sebesar 40.422 ton pada seri data produksi pertanian yang ditampilkan (Pemerintah
Kabupaten Kulon Progo, n.d.). Ketersediaan tersebut mendukung pemilihan tepung
MOCAF (modified cassava flour), bukan tepung singkong biasa, melainkan tepung
singkong yang sifat sel dan patinya dimodifikasi melalui fermentasi, terutama oleh
bakteri asam laktat. Proses fermentasi dapat memengaruhi derajat putih, kadar
amilosa, dan karakteristik pasting, sehingga mutu fungsional MOCAF dipengaruhi
oleh metode penggilingan dan lama fermentasi (Putri et al., 2018). Pemanfaatan
MOCAF sebagai bahan dasar cookies sekaligus memperkuat diversifikasi pangan
berbasis sumber daya lokal.
Kurnia Mengabdi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Vol. 3, No. 2, Agustus 2026, page: 196-213
E-ISSN: 3047-2474 (online) 200
https://kurniajurnal.com/index.php/kurnia-mengabdi
Program pembuatan Cookies dari ekstrak sambung nyawa di Sidomulyo
merupakan bentuk hilirisasi hasil Riset Kolaborasi Indonesia tahun 2024 yang
melibatkan Universitas Terbuka bersama Universitas Sumatera Utara dan Universitas
Hasanuddin. Riset sebelumnya mencakup pengembangan produk, pengujian
organoleptik, serta penyusunan model intervensi nutrisi fungsional. Pada tahap
pengabdian, hasil riset tersebut diterjemahkan menjadi teknologi tepat guna yang
lebih mudah dipahami dan dipraktikkan Masyarakat dengan orientasi pada transfer
pengetahuan, penguatan kapasitas perempuan, dan pengembangan model usaha
berbasis pangan fungsional.
Pendekatan hilirisasi riset penting karena salah satu tantangan pengembangan
inovasi perguruan tinggi adalah kesenjangan antara hasil penelitian dan
pemanfaatannya oleh masyarakat. Produk yang berhasil di laboratorium tidak secara
otomatis dapat digunakan pada skala komunitas tanpa proses adaptasi teknologi,
penyederhanaan prosedur, penyediaan peralatan, serta pendampingan. Pada sisi lain,
masyarakat membutuhkan inovasi yang sesuai dengan konteks lokal, mudah
dioperasikan, terjangkau, dan memiliki manfaat nyata. Karena itu, teknologi tepat
guna pada kegiatan ini tidak hanya dimaknai sebagai alat produksi, tetapi sebagai
paket pengetahuan, keterampilan, prosedur, dan sarana pendukung yang
memungkinkan mitra melakukan replikasi secara mandiri.
Pendekatan partisipatif juga memiliki dasar empiris yang kuat dalam promosi
kesehatan berbasis komunitas. Tinjauan realis pada intervensi penyakit tidak menular
menunjukkan bahwa keterlibatan masyarakat yang bermakna dapat meningkatkan
agensi, rasa memiliki, pemahaman bersama, dan partisipasi dalam promosi kesehatan
(Klingberg et al., 2024). Pada konteks pencegahan diabetes, pendekatan Participatory
Learning and Action berbasis kelompok masyarakat dilaporkan mampu meningkatkan
pengetahuan terkait diabetes, walaupun perubahan hasil metabolik tidak selalu terjadi
dalam jangka pendek (Fottrell et al., 2025). Temuan tersebut mendukung desain
program yang membedakan capaian pendidikan dan keterampilan sebagai luaran
segera dari perubahan klinis yang memerlukan pengamatan jangka panjang.
Kegiatan pengabdian dilaksanakan bersama anggota PKK Kalurahan Sidomulyo
dengan menempatkan peserta sebagai pelaku utama proses pembelajaran. Kegiatan
tidak hanya berupa ceramah, tetapi mengintegrasikan edukasi kesehatan,
demonstrasi, praktik kelompok, penggunaan peralatan produksi, dan diskusi
mengenai peluang keberlanjutan. Pendekatan tersebut sejalan dengan prinsip
Participatory Community Empowerment yang menempatkan komunitas sebagai mitra
aktif sejak identifikasi kebutuhan sampai evaluasi. Model ini juga relevan dengan
temuan pengabdian lain yang menunjukkan bahwa praktik langsung dan
pembelajaran berbasis pengalaman lebih efektif untuk transfer keterampilan
pengolahan pangan dibanding penyuluhan satu arah semata (Sachriani et al., 2021;
Lianawati et al., 2025).
Berdasarkan kondisi tersebut, tujuan kegiatan ini adalah mengimplementasikan
teknologi tepat guna pembuatan cookies fungsional berbasis Gynura procumbens
kepada anggota PKK Kalurahan Sidomulyo dengan cara: 1) meningkatkan
pemahaman peserta mengenai pemanfaatan potensi lokal dan peran pangan dalam
upaya promotif-preventif kesehatan keluarga; 2) meningkatkan keterampilan
Kurnia Mengabdi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Vol. 3, No. 2, Agustus 2026, page: 196-213
E-ISSN: 3047-2474 (online) 201
https://kurniajurnal.com/index.php/kurnia-mengabdi
produksi melalui praktik langsung; dan 3) menyediakan sarana awal yang
mendukung keberlanjutan kegiatan produktif secara berkelompok. Artikel ini
mendeskripsikan proses implementasi, capaian berbasis indikator proses dan
keluaran, nilai tambah yang dihasilkan, serta implikasi program terhadap
pengembangan model pemberdayaan perempuan berbasis hilirisasi riset.
Metode
Kegiatan dilaksanakan pada bulan Agustus 2026 di Kalurahan Sidomulyo,
Pengasih, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta. Mitra sasaran
adalah anggota PKK Kalurahan Sidomulyo yang dipilih karena memiliki peran
strategis dalam pengelolaan pangan keluarga dan potensi pengembangan usaha
rumah tangga. Sebanyak 40 peserta mengikuti kegiatan. Pada sesi praktik, peserta
dibagi menjadi lima kelompok yang masing-masing terdiri atas delapan orang agar
semua peserta memperoleh kesempatan melakukan proses produksi secara langsung.
Pendekatan yang digunakan adalah Participatory Community Empowerment. Dalam
pendekatan ini, masyarakat ditempatkan sebagai mitra aktif, bukan hanya penerima
informasi. Desain kegiatan meliputi persiapan dan analisis kebutuhan, edukasi
kesehatan, pelatihan produksi, implementasi teknologi tepat guna, penguatan
orientasi kewirausahaan, serta pendampingan dan evaluasi. Pada pelaksanaan di
Sidomulyo, fokus kegiatan inti diarahkan pada edukasi, praktik produksi, transfer
keterampilan, dan penyediaan sarana produksi sebagai fondasi untuk tahapan
pendampingan lanjutan.
Tahap persiapan meliputi koordinasi tim Universitas Terbuka Yogyakarta dengan
pemerintah kalurahan dan pengurus PKK, identifikasi ketersediaan tanaman
sambung nyawa, penentuan jumlah peserta, penyiapan bahan pelatihan, serta
pengadaan peralatan. Identifikasi kebutuhan menunjukkan bahwa potensi tanaman
lokal belum diikuti kemampuan pengolahan menjadi produk pangan bernilai tambah.
Karena itu, program dirancang untuk memperkenalkan alternatif pemanfaatan
tanaman lokal sekaligus membangun keterampilan produksi pada skala rumah
tangga.
Tahap edukasi kesehatan dilaksanakan sebelum praktik. Materi menekankan
pentingnya pola makan seimbang, kesadaran terhadap risiko penyakit tidak menular,
dan peran ibu sebagai penggerak kebiasaan pangan keluarga. Gynura procumbens
diperkenalkan dalam konteks hasil riset pangan fungsional, bukan sebagai pengganti
terapi medis. Penjelasan difokuskan pada bagaimana potensi bahan lokal dapat
dikembangkan menjadi produk olahan yang lebih mudah diterima dan dapat menjadi
media untuk meningkatkan perhatian masyarakat terhadap pilihan pangan.
Tahap pelatihan produksi dilaksanakan melalui demonstrasi dan praktik
langsung dari instruktur profesional yaitu juru masak dari salah satu hotel di
Yogyakarta. Proses praktik mencakup pengenalan bahan dan peralatan, penimbangan
bahan, pencampuran adonan, pembentukan, pengaturan suhu dan waktu
pemanggangan, serta evaluasi visual dan tekstur produk. Keterlibatan chef
profesional dimaksudkan untuk memperkuat aspek standardisasi proses dan
meningkatkan kepercayaan peserta dalam melakukan produksi secara mandiri.
Kurnia Mengabdi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Vol. 3, No. 2, Agustus 2026, page: 196-213
E-ISSN: 3047-2474 (online) 202
https://kurniajurnal.com/index.php/kurnia-mengabdi
Dalam formulasi pelatihan, tepung MOCAF digunakan sebagai bahan dasar
adonan cookies bersama bahan lain dan bahan olahan G. procumbens sesuai resep
demonstrasi. MOCAF dipilih karena bahan baku singkong mudah diperoleh di Kulon
Progo dan tepung tersebut dapat diaplikasikan pada produk cookies. Seluruh
kelompok menggunakan formula dan urutan proses yang sama untuk membantu
konsistensi hasil. Kegiatan ini belum membandingkan beberapa tingkat substitusi
MOCAF, sehingga pengaruh proporsi tepung terhadap tekstur dan sifat sensori belum
dianalisis.
Implementasi teknologi tepat guna dilakukan dengan memperkenalkan
penggunaan peralatan produksi rumah tangga yang dapat dioperasikan kelompok,
yaitu oven, mixer, timbangan digital, loyang, dan perlengkapan kerja. Pada awal
kegiatan, tim menyerahkan lima unit oven beserta mixer, timbangan, loyang, dan
celemek serta bahan pendukung lainnya kepada kelompok PKK. Peralatan tersebut
merupakan modal produksi kelompok dan sarana pembelajaran berkelanjutan.
Penekanan penggunaan timbangan digital diberikan untuk membangun kebiasaan
standardisasi formula, sedangkan oven dan mixer mendukung efisiensi dan
konsistensi proses produksi.
Pengumpulan data dilakukan secara deskriptif melalui catatan pelaksanaan,
observasi partisipasi peserta, dokumentasi proses, dan pencatatan keluaran setiap
kelompok. Evaluasi kegiatan ini difokuskan pada indikator proses dan keluaran yang
dapat diverifikasi secara langsung. Indikator yang digunakan meliputi keterlibatan
peserta, keberhasilan pembagian kelompok, keterlaksanaan seluruh tahapan praktik,
kemampuan kelompok menghasilkan produk, serta tersedianya sarana produksi
untuk keberlanjutan.
Analisis dilakukan secara deskriptif-komparatif dengan membandingkan kondisi
awal, intervensi yang diberikan, dan keluaran langsung yang diperoleh. Hasil
observasi kemudian ditriangulasikan dengan literatur mengenai pemberdayaan
perempuan, pelatihan pengolahan pangan, teknologi tepat guna, dan potensi Gynura
procumbens.
Hasil dan Pembahasan
Potensi Lokal dan Hilirisasi Riset
Pelaksanaan kegiatan menunjukkan bahwa titik awal pemberdayaan yang kuat
dapat berasal dari sumber daya yang sudah dikenal masyarakat. Di Sidomulyo,
sambung nyawa tumbuh melimpah tetapi belum memperoleh nilai tambah yang
sebanding dengan potensinya. Pemanfaatan yang terbatas, termasuk sebagai pakan
ternak, menunjukkan bahwa persoalan utama adalah belum tersedianya pengetahuan
pengolahan, model produk, dan sarana produksi. Temuan ini memperkuat
pentingnya pendekatan berbasis aset lokal, yaitu memulai intervensi dari potensi yang
telah tersedia dan menghubungkannya dengan pengetahuan baru.
Pada sisi ilmiah, G. procumbens memiliki basis penelitian yang cukup luas terkait
kandungan fitokimia dan aktivitas biologis. Berdasarkan penelitian yang dilakukan
oleh Manatphaiboon et al. (2019), Timotius dan Rahayu (2020), serta Haque et al. (2021)
Kurnia Mengabdi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Vol. 3, No. 2, Agustus 2026, page: 196-213
E-ISSN: 3047-2474 (online) 203
https://kurniajurnal.com/index.php/kurnia-mengabdi
menunjukkan bahwa daun G. procumbens mengandung berbagai fitokonstituen dan
telah diteliti untuk aktivitas antioksidan, antiinflamasi, antihiperglikemik, dan
aktivitas farmakologis lain. Kegiatan pengabdian ini menempatkan inovasi produk
sebagai media edukasi dan pemanfaatan bahan lokal dalam kerangka pangan
fungsional yang masih memerlukan standardisasi dan pengujian lebih lanjut sebelum
klaim kesehatan spesifik dapat digunakan. Temuan tersebut sesuai dengan penelitian
yang dilakukan oleh Ferdinal et al. (2023) yang mengidentifikasi flavonoid, fenolik,
steroid, terpenoid, dan alkaloid pada ekstrak daun sambung nyawa.
Penggunaan MOCAF memperluas konsep hilirisasi karena produk memadukan
tanaman sambung nyawa dengan bahan pangan berbasis singkong yang tersedia di
daerah. Secara teknologi, fermentasi pada pembuatan MOCAF mengubah
karakteristik tepung sehingga lebih sesuai untuk berbagai produk olahan
dibandingkan tepung singkong tanpa modifikasi, tetapi mutu akhirnya tetap
bergantung pada kondisi proses (Putri et al., 2018). Penelitian Diniyah et al. (2019)
pada cookies berbasis premiks MOCAF dan maizena juga menunjukkan bahwa
perbedaan proporsi tepung berkaitan dengan kekerasan, daya patah, dan warna
produk. Oleh karena itu, penggunaan MOCAF pada cookies sambung nyawa perlu
diikuti standardisasi formula, sumber tepung, ukuran produk, suhu, dan waktu
pemanggangan agar mutu antarbets lebih konsisten.
Hilirisasi dalam program ini terjadi melalui perubahan bentuk pengetahuan. Hasil
riset yang semula berada pada konteks laboratorium dan pengembangan produk
diterjemahkan menjadi resep, tahapan produksi, penggunaan alat, dan praktik
kelompok yang dapat dipelajari Masyarakat. Ketika peserta melihat langsung bahwa
daun lokal dapat diolah menjadi produk yang familiar seperti cookies, hambatan
psikologis terhadap inovasi menjadi lebih rendah. Dalam konteks pemberdayaan,
produk berfungsi sebagai jembatan antara pengetahuan ilmiah dan pengalaman
keseharian masyarakat.
Edukasi Kesehatan dan Penguatan Peran PKK
Awal kegiatan ini diarahkan pada edukasi mengenai peran ibu dalam
membangun kebiasaan pangan keluarga. Pendekatan ini relevan karena keputusan
sehari-hari tentang pembelian, pengolahan, dan penyajian makanan sering kali berada
di tingkat rumah tangga. Dengan menempatkan peserta PKK sebagai agen perubahan,
edukasi kesehatan memiliki peluang untuk menyebar dari peserta kepada anggota
keluarga dan lingkungan sekitar. Dokumentasi pembukaan kegiatan dan
penyampaian materi awal ditunjukkan pada Gambar 1 berikut ini:
Kurnia Mengabdi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Vol. 3, No. 2, Agustus 2026, page: 196-213
E-ISSN: 3047-2474 (online) 204
https://kurniajurnal.com/index.php/kurnia-mengabdi
Gambar 1. Pembukaan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat Kolaborasi
Indonesia dan penyampaian materi kepada anggota PKK Kalurahan Sidomulyo
Muatan edukasi dirancang agar tidak terpisah dari praktik produksi. Peserta tidak
hanya menerima informasi mengenai diabetes dan pola makan, tetapi langsung diajak
melihat alternatif pengolahan bahan lokal. Integrasi edukasi dan praktik penting
karena pembelajaran orang dewasa lebih efektif ketika materi terkait dengan
kebutuhan nyata dan dapat segera dipraktikkan. Dalam kegiatan pemberdayaan PKK
lain, pelatihan yang menggabungkan pengetahuan, praktik keterampilan, dan aspek
pengelolaan usaha juga dilaporkan menghasilkan keterlibatan yang lebih baik serta
mendorong kemandirian kelompok (Saptatiningsih & Jana, 2022; Stiawati &
Indriyany, 2022). Keterlibatan peserta dalam sesi edukasi terlihat pada Gambar 2.
Hasil ini perlu dipahami sebagai luaran pendidikan dan memperkuat argumentasi
bahwa kombinasi edukasi kesehatan dan keterlibatan aktif peserta berpotensi
meningkatkan literasi diabetes dalam jangka pendek, selaras dengan temuan
pendekatan partisipatif pada promosi kesehatan komunitas (Fottrell et al., 2025;
Wagemakers et al., 2025).
Gambar 2. Anggota PKK Kalurahan Sidomulyo mengikuti sesi edukasi kesehatan
dan pengenalan pemanfaatan Gynura procumbens sebagai bahan pangan
fungsional
Kurnia Mengabdi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Vol. 3, No. 2, Agustus 2026, page: 196-213
E-ISSN: 3047-2474 (online) 205
https://kurniajurnal.com/index.php/kurnia-mengabdi
Posisi PKK sebagai mitra juga memberi keuntungan kelembagaan. Berbeda
dengan pelatihan individual, kelompok PKK memiliki struktur organisasi, kegiatan
rutin, dan jaringan sosial yang dapat dimanfaatkan untuk replikasi. Hal tersebut
menjadi modal penting bagi keberlanjutan karena peralatan produksi dapat dikelola
secara kolektif, pengetahuan dapat ditransfer antaranggota, dan uji coba produk dapat
dilakukan secara bertahap. Dengan demikian, dampak program tidak hanya
bergantung pada kemampuan setiap individu, tetapi juga pada kapasitas organisasi
kelompok.
Praktik Produksi Cookies Berbasis Gynura procumbens
Sebanyak 40 peserta dibagi menjadi lima kelompok, masing-masing terdiri atas
delapan orang. Pembagian kelompok dilakukan untuk memastikan bahwa praktik
tidak hanya didominasi oleh beberapa peserta. Setiap kelompok mengikuti proses
pengolahan mulai dari penimbangan bahan sampai pemanggangan. Peserta
berinteraksi langsung dengan bahan dan peralatan serta memperoleh koreksi teknis
dari pendamping. Model ini berbeda dari demonstrasi satu arah karena peserta
mengalami sendiri urutan kerja, konsistensi adonan, pembentukan, serta respons
produk terhadap proses pemanggangan.
Pendampingan dilakukan oleh Chef professional yang dalam hal ini memberi nilai
tambah pada aspek keterampilan produksi. Kehadiran praktisi membantu
menerjemahkan prosedur menjadi teknik kerja yang lebih operasional, misalnya
urutan pencampuran, kontrol konsistensi, kebersihan area kerja, dan pemanggangan.
Pengalaman kegiatan pengabdian berbasis cookies juga menunjukkan bahwa
demonstrasi yang dilanjutkan praktik dapat meningkatkan keterampilan pengolahan
bahan lokal dan membuka ide diversifikasi produk (Zahro et al., 2020; Sachriani et al.,
2021). Pada program ini, setiap kelompok berhasil menghasilkan cookies sebagai
keluaran langsung proses pembelajaran. Proses pendampingan praktik dan hasil
sementara produksi ditunjukkan pada Gambar 3 dan Gambar 4.
Model praktik langsung yang digunakan di Sidomulyo juga sejalan dengan
prinsip pembelajaran berbasis pengalaman. Pengetahuan mengenai pangan sehat
tidak otomatis berubah menjadi kompetensi produksi; peserta tetap memerlukan
pengalaman menimbang bahan, mengolah adonan, mengoperasikan alat, menjaga
higiene, dan menyelesaikan produk secara mandiri. Literatur menunjukkan bahwa
experiential learning dapat memperkuat literasi kesehatan dan kompetensi preventif
karena peserta terlibat langsung dalam proses belajar (Auld et al., 2020; Wongcharoen
et al., 2024). Dengan demikian, keterlibatan aktif seluruh kelompok dalam produksi
cookies merupakan luaran keterampilan yang relevan, meskipun belum
menggambarkan keberlanjutan produksi di luar sesi pelatihan.
Kurnia Mengabdi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Vol. 3, No. 2, Agustus 2026, page: 196-213
E-ISSN: 3047-2474 (online) 206
https://kurniajurnal.com/index.php/kurnia-mengabdi
Gambar 3. Pendampingan praktik pembuatan cookies berbasis Gynura
procumbens bersama peserta PKK dan chef pendamping
Gambar 4. Peserta dan tim pendamping menunjukkan cookies yang dihasilkan
pada sesi praktik kelompok
Dokumentasi produk memperlihatkan bahwa seluruh kelompok mampu
membentuk dan memanggang cookies berbasis MOCAF dan G. procumbens hingga
menjadi produk jadi. Secara visual masih terlihat variasi ukuran, bentuk, warna, dan
penempatan topping antarcookies. Temuan observasional ini tidak digunakan sebagai
pengganti uji sensori, tetapi menegaskan kebutuhan standardisasi formula dan teknik
pembentukan pada tahap pendampingan berikutnya (Gambar 5).
Kurnia Mengabdi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Vol. 3, No. 2, Agustus 2026, page: 196-213
E-ISSN: 3047-2474 (online) 207
https://kurniajurnal.com/index.php/kurnia-mengabdi
(a)
(b)
Gambar 5. Hasil cookies berbasis MOCAF dan Gynura procumbens: (a) tampilan
produk setelah pemanggangan dan (b) cookies yang dihasilkan pada loyang
produksi kelompok
Keberhasilan seluruh kelompok menghasilkan produk merupakan indikator
proses yang penting, tetapi belum dapat dipersamakan dengan keberhasilan
komersial. Produk hasil pelatihan masih memerlukan standardisasi formula, uji mutu,
analisis komposisi, kajian keamanan, penentuan umur simpan, serta pengembangan
kemasan apabila akan dipasarkan secara lebih luas. Dengan demikian, hasil praktik
lebih tepat dipahami sebagai proof of implementation pada tingkat komunitas:
masyarakat mampu mengikuti proses dan menghasilkan produk dengan
pendampingan, sehingga terdapat dasar yang cukup untuk melanjutkan ke tahap
standardisasi dan usaha mikro. Model pembelajaran berupa demonstrasi dan praktik
langsung juga banyak digunakan dalam pemberdayaan kelompok PKK dan
menunjukkan manfaat pada peningkatan keterampilan pengolahan pangan (Yanti et
al., 2022; Wardiyah et al., 2023; Uno et al., 2024; Fadhil et al., 2025).
Penerapan Teknologi Tepat Guna dan Dukungan Sarana Produksi
Salah satu komponen penting program adalah penyerahan sarana produksi
kepada mitra. Tim Universitas Terbuka Yogyakarta menyerahkan lima unit oven serta
mixer, timbangan digital, loyang, dan celemek kepada PKK Kalurahan Sidomulyo.
Bantuan peralatan tidak ditempatkan sebagai tujuan akhir, melainkan sebagai
instrumen untuk memperpanjang umur manfaat pelatihan. Tanpa sarana produksi,
keterampilan yang diperoleh berisiko tidak dipraktikkan kembali karena peserta
harus mengeluarkan biaya awal yang relatif besar.
Penggunaan timbangan digital menjadi aspek penting dalam standardisasi bahan.
Pada produksi pangan rumah tangga, variasi takaran sering menyebabkan mutu
produk tidak konsisten. Dengan penggunaan timbangan, kelompok mulai dibiasakan
pada prinsip reproduktibilitas formula. Oven dan mixer mendukung efisiensi proses,
Kurnia Mengabdi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Vol. 3, No. 2, Agustus 2026, page: 196-213
E-ISSN: 3047-2474 (online) 208
https://kurniajurnal.com/index.php/kurnia-mengabdi
sedangkan loyang dan perlengkapan kerja membantu penataan produksi. Teknologi
tepat guna dalam konteks ini bukan teknologi yang kompleks, tetapi teknologi yang
sesuai dengan kapasitas pengguna, mudah dipelihara, dan dapat memberi
peningkatan efisiensi serta konsistensi. Salah satu teknologi tepat guna yang
digunakan dalam praktik adalah oven produksi skala rumah tangga sebagaimana
ditunjukkan pada Gambar 6.
Gambar 6. Penggunaan oven skala rumah tangga sebagai teknologi tepat guna
dalam proses pemanggangan cookies berbasis Gynura procumbens
Strategi penyediaan alat sejalan dengan tujuan pemberdayaan yang menekankan
keberlanjutan. Jika peralatan dikelola bersama, kelompok dapat menggunakannya
untuk cookies sambung nyawa maupun produk pangan olahan lainnya. Hal ini
membuka kemungkinan diversifikasi usaha dan mengurangi ketergantungan pada
satu jenis produk. Pengalaman pemberdayaan perempuan melalui produk pangan
lokal menunjukkan bahwa dukungan keterampilan dan pengelolaan usaha dapat
menjadi dasar terbentuknya kegiatan ekonomi produktif, terutama ketika kelompok
memiliki struktur kerja yang jelas dan akses terhadap sarana produksi (Azizah et al.,
2022; Saptatiningsih & Jana, 2022).
Nilai Tambah Pendidikan, Kesehatan, dan Ekonomi
Nilai tambah pendidikan terlihat dari perubahan bentuk pembelajaran yang
semula berupa pengetahuan menjadi keterampilan operasional. Peserta memperoleh
pengalaman menggunakan alat, mengikuti resep, bekerja dalam tim, dan menilai
Kurnia Mengabdi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Vol. 3, No. 2, Agustus 2026, page: 196-213
E-ISSN: 3047-2474 (online) 209
https://kurniajurnal.com/index.php/kurnia-mengabdi
produk. Proses ini menjadi penting karena keterampilan produksi pangan
membutuhkan pembiasaan motorik dan pengambilan keputusan yang tidak dapat
sepenuhnya diperoleh melalui ceramah. Dalam konteks pengabdian, keberhasilan
menghasilkan produk memberi umpan balik langsung kepada peserta bahwa
teknologi dapat dipelajari dan direplikasi.
Dari perspektif kesehatan, program ini memiliki dampak pada peningkatan
perhatian terhadap hubungan antara pangan, bahan lokal, dan upaya promotif-
preventif. Program tidak mengukur perubahan biomarker atau konsumsi jangka
panjang sehingga tidak dapat menyimpulkan adanya efek antidiabetes dari kegiatan.
Namun, edukasi yang menempatkan ibu sebagai penggerak kebiasaan pangan
keluarga dapat menjadi strategi untuk memperluas literasi kesehatan. Hal ini
konsisten dengan pandangan bahwa literasi kesehatan merupakan kemampuan untuk
mengakses, memahami, menilai, dan menggunakan informasi untuk pengambilan
keputusan kesehatan (Azzopardi-Muscat & Sørensen, 2019).
Dari sisi ekonomi, nilai tambah masih berada pada tahap potensi. Peserta telah
memperoleh keterampilan dan kelompok telah memperoleh alat, tetapi pendapatan
baru dapat dinilai setelah ada produksi reguler, penetapan harga, pemasaran, dan
pencatatan keuangan. Untuk tahap berikutnya diperlukan adanya pelatihan tentang
perhitungan biaya produksi, harga pokok penjualan, desain kemasan, legalitas
produk, pemasaran digital, dan pengembangan kanal pasar lokal. Pendekatan
bertahap ini penting agar orientasi ekonomi tidak mengorbankan mutu dan keamanan
produk.
Keberlanjutan Program dan Agenda Pendampingan
Keberlanjutan program komunitas cenderung lebih kuat ketika pelatihan tidak
berdiri sendiri, tetapi didukung pendampingan teknis, kemitraan, penguatan
kapasitas, dan keterlibatan masyarakat secara berkelanjutan (Clark et al., 2024).
Karena itu, dukungan pascapelatihan di Sidomulyo perlu diarahkan pada mekanisme
pengelolaan alat bersama, penjadwalan produksi, standardisasi mutu, perizinan,
pengembangan merek, pencatatan biaya, dan pemasaran digital. Pendekatan ini
penting agar hasil pelatihan bergerak dari capaian sesaat menuju kapasitas produksi
dan usaha yang lebih stabil.
Tabel 3. Rencana Pengembangan Keberlanjutan Program
Aspek
Tindak lanjut
Indikator
Waktu
Produk
Standardisasi
formula, SOP, mutu
dan kemasan
Konsistensi batch dan
kemasan siap uji pasar
Jangka pendek
Kesehatan
Penguatan edukasi
berbasis bukti tanpa
klaim terapeutik
berlebihan
Materi edukasi dan
pemahaman peserta
Jangka pendek
Usaha
HPP, pencatatan
keuangan, branding
dan pemasaran
Produk diuji pasar dan
transaksi terdokumentasi
Jangka menengah
Kurnia Mengabdi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Vol. 3, No. 2, Agustus 2026, page: 196-213
E-ISSN: 3047-2474 (online) 210
https://kurniajurnal.com/index.php/kurnia-mengabdi
Organisasi
Tata kelola alat dan
pembagian tugas
kelompok
Jadwal produksi dan
penanggung jawab jelas
Jangka pendek
Evaluasi
Pretest-posttest,
monitoring
produksi dan
penjualan
Data perubahan
pengetahuan/keterampilan
dan ekonomi
Jangka menengah
Replikasi
Adaptasi model
pada
kelompok/desa lain
Model implementasi
terdokumentasi dan dapat
disesuaikan
Jangka panjang
Simpulan dan Rekomendasi
Implementasi teknologi tepat guna cookies fungsional berbasis Gynura procumbens
di Kalurahan Sidomulyo berhasil menerjemahkan hasil riset menjadi kegiatan
pembelajaran yang dapat dipraktikkan oleh masyarakat. Nilai utama program terletak
pada integrasi potensi lokal, edukasi kesehatan, transfer keterampilan, dan penguatan
fondasi kegiatan ekonomi produktif perempuan. Pengembangan selanjutnya
direkomendasikan mencakup standardisasi formula dan SOP, pengujian mutu dan
keamanan, pengembangan kemasan dan pemasaran, tata kelola alat kelompok, serta
monitoring dengan indikator pengetahuan, keterampilan, produksi, dan ekonomi
yang terukur. Dengan pendampingan tersebut, teknologi cookies berbasis G.
procumbens berpotensi berkembang dari keluaran pelatihan menjadi produk kelompok
yang konsisten, aman, dan bernilai ekonomi tanpa menggunakan klaim terapeutik
yang melampaui bukti ilmiah.
Penghargaan
Penulis menyampaikan terima kasih kepada Program Pengabdian kepada
Masyarakat Kolaborasi Indonesia (PMKI) 24 PTNBH Tahun 2026, Universitas
Hasanuddin sebagai host, Universitas Terbuka sebagai co-host, serta Universitas
Sumatera Utara sebagai perguruan tinggi mitra. Kegiatan ini didanai oleh LPPM
Universitas Terbuka dengan no surat kontrak B/1526/UN31.LPPM/PM.01.01/2026.
Apresiasi disampaikan kepada Pemerintah Kalurahan Sidomulyo, Tim Penggerak
PKK Kalurahan Sidomulyo, para chef pendamping, mahasiswa, dan seluruh peserta
atas dukungan dalam pelaksanaan program.
Daftar Pustaka
Ahmed, H., & Shehu, S. (2022). Ethno-botanical and pharmaceutical properties of
Mollucan spinach (Gynura procumbens Lour. Merr). Journal of Applied Sciences
and Environmental Management, 26(12), 19251935.
https://doi.org/10.4314/jasem.v26i12.6
Auld, M. E., Allen, M. P., Mickalide, A. D., & Logan, R. A. (2020). Health literacy and
health education in schools: Collaboration for action. NAM Perspectives, 2020.
https://doi.org/10.31478/202007b
Kurnia Mengabdi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Vol. 3, No. 2, Agustus 2026, page: 196-213
E-ISSN: 3047-2474 (online) 211
https://kurniajurnal.com/index.php/kurnia-mengabdi
Azizah, L., Nisa’, R., Lestari, Y., Mawaddah, F. S., Alkhoir, M. N., Hedrah, E. K. S., &
Muthmainnah, Y. (2022). Pelatihan pembuatan cookies kulit jeruk pada
perempuan kepala keluarga miskin: Alternatif pendapatan ekonomi masa
pandemi. Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 7(1).
https://doi.org/10.30651/aks.v7i1.10316
Azzopardi-Muscat, N., & Sørensen, K. (2019). Towards an equitable digital public
health era: Promoting equity through a health literacy perspective. European
Journal of Public Health, 29(Supplement_3), 1317.
Bekele, H., Asefa, A., Getachew, B., et al. (2020). Barriers and strategies to lifestyle and
dietary pattern interventions for prevention and management of type 2 diabetes
in Africa: A systematic review. Journal of Diabetes Research, 2020, 7948712.
https://doi.org/10.1155/2020/7948712
Bose, P. A., Sohag, M. M. H., Rabbee, M. F., Zamee, T. M., Kona, J. U. N., Elora, B.,
Zaki, R. M., Islam, K., & Baek, K. H. (2025). Pharmacological overview of
bioactive natural products from Gynura procumbens (Lour.) Merr. Plants, 14(17),
2714. https://doi.org/10.3390/plants14172714
Clark, E. C., Baidoobonso, S., Phillips, K. A. M., Noonan, L. L., Bakker, J., Burnett, T.,
Stoby, K., & Dobbins, M. (2024). Mobilizing community-driven health promotion
through community granting programs: A rapid systematic review. BMC Public
Health, 24, 1277. https://doi.org/10.1186/s12889-024-18443-8
Diniyah, N., Wahyu, F., & Subagio, A. (2019). Karakteristik tepung premiks berbahan
MOCAF (modified cassava flour) dan maizena pada pembuatan cookies green
tea. Jurnal Pangan dan Agroindustri, 7(3), 2536.
https://doi.org/10.21776/ub.jpa.2019.007.03.4
Dewatisari, W. F., Situmorang, P. C., Setyawati, A., Utami, S., & Zuhairi, F. R. (2025).
Efficacy of Gynura procumbens (Lour.) Merr. extract in enhancing diabetic
wound healing through modulation of IL-1β, PDGFβ, and TGF-β in a rat model.
Journal of Pharmacy & Pharmacognosy Research, 13(6), 17761796.
https://doi.org/10.56499/jppres24.2259_13.6.1776
Fadhil, A., Rahmasari, N., Tambunan, B. J. M., Marbun, S. A., Rahayu, R., Latief, M., &
Tarigan, I. L. (2025). Empowering PKK mothers to transform banana peels into
cookies for stunting prevention. Jurnal IPTEK Bagi Masyarakat, 5(1), 106114.
https://doi.org/10.55537/j-ibm.v5i1.1267
Ferdinal, N., Seprianti, L., & Afrizal, A. (2023). Identifikasi metabolit sekunder dan uji
aktivitas antioksidan dari ekstrak daun sambung nyawa (Gynura procumbens
(Lour.) Merr). Jurnal Kimia Unand, 12(2), 812.
https://doi.org/10.25077/jku.12.2.8-12.2023
Fottrell, E., Kuddus, A., Morrison, J., Nahar, T., King, C., Shaha, S. K., Pires, M.,
Ahmed, S. A. U., Beard, J., Ahmed, N., Copas, A., Haghparast-Bidgoli, H., Khan,
A. K. A., & Azad, K. (2025). A cluster randomised controlled trial of community
groups using Participatory Learning and Action to prevent and control diabetes
and intermediate hyperglycaemia in rural Bangladesh. PLOS Global Public
Health, 5(8), e0005049. https://doi.org/10.1371/journal.pgph.0005049
Kurnia Mengabdi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Vol. 3, No. 2, Agustus 2026, page: 196-213
E-ISSN: 3047-2474 (online) 212
https://kurniajurnal.com/index.php/kurnia-mengabdi
Gozan, M., Ramadhan, M. Y. A., Harahap, A. F. P., Sari, C. N., Muharam, Y., Purwanto,
W. W., & Tristantini, D. (2020). Techno-economic analysis of healthy herbal ice
cream product. International Journal of Technology, 11(5), 931940.
https://doi.org/10.14716/ijtech.v11i5.4327
Guo, S., Ouyang, H., Du, W., Li, J., Liu, M., Yang, S., He, M., & Feng, Y. (2021).
Exploring the protective effect of Gynura procumbens against type 2 diabetes
mellitus by network pharmacology and validation in C57BL/KsJ db/db mice.
Food & Function, 12, 17321744. https://doi.org/10.1039/D0FO01188F
Haque, E., Kamal, M. S., Tahsin, M. R., Ahmed, R., Choudhury, J. A., Chowdhury, A.
A., Kabir, S., Amran, M. S., & Uddin, M. S. (2021). Current knowledge regarding
pharmacological profile and chemical constituents of Gynura procumbens.
Current Pharmaceutical Design, 27.
https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/34607545/
International Diabetes Federation. (2025). IDF Diabetes Atlas (11th ed.). International
Diabetes Federation. https://diabetesatlas.org/
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2024). Survei Kesehatan Indonesia 2023:
Laporan Nasional. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.
Klingberg, S., Adhikari, B., Draper, C. E., Bosire, E., Nyirenda, D., Tiigah, P., &
Mukumbang, F. C. (2024). Enhanced or hindered research benefits? A realist
review of community engagement and participatory research practices for non-
communicable disease prevention in low- and middle-income countries. BMJ
Global Health, 9(2), e013712. https://doi.org/10.1136/bmjgh-2023-013712
Lianawati, Y. E., Rahayu, S., Lestari, M. A., Istiqomah, A., & Sumarah, I. E. (2025).
Service learning: Pelatihan pembuatan cookies dan hampers ramah lingkungan
bersama ibu-ibu PKK Mentari Kelurahan Umbulharjo Yogyakarta. Jurnal
Pengabdian Masyarakat Bangsa, 3(3).
https://doi.org/10.59837/jpmba.v3i3.2298
Manatphaiboon, S., Chaiwut, P., & Oo-puthinan, S. (2019). Pharmacological activities
of Gynura procumbens (Lour.) Merr. Isan Journal of Pharmaceutical Sciences, 15.
https://doi.org/10.14456/ijps.2019.30
Pemerintah Kabupaten Kulon Progo. (n.d.). Data produksi pertanian. Satu Data
Kabupaten Kulon Progo. Retrieved September 2, 2026, from
https://satudata.kulonprogokab.go.id/statistik/c4026b07-5574-4420-ac18-
0d5465c8f3ec
Putri, N. A., Herlina, & Subagio, A. (2018). Karakteristik MOCAF (modified cassava
flour) berdasarkan metode penggilingan dan lama fermentasi. Jurnal
Agroteknologi, 12(1), 7989. https://doi.org/10.19184/j-agt.v12i1.8252
Sachriani, S., Muhaenah, Y. S., Mulyawan, L., Morendra, R. A., & Sa’diyah, H. (2021).
Pelatihan pembuatan sus kering tempe dan cookies crispy tempe pada
masyarakat. Amal Ilmiah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 3(1).
Saptatiningsih, R. I., & Jana, P. (2022). Pemberdayaan perempuan Pedukuhan Sidorejo
menuju kelompok ekonomi produktif. MATAPPA: Jurnal Pengabdian Kepada
Masyarakat, 5(3), 430436. https://doi.org/10.31100/matappa.v5i3.2164
Kurnia Mengabdi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Vol. 3, No. 2, Agustus 2026, page: 196-213
E-ISSN: 3047-2474 (online) 213
https://kurniajurnal.com/index.php/kurnia-mengabdi
Situmorang, P. C., Dewatisari, W. F., Setyawati, A., Manurung, R. D., & Setiawan, E.
(2025). Effect of Gynura procumbens (Lour.) Merr. on the histopathology of the
diabetic pancreas via caspase family expression. Journal of Pharmacy and
Pharmacognosy Research, 13(3), 836847.
https://doi.org/10.56499/jppres24.2112_13.3.836
Stiawati, T., & Indriyany, I. A. (2022). Penyuluhan optimalisasi peran organisasi
wanita Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) dalam pemberdayaan
perempuan di tengah era globalisasi di Kelurahan Kalitimbang Kecamatan
Cibeber, Kota Cilegon. Komunitas: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 2(1).
Timotius, K. H., & Rahayu, I. (2020). Overview of herbal therapy with leaf of Gynura
procumbens (Lour.) Merr. Journal of Young Pharmacists, 12(3), 201206.
https://doi.org/10.5530/jyp.2020.12.61
Uno, W. Z., Pakaya, M. S., & Hunawa, R. (2024). Sosialisasi dan pelatihan pembuatan
produk Miana (Gynura procumbens) sebagai alternatif pencegahan TBC: Studi
kasus Desa Bulili Kec. Duhiadaa Kab. Pohuwato. I-Com: Indonesian Community
Journal, 4(3), 23182328. https://doi.org/10.33379/icom.v4i3.5377
Wagemakers, A., Elkhuizen, S., Bindels, A., Wachter, M., Niewold, D., Derkzen, M., &
Thompson, K. (2025). A participatory systems approach in community health
promotion: Lessons learnt from an overall evaluation of a program to reduce
health inequities. Evaluation and Program Planning, 113, 102695.
https://doi.org/10.1016/j.evalprogplan.2025.102695
Wardiyah, W., Kurniawan, A. H., Cartika, H., Junaedi, J., Fajri, P., & Rahmat, M. (2023).
Pemberdayaan kader PKK melalui pelatihan pengelolaan tepung ganyong garut
dan ubi ungu sebagai ketahanan pangan yang sehat. JMM (Jurnal Masyarakat
Mandiri), 7(1), 244256. https://doi.org/10.31764/jmm.v7i1.12001
Wongcharoen, N., Srirattayawong, T., Panta, P., Ongkulna, K., Teachasub, J.,
Somboon, T., & Weiangkham, D. (2024). Effects of experiential learning program
of community health workers on health literacy and preventive behaviors of
emerging infectious diseases and re-emerging infectious diseases of respiratory
system. Journal of Primary Care & Community Health, 15, 21501319231217904.
https://doi.org/10.1177/21501319231217904
Yanti, Y., Riyanto, J., Dewanti, R., Cahyadi, M., Wati, A. K., & Pawestri, W. (2022).
Pemberdayaan ibu-ibu PKK di Kelurahan Tawangrejo Wonogiri dengan
pelatihan pembuatan nugget dan sosis yang mengandung serat. PRIMA: Journal
of Community Empowering and Services, 6(1), 4653.
https://doi.org/10.20961/prima.v6i1.56703
Zahro, I. L., Latifa, D. D., Alam, I. N., & Rosania, S. P. (2020). Pelatihan pembuatan
cookies kopi untuk meningkatkan potensi olahan kopi dan mengembangkan
keterampilan anggota PKK Desa Taji, Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang.
JAPI (Jurnal Akses Pengabdian Indonesia), 5(2).
https://doi.org/10.33366/japi.v5i2.2111