PANUNTUN (Jurnal Budaya, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif)
Vol. 2, No. 4, Desember 2025, page: 197-203
E-ISSN: 3047-2288
Pembentukan Karakter Cinta Budaya Melalui
Pembelajaran Seni Tari dan Tradisi Menyanyikan
Lagu Daerah di Sekolah Dasar
1
Sylvia Zakiyyatul Miskiyyah,
2
Putri Indah puspita,
3
Alfiana Rahma Maulidia,
4
Nurul
Mahruzah Yulia
a,b,c,d
Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri, Jl. Ahmad Yani No.10, Jambean, Sukorejo, Kec. Bojonegoro,
Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur 62115
1
sylviazakiyyaaa@gmail.com;
2
put464691@gmail.com;
3
alfianarahmamaulidia@gmail.com;
4
nurulmahruzah@unugiri.ac.id
INFO ARTIKEL
ABSTRAK
Sejarah Artikel:
Diterima:10 Oktober 2025
Direvisi: 17 November 2025
Disetujui: 28 November 2025
Tersedia Daring: 1 Desember
2025
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menyelidiki pembentukan karakter
cinta budaya pada siswa sekolah dasar yang diajarkan seni tari dan tradisi
menyanyikan lagu daerah. Penelitian ini didasari oleh fakta bahwa
internalisasi nilai-nilai budaya lokal sejak dini adalah bagian penting dari
pendidikan karakter yang berkelanjutan. Data primer diperoleh melalui
wawancara dan observasi mendalam, serta data sekunder dari literatur
terkait pendidikan karakter dan budaya. Penelitian menggunakan
pendekatan kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus, dan analisis
data dilakukan melalui pengurangan, penyajian, dan penarikan kesimpulan
secara deskriptif. Untuk menjamin validitas temuan, triangulasi sumber dan
teknik digunakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mekanisme
pembiasaan, pengalaman langsung, dan keteladanan guru membentuk
karakter cinta budaya melalui pembelajaran seni tari dan tradisi
menyanyikan lagu daerah secara teratur. Siswa menunjukkan pengetahuan
budaya yang lebih baik, rasa bangga terhadap budaya lokal, keterampilan
sosial, disiplin, dan kepercayaan diri. Dengan menggabungkan kedua kegiatan
ini, lingkungan sekolah menjadi lebih baik untuk mendukung pelestarian
budaya dan pendidikan karakter. Hasil ini sesuai dengan teori pembelajaran
seni budaya (Efland, 2002) dan teori pendidikan karakter Lickona (1991).
Secara singkat, mempelajari seni tari dan menyanyikan lagu daerah tidak
hanya merupakan kegiatan budaya, itu juga dapat digunakan sebagai strategi
pengajaran karakter yang kontekstual, berkelanjutan, dan berhasil untuk
menumbuhkan cinta budaya siswa.
Kata Kunci:
Cinta budaya
Lagu daerah
Pendidikan karakter
Seni tari
Sekolah dasar
ABSTRACT
Keywords:
Cultural love
Local song
Character education
Dance arts
Elementary school
The purpose of this study was to investigate the formation of a love of culture in
elementary school students taught traditional dance and song singing. This
research is based on the fact that internalizing local cultural values from an
early age is an important part of sustainable character education. Primary data
were obtained through in-depth interviews and observations, as well as
secondary data from literature related to character education and culture. The
study used a descriptive qualitative approach with a case study approach, and
data analysis was carried out through descriptive reduction, presentation, and
drawing conclusions. To ensure the validity of the findings, triangulation of
sources and techniques was used. The results showed that the mechanisms of
PANUNTUN (Jurnal Budaya, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif)
Vol. 2, No. 4, Desember 2025, page: 197-203
E-ISSN: 3047-2288
198
Sylvia Zakiyyatul Miskiyyah et.al (Pembentukan Karakter Cinta Budaya Melalui....)
habituation, direct experience, and teacher role models formed a love of culture
character through regular learning of traditional dance and song singing.
Students demonstrated better cultural knowledge, pride in local culture, social
skills, discipline, and self-confidence. By combining these two activities, the
school environment became more conducive to cultural preservation and
character education. These results are consistent with the theory of arts and
culture learning (Efland, 2002) and Lickona's (1991) theory of character
education. In short, learning the art of dance and singing regional songs is not
only a cultural activity, it can also be used as a contextual, sustainable, and
successful character teaching strategy to foster students' love of culture.
©2025, Sylvia Zakiyyatul Miskiyyah, Putri Indah Puspita,
Alfiana Rahma Maulidia, Nurul Mahruzah Yulia
This is an open access article under CC BY-SA license
1.
Pendahuluan
Pendidikan pada level sekolah dasar adalah landasan krusial dalam pembangunan
karakter dan kepribadian siswa. Pada fase ini, anak-anak berada dalam tahap pertumbuhan
yang sangat sensitif terhadap penyerapan nilai, sikap, dan kebiasaan yang akan menentukan
jati diri mereka di masa mendatang. Salah satu karakter yang sangat penting untuk
dikembangkan sejak dini adalah kecintaan terhadap budaya, mengingat perkembangan
globalisasi dan modernisasi yang pesat dapat mengurangi apresiasi generasi muda terhadap
budaya lokal dan nasional. Hal ini menuntut institusi pendidikan untuk bergerak aktif dalam
pengembangan tidak hanya aspek kognitif, tetapi juga dalam pelestarian budaya dan
pembentukan karakter siswa (Kemendikbud, 2020).
Secara teori, pendidikan karakter yang berlandaskan budaya dianggap sebagai metode
yang efisien karena nilai-nilai budaya mengandung elemen moral, sosial, estetika, dan spiritual
yang signifikan bagi kehidupan siswa. Seni budaya, terutama tari dan lagu daerah, berfungsi
sebagai media pembelajaran yang dapat menyampaikan nilai-nilai ini dengan cara yang
kontekstual dan menyenangkan. Pembelajaran tari dapat membantu siswa mengasah kepekaan
estetis, disiplin, kerjasama, serta rasa tanggung jawab, sementara tradisi menyanyikan lagu
daerah berfungsi sebagai alat untuk menginternalisasi identitas budaya, rasa kepemilikan, dan
kebanggaan terhadap warisan budaya negara.
Namun, kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa praktik pendidikan di sekolah
dasar masih lebih berfokus pada pencapaian akademik. Pembelajaran seni dan budaya sering
dianggap sebagai tambahan, alih-alih sebagai bagian yang tak terpisahkan dari proses
karakterisasi. Akibatnya, pemahaman dan kecintaan siswa terhadap budaya lokal, termasuk
seni tari dan lagu daerah, belum sepenuhnya berkembang. Situasi ini menggambarkan adanya
perbedaan antara tujuan ideal pendidikan karakter berbasis budaya dan kenyataan praktik
pendidikan yang terjadi di sekolah dasar.
Sejumlah studi sebelumnya telah mengeksplorasi kontribusi seni dan budaya dalam
pengembangan karakter siswa. Penelitian oleh Sari dan Wibowo (2020) mengungkapkan
bahwa pengajaran seni tari tradisional berperan dalam mengembangkan sikap disiplin,
kolaborasi, dan rasa percaya diri di kalangan anak-anak di tingkat sekolah dasar (Sari, D., &
Wibowo, A., 2020). Selanjutnya, Rahmawati (2021) menunjukkan bahwa kebiasaan
menyanyikan lagu kebangsaan di lingkungan sekolah dapat meningkatkan sikap cinta tanah
air dan nasionalisme (Rahmawati, N., 2021). Sebuah studi lain oleh Pranoto dan Nurhuda
PANUNTUN (Jurnal Budaya, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif)
Vol. 2, No. 4, Desember 2025, page: 197-203
E-ISSN: 3047-2288
199
Sylvia Zakiyyatul Miskiyyah et.al (Pembentukan Karakter Cinta Budaya Melalui....)
(2022) menegaskan bahwa memasukkan unsur budaya lokal dalam proses belajar mengajar
memberikan efek positif dalam penguatan karakter dan identitas budaya siswa (Pranoto, Y., &
Nurhuda, M., 2022).
Namun, penelitian-penelitian ini pada umumnya hanya membahas satu bentuk kegiatan
budaya secara terpisah, baik itu seni tari maupun lagu daerah atau nasional, dan lebih fokus
pada hasil akhir dari proses pembelajaran. Terdapat sedikit kajian yang secara mendalam
menggambarkan proses pembentukan karakter cinta budaya melalui pengintegrasian
pembelajaran seni tari dan tradisi menyanyikan lagu daerah sebagai kegiatan rutin di sekolah,
khususnya pada tingkat dasar. Kondisi ini menunjukkan adanya kesenjangan penelitian, yaitu
terbatasnya studi kualitatif deskriptif yang meneliti penerapan nyata dari integrasi kedua
aktivitas tersebut dalam kehidupan sehari-hari di sekolah. Di samping itu, terdapat juga
kekosongan teori, yaitu perlunya penguatan kajian empiris yang menghubungkan teori
pendidikan karakter yang berlandaskan budaya dengan implementasinya dalam konteks
sekolah dasar.
2.
Metode
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif untuk mendetailkan proses
serta efek dari pembelajaran seni tari dan tradisi menyanyi lagu daerah dalam pembentukan
karakter cinta terhadap budaya di kalangan siswa sekolah dasar. Metode penelitian berfokus
pada studi kasus di satu sekolah dasar yang secara rutin melaksanakan kedua aktivitas tersebut.
Data yang diperoleh dalam penelitian terdiri dari data primer berupa hasil observasi
pembelajaran dan wawancara mendalam dengan para guru serta siswa. Sumber data sekunder
diperoleh dari kurikulum sekolah, silabus, serta literatur yang berkaitan dengan pendidikan
karakter dan budaya. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipatif dan
wawancara semi-terstruktur. Pengamatan difokuskan pada pengalaman pembelajaran,
keterlibatan siswa, dan interaksi antara guru dan siswa, sementara wawancara lebih menyoroti
pandangan guru serta pengalaman siswa terkait pembentukan karakter cinta budaya. Analisis
data dilakukan melalui tahapan pengurangan data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.
Data dari observasi dan wawancara disederhanakan, dikelompokkan berdasarkan tema utama,
dan dianalisis secara deskriptif untuk menjelaskan proses pembentukan karakter serta dampak
pembelajaran. Validitas data diperkuat dengan cara triangulasi sumber dan metode, sehingga
hasil penelitian dapat dipertanggungjawabkan.
3.
Hasil dan Pembahasan
Aktivitas Membentuk Rasa Cinta terhadap Budaya Terhadap Penguatan Karakter
Cinta Budaya
Penelitian ini mengungkapkan bahwa perkembangan karakter cinta budaya di kalangan
siswa sekolah dasar berlangsung melalui proses pembelajaran seni tari dan tradisi
menyanyikan lagu daerah yang dilakukan secara sistematis, terencana, dan berkelanjutan.
Proses pembelajaran seni tari tidak hanya terfokus pada penguasaan gerakan, tetapi juga
dimulai dengan pengenalan asal-usul tari, arti dari setiap gerakan, serta nilai budaya yang
terkandung di dalamnya. Setelah itu, siswa dilibatkan dalam latihan gerakan dalam kelompok,
yang secara tidak langsung menumbuhkan sikap disiplin, kerja sama, rasa tanggung jawab,
dan saling menghargai. Proses ini menjadikan pembelajaran seni tari sebagai sarana
internalisasi nilai budaya yang kontekstual dan penuh makna bagi siswa.
Selain dari pembelajaran tari, tradisi menyanyikan lagu daerah yang dilaksanakan
setiap pagi memberikan kontribusi signifikan untuk meningkatkan cinta siswa terhadap budaya
lokal. Lagu-lagu yang dinyanyikan dipilih berdasar pada konteks budaya setempat, sehingga
PANUNTUN (Jurnal Budaya, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif)
Vol. 2, No. 4, Desember 2025, page: 197-203
E-ISSN: 3047-2288
200
Sylvia Zakiyyatul Miskiyyah et.al (Pembentukan Karakter Cinta Budaya Melalui....)
siswa tidak hanya sekadar menghafal lirik, tetapi juga memahami arti dan pesan budaya yang
ada di dalamnya. Hasil observasi dan wawancara menunjukkan bahwa siswa mengikuti
kegiatan ini dengan semangat, menunjukkan kebanggaan terhadap budaya daerah mereka,
serta mulai menunjukkan sikap dan perilaku positif yang dicontohkan oleh para guru.
Kebiasaan ini menjadikan sekolah sebagai tempat di mana budaya dapat dilestarikan, di mana
nilai-nilai budaya tidak hanya diajarkan, tetapi juga dialami dan diterapkan dalam kehidupan
sehari-hari siswa.
Hasil penelitian ini sesuai dengan studi yang dilakukan oleh Firnamita dan Noordiana,
yang menunjukkan bahwa keterlibatan aktif siswa dalam seni budaya memiliki dampak yang
efektif dalam menanamkan nilai-nilai karakter. Penelitian ini juga menambah bukti bahwa
pengintegrasian latihan seni tari dan kegiatan menyanyikan lagu daerah secara teratur dapat
memperkuat proses pembentukan karakter siswa secara lebih komprehensif. Dari sudut
pandang teoritis, hasil ini mendukung pemikiran Lickona yang menegaskan bahwa pendidikan
karakter harus dibangun melalui kebiasaan, pengalaman langsung, dan teladan sebagai strategi
utama dalam internalisasi nilai-nilai. Lebih lanjut, teori pembelajaran seni budaya juga
memperkuat temuan ini dengan menekankan bahwa kegiatan seni dapat meningkatkan
kemampuan berpikir, sensitivitas emosional, dan interaksi sosial siswa secara bersamaan.
Proses membentuk karakter cinta budaya pada siswa terjadi melalui cara yang teratur,
yaitu dengan pengalaman praktik, kebiasaan, dan contoh dari guru. Dengan demikian, seni tari
dan lagu daerah menjadi cara yang efektif untuk mengajarkan pendidikan karakter yang
berdasarkan budaya.
Efektivitas Belajar Seni Tari dan Tradisi Menyanyikan Lagu Daerah Terhadap
Penguatan Karakter Cinta Budaya
Pembelajaran seni tari dan kebiasaan menyanyikan lagu-lagu daerah terbukti
menawarkan pengaruh yang signifikan dalam memperkuat karakter cinta budaya pada anak-
anak di sekolah dasar. Temuan dari penelitian menunjukkan bahwa anak-anak menunjukkan
antusiasme belajar yang lebih besar serta partisipasi aktif saat mengikuti kegiatan seni budaya.
Mereka terlibat tidak hanya dalam bentuk fisik, tetapi juga secara emosional dan sosial, yang
terlihat dari keberanian mereka untuk tampil di depan teman-teman, serta kemauan untuk
mengekspresikan diri melalui gerakan dan nyanyian. Di samping itu, siswa mulai bisa
mengingat, memahami, dan mengekspresikan arti yang terdapat dalam gerakan tari dan lirik
lagu daerah, sehingga proses pembelajaran tidak hanya sebatas menghafal belaka. Dampak
positif lainnya dapat dilihat pada perkembangan sikap dan perilaku siswa dalam kehidupan
sehari-hari di sekolah. Melalui latihan tari yang dilakukan dalam kelompok, para siswa belajar
untuk menerapkan disiplin, kerja sama, tanggung jawab, serta meningkatkan rasa percaya diri
mereka. Kebiasaan menyanyikan lagu daerah setiap pagi juga memperkuat rasa kebersamaan
dan solidaritas antara siswa. Penemuan ini didukung oleh hasil observasi dan wawancara
dengan para guru, yang mengungkapkan adanya perubahan dalam sikap siswa, seperti
meningkatnya kepedulian terhadap budaya lokal, sikap saling menghargai, dan keinginan
untuk mematuhi peraturan bersama dalam kegiatan sekolah.
Jika dibandingkan dengan penelitian sebelumnya, temuan ini menunjukkan kesamaan
bahwa pembelajaran seni budaya berkontribusi terhadap peningkatan disiplin dan kerja sama
siswa. Namun demikian, penelitian ini menegaskan aspek kebaruan, yaitu pentingnya
mengintegrasikan tradisi keseharian, seperti pembiasaan menyanyikan lagu daerah setiap pagi,
sebagai strategi penguatan karakter yang berkelanjutan dan kontekstual. Integrasi tersebut
menjadikan pendidikan karakter berbasis budaya tidak bersifat insidental, melainkan menjadi
bagian dari rutinitas sekolah yang terus-menerus membentuk sikap, nilai, dan kecintaan siswa
terhadap budaya lokal secara lebih mendalam.
PANUNTUN (Jurnal Budaya, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif)
Vol. 2, No. 4, Desember 2025, page: 197-203
E-ISSN: 3047-2288
201
Sylvia Zakiyyatul Miskiyyah et.al (Pembentukan Karakter Cinta Budaya Melalui....)
Dari pandangan teori, hasil ini mendukung prinsip pendidikan karakter Lickona (1991)
yang mengatakan bahwa penguatan nilai-nilai harus dilakukan melalui aktivitas nyata yang
diulang dan relevan. Selain itu, integrasi seni tari dan lagu daerah juga membantu
perkembangan aspek emosional dan sosial siswa, serta meningkatkan kebanggaan dan cinta
mereka terhadap budaya lokal, menjadikan sekolah sebagai tempat untuk melestarikan budaya
dengan cara yang hidup dan berkelanjutan. Secara keseluruhan, penggabungan kedua aktivitas
ini menjawab maksud dari penelitian: menciptakan karakter kecintaan terhadap budaya
melalui kegiatan seni dan tradisi di sekolah, sekaligus memberikan efek positif yang besar
terhadap penguatan karakter anak-anak di sekolah dasar. Hasil ini menunjukkan hal baru, yaitu
penggabungan kegiatan sehari-hari dengan pembelajaran budaya sebagai cara yang efektif
untuk mendidik karakter.
4.
Kesimpulan
Penelitian ini menunjukkan bahwa pendidikan karakter yang berorientasi pada budaya
di tingkat sekolah dasar berperan penting dalam mengembangkan kecintaan terhadap budaya
sejak usia dini. Penggabungan pembelajaran tari dan tradisi menyanyikan lagu daerah yang
dilakukan secara teratur dan terencana terbukti menjadi metode yang efisien dalam membentuk
karakter siswa, terutama dalam hal disiplin, kerjasama, tanggung jawab, kepercayaan diri, dan
kebanggaan terhadap budaya lokal. Proses pengembangan karakter berlangsung melalui
pengalaman langsung, pembiasaan, dan keteladanan dari guru, sehingga nilai-nilai budaya
tidak hanya dipahami secara intelektual, tetapi juga diinternalisasi dalam perilaku dan sikap
sehari-hari siswa. Hasil penelitian ini mengindikasikan bahwa kombinasi pembelajaran tari
dan tradisi menyanyikan lagu daerah memberikan penguatan karakter yang lebih berkelanjutan
dibandingkan dengan pelaksanaan kegiatan budaya yang terpisah. Oleh karena itu, penelitian
ini mengisi kekurangan dari studi sebelumnya dengan menyajikan bukti empiris tentang
pentingnya integrasi pembelajaran budaya dalam praktik sehari-hari di sekolah dasar,
sekaligus menegaskan bahwa sekolah dapat berfungsi sebagai tempat strategis untuk
pendidikan karakter dan pelestarian budaya secara kontekstual dan berkelanjutan.
5.
Ucapan Terima Kasih
Puji syukur ke hadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat, taufik, serta
hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan artikel ini dengan baik dan tepat waktu.
Dalam proses penyusunan artikel ini, penulis memperoleh bantuan dan dukungan dari berbagai
pihak. Oleh karena itu, penulis menyampaikan terima kasih kepada:
1. Dosen pengampu mata kuliah Penelitian Kualitatif, ibu “Nurul Mahruzah Yulia M.Pd”
yang telah memberikan bimbingan, arahan, dan masukan akademik selama proses
penulisan artikel.
2. Para informan penelitian yang telah bersedia memberikan informasi secara terbuka dan
lengkap untuk mendukung kelancaran penelitian.
3. Teman-teman sejawat yang telah memberikan saran, masukan, dan dukungan selama
proses penyusunan artikel.
4. Pihak-pihak lain yang tidak dapat saya sebutkan satu per satu yang telah memberikan
bantuan, dukungan, dan konstribusi dalam penyelesaian artikel ini
Penulis menyadari bahwa artikel ini masih memiliki keterbatasan dan kekurangan.
Oleh karena itu, kritik dan saran yang bersifat membangun sangat diharapkan demi
penyempurnaan karya ilmiah selanjutnya. Semoga artikel ini dapat memberikan manfaat,
menambah wawasan, serta memberikan inspirasi bagi para pembaca.
PANUNTUN (Jurnal Budaya, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif)
Vol. 2, No. 4, Desember 2025, page: 197-203
E-ISSN: 3047-2288
202
Sylvia Zakiyyatul Miskiyyah et.al (Pembentukan Karakter Cinta Budaya Melalui....)
6.
Daftar Pustaka
Ardiansyah, R. (2025). Integration of local wisdom values in character education of elementary
school students in multicultural areas. Al Yazidiy Jurnal Sosial Humaniora dan
Pendidikan, 7(1), 175193. https://doi.org/10.55606/ay.v7i1.1331
Brilliani, A., Prasetyo, D., & Damiasih. (2024). Pengaruh fasilitas dan citra destinasi wisata
terhadap peningkatan kepuasan wisatawan di Karst Tubing Sedayu. PANUNTUN
(Jurnal Budaya, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif), 1(3), 127139.
Cahyani, E. P. N., Dwinata, A., Adlina, N., & Pujiono, S. (2024). Esensi pendidikan karakter
berbasis budaya di sekolah dasar. Discovery: Jurnal Ilmu Pengetahuan, 9(1), 17.
https://doi.org/10.33752/discovery.v9i1.5728
Firnamita, A., & Noordiana, I. (2020). Implementasi seni budaya dalam internalisasi nilai
karakter anak sekolah dasar. Jurnal Pendidikan Dasar, 11(2), 5566.
Hidayah, U., & Aprilia, I. (2020). Mengembangkan karakter anak melalui pembelajaran seni
budaya dan prakarya di sekolah dasar. Al Ibtidaiyah: Jurnal Pendidikan Guru Madrasah
Ibtidaiyah, 2(1), 169180. https://doi.org/10.46773/ibtidaiyah.v2i1.169
Indawati, S., Widodo, W., & Istiq’faroh, N. (2024). Tradisi Nyadran sebagai sumber belajar
berbasis etnopedagogi di sekolah dasar. PANUNTUN (Jurnal Budaya, Pariwisata, dan
Ekonomi Kreatif), 1(3), 170179.
Juliani, A., Karmilasari, K., Agustiani, T., Mulyanah, D., & Windiyani, T. (2024).
Implementasi pembelajaran berbasis budaya terhadap karakter peserta didik sekolah
dasar. Jurnal Pendidikan Dasar, 15(1), 144169.
https://doi.org/10.21009/jpd.v15i1.43245
Maharani, A. N. A., Sulistyo, A., Kristianto, D. A., Suharyono, E., & Sudanang, E. A. (2024).
Pengembangan Dark Tourism sebagai salah satu daya tarik wisata Tana Toraja.
PANUNTUN, 1(1), 1928.
Novitasari, N., & Walid, A. (2024). Character education based on local wisdom in learning
science: A systematic literature. PPSDP International Journal of Education, 3(2), 313
330. https://doi.org/10.59175/pijed.v3i2.313
Nur Lestari, D., & Ain, S. Q. (2023). Peran budaya sekolah terhadap pembentukan karakter
siswa kelas V SD. MIMBAR PGSD Undiksha, 10(1), 4512445136.
https://doi.org/10.23887/jjpgsd.v10i1.45124
Prakoso, A. A. (2024). Konsep dan penerapan ruang wisata budaya. PANUNTUN, 1(1), 29
37. https://doi.org/10.61476/yswjkn29
Pratiwi, L. (2025). Integration of local wisdom values in primary school curriculum for
strengthening students' character. Al Yazidiy Jurnal Sosial Humaniora dan Pendidikan,
7(1), 13531370. https://doi.org/10.55606/ay.v7i1.1353
Pujianataa, A. E., & Sugiarto, E. (2024). Peran Pokdarwis Patuh Angen dalam pelaksanaan
Bau Nyale 2023 di Pantai Torok Aik Belek. PANUNTUN, 1(1), 918.
Raharjo, R., Kanzunnudin, M., & Fathurohman, I. (2025). Implementasi seni Barongan Kudus
untuk penguatan pendidikan karakter di sekolah dasar. Jurnal Guru Sekolah Dasar,
101, 111. https://doi.org/10.70277/jgsd.v1i101.xxx
PANUNTUN (Jurnal Budaya, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif)
Vol. 2, No. 4, Desember 2025, page: 197-203
E-ISSN: 3047-2288
203
Sylvia Zakiyyatul Miskiyyah et.al (Pembentukan Karakter Cinta Budaya Melalui....)
Ristanti, R., Arisanti, Y., & Sulistyo, A. (2024). Peningkatan daya saing UMKM dalam
menembus pasar ekspor. PANUNTUN, 1(2), 9099.
Sari, D., & Wibowo, R. (2020). Penguatan karakter melalui kegiatan seni tradisi di sekolah
dasar. Jurnal Pendidikan Dasar, 12(2), 101112.
Suherman, A., Hidroga Sekti, P., Hidayat, R., Yusup, G. M. A., & Sutisna, M. (2024).
Representasi nilai-nilai karakter di Kampung Naga sebagai referensi pengembangan
bahan ajar PPKn. PANUNTUN, 1(3), 140146.
Sulistriyaniva, R., Widodo, W., & Istiq’faroh, N. (2024). Eksplorasi batik tulis Sari Kenongo
sebagai sumber belajar etnopedagogi di sekolah dasar. PANUNTUN, 1(3), 180191.
https://doi.org/10.61476/ewy4qy98
Ulfa, A., Widodo, W., & Istiq’faroh, N. (2025). Pengolahan kupang Desa Balongdowo sebagai
sumber belajar berpendekatan etnosains di sekolah dasar. PANUNTUN, 2(1), 4049.
https://doi.org/10.61476/dgxxy763
Ummah, R. Y. H. (2021). Character education based on local wisdom: Exploring the
“Dongkrek Dance” culture in elementary schools. Al-Bidayah: Jurnal Pendidikan
Dasar Islam, 12(2), 283296.
Wardani, A., & Ningsih, T. (2025). Budaya sekolah dalam membentuk karakter dalam
pembelajaran IPS di kelas 6 SD Negeri 1 Cilangkap. Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar
(JIPDAS), 5(2), 17661772.
Yusuf, A., & Nurhayati, S. (2022). Paedagogi seni budaya di era digital dan kebudayaan lokal.
Penerbit Akademik.
Kemendikbud RI. (2020). Profil pelajar Pancasila. Kemendikbud RI.
Kemendikbud RI. (2017). Penguatan pendidikan karakter: Konsep dan pedoman pelaksanaan.
Kemendikbud RI.